Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE Nomor Pengunggahan
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS
GUNADARMA
SURAT KETERANGAN
Nomor: 3/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : Nurul Hidayah
Nomor Penulis 140405
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Jalan Rasamala Gang N
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : MM/PB/PENELITIAN/3/2021
Judul Penelitian : PENGARUH PROMOSI DAN EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
GEPREK BENSU DI TEBET JAKARTA SELATAN Tanggal Penyerahan : 26 / 02 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 03/03/2021 16:35:13 PM, IP:139.192.137.35 Halaman 1/1
PENGARUH PROMOSI DAN EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GEPREK BENSU DI TEBET JAKARTA
SELATAN
Nurul Hidayah, SE. MM.
Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Gunadarma Jakarta Email: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Promosi dan Ekuitas Merek terhadap Keputusan Pembelian secara parsial dan simultan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengkonsumsi Geprek Bensu. Penelitian ini menggunakan metode Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Multikolineritas, Uji Heteroskedastisitas, Uji T, Uji F, Regresi Linier Berganda dan Koefisien Determinasi untuk mengetahui keputusan responden dalam keputusan pembelian. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Promosi dan Ekuitas Merek berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap Keputusan Pembelian Geprek Bensu.
Kata kunci: Promosi, Ekuitas Merek, Keputusan Pembelian ABSTRACT
This study aims to determine the effect of Promotion and Brand Equity on Purchasing Decisions partially and simultaneously. The subjects in this study were people who consumed Geprek Bensu. This research uses the method of Validity Test, Reliability Test, Normality Test, Multicolinearity Test, Heteroscedasticity Test, T Test, F Test, Multiple Linear Regression and Coefficient of Determination to determine the respondent's decision in purchasing decisions. The results of this study indicate that Promotion and Brand Equity have partial and simultaneous effect on Geprek Bensu Purchase Decisions
Keywords: Kualitas Pelayanan dan Fasilitas
PENDAHULUAN
Bisnis di bidang kuliner merupakan bisnis yang banyak diminati oleh pengusaha karena memiliki potensi berkembang yang cukup pesat. Hal ini juga membuat persaingan bisnis di bidang kuliner sangatlah tinggi.
Para pengusaha dituntut untuk dapat selalu berinovasi membuat produk mereka terus diingat oleh konsumen,salah satunya dengan menciptakan merek yang mudah diingat. Selain merek, promosi juga merupakan hal yang sangat penting untuk membuat konsumen tertarik membeli produk yang ditawarkan.
Menurut Tjiptono (2015), promosi merupakan elemen bauran pemasaran yang berfokus pada upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen akan merek dan produk perusahaan.
Sedangkan menurut Buchory dan Saladin dalam Aris Jatmika Diyatma (2017) promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan tentang produk perusahaan.
(Aaker, 1997) dalam jurnal (Rachel Dyah Wiastuti, Sarrah Kimberlee 2018) “Ekuitas merek merupakan seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan” Bagi pelanggan, ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pemasar/perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran d alam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.
Menurut Dharmmesta & Handoko (2010), Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Keputusan pembelian konsumen merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan dan terdiri dari tujuh komponen yaitu jenis produk, bentuk produk, merek, penjual, jumlah produk, waktu pembelian, dan cara pembayaran
Dalam sebuah bisnis, promosi dan ekuitas merek sangat diperlukan untuk menarik minat pelanggan termasuk bisnis kuliner dimana setiap masyarat ingin mencoba sesuatu yang baru, maka dari itu pembisnis kuliner harus memutar otak untuk membuat sesuatu yang baru agar dapat bersaing dalam usaha kuliner.
Dalam hal ini menu ayam yang menjadi kegemaran hampir semua masyarakat dan berbagai kalangan.
Dimana menu ayam yang menjadi kegemaran masyarakat dapat diolah dengan berbagai resep dan inovasi yang lebih kekinian seperti Ayam Geprek yang menjadi salah satu kuliner yang sedang hits di kalangan masyarakat, dengan harga yang relative murah dan rasa yang enak
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik meneliti mengenai pengaruh promosi dan ekuitas merek terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, naka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Bagaimanakah pengaruh promosi dan ekuitas merek secara parsial terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu?
Bagaimanakah pengaruh promosi dan ekuitas merek secara simultan terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu?
Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan aspek pemasaran yang digunakan, maka penulis membatasi permasalahan yang berkaitan dengan variabel yang teliti yaitu promosi dan ekuitas merek dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pemasaran
Pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009) adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dankelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Promosi
Menurut Tjiptono (2015), Promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Ekuitas Merek
Kotler dan Keller (2009), mendefinisikan ekuitas merek adalah sejumlah asset dan liabilitas yang berhubungan dengan merek, nama dan simbol, yang menambah atau mengurangi nilai dari produk atau pelayanan bagi perusahaan atau pelanggan perusahaan.
Keputusan Pembelian
Keputusan Pembelian adalah perilaku konsumen dalam menilai sesuatu produk sebelum membelinya.
Menurut Kismono (2011) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah kegiatan seseorang dalam membeli dan menggunakan produk barang atau jasa.
Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2009) mengemukakan yang dilakukan oleh konsumen pada saat membuat keputusan pembelian adalah:pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah membeli.
Model Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan landasan teori di atas, maka dalam penelitian ini terdapat variabel independen dan variabel dependen. Dimana variabel independen (bebas) dalam penelitian ini mencakup Promosi (X1) dan Ekuitas Merek (X2) serta variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah Keputusan pembelian (Y).
Hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut :
H1 : Pengaruh Promosi terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan H2 : Pengaruh Ekuitas Merek terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan
H3 : Pengaruh Promosi dan Ekuitas Merek terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan
METODE PENELITIAN
Populasi
Populasi adalah daerah generalisasi yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Menurut (Hadi, 2006), populasi merupakan sejumlah individu yang setidaknya mempunyaisatu ciri atau sifat yang sama. Dari polulasi ini diambil contoh atau sampel yang diharapkan dapat mewakili populasi serta memberikan batas- batas yang jelas. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah membeli Geprek Bensu di Jakarta.
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut (Sugiyono, 2016), sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili). Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian konsumen yang sudah pernah melakukan pembelian terhadap Geprek Bensu, di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk mendapatkan sample yang lebih representative, Maka Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebagai metode dalam pengambilan sampel. Menurut Sugiyono (2016), purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Alasan menggunakan teknik Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu,penulis memilih teknik Purposive Sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria- kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Kriteria yang dalam
utama dalam penelitian ini adalah pelanggan yang sudah pernah membeli Geprek Bensu. Dalam penelitian ini penulis mengambil teknik pengambilan sampel untuk mengetahui besarnya populasi yang tidak diketahui secara pasti, dengan menggunakan rumus Roa Purba (Sujarweni, 2015), yaitu:
Keterangan:
N = Jumlah sampel
Z = Tingkat keyakinan dalam penentuan sampel (95%=1,96)
Moe = margin of error kesalahan maksimum yang bisa ditolerir sebesar 10%
Dengan rumus di atas, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi antara skor tiap pertanyaan dengan skor total dari seluruh pertanyaan menggunakan uji statistika Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil uji Korelasi Pearson, pertanyaan pada kuesioner dianggap valid apabila nilai R hitung lebih besar dari R tabel.
Df (Degree Of Freedom) = n – k = 30 - 2 = 27 α (Tingkat Signifikansi) = 0,05 atau 5%
Tabel 1. Uji Validitas
Variabel r-Hitung r-Tabel df = n-2 Keterangan Promosi (X1)
X1.1 0,625 0.361 Valid
X1.2 0,485 0.361 Valid
X1.3 0,522 0.361 Valid
X1.4 0,578 0.361 Valid
X1.5 0,590 0.361 Valid
Ekuitas Merek (X2)
X2.1 0,512 0.361 Valid
X2.2 0,597 0.361 Valid
X2.3 0,708 0.361 Valid
Keputusan Pembelian (Y)
Y.1 0,686 0.361 Valid
Y.2 0,574 0.361 Valid
Y.3 0,673 0.361 Valid
Y.4 0,479 0.361 Valid
Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan tabel validitas dari masing-masing instrument pernyataan diatas, diketahui bahwa seluruh pernyataan pada setiap variabel (Promosi dan Ekuitas Merek pada Keputusan Pembelian) dinyatakan valid.
Hal ini dapat dilihat dari nilai r-Hitung masing-masing pernyataan yang bernilai lebih besar dari r-Tabel dalam penelitian ini, yaitu 0,361.
Uji Reliabilitas
Hasil pengujian reliabilitas instrument penelitian menunjukan bahwa semua penelitian adalah reliabel, hal ini dapat diketahui bahwa semua variabel penelitian mempunyai koefisien keandalan atau alpha ( ≥ ) 0,6 dan nilai cronbach alpha if item deleted lebih kecil dari nilai alpha.
Tabel 2. Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.825 12
Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha 0,825. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan untuk setiap variabel dalam penelitian ini reliabel, karena nilai Cornbach’s Alpha yang
diperoleh lebih besar dari 0,6 serta interpretasi tingkat reliabilitasnya adalah kuat.
Tabel 3. Reliabilitas Instrumen Pernyataan
Variabel Cronbach's
Alpha If Item Deleted
Batas Minimal Cronbach's Alpha
Keterangan
Promosi (X1)
X1.1 0.808 0,60 Reliabel
X1.2 0.821 0,60 Reliabel
X1.3 0.817 0,60 Reliabel
X1.4 0.814 0,60 Reliabel
X1.5 0.811 0,60 Reliabel
Ekuitas Merek (X2) X2.1 0.819 0,60 Reliabel
X2.2 0.811 0,60 Reliabel
X2.3 0.800 0,60 Reliabel
Keputusan Pembelian (Y)
Y.1 0.805 0,60 Reliabel
Y.2 0.812 0,60 Reliabel
Y.3 0.804 0,60 Reliabel
Y.4 0.821 0,60 Reliabel
Sumber: Data diolah, 2020
Dari tabel reliabilitas instrument pernyataan diatas, pada kolom Cronbach's Alpha If Item Deleted untuk masing-masing pernyataan sudah dapat dinyatakan reliabel karena memiliki nilai lebih besar dari nilai standart reliabilitas 0,6. Reliabilitas kurang dari 0,6 adalah sedang, sedangkan 0,7 kuat dan diatas 0,8 adalah sangat kuat. Karena nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,808 lebih dari 0,8 maka hasil dapat dinyatakan sangat kuat. Sedangkan jumlah items (N) adalah 12 items pernyataan. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang ada adalah reliabel dengan interpretasi tingkat reliabilitasnya sangat kuat.
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Menurut Umar (2008:77), uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang berdistribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji kolmogorov-smirnov dan dikatakan normal jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
Tabel 4. Hasil Pengujian Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.53790448
Most Extreme Differences Absolute .070
Positive .054
Negative -.070
Test Statistic .070
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
Gambar 1. Grafik Normal Probability Plot Sumber: Data Diolah, 2020
Berdasarkan hasil uji normalitas, pada uji kolmogrov smirnov diperoleh angka signifikansi 0,200 dengan menggunakan taraf signifikan 5%, maka lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residu tersebut berdistribusi normal karena 0,200 > 0,05.
Uji Multikolinieritas
Tabel 5. Uji Multikolinieritas Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error
Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 4.755 1.542 3.083 .003
Total_X1_Promosi .262 .075 .300 3.492 .001 .825 1.212
Total_X2_Ekuitas_Merek .556 .105 .454 5.281 .000 .825 1.212 a. Dependent Variable: Kepuasan_Konsumen
Sumber : Data Diolah, 2020
Berdasarkan uji Multikolinieritas diatas menunjukkan bahwa nilai tolerance Promosi (0,825), dan Ekuitas Merek (0,825) serta tidak terjadi Multikolinieritas karena data tolerance > 0,10. Sedangkan nilai VIF Promosi (1,212) dan Ekuitas Merek (1,212) artinya tidak terjadi Multikolinieritas karena nilai VIF < 10,00.
Uji Heteroskedastisitas
Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Diolah ,2020
Gambar di atas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk pola tertentu yang jelas, serta menyebar di atas dan di bawah maupun di sekitar angka 0 (nol) pada sumbu Y. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (Promosi dan Ekuitas Merek) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).
Hasil pengelolaan data dengan menggunakan software program SPSS versi 25, sebagai berikut:
Tabel 6. Uji Regresi Linier Berganda
Sumber: Data Diolah, 2020
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel diatas, apabila diuraikan dalam bentuk persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Y = 4,755 + 0,262X1 + 0,556X2 + e Berikut merupakan penjelasan mengenai persamaan regresi tersebut.
1. Nilai konstanta (a) sebesar 4.755 berarti keputusan pembelian bernilai 4,755. Apabila variabel promosi, dan ekuitas bernilai nol (0), maka keputusan pembelian (Y) bernilai 4,755.
2. Nilai β1 atau koefisien regresi untuk variabel promosi (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0,262 dan bernilai positif. Artinya, jika variabel promosi meningkat sebesar satu satuan, maka variabel keputusan pembelian (Y) juga akan meningkat sebesar 0,262 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya bernilai tetap.
3. Nilai β2 atau keofisien regresi untuk variabel ekuitas merek (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0,556 dan bernilai positif. Artinya, jika variabel ekuitas merek meningkat sebesar satu satuan, maka variabel keputusan pembelian juga akan meningkat 0,556 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya bernilai tetap.
Uji Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui masing-masing variabel bebas berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel terikat, hasil pengelolaan data dengan menggunakan SPSS versi 25 adalah:
Tabel 7. Uji Parsial (Uji t) Coeffcientsa
Model Unstandardized
Coeffcients
Standardized Coeffcients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.755 1.542 3.083 .003
Total_X1_Promosi .262 .075 .300 3.492 .001
Total_X2_Ekuitas_Merek .556 .105 .454 5.281 .000 a. Dependent Variable: Total_Y_Keputusan_Pembelian
Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 7 dengan SPSS versi 25, untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen maka dapat dilihat dari nilai signifikansi pada tabel di atas.
Apabila nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan bila < 0,05 maka H0 ditolak. Berdasarkan hasil perhitungan data yang diperoleh maka didapatkan hasil output pada tabel Coeffcients sebagai berikut : 1. Variabel Promosi, memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka dinyatakan H1 diterima dan H0
ditolak. Hal ini menunjukan bahwa promosi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian.
2. Variabel Ekuitas Merek, memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka dinyatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa ekuitas merek berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian.
Coeffcientsa
Model Unstandardized
Coeffcients
Standardized Coeffcients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.755 1.542 3.083 .003
Total_X1_Promosi .262 .075 .300 3.492 .001
Total_X2_Ekuitas_Merek .556 .105 .454 5.281 .000
a. Dependent Variable: Total_Y_Keputusan_Pembelian
Uji Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel bebas berpengaruh segnifikan terhadap variabel terikatnya, dengan kriteria berikut:
Jika p-value > 0,05 maka H0 diterima.
Jika p-value < 0,05 maka H1 diterima.
Tabel 8. Uji Simultan (Uji F) ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 162.360 2 81.180 33.630 .000b
Residual 234.150 97 2.414
Total 396.510 99
Dependent Variable: Total_Y_Keputusan_Pembelian
Predictors: (Constant), Total_X2_Ekuitas_Merek, Total_X1_Promosi Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan hasil pengolahan data uji simultan pada tabel 8 diperoleh hasil F hitung sebesar 33,630 dengan tingkat signifikan 0,000. Nilai F hitung (33,630) > F tabel (3,09) dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti H3 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Promosi (X1) dan Ekuitas Merek (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y).
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel bebas (variabel X) mempengaruhi variabel terikat (variabel Y). Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 sampai dengan 1.
Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .640a .409 .397 1.554
a. Predictors: (Constant), Total_X2_Ekuitas_Merek, Total_X1_Promosi b. Dependent Variable: Total_Y_Keputusan_Pembelian
Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan hasil dari pengolahan data tabel 9 diatas, diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0.397 atau 39,7%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yaitu Promosi (X1) dan Ekuitas Merek (X2) terhadap variabel dependen yaitu Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0,397 atau 39,7%. Sedangkan sisanya sebesar 0,603 atau 60,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
PENUTUP Simpulan
Dari hasil penulisan yang dilakukan dalam penelitian ini mengenai Pengaruh Promosi dan Ekuitas Merek terhadap Keputusan Pembelian Geprek Bensu di Tebet, Jakarta Selatan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel Promosi dan Ekuitas Merek berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu.
2. Variabel Promosi dan Ekuitas Merek berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu.
Saran
Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian yang uraikan oleh penulis diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya serta dapat meningkatkan daya beli di masyarakat terhadap Geprek Bensu. Adapun beberapa saran yang dapat diusulkan oleh peneliti, sebagai berikut:
1. Bagi perusahaan diharapkan untuk lebih berinovasi dalam melakukan berbagai metode dalam berpromosi
serta lebih berinovasi untuk membuat menu-menu baru yang akan menjadi minat dan manfaat dimasyarakat.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa mengambil sampel atau populasi yang lebih besar agar dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Serta diharapkan untuk mengkaji mengenai variabel yang tidak terdapat dipenelitian ini seperti harga dan kualitas pelayanan, agar dapat lebih mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian.
DAFTAR PUSTAKA
Dharmmesta, Basu Swasta dan Hani Handoko. 2010. Manajemen Pemasaran: Analisa dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta: BPFE.
Diyatma, Aris Jaatmika. 2017. Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Produk Saka Bistro & Bar. E-Proceeding of Management. Vol.4, No.1. ISSN: 2355-9357.
Hadi, Sutrisno. 2006. Analisis Regresi, Yogyakarta: Andi Offset.
Kismono, Gugup. 2011. Bisnis Pengantar. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Yogyakarta.
Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Jilid 1. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sujarweni, V., Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tjiptono, Fandy. 2015). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: ANDI.
Umar, Husein. 2008. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Wiastuti, Rachel Dyah & Kimbeerlee, Sarah. 2018. Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian di Simetri Coffee Roaster Puri Jakarta. Jurnal Pariwisata. Vol. 5, No. 2, September 2018, pp 133-146.