• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

1

PROPOSAL

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENERAPAN “NATION & PERSONAL CHARACTER BUILDING”

BERNAPASKAN PANCASILA MELALUI PENDEKATAN KEBAHAGAAN OTENTIK DALAM UPAYA MENCEGAH DAN MENANGKAL RADIKALISME PADA KALANGAN MAHASISWA

DI WILAYAH DKI JAKARTA

TIM PELAKSANA

Dhani Irmawan, M.Sc. NIDN 0308018301 Ketua Pelaksana Dr. Antonius D. R. Manurung, M.Si. NIDN 0305105904 Anggota Pelaksana Drs. Agung Sigit Santoso, M.si, Psikolog. NIDN 0329046302 Anggota Pelaksana

BIDANG ILMU PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA

TAHUN AKADEMIK 2021

(2)

ii

1. a. Judul Proposal PkM : Penerapan “Nation & Personal Character Building”

Bernapaskan Pancasila Melalui Pendekatan Kebahagiaan Otentik dalam Upaya Mencegah dan Menangkal Radikalisme pada Kalangan Mahasiswa di Wilayah DKI Jakarta

b. Judul Penelitian Terdahulu : Kajian Fenomenologi mengenai Relevansi Kebahagiaan Otentik dalam Upaya Mencegah dan Menangkal Radikalisme pada Masyarakat Kampus di Wilayah DKI Jakarta, sebuah Tinjauan Psikologi Positif

2. Ketua Pelaksana

a. Nama Lengkap : Dhani Irmawan, M.Sc.

b. NIDN : 0308018301

c. Jabatan Fungsional : Sekretaris

d. Fakultas/Program Studi : Psikologi/Psikologi

e. Nomor HP : 08129893154

f. Alamat surel (e-mail) : [email protected] 3. Anggota Tim Pelaksana Dosen

a. Jumlah Anggota : Dosen 2 (Dua) Orang

b. Nama/NIDN Anggota I : Dr.Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si./ 0305105904 c. Nama/NIDN Anggota II : Drs. Agung Sigit Santoso, M.Si., Psikolog./0329046302 4. Anggota Tim Pelaksana Mahasiswa

a. Jumlah Mahasiswa : Mahasiswa

b. Nama/NIM Mahasiswa I : Rizki Esa Ningrum/46118010085 c. Nama/NIM Mahasiswa II : Wiedya Nabilla/46118010026 d. Nama/NIM Mahasiswa III : Anida Zulfiani/466118010132 e. Nama/NIM Mahasiswa IV : Yanisa Putri Amini/46118010044

5. Lokasi Kegiatan

a. Wilayah Kegiatan (Desa/Kecamatan) : Srengseng Sawah/Jagakarsa

b. Kabupaten/Kota : Jakarta Selatan

c. Provinsi : DKI Jakarta

d. Jarak ke Lokasi Kegiatan : 28 KM

6. Luaran yang dihasilkan : -Jurnal Pengabdian Masyarakat -Video yang Di-upload di youtube

-Release Kegiatan yang dipublikasi di Media Massa Online (Situs Berita)

7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 (Enam) Bulan 8. Biaya yang Diperlukan

a. Sumber dari PkM UMB : 3,5 (tiga koma lima) Juta

b. Sumber Mitra (In Kind) :

Jakarta, 27 Desember 2021 Mengetahui:

Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Ketua Pelaksana

(Dr. Irma Himmatul Aliyyah, M.Si.) (Dhani Irmawan, M.Sc.)

NIP/NIK: 117830562 NIP/NIK: 0308018301

Menyetujui

Kepala Biro

Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi

(Dr. Ir. Sawarni, MT) NIP/NIK: 115650472

(3)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………..………….i

TIM PELAKSANA ... 1

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

I.1. Analisis Situasi ... 1

1.2. Permasalahan Mitra ... 5

II.3. Rencana Capaian Tahunan ...Error! Bookmark not defined. BAB III ... 14

METODE PELAKSANAAN ... 14

3.1. Kerangka Model Pelaksanaan Solusi ... 14

3.2. Metode dan Teknik ... 15

3.3. Manajemen Program ... 15

3.4. Kontribusi Mitra ... 18

BAB IV ... 20

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 20

4.1. Anggaran Biaya Internal ... 20

4.3. Jadwal Kegiatan ... 20

DAFTAR PUSTAKA ... 21

LAMPIRAN ... 22

(4)

iv

Tabel 1. Target Capaian Luaran ... 12

Tabel 2. Rencana Capaian Tahunan ... 12

Tabel 3. Susunan Acara... 16

Tabel 4. Anggaran Biaya PkM Internal ... 20

Tabel 5. Anggaran Biaya Mitra ... 20

Tabel 6. Jadwal Kegiatan ... 20

(5)

v DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Model Pendekatan Kebahagiaan Otentik dalam Upaya Mencegah dan

Menangkal Radikalisme ... 11 Gambar 2. Peta Lokasi Kegiatan………49

(6)

vi

Lampiran 1. Biodata Ketua Tim Pelaksana dan Anggota Tim Pelaksana ... 23

Lampiran 2. Gambaran Iptek ... 48

Lampiran 3. Peta Lokasi ... 49

Lampiran 4. MOU Kerjasama UMB dan GPP... 50

Lampiran 5. MOA Kerjasama UMB dan GPP... 56

(7)

vii RINGKASAN

Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) menunjukkan eksistensinya dengan mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagai organisasi yang independen dan terbuka yang selalu terfokus untuk mendorong dan mendukung kolaborasi-sinergis bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat dalam pembumian Pancasila. Adanya kerjasama antara tim pelaksana Universitas Mercu Buana (UMB) dan Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) bertujuan untuk menerapkan nation and personal character building sebagai model implementatif dari strategi pembumian Pancasila secara adaptif dalam mencegah dan menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta. Hal-hal yang menjadi diamati dan ditemukan oleh tim pelaksana bersama tim mitra sebelum berlangsungnya program PPM dirumuskan dalam 2 (dua) permasalahan pokok, yaitu: 1) infiltrasi radikalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta yang dilakukan oleh sekelompok radikalis-fundamentalis trans-nasional sebagai upaya deideologisasi Pancasila secara terstruktur, sistematis, dan masiv; 2) lemahnya patriotisme dan nasionalisme di kalangan mahasiswa sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai permasalahan di atas perlunya penerapan nation and personal character building bernafaskan Pancasila dan pendekatan kebahagiaan otentik sebagai implementasi strategi pembumian Pancasila untuk mencegah dan menangkal radikalisme, dan sekaligus mengembangkan strategi dan metode adaptif dalam proses pembumian Pancasila bagi para mahasiswa di Jakarta perlu dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatan pemahaman dan pengetahuan serta perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dilandasi Pancasila dan pendekatan kebahagiaan otentik, sehingga radikalisme-fundamentalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta pada khususnya dapat berkurang, dicegah, ditangkal, bahkan teratasi dengan baik. Kegiatan ini didukung oleh proses perencanaan dan pengorganisasian, terutama monitoring dan evaluasi yang terukur, melalui ceklis, proses pengenalan diri dan tema, pre-post test, evaluasi kegiatan, observasi sebelum, proses, dan setelah kegiatan. Hasil monitoring dan evaluasi menjadi dasar pengembangan program pembelajaran berkelanjutan. Oleh karenanya, program pembangunan karakter ini dirancang sedemikian rupa dengan metode pendekatan experiential learning serta adaptif dengan situasi dan kondisi (termasuk menggunakan aplikasi virtual) untuk membantu setiap mahasiswa memiliki sikap reflektif yang kuat dari setiap aksi dalam proses pembelajaran yang dialami, baik di kampus, keluarga, dan lingkungan sosialnya.

Pada akhirnya, melalui program ini terseleksi the best participant yang selanjutnya diharapkan dapat berperan sebagai duta pembumian Pancasila secara berkesinambungan.

Kata kunci: pancasila, gerakan pembumian pancasila, nation and personal character building, radikalisme-fundamentalisme, kebahagiaan otentik

(8)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1. Analisis Situasi

Indonesia secara historis merupakan negara dengan berbagai keberagaman yang meliputi agama, kepercayaan, budaya, suku, dan bahasa. Banyaknya keberagaman yang ada membuat Indonesia menjadi negara pembawa kedamaian dan toleransi antar sesama masyarakat berbangsa dan bernegara. Perlunya memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya nilai-nilai dalam kehidupan, membuat negara berimplementasi untuk terus memberikan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat menempuh pendidikan.

Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri mereka agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa.

Salah satu bentuk penghargaan terbaik yang dapat diberikan kepada para mahasiswa adalah kesadaran yang tinggi akan pentingnya nilai-nilai kehidupan: moral dan etika bernafaskan Pancasila dan kebahagiaan otentik. Manifestasi pendidikan dapat terlihat dari seberapa besar penghargaan yang diberikan kepada para mahasiswa dan peserta didik.

Nilai-nilai kehidupan bernafaskan Pancasila menjadi strategis, sangat penting, dan mendesak pada akhir-akhir ini karena semakin disadari adanya infiltrasi radikalisme secara terstruktur, sistematis, dan masiv di kalangan mahasiswa, khususnya di wilayah Jakarta.

Program pembangunan karakter dan budi pekerti merupakan nilai-nilai kehidupan yang sifatnya terintegrasi dengan seluruh proses pembelajaran mahasiswa (injecting wisdom), yang dapat di mulai dari rumah, kampus, kegiatan ekstra kurikuler kampus, kegiatan sosial-kemasyarakatan, kebangsaan, dan aktivitas pengembangan diri lainnya.

(9)

2

Pendidikan nilai pada hakikatnya bersifat terus-menerus dan berlangsung seumur hidup (on- going formation).

Semakin mahasiswa sadar bahwa transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mengedepankan transfer nilai hanya akan melahirkan anak didik yang piawai secara kognitif dan skill, namun memiliki kelemahan mendasar dalam afeksi (emosi), maka memaknai dan menerapkan nilai-nilai kehidupan akan menjadikan mahasiswa sebagai perwujudan dari nilai-nilai luhur Pancasila, diantaranya : harmonisasi hubungan manusia dengan Sang Pencipta, alam semesta, dan sesama manusia, nasionalisme dan patriotisme pentingnya rasa hormat terhadap orang tua dan dosen, rasa hormat terhadap orang yang lebih tua, sikap saling menghargai, memiliki toleransi, menghormati keberagaman, dan mendukung antar teman kuliah dan teman bermain, disiplin, semangat belajar, jati diri, visi masa depan, motivasi berprestasi, kerjasama, ringan tangan, integritas diri, dan sejumlah karakter positif lainnya yang diperlukan untuk sebuah keberhasilan.

Dalam membangun budaya kampus berbasis nilai yang menjadi misi sentral pendidikan pada saat ini dibutuhkan berbagai pendekatan pendidikan karakter dan budi pekerti, baik yang sifatnya terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran mahasiswa maupun pendekatan yang sifatnya khusus dan diberikan dengan metode tertentu. Pendekatan khusus dengan metode tertentu dimaksud berlangsung dalam bentuk pengembangan diri dengan menggunakan metode pendekatan experential learning (belajar sambil mengalami).

Pengembangan diri yang diberikan selama dua hari baru merupakan stimulus, dan menjadi bermakna ketika para mahasiswa yang mengikuti pelatihan berkomitmen untuk mempraktikkannya dalam studi dan hidup sehari-hari. Oleh karenanya pelatihan nilai ini dirancang sedemikian rupa untuk membantu para mahasiswa yang dilatih memiliki sikap reflektif yang kuat dari setiap aksi dalam proses pembelajaran yang dialami, baik di perkuliahaan (kampus), di keluarga, lingkungan sosial, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pelatihan nilai dalam pembangunan karakter ini menggunakan pendekatan spirit Pancasila sebagai ideologi bangsa dan magnet pemersatu yang menggerakkan jiwa para mahasiswa untuk menjadi leidstar dinamis Pancasila. Pengembangan diri mahasiswa juga menggunakan pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

(10)

psikologi positif dengan menekankan pada konsep kebahagiaan otentik. Menurut Seligman (2013), psikologi positif adalah perspektif ilmiah untuk membuat bagaimana hidup menjadi lebih berharga, bahagia, kuat dengan mempelajari emosi positif, sifat-sifat positif, dan studi tentang lembaga-lembaga positif yang mendukung kebajikan. Sementara, Mayasari (2014) berpendapat bahwa dengan psikologi positif, manusia mampu menentukan sendiri jalan kehidupan yang dinginkannya, sehingga dalam hal ini penting untuk mengetahui makna dari kehidupan.

Bidang psikologi positif terdiri dari pengalaman subyektif, kesejahteraan diri, kepuasan diri, kebahagiaan, kegembiraan, optimisme, serta memiliki pandangan yang konstruktif mengenai masa depan (Seligman, 2002). Lebih jauh, Seligman (2013) berpendapat bahwa kebahagiaan otentik adalah kebahagiaan yang dimiliki seseorang ketika merasa bahwa hidupnya utuh, mengalami emosi positif yang berkaitan dengan masa lalunya, masa sekarang, dan menghayati perasaan positif tersebut. Sedangkan Rusdiana (2017), menekankan kebahagiaan otentik adalah kebahagiaan yang dimiliki individu secara menyeluruh, dimana seseorang bisa merefleksikan nilai-nilai positif dalam kehidupannya dan bukan merupakan manipulasi.

Seligman (2013) menjelaskan bahwa terdapat 6 (enam) dimensi dari kebahagiaan otentik, dimensi tersebut yaitu sebagai berikut : (1) Kebijaksanaan dan Pengetahuan (Virtue of Wisdom and Knowledge), (2) Semangat dan Gairah (Virtue of Courage), (3) Rasa Cinta dan Kemanusiaan (Virtue of Love and Humanity), (4) Rasa Keadilan (Virtue of Justice), (5) Kesederhanaan (Virtue of Temperance), (6) Trensendensi (Transcendental).

Kebahagiaan otentik merupakan cermin dari psikologi positif. Seseorang dengan kebahagiaan otentik, memiliki kehidupan yang utuh, berdamai dengan masa lalu maupun masa sekarang, memiliki emosi-emosi yang positif, sehingga kehidupannya sangat bermakna. Seseorang yang memiliki kebahagiaan otentik akan sulit terpapar radikalisme karena jiwanya dipenuhi oleh hal-hal positif yang berkaitan dengan kehidupannya, sehingga hal-hal menyimpang akan lebih mudah dicegah dan ditangkal.

(11)

4

Pengembangan diri dalam program pengabdian masyarakat ini difokuskan bagi para mahasiswa yang pernah mengikuti berbagai lomba dan dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pembumian Pancasila (GPP). Hasil pengamatan awal mengenai kondisi mahasiswa sebagai subyek sasaran pembelajaran menggambarkan kondisi

‘keprihatinan dan harapan’. Sebagai generasi muda, para mahasiswa seharusnya menjadi pilar utama dan seyogyanya menjadi cermin bagi sebuah bangsa. Cermin bangsa sesungguhnya terwujud dalam sikap dan perilaku mahasiswa yang senantiasa dihidup oleh spiritualitas Pancasila. Dalam keprihatinan menyikapi realitas para mahasiswa, ternyata masih ada ‘segumpal’ harapan bahwa angin perubahan ke arah yang lebih baik, lebih positif semakin terarah bagi masa depan mahasiswa, khususnya yang ada di wilayah Jakarta, karena mulai ada kesadaran yang kuat bahwa Pancasila merupakan nilai luhur yang harus dijadikan sebagai pedoman untuk sukses dalam studi dan kehidupan.

Salah satu strategi untuk menjawab kondisi keprihatinan dan harapan di atas agar terjamin sebuah organisasi (perguruan tinggi) yang memiliki kualitas unggul dan terbebas dari infiltrasi radikalisme-fundamentalisme trans-nasional dalam segala bentuk dan manifestasinya, maka perlu dilakukan analisis “SWOT”. Menurut David (2015), analisis SWOT adalah identifikasi beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi yang didasarkan pada pemikiran yang dapat mengoptimalkan kekuatan (strenghts) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat mengatasi kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). SWOT adalah alat yang dirancang dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan, dimana secara sistematis dapat membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor eksternal (O dan T) dan faktor internal (S dan W).

Secara umum, muncul sejumlah pertanyaan untuk membantu memahami peta SWOT dari para mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, diantaranya: 1) apakah faktor-faktor yang menjadi kekuatan para mahasiswa di Wilayah Jakarta agar mampu mencegah dan menangkal radikalisme; apa yang menjadi kelemahan mahasiswa di Jakarta sehingga mudah terparar radikalisme?; 2) apakah faktor-faktor yang menjadi peluang agar mahasiswa di Jakarta mampu menggali potensi diri dan mengembangkannya dengan

(12)

dilandasi nilai-nilai Pancasila; apa yang menjadi ancaman mahasiswa sehingga pembangunan karakter diri dan bangsa menjadi terhambat?; dan 3) apakah faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kematangan ideologis mahasiswa di Jakarta sebagai pilar pembangunan bangsa ?

1.2. Permasalahan Mitra

Berdasarkan hasil pengamatan awal dan diskusi, adapun yang rumusan permasalahan utama dalam program ini adalah “bagaimana mengembangkan strategi adaptif dalam proses pembumian Pancasila sebagai upaya mencegah dan menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta?”.

Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang ditawarkan:

1) Infiltrasi radikalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta yang dilakukan oleh sekelompok radikalis-fundamentalis transnasional sebagai upaya deideologisasi Pancasila. Hal ini terjadi karena kurang mendalamnya pendidikan karakter dan budi pekerti berbasis Pancasila diberikan kepada mahasiswa. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan pembangunan karakter personal dan bangsa (nation and personal character building) bernafaskan Pancasila dan kebahagiaan otentik sebagai implementasi strategi pembumian Pancasila untuk mencegah dan menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa di Jakarta.

2) Lemahnya patriotisme dan nasionalisme di kalangan mahasiswa sebagai wujud cinta bangsa dan tanah air. Hal ini terjadi karena pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang diberikan selama kurang menyentuh para mahasiswa, bersifat formal, dan kurang adaptif dalam membangkitkan semangat kepemudaan dan kebangsaan. Apalagi dalam masa pendidikan sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi (semasa menjadi pelajar), mereka tidak diberi mata pelajaran Pancasila secara khusus. Solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan strategi, taktik, dan metode yang adaptif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta faktor-faktor psikologi disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.

(13)

6 BAB II

SOLUSI DAN TARGET LUARAN 2.1. Solusi Permasalahan

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia haruslah menjadi sebuah acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai tantangan dan ancaman dalam menjalankan ideologi Pancasila juga tidak mampu untuk menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu dalam upaya mengimplementasikan strategi pembumian Pancasila, diperlukan kerangka model dari tahapan dan permasalahan. Menurut Manurung (2019), adapun tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi untuk mengatasi permasalahan mitra adalah sebagai berikut:

1) Mengembangkan Strategi Adaptif dalam Internalisasi/Pembudayaan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi, dan Spiritualitas Bangsa

Sastrapratedja (2013) dalam bukunya mengenai “Lima Gagasan yang Dapat Mengubah Indonesia memulai pengantarnya dengan pertanyaan: “Dapatkah kita mengatakan bahwa kita memiliki “lima gagasan”, yaitu Pancasila, yang dapat mengubah, atau memperkuat bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik?. Untuk dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, sesungguhnya Pidato Sukarno pada tanggal 30 September 1960 berjudul “to build the world a new” di hadapan Sidang Majelis Umum PBB sudah sangat jelas dan tegas menekankan bahwa Pancasila merupakan sublimasi dari declaration of independence dan manifesto komunis. Pidato Sukarno yang sangat menggetarkan dunia ini mengandung pemahaman yang luas dan mendalam bahwa Pancasila merupakan nilai lebih dari kedua ideologi raksasa dunia pada masa itu.

Dalam kaitan menanggapi pertanyaan reflektif Sastrapratedja (2013) dan pemikiran Sukarno (1960) di atas, Manurung (2019) menguraikan sebuah artikel mengenai raison d’etre: Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara, yang senafas dengan kelahiran

(14)

Pancasila 1 Juni 1945 (Sukarno, 2008), dan selanjutnya dapat dipahami melalui kelima silanya secara utuh dan terintegrasi diantara satu sila dengan sila lainnya berikut ini.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya dapat mengembangkan nilai-nilai etik, moral, spiritual dan terwujud dalam sikap menghargai orang lain yang berlainan agama/kepercayaan. Seyogyanya perwujudan sila pertama harus dipahami sebagai Ketuhanan yang Berkebudayaan bukan keagamaan yang institusional. Ketuhanan yang berkebudayaan adalah perjalanan spiritual yang kontekstual dengan kondisi bangsa dan tanah air.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memberi harapan bertumbuhnya peradaban bangsa, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, yang terwujud dalam sikap saling mencintai sesama manusia.

Perwujudan konsep kemanusiaan terwujud dalam relasi antar manusia yang memandang satu sama lain sebagai saudara dan sesama yang layak dihormati. Pada hakikatnya tugas kehidupan adalah proses memanusiakan manusia secara utuh.

Sila Persatuan Indonesia menjadi perekat perbedaan dan keberagaman, yang terwujud dalam sikap cinta kepada tanah air, menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Nilai persatuan dalam konsep nasionalisme tidak lagi direduksi pada kesetiaan pada kekuasaan, melainkan dikembalikan kepada nilai kebangsaan yang bersumber pada realitas kehidupan masyarakat. Upaya persatuan pertama-tama jangan dipahami sebagai perintah kekuasaan, melainkan sebuah kesadaran bersama yang lahir dari pengalaman hidup manusia dalam hubungan dengan lingkungan hidupnya.

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dalam Permusyawaratan/ Perwakilan mengandung nilai-nilai kedaulatan rakyat, dan patuh pada putusan rakyat yang sah.

Konsep kerakyatan harus dimengerti secara lebih luas. Nilai kerakyatan tidak semata dilihat dalam pemahaman demokrasi politik kekuasaan, yang tercermin dalam perwakilan politik di MPR, DPR, DPD, DPRD dan sarat dengan kepentingan penguasa, melainkan mengedepankan atau mengutamakan kodrat kerakyatan karena pada hakikatnya rakyat adalah master of piece Ilahi dan master atas kehidupannya. Tradisi

(15)

8

musyawarah dan mufakat sebagai wujud kearifan lokal pada dasarnya sudah menjadi sikap hidup bersama di masyarakat yang tidak terbentuk dalam keformalan dan tataran verbal, tetapi menyatu dalam keharmonisan dan kekeluargaan.

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang mampu mewujudkan kesejahteraan sosial tanpa ekploitasi manusia atas manusia, terwujud dalam sikap sama rasa sama bahagia. Konsep keadilan pertama-tama menyentuh pada prinsip “sama rasa – sama bahagia” yang mewujud dalam kebersamaan, persaudaraan, kesetiakawanan, dan keberpihakan pada rakyat miskin dan tertindas (preferential option for the poor).

Prinsip keadilan sosial menentang segala bentuk dan manifestasi individualisme yang serba mengutamakan kepentingan pribadi, neo-kapitalisme liberalisme dan neokolonialisme-imperialisme yang telah merusak sendi kehidupan gotong royong yang telah menjadi kepribadian bangsa.

Menurut Manurung dan Kanumoyoso (2021), keyakinan ideologis dan keyakinan konstitusi Benang merah dari kelima sila Pancasila membangkitkan kembali keyakinan ideologi, dan keyakinan konstitusi, dan keyakinan spiritual bagi masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Keyakinan ideologis, dan keyakinan konstitusi, dan keyakinan spiritual membantu seluruh elemen bangsa untuk memperjuangkan Pancasila sebagai ideologi terapan dan terapan ideologi living ideology dalam memecahkan masalah bangsa, terutama melawan segala bentuk dan manifestasi “penindasan manusia atas manusia; penindasan bangsa atas bangsa” (‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan

‘exploitation de nation par nation’).

Musuh revolusi Indonesia pada saat ini bukan hanya kapitalisme-kolonialisme- imperialisme yang pernah berlangsung di masa lalu. Saat ini kita menghadapi musuh revolusi dalam bentuk yang berbeda, diantaranya: berakar dan bertumbuhnya berbagai gerakan radikalisme-fundamentalisme transnasional, penjajahan ekonomi neo liberalisme/neolib, neo kolonialisme-imperialisme/nekolim yang merasuk ke sendi perekonomian, dan pada akhirnya bisa mengganggu eksistensi kita sebagai sebuah bangsa, dimana“Kita” akan menjadi bangsa yang “tidak lagi”: berdaulat di bidang

(16)

politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan”

(Manurung, 2019).

Dengan memahami, menghayati dan menerapkan pendekatan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara akan membangun karakter personal dan bangsa bagi diri para mahasiswa, maka diharapkan para mahasiswa mampu mencegah dan menangkal segala bentuk dan manifestasi infiltrasi radikalisme, baik dalam pola pikir, pola rasa, pola sikap dan perilaku. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki sikap dan perilaku positif dalam pencapaian prestasi (achievement motivation), baik akademis maupun non-akademis.

2) Model Pendekatan Kebahagiaan Otentik

Seligman (2013), mengatakan bahwa kebahagiaan otentik mensintesis ketiga kebahagiaan tersebut. Kebahagaiaan otentik merupakan full of life yang memenuhi tiga kriteria kebahagiaan. Selanjutnya Seligman (2013) mendefinisikan kebahagiaan otentik sebagai hasil dari proses mengidentifikasi kekuatan paling mendasar dan menggunakan kekuatan ini dalam pekerjaan, asmara, dan pengasuhan, lebih dari serangkaian momen menyenangkan yang melibatkan kekuatan individu untuk mewujudkan kemakmuran dan kebaikan.

Teori kebahagiaan otentik dari Seligman (2013) menjelaskan rangkaian kebahagiaan otentik yang berasal dari (1) emosi positif, (2) keterikatan, dan (3) kebermaknaan atau arti hidup. Meskipun ketiga hal ini dapat dicapai secara terpisah, namun dapat memberikan kontribusi positif bagi kebahagiaan.

Seligman (2013) menyatakan ada 6 (enam) kebajikan sebagai karakter inti yang didorong oleh hampir semua tradisi religius dan filosofis, serta dikelompokkan sebagai karakter yang baik. Karakter tersebut yaitu:

a. Kebijaksanaan dan Pengetahuan (Virtue of Wisdom and Knowledge)

Pengetahuan akan membuat individu memiliki rasa keingintahuan, rasa keingintahuan inilah yang akan membuat individu semakin bijaksana dalam melakukan kegiatannya dan mencintai dirinya. Dalam proses pengetahuan,

(17)

10

pengetahuan yang tepat akan selalu dijadikan sebagai dasar yang akan menumbuhkaan rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai hal yang dilakukan.

b. Semangat dan Gairah (Virtue of Courage)

Keutamaan ini berkaitan tidak hanya melalui tindakan yang bisa diamati namun juga dalam kognisi, emosi, motivasi, dan keputusan yang dibuatnya. Berbagai macam hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh indivdu, akan menjadikannya memiliki semangat dan gairah untuk mencapai kebahagiaan otentik.

c. Rasa Cinta dan Kemanusiaan (Virtue of Love and Humanity)

Keutamaan ini diperlihatkan melaui interaksi sosial positif dengan individu lain dan sering dikatakan sebagai kekuatan interpersonal. Dukungan yang positif yang didasarkan pada rasa cinta dan kemanusiaan akan menimbulkan keinginan yang kuat untuk menolong sesame.

d. Rasa Keadilan (Virtue of Justice)

Keutamaan ini terlihat pada aktivitas bermasyarakat yang melingkupi hubungan interpersonal antara dua individu sampai berhubungan bersama kelompok yang lebih besar.

e. Kesederhanaan (Virtue of Temperance)

Kesederhanaan mengarah kepada pengekspresian yang pantas dan moderat dari hasrat dan keinginan diri. Individu yang sederhana tidak menekan keinginan namun menunggu kesempatan untuk memenuhinya supaya tidak merugikan diri sendiri atau individu lain.

f. Transendensi (Transcendental)

Transendensi adalah kekuatan emosi yang mencapai ke luar diri untuk menghubungkan diri sendiri ke sesuatu yang lebih besar atau lebih permanen, misalnya kepada individu lain, masa depan, evolusi, ketuhanan, atau alam semesta.

Model pendekatan kebahagiaan otentik (Seligman, 2013) diharapkan memiliki pengaruh positif pada peningkatan motivasi berprestasi dan selanjutnya dipaparkan dalam Gambar 1 berikut.

(18)

Gambar 1. Model Pendekatan Kebahagiaan Otentik dalam Upaya Mencegah dan Menangkal Radikalisme

Sumber : Seligman (2013)

Gambar di atas memaparkan bahwa kompetensi inti dari modul pelatihan nation and personal character building, Ke-enam dimensi pembentuk karakter:

”kebijaksanaan dan pengetahuan, semangat dan gairah, rasa cinta dan kemanusiaan, rasa keadilan, kesederhanaan, dan trensendensi” yang dikemukakan oleh Seligman (2013) harus terintegrasi dan saling memengaruhi satu dengan lainnya. Selanjutnya keenam karakter itu dimanifestasikan dalam pernyataan misi sebagai kekuatan untuk mencegah dan menangkal radikalisme. Dengan demikian pada akhirnya karakter utama yang memiliki emosi positif dapat menjadi pemimpin yang mampu meradiasi secara kuat baik ke dalam maupun ke luar.

Ke-enam dimensi tersebut akan diuraikan secara adaptif kepada para peserta sehingga mereka mampu memahami bahwa dimensi tersebut sangat diperlukan dalam menunjang motivasi untuk berprestasi, baik dalam pendidikan, karir, dan kehidupan. Ke-enam dimensi ini juga pada akhirnya akan berpengaruh terhadap karakter personal secara positif. Gough (2020) menyebutkan kalimat bijaksana berikut: ...sow a thought, reap an act; sow an act, reap a habit; sow a habit, rap a character; sow a character, reap a destiny (taburlah pemikiran, maka akan menuai tindakan; taburlah tindakan, maka akan menuai kebiasaan; taburlah kebiasaan, maka

(19)

12

akan menuai karakter; dan taburlah karakter, maka akan menuai takdir). Jadi, seperti apa takdir setiap orang (mahasiswa), tergantung pada pemikirannya. Bila pemikirannya positif, maka ia akan menuai takdir yang positif pula, demikian sebaliknya. Takdir yang positif pada akhirnya diharapkan berdampak positif pada peningkatan motivasi berprestasi mahasiswa, baik di kampus maupun di luar kampus.

2.2. Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah untuk :

a. Model pendekatan adaptif dan efektif dalam pembangunan karakter personal dan bangsa (nation & personal character building) bagi para mahasiswa bernafaskan Pancasila dan pendekatan kebahagian otentik.

b. Jurnal pengabdian pada masyarakat berskala nasional/internasional.

Secara lebih rinci, target luaran dipaparkan dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Target Capaian Luaran

No Jenis Luaran Indikator

Capaian

1 Publikasi ilmiah pada jurnal ber ISSN/prosiding1) Accepted

2 Publikasi pada media massa (cetak/online)2) Sudah terbit

3 Peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas, serta nilai tambah barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya) 4)

Tidak ada 4 Peningkatan penerapan iptek di masyarakat (mekanisasi, IT, dan manajemen) 4) Tidak ada 5 Perbaikan tata nilai masyarakat (seni budaya, sosial, politik, keamanan,

ketentraman, pendidikan, kesehatan) 3)

ada

6 Publikasi/Seminar/Konferensi internasional 1) Tidak ada

7 Peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan model

pembangunan karakter personal dan bangsa3) ada

8 Jasa, model, rekayasa sosial, sistem, produk/barang4) Tidak ada

9 Inovasi baru TTG 5) Tidak ada

10 Hak kekayaan intelektual (paten, paten sederhana, hak cipta, dll)5) Tidak ada

11 Buku ber ISBN 6) Tidak ada

Keterangan :

(20)

1) Isi dengan tidak ada, draft, submitted, reviewed, accepted, atau published 2) Isi dengan tidak ada, draft, proses editing, atau sudah terbit

3) Isi dengan ada atau tidak ada

4) Isi dengan tidak ada, draft, produk, atau penerapan 5) Isi dengan tidak ada, draft, terdaftar, atau granted

6) Isi dengan tidak ada, draft, proses editing, atau sudah terbit ber ISBN

Selain luaran di atas, ada beberapa luaran tambahan dari program ini, yaitu:

1. Artikel (revisi) mengenai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan spiritualitas bangsa sebagai materi pembelajaran bagi para mahasiswa.

2. Video, situs berita, dan foto dokumentasi kegiatan.

3. Sertifikat dengan SKP HIMPSI kepada seluruh peserta dan tim kerja yang terlibat dalam Kegiata Pengabdian Pada Masyarakat.

(21)

14 BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1. Kerangka Model Pelaksanaan Solusi

Implementasi strategi pembumian Pancasila dalam upaya mencegah dan menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa harus dimulai dengan pemahaman yang benar tentang Pancasila. Pancasila sebagai ideologi membangkitkan keyakinan ideologis dan sebagai dasar negara membangun keyakinan konstitusi (Latif, 2017). Pancasila seyogyanya harus dikembangkan sebagai ideologi terapan karena pada hakikatnya Pancasila merupakan ideologi terbuka yang senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis (Manurung, 2019).

Lebih jauh, Manurung (2019) menambahkan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang selalu akan dihadapi dalam setiap kurun waktu.

1. Peserta

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berstatus mahasiswa semester 2 dari perguruan tinggi yang ada di DKI Jakarta.

2.Tim Kerja

Tim penyelenggara adalah tim pelaksana ialah Universitas Mercu Buana bekerjasama dengan tim mitra Gerakan Pembumian Pancasila (GPP). Kerjasama dibangun secara sinergis, dimana semua tim saling mengisi, mendukung, dan bekerja sama secara kolaboratif, sehingga program pelatihan pembangunan karakter personal dan bangsa ini berjalan dengan baik, lancar, dan sukses, mulai dari proses perencanaan, persiapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut program.

(22)

3. Instruktur (Mentor)

Adapun instuktur dalam program pelatihan NPCB ini adalah sebagai berikut:

1) Instruktur Utama: Dhani Irmawan, M.Sc (Ketua Pelaksana PPM KDN. Sekretaris Program Studi Fakultas Psikologi UMB dan Dosen Fakultas Psikologi UMB).

2) Instruktur Pendamping :

a) Dr. Antonius D. R. Manurung, M.Si. (Anggota Tim PPM KDN, Trainer NPCB, dan Doktor Psikologi UMB).

b) Drs. Agung Sigit Santoso, M.Si, Psikolog (Dosen Fakultas Psikologi UMB).

c) Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum.

3.2. Metode dan Teknik

Pengembangan diri dalam pendekatan experential learning ini menggunakan metode belajar dan berlatih sambil mengalami, dengan teknik komunikasi interaktif, dialog, diskusi, oto-sugesti, reflektif, role play/games, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, kemudian terlibat langsung serta merasakan, mengalami, mendiskusikan proses dan hasil pelatihan ini untuk mengenal, memahami, menyadari dan bisa mengaplikasikan serta meningkatkan potensi diri secara maksimal untuk pencapaian motivasi berprestasi optimal.

Evaluasi dilakukan untuk mengukur hasil belajar dalam pelatihan. Teknik evaluasi menggunakan : lembar pengenalan diri dan pemahaman tema, lembar pre-post test, serta lembar penilaian, kesan dan pesan (evaluasi). Evaluasi Pasca pembelajaran dilakukan setelah pelatihan untuk mengetahui hasil capaian peserta, baik individual maupun kelompok sebagai salah satu cara mengukur perkembangan dan kemajuan serta upaya perbaikan pembelajaran ke depan.

3.3. Manajemen Program

Penerapan “Nation and Personal Character Building” Bernapaskan Pancasila dan Pendekatan Kebahagiaan Otentik dikelola secara profesional dengan semangat gotong royong melalui: 1) Perencanaan Program; 2) Pra Pelaksanaan Program; 3) Pelaksanaan Program; 4) Montoring dan Evaluasi; serta 5) Tindak Lanjut Program.

(23)

16

1) Susunan Acara Pelatihan (Rundown Acara)

Tabel 3. Susunan Acara Pelatihan

Waktu Durasi Acara PIC

07.20 – 07.30 10 Menit Memasuki ruang zoom dan Pengantar Putri 07.30 – 07.35 5 Menit Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Michelle

07.35 – 07.40 5 Menit Do’a Pembukaan Wiedya

07.40 – 07.50 10 Menit Opening Speech oleh Ketua Pelaksana : Dr. Antonius

Dieben Robinson Manurung, M.Si. Putri

07.50 – 07.52 2 Menit Foto Dokumentasi Putri

07.52 – 07.57 5 Menit Pengisian presensi awal dan Pre-test (google

form) Yanisa

07.57 – 08.02 5 Menit Pengantar pelatihan oleh Dinamisator Erza

08.02 – 08.47 45 Menit Sesi 1 Erza

08.47 – 09.02 15 Menit Tanya Jawab 1 Erza

09.02 – 09.22 20 Menit Sesi 2 Erza

09.22 – 09.32 10 Menit Tanya jawab 2 Erza

09.32 – 10.17 45 Menit Sesi 3 Erza

10.17 – 10.32 15 Menit Tanya Jawab 3 Erza

10.32 – 11.17 45 Menit Sesi 4 Erza

11.17 – 11.32 45 Menit Tanya Jawab 4 Erza

11.32 – 11.39 7 Menit Benang Merah oleh dinamisator dan penugasan Erza 11.39 – 11.41 2 menit Pneyerahan sertifikat sebagai apresiaasi kepada

instruktur Anida

11.41 – 11.51 10 Menit Presensi Akhir dan Post-test (google form) Sasa 11.51 – 11.56 5 Menit Closing Statement oleh: Dhani Irmawan, M.Sc Putri

11.56 – 12.01 5 Menit Doa Penutup Yessi Yessi

12.01 – 12.10 9 Menit Pengumuman dan penutup Putri

2) Rencana Pra Pelaksanaan, Pelaksanaan, dan Pasca Pelaksanaan Program a) Pra Pelaksanaan

Sebelum pra pelaksanaan program, tim penyelenggara mempersiapkan materi, modul, sarana dan prasarana termasuk perangkat yang akan digunakan dalam program pelatihan diantaranya menyediakan perangkat laptop, HP khusus, membuat website, media sosial (facebook, instagram, twitter, GPPTV, GPPnews.id), berlangganan aplikasi zoom, dan persiapan teknis lainnya untuk memperlancar program dengan model virtual training. Aktivitas Pra pelaksanaan

(24)

NPCB yang dilakukan adalah: perekrutan peserta pelatihan sebanyak 50 mahasiswa semester 2 Perguruan Tinggi yang ada di DKI Jakarta, kemudian mengumpulkannya kedalam satu group whattsapp untuk mempermudah komunikasi antara tim penyelenggara dan peserta webinar mengenai hal yang harus di persiapkan sebelum mengikuti webinar. Di dalamnya mahasiswa juga dapat saling melakukan pengenalan peserta, pengisian form pengenalan diri dan pemahaman tema lewat google form, komunikasi internal dengan WA Group, cara pengisian pre-post test, evaluasi, kuis, TTS, dll. serta berbagai hal teknis lainnya yang perlu dipersiapkan pada saat berlangsungnya pelatihan.

Dalam evaluasi pra pelaksanaan akan dilakukan hal-hal berikut :

1. Diskusi tim terbatas dan instruktur untuk finalisasi rencana menuju pelaksanaan 2. Simulasi atau try out pelaksanaan NPCB oleh tim terbatas dan instruktur

3. Check list seluruh persiapan NPCB, antara lain :

a. Formulir kepesertaan/lembar persetujuan peserta untuk mengikuti program kegiatan.

b. Formulir pengenalan peserta.

c. Materi dasar yang perlu dipelajari oleh para peserta (termasuk referensi).

d. Materi pre – post test.

e. Materi pembelajaran.

f. Lembar evaluasi peserta.

g. Lembar observasi mentor/pendamping.

h. Lembar monitoring dan evaluasi tindak lanjut.

i. Bentuk experiential learning.

Pada tahap persiapan ini peserta sudah diundang sekitar sebulan sebelum acara dan seminggu sebelum acara telah dibentuk grup Whats App sesuai kelompok yang telah ditentukan oleh panitia, dimana telah diberi tugas-tugas lebih dahulu seperti mengisi kuesioner identitas, pengenalan diri dan pemahaman materi. Dalam kelompok yang plural dan terdiri dari berbagai universitas, suku dan agama tersebut telah terjadi hubungan yang unik dan menarik.

(25)

18

b) Rencana Pelaksanaan

Program kegiatan PPM NPCB dengan aplikasi zoom (daring) dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Februari 2022, Pukul 07.20-12.10 WIB dengan target peserta sebanyak 50 mahasiswa, dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di wilayah DKI Jakarta.

c) Rencana Pasca Pelaksanaan

Pasca pelaksanaan program akan dilakukan tindak lanjut, monitoring, dan evaluasi program oleh mentor/pendamping, terkait dengan perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif, baik individual maupun kelompok setelah berlangsungnya pelatihan.

3) Materi Nation and Personal Character Building

a) Penerapan karakter Nation & Personal Character Building bernapaskan Pancasila dan pendekatan kepemimpinan heroik.

b) Penerapan karakter Nation & Personal Character Building melalui pendekatan kebahagiaan otentik.

c) Peneranan Nation & Personal Character Building dari konsep ke aplikasi.

d) Misi Roket sebagai strategi peningkatan motivasi berprestasi (achievement motivation) dalam pembumian Pancasila.

4) Fasilitas untuk Peserta (dengan Catatan Mengikuti Program secara Penuh):

a) Materi dari Instruktur

b) Sertifikat: sertifikat SKP HIMPSI c) Hadiah peserta terbaik

3.4. Kontribusi Mitra

GPP membantu proses observasi, analisis situasi, dan penentuan subyek pembelajaran, perencanaan pengembangan program, implementasi strategi pembumian Pancasila, serta evaluasi dan keberlanjutan program.

(26)

Adapun kontribusi mitra terhadap pelaksanaan program kegiatan adalah:

1) Memfasilitasi tempat/ sarana (zoom virtual) 2) Memimpin dan mengorganisir tim kerja GPP

3) Merekrut peserta (mahasiswa) dari berbagai perguruan tinggi di wilayah DKI Jakarta 4) Memotivasi para peserta (mahasiswa) untuk mengikuti program pelatihan dengan

penuh semangat dan sungguh-sungguh

5) Mendukung proses penyusunan laporan dengan data, informasi, dan dokumentasi

6) kegiatan, baik berupa foto, video, dan publikasi di media online.

(27)

20 BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya Internal

Ringkasan anggaran biaya yang diajukan dalam bentuk tabel dengan komponen seperti tabel berikut:

Tabel 4. Anggaran Biaya PkM Internal

No Komponen Biaya yang Diusulkan (Rp)

1 Sumber dari PKM UMB Rp. 3.500.000,00 2 Sumber Mitra

Total Rp. 3.500.000,00 4.3. Jadwal Kegiatan

Program PKM dilaksanakan selama 6 (enam) bulan, dimulai dari bulan Desember s/d Mei 2022 dan dapat dilihat secara rinci dalam Tabel 4 berikut.

Tabel 4. Jadwal Kegiatan

No. Nama Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 1. Harmonisasi internal tim kerja dengan tim mitra 2. Menyusun proposal Kegiatan Pengabdian Masyarakat

3. Publikasi program ke publik (kampus), penyaringan, recruitment dan registrasi peserta

4. Melakukan koordinasi persiapan Pelaksanaan Kegiatan (Pra Pelaksanaan)

5. Melaksanakan Program kegiatan NPCB,

Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pascaprogram, terutama terkait dengan hasil pre-post test dan penugasan misi roket peserta

6. Menyusun Laporan dan Desiminasi dan Publikasi di Media Elektronik

7. Publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, dan Pengembangan Modul Pembangunan Karakter Personal dan Bangsa Bernapaskan Pancasila dengan Pendekatan Kebahagiaan Otentik

(28)

DAFTAR PUSTAKA

David, R.F. (2015). Strategic management: a competitive advantage approach, concepts.15th Edition. Prentice Hall.

Gough, R.W. (2020). Character is destiny: the value of personal ethics in everyday life.

Publisher : Living Book Press.

Latif, Y (2017). Mata air keteladanan Pancasila dalam perbuatan. Jakarta:Mizan.

Manurung, A.D.R. (2019). Raison d’etre: pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

Manurung, A.D.R. dan Kanumoyoso, B. (2021) . Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan spiritualitas bangsa. Bekasi: Media Maxima.

Mayasari, R. (2014). Religiusitas islam dan kebahagiaan (Sebuah telaah dengan perspektif psikologi). Al-Munzir, 7(2), 81-100.

Rusdiana, I. (2017). Konsep authentic happiness pada remaja dalam perspektif teori myers.

Jurnal kependidikan dasar islam berbasis sains, 2(1), 37-44.

Sastrapratedja, M. (2013). Lima gagasan yang dapat mengubah Indonesia. Jakarta: Pusat kajian filsafat dan pancasila.

Seligman, M.E.P. (2013). Authentic happiness. New York: Atria Paperback.

Sukarno (1960). Pidato sukarno 30 september 1960 di sidang majelis umum perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ke-15 berjudul “To Build The World Anew” (Membangun Dunia Kembali).

Sukarno (2008). Bung karno dan pancasila.simpatisan pembela pancasila 1 juni

Undang Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

(29)

22

Lampiran 1. Biodata KetuaTim Pelaksana BIODATA

Biodata Ketua Tim Pelaksana A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dhani Irmawan, S.Psi., M.Sc.

2 Jenis Kelamin Laki-laki

Jabatan Fungsional Asisten Ahli 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 217830077

5 NIDN 0308018301

6 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 08 Januari 1983

7 E-mail [email protected]

9 Nomor Telepon/HP +628129893154

10 Alamat Kantor

11 Nomor Telepon/Faks

12 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = … orang; S-2 = … orang; S-3 = … orang

13. Mata Kuliah yg Diampu

1. English for Psychology 1 2. Biopsikologi

3. Psikologi Ruang Maya

4. Psikologi Media dan Komunikasi Digital 5. Kognisi Sosial

6. Psikologi Perilaku Konsumen dan Bisnis 7. Psikologi Kognitif, Kreatif dan Inovatif

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi

Universitas Indonesia University of Bradford, UK Bidang Ilmu Psikologi

Tahun Masuk-Lulus 2002 – 2008 2014 - 2015

(30)

Judul Skripsi/Tesis/

Disertasi

Hubungan antara School Well Being dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Kelas IX di SMA Unggulan

Development of Knowledge

Management Portal to Support Training and Development Human Resource Division in IT Industry

Nama Pembimbing/

Promotor

Dr. Wahyu Indianti, M.Si., Psikolog

Dr. David Keeble

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir (Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

No. Tahun Judul Penelitian

Pendanaan

Sumber* Jml (Juta Rp)

1

2015 Public Perception About E- Readiness In Indonesia Using Network Readiness Index (NRI)

Kemkominfo

* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber lainnya.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Usulan Pengabdian Kepada Masyarakat

Jakarta, 22 Desember 2021 Ketua Tim Pengusul

(Dhani Irmawan, S.Psi., M.Sc. )

(31)

24

Biodata AnggotaTim Pelaksana Anggota Tim Pelaksana I

A. Identitas Diri

B. Riwayat Pendidikan

Uraian/Pendidikan S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi USU Medan UI Depok UPI Y.A.I. Jakarta Bidang Ilmu Ilmu Sosial Psikologi (PIO) Psikologi (PIO) Tahun Masuk-Lulus 1988 – 1993 1996 - 2001 2006 – 2011 1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr.Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si.

2 Jenis Kelamin Laki – laki

3 Jabatan Fungsional Lektor (Proses Guru Besar) 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 112690363

5 NIDN 0305105904

6 Tempat dan Tanggal Lahir Tanjung Balai, 5 Oktober 1969

7 E-mail [email protected]

[email protected] 9 Nomor Telepon (R) / HP-WA 021-78890001/081296968088

10 Alamat Kantor Jl. Meruya Selatan No.1 Kembangan Jakarta Barat 11 Nomor Telepon/Faks Telp. +62-21-5840816; Fax. +62-21-5840813

12 Mata Kuliah yang Diampu

1. Psikologi Industri dan Organisasi

2. Psikoedukasi, Pelatihan dan Pengembangan 2 Pelatihan dan Pengembangan

3 Psikologi Kepemimpinan

4 Manajemen Sumber Daya Manusia Strategikn dan Pengembangan

3. Psikologi Kepemimpinan 4. Psikologi SDM

5. Analisis Jabatan

6. Dasar - dasar Metode Penelitian

7. Metode Penelitian Kualitatif, Observasi, dan Wawancara

8. Managing Training & Development 9. Business Ethic & Corporate Governance 10. Employee Performance & Talent Management 11. Psikologi Konsumen dan Bisnis

12. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik

(32)

Judul Skripsi/ Tesis/

Disertasi

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemukiman Kumuh Perkotaan

Hubungan antara

Leader Power dengan Kinerja Karyawan

Authentic Personal Branding sebagai Mediator

Kepemimpinan Heroik dan Organisasi Pembelajaran terhadap Prestasi Kerja Nama Pembimbing/

Promotor

Dra. Nurwida Nurul, M.Si

Prof. Dr. A.S.

Munandar

Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono C. Pengalaman Penelitian dalam 5-10 Tahun Terakhir (Bukan Skripsi, Tesis, dan Disertasi)

No Tahun Judul Penelitian

Pendanaan

Sumber* Jumlah (Juta Rp) 1 2011 Kondisi Pendidikan dan

Kesehatan Anak pada Masyarakat Pemukiman ‘Kumuh-Miskin’ (Kumis) di Kecamatan Cilandak Kotamadya Jakarta Selatan

Yayasan Panti Nugeraha dan Institute of

People Development

20

2 2011 Penerapan Kepemimpinan Heroik sebagai Pendekatan Adaptif dan Progresif dalam Pembangunan Karakter Personal dan Bangsa

Mandiri 5

3 2013 Efektivitas Model Pendekatan Kepemimpinan Heroik dalam Pelatihan “Personal Character

Building” bagi Para Siswa SMA di Jakarta Barat

Pusat Penelitian

UMB 3,5

4 2014 Gambaran mengenai Kepuasan Masyarakat terhadap Pelaksanaan Pendidikan di SMA Negeri 112 Jakarta Barat dan Swasta Budi Mulia Ciledug Tangerang

Pusat Penelitian

UMB 3,5

5 2015 Pengaruh Konsep Diri Orang Tua terhadap Proses Pengambilan Keputusan dalam Pemilihan Sekolah Nasional dan Sekolah

‘Nasional Plus’di Jakarta

Pusat Penelitian

UMB 3,5

(33)

26

6 2016 Pengaruh Kepemimpinan Heroik dan Positive Psychological Capital terhadap Kualitas Kehidupan Kerja Karyawan Universitas Mercu Buana

Pusat Penelitian

UMB 3,5

7 2016 Pengaruh Kepemimpinan

Transformasional dan Organisasi Pembelajaran, dan terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk di Jabodetabek

Pusat Penelitian

UMB 3,5

8 2016 Pengaruh Kepuasan Hidup dan Kepuasan Kerja terhadap

Pengembangan Karir pada Karyawan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk di Jabodetabek

Pusat Penelitian

UMB 3,5

9 2016 Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Caddy PT. Sentul Highland Golf, Tbk. Bogor

Pusat Penelitian

UMB 3,5

10 2017 Analisis Pengaruh Positive Psychological Capital, Authentic Personal Branding, dan Hospitality Culture terhadap Kualitas Layanan Karyawan Everyday Smart Hotel Jakarta

Pusat Penelitian

UMB 5

11 2017 Psychological Well-Being sebagai Mediator Pengaruh Kondisi Fisik dan Kondisi Psikologis Ruang Kelas terhadap Kualitas Pembelajaran pada Mahasiswa Universitas Mercu Buana

Pusat Penelitian

UMB 5

12 2017 Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Kerja Dosen Universitas Mercu Buana

Pusat Penelitian

UMB 5

13 2018 Pilot Decision Making in Aviation Mandiri :

Peneliti III 5

14 2018 Urgency and Importance of Pilot Intuition in Decision Making Process

Mandiri : Peneliti I

5 15 2018 Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja,

Kepemimpinan Situasional, dan Motivasi Ekstrinsik terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. XYZ

Mandiri :

Peneliti II 5

16 2018 Pengaruh Konsep Diri, Growth

Mindset, dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Orientasi Kesehatan pada Karyawan PT. X di Wilayah Jakarta

Pusat Penelitian UMB 7

(34)

17 2018 Kepemimpinan Heroik sebagai Mediator Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Kerja Agency Manager PT. Prudential Life Assurance di Jakarta

Pusat Penelitian UMB 7

18 2018 Peran Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Kerja Dosen Universitas Mercu Buana

Pusat Penelitian UMB :

Peneliti II

5

19 2018 Pengaruh Psychological Well-Being terhadap Kualitas Pembelajaran Mahasiswa Universitas Mercu Buana

Mandiri : Peneliti II

5

20 2018 Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Kepemimpinan Akademik Ki Hajar Dewantara terhadap Prestasi Kerja Dosen Di Universitas Mercu Buana

Mandiri : Peneliti II

5

21 2019 Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap

Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. X di Jakarta

Pusat Penelitian UMB

9

22 2019 Dampak Positif Motivasi Intrinsik dan Kepemimpinan Akademik Ki Hajar Dewantara dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Dosen

Pusat Penelitian UMB

9

23 2019 Kajian Fenomenologi mengenai Pola Pikir Remaja Perempuan Usia Tahap Akhir dalam Pengambilan Keputusan untuk Menikah Muda

Pusat Penelitian UMB Peneliti II

4,2

24 2019 Pengaruh Kepemimpinan

Transformasional, Organizational Citizenship Behavior, dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Politeknik Keuangan Negara STAN

Mandiri Peneliti II

10

25 2019 Pengaruh Kepemimpinan Situational, Motivatisi Ekstrinsik, Motivasi Intrinsik terhadap Organizational Citizenship Behavior Pegawai ASN Pemerintah Daerah Pandeglang Banten

Mandiri Peneliti II

10

26 2019 Pengaruh Kepemimpinan

Transformasional, Motivasi Intrinsik, dan Psychological Well-Being

terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

The Influence Of Hospitality Culture, Psychological Wellbeing, And Life Satisfaction On The Quality Of Employee Services At The Hotel Marilyn Serpong

Mandiri Peneliti II

10

(35)

28

27 2019 Pengaruh Budaya Hospitalitas, Psychological Wellbeing, dan Kepuasan Hidup terhadap Kualitas Layanan pada Hotel Marilyn Serpong

Mandiri Peneliti II

10

28 2020 Situational Leadership as a Mediator Extrinsic Motivation, and Intrinsic Motivation to Organizational Citizenship Behavior (OCB) in State Civil Aparatures (ASN) In Local Government Pandeglang District of Banten Province

Hibah PTM Dikti 25

29 2020 Kebahagiaan Otentik sebagai Mediator Authentic Personal Branding dan Growth Mindset terhadap

Organizational Citizenship Behavior Pegawai Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Pusat Penelitian UMB (KDN)

10

* Tuliskan sumber pendanaan, baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber lainnya

D. Pengalaman Pengabdian pada Masyarakat dalam 5 - 10 Tahun Terakhir No Tahun Judul Pengabdian pada

Masyarakat

Pendanaan

Sumber* Jumlah (Juta Rp) 1 2010 Pelatihan Motivasi dan Semangat Baru

bagi Anak- anak Jalanan Binaan Yayasan Panti Nugeraha Jakarta

Yayasan Panti Nugeraha

5

2 2011 Pelatihan “Personal Character Building”: Heroic Leadership

Approach bagi Mahasiswa se-Rayon 3 Kopertis III Jakarta

UPI Y.A.I 8,275

3 2011 Pengabdian pada Masyarakat Program IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) Tahap Kedua di Cileungsi Kidul Kabupaten Bogor Jawa Barat

P3M UPI Y.A.I 10

4 2012 Pengabdian pada Masyarakat Program IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) di Kel. Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur

P3M UPI Y.A.I 10

5 2013 Pelatihan Pendidikan Berbasis Personal Character Building dengan Model Pendekatan Kepemimpinan Heroik bagi Para Pelajar SMA Negeri Se – Jakarta

P2M UMB 5

Gambar

Gambar  1.  Model  Pendekatan  Kebahagiaan  Otentik  dalam  Upaya  Mencegah  dan   Menangkal Radikalisme
Tabel 1.  Target Capaian Luaran
Tabel 3. Susunan Acara Pelatihan
Tabel 4. Jadwal Kegiatan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Character Building: Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu & Pembentukan Karakter Bangsa.. Disiplin Kiat Menuju

Menanamkan pengetahuan akan karya visual fotografi yang dapat menghadirkan unsur rasa di dalamnya dengan pembekalan pengetahuan meliputi pendekatan terhadap obyek-obyek visual yang

Dan untuk mewujudkan peningkatan kemampuan promosi dan penjualan UMKM dengan pendekatan multimedia ini, maka kami mengajukan program pengabdian masyarakat dengan judul “Pemanfaatan

Dilihat dari peran pemerintah Kota Bogor, belum adanya normalisasi yang dilakukan pada Kali Pelayangan yang menyebabkan tidak berfungsi secara efektif. Selain itu,

Oleh karena itu, menerapkan Asia as method merupakan suatu upaya membangun karakter bangsa (nation character building), yaitu dengan membaca diri secara reflektif untuk membangun

Character Building : Optimalisasi Peran Pendidikan Dalam Pengembangan Ilmu Karakter Bangsa.. Kamus

PKn merupakan salah satu instrumen fundamental dalam bingkai pendidikan nasional sebagai media bagi pembentukan karakter bangsa (nation and character building) di

dengan pendekatan multimedia ini, maka kami mengajukan program pengabdian masyarakat dengan judul “Pemanfaatan Multimedia Teknik Camera Profesional Untuk Membantu Pembuatan