• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENSTRA DINAS KESEHATAN PROVINSI BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENSTRA DINAS KESEHATAN PROVINSI BALI"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN PEMERINTAH PROVINSI BALI | 2016

RENSTRA DINAS KESEHATAN

PROVINSI BALI 2013-2018

(2)

KATA PENGANTAR

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013-2018 disusun sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan mengacu pada RPJMD Provinsi Bali tahun 2013-2018, Renstra Kemeterian Kesehatan RI dan Sistem Kesehatan Nasional.

Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013-2018 dilakukan dengan mengikutsertakan berbagai unsur di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Diharapkan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013-2018 dapat menjadi acuan resmi bagi penyusunan Rencana Kerja SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dengan tersusunnya Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013- 2018 kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas kontribusinya dalam penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013-2018.

Kami menyadari bahwa Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013-2018 masih belum sempurna, karenanya masukan yang bersifat konstruktif sangat diharapkan.

Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan sinar suci-Nya dan kekuatan bagi kita sekalian dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Bali

Denpasar, Januari 2016 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali

dr. Ketut Suarjaya, MPPM Pembina Utama Madya NIP. 19620115 198710 1 001

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GRAFIK ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud dan tujuan Penyusunan Rencana Strategis ... 3

1.3. Landasan Hukum ... 4

1.4. Sistematika Penyusunan ... 6

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD ... 7

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD ... 7

2.2. Sumber Daya ... 19

2.2.1. Sumber Daya Manusia ... 19

2.2.2. Sarana Pelayanan Kesehatan ... 21

2.3. Pengelolaan Keuangan SKPD ... 24

2.4. Kinerja Pelayanan SKPD ... 28

2.4.1. Derajat Kesehatan ... 28

2.4.2. Pelayanan Kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan ... 31

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 35

3.1. Analisis Gambaran Pelayanan SKPD ... 36

3.2. Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga Dan Renstra Kabupaten. ... 66

3.3. Penetapan Isu Startegis ... 66

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 69

4.1. Visi ... 69

4.2. Misi Dinas Kesehatan Provinsi Bali ... 71

4.3. Tujuan ... 71

4.4. Sasaran Strategis ... 74

4.5. Arah Kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi Bali ... 80

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA ... 85

5.1. Rencana Program, Kegiatan dan Indikator Kinerja ... 86

BAB VI PENUTUP ... 94 LAMPIRAN

(4)

iii DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural Dinas Kesehatan

Provinsi Bali Tahun 2013 ... 20

Tabel 2. 2 Jumlah Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali Tahun 2012 ... 21

Tabel 2. 3 Jumlah Puskesmas Pembantu dan Pusling Tahun 2012 ... 22

Tabel 2. 4 Data Rumah Sakit Pemerintah di Provinsi Bali Tahun 2008 s/d 2012 ... 22

Tabel 2. 5 Data Rumah Sakit Swasta di Provinsi Bali Tahun 2008 s/d 2012 ... 23

Tabel 2. 6 Jumlah dan Realisasi Anggaran APBD Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2008-2012 ... 24

Tabel 2. 7 Prosentase Anggaran Dinas Kesehatan terhadap APBD Provinsi Bali Tahun 2008-2012 ... 25

Tabel 2. 8 Anggaran dan Realisasi Pendanaan APBD... 26

Tabel 2. 9 Angka Kematian Neonatus, angka kematian bayi dan Angka kematian Balita Tahun 2012 ... 28

Tabel 2. 10 Angka kematian Ibu di Povinsi Bali Tahun 2008-2012 ... 29

Tabel 2. 11 Pencapaian Indikator Derajat Kesehatan di Provinsi Bali Tahun 2008- 2012 ... 30

Tabel 2. 12 Pencapaian Pelayanan Kesehatan sesuai SPM Kab/Kota Di Provinsi Bali Tahun 2008-2012 ... 31

Tabel 3. 1 Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah ... 36

Tabel3. 2 Angka Kematian Bayi dan Angka Kelangsungan Hidup Bayi di Provinsi Bali Tahun 2008-2012 ... 39

Tabel 3. 3 Angka Harapan Hidup Kabupaten/Kota, Provinsi Bali dan Nasional ... 41

Tabel 3. 4 Prevalensi Anak Umur 0-4 Tahun (Balita) dengan Gizi Buruk dan Gizi Kurang Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007, Provinsi Bali ... 42

Tabel 3. 5 Rasio Posyandu dan Jumlah Balita Tahun 2008 – 2012, Provinsi Bali ... 44

Tabel 3. 6 Rasio Posyandu dan Jumlah Balita Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012 Provinsi Bali ... 45

Tabel 3. 7 Rasio Jumlah Penduduk per Puskesmas, Poliklinik Non-Pemerintah dan . 46 Tabel 3. 8 Jumlah Rumah Sakit dan Rasio per Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012 Provinsi Bali ... 47

Tabel 3. 9 Jumlah Dokter Tahun 2008 – 2012, Provinsi Bali ... 48

Tabel 3. 10 Jumlah Dokter Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Bali Tahun 2012 ... 48

Tabel 3. 11 Jumlah tenaga Medis tahun 2008-2012, Provinsi Bali ... 49

Tabel 3. 12 Persentase Ibu Hamil yang Kelahiran Bayinya Ditolong oleh Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2008-2012, Provinsi Bali .... 50

Tabel 3. 13 Persentase Cakupan Imunisasi Campak Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2008-2012, Provinsi Bali ... 52

Tabel 3. 14 Jumlah Balita Gizi Buruk yang dijumpai melaui posyandu/Puskesmas Dan Pelayanan kesehatan lain di Provinsi Bali tahun 2008-2013 ... 52

(5)

iv Tabel 3. 15 Jumlah Kasus TBC yang Dilaporkan Menurut Kabupaten/Kota Tahun

2008-2012, Provinsi Bali ... 53 Tabel 3. 16 Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dilaporkan ke Dinas

Kesehatan Provinsi Bali per kabupaten/kota sejak tahun 2008 sampai

dengan tahun 2012 ... 55 Tabel 3. 17 Cakupan Puskesmas Tahun 2008- 2012 ... 55 Tabel 3. 18 Cakupan Puskesmas Pembantu Tahun 2008-2012... 56 Tabel 3. 19 Jumlah kasus rabies pada manusia yang dilaporkan ke Dinas

Kesehatan Provinsi Bali per kabupaten/kota sejak tahun 2008 sampai

dengan tahun 2012 ... 61 Tabel 3. 20 Jumlah gigitan anjing pada manusia yang dilaporkan ke Dinas

Kesehatan Provinsi Bali per kabupaten/kota sejak tahun 2009 sampai

dengan tahun 2012 ... 61 Tabel 3. 21 Jumlah Vaksinasi pada Anjing di Provinsi Bali per kabupaten/kota sejak

tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 ... 62 Tabel 3. 22 Cakupan Pelayanan Kesehatan RS Indera Provinsi Bali tahun kegiatan

2008-2012 ... 65 Tabel 3. 23 Cakupan Pelayanan Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Berdasarkan

Kabupaten/ Kota Tahun 2008-2012 ... 65 Tabel 4. 1 Keterkaitan Visi RPJPN, RPJPD dan RPJMD Provinsi Bali dan

RENSTRA Dinas Kesehatan Provinsi Bali ... 70 Tabel 4. 2 Keterkaitan Misi RPJPN, RPJPD, RPJMD dan RENSTRA Dinas

Kesehatan Provinsi Bali ... 72 Tabel 4. 3 Keterkaitan Tujuan dan Sasaran RPJPD, RPJMD dan RENSTRA

Dinas Kesehatan Provinsi Bali ... 73 Tabel 4. 4 Penetapan Sasaran Strategis Jangka Menengah Dinas Kesehatan

Provinsi Bali 2014-2018 ... 76

(6)

v DAFTAR GRAFIK

Grafik 3. 1 AKB Per Kabupaten/Kota Se Provinsi Bali Tahun 2012... 40 Grafik 3. 2 Persentase Ibu Hamil yang Kelahiran Bayinya Ditolongoleh Tenaga

Kesehatan (SDKI, 2012) ... 49 Grafik 3. 3 Persentase Cakupan Imunisasi Campak (SDKI, 2012) ... 51 Grafik 3. 4 Jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan

dari tahun 1987 s/d 31 Desember 2012 (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2013) ... 57 Grafik 3. 5 Jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan

dari tahun 1987 s/d 31 Desember 2012 berdasarkan faktor risiko

penularan (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2013) ... 58 Grafik 3. 6 Prevalensi (dalam %) HIV+ pada wanita penjaja seks langsung dan

wanita penjaja seks tidak langsung di Kota Denpasar per tahun (Dinkes Prov Bali dan Yayasan Kerti Praja) ... 59 Grafik 3. 7 Persen penduduk laki-laki dan perempuan umur 15-24 tahun dengan

pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS menurut provinsi

(Riskesdas, 2010) ... 60

(7)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan Nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya.

Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah, yang diorganisir oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi /Kabupaten / Kota untuk menyusun Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai salah satu kesatuan dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Perencanaan Pembangunan Daerah tersebut disusun berjangka, meliputi : a. Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka

waktu 20 tahun yang memuat Visi, Misi dan arah Pembangunan Daerah yang mengacu pada RPJP Nasional.

b. Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun, yang merupakan penjabaran Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dengan berpedoman RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional.

c. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu satu tahun.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004, Dokumen RENSTRA Dinas Kesehatan Prvinsi Bali juga sangat terkait dengan berbagai dokumen perencanaan di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten seperti : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ( Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2007), Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional 2010-2014 (Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Bali 2005-2025 (Perda Nomor 6 Tahun 2009), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Bali 2013-2018 (Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2014).

(8)

2 Adapun keterkaitan RENSTRA Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan dokumen diatasnya seperti terlihat dalam gambar berikut :

Gambar 1. 1

Hubungan RENSTRA dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Rencana Strategis adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu dan disusun berdasarkan pemahaman lingkungan strategik baik dalam skala nasional, regional maupun lokal dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada. RENSTRA merupakan dokumen perencanaan taktis-strategis yang menjabarkan potret permasalahan

RPJM-Nasional

(5 Tahun) RPJP-Nasional

(20 Tahun)

RPJP-Daerah Provinsi (20 Tahun)

RPJP-Daerah Kab.

(20 Tahun) RPJM- Daerah Provinsi/

Renstrada-Provinsi dan Standar Pelayanan Minimal

RPJM-Daerah Kab. (5 Tahun)

Rancangan Renstra-SKPD

Renstra-SKPD (5 Tahun) RKPD

(1 Tahun)

Renja-SKPD (1 Tahun)

RAPBD (1 Tahun) RKP

Pedoman

Memperhatikan Acuan

Acuan

Acuan

Pedoman

Pedoman Input Pedoman

Memperhatikan

Penjabaran

Acuan Acuan

Acuan Input

Pedoman

Pedoman

(9)

3 pembangunan untuk memecahkan permasalahan daerah secara terencana dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD setempat, dengan mengutamakan kewenangan yang wajib disusun sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah.

Disamping itu rencana strategis memuat visi dan misi sebagai penjabaran dalam membina unit kerja serta kebijakan dan prioritas sasaran sampai dengan berakhirnya masa perencanaan.

Rencana Strategis SKPD dapat dikategorikan sebagai dokumen manajerial wilayah yang bersifat komprehensif karena mampu memberikan program-program strategis sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang dalam lingkup SKPD.

Keberhasilan usaha pemerintah daerah untuk mempertemukan antara keinginan masyarakat dengan fakta kondisi daerah diukur melalui indikator perencanaan strategis dari program dan kegiatan yang tercantum di dalam RENSTRA yang dievaluasi melalui evaluasi kinerja Kepala Daerah sesuai dengan PP No. 108 tahun 2000, dengan memperhatikan indikator evaluasi kinerja yang disosialisasikan secara nasional melalui modul pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

Untuk mensinergikan pembangunan kesehatan di Provinsi Bali dengan pembangunan kesehatan Nasional, penyelenggaraan pembangunan kesehatan mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional. Disamping itu pembangunan kesehatan di Provinsi Bali hendaknya selaras pula dengan Visi Pemerintah Provisi Bali yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025 yaitu Bali Dwipa Jaya Berlandaskan Tri Hita Karana, dan Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali.

yaitu: Bali yang Aman. Maju, Damai dan Sejahtera “Bali Mandara”

1.2. Maksud dan tujuan Penyusunan Rencana Strategis

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013 - 2018 adalah dokumen perencanaan sebagai arah dan acuan sekaligus kesepakatan bagi seluruh komponen Dinas Kesehatan Provinsi dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan sesuai dengan visi, misi dan arah kebijakan pembangunan kesehatan yang disepakati bersama. Dengan demikian Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Bali mensinergikan perencanaan pembangunan kesehatan nasional dan daerah melalui program-program kesehatan dan merupakan satu kesatuan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Bali.

(10)

4 Maksud penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013- 2018 adalah :1. Sebagai Penjabaran Visi, Misi, Program Pembangunan Kesehatan di Provinsi Bali. 2).Sebagai Dokumen Perencanaan dalam penjabaran program dan menentukan arah kebijakan pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan dan menetapkan Rencana Kerja Tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Bali 3). Mewujudkan keterpaduan arah kebijakan pembangunan Kesehatan Nasional maupun daerah sesuai dengan Tujuan dan sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengah Daerah (RPJMD) 2013- 2018.

1.3. Landasan Hukum

1. Landasan idiil yaitu Pancasila,

2. Landasan konstitusional yaitu Undang–Undang Dasar 1945, khususnya:

a. Pasal 28 A : setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

b. Pasal 28 B ayat (2) : setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang.

c. Pasal 28 C ayat (1) : setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

d. Pasal 28 H ayat (1) : setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, dan ayat (3); setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

e. Pasal 34 ayat (2); negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, dan ayat (3); Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

(11)

5 3. Landasan Operasional :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah;

5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pertanggungjawaban Keuangan Negara;

7. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

8. Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit:

9. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005 – 2009;

10. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 331/Menkes/SK/V/2006 tentang Rencana Strategis Departemen Kesehatan;

11. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005–2025;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Nomor Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun tahun 2010 tentang PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

15. Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Bali;

(12)

6 16. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/SK/V/ 2008 tentang

Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota;

17. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/Menkes/SK/V/ 2008 tentang Juknis SPM;

18. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 457/Menkes/SK/V/ 2008 tentang 17 Sasaran Departemen Kesehatan;

19. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 922/Menkes/SK/V/ 2008 tentang Juknis PP 38 Tahun 2007;

20. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional;

22. Peraturan Gubernur Nomor 70 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan ProvinsI Bali;

23. Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2014 tentang RPJMD 2013-2018.

1.4. Sistematika Penyusunan

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013–2018 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan yang memuat latar belakang, pengertian, maksud dan tujuan, landasan hukum dan sistematika penyusunan

Bab II : Gambaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang memuat penjelasan umum mengenai struktur organisasi, tugas pokok serta fungsi dan gambaran sumberdaya organisasi, gambaran umum pelayanan SKPD, pengelolaan pendanaan SKPD.

Bab III : Isu strategis

Bab IV : Visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan

Bab V : Rencana program, kegiatan dan indikator kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Bali

Bab VII : Penutup

(13)

7 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

Mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2011, tanggal 20 April 2011 tentang “Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah”, menyebutkan bahwa Dinas merupakan unsur pelaksana otonomi daerah dipimpin kepala Dinas, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Dinas memiliki tugas melaksanakan urusan pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas perbantuan (Pasal 7 Perda Nomor 4 Tahun 2011).

Dinas dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2) Perda Nomor 4 Tahun 2011, menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Susunan organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sesuai pasal 47 Perda Nomor 4 Tahun 2011 adalah sebagai berikut :

a. Sekretariat;

b. Bidang;

c. Sub Bagian;

d. Seksi;

e. Kelompok Jabatan Fungsional; dan f. UPT.

Sekretariat Dinas Kesehatan Provinsi Bali terdiri dari: a). Sub Bagian Kepegawaian; b). Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program; dan c). Sub Bagian Umum. Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris, berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas.

(14)

8 Bidang pada Dinas Kesehatan Provinsi Bali terdiri dari: a). Bidang Pengkajian Pengembangan; b). Bidang Kesehatan Masyarakat; c). Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; dan d). Bidang Pelayanan Kesehatan.

Bidang dipimpin Kepala Bidang, berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebagai berikut:

Bagan 1

Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali Sesuai Peraturan Gubernur Bali No. 70 Tahun 2011

Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 70 Tahun 2011, tentang “Rincian Tugas Pokok Dinas Kesehatan Provinsi Bali” maka Tugas Pokok Dinas Kesehatan Provinsi Bali adalah: ” Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi dan Tugas Pembantuan bidang kesehatan”, (pasal 2 Pergub Bali Nomor 70 Tahun 2011). Pada pasal 3 disebutkan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Bali mempunyai Fungsi sebagai berikut :

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT

SUB BAGIAN KEPEGAWAIA

N

SUB BAGIAN KEUANGAN DAN

PENYUSUNAN PROGRAM

SUB BAGIAN UMUM

BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN

SEKSI PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN

SEKSI JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MSAYARAKAT SEKSI EVALUASI DAN

PELAPORAN

BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGK.

SEKSI PENCEGAHAN PENYAKIT

SEKSI PENANGGULANGAN

PENYAKIT

SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN

BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

SEKSI PROMOSI KESEHATAN

SEKSI GIZI MASYARAKAT

SEKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

SEKSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR

SEKSI PEAYANAN KESEHATAN RUJUKAN

SEKSI SERTIFIKASI, PERIZINAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN

U P T

(15)

9 a. Perumusan kebijakan teknis dalam bidang kesehatan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang kesehatan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup bidang kesehatan; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsi.

Selanjutnya berdasarkan Pergub Bali Nomor 70 Tahun 2011, tentang Rincian Tugas Pokok Dinas Kesehatan Provinsi Bali, masing-masing pejabat memiliki tugas sebagai berikut :

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai tugas

a. menyusun rencana dan program kerja Dinas

b. mengkoordinasikan penyusunan rencana dan program kerja Dinas

c. merumuskan kebijakan umum Dinas serta menyelenggarakan administrasi berdasarkan kewenangan.

d. mendistribusikan tugas kepada bawahan e. menilai prestasi kerja bawahan

f. melaksanakan pembinaan umum dan pembinaan teknis di bidang kesehatan.

g. menyediakan dukungan kerjasama antar Kabupaten/Kota

h. melakukan pengendalian terhadap pelayanan umum dan perizinan

i. melaksanakan pembinaan umum dan pembinaan teknis dalam pencapaian Program Dinas

j. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan.

k. melaksanakan sistem pengendalian intern

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan ; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris

Daerah.

(16)

10 2. Sekretariat

Sekretaris mempunyai tugas :

a. menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing sub bagian c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bagian.

d. menilai prestasi kerja bawahan

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bagian dan bawahan f. menghimpun dan menyusun rencana kerja dan program pembangunan

bidang kesehatan

g. melakukan koordinasi dengan para Kepala Bidang dan Kepala UPT

h. menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan berdasar rencana kerja yang telah disusun

i. melaksanakan dan mengawasi kegiatan pengelolaan urusan umum dan kepegawaian, penyusunan program dan keuangan

j. mengumpulkan dan menyusun laporan Sekretariat, Bidang, UPT sebagai bahan laporan Dinas

k. melaksanakan sistem pengendalian intern

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas

2.1 Kepala Sub Bagian

2.1.1 Kepala Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas : a. menyusun rencana kerja dan program kerja Sub Bagian b. memberikan petunjuk kepada bawahan

c. menilai prestasi kerja bawahan d. melaksanakan urusan kepegawaian

e. melaksanakan kegiatan bimbingan dan pengendalian perencanaan pendidikan dan latihan sumber daya manusia kesehatan

f. melaksanakan sistem pengendalian intern

g. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan h. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

(17)

11 2.2.2 Kepala Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program mempunyai tugas :

a. menyusun rencana dan program kerja sub bagian b. memberikan petunjuk kepada bawahan

c. menilai prestasi kerja bawahan d. menyusun anggaran

e. melaksanakan penatausahaan keuangan

f. melaksanakan pengurusan gaji pegawai dan tunjangan lainnya g. melaksanakan kontrol keuangan

h. menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan (LHP)

i. menyusun laporan kinerja Dinas yang berkaitan engan keuangan

j. mengkoordinasikan penyusunan anggaran/pembiayaan pembangunan kesehatan

k. melakukan monitoring pelaksanaan anggaran l. melaksanakan sistem pengendalian intern

m. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan n. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

2.2.3. Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja sub bagian b. memberikan petunjuk kepada bawahan

c. menilai prestasi kerja bawahan

d. mengelola, memelihara dan mendistribusikan barang bergerak dan/atau tidak bergerak serta menyiapkan usulan penghapusan

e. memelihara, menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan kantor serta melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan

f. mengelola urusan surat menyurat

g. menyiapkan bahan telahaan, kajian dan analisis organisasi dan ketatalaksanaan Dinas

h. menyusun dan meneliti bahan penyusunan produk hukum serta menghimpun peraturan perundang-undangan yang berlaku

i. melaksanakan tugas-tugas kehumasan dan keprotokolan

(18)

12 j. melaksanakan sistem pengendalian intern

k. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan l. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

3. Bidang

3.1.Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Bidang

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Seksi c. mengkoordinasikan para Kepala Seksi

d. menilai prestasi kerja bawahan

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada kepala seksi dan bawahan

f. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan pengolahan dan analisa data, pengolahan sistem informasi kesehatan, pemantauan pemanfaatan iptek kesehatan

g. melaksanakan pembinaan, monitoring, pengawasan, evaluasi dan pelaporan h. mengkoordinir pelaksanaan pengkajian dan pengembangan yang mendukung

perumusan kebijakan Provinsi di bidang kesehatan

i. mengkoordinir penyusunan Rencana Strategik (RENSTRA), Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang di bidang kesehatan, penetapan kinerja, pengelolaan survei kesehatan, pendidikan dan latihan fungsional dan teknis tenaga kesehatan

j. menghimpun bahan dan menyusun laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LAKIP)

k. melaksanakan sistem pengendalian intern

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas.

3.1.1 Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan pengumpulan, pengolahan dan analisa data

(19)

13 e. menyusun profil kesehatan

f. melaksanakan pengelolaan sistem infromasi kesehatan, pemantauan pemanfaatan IPTEK kesehatan

g. melaksanakan monitoring, pengawasan, evaluasi dan pelaporan meliputi laporan pelaksanaan program kegiatan setiap bulan, triwulan dan LAKIP h. melaksanakan fungsi unit pendukung surveilans (UPS)

i. melaksanakan sistem pengendalian intern

j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.2.2 Kepala Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian penelitian, pengkajian dan pengembangan kesehatan.

e. menyusun Rencana Strategik (RENSTRA), Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang di bidang kesehatan dan penetapan kinerja

f. pengelolaan survey kesehatan

g. menyusun rencana pendidikan dan latihan fungsional dan teknis tenaga kesehatan

h. menyelenggarakan rekomendasi dan akreditasi institusi pendidikan kesehatan

i. melaksanakan sistem pengendalian intern

j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang.

3.1.3 Kepala Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk kepada bawahan

(20)

14 c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian pengelolaan/penyelenggaraan pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan skala provinsi dan tugas pembantuan

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.2. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Bidang

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Seksi c. mengkoordinasikan para Kepala Seksi

d. menilai prestasi kerja bawahan

e. membimbing dan memberi petunjuk kegiatan promosi kesehatan, penyelenggaraan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat

f. melaksanakan bimbingan dan penyelidikan pemantauan, penyelidikan serta penanggulangan masalah gizi

g. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kesehatan keluarga, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi serta pembinaan kesehatan dalam rangka kelangsungan hidup ibu, bayi, anak dan remajaan hidup ibu, bayi, remaja dan lansia

h. melaksanakan sistem pengendalian intern

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas

3.2.1 Kepala Seksi Promosi Kesehatan mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk bawahan

c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan promosi kesehatan, penyelenggaraan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

(21)

15

3.3.2 Kepala Seksi Gizi Masyarakat mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian pemantauan, penyelidikan, serta penaggulangan masalah gizi

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.2.3 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kesehatan ibu dan anak, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi serta pembinaan kesehatan dalam rangka kelangsungan hidup ibu, bayi, anak, dan remaja

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.3. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana dan program kerja Bidang

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi c. mengkoordinasikan para Kepala seksi

d. menilai prestasi kerja bawahan

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan f. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan surveilans epidemiologi,

penyelidikan Kejadian Luar Biasa (KLB), pencegahan dan penanggulangan penyakit, pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan.

(22)

16 g. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kesehatan haji serta pengendalian operasional penanggulangan penyakit akibat bencana dan wabah

h. melaksanakan sistem pengendalian intern

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas

3.3.1 Kepala Seksi Pengendalian, pencegahan Penyakit mempuyai tugas a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan surveilans epidemiologi penyakit, penyelidikan kejadian luar biasa (KLB), sistem kewaspadaan dini penyakit, imunisasi, bimbingan teknis pencegahan penyakit dan kesehatan haji

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.3.2 Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit mempunyai tugas a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian penanggulangan penyakit, kejadian luar biasa (KLB) penyakit akibat bencana dan wabah lintas Kabupaten/Kota

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.3.3 Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan

(23)

17 c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan, meliputi analisa resiko dan dampak kesehatan lingkungan, uji petik kualitas kesehatan lingkungan, mencegah dampak buruk (mitigas) pencemaran lingkungan dan bimbingan teknis penyehatan lingkungan

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.4. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Bidang

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Seksi c. mengkoordinasikan para Kepala Seksi

d. menilai prestasi kerja bawahan

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan f. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan pengelolaan pelayanan

kesehatan dasar dan rujukan

g. melaksanakan bimbingan dan pengendalian wabah dan bencana, meliputi kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat dan pemulihan

h. melaksanakan penyediaan dan pengelolaan buffer stock obat provinsi, alat kesehatan, reagen dan vaksin lainnya.

i. melaksanakan penyelenggaraan registrasi. Akreditasi, sertifikasi tenaga kesehatan dan sarana kesehatan sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

j. melaksanakan sertifikasi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).

k. memberikan rekomendasi izin tenaga kesehatan asing, rekomendasi izin sarana kesehatan tertentu yang diberikan pemerintah pusat, izin sarana kesehatan meliputi rumah sakit khusus, rumah sakit swasta serta sarana kesehatan penunjang yang setara

l. memberikan rekomendasi izin industri Pedagang Besar Farmasi (PBF), Penyalur Alat Kesehatan (PAK), Kosmetik.

(24)

18 m. memberikan izin Pedangang Besar Farmasi (PBF) cabang dan Usaha Kecil

Obat Tradisional (UKOT)

n. melaksanakan sistem pengendalian intern

o. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan p. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas

3.4.1 Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian pelayanan kesehatan dasar dan upaya kesehatan khusus meliputi kesehatan jiwa, kesehatan indera, kesehatan kerja dan pogram kesehatan gigi dan mulut serta pembinaan kelangsungan hidup lansia

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang dirugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

3.4.2 Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan mempunyai tugas : a. menyusun rencana dan program kerja Seksi

b. memberikan petunjuk kepada bawahan c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian program pelayanan kesehatan rujukan/spesialistik dan sistem rujukan, pelayanan kesehatan swasta serta pengendalian wabah dan bencana meliputi kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat dan pemulihan

e. melaksanakan sistem pengendalian intern

f. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan g. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada kepala Bidang

3.4.3 Kepala Seksi Sertifikasi, Perizinan dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana dan program kerja Seksi b. memberikan petunjuk kepada bawahan

(25)

19 c. menilai prestasi kerja bawahan

d. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan penyelenggaraan, sarana pelayanan kesehatan, sertifikasi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).

e. memberikan rekomendasi izin sarana kesehatan tertentu yang diberikan pemerintah pusat, Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Penyalur Alat kesehatan (PAK), Kosmetik.

f. memberikan izin sarana kesehatan meliputi izin PBF cabang dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT)

g. melaksanakan bimbingan dan pengendalian kegiatan pengelolaan pelayanan farmasi pada sarana kesehatan, produsen dan distributor makanan, kosmetika, obat, obat tradisional, narkotika, psikotropika, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) milik swasta dan pemerintah serta penyediaan dan pengelolaan buffer stock obat provinsi, alat kesehatan reagensia dan vaksin lainnya.

h. melaksanakan sistem pengendalian intern

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang dirugaskan oleh atasan; dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang

2.2. Sumber Daya

2.2.1. Sumber Daya Manusia

Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan UPT pada th. 2012 dapat dirinci sebagai berikut :

1. Jumlah Pegawai sebanyak 409 orang terdiri dari : a. Pegawai Negeri Sipil : 383 orang b. Calon Pegawai Negeri Sipil : 0 orang c. Kontrak : 24 orang d. Tenaga Honorer Harian : 2 orang

(26)

20 2. Jumlah Pegawai berdasarkan Jabatan struktural :

Tabel 2. 1

Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2012

No Jabatan Formasi

yang ada

Terisi Belum terisi

a. Eselon II/a 1 1 0

b. Eselon III/a 9 8 1

c. Eselon IV/a 21 15 6

Sumber : DUK Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2012

3. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Fungsional : 65 0rang 4. Jumlah Pegawai berdasarkan Golongan : 383 0rang

a. Golongan IV/c : 2 orang b. Golongan IV/b : 7 orang c. Golongan IV/a : 25 orang d. Golongan III/d : 54 orang e. Golongan III/c : 87 orang f. Golongan III/b : 72 orang g. Golongan III/a : 34 orang h. Golongan II/d : 17 orang i. Golongan II/c : 17 orang j. Golongan II/b : 41 orang k. Golongan II/a : 7 orang l. Golongan I/d : 12 orang m. Golongan I/b : 7 orang m. Golongan I/a : 1 orang

(27)

21 5. Jumlah Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan :

a. S.2 : 56 orang

b. S.1 : 136 orang

c. D4 : 13 orang

d. D3 : 53 orang

e. D1 : 5 orang

f. SLTA / sederajat : 99 orang g. SLTP / sederajat : 13 orang h. SD : 8 orang

2.2.2. Sarana Pelayanan Kesehatan

1. Puskesmas dan Puskesmas Pembantu

Jumlah dan persebaran Puskesmas yang mencakup layanan rawat inap dan layanan rawat jalan di Puskesmas yang ada di Provinsi Bali pada tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. 2

Jumlah Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2012 Kabupaten/ Kota Jumlah Puskesmas Dgn Fasilitas

Rawat Inap Non Rawat Inap

Total

1. Buleleng 4 17 20

2. Jembrana 4 4 6

3. Tabanan 5 16 20

4. Badung 3 9 12

5. Denpasar 3 8 11

6. Gianyar 4 9 13

7. Kungkung 3 6 9

8. Bangli 5 8 12

9. Karangasem 6 6 12

Total : 37 83 120

(28)

22 Jumlah Puskesmas Pembantu di Provinsi Bali Tahun 2012 adalah 522 unit, dengan perincian sebagai berikut :

Tabel 2. 3

Jumlah Puskesmas Pembantu dan Pusling Tahun 2012

No. Kab/Kota Pustu Pusling

1 Buleleng 74 20

2 Jembrana 44 6

3 Tabanan 78 33

4 Badung 54 13

5 Denpasar 25 11

6 Gianyar 64 13

7 Kungkung 53 9

8 Bangli 59 11

9 Karangasem 71 12

Jumlah Tahun 2012 522 128

2. Rumah Sakit Sakit

Data Rumah Sakit Pemerintah di Provinsi BaliTahun 2012 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2. 4

Data Rumah Sakit Pemerintah di Provinsi BaliTahun 2008 s/d 2012

No Kab/Kota Jumlah

RSU RS ABRI RSK Total TT 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Buleleng Jembrana Tabanan Badung Denpasar Gianyar Klungkung Bangli

Karangasem

1 1 1 1 2 1 1 1 1

1 0 0 0 2 0 0 0 0

0 0 0 0 1 0 0 1 0

2 1 1 1 5 1 1 2 1

302 124 200 108 1.078 210 150 559 126

Tahun 2012 10 3 2 15 2.851

Tahun 2011 10 3 2 15 2.862

Tahun 2010 10 3 2 15 2.660

Tahun 2009 10 3 2 15 2.610

Tahun 2008 10 3 2 15 2.590

(29)

23 Jumlah Rumah Sakit Pemerintah ada 15 buah yang terdiri dari Rumah Sakit Umum sebanyak 10 buah, Rumah Sakit ABRI ada 3 buah dan Rumah Sakit Khusus ada 2 Buah (RS Indera dan RSJ Bangli). Jumlah tempat tidur seluruhnya yang ada di semua RS Pemerintah sebanyak 2.556 buah

Sedangkan jumlah Rumah Sakit Swasta di Provinsi Bali tahun 2012 berjumlah 33 buah yg tersebar di 6 Kabupaten/Kota, seperti disajikan Tabel berikut :

Tabel 2. 5

Data Rumah Sakit Swasta di Provinsi BaliTahun 2008 s/d 2012

No. Kab/Kota Jenis Rumah Sakit

RSU RSK Total TT

1 Buleleng 4 0 4 380

2 Jembrana 1 1 2 78

3 Tabanan 6 0 6 174

4 Badung 4 2 3 85

5 Denpasar 12 3 15 947

6 Gianyar 4 0 4 172

7 Klungkung 1 1 2 76

8 Bangli 1 0 1 62

9 Karangasem 0 0 0 0

Tahun 2012 33 7 37 1.974

Tahun 2011 27 8 35 1.775

Tahun 2010 24 7 31 1.673

Tahun 2009 22 8 30 1.625

Tahun 2008 22 9 31 1.621

(30)

24 2.3. Pengelolaan Keuangan SKPD

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bali disusun dengan pendekatan kinerja yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara optimal, dengan memperhatikan keseimbangan antara pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dengan demikian penyusunan anggaran dilakukan berlandaskan efisiensi, efektivitas, tepat waktu pelaksanaan dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Secara keseluruhan target (rencana) dan realisasi anggaran APBD Dinas Kesehatan Provinsi Bali dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 6

Jumlah dan Realisasi Anggaran APBD Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2008-2012

NO TAHUN

ANGGARAN JUMLAH REALISASI ( % )

1 2 3 4 5

1 2008 38.910.812.531 35.193.911.193 90,45

2 2009 63.523.181.695 51.567.591.232 81,18

3 2010 57.443.436.590 48.633.299.749 84,66

4 2011 55.788.878.144 22.820.735.393 40,91

5 2012 393.195.546.449 254.539.854.455 64,74

Sumber: Dispenda Provinsi Bali dan Biro Keuangan Setda Provinsi Bali

(31)

25 Persentase anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali terhadap APBD Provinsi Bali tahun 2008-2012 sebagai berikut:

Tabel 2. 7

Persentase Anggaran Dinas Kesehatan terhadap APBD Provinsi Bali Tahun 2008-2012

NO TAHUN

ANGGARAN

JUMLAH APBD

DINAS KESEHATAN APBD PROV BALI ( % )

1 2 3 4 5

1 2008 38.910.812.531 1,388,534,527,780.00 2,33

2 2009 63.523.181.695 1,661,108,445,333.00 3,33

3 2010 57.443.436.590 1,938,657,385,866.00 2,57

4 2011 55.788.878.144 2,395,242,073,778.00 2,10

5 2012 393.195.546.449 3,398,346,627,815.00 10,82

(32)

26 Tabel 2. 8

Anggaran dan Realisasi Pendanaan APBD Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2008-2012

NO TAHUN ANGGARAN

PENDAPATAN

BELANJA

JUMLAH

BTL BL

PAGU REALISASI PAGU REALISASI PAGU REALISASI PAGU REALISASI

1 TH 2008 609.209.000 796.008.060 19.940.615.000 18.468.861.204 18.970.197.531 16.725.049.989 38.910.812.531 35.193.911.193

2 TH 2009 752.000.000 757.157.216 23.601.731.670 22.765.054.135 39.921.450.025 28.802.537.097 63.523.181.695 51.567.591.232

3 TH 2010 1.661.222.720 2.008.198.980 24.262.565.200 21.549.482.743 33.180.871.390 27.083.817.006 57.443.436.590 48.633.299.749

4 TH 2011 2.327.370.790 2.178.456.892 26.560.574.914 14.051.616.545 29.228.303.230 8.769.118.848 55.788.878.144 22.820.735.393

5 TH 2012 2.174.856.950 2.927.666.100 30.243.383.121 26.092.450.463 362.952.163.328 228.447.403.992 393.195.546.449 254.539.854.455

TOTAL 7.524.659.460 8.667.487.248 124.608.869.904 102.927.465.090 484.252.985.504 309.827.926.932 608.861.855.409 412.755.392.022

(33)

27 Dalam pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2008-2012 masih dijumpai permasalahan seperti:

1) Kualitas sumberdaya manusia dan sarana prasarana yang belum memadai.

Tidak tercapainya realisasi belanja sesuai dengan yang direncanakan karena dalam pelaksanaan belanja daerah pada setiap program dan kegiatan mengedepankan prinsip efisiensi, efektif dan ekonomis namun secara fisik program, kegiatan telah tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan. Hanya saja ada beberapa kegiatan tidak bisa dilaksanakan karena kegagalan dalam proses lelang;

2) Belum optimalnya supremasi dan penegakan hukum di bidang pendapatan, baru dilaksanakan sebatas pembinaan dan belum sampai pada pengenaan sanksi.

Untuk mengatasi permasalahan yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan daerah, maka telah ditempuh beberapa langkah meliputi:

1) pelaksanaan Bimtek dan Diklat Pengelolaan Keuangan Daerah, penyusunan Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dalam bentuk Peraturan Gubernur tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Gubernur tentang kebijakan Akuntansi serta mengadakan sarana dan prasarana secara bertahap guna mendukung pelaksanaan tersebut sehingga diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat terlaksana secara efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.

2) Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Aparatur di bidang pendapatan.

3) Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat wajib pajak dan wajib lainnya.

4) Mengadakan penagihan tunggakan pajak.

5) Mengusulkan untuk on line dengan BPD Bali.

6) Menyiapkan/membangun/mengadakan sarana pendukung serta melakukan penggantian terhadap sarana dan prasarana yang melampaui umur teknis dan ekonomis secara bertahap sesuai dengan anggaran.

(34)

28 2.4. Kinerja Pelayanan SKPD

2.4.1. Derajat Kesehatan

Indikator yang digunakan untuk menentukan derajat kesehatan (indikator Inpact) masyarakat adalah: Angka Harapan Hidup, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Ibu dan Prevalensi Gizi Buruk.

1. Angka Kematian Bayi dan Balita

Anak-anak terutama bayi lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu angka kematian bayi dan balita dijadikan salah satu indikator derajat kesehatan, dan menjadi tujuan ke 4 di dalam Millennium Development Golls (MDG’s). Target MDG’s untuk kematian Anak (1-5 tahun) adalah 32 per 1000 Kelahiran Hidup pada tahun 2015, sedangkan target MDG,s untuk angka kematian bayi/1000 Kelahiran Hidup pada Tahun 2015 adalah 19 per 1000 Kelahiran Hidup.

Angka kematian neonatus, angka kematian bayi dan angka kematian balita tahun 2012 seperti table berikut:

Tabel 2. 9

Angka Kematian Neonatus, angka kematian bayi dan Angka kematian Balita Tahun 2012

No. Indikator Satuan Rata-rata

Nasional

Capaian Provinsi Bali 1. Angka Kematian

Neonatus

Per 1.000 KH 20/1.000 KH 18/1.000 KH

2. Angka Kematian Bayi Per 1.000 KH 34/1.000 KH 29/1.000 KH 3. Angka Kematian

Balita

Per 1.000 KH 43/1.000 KH 33/1.000 KH

Sumber: Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012

(35)

29 2. Angka Kematian Ibu

Setiap tahun sekitar 20.000 perempuan di Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam persalinan. Sebenarnya kematian akibat komplikasi dalam persalinan dapat dicegah, karena itu ”mengurangi kematian Ibu” menjadi tujuan kelima dalam MDG’s. Target MDG,s untuk tingkat kematian Ibu pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu 2008-2012 disajikan tabel berikut:

Tabel 2. 10

Angka Kematian Ibu di Povinsi Bali Tahun 2008-2012 No. Angka Kematian Ibu

/100.000 KH

Capaian AKI

Bali Keterangan

1. 2008 80,47

Target Nasional AKI 2015 =102/100.000

KH (MDG’s)

2. 2009 73,47

3. 2010 57,56

4. 2011 84,20

5. 2012 89,67

Melihat Tabel diatas menunjukan Angka Kematian Ibu di Provinsi Bali cenderung mengalami peningkatan. Maka perlu dilakukan upaya yang lebih optimal untuk Menurunkan AKI dan AKB, dengan penguatan Puskesmas PONED dan RS PONEK termasuk peningkatan kolaborasinya, penguatan sistem rujukan, pengembangan Sistem Komunikasi - Informasi Maternal dan Neonatal.

3. Prevalensi Gizi Buruk

Menurunkan angka prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada anak usia di bawah lima tahun (balita) adalah Target Pertama MDGs, yaitu secara nasional masing-masing, pada tahun 2015 menjadi 3,6% untuk balita gizi buruk dan 11,9%

untuk gizi kurang (Bappenas, 2010). Acuan yang dipakai oleh Bappenas adalah data Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2007. Sedangkan target MDGs untuk Provinsi Bali adalah 1,4% untuk gizi buruk dan 8,9% untuk gizi kurang.

Prevalensi balita gizi buruk di Bali pada tahun 2007 adalah 3,2% dan gizi kurang

(36)

30 adalah 8,2% (Riskesdas, 2007). Pada tahun 2010, prevalensi gizi buruk turun menjadi 1,7% tetapi prevalensi gizi kurang naik menjadi 9,2% (Riskesdas 2010).

Pencapaian Indikator Derajat Kesehatan di Provinsi Bali tahun 2008 – 2012, adalah sebagai berikut :

Tabel 2. 11

Pencapaian Indikator Derajat Kesehatan di Provinsi Bali Tahun 2008-2012

No. Indikator Satuan

T a h u n

2008 2009 2010 2011 2012

1. Angka

Harapan Hidup Tahun 70,61 70,67 70,72 70,78 70,84

2. Angka

Kematian Bayi

Per 1.000

KH 8,19 7,32 6,77 7,21 5,09

3.

Angka Kematian Balita

Per 1.000

KH 9,16 7,80 7,45 6,76 5,44

4. Angka

Kematian Ibu

Per 100.000

KH 80,47 73,47 57,59 84,20 89,67 5. Prevalensi Gizi

Buruk % 1,7

(37)

31 2.4.2. Pelayanan Kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal bidang

Kesehatan

Pencapaian pelayanan Kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) Kabupaten/Kota di Provinsi Bali tahun 2008 - 2012, sebagai berikut :

Tabel 2. 12

Pencapaian Pelayanan Kesehatan sesuai SPM Kab/Kota Di Provinsi Bali Tahun 2008-2012

No. No. Indikator Satuan Target Nasional s/d

2015

Capaian SPM T a h u n

2008 2009 2010 2011 2012 1. Kunjungan Bumil K4 % 96 93,89 91,83 92,67 93,72 92,87

2.

Komplikasi Kebidanan yang ditangani

% 80 48,77 98,50 76,86 65,79 68,26

3. Pelayanan Nifas. % 90 96,88 95,98 95,80 95,09 94,85

4.

Neonatus dengan Komplikasi yg ditangani

% 80 * 51,17 85,34 89,67 59,15 62,41

5. Kunjungan Bayi % 90* 109,61 106,08 98,87 101,86 93,56

6.

Desa / Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

% 100* 99,72 99,58 99,58 94,83 94,27

7. Pelayanan Anak

Balita % 90* 61,03 83,68 95,45 82,11 83,42

8.

Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak usia 6 – 24 bulan Keluarga Miskin

% 17,79 12,82 100 100

(38)

32

13.

Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penderita DBD yang ditangani

% 100 96,34 100 0,08 100

14.

Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penemuan Penderita Diare

% 36,98 45,20 37,27 38,00 45,53

15.

Pelayanan Kesehatan Dasar

Pasien Masy.Miskin % 100 72,15 56,31 49,20 40,07 36,63 No. Indikator

Satuan Target Nasional s/d

2015

Capaian SPM T a h u n

2008 2009 2010 2011 2012 9. Penjaringan

Kesehatan Siswa SD dan setingkat

% 21,88 60,58 27,52 93,30 90,90

10. Peserta KB Aktif % 70* 93,89 85,73 82,84 85,48 8406

11.

Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Acute Flacid

Paralysis ( AFP )

% 3,76 2,91 2,91 0.001 2,52

12.

Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - Penemuan Penderita Pneumonia Balita

% 100 100 100 10,69 14,98

(39)

33

No. Indikator Satuan Target

Nasional s/d 2015

Capaian SPM T a h u n

2008 2009 2010 2011 2012

20.

Pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab / Kota

% 100 15,68 15,33 16,03 100 37

21.

Desa / Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan

penyelidikan Epidemiologi < 24 jam.

% 100 100 100 100 100 100,00

22 Desa Siaga Aktif % 80 100 76,87 73,88 97,76 92,18

(40)

34

(41)

35 BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Isu kesehatan yang akan dihadapi di masa depan akan semakin kompleks. Hal ini disebabkan adanya transisi epidemiologi penyakit di Bali. Kejadian beberapa penyakit infeksi masih cukup banyak seperti misalnya TBC, demam dengue, diare, infeksi saluran nafas akut, dan lain-lainnya. Sementara itu penyakit-penyakit infeksi baru (new emerging deseases) akan mengalami peningkatan pula, seperti misalnya SARS, flu burung, HIV/AIDS, dan lain-lainnya. Penyakit-penyakit sebagai akibat perilaku juga akan terus meningkat seperti misalnya penyakit-penyakit yang muncul karena kecanduan alkohol, narkoba, merokok, kegemukan dan lain-lainnya. Kejadian penyakit-penyakit degeneratif seperti misalnya penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker juga akan terus meningkat.

Masalah lain yang juga akan terus meningkat adalah kesakitan dan kematian sebagai akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Permasalahan kesehatan lainnya kedepan adalah beban biaya layanan kesehatan bagi masyarakat yang semakin besar.

Permasalahan ini akan terus meningkat karena semakin melebarnya kesenjangan antara peningkatan biaya pelayanan kesehatan dengan peningkatan penghasilan penduduk. Oleh karena penyakit-penyakit menahun (khronis) akan semakin dominan dan memerlukan masa perawatan panjang dengan biaya lebih tinggi, maka beban pembiayaan kesehatan bagi masyarakat akan semakin meningkat.

Isu lainnya adalah adanya masa transisi sistim jaminan kesehatan dari JKBM ke Jaminan Kesehatan Nasional dengan yang akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.

Penetapan Isu Strategis dalam Penyusunan Renstra sesuai Lampiran 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 didasarkan pada :

a. Hasil Analisis gambaran pelayanan SKPD ( Potensi dan permasalahan pelayanan SKPD).

b. Hasil Revie Renstra Kementerian Lembaga dan Renstra SKPD Kabupaten Kota.

(42)

36 c. Hasil penelahaan RTRW

Hasil Analisis Dokumen KLHS

3.1. Analisis Gambaran Pelayanan SKPD

Indikator Kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan aspek, fokus, bidang Kesehatan sesuai lampiran 1 Kemendagri 54 tahun 2010 adalah sebagai berikut :

Tabel 3. 1.Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

FOKUS KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

No BID/Urusa

n Indikator

1 Kesehatan 1. Angka kelangsungan hidup bayi:

Rumus :1-AKB

2. Angka usia harapan hidup 3. Persentase Balita Gizi Buruk ASPEK PELAYANAN UMUM

FOKUS LAYANAN URUSAN WAJIB

1. Kesehatan

2.1. Rasio posyandu

per satuan Balita

2.2.

Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk

2.3. Rasio Rumah

Sakit per satuan penduduk

2.4. Rasio dokter per

satuan penduduk

(43)

37

2.5.

Rasio tenaga medis per satuan penduduk

2.6.

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

2.7.

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga

kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

2.8.

Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

2.9.

Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan

2.10.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA

2.11.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

2.12.

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Referensi

Dokumen terkait

• Melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan studi literatur, peserta didik dapat menganalisis Menganalisis data perubahan lingkungan dan penyebab,

Hasil analsis data yang diperoleh adalah terdapat penggunaan kalimat tunggal, di antaranya (1) klausa berdasarkan kelengkapan unsur intinya, di dalamnya terdapat klausa lengkap

Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu ”menerjemahkan” pikiran dan atau

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus khususnya pada kelas XI AK 2 diperoleh hasil yang menunjukkan kurangnya sikap religius, sehingga

Pengelola program imunisasi dan pengelolaan vaksin Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung yang

kesehatan semesta.Secara umum program dan kegiatan pelayanan OPD Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah bersinergi dengan visi, misi, dan tujuan pembangunan

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu 90 % responden menggunakan saga sebagai obat sariawan, 57,5 % responden yang cara penggunaannya daun saga yang baru

Maksud dari penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali Tahun 2020 – 2023 adalah menyediakan dokumen perencanaan