21 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Program Persiapan Pensiun PLN
Kegiatan atau aktivitas yang diselenggarakan untuk menjelang masa pra pensiun dilakukan di tahun 2000 oleh PT. PLN(Persero) Unit Layanan Salatiga, dengan menawarkan kegiatan kewirausahaan yang dimulai dari usaha peternakan, usaha bengkel, kuliner, dan juga haji umroh, serta wisata kerohanian bagi karayawan yang akan purna bakti dan beragama non muslim, tujuannya adalah sebagai pembekalan dan motivasi hidup, serta bagaimana peran spiritualitas di usia emas. Kemudian, adanya simulasi dan diskusi kelompok bagaimana berinvestasi dan melakukan kunjungan ke lokasi wirausaha. Pada akhirnya diharapkan bahwa para karyawan yang akan purna bakti mampu membangun sebuah usaha yang dapat membantu disaat pensiun.
Gambar 4.1. Bentuk Program Persiapan Pensiun PLN Sumber : Hasil wawancara PLN salatiga 2010
22
Program kewirausahaan ini dilaksanakan pertama pada tahun 2000 dan kemudian akhir-akhir ini ditambah lagi wisata religi atau kerohanian bagi karyawan muslim maupun non muslim, pihak PLN mengharapkan dengan adanya program-program yang diselenggarakan dapat mensejahterakan karyawan setelah pension baik di sisi keuangan, kesiapan mental, maupun kerohanian.
Program kewirausahaan biasanya dilaksanakan sebelum pension, karyawan akan mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai minat darti karyawan tersebut. Ada beberapa pelatihan seperti contoh peternakan, perkebunan, bengkel, sampai makanan ataupun usaha lain seperti membangun kos-kosan.
Karyawan juga akan dibawa untuk kunjungan ke tempat-tempat perusahaan untuk melihat proses pembuatan suatu produk. Pelatihan wirausaha ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi karyawan yang akan memasuki masa pension agar dapat diterapkan pada waktu menjalani masa pension, hal ini berguna ketika apa yang diselenggarakan pihak PLN dapat diterima dan berguna pada saat karyawan memasuki masa Pensiun, PLN tau betul bahwa karyawan ketika memasuki masa pension memiliki penghasilan maupun kesibukan tidak seperti pada waktu bekerja, sehingga program yang dilakukan diharapkan dapat membantu dalam sisi pendapatan maupun kegiatan yang dilakukan pensiunan ketika memasuki masa pension agar karyawan tersebut lebih siap dalam menghadapi masa pension
Program Kerohanian atau religi dilaksanakan bagi karyawan yang ingin melakukan ibadah umroh bagi yang beragama muslim sedangkan karyawan non muslim seperti yang beragama Kristen pergi ke Yerusalem begitu juga Hindu, Budha dan lain-lain. Wisata Religi/Kerohanian yang diselenggarakan PLN bertujuan untuk membantu karyawan yang ingin melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing pensiunan. Contohnya
23
seperti bagi yang beragama islam dapat mengikuti Umroh di mekah, kemudian yang beragama Kristen bisa pergi ke Yerusalem. Hal ini dilakukan agar membantu karyawan yang ingin melakukan ibadah seperti contoh umat islam melakukan ibadah imroh ke mekah, Pihak PLN berharap kegiatan yang diikuti juga sama seperti Pelatihan Wirausaha yaitu dapat membantu karyawannya dalam menghadapi masa pension, dalam hal ini lebih ke kesiapan mental bagi para pensiunan.
Dari pihak PLN sendiri mengatakan bahwa akhir-akhir ini karyawan yang pension banyak yang lebih memilih program wisata religi atau kerohanian karena kebanyakan karyawan ada yang sudah melakukan bisnis atau usaha-usaha kecil jauh hari sebelum mereka pension, sehingga ketika ada program tersebut mereka kebanyakan memilih wisata religi atau kerohanian karena dapat meringgankan biaya, dan juga seperti contoh karyawan muslim sangat ingin sekali mengikuti ibadah umroh ke mekah apalagi biaya ditanggung pihak PLN. Bagi karyawan yang mengikuti pelatihan kewirausahaan hanya sedikit minat, biasanya mereka memang betul-betul belum memiliki bisnis atau usaha sehingga mereka ingin belajar, atau karyawan yang ingin mendalami suatu usaha yang sudah dimiliki sehingga mau mengikuti program pelatihan kewirausahaan tersebut.
PLN sendiri tidak membatasi karyawan harus memilih program apa yang mereka ingin, jadi karyawan bebas untuk memilih program apa yang ingin diikuti ketika ditawarkan PLN pada waktu menjelang masa pension, namun PLN hanya mengharapkan tujuan utama dari pelaksanaan program tersebut yaitu karyawannya dapa siap menghadapi pension baik secara keuangan, mental ataupun kerohanian seseorang. Intinya dari program- program tersebut dapat mensejahterakan karyawan setelah mereka memasuki masa pensiun.
24
4.2. Gambaran Program Persiapan Pensiun yang di ikuti narasumber Hasil wawancara peneliti mengenai gambaran program persiapan pension yang diikuti oleh narasumber dan bagaimana pendapat karyawan pensiunan terhadap program persiapan pension yang disediakan perusahan sangat beragam. Pertanyaan wawancara diantaranya jenis program yang diikuti, berapa lama proses pelatihan kemudian tujuan. Ada beberapa contoh hasil wawancara yang dilakukan yaitu NS1 yang mengikuti program religi atau kerohanian mengatakan bahwa prosesnya dilakukan selama mulai dari berangkat sampai selesai ibadah umroh. Tujuannya yaitu;
“Saya bisa mengikuti umroh dapat bantuan dari PLN. Disana bisa mengikuti salah satu syarat di agama saya, bisa mendekatkan diri pada yang
maha Kuasa, bisa tenang menghadapi pension”
Selengkapnya mengenai gambaran program persiapan pension karyawan yang mengikuti program religi atau kerohanian dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1
Gambaran Program Persiapan Pensiun PT. PLN (Persero) Kode
JENIS
PROGRAM TUJUAN
BERAPA LAMA
NS1
Religi/Kerohania n
Untuk Religi/Kerohania
n waktu pelaksanaan
mulai dari berangkat umroh
sampai selesai
ya itu tadi tujuannya seperti itu, sesuai di bidang
keinginan atau kemauannya saya sebagai pensiunan yang harus digeluti entah
pedagangan, pertanian dan lain-lain”
begitu juga dengan Religi.
Saya bisa mengikuti umroh dapat bantuan dari PLN.
25
Disana bisa mengikuti salah satu syarat di agama saya, bisa mendekatkan diri pada yang maha Kuasa, bisa tenang menghadapi pension.
NS2
Religi/Kerohania n
Untuk Religi/Kerohania
n waktu pelaksanaan
mulai dari berangkat umroh
sampai selesai
“ kalo yang pembekalan- pembekalan tujuannya setelah purna bisa mencari uang
tambahan sesuai yang dipilih, apa membuat makanan, apa pertanian jadi mempunyai
kesibukan yang menghasilkan setelah pension, gitu,, kalo saya kan kerohanian jadi ke
meka bisa beribadah, mendekatkan diri sama yang di atas, bisa belajar
bersyukur, bersabar, kan secera tidak langsung kita beribadah berarti belajar ikhlas ketika menghadapi pensiun.
NS4
Religi/Kerohania n
Untuk Religi/Kerohania
n waktu pelaksanaan
mulai dari berangkat umroh
sampai selesai
“yaa ndak tahu itu kan tujuannya PLN mungkin supaya karyawannya kalo pension punya hobi atau punya kesibukan atau punya usaha. Karna PLN tau kalo pensiunannya itu sedikit kalo pesangon lumayan banyak”
Kalo untuk religi ya PLN tujuannya mungkin bisa membantu karyawan untuk beribadah Umroh di Tanah suci mekah, kan salah satu kewajiban umat Islam.”
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
26
NS5 yang mengikuti program pelatihan kewirausahaan mengatakan bahwa program dilaksanakan selama 2 minggu masa pelatihan dengan tujuan;
“tujuannya ya biar kita ada kegiatan jadi yang setelah pension itu kan biasanya dikantor, nanti kalo pensiun kan gaada kegiatan jadi kita pension sudah dapat uang kan bisa usaha contohnya seperti,, ahh aku tak beli mesin
cuci ahh,buat londry gitu jadi kana da kegiatan gitu loh”
Selengkapnya mengenai gambaran program persiapan pension karyawan yang mengikuti pelatihan wirausaha dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2
Gambaran Program Persiapan Pensiun PT. PLN (Persero) Kode
JENIS
PROGRAM BERAPA LAMA TUJUAN
NS3
Pelatihan Wirausaha
2 minggu masa pelatihan
“tujuannya sebetulnya ya membekali orang- orang yang pension itu supaya setelah
pensiun itu bisa punya kegiatan atau
penghasilan tambahan”
NS5
Pelatihan Wirausaha
2 minggu masa pelatihan
“tujuannya ya biar kita ada kegiatan jadi yang setelah pension itu kan biasanya dikantor, nanti kalo pensiun kan gaada kegiatan jadi kita pensiun sudah dapat uang kan bisa usaha contohnya seperti,, ahh aku tak beli mesin cuci ahh,buat londry gitu
27
jadi kana da kegiatan gitu loh”
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
Hasil wawancara dari kelima narasumber semua mengatakan bahwa tujuan utama adalah kesejahteraan karyawan setelah memasuki masa pensiun. Pembekalan-pembekalan yang dilakukan agar karyawan lebih siap dalam menghadapi masa pension.
4.3. Manfaat Program Persiapan Pensiun kepada pegawai setelah mereka pension
Hasil wawancara peneliti mengenai apakah program yang dilaksanakan pihak perusahan memberi manfaat terhadap karyawan setelah mereka memasuki masa pension sangat beragam. Pertanyaan yang dilakukan yaitu tentang jenis program dan juga manfaat yang dirasakan dari program tersebut. Ada beberapa contoh jawaban dari karyawan seperti contoh NS2 yang mengikuti religi atau kerohanian mengatakan bahwa;
“umroh itu? Ya itu kan lebih mendekatkan diri toh sama Allah,, ya itu kalo yang namanya ibadah itu udah pokoknya latihan berpasrah diri sudah gak memikirkan yang macem-macem harus lebih menata diri, menata hati, jadi
kalo umroh tuh gitu”
Selengkapnya mengenai apakah program pensiun yang dilaksanakan perusahaan memberi manfaat kepada pegawai setelah pension, wawancara pada karyawan yang mengikuti program wisata religi atau kerohanian dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
28 Tabel 4.3
Manfaat Program Persiapan Pensiun Kode
JENIS
PROGRAM MANFAAT
NS1 Religi/Kerohanian
“ iya kalo yang saya alami itu misalkan dari pembekalan warung saya ini kan sudah membantu banyak ekonomi setelah pension, jadi sangat membantu apabila seseorang menjalankan pembekalan tersebut dengan baik
NS2 Religi/Kerohanian
“umroh itu? Ya itu kan lebih mendekatkan diri toh sama Allah,, ya itu kalo yang namanya ibadah itu udah pokoknya latihan berpasrah diri sudah gak memikirkan yang macem- macem harus lebih menata diri, menata hati, jadi kalo umroh tuh gitu. Kalo yang pembekalan-pembekalan itu seperti nanti bisa jualan, atau kalo pertanian atau melihara sapi, kambing,, gituu”
NS4 Religi/ Kerohanian
“ya adalah kalo umroh kan saya bisa melihat tanah suci kan rukun di agama saya, rukun Islam kan salah satunya saya menjalankan syarat-syarat di agama saya, ya kalo gaada program itu mungkin saya kalo mau merencanakan umroh kan
menabung biaya sendiri kan, ya membantu lah”.
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
NS5 yang mengikuti program pelatihan wirausaha mengatakan bahwa :
“ya manfaatnya bisa untuk kegiatan, bisa untuk tambahan penghasilan karna penghasilannya tidak seperti pada waktu kerja gitu.”.
Selengkapnya mengenai apakah program pensiun yang dilaksanakan perusahaan memberi manfaat kepada pegawai setelah pension, wawancara
29
pada karyawan yang mengikuti program pelatihan wirausaha dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4
Manfaat Program Persiapan Pensiun Kode
JENIS
PROGRAM MANFAAT
NS3
Pelatihan Wirausaha
Manfaatnya cukup membantu namun saya rasa masih kurang untuk waktu pelaksanaannya, seharusnya bisa lebih lama biar dapat dikuasai dengan baik lagi
NS5
Pelatihan Wirausaha
“ya manfaatnya bisa untuk kegiatan, bisa untuk tambahan penghasilan karna penghasilannya tidak seperti pada waktu kerja gitu..
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
Manfaat yang didapat dari program persiapan pension yang disediakan pihak PLN terhadap karyawan pensiunan dapat disimpulkan dari hasil wawancara bahwa kegiatan dapat dikatakan sangat membantu bagi mereka dalam menghadapi masa pension. Namun sebagian dari mereka mengatakan bahwa hal itu sangat membantu apabila seseorang dapat merealisasikannya pada waktu pensiun. Ada juga yang mengatakan bahwa tergantung masing- masing orang dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi pension. Jika di kaitkan dengan tujuan dari PLN yaitu untuk mensejahterakan karyawannya berarti kegiatan ini cukup membantu karyawan dalam menghadapi masa pensiun.
4.4. Kaitan program persiapan pensiun yang diselenggarakan perusahaan dengan retirement syndrome
Hasil wawancara peneliti mengenai kaitan program persiapan pension yang diselenggarakan pihak PLN dengan retirement syndrome hampir sama jawaban dari setiap narasumber. Sebagian besar mengatakan bahwa sebenarnya yang mereka rasakan itu pada waktu pension tergantung
30
masing-masing pribadi, kalau dari sisi kerohanian mungkin sedikit membantu ketika beribadah umroh mungkin setelah itu dapat membantu menenangkan hati sehingga kaitannya dengan retirement syndrome itu tergantung masing-masing orang menanggapi masa pension mereka. Ada contoh jawaban mengenai kaitan Program persiapan pensiun dengan retirement syndrome seperti NS4 :
“itu kan pribadi seseorang, jadi kesiapan mental seseorang jadi tergantung pribadi seseorang, kalo saya siap contohnya kan saya udah pension ada usaha berarti kan saya gak stress, saya punya hiburan, saya aja udah sakit diabetes udah 15 tahun tapi saya cuek aja, soal kita mau diambil yang kuasa
itu urusannya Tuhan yaa toh,”
Selengkapnya mengenai kaitan Program Persiapan Pensiun yang diselenggarakan PLN dengan retirement syndrome, wawancara pada karyawan yang mengikuti program wisata religi atau kerohanian dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut :
Tabel 4.5
Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan retirement syndrome Kode
JENIS PROGRAM
Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan retirement syndrome
NS1 Religi/Kerohanian
“sebetulnya kalo kegiatan ya orang itu memang butuh kegiatan. Saat kerja trus setelah tidak bekerja trus dirumah tetapi setelah saya purna, kegiatan saya dirumah sebetulnya lebih banyak dari kegiatan dikantor, hanya bedanya kalo dikantor itu memerlukan pemikiran tapi kalo dirumah kebanyakan membutuhkan tenaga itu banyak sekali, waktu itu cepat sekali malah dirumah itu, banyak kegiatan seperti diwarung, ambil gas, ambil blanjaan, dipasar untuk warung dan sebagainya jadi menurut saya sudah cukup melebihi kegiatan pada waktu masih kerja. Trus kalau masalah pandangan orang setelah pension,
31
itu sebenarnya masalah hubungan saja selama dikantor itu mau setinggi apapun tetapi hubungan kita dengan seseorang baik, dengan klien dan sebagainya jadi tidak ada masalah dengan kaitanya dengan apakah harus hormat dan sebagainya itu menurut saya tidak masalah, yang saya alami malah kawan-kawan saya pun istilahnya tidak meremehkan saya, karna saya pun di kantor tidak berbuat kayak punya kuasa atau sebagainya jadi setelah keluar dari kantor tidak ada masalah, saya tidak merasakan hal- hal yang seperti itu. Termasuk warga pun biasa- biasa saja”
NS2 Religi/Kerohanian
“saya justru pension sudah tenang, senang,, iya tohh, saya diberi sama Allah umur panjang bisa memasuki masa pension, trus menikmati pesangon yang diberikan sama perusahaan, ya gituu jadi, karna saya waktu kerja kan ga pernah menduduki jabatan jadi di staff terus jadi biasa saja, mungkin yang gitu-gitu tuh yang punya jabatan terutama kaum lelaki tapi mungkin kan pendapat orang sendiri-sendiri”
NS4 Religi/ Kerohanian
“itu kan pribadi seseorang, jadi kesiapan mental seseorang jadi tergantung pribadi seseorang, kalo saya siap contohnya kan saya udah pensiun ada usaha berarti kan saya gak stress, saya punya hiburan, saya aja udah sakit diabetes udah 15 tahun tapi saya cuek aja, soal kita mau diambil yang kuasa itu urusannya Tuhan yaa toh,”
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
NS5 yang mengikuti program pelatihan wirausaha mengatakan bahwa;
“kalo kitan itu satu tahun sebelum pension itu kita sudah harus mengatur diri,,anak-anak kita diberi tahu semua kalo sudah mau pensiun jadi diatur
dulu yang dapatnya segini sekarang kita kurangi,, dulu gajinya sekian, skarang sekian.. nah gitu trus kalo sekarang kan kita ada grup jadi kalo ada
pengajian atau apa gitu kita ikut jadi enak gitu mas.. nah kalo masalah
32
kaitannya sama program itu tergantung persiapan dari masing-masing orang kadang-kadang kasihan juga ada yang langsung stress, sakit karna apa, mereka tidak mempersiapkan diri ga ada kegiatan,, jadi gini kalo saya
itu jauh-jauh hari sudah persiapan
Selengkapnya mengenai kaitan Program Persiapan Pensiun yang diselenggarakan PLN dengan retirement syndrome, wawancara pada karyawan yang mengikuti program pelatihan wirausaha dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut :
Tabel 4.6
Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan retirement syndrome Kode JENIS PROGRAM
Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan retirement syndrome
NS3 Pelatihan Wirausaha
“yaaa gimana yaa,, kalo siap dan tidaknya itu kan tergantung orangnya, kan namanya pension ini kan mau gak mau tetap harus pension jadi harus siap menerima, ehh gini jadi kalo saya pribadi yaa istilahnya sudah siap, jadi masalah lain-lain ya sudah kita jalankan sesuai apa yang ada setelah kita pension”
NS5 Pelatihan Wirausaha
“kalo kitan itu satu tahun sebelum pension itu kita sudah harus mengatur diri,, anak- anak kita diberi tahu semua kalo sudah mau pension jadi diatur dulu yang dapatnya segini sekarang kita kurangi,, dulu gajinya sekian, skarang sekian.. nah gitu trus kalo sekarang kan kita ada grup jadi kalo ada pengajian atau apa gitu kita ikut jadi enak gitu mas..
nah kalo masalah kaitannya sama program itu tergantung persiapan dari masing-masing orang kadang-kadang kasihan juga ada yang langsung stress, sakit karna apa, mereka tidak mempersiapkan diri ga ada kegiatan,, jadi gini kalo saya itu jauh-jauh hari sudah persiapan.
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
33
Program persiapan pension yang disediakan PLN jika dikaitkan dengan retirement syndrome dapat dikatakan program wisata religi atau kerohanian yang lebih dirasakan manfaatnya karena tujuan dari Karyawan pensiunan kebanyakan setelah pensiun yaitu beristirahat dan menikmati masa-masa dimana mereka tidak memiliki kesibukan yang banyak ketika waktu bekerja, dengan demikian diberikan suatu kekayaan mental rohani sebagai bekal itu memperkuat mereka, contohnya lebih pasrah, lebih bisa bersyukur terhadap hidup yang mereka jalani setelah memasuki masa pension sehingga tujuan dari pihak PLN untuk membantu karyawan mempersiapkan mental rohani mereka dengan cara program wisata religi atau kerohanian membantu menekan retirement syndrome.
Program pelatihan wirausaha sendiri memiliki tujuan membuat karyawan lebih mandiri secara ekonomi kemudian memiliki kesibukan setelah pension. Hal ini jika dikatikan dengan retirement syndrome dapat dikatakan tujuan dari Program tersebut dapat membantu menekan retirement syndrome jika karyawan pensiunan dapat menerapkan apa yang di dapat ketika mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut ketika mereka pensiun dengan baik, sehingga hal ini tergantung masing-masing karyawan mempersiapkan diri mereka pada waktu pensiun.
4.5. Saran dari karyawan pensiunan terhadap program pension yang disediakan
Hasil wawancara peneliti mengenai saran dari karyawan pensiunan terhadap program persiapan pensiun yang di sediakan sangat beragam, namun hampir semua memiliki kaeinginan agar program pensiun harus tetap ada bila perlu di tambah atau diperbaiki lagi yang masih kurang. masing- masing narasumber memiliki saran seperti contoh NS2 mengatakan :
34
“ya sarannya kalo semacam pembekalan-pembekalan itu ya diteruskan aja untuk generasi
selanjutnya, karna kan juga bagus itu,, itu aja sarannya”
Selengkapnya mengenai saran dari karyawan pensiunan terhadap program persiapan pension yang disediakan PLN, wawancara pada karyawan yang mengikuti program wisata religi atau kerohanian dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut
Tabel 4.7
Saran dari Karyawan terhadap program yang disediakan
Kode JENIS PROGRAM SARAN
NS1 Religi/Kerohanian
“ ya itu tadi saran saya program itu jangan terlalu mepet atau terlalu dekat dengan masa purna sehingga orang itu benar-benar bisa
mempersiapkan dikala dia masih mampu secara finansial karna masih mendapatkan gaji sehingga dia itu merintis jika gagal dia no problem masalah ekonomi gitu loh karna masih menerima gaji dari PLN. Mudah- mudahan dari PLN itu kalo bisa panjenengan menyampaikan itu peling dekat ya 2 tahun sekali.
NS2 Religi/Kerohanian
“ya sarannya kalo semacam pembekalan- pembekalan itu ya diteruskan aja untuk generasi selanjutnya, karna kan juga bagus itu,, itu aja sarannya”
NS4 Religi/ Kerohanian
“ohhh saran buat PLN kalo misalkan ngsih pembekalan yang serius, waktunya agak lumayan panjang supaya betul-betul pegawai yang pension bisa meniru ilmu yang di dapat dari pembekalan itu. Kan waktunya Cuma 2 minggu, 2 minggu kursus apa itu? Kalo otomotif ya baru buka mu raja gitu. Sama kalo umroh ya kalo bisa kalo memang membantu ya jangan separuh, penuh lah.. ya saran saya itu “
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
NS5 yang mengikuti program pelatihan wirausaha mengatakan bahwa :
35
“saran saya ya dipertahannkan bila perlu ditambah lagi, kan sudah bagus ini pembekalan-
pembekalannya.. itu aja”
Selengkapnya mengenai saran dari karyawan pensiunan terhadap program persiapan pension yang disediakan PLN, wawancara pada karyawan yang mengikuti program pelatihan wirausaha dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut :
Tabel 4.8
Saran dari Karyawan terhadap program yang disediakan Kode
JENIS
PROGRAM SARAN
NS3
Pelatihan Wirausaha
“ohh bagi PLN, ya supaya ditingkatkan lagi lah misalkan kalo pembekalan ya jangan sampe terlambat lagi lah paling ndak sudah dipanggil lebih awal jadi istilahnya orangnya masih semangat gitu”
NS5
Pelatihan Wirausaha
“saran saya ya dipertahannkan bila perlu ditambah lagi, kan sudah bagus ini pembekalan- pembekalannya.. itu aja”
Sumber : Hasil wawancara pensiunan PLN Salatiga 2019
Saran dari karyawan pensiunan terhadap pihak PLN banyak yang menginginkan program persiapan pension tersebut dapat diperbaiki lagi, bila perlu ditambahkan sehingga generasi berikutnya betul-betul merasakan manfaat dari Program Persiapan Pensiun yang disediakan pihak PLN.
Karyawan pension mengharapkan agar programnya bisa lebih baik lagi kedepan dan tidak berhenti.
Program persiapan pension yang disediakan PLN dapat dikatakan berhasil ketika dilihat dari tujuan PLN untuk mensejahterakan karyawan setelah mereka pension, karena hasil wawancara narasumber, mereka mengatakan program-program tersebut cukup membantu mereka dalam
36
menghadapi masa pension. Ada bebarapa yang mengatakan agar program juga harus mempertimbangkan waktu pelaksanaan, kalua bisa tidak hanya 2 minggu untuk pelatihan wirausaha sehingga apa yang di dapat lebih bisa berguna ketika dipahami dengan baik.