• Tidak ada hasil yang ditemukan

STEMAN 2014 ISBN: PROSIDING. Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STEMAN 2014 ISBN: PROSIDING. Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

STEMAN 2014 ISBN: 978-979-17047-5-5

PROSIDING

Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)

Tema:

Teknologi Manufaktur Sebagai Pendorong Produk Industri Nasional

Bandung, 19-20 Agustus 2014 RINEKAMAYA

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Jl. Kanayakan No. 21 Dago

Bandung - 40135

Penyelenggara:

tI""-",

':,C:?,'I po/man -

Pa-tro-inExw/e=

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

Jln. Kanay.akan 21, Dago-Bandung 40135 Homepeqe http://www.polman-bandung.ac.id

Telepon : (022) 250 0241, Fax: (022) 2502649

E-mail: [email protected]

(2)

STEMAN 2014 ISBN: 978-979-17047-5-5

Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)

Tema:

Teknologi Manufaktur Sebagai Pendorong Produk Industri Nasional

Bandung, 19-20 Agustus 2014,

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung RINEKAMAYA

Editor:

Siti Aminah, S.T., M.T.

Nuryanti, S.T., M.Sc.

Dewi Idamayanti, S.Sc., M.T.

Desain Sampul:

Pramudiya Tri Hartadi

HakCipta (C)pada Penulis.

HakPublikasi pada Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (pOLMANBandung). Artikel pada prosiding ini dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial, dengan syarat tidak menghapus atau mengubah atribut penulis.

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit dan Penulis.

Pemegang Hak Publikasi prosiding ini tidak bertanggung jawab atas tulisan dan opini yang dinyatakan oleh penulis dalam prosiding ini.

(3)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

KATA PENGANT AR

Prosiding ini berisi makalah-makalah yang dipresentasikan pad a STEMAN2014, yaitu seminar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-37 Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (pOLMAN Bandung) dalam bidang Rekayasa dan Teknologi Manufaktur di Indonesia. STEMAN2014 memilih tema Teknologi Manufaktur Sebagai Produk Industri Nasional.

Tujuan utama dari seminar ini adalah:

1. Meningkatkan kontribusi akademisi dan profesional dalam pengembangan rekayasa dan teknologi manufaktur.

2. Sebagai media diskusi dan pertukaran informasi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang rekayasa dan teknologi manufaktur.

3. Membangun komunikasi dan jaringan antara perguruan tinggi, industri, lembaga penelitian dan pihak lainnya yang terkait.

Topik-topik yang dibahas di dalam seminar dan prosiding ini rneliputi:

1. Rekayasa dan Teknologi Manufaktur untuk Pertanian, Pertambangan,

Otomotif, Elektronika, Lingkungan, Mitigasi Bencana, Energi Alternatif dan Terbarukan, Industri Kecil, dll.

2. Perancangan dan Pengembangan Produk Manufaktur 3. Teknologi Material & Metalurgi

4. Proses dan Teknologi Manufaktur

5. Mesin dan Peralatan Industri Manufaktur 6. Sistem Manufaktur

7. Sistem Kendali dan Mekatronika Industri Manufaktur 8. Sosio-Manufaktur

9. Topik-topik lainnya yang terkait dengan rekayasa dan teknologi manufaktur

Seminar ini merupakan sarana diskusi ilmiah, komunikasi dan pertukaran informasi bagi para akaciemisi, peneliti, praktisi industri, pemerintah dan stakeholder lainnya dalam pengembangan rekayasa dan teknologi manufaktur. Panitia STEMAN 2014 menerima Extended Abstract sebanyak 75 hasil penelitian dari mahasiswa dan dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Jenderal Achmad Yani, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Trunojoyo Madura, Politeknik Merlimau dan Kolej Komuniti Jasin, Malaysia, dan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung-LiPI. Setelah melalui seleksi dan evaluasi oleh tim reviewer dan dewan editor, panitia memutuskan sebanyak 70 makalah dapat diterima untuk dipresentasikan dalam STEMAN2014.

Hasil dari seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran

untuk mendukung terbentuknya industri manufaktur nasional yang unggul dan

meningkatnya daya saing bangsa.

(4)

STEMAN 2014

SUSUNAN PANITIA STEMAN 2014

Komite Program :

Ketua Direktur POLMAN Anggota Para Wadir POLMAN

Tim Pengarah :

Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, M.Sc. (Direktur POLMAN Bandung) Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M. (Dekan FTMD - ITB)

Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE., M.S. (Universitas Indonesia) Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. (Direktur PENS Surabaya)

Tim Penelaah :

Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, M.Sc. (pOLMAN Bandung/ITB) Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M. (FTMD ITB)

Engr. Dr. Md Saidin Wahab (UTHM - Malaysia)

Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng., Ph.D. (pENS - Surabaya) Dr. Ismet P. Ilyas, BSMET, M.Eng.Sc. (pOLMAN Bandung) Dr. Carolus Bintoro, MT. (Politeknik Negeri Bandung) Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc. (pOLMAN Bandung) Dr. Beny Bandanadjaya, ST., MT. (pOLMAN Bandung) Dr. Noval Lilansa, MT. (pOLMAN Bandung)

Dr. Amang Sudarsono (PENS - Surabaya) Dr. Ali Ridho (PENS - Surabaya)

Dr. Dipl. Ing. Ahmad Taqwa, MT. (POLSRI-Palembang)

Pelaksana:

Ketua Anggota

Emma Dwi Ariyani, S.Psi., M.Si.

Adies Rahman Hakim, ST., MT.

Agus Surjana Saefudin, ST., MT.

Dewi Idamayanti, ST., MT.

Nuryanti, S.T, M.Sc.

Reza Yadi Hidayat, ST.} MT.

Roni Kusnowo, ST., MT.

Supriyadi Sadikin, S.IP., M.Si.

Siti Aminah, ST., MT.

Wiwik Purwadi, ST., MT.

Yoyok Setiyo Pamuji, ST.

Kiki Sri Nur Endah, ST.

Ratih Suhartini, S.Pd.

Yati Yulia, S.AP

Elis Siti Munawaroh, S.AP Idan Sukmara

Pramudiya Tri Hartadi Engkos Koswara

Alamat Sekretariat :

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Sdri. Ratih Suhartini

Jl. Kanayakan No.21 Dago Bandung -40135 Tel. 022-2500241 ; Fax. 022-250 2649 Email: [email protected] Homepage: stem an.polman-bandung. ac.id

II

ISBN 978-979-17047-5-5

(5)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

DAFTAR 151

Kata Pengantar

.

Susunan Panitia ii

Daftar Isi. .

.

. . .. .

. ... . . . ...

.

.. . . ... .

iv

Keynote Speaker

Universitas Indonesia

Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE., M.S.

Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Ir. Agus Tjahajana, SE., M.Sc.

Chief Operation Officer PT Astra Otoparts-Winteq Direktur

-

PT Federal Izumi Mfg.

Reiza Treistanto

Abstrak Makalah Peserta

BIDANG KAJIAN : REKAYASA DAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR UNTUK PERTANIAN, PERTAMBANGAN, OTOMOTIF, ELEKTRONIKA, DLL

Aplikasi Metode Perancangan Pahl-Beitz pada Perancangan Lini Produksi

1man Apriana ...... . .. ..... ..

2

Design for Sustainability (DFS) and Design for Environment (DfE) Practices in Automotive industry

SKH Muhammad Bin SKH Abd Rahim.

8

Pembuatan dan Pengujian Model Pahat Insert dari Baja 34CrNiMo6 Melalui Proses Pack Carburizing

Umen Rumendi. ...•...

15

Pengaruh Temperatur dan Dwell Time Degassing terhadap Porositas Gas pada Aluminium JIS AC4C dengan Metode Gravity Casting

Balqis Mentari Ejendi.

21

The Optimization Of Power Conversion From Wind Energy

Norhana Binti Safee.

27

Modifikasi Vessel Nissan CWB45-ALDN45 untuk Peningkatan Kapasitas Angkut Unit Truck

Herman Budi Harja.

32

IV

(6)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047 -5-5

Kajian Pengaruh Jenis Pasir, Temperatur Tuang, dan Jumlah Deoksidasi Alumunium terhadap Porositas Gas dalam Proses Gravity Sand Casting pada Nozzle Cup Material

13

Ade Rachman. 38

Pengetnbangon Sistem Pengendali Suhu pada Heater Reaktor Auger untuk Proses Pirolis;s Cepat Cangkang Sawit

Izarul Machdar 48

Perencanaan strategis persediaan peralatan kebencanaan berdasarkan siklus kebencanaan

Muhammad D;rhamsyah...

54

Perancangan Ulang Tool Holder Untuk Alur Dovetail Pada Ragum Polman 125 Menggunakan Metode DFMA

Somantri... 57

Perbaikan Rancang-Bangun Kopling-Dog Pengendali Roda Traktor- Tangan Polman Bandung

Haris Sayoko, Isa Setiasyah Toha

r:':

63

Perancangan Coren-Baja Menggunakan Bantuan Perangkat Lunak Simulasi Coran Solidcast 8.2.5 Studi Kasus pada Produk Link Track

Beny Bandanadjaja . . . . .. .

71

BIDANG KAJIAN : PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK MANUFAKTUR Implementasi Surfaces 3D Scanner Menggunakan Metode Triangulation dan Tesselation untuk Reverse Engineering Obyek Sederhana

Bolo Dwiartotno. 78

Analisis Simulasi Reinforced Thermoplastic Pipe Dengan Metoda Elemen Hingga Melalui Pendekatan Pipa Multilayer Menggunakan Perangkat Lunak Rekayasa

Asep Indra Komara.. ...

....

.

.

.

. .... . ... . ..... . ..... .

.

.

.

...... ... .. .

.

..... . . . ..... . ..

.

. .... .. 86

Optimasi Bentuk Pisau Penghancur Limbah Tempurung Kelapa Berbentuk Piringan Bertakik untuk Mendapatkan Berat Optimum

Aji Gumilar

. . ...

. .

.. .

.

.

92

Perancangan dan Pembuatan Prototipe Mesin Pengolah

Air

Bersih Sistem Mobile untuk Keadaan Darurat Air

Yuliar Yasin Erlangga... 98

v

(7)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Perancangan

Konstruksi Portable Bridge dan Alat Bantunya untuk Mobil Perkebunan (Wintor) dengan Mekanisme Lipat

Adies Rahman Hakim

"...

105

BIDANG KAJIAN : TEKNOLOGI MATERIAL METALURGI

Perbaikan Ketangguhan Meterial Baja Cor Paduan NI-CR-MO Melalui Proses Tempering Ganda

Beny Bandanadjaja. 112

Simulasi Proses Perlakuan Panas Permukaan untuk Mendapatkan Waktu Pemanasan yang Sesuai

Oyok Yudianto. 116

Pengaruh Laju Pendinginan dan Bahan Paduan terhadap Pembentukan Karbida M3Cdan Ketahanan Aus Besi Cor EN-JN2019

Kus Hanaldi

:...

121

Kajian Faktor-Faktor yang Memberi Kesan Proses EDM terhadap AISI H13

Mohamad Shahril Bin Ibrahim... 126

A Study On Types Pineapple Leaf Fibers (PALF) Reinforced Polylactide

(PLA)

Nurul Hayati Binti Jamil.. 131

Analisis Struktur Mikro dan Kekerasan Permukaan Baja ST 37 Carburized melalui Proses Dekarburasi Oleh Air

Muhammad Hilmi Wahhab...

137

Riserless Casting of FCD 500 in Green Sand Mold

Wiwik Purwadi...

145

Analisis Kakisan Air pada Logam dalam Sistem Aliran Dandang

Noor Azlan Bin Ngasman

152

Kajian Prestasi Mata Alat Karbida Bersalut Semasa Melarik Keluli AISI H13 Menggunakan

Bendalir Pemotong

Azlan Shah Bin Kamaruddin

158

Analisa Uji Keausan Material ST 37 Hasil Carburizing dan Hardening dengan Menggunakan Mesin Uji Keausan Horizontal

Tri Suger! Gumilar Permana , ... ...

. . . .. . .

. . . ..

163

Analisa Perbandingan Kekerasan, Distribusi Kekerasan dan Struktur Mikro Material ST

37 pad a Proses Karburasi

dengan Metoda Single Quenching dan Direct Quenching

Gerri Rinaldi... 169

VI

(8)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Kajian Pengaruh Aditif terhadap Pembentukan Nano Deposite Nikel pad a Elektroplating Baja Karbon Rendah

Dewi {damayanti 177

Optimalisasi Desain dan Simulasi pada Coran Blade Turgo- Turbine

Roni Kusnowo... . . .. . .. . . .

... .

..

... ... .. . ..

.

..

182

BIDANG KAJIAN : PROSESDAN TEKNOLOGI MANUF AKTUR

Optimalisasi Proses Pemesinan CNC Milling 3 Axis dengan Menggunakan Metode Taguchi Benny Haddli {rawan... 189

Pengaplikasian CAIP (Computer Aided Inspection Planning) pad a Operasi OMM (On Machine Measurement) dengan Alat Ukur Probe: Sistem Global CAIP

Yogi Muldani Hendrawan..

195

Pengaplikasian CAIP (Computer Aided Inspection Planning) pada Operasi OMM (On Machine Measurement) dengan Alat Ukur Probe: Rekonstruksi Feature dengan Metode Perbandingan Antara Permukaan

Yogi Muldani Hendrawan.. 202

Pengaruh Minyak Kelapa sebagai Dielektrik Alternatif terhadap Kinerja Edm Diesinking pada Benda Kerja AISI P21

Tjun Mahsunadi.. 208

3 Axis CNC Milling Tool Path Strategy for Machining Spherical Surface

Liyana Bintt Norizan... 216

Pengukuran kesesuaian produk terhadap spesifikasi untuk diameter dan posisi lubang pada bidang datar yang berbeda dan tidak sejajar

Nandang Rusmana...

222

Analisis Pengaruh Variasi Ternperatur Media Quenching Pada Proses Hardening Terhadap Kekerasan Permukaan dan Tingkat Distorsi Baja AISI 1045

Fikry Fauzi Rachman... 227

The Study Of Mechanical Properties of Laminated Bamboo (Bmb) Strip/Epoxy Composites

Muhammad Hafiz Bin Kamarudin... 234

VII

(9)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

BIDANG KAJIAN : SISTEM MANUFAKTUR

Metoda Overall Equipment Effectiveness Sebagai Ukuran Kinerja Strategis dalam Mengelola Fasilitas Pusat Unggulan Teknologi dan Inovasi

Iwan Harianton. .. ... ... .......

239

Quality Issue As a Part Of PBE (Production Based Education) System

in POLMAN

Gamawan Ananto ..

244

Analisa Kuantitatif dengan Metoda BPR Membuka Kebuntuan Usaha Mengembalikan POLMAN Pada Performa Unggulnya

Haris Sayoko 250

Optimasi Waktu Mesin Pouching Gel Menggunakan Perangkat Lunak Simulasi Promodel

Ruminto Subekti

262

Analisa Alternatif Periode Penjadwalan Perawatan Mesin dengan Metode Probabilitas Kerusakan pada Mesin Bubut Schaublin 102N-VM dan Mesin Frais Aciera F3 di POLMAN Bandung

Abidin Husein .

268

Rancang Bangun Welding Fixture untuk Modifikasi Tubular Propeller Shaft Otomotif

Oedy Arietijanto .

274

BIDANG KAJIAN : SISTEM KENDAll DAN MEKATRONIKA INDUSTRI MANUFAKTUR

Monitoring Temperatur dan Kendali Level Air pada Sistem Pembangkit Uap Superheat Kontinue

Nuryanti

281

Rancang Bangun Piranti Akuisisi Data Mesin Uji Tarik Polimer Berbasis Mikrokontroller ATMEGA

16

Adhitya Sumardi Sunarya ..

288

Optimasi Zero Voltage Switching dan Buck Converter sebagai Pemanas

Induksi untuk

Pemasangan Bearing

Ismail Rochim... 294

Implementasi Teknologi GSM-SMSuntuk Kendali Mesin CNC dari Jarak Jauh

Yuliadi Erdani

299

Rancang Bangun Stasi

un Pemantau Cuaca Otomatis dengan Parameter Suhu,

Kelembaban dan Kecepatan Angin

Yuliadi Erdani 307

Pengendalian Kecepatan Motor DC dengan Logika Fuzi untuk Program Grafcet- PLC

Ridwan

314

VIII

(10)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Perancangan Dan Implementasi Kendali Fuzzy Menggunakan Mikrokontroler Pada Hopper Conveyor Plant

laidir Jamal "... 320

Otomasi dan Supervisi Web pad a Proses Pemindahan Balok Menggunakan Overhead Cranes berbasis WebVue dan Google Web Toolkit

Pipit Anggraeni

326

Low Cost Remote Terminal Unit (RTU) Sistem SCADA Berbasis Android

Hendy Rudiansyah... 333

BIDANG KAJIAN : SOSIO-MANUFAKTUR

Kajian Kecermatan Metode dalam Pengukuran Soft Skills Mahasiswa yang Menggunakan Soft Competency Questionnaire-Self Assessment

Achmad Muhammad.

341

The Phenomena of Using Scientific Text Among Undergraduate Students (A Study Focused on Nominalisation in Scientific Texts)

Fatonah ~...

347

Penguatan Sistem Manajamen Mutu Pendidikan Berbasis Produksi dengan Metoda Evaluasi Mutu Internal sebagai Usaha Membangun Keunggulan Institusi DI ERA GLOBAL

Iwan Harianton.

354

The Importance of Oral Presentations for Engineering Students

Dini Hadiani...

359

BIDANG KAJIAN

:

TOPIK- TOPIK LAINNY A YANG TERKAIT DENGAN REKAVASA DAN TEKNOLOGIMANUFAKTUR

Rancang Bangun Sistem Informasi

Inventarisasi

Berbasis

Web (Studi Kasus Teknik

Otomasi Manufaktur dan Mekatronika Politeknik Manufaktur

Negeri Bandung)

Siti Aminah

368

Ergonomics Bus Staircase Design for Elderly

Nor Hisham bin Sulaiman...

374

Keandalan Sistem Pelumas Tanker dengan Model Pengaturan Persyaratan Keandalan dan Metode Pemilihan Tindakan Manajemen

Tungga Bhimadi . .... . . .. .. . .. . . .. . . . 379

Kajian Penggunaan Multimeter terhadap Kompetensi Pelajar di Jabatan Kejuruteraan Mekanikal, Politeknik Merlimau

Ainul Azniza Binti Ahmad Zaini

387

IX

(11)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Rancang Bangun Sistem Informasi Berbasis Pendeteksian Wajah untuk Absensi Mahasiswa Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika POLMAN Bandung

Aris Budiyarto . . ... .. . ... ...... . . .

395

Rancang Bangun Model Cup Counter Anemometer Skala Laboratorium Sebagai Salah Satu Sarana Pendukung Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor di Indonesia

Nuryanti " .. . ... . ..

399

Penyusunan Arsitektur Teknologi Informasi Berbasis Sistem Terintegrasi Menggunakan Framework TOGAF Sebagai Landasan Penyusunan Cetak Biru Teknologi dan Keamanan Informasi

Yoyok Setiyo Pamuji . .. 404

x

(12)

STEM AN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

PENYUSUNAN ARSITEKTUR 1 ~OLOGI INFORMASI BERBASIS SISTEM TERINTEGRASI

MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF SEBAGAI LANDASAN PENYUSUNAN CETAK BIRU TEKNOLOGI DAN KEAMANAN INFORMASI

(Studi kasus di POLMAN Bandung)

Yoyok Setiyo Pamuji

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Jl Kanayakan No. 21- Dago, Bandung - 40135

Phone/Fax: 022 - 2500241 /250 2649 Email: [email protected]

ABSTRAK

Dukungan Teknologi Informasi (TI) pada sebuah institusi pendidikan yang tepat seharusnya dimulai dari proses pemilihan dan pengelolaan infrastruktur teknologi inforrnasi, pengirnplementasian solusi aplikasi serta pengolahan data terintegrasi agar menjadi informasi yang dapat membantu menentukan arah pengembangan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Institusi pendidikan yang terlambat mengikuti perkembangan tersebut akan menjadi jauh ketinggalan. Dalam kerangka kerja tata kelo1a Teknologi Informasi (TI) disebutkan pentingnya rencana teknologi informasi yang bersifat strategis, bahkan hal ini menjadi proses TI yang pertama kali harus dilakukan oleh sebuah organisasi. Sebuah rencana strategis TI atau sering juga disebut dengan IT blueprint, merupakan hal yang harus ada sebagai panduan utama atau referensi inisiatif TI bagi organisasi yang ingin mendapatkan nilai (value) yang nyata dari investasi TI yang telah dilakukannya dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

Penggunaan teknologi informasi di POLMAN Bandung untuk saat ini sebetulnya belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi informasi yang dalam penerapan arsitektumya belum mempunyai kerangka dasar atau acuan yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan arsitektur teknologi informasi dalam jangka panjang yang tepat dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya. Penerapan sistem informasi teknologinya yang dibangun masih hanya sebatas memperhatikan kepentingan terbatas yang disesuaikan dengan anggaran. Situasi inilah yang menyebabkan sistem informasi di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung belum saling keterkaitan dan tumpang tindih seperti membentuk pulau- pulau sistem yangberbeda antara jurusan dan unitkerja yang satu dengan jurusan dan unit kerja yang lainnya.

Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan model rancangan pengembangan infrastruktur dan membangun model arsitektur teknologi inforrnasi yang terintegrasi secara menyeluruh yang cocok dan memungkinkan dapat diimplementasikan di lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan suatu metodologi yang lengkap serta mudah digunakan. Framework TOGAF merupakan metodologi yang lengkap dan secara jelas bagaimana tahapan-tahapan dari metodologi terse but seperti tahap arsitektur visi, arsitektur bisnis, arsitektur sistem teknologi informasi (data & aplikasi) dan arsitektur teknologi informasi, diterjemahkan ke dalam aktivitas penyusunan arsitektur teknologi informasi yang berlanjut sampai pada tahap rencana implementasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah menghasilkan solusi terbaik yang harus diterapkan dalam pembuatan cetak biru (blueprint) teknologi dan keamanan informasi yang dapat digunakan untuk mempermudah pengelolaan dan pengembangan arsitektur teknologi informasi di lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.

Kata kunci : Blueprint, Framework TOGAF, Arsitektur TI, Terintegrasi

t. Pendahuluan

Dalam menghadapi persaingan global saat iru, dunia pendidikan tinggi dituntut

untuk

semakin ban yak menyediakan berbagai kemudahan

bagi para mahasiswanya dalam

mengikuti proses

pendidikan dan begitu juga

para pegawai, dosen akan mendapatkan kemudahan dalam mengelola

pendidikan. Dalam

perkembangannya kampus tidak lagi menjadi satu-satunya tempat sentral untuk mendapatkan informasi pendidikan, ketersediaan akses informasi secara

online

yang memungkinkan interaksi secara real time menjadi altematifyang sudah menjadi keharusan. Institusi

pendidikan

yang

terlambat mengikuti perkembangan

tersebut akan menjadi jauh ketinggalan.

Kesemuanya itu dimungkinkan hanya dengan

404

(13)

STEMAN 2014

dukungan sistem teknologi informasi yang tepat mulai dari pemilihan dan pengelolaan infrastruktur IT, pengimplementasian solusi aplikasi serta pengolahan data terintegrasi menjadi informasi yang dapat membantu menentukan arah pengembangan sistem pendidikan yang efektif dan efisien.

1.1 Latar Belakang

Penggunaan Teknologi Informasi (TI) di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung untuk saat ini sebetulnya belum sepenuhnya mengikuti perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang dalam penerapan arsitekturnya belum mengacu pada sebuah

framework

tertentu. Penerapan sistem informasi teknologinya yang dibangun hanya dengan memperhatikan kepentingan terbatas yang disesuaikan dengan anggaran.

Situasi inilah yang menyebabkan sistem informasi di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung belum saling keterkaitan dan tumpang tindih seperti membentuk pulau-pulau sistem yang berbeda antara jurusan dan unit kerja yang satu denganjurusan dan unit kerja yang lainnya.

Menyadari akan pentingnya peranan sistem informasi dalam sistem pengelolaan pendidikan dan didorong dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam era globalisasi, perencanaan yang baik sangat diperlukan dalam pemilihan teknologi ataupun implementasi teknologi informasi dalam sebuah perguruan tinggi untuk mengurangi kesenjangan dalam pengembangan sistem informasi maka Politeknik Manufaktur Negeri Bandung hendaknya perlu menyusun sebuah dokumen

blueprint

untuk membangun dan

mengembangkan teknologi informasi dengan menggunakan framework yang bisa digunakan untuk menyusun sebuah dokumen. blueprint antara lain TOGAF, Zachman, FEA, Gartner dan lain sebagainya.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut

:

• Untuk membangun model arsitektur teknologi informasi yang terintegrasi secara menyeluruh yang cocok untuk digunakan di lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.

• Untuk mendapatkan solusi terbaik yang harus diterapkan dalam pembuatan blueprint (cetak

.biru)

yang dapat digunakan untuk

mempermudah pengelolaan dan

pengembangan arsitektur teknologi informasi.

ISBN 978-979-17047-5-5

• Untuk mendapatkan model rancangan pengembangan infrastruktur yang memungkinkan dapat diimplementasikan pada teknologi informasi di lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.

1.3 Manfaat

Manfaat yang dapat dihasilkan dari penelitian ini adalah

:

• Dapat memberikan sebuah rekomendasi kepada Politeknik Manufaktur Negeri Bandung untuk membangun sebuah model

framework

pada teknologi informasi yang

terintegrasi.

• Memanfaatkan fungsi framework TOGAF dalam merancang bangun teknologi informasi yang terintegrasi supaya lebih efsien dan efektif.

Memberikan gambaran blueprint (cetak biru) sebagai pondasi untuk pengembangan arsitektur teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan dalam pengelolaan perguruan tinggi.

>

Memberikan gambaran Roadmap (peta jalan) yang berfungsi sebagai jalan untuk mewujudkan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung sebagai

World Class Polytechnic

(WCP) atau Politeknik Kelas Dunia.

• Menjamin keberlanjutan pengembangan TIK melalui perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

2. Kerangka Pemikiran

Sesuai dengan landasan teori yang telah dijelaskan di atas, maka disusun konsep penelitian ini yang dapat digambarkan. sebagai

berikut:

,·.·'__ 1•••••

'{,•.,..~••,>_•.•..•.•••.7••••••.•"t1,...J,t••A..•,..r""••,olr~.·r/" __ ,,, ,••••,..

I~"";~'.'" •••"""~,,,,-"':i..•••r •.~,•....•s+ .•roc.v.o;., .••••••:.;rI"•••a.pl.&~'"

,..i..••_~t~.•c¥lr .!.~\¥\t !tlJdl.a '~14'tr,11,J~.! :nwa:{pUI ~

r.':al.ll!...U!ll1..£::d.l: .•••..-'I"~rbJl:'uhJ.,..•••r:l'~mr-rw:lZlulz .e-Ll::a 'at ...•,....,.\.~,,l•.•.:·,•••..••.••,•••.••.•...•.r.•· ....,'."T>••...••.•~". ,.~~

---

'uul.ftJ: j.;1IIT.:•.•.•tT..\.H~r-:."-..,,,,~t. sc:(~('\i~H 1·.:.'~n-e

I

,

r"!'JI"buX":m ~,">Cl••J.a'-.:1ann 'do"r'I(!I('pIhfonTl;bl:I'fU;1t11~' df.!l ,..•.;;~"'.,· ••.:•.1C...\t·0;1••.r.tpcTl~lom •••.II••";lJtlod~b.W"(:1;8\ n

\:•.•.•'!I~,::a:.lt.v'.,,,,~~-du:>.l.r.•.••~',U.l."..H:....~,.L..-;.pf•..•••'-I""-~

,d.l".«.•.•plt;;!~Ul;.u::;l'I.oI.!t"pol.na..a.apa:~nlll'oIr.:~:-u.; J;I;~

.)ffJ"""ol"'~""lr .,,-. •.•.:~;.' .,.1.1\1"m.".ot"Tkl)..lI"."•...-m...·Ml..:.~I.:J ••.•~' 1:>,.".,1':>.' .•.::.-'.' .••••••..Jl:bem

Gambar 1. Kerangka Pemikiran IKonsep Penelitian

405

(14)

STEMAN 2014

3. Metode Penelitian 3.1 Pola Pikir Penelitian

Penyusunan tesis ini menggunakan kerangka kerja perancangan arsitektur teknologi infonnasi yang dijabarkan dari kerangka kerja

(framework) TOGAF.

,·--!Mi~il!1 ,, ,, ,,

I,

,t "

Gambar 2. Pola Pikir Penelitian dari TOGAF 9.1

Dari kerangka kerja TOGAF tersebut dilakukan perancangan dari insfrastruktur teknologi infonnasi

/

sistem informasi institusi yang nantinya akan menghasilkan usulan insfrastruktur teknologi pendukung sistem infonnasi masa depan dalam bentuk

blueprint

untuk model sistem terintegrasi dari Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Dari tahapan- tahapan yang ada pada kerangka kerja (framework) TOGAF seperti pada gambar 2 di atas maka penelitian ini dibatasi sampai pada fase

Technology Architecture,

dikarenakan selain adanya keterbatasan waktu penelitian dan pada penelitian ini hanya dilakukan perancangan arsitektur SIffI saja dengan fokus penekanan pada fase Information Systems Architecture dan fase

Technology Architecture tantang pembuatan model

data, aplikasi dan teknologi, tetapi tidak menutup kemungkinan hasil penelitian ini dapat dilanjutkan dan jika dimungkinkan sampai pada tahap penyusunan Roadmap.

3.2 Alur Pikir Penelitian

Langkah-langkah penelitian yang dilakukan dalam menyusun laporan ini dapat di uraikan di bawah ini.

~ -r-c~~-"7J:.7"cl "

~:.£f,- :?¥~':1-l

~'

:".---.:"::-- -( .)

Gambar 3. Alur Pikir Pene1itian

ISBN 978-979-17047-5-5

4. Analisis Perancangan

Politeknik merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang berusaha membentuk sumber daya manusia melalui jalur pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi pada dasamya merupakan suatu program pendidikan yang berpartisipasi aktif mendukung perekonomian Indonesia dalam menyediakan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan praktis dan tepat guna.

4.1 Preliminary Phase

Dalam penelitian

im

menggunakan

framework

TOGAF dengan alasan karena

perkembangan penggunaan

Enterprise Architecture Framework

(EAF) paling stabil di dunia dan sudah jelas prosesnya. Selain itu, TOGAF merupakan suatu kerangka yang sangat terperinci dan merupakan alat pendukung untuk mengembangkan

Enterprise Architecture

yang digunakan secara bebas oleh organisasi apapun yang akan mengembangkan untuk merancang, mengevaluasi dan membangun teknologi informasi metodologi yang digunakan untuk desain arsitektur didalam TOGAF adalah

Architecture Development Method (ADM) yang

terdiri dari 9 tahapan, tetapi dalam penelitian ini dibatasi hanya akan menganalisa 5 tahapan yaitu

Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Informastion System Architecture dan Technology Architecture.

4.2 Pengembangan Phase A (Arsitektur Visi) Berlandaskan pada Visi dan Misi, POLMAN Bandung menetapkan tujuan untuk membangun POLMAN Bandung menjadi institusi yang mandiri dan berkarakter wirausaha. Alasan penting mengapa POLMAN Bandung memilih karakter wirausaha sebagai landasan utama karena POLMAN Bandung perlu memberdayakan dan meningkatkan sumber dayanya agar selalu efektif dan efisien

dalam menjalankan misinya dan

pengembangkan sistem & sub sistemnya, sehingga ukuran-ukuran keberhasilan dari setiap unit hingga ke tingkat personel dapat terukur dan terhargai secara adil dan layak.

Untuk itu, sebagai institusi pendidikan pemerintah yang membutuhkan penerapan tata kelola menggunakan framework TOGAF harus sejalan dengan kerangka rencana strategis institusi agar dapat memastikan tingkat keselarasannya untuk mendukung semua persyaratan arsitektur pemangku kepentingan dan kewajiban.

406

(15)

•....

STEMAN 2014

4.3 Pengembangan Phase B (Arsitektur Bisnis)

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung sebuah organisasi dengan kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan lulusan, karya akademik dosen, penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi).

Terdapat dua kegiatan pada proses bisnis yaitu:

I. Kegiatan Utama, yakni kegiatan yang meliputi Pelaksanaan Proses Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian, Penerimaan Mahasiswa Baru, Kerjasama dan Pemasaran.

2. Kegiatan Pendukung, yakni kegiatan-kegitan yang mendukung proses Inti, yang meliputi Layanan akademik, Layanan Keuangan,

Layanan kepegawaian, Layanan

Kemahasiswaan, dll

4.4 Pengembangan Phase C (Arsitektur Sistem Informasi)

a. Kondisi Arsitektur Data

Untuk memanfaatkan data-data yang sudah tersedia di masing-masing unit kerja, dapat digunakan teknologi WEB. Teknologi WEB memungkinkan pemisahan komputer server basis-data dan server WEB yang menampilkan data-data tersebut pada pengguna melalui penjelajah internet. Pembangunan basis data adalah tanggung jawab unit kerja bagian IT dan dapat merupakan inisiatif yang berasal dari manajemen. Untuk saat ini, masih sering terjadi duplikasi data pada beberapa unit kerja, sehingga hal ini akan mengakibatkan data yang digunakan oleh suatu unit kerja terjadi perbedaan.

b. Kondisi Arsitektur Aplikasi

Arsitektur aplikasi harus bisa merepresantasikan aplikasi-aplikasi apa saja sebagai representasi dukungan Teknologi Informasi atas proses bisnis perguruan tinggi.

Dari aplikasi-aplikasi yang ada perlu dilakukan klasifikasi terhadap aplikasi, mana aplikasi yang termasuk aplikasi utama dan pendukung.

4.5 Pengembangan Phase D (Arsitektur Teknologi Informasi)

Dalam implementasi sistem IT di perguruan tinggi tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur IT, karena ketiadaan dukungan infrastruktur IT menyebabkan implementasi sistem IT tidak dapat berjalan dengan baik.

Infrastruktur IT ibarat jalan raya yang tertata rapi dan lebar yang dapat dipakai oleh

ISBN 978-979-17047-5-5

kendaraan berkecepatan tinggi, dimana Infrastruktur IT tersebut meliputi Arsitektur Fisik dan Arsitektur Logik. Selain itu, konstruksi Arsitektur Infrastruktur dipandang sangat krusial, karena akan menentukan nilai strategis keberadaan TI dan keberadaan Arsitektur Aplikasi.

4.6 Enterprise Tingkat Kematangan

(Maturity Level)

Proses Arsitektur

Maturity model digunakan untuk pengelolaan dan kontrol pada proses teknologi informasi didasarkan pada metoda evaluasi perusahaan atau organisasi, sehingga dapat mengevaluasi sendiri, mulai dari level 0 sampai dengan level 5.

Untuk melihat tingkat kematangan proses arsitektur atau teknologi yang ada di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, peneliti melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner pada beberapa pegawai di unit kerja.

Secara keseluruhan berikut hasil rekapituliasi dari kuesioner yang telah dilakukan dan grafik yang ditunjukkan, tingkat kematangan proses enterprise arsitektur yang sedang berjalan di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung adalah terdapat pada tingkat kematangan level 2,0 (pengembangan).

Tabel I. Rekapitulasi hasil kuesioner Tingkat Kematangan

"

..

·c

1•••• " _

,

.- -!:!:-

K..-v.,,_.

•...

·,·....

···4

:i :1

;A Jot

.',

~

" "

"

5.

_

1

..

II

--

10 11 1J tJ

; t sr-~~---I

i' ;~

I

Graftk I. Tingkat Kematangan Proses Arsitektur Enterprise

4. Hasil Penelitian

Penyusunan rancangan dan kerangka kerja

untuk proses pengembangan infrastruktur yang

akan dibangun pada Politeknik Manufaktur Negeri

Bandung, dimulai dari hasil analisa yang ada pada

kondisi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

saat ini dan hal lain yang dapat dilihat dari

permasalahan yang dihadapi yaitu Premiliminary,

Architecture Vision dan Business Architecture

ang selanjutnya proses penelitian dapat lebih

407

(16)

STEMAN 2014

dikembangkan ke phase berikutnya yaitu

Information System Architecture dan Technology Architecture.

4.1 Usulan untuk Membangun dan Pengembangan Infrastruktur TI berbasis Sistem Terintegrasi

4.1.1 Arsitektur Visi yang akan dibangun Untuk mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi, maka Politeknik Manufaktur Negeri Bandung telah menyusun program kerja sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam melaksanakan program-program, agar dalam pelaksanaan tugas yang akan dilakukan dapat memberikan arah dan sasaran yang jelas sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai pedoman dan tolok ukur hasil kinerja.

Hasil perubahan dalam pencapaian perubahan yang dapat direalisasikan dan dimanfaatkan secara langsung oleh civitas akademik akan berdampak pula pada terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap inforrnasi yang dibutuhkan untuk mencapai Cyber Campus, pengembangkan TIK dan kesiapan dalam menghadapi perkembangan digital lifestyle dan lainnya.

4.1.2 Arsitektur Bisnis yang akan dibangun Pelaksanakan proses analisis dengan menggunakan langkah-langkah di dalam TOGAF adalah antara arsitektur teknologi inforrnasi pada kondisi saat ini dengan arsitektur target yang tentunya akan menghasilkan suatu analisa mengenai kebutuhan pengembangan infrastruktur teknologi inforrnasi. Hasil analisa perbandingan antara gap analisis arsitektur saat ini dengan arsitektur target untuk arsitektur bisnis dapat disimpulkan bahwa yang perlu dilakukan perubahan dan pengembangan fasilitas TI yang ada seperti perlu adanya prosedur dan dokumentasi yang terencana dan tersusun, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan diberikan pelatihan TI berjenjang

&

bersertifikasi dan jika diperlukan dilakukan penambahan pegawai baru, pengembangan

&

implementasi pengembangan infrastruktur TI yang jelas, dan penurunan biaya operasional.

4.1.3 Arsitektur Sistem Informasi yang akan dibangun

a. Arsitektur Data

Proses pengembangan fasilitas TI yang ada saat ini perlu dilakukan untuk mendukung diterapkannya proses integrasi data yang diperlukan setiap unit kerja dan dalam penerapan proses integrasi data dari sistem inforrnasi yang ada diperlukan

Service Oriented Architecture

(SOA) yang dapat berdampak terhadap pada kegiatan seperti meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran dalam mewujudkan

ISBN 978-979-17047-5-5

pembangunan SDM yang kompetitif, andal dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan memfasilitasi administrasi proses akademik yang terintegrasi dan paperless office. Dari gap analisis yang dihasilkan maka yang sangat diperlukan untuk membangun dan mendukung arsitektur sistem inforrnasi untuk arsitektur data adalah

Disaster Recovery Center dan Basisdata.

b. Arsitektur Aplikasi

Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap arsitektur aplikasi saat ini dengan arsitektur target untuk arsitektur sistem inforrnasi di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung menghasilkan gap analisis yang sangat diperlukan untuk membangun dan mendukung arsitektur aplikasi adalah pembangunan dan penerapan teknologi inforrnasi di POLMAN bandung hendaknya dilakukan menggunakan standar open

system.

4.1.4 Arsitektur Teknologi Informasi yang akan dibangun

Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap arsitektur teknologi inforrnasi saat ini dengan arsitektur target di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung menghasilkan gap analisis yang sang at diperlukan untuk membangun dan mendukung arsitektur teknologi inforrnasi adalah perlu ada pembenahan dengan melakukan perubahan ulang

(upgrade)

terhadap desain arsitektur TIK yang ada,

4.1.5 Tata Kelola Teknologi Informasi yang akan dibangun

Sehubungan dengan terbentuknya Tim IT sesuai dengan Nota Dinas No. 001/

PLl1.5.14INOTIKJ12.2014 yang dikeluarkan oleh Wakil Direktur 4 Bidang Penelitian, Pengembangan, Produksi

&

Kerjasama Usaha untuk mendukung kebutuhan inforrnasi yang sangat mendesak, maka Politeknik Manufaktur Negeri Bandung untuk tahun 2014 telah mencanangkan beberapa program unggulan untuk mendukung tata kelola yang ada di lingkungan POLMAN Bandung antara lain

Enterprise Resource Planning (ERP) , Overall Equipement Effectiveness (OEE), Website Institusi, IP Transit

dan lain-lain.

a. Strategi Pengembangan

Untuk membangun aplikasi yang cukup banyak jumlah serta beragam jenisnya, diperlukan suatu tahapan rencana pengembangan yang terstruktur, komprehensif, realistis dan terukur.

Beberapa kriteria digunakan dalam menentukan tahapan serta prioritas pengembangan aplikasi, namun kriteria utama yang menjadi acuan adalah pembangunan sistem inforrnasi yang dapat secara efektif mendukung visi, misi serta strategi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.

408

(17)

•..

STEMAN 2014

b. Rencana Pengembangan

Dalam menyusun rencana dan tahapan pengembangan sistem informasi, dilakukan pengelompokkan dalam portofolio sistem informasi, untuk menentukan kategori sistem berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain, kompleksitas, ukuran serta kritikalitas dari sistem informasi. Hal yang turut dipertimbangkan dalam tahapan pengembangan aplikasi POLMAN Bandung adalah sistem informasi saat ini yang sudah ada.

Dengan mempertimbangkan efektifitas sistem yang sudah ada serta pemenuhan asas-asas open system, maka dapat ditentukan strategi pengembangan selanjutnya agar berjalan secara optimal.

c. Pengembangan jaringan LAN di POLMAN Bandung

Teknologi jaringan yang dipergunakan adalah dengan menggunakan basis TCP/IP, sedangkan topologinya disesuaikan dengan kondisi di instansi. Antar jaringan lokal harus dapat berkomunikasi satu sarna lain sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang utuh. Akses masuk dan keluar informasi dalam jaringan internal sedapat mungkin dikontrol melalui satu pintu yang dikelola oleh sentral unit pengelola teknologi infonnasi. Dengan demikian tingkat keamanan data dan jaringan dapat dikelola dengan baik.

Untuk koneksi internal sebaiknya dilindungi juga dengan Virtual Ptivate Network (VPN) untuk lebih menambah pengamanan data dan informasi yang dikelolanya, setiap informasi dan data yang dikirirnkan idealnya diencripsi dulu sebelum dikirirnkan.

d. Bandwidth

Kebutuhan bandwith untuk akses internet bagi civitas akademika sudah merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan setiap saat.

Target besarnya bandwidth yang diperlukan sampai dengan tahun 2018 adalah 100 Mbps.

e. IP Transit

IP Transit adalah layanan koneksi ke global internet dengan fitur full route BGP internet dan menggunakan blok IP dan Autonomous System (AS) number miliki POLMAN sendiri bila -sudah punya, atau menggunakan yang diberikan TELKOM AS number (Lokal) dengan jaminan ratio bandwidth ke internet 1:2 sampai ke upstream TELKOM dan pola routing ke multi upstream provider yang menggunakan media OPTIC. Provider upstream TELKOM salah satunya adalah Singapore Sing Tel Internet Exchange (STIX).

f. Data Center dan Data Recovery Center

yang akan dibangun

Ruang data center yang sekarang di UPT.

Puskomedia sampai saat ini rnasih belum mencukupi kebutuhan layanan di lingkungan Polman Bandung,

ISBN 978-979-17047-5-5

bahkan kedepan ruang data center tersebut hams diperluas dan di desain sesuai dengan standar mutu sebuah Network Operation Center (NOC) yang mampu melayani 24 jam kali 7hari. Pengembangan lebih lanjut, perlu dibuat backup data di area yang sangat jauh dari pusat data ini sebagai cadangan apabila pusat data sedang tidak berfungsi.

Pengelolaan sistemnya hams redundant dengan data center dan hanya perlu ditambahkan scenario perubahan dari pusat data di UPT. Puskomedia (G.

Rinekamaya) menjadi di tempat lain dalam tempo yang sesingkat singkatnya dan dengan data yang mendekati sarna.

g. Usulan Langkah Penyusunan Road map (Peta Jalan)

Peta jalan (Roadmap) adalah arahan yang bertujuan untuk pengembangan yang bersifat strate gis, berskala besar dan waktu jangka panjang.

Inti dari sebuah peta jalan adalah adanya jalur-jalur pengembangan .yang bila diikuti akan membawa pelakunya mencapai tujuan pengembangan tersebut. Prinsip dasar yang digunakan dalam menyusun langkah darr tahapan pengembangan adalah perencanaan yang realistis, implementasi yang terukur dan kontinuitas antar kegiatan yang terjaga,

Usulan jika Politeknik Manufaktur Negeri Bandung akan membuat penyusunan Peta Jalan Pengembangan TIK dimisalkan pelaksanaan dimulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 tentunya harus berdasarkan blueprint (cetak biru) yang sudah dibuat sebelumnya. Keluaran (Output) Peta Jalan Pengembangan TIK Politeknik Manufaktur Negeri Bandung diharapkan adalah sebuah dokumen yang menjelaskan strategi implementasi dari usaha-usaha pengembangan yang dijelaskan dalam dokumen Cetak Biru (Blueprint).

Ucapan Terima kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penulisan jurnal ini, semoga menjadi Amal Shaleh. Amin.

5. Kesimpulan

.Kesimpulan yang didapatkan dari hasil

penelitian yang dilakukan dalam tahapan rancangan proses kerja arsitektur teknologi infonnasi adalah sebagai berikut :

• Permasalahan umum yang dihadapi organisasi dalam penerapan arsitektur aplikasi seperti integrasi, redudansi data, komunikasi proses bisnis dan lain-lain dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep Service Oriented Architecture (SOA).

• Untuk keamanan data dan informasi dilakukan tunneling protocol, seolah-olah menjadi kesatuan local area network, hal ini akan meningkatkan keamanan data dan kemudahan

409

(18)

STEMAN2014

dalam melakukan pemisahan antara data local private dan data public.

Blueprint (Cetak Biru) sangat penting pada saat teknologi inforrnasi atau sistem inforrnasi akan dan atau sedang dibangun. Blueprint (Cetak Biru) akan memudahkan dalam pemantauan sudah sampai mana sistem dibangun atau diimplentasikan.

Daftar Pustaka

[1] Roni Yunis, Kridanto Surendro, Erwin S.

Panjaitan

:

Pengembangan Model Arsitektur Enterprise Untuk Perguruan Tinggi, 2010 [2] Open Group (2009). The Open Group

Architecture Framework Architecture Development Method. Diakses pada tanggal

21 September 20 13 dari

http://pubs.opengroup.org/ architecture/

togaf9-doc/arch/

[3] Peraturan Menteri Komunikasi dan Inforrnasi Nomor 41IPERIMEN.KOMINFO/l112007 tentang Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Inforrnasi Nasional

[4] Jaap Schekkerrnan, B.Sc., Enterprises

Architecture Good Practices

Guide, 2008.

Diakses pada tanggal 12 Oktober 2013 dari http://enterprise-architecture.info

[5] Definisi Enterprises. Diakses pada tanggal 19

Oktober 2013 dari Software

Engineering, www.sei.org

[6] Definisi Enterprises. Diakses pada tanggal 19

Oktober 2013 dari Software

Engineering, www.sei.org

[7] Definisi Enterprises. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2013 dari www.zifa.com

[8] SOA (Service Oriented Architecture).

Diakses pada tanggal 9 Nopernber 2013 dari http://en.wikipedia.org/

[9] Sandra SVANIDZAITE

,

A Comparison of SOA Methodologies

Analysis &

Design Phases, Diakses pada tanggal 9 Nopernber 2013

[10] Roger Sessions, May 2007, A Comparison of the Top Four Enterprise-Architecture Methodologies. Diakses pada tanggal 25 November 2013 dari

http://msdn.microsoft. corn!en- us/librarylbb466232.aspx

[II]

Setiawan, E. B. (2009). Pemilihan EA Framework. Diakses pada tanggal 28 September 2013 dari http://joumal.uii.ac.idl index.php/Snatil article/view/l 0911979 [12] B. Robertson

&

V. Sribar, The Adaptive

Enterprise: IT Infrastructure Strategies to Manage Change and Enable Growth. 200

I.

ISBN 978-979-17047-5-5

[13] Renstra Polman Bandung, Rencana Strategis Politeknik Manufaktur

Negeri Bandung

tahun 2010

-

2019,2010

[14] Wartika & Iping Supriana, Analisis Perbandingan Komponen dan Karakteristik Enterprise Architecture Framework. 2011 [15] Taufig Rochim, Sistem Informasi, Bandung,

2002

410

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu, perlu dievaluasi bentuk model antrian yang sedang digunakan Bank BRI Kantor Cabang Sumbawa dalam memberikan pelayanan dan mengusulkan alternatif

terlihat menyembung dengan terlihat agak berliku sehingga tampak atas seperti bundar, memiliki turbukel pada palm sedikit, tanpa ada duru pada palm, pasang kaki jalan

Hasil dari pengujian kecepatan putar generator induksi tanpa storage dibandingkan dengan storage adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan storage terhadap kecepatan

Menurut Nurmiati (2005) bahwa pada pasien stroke, gangguan depresi merupakan gangguan emosi yang paling sering ditemukan sekitar 15% - 25% pasien stroke dalam

Pada gambar 5.1 (a, b, c, d, dan e) menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan angin maka daya output generator induksi akan semakin tinggi, hal ini terjadi karena tingginya

Teori Dua Faktor (Two-Factor Theory) yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg merupakan kerangka kerja lain untuk memahami implikasi motivasional dari lingkungan kerja dan

Secara psikologis, individu yang normal yang memiliki integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah).Dengan adanya integritas yang

Dalam pemberitaan tentang selebriti Kristiani tersebut, tentunya proses framing sudah terjadi ketika wartawan yang merupakan bagian tak terpisah dari Majalah Bahana