275 PENGARUH MODAL KERJA DAN PIUTANG ANGGOTA TERHADAP
SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KPRI BINA KARYA
Sudanang Bayu Aji1, Teguh Purwanto2, Aji Prasetyo3
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 1 Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 2, 3
[email protected] ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal kerja dan piutang anggota terhadap sisa hasil usaha. sampel pada penelitian ini adalah tahun 2013 sampai 2017 di koperasi KPRI bina karya balongpanggang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data mengunakan uji-t disimpulkan bahwa modal kerja diperoleh nilai thitung untuk variabel sanksi perpajakan sebesar 0,797 dengan nilai signifikan sebesar 0,509 (0,509>0,05).
Kemudian piutang anggota berpengaruh sebesar 3,359 dengan nilai signifikan sebesar 0,078 (0,078<0,05). Jadi dapat disimpulkan hasil penelitian ini hanya variabel modal kerja (X1) tidak berpengaruh terhadap sisa hasil usaha (Y).
Kata kunci : Modal Kerja, Piutang Anggota, dan Sisa Hasil Usaha
ABSTRACT
This study aims to find out and analyze the influence of working capital and member receivables on the remaining results of the business. The sample in this study was that from 2013 to 2017 at the KPRI cooperative they developed baked goods. Data collection techniques used in this study were documentation and interviews. Based on data analysis using the t-test it was concluded that working capital was obtained by the value of tcount for the taxation sanction variable of 0.797 with a significant value of 0.509 (0.509> 0.05). Then the member accounts receivable has an effect of 3.359 with a significant value of 0.078 (0.078 <0.05). So it can be concluded that the results of this study only the working capital variable (X1) does not affect the remaining results of operations(Y).
Keywords: Working Capital, Member Receivables, and Remaining Business Results
PENDAHULUAN
Secara umum koperasi adalah suatu badan usaha bersama yang berjalan dalam bidang perekonomian, Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang- orang bukan perkumpulan modal.
Orang-orang yang kesemuanya menjadi anggota koperasi itu secara bersama- sama bergotong royong berdasarkan persamaan, bekerja untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi
mereka dan kepentingan masyarakat (Kartasapoetra, 2001).
Dalam keberhasilan koperasi sangat erat hubungannya dengan partisipasi aktif anggota dalam koperasinya akan maju dan berkembang sehingga koperasi dapat dikatakan berhasil (Sitio dan Tamba 2001). Aktifnya anggota koperasi dapat diwujudkan dalam bentuk tertibnya anggota dalam membayar simpanan pokok, simpanan wajib, dan
276
simpanan sukarela, berbelanja di toko koperasi, menghadiri rapat anggota koperasi serta memberikan pendapat dan saran dapat membangun perkembangan koperasi. Adanya kerjasama yang aktif dari anggota koperasi diharapkan akan meningkatkan perolehan sisa hasil usaha.
secara umum variabel kinerja koperasi yang diukur untuk melihat perkembangan atau pertumbuhan koperasi di indonesia sebagai badan usaha terdiri dari kelembagaan, kanggotaan, volume usaha, permodalan, asset dan sisa hasil usaha (Sitio dan Tamba 2001). Aktifnya anggota merupakan kunci keberhasilan anggota dan usaha koperasi. secara umum, partisipasi berarti meningkatkan peran serta orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang sama bagi mengembangkan organisasi maupun usaha koperasi.
Tinjauan Pustaka Modal Kerja
Modal kerja adalah aktiva lancar di kurangi kewajiban lancar aktiva lancar adalah harta perusahaan yang bisa di cairkan menjadi kas paling lama setahun contohnya: uang kas, persediaan barang, piutang-piutang dagang dengan deposito jangka pendek. modal kerja sangat penting bagi sebuah badan usaha koperasi atau perusahaan perseroan karena berjalan secara berkelanjutan di dalam sebuah perusaahaan, dengan ini modal kerja di pakai untuk mengukur likuiditas kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban di sebuah perusahaan (Limbong, 2012)
Piutang Anggota
kredit atau pinjaman dapat berupa uang atau tagihan yang nilai ukur dengan uang. selanjutnya adanya kesepakatan antara bank dengan nasabah yang dimana mewajibkan pihak nasabah melunasi hutangnya dengan pemberian bunga ( Kasmir, 2014).
Sisa Hasil Usaha
Sisa hasil usaha adalah selisih antara penghasilan yang di terima koperasi selama periode tertentu dengan pengorbanan yang di keluarkan untuk memperoleh penghasilan itu, jumlah SHU tahun berjalan akan terlihat dalam laporan perhitungan hasil usaha. Jika pencatatan transaksi dalam suatu koperasi berjalan dengan baik, SHU tahun berjalan biasanya tidak akan terlihat neraca sebagai bagian dari ekuitas koperasi pada akir periode tertentu, karena sudah harus langsung dialokasikan kedalam berbagai dana dan cadangannya (Rudianto, 2010).
Hipotesis
H1 : Modal Kerja berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha di koperasi KPRI Bina Karya Balongpangang.
H2 : Piutang Anggota berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha di koperasi KPRI Bina Karya Balongpangang.
H3 : Modal Kerja dan Piutang Anggota berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha di koperasi KPRI Bina Karya BalongPanggang.
METODE PENELITIAN
Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Lokasi dalam penelitian ini berada di koperasi pegawai republik
277
indonesia KPRI Bina Karya Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Jalan Raya Balongpanggang.
Populasi dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan tahunan KPRI Bina Karya Kecamatan Balong panggang Kabupaten Gresik.
Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan KPRI Bina Karya Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik tahun 2013 sampai 2017.
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yang diambil dengan metode dokumentasi dari KPRI Bina Karya Kecamatan Balongpanggang antara lain sejarah KPRI Bina Karya struktur organisasi dan laporan keuangan tahunan KPRI Bina Karya Balongpanggang tahun 2013 sampai 2017.
Teknik Analisis Data
data yang diperoleh kemudian diolah sesuai dengan pedoman analisis data yang kemudian akan dikembangkan.
Pengolahan terhadap data yang didapat dari penelitian yang akan dilakukan antara lain :
1. Uji Asumsi Klasik
2. Analisis Regresi Linier Berganda 3. Uji Hipotesis
ANALISIS DATA Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Hasil uji normalitas adalah sebagai berikut:
Pengolahan dari hasil output spss tabel 1 diatas, dengan hasil nilai variabel modal kerja (X1) sebesar 1,000>0,05 dan nilai variabel piutang (X2) sebesar 0,995>0,05. Dengan begitu menunjuakan bahwa semua data berdistribusi normal dan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan analisis regresi berganda.
Uji Multikolinearitas
Hasil dari uji multikolinearitas adalah sebagai berikut:
Dari hasil uji multikolinearitas pada tabel 2 diatas menunjukan hasil semua variabel independen dalam penelitian tersebut terbebas dari multikolinearitas, karena nilai VIF dibawah 10,00 sehinga dapat disimpulkan kedua variabel ini tidak terdapat atau bebas dari multikolinearitas.
Uji Autokorelasi
Hasil dari uji autokorelasi adalah sebagai berikut:
Dari hasil uji autokorelasi yang ditampilkan pada tabel 3 diatas didapatkan nilai DW (Durbin Watson) sebesar 3,218 artinya tidak terjadi autokorelasi negatif atau positif dari hasil penelitian ini karena nilai DW antara dari
278
1,55 sampai 2,46 artinya penelitian ini bisa dilanjutkan analisis regresi berganda.
Uji Heteroskedastisitas
Kesimpulan Sesuai dengan hasil dari uji heteroskedastisitas didapatkan titik- titik gambar yang menyebar secara acak serta tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas. Dalam titik-titik seperti ini tersebar dengan baik dibawah dan diatas angka 0 (nol) pada sumbu Y.
dengan ini sehinga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi Y.
Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam penelitian analisis regresi dapat dilakukan dengan perhitungan melalui SPSS untuk mengetahui hasil analisis yang menunjukkan nilai keterpengaruhan antara Modal Kerja (X1), Piutang Anggota (X2) dan Sisa Hasil Usaha (Y). Hasil dari analisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
Berdasarkan hasil koefisien regresi linier berganda diperoleh hasil persamaan sebagai berikut ini :
Y = 199652 + 0,062 X1 + 0,012 X2
1. Nilai dari konstanta (a) sebesar 199652, artinya apabila nilai dari Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) adalah nol maka Sisa Hasil Usaha (Y) akan berada pada posisi sebesar 199652.
2. Nilai dari koefisien regresi Modal Kerja (X1) sebesar 0,062, artinya apabila Modal Kerja (X1) mengalami kenaikan 1 point, maka Pendapatan (Y) akan mengalami pertumbuhan Peningkatan sebesar 0,062.
3. Nilai dari koefisien regresi Piutang Anggota (X2) sebesar 0,012, artinya apabila Piutang Anggota (X2) mengalami kenaikan 1 point, maka Sisa Hasil Usaha (Y) akan mengalami pertumbuhan kenaikan sebesar 0,012.
Koefisien Determinasi
Dalam penelitian ini digunakan uji koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya hubungan antara Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) terhadap Sisa Hasil Usaha (Y). diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar R= 0,964.
Artinya hubungan antara variabel Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) terhadap variabel Sisa Hasil Usaha (Y) adalah kuat (Ghozali,2016).
Selanjutnya nilai dari R Square (R2) sebesar 0,929, artinya pengaruh secara simultan variabel Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) terhadap variabel Sisa Hasil Usaha (Y) sebesar 92,9%, sedangkan sisanya (100% - 92,9% = 7,1%) disebabkan oleh faktor lain diluar variabel penelitian. Besarnya nilai R Square antara 0-1. Semakin besar nilai R square maka sangat berpengaruh terhadap variabel bebas dan terhadap variabel terikat semakin kuat ataupun sebaliknya.
Uji Hipotesis Hipotesis (Uji-t)
Hasil uji t adalah sebagai berikut
279
1) Hipotesis Pertama
Pengujian hipotesis pertama dilakukan terhadap hipotesis yang berbunyi "Modal Kerja berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha".
Kemudian untuk hasil uji-t variabel Modal Kerja (X1) diperoleh nilai t- hitung sebesar -,797 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,509 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya Modal Kerja (X1) tidak berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha (Y).
Dengan demikian hipotesis pertama (H1) tidak terbukti kebenarannya.
2) Hipotesis Kedua
Pengujian hipotesis kedua dilakukan terhadap hipotesis yang berbunyi "Piutang Anggota berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha". Sesuai dengan hasil uji-t pada tabel 4 diatas untuk variabel Piutang Anggota (X2) diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,359 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,078 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada Piutang Anggota (X2) berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha (Y). Dengan demikian hipotesis pertama (H2) diterima atau terbukti kebenarannya.
Hipotesis Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) terhadap Sisa Hasil Usaha (Y) dengan signifikan 5%.
Hasil dari uji F adalah berikut ini:
1) Hipotesis Ketiga
Sesuai dengan hasil uji F yang disajikan pada tabel 4.10 diatas diperoleh nilai F-hitung sebesar 13,149 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Modal Kerja (X1) dan Piutang Anggota (X2) secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha (Y) di KPRI Bina Karya. Dengan demikian hipotesis ketiga (H3) diterima atau terbukti kebenarannya.
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama (H1) yang dihitung dengan uji t menunjukkan bahwa Modal Kerja tidak berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha di KPRI Bina Karya Balongpanggang Tahun 2013-2017 dengan nilai thitung sebesar -,797 dan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,509<0,05.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Eka Srianingsih (2012) yang menyatakan bahwa Modal Kerja tidak berpengaruh terhadap sia hasil usaha.
Berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis kedua (H2) yang dihitung dengan uji t bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap sisa hasil usaha KPRI Bina Karya Balongpanggang Tahun 2013-2017 dengan nilai thitung
sebesar 3,359 dan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000<0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hayuk (2012) yang menyatakan bahwa Piutang Anggota secara parsial
280
berpengaruh positif dan signifikan terhadap sia hasil usaha.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) yang dihitung dengan uji F menunjukkan bahwa Modal Kerja dan Piutang Anggota secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap Sisa Hasil Usaha di KPRI Bina Karya Balongpanggang. Dengan nilai Fhitung sebesar 13,149 dan nilai sig sebesar 0,000<0,05.Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sigit Puji Winarto (2014) yang menyatakan bahwa Hasil dari penelitian ini adalah Hipotesis ketiga membuktikan bahwa modal kerja dan piutang anggota berpengaruh positif terhadap sisa hasil usaha.
SIMPULAN
1. Secara parsial Modal Kerja tidak berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha pada koperasi KPRI bina karya Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Tahun 2013-2017 dengan nilai thitung sebesar -,797 dan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,059<0,05.
Modal kerja tidak berpengaruh terhadap sisa hasil usaha pada KPRI bina karya Balongpanggang.Memiliki Modal kerja besar belum tentu berpotensi dalam meningkatkan Sisa hasil usaha pada suatu koperasi.
2. Secara parsial Piutang Anggota berpengaruh positif terhadap sisa hasil usaha pada koperasi KPRI bina karya Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Tahun 2013-2017
dengan nilai thitung 3,359 dan sig.(2tailed) sebesar 0,000<0,05.
Piutang anggota berpengaruh positif terhadap sisa hasil usaha di KPRI bina karya. Piutang anggota berbanding lurus terhadap sisa hasil usaha.
Semakin tinggi piutang anggota pada KPRI bina karya Balongpanggang akan disertai peningkatan sisa hasil usaha pada koperasi tersebut.
3. Secara simultan Modal Kerja dan Piutang Anggota berpengaruh terhadap sisa hasil usaha pada koperasi KPRI bina karya Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Tahun 2013-2017 dengan nilai Fhitung
13,149 dan sig. Sebesar 0,000<0,05.
Modal kerja dan piutang anggota secara simultan berpengaruh terhadap sisa hasil usaha di KPRI bina karya Balongpanggang.
IMPLIKASI
Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa modal kerja, piutang anggota berpengaruh positif terhadap sisa hasil usaha. oleh sebab itu manajemen koperasi harus lebih bijaksana lagi dalam pengambilan keputusan mengenai modal kerja, piutang anggota dan sisa hasil usaha. agar setiap keputusan yang diambil koperasi adalah keputusan yang baik dan efektif berguna untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri dan juga penelitian ini di harapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan koperasi.
KETERBATASAN
Penelitian ini telah di laksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, tetapi
281
juga masih memiliki keterbatasan yaitu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sisa hasil usaha dalam penelitian ini hanya berjumlah 2 variabel saja yaitu, modal kerja dan piutang anggota sedangkan masing banyak faktor lain.
DAFTAR PUSTAKA
Eka Srianingsih, Rianto. 2012. Pengaruh Pengaruh Modal, Jumlah Anggota dan Volume usaha terhadap Sisa Hasil Usaha pada koperasi Gunung Madu Di Lampung Tengah.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hayuk, Ni Made Taman 2012, Pengaruh jumlah anggota, jumlahmodal kerja terhadap sisa hasil usaha pada koperasi simpan pinjam (ksp) di kabupaten bandung. Universitas Udayana Bali.
Kasmir. 2014,Analisis Laporan Keuangan Cetakan Ketujuh. Jakarta PT.Raja Grafindo Persada.
Kartasapoetra 2001, Koperasi Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Jakarta: Bumi Aksara
Limbong, Bernhard 2012, Pengusaha Koperasi ,Jakarata :Margareta Pustaka Persada.
Rusdianto, 2010, Akuntansi Koprasi.
Jakarta : Erlanga.
Sigit Puji Winarto. 2014. Pengaruh Modal Sendiri, Jumlah Anggota Dan Aset Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi di Kota Kediri. Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Sitio dan Tamba 2001, Koperasi Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga.