• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA NEGARA dalam postur APBN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BELANJA NEGARA dalam postur APBN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kuliah23

(2)

BELANJA NEGARA dalam postur APBN

(Dalam Triliun Rupiah) Realisasi

2019 APBN 2020 Perpres

54/2020 Perpres 72/2020

I. Belanja Pemerintah Pusat 1.493,16 1.683,48 1.851, 10 1.975,24 1. Belanja Kementerian/Lembaga (876,4) 909,62 836,53 836,4 2. Belanja Non Kementerian/Lembaga (622,6) 773,86 1.014,57 1.138,9 II. Transfer Ke Daerah dan Dana Desa 811,10 856,95 762,72 763,93

1. Transfer Ke Daerah 741,29 784,95 691,53 692.74

2. Dana Desa 69,81 72,00 71,19 71,19

BELANJA NEGARA 2.304,27 2.540,42 2.613,82 2.739,17

2 / 20

(3)

TAMBAH PER2 Belanja Negara APBN 2020 telah naik 10,24% dari realisasi 2019; Perpres

no.54/2020 merencanakan belanja Rp2.613,8 triliun atau naik 13,12%. Prakiraan IHN naik 19,36%

2,304.00

2,540.42 2613.8

2,739.172750

19.30%

30.90%

13.57%

30.10%

-4.90%

11.17%

24.27%

15.17%

10.67%

7.67%

1.65% 3.20%

7.67%9.71%

4.90%

10.24%

13.41%

18.89%19.36%

-10.00%

-5.00%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

TRILIUNRUPIAH

Belanja Negara Kenaikan

Sumber data: Kementerian Keuangan, diolah; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72 Prakiraan IHN

3 / 20

(4)

REALISASI BELANJA NEGARA DAN APBN; Penyerapan 2015-2019 tak optimal

99.62%

92.54%

89.50%

94.10%

99.17%

93.63%

82.00%

84.00%

86.00%

88.00%

90.00%

92.00%

94.00%

96.00%

98.00%

100.00%

102.00%

0 500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Belanja Negara APBN Belanja Negara realisasi Persentasi dari Target APBN

Sumber data: Kementerian Keuangan

4 / 20

(5)

PENGELOMPOKAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT

 NILAINYA HANYA SATU (misal APBN 2020: Rp1.683,48 triliun), DICATATNYA menurut beberapa CARA. Baik karena perintah UU atau keperluan dianalisis.

Keperluan analisis pun biasanya ada aturan

 Menurut FUNGSI : 11 fungsi (Pelayanan Umum, Pertahanan, dll)

 Menurut JENIS : 8 Jenis (belanja pegawai, belanja barang, dll)

 Menurut ORGANISASI: Kementerian dan Lembaga (K/L) dan Non K/L;

Kementerian/Lembaga untuk tahun 2020: 88 unit organisasi; bisa berubah melalui Peraturan Presiden

DIBAHAS SEJAK AWAL DAN DISAMPAIKAN KEPADA DPR DALAM NOTA KEUANGAN DAN RAPBN; diputuskan Bersama.

5 / 20

(6)

Belanja Pegawai adalah kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah dalam dan luar negeri, baik kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai yang dipekerjakan oleh

pemerintah yang belum berstatus PNS dan/atau non-PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas fungsi unit organisasi pemerintah. NOMINAL cenderung bertambah, persentase kenaikan FLUKTUATIF

Sumber data: Kemenkeu , diolah; 2020: APBN

127.67

243.72

376.07

416.2

2.86%

35.02%

23.45%

31.41%

7.44%

15.99%

18.68%

12.59% 12.04%

9.94%

15.35%

8.54%

2.49%

10.87%

8.47%

10.67%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

40.00%

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Belanja Pegawai Kenaikan (%)

6 / 20

(7)

PORSI Belanja Pegawai atas Total Belanja Pemerintah Pusat sempat menurun, kemudian naik di masa lalu. Sejak 2015 di kisaran 24-25%

29.15%

23.98%

21.58%

23.79%

22.69%

26.25%

16.20% 17.73%

20.30% 20.60%

23.76%

26.44%

24.71% 24.00% 25.19% 24.72%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 400000 450000

BELANJA PEGAWAI (Rp miliar)

Belanja Pegawai % Belanja Pem Pusat

Sumber data: Kemenkeu; 1969/70-2018: realisasi; 2019: APBN

7 / 20

(8)

Belanja Barang (dan Jasa) adalah pembelian barang dan/ atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan/atau jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat/

Pemerintah Daerah (Pemda) dan belanja perjalanan. KENAIKANNYA MELAMBAT

15.52

80.67

176.62

334.39 337.17 87.95%

61.74%

15.54%

2.66%

44.16%

20.99%

27.70%

13.03%

20.47%

4.07%

32.08%

11.30% 12.25% 15.61%

-0.77%

0.83%

-10.00%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

80.00%

90.00%

100.00%

0 50 100 150 200 250 300 350 400

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Belanja Barang Kenaikan (%)

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

8 / 20

(9)

Pembayaran Bunga Utang meningkat pesat 2015-2019, meski laju kenaikannya melandai pada 2019. APBN 2020 menargetkan stagnan

62.49

93.8

133.44

275.52

295.21

4.18%

21.35%

1.01%

10.78%

6.11%

-5.86%

5.55%

7.83%

12.48%

18.05%

16.91% 17.15% 18.50% 19.17%

6.75% 7.15%

-10.00%

-5.00%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

0 50 100 150 200 250 300 350

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Bunga Utang Kenaikan (%)

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

9 / 20

(10)

Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Bunga Utang mencapai 60-65% dari total Belanja Pemerintah Pusat. APBN 2020: 62,28%

52.74 54.25 73.25 90.43 118.83 127.67 148.08 175.74 197.86 221.69 243.72 281.14 305.14 312.73 346.72 376.07 416.2 15.52 29.17 47.18 54.51 55.96 80.67 97.6 124.64 140.88 169.72 176.62

233.28 259.65 291.46

336.97 334.39

337.17

62.49 65.1 79 79.8 88.4 93.8 88.3 93.2 100.5

113.04 133.44

156.01

182.76 216.57

258.09 275.52 295.2

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2 014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Belanja Pegawai Belanja Barang Pembayaran Bunga Utang

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

10 / 20

(11)

0 100 200 300 400 500 600

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Subsidi Bantuan Sosial Belanja Lain-lain

Sumber data : Kemenkeu , diolah; 2020: APBN

11 / 20

(12)

104.45 94.61 116.87

223.01

94.59

139.95

255.61

306.48 309.98 341.81

119.09 106.79 97.64

153.50 136.94 16.32

12.83

33.35

52.28

43.50

52.75

39.75

39.94 45.07

50.15

66.88

67.44 68.76

63.30

64.89

0.00 50.00 100.00 150.00 200.00 250.00 300.00 350.00 400.00 450.00

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

SUBSIDI (Rp trilyun)

Subsidi Energi Subsidi NonEnergi

Sumber data: Kemenkeu; 2019: realisasi sementara

201,83 216,9

166,4

355

346,4

12 / 20

(13)

Belanja Pegawai terus meningkat, Rp376,07 T (2019); Belanja modal fluktuatif, Rp174,72 triliun (2019)

127.67

243.72

376.07

75.87

147.35

174.72

0 50 100 150 200 250 300 350 400

2004 2 005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2 012 2 013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT JENIS

Belanja Pegawai Belanja Modal

Sumber data: Kemenkeu , diolah; 2020: APBN

13 / 20

(14)

Pembayaran bunga utang meningkat, Rp275,5 T (2019); Belanja modal fluktuatif, Rp180,9 triliun

75,87

147,35

174.72

93.78

133.44

275.52

0 50 100 150 200 250 300

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT JENIS (RP TRILIUN)

Belanja Modal Bunga Utang

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

14 / 20

(15)

Belanja K/L terdiri dari 88 Kementerian/Lembaga pada APBN 2020;

APBN 2019: 86 K/L Porsi terbesar:

Kementerian Pertahanan, Kementerian PUPR, POLRI

15 / 20

(16)

POLRI mendapat alokasi makin besar dibanding Kementerian/Lembaga lainnya.

Porsinya 11,5% dari total 86 K/L, urutan ketiga era Jokowi I. Penyerapannya tinggi, mencapai 114,7% pada 2019 dan 103,3% pada 2018. Dalam APBN, Kemen PUPR jauh melampaui, dalam realisasi nilai mendekatinya. Kementerian Koperasi dan UKM

mendapat porsi alokasi APBN yang cenderung turun. Porsinya sekitar 0,1% dari total 86 K/L, urutan ke 47-50 selama era Jokowi I. Bahkan turun secara nominal pada 2016-2018.

Tingkat penyerapannya pun rendah, hanya 93,1% pada 2019, dan 90,09% pada 2018.

16 / 20

(17)

TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA MENINGKAT SECARA NOMINAL, TETAPI PERSENTASENYA MULAI MENURUN; realisasi 2019 (34,24%)

150.5

226.2 253.3 292.4 308.6 344.7

411.3

480.6 513.3

573.7

623.1

710.3 742.0 757.8

811.1 856.95

29.52%

33.90% 33.43%

29.67%

32.92% 33.08%

31.76% 32.23% 31.10% 32.28%

34.49%

38.10% 36.96%

34.24% 35.20% 33.73%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

40.00%

45.00%

0.0 100.0 200.0 300.0 400.0 500.0 600.0 700.0 800.0 900.0

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Persentase dari Belanja Negara

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

17 / 20

(18)

129.73 150.5

226.2 253.3 292.4 308.6

344.7

411.3

480.6 513.3

573.7

623.1

710.3 742 757.8

811.1

865.95

16.01%

50.30%

11.98%

15.44%

5.54%

11.70%

19.32%

16.85%

6.80%

11.77%

8.61%

13.99%

4.46%

2.13%

7.03% 6.76%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 800.00 900.00 1,000.00

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA

TKDD (Rptriliun) Kenaikan (%)

Sumber data: Kemenkeu, diolah; 2020: APBN

18 / 20

(19)

TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA

Uraian

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

LKPP LKPP LKPP LKPP LKPP LKPP LKPP LKPP LKPP APBN APBN

Transfer Ke Daerah dan Dana Desa 344,7 403,7 480,6 513,3 573,7 623,1 710,3 742,0 757,8 826,8 856,9

I. Transfer Ke Daerah 344,7 403,7 480,6 513,3 573,7 602,4 663,6 682,2 697,9 756,8 784,9

1. Dana Perimbangan 334,2 391,9 467,3 498,3 555,7 583,0 639,8 654,5 668,6 724,6 747,2

A

. Dana Transfer Umum 295,8 322,4 385,4 399,6 445,2 430,9 475,9 486,8 495,2 524,2 544,7

1. Dana Bagi Hasil 92,2 96,9 111,5 88,5 103,9 78,1 90,5 88,2 93,7 106,4 117,6

a. Pajak 47,0 42,9 48,9 46,0 41,9 35,8 50,6 56,6 48,6 52,4 56,2

b

. SDA 45,2 54,0 62,6 42,5 62,0 42,3 39,9 31,6 45,1 53,9 48,8

2. Dana Alokasi Umum 203,6 225,5 273,8 311,1 341,2 352,9 385,4 398,6 401,5 417,9 427,1

B

. Dana Transfer Khusus 38,5 69,5 82,0 98,7 110,6 152,1 163,9 167,7 173,4 200,4 202,5

1. Dana Alokasi Khusus Fisik 21,0 24,8 25,9 30,8 31,9 54,9 75,2 62,1 58,1 69,3 72,2

2. Dana Alokasi Khusus Nonfisik 17,5 44,7 56,0 68,0 78,7 97,2 88,7 105,6 115,3 131,0 130,3

2. Dana Insentif Daerah 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,7 5,0 7,5 8,2 10,0 15,0

3. Dana Otonomi Khusus 9,1 10,4 11,0 12,4 13,6 14,1 15,4 15,9 20,1 21,0 21,4

4. Dana Keistimewaan DIY - - - 0,1 0,4 0,5 0,5 0,8 1,0 1,2 1,3

II .

Dana

Desa - - - - - 20,8 46,7 59,8 59,9 70,0 72,0

19 / 20

(20)

KESIMPULAN UMUM

• Belanja Negara secara nominal terus meningkat, kenaikannya fluktuatif; naik cukup pesat pada periode 2015-2019

• Yang meningkat paling pesat pada Belanja Pemerintah Pusat adalah belanja pembayaran bunga utang

• APBN 2020 telah merencanakan kenaikan yang cukup pesat; dan terpaksa ditambah lagi karena Pandemi Covid-19

• Belanja non Kementerian/Lembaga yang paling meningkat pada tahun 2020, karena adanya tambahan berbagai belanja

• Selain belanja bantuan sosial, salah satu yang turut meningakat pesat adalah pembayaran bunga

20 / 20

Referensi

Dokumen terkait

Belanja Pegawai Yang Masih Harus Dibayar yaitu kewajiban yang timbul akibat hak atas pegawai, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan

Belanja Pegawai Yang Masih Harus Dibayar yaitu kewajiban yang timbul akibat hak atas pegawai, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan

Belanja modal adalah pengeluaran anggaran yang digunakan dalam rangka memperoleh atau menambah asset tetap dan asset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu

belanja tidak terduga dalam bentuk uang kepada Walikota melalui

adalah belanja yang digun kan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah pusat, pensiunan, anggota TNI/Kepolisian Negara RI,

1) Belanja pegawai, merupakan dana yang dikeluarakan sebagai bentuk kompensasi dalam bentuk uang (gaji) yang diberikan kepada.. pegawai pemerintah sebagai bentuk imbalan

1) Belanja pegawai, merupakan dana yang dikeluarakan sebagai bentuk kompensasi dalam bentuk uang (gaji) yang diberikan kepada pegawai pemerintah sebagai bentuk imbalan jasa

Belanja Hibah merupakan pengeluaran anggaran dalam bentuk uang, barang, atau jasa kepada pemerintah, Pemerintah Kota lainnya, perusahaan daerah, masyarakat, dan organisasi