• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Peranan Dimensi Kualitas Pelayanan Klinik Gigi Prima Terhadap Kepuasan Konsumen pada R. S. Immanuel.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Peranan Dimensi Kualitas Pelayanan Klinik Gigi Prima Terhadap Kepuasan Konsumen pada R. S. Immanuel."

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

dengan semakin tipisnya batas geografi suatu Negara ketika sebuah peruashaan hendak melakukan sebuah bisnis. Seiring dengan kondisi tersebut, maka tingkat persaingan bisnis pun semakin tinggi.

Sama halnya dengan bisnis / usaha di bidang kesehatan maksudnya yaitu Rumah Sakit yang pada saat ini banyak berkembang dan memiliki banyak sekali saingan. Kunci sukses dari usaha kesehatan ini dapat dilihat dari kualitas dan pelayanan yang diberikan perusahaan. Jika kualitas yang dihasilkannya bagus disertai dengan pelayanannya memuaskan, maka pelanggan akan merasa puas.

Barang dan jasa pada hakekatnya tidak berbeda, yaitu sebagai suatu produk yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain. Meskipun demikian keduanya mempunyai karakteristik sendiri, dimana jasa lebih merupakan sebagai perbuatan atau usaha dan juga jasa kerap dikaitkan di dalam pikiran konsumen dengan seseorang atau perusahaan yang menghasilkannya. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengelola jasa yang mereka hantarkan secara berkualitas. Adapun kualitas jasa itu sendiri mencakup hal-hal seperti Tangible, Empathy, Responsiveness, Reliability

dan Assurance.

Identifikasi penelitian ini yang pertama adalah mengetahui tujuan pelayanan yang di berikan oleh Rumah Sakit Immanuel Bandung. Yan gkedua adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh antara kualitas pelayanan yang telah diberikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, dan teknik pengumpulan datanya melalui riset kepustakaan dan riset lapangan, berupa wawancara, observasi dan kuesioner.

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah………1

1.2Identifikasi Masalah………..5

1.3Maksud Dan Tujuan Penelitian……….6

1.4Kegunaan penelitian………..7

1.5Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis 1.5.1 Kerangka Pemikiran……….7

1.5.2 Hipotesis………...14

1.6Metode Penelitian 1.6.1 Metode Yang Digunakan………..14

1.6.2 Jenis Dan Sifat Penelitian……….14

1.6.3 Jenis Dan Sumber Data……….15

1.6.4 Teknik Pengumpulan Data………15

1.6.5 Teknik Pengambilan Sampel……….16

1.6.6 Operasional Variabel ………18

1.6.7 Teknik Analisis Data……….20

1.7Lokasi Dan Waktu Penelitian……….23

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran……….25

2.2 Konsep Inti Pemasaran………...…26

2.2.1 Pengertian Konsep Inti Pemasaran………26

2.2.2 Unsur – unsur Konsep Inti Pemasaran………..…26

2.3 Konsep Pemasaran……….29

(3)

2.4.2 Marketing Mix Jasa………31

2.5 Pengertian Produk………..35

2.6 Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi, Dan Jenis-jenis Jasa………….…..36

2.6.1 Pengertian Jasa………36

2.6.2 Karakteristik Jasa………38

2.6.3 Ciri – ciri jasa………..40

2.6.3 Klasifikasi Jasa………41

2.6.4 Jenis-jenis Jasa………46

2.7 Masalah Pemasaran Jasa……….48

2.8 Strategi Pemasaran Bagi Perusahaan Jasa………...52

2.8.1 Melakukan Diferansiasi Kompetitif………54

2.8.2 Mengelola Kualitas Jasa……….…….54

2.8.3 Mengelola Produktivitas……….….58

2.8.4 Strategi Mengelola Permintaan Jasa………59

2.8.5 Strategi Mengelola Penawaran Jasa……….59

2.9 Pengertian Kualitas & Kualitas Pelayanan………..59

2.9.1 Prinsip Dasar Kualitas Pelayanan………61

2.9.2 Dimensi Kualitas Jasa………..61

2.9.3 Faktor-faktor Penentu Kualitas Jasa………64

2.10 Perilaku konsumen 2.10.1 Pengertian Perilaku Konsumen………....64

2.10.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi PK………....64

2.10.3 Proses Keputusan Pembelian………..………….66

2.11 Pelayanan & Kepuasan Pelanggan……….67

2.11.1 Pelayanan Pelanggan………...67

(4)

2.11.5 Konsep Kepuasan Konsumen………..74

2.11.6 Strategi Kepuasan Konsumen……….….74

2.11.7 Implikasi Kepuasan Konsumen………75

2.12 Hubungan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Konsumen…….75

BAB III OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Singkat Dan Perkembangan Rumah Sakit Immanuel………...77

3.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Immanuel………80

3.3 Fasilitas – fasilitas Pelayanan Rumah Sakit Immanuel………84

3.4 Tujuan Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Jasa Klinik Gigi Prima……...…..86

3.5 Operasional RSI / Aktivitas RSI………..89

3.6 Aktivitas Pemasaran……….92

3.6.1 Jenis pelayanan di Diagnosis Gigi……….……….92

3.6.2 Tarif – tariff………93

3.7 Pengelolaan SDM……….…93

3.7.1 Kriteria SDM……….…….93

3.8 Pengelolaan Keuangan……….93

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Tujuan pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Rumah Sakit Immanuel Klinik diagnosis gigi………94

(5)

5.1 Kesimpulan………...155

(6)

1. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan jenis kelamin...88

2. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan usia…...89

3. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan status

perkawinan………...90

4. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan pendidikan

terakhir………...91

5. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan pekerjaan...92

6. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan pengalaman

responden dalam menggunakan jasa RS. Immanuel…...93

7. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan tempat tinggal...94

8. Pelanggan Rumah Sakit Immanuel berdasarkan intensitas

kedatangan perbulan………...95

9. Tanggapan responden mengenai lokasi rumah sakit………...96

10.Tanggapan responden mengenai biaya rumah sakit…...97

11.Tanggapan responden mengenai fasilitas komunikasi rumah sakit.98

12.Tanggapan responden mengenai jumlah Dokter spesialis...99

13.Tanggapan responden mengenai keberadaan UGD...100

14.Tanggapan responden mengenai keberadaan klinik bedah mulut...101

15.Tanggapan responden mengenai kemudahan untuk dihubungi...102

16.Tanggapan responden mengenai kemudahan penanganan…...103

17.Tanggapan responden mengenai service………...104

(7)

21.Tanggapan responden mengenai ketelitian dokter dalam

memeriksa pasien……….109

22.Tanggapan responden mengenai ketepatan/kesesuaian

pemeriksaan terhadap penyakit gigi……….110

23.Tanggapan responden mengenai jaminan bila ada kesalahan

pemeriksaan gigi………..111

24.Tanggapan responden mengenai keterampilan perawat dalam

membantu dokter……….112

25.Tanggapan responden mengenai kebersihan peralatan &kursi

penanganan………..113

26.Tanggapan responden mengenai respond an kemempuan dokter

dan perawat dalam menanggapi keluhan, saran………...115

27.Tanggapan responden mengenai lamanya proses penanganan……116

28.Tanggapan responden mengenai keamanan terhadap barang-

barang pasien………117

29.Tanggapan responden mengenai kemempuan dokter dalam

memberikan alternative/solusi………..118

30.Tanggapan responden mengenai keramahan dokter dan perawat…119

31.Tanggapan responden mengenai ketelitian dokter dan perawat

dalam kinerja………120

(8)

33.Tanggapan responden mengenai perhatian dokter dan perawat

terhadap kebutuhan pasien………...122

34.Tanggapan responden mengenai kelengkapan fasilitas fisik RS….123

35.Tanggapan responden mengenai fasilitas fisik yang digunakan

dapat memuaskan pemakai………..124

36.Tanggapan responden mengenai kesesuaian biaya dengan

pelayanan……….125

37.Tanggapan responden mengenai kenyamanan dan kebersihan

ruangan……….126

38.Tanggapan responden mengenai kemampuan RS dalam

memberikan pelayanan………127

39.Tanggapan responden mengenai kecepatan dan ketepatan dalam

memberikan pelayanan………128

40.Tanggapan responden mengenai kesesuaian hasil dengan

keinginan pelanggan………129

41.Tanggapan responden mengenai informasi jaminan kesehatan

yang diberikan RS terhadap pelanggan………130

42.Tanggapan responden mengenai jaminan RS terhadap obat-

obatan yang dipakai……….131

43.Tanggapan responden mengenai jaminan RS terhadap fasilitas

yang digunakan………132

44.Tanggapan responden mengenai tanggapan RS dalam melayani

(9)

pelanggan……….135

47.Tanggapan responden mengenaihubungan / komunikasi dan

perhatian RS kepada pelanggan………136

48.Tanggapan responden mengenai perhatian RS kepada pelanggan...137

49.Tanggapan responden mengenai keramahan dan kesopanan

pegawai terhadap pelanggan………138

50.Tanggapan responden mengenai pemahaman RS atas keinginan

pelanggan……….139

51.Koefisien korelasi dan Tafsiran korelasi………..141

(10)

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini industri jasa mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pemasaran pada awalnya dikembangkan berhubungan dengan penjualan barang fisik atau berwujud. Salah satu perkembangan besar yang terjadi dewasa ini adalah gejala pertumbuhan industri jasa. Bisa dimengerti bila semakin banyak minat untuk mengetahui bagaimana jasa harus dipasarkan. Dengan banyaknya persaingan di bidang jasa pada saat ini, semakin lama terasa semakin tajam, hal ini tampak dari banyaknya perusahaan yang berdir dalam upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Dengan adanya persaingan ini, maka setiap perusahaan dituntut untuk lebih berusaha dalam melakukan kegiatan pemasarannya.

Sifat perusahaan yang menghasilkan jasa ialah bahwa jasa itu tidak bisa ditimbun atau ditumpuk di gudang, seperti barang-barang lainnya sambil menunggu penjualan. Karena salah satu sifat yang demikian, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk mengembangkan perusahaan yang bergerak di sector jasa.

(11)

jasa yang tidak bertujuan mencari laba bergerak di bidang jasa misalnya: rumah sakit, lembaga social, yayasan dan masih banyak algi lainnya.

Persaingan yang semakin meningkat menuntut perusahaan jasa harus mampu melakukan pemilihan strategi yang tepat. Strategi yagn dilakukan oleh perusahaan jasa untuk berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan jasa lainnya adalah pemilihan strategi, konsep, serta kebijakan pemasaran yang tepat dalam hal bauran jasa, tariff, system pengantaran maupun program promosi. Perusahaan harus dapat memenuhi permintaan pelanggan sesuai atau bahkan melebihi harapan mereka. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan pelayanannya.

Definisi jasa menurut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran Jilid 2 (1997:83) adalah sebagi berikut:

“Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada suatu produk fisik.”

(12)

dalam produk, maka masing-masing perusahaan harus berlomba untuk menguasai pelanggan mereka. Kemajuan teknologi yang disertai dengan adanya inovasi dan kemajuan informasi mengakibatkan persaingan yang semakin ketat dalam memperebutkan pangsa pasar dengan menawarkan berbagai pilihan produk atau jasa, khususnya suatu usaha yang sejenis dimana seperti halnya dalam usaha jasa rumah sakit

Dewasa ini rumah sakit berkembang dengan pesatnya semakin tahun semakin meningkat. Konsumen dalam menggunakan jasa rumah sakit tidak hanya untuk pengobatan diri, akan tetapi untuk menjaga kesehatan mereka dengan sebaik-baiknya.

Seperti kita ketahui kebutuhan manusia itu tidak terbatas apabila sudah dipenuhi kebutuhan yang satu maka timbullah kebutuhan manusia terutama kebutuhan baik pria maupun wanita, maka usaha dibidang kesehatan semakin berkembang.

Untuk mengahadapi persaingan ini, perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang seusai dengan harapan para konsumennya. Bila perusahaan tidak mempedulikan konsumen dan tetap mempertahankan sikap superior mereka dengan merasa diri sebagi orang-orang yang paling tahu apa yang diinginkan konsumennya, lambat laun pasti mereka akan kehilangan konsumen dan pada akhirnya akan mengakhiri profesi mereka.

(13)

ketepatan, keahlian atau kemampuan karyawan, pemberian informasi yang lengkap dan akurat mengenai pasien, etka sopan santun dalam melayani konsumen penyediaan tempat parkir yang memadai, interior gedung-gedung dan sarana kantor yang representatif, serta kondisi dan kenyamanan ruangan yang dilakukan rumah sakit seharusnya dapat memgerikan kepuasan kepada konsumennya.

Kualitas pelayanan jasa yang baik adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh sebuah rumah sakit untuk dapat ungul dari pesaing-pesaingnya. Adapun pengertian Kualitas Pelayanan itu sendiri menurut Goesh dan Davis, yang diterjemahkan oleh DR. Buchari Alma dalam bkunya “Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa” (1992 : 51) adalah:

“Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan denga produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.”

(14)

Dari masalah yang timbul dari sektror jasa (bagian klinik diagnosa rs) , salah satu pemecahan yang mungkin dapat membantu rumah sakit (bagian klinik diagnosa rs )didalam menangani masalah tersebut rumah sakit harus menyusun dan mengembangkan kualitas pelayanan yang baik dan terarah yan memang diinginkan oleh para konsumen, dengan harapan hal tersebut dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Mengingat pentingnya kualitas pelayanan sehubungan dengan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mencoba meneliti di bagian Klinik Diagnosa RS dengan judul:

“ANALISIS PERANAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN KLINIK DIAGNOSA GIGI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA R.S. IMMANUEL”.

1.2.Identifikasi Masalah

Dalam melakukan aktifitas untuk memuaskan konsumen rumah sakit, menghadapi berbagai masalah, baik yang bersifat internal maupun external. Masalah external diantaranya adalah selera konsumen, kondisi ekonomi dan politik negara, serta kebijakan pemerintah. Sementara masalah internal dapat berupa kemampuan rumah sakit dalam merencanakan, mengelola dan mengendalikan kualitas pelayanan agar kepuasan konsumen dapat tercapai.

(15)

pelengkap serta memperbaiki kecepatan, ketepatan, dan keramahan dalam system pelayanan.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis mengidentifikasikan maslah yang timbul dan dibahas sebagi berikut:

1. Hal-hal apa saja dari dimensi kualitas jasa Klinik Diagnosis gigi yang berperan dalam meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan R.S. IMMANUEL

2. Seberapa besarkah hubungan dan peranan kualitas pelayanan pusat diagnosis gigi yang telah diberikan oleh R.S. IMMANUEL terhadap tingkat kepuasan konsumen?

1.3.Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian adalah untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpestasi data yang telah diperoleh untuk penyusunan skripsi sebagi salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang kesarjanaan S1 lengkap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.

Sedangkan tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan mengamati sikap serta tanggapan konsumen

terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh R.S. IMMANUEL di bagian klinik diagnosis gigi.

(16)

1.4. Kegunaan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:

1. Bagi penulis, sebagi salah satu masukan dalam rangka menambah pengetahuan ilmu manajemen, khusunya mengenai kualitas pelayanan jasa da kepuasan konsumen, disamping untuk melengkapi salah satu syarat guna menempuh siding sarjana pada Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha.

2. Bagi perusahaan, sebagi bahan masukan bagi R.S. IMMANUEL dalam melakukan pelayanan yang maksimal di masa yang akan dating serta mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Bagi pihak-pihak lain, sebagi bahan perbandingan maupun sebagi sumbangan pemikiran dan informasi bagi mereka yang merasa tertarik untuk mengadakan penelitian di bidang yang sama.

1.5. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 1.5.1. Kerangka Pemikiran

(17)

akan melakukan pembuatan ulang terhadap jasa yang pernah dipakainya dan menyampaikan informasi tersebut kepada orang lain tentang jasa rumah sakit dan citra rumah sakit dari mulut ke mulut (word of mouth).

Menurut Philip Kotler, manajemen pemasaran: Analisis Perencanaan, Implementasi, dan control, edisi 9, jilid 2, (1997, h, 84-86) jasa mempunyai empat karakteristik yang harus dipertimbangkan bilamana merancang program pemasaran. Karakteristik jasa , adalah sebagi berikut:

1. Tidak Berwujud.

Jasa mempunyai sifat tidak berwujud, karena tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, atau didengar atau dicium sebelum ada transaksi pembelian.

2. Tidak Dapat Dipisahkan.

Suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang atau mesin. Namun apakan sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.

3. Bervariasi.

Barang jasa sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah, karena jasa ini sangat tergantung pasa siapa yang menyediakan, serta, kapan dan dimana jasa itu dilakukan. Para pembeli jasa sangat menyadari sifat yang bervariasi berubah ini, sehingga mereka sering bertanya-tanya dulu sebelim menentukan pemilik jasa yang akan dipilih.

4. Mudah Lenyap.

(18)

R.S. IMMANUEL harus memiliki lebih banyak karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya karena permintaan pada jam sibuk seperti siang hari, bahkan jika permintaannya cukup merata sepanjang hari.

Pada hakekatnya bukan sesutu yang mudah untuk menyamaratakan pemasaran jasa, karena industri jasa sendiri sangatlah beragam. Menurut Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analysis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol, edisi 9 jilid 2, (1997.h. 84) ada beebrapa cara dalam pemnelompokan jas ayaitu:

1. Jasa berbasis pada orang dan jasa berbasis pada peralatan.

Jasa berbasis orang dapat dibedakan dari segi penyediaannya, yaitu pekerja tidak terlatih, terlatih, dan professional.

2. Kehadiran klien.

Beberapa jenis jasa mengharuskan kehdiran klien. Jika klien harus hadir, penyelia jasa harus memperhatikan kebutuhannya. Maka pengelola rumah sakit akan berinvestasi dalam dekorasi gedung dan ruangnya memainkan musik latar, dan terlibat dalam percakapan ringan dengan kliennya.

3. Motivasi Pemakaii.

(19)

4. Motivasi Pemberi Jasa (Laba dan bukan Laba), serta bentuk pemberi

jasa (swasta atau masyarakat).

Dengan memahami apa yang ada di benak konsumen bagaimana respon terhadap pelayanan jasa, menjadi suatu hal yang mendasar bagi pelaksanaan yang lebih baik agar dapat terciptanya kepuasan konsumen dalam batasan sumber daya pelayanan jasa itu sendiri. Pengertian kepuasan menurut Philip Kotler, Manajemen Pemasaran : Analysis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol, edisi 9, jilid 1, (1997, h. 84) adalah :

“Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang

berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( atau

hasil ) sesuatu produk dan harapannya”.

Seperti dijelaskan dalam definisi di atas , kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan , jika :

1. Harapan = kinerja/kenyataan konsumen puas. 2. Harapan > kinerja/kenyataan konsumen tidak puas.

3. Harapan <kinerja/kenyataan konsumen amat puas tau senang.

(20)

1. Reliability ( Kehandalan ).

Kemampuan untuk melaksanakan jasa yang disajikan dengan tepat dan terpercaya.

2. Responsiveness ( Responsif ).

Kemauan untuk membantu dan memberikan jasa dengan tepat.

3. Assurance ( Keyakinan ).

Pengetahuan dan kesopanan karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.

4. Emphaty ( Empati ).

Syarat untuk memberikan perhatian pribadi pada pelanggan. 5. Tangibles ( Berwujud ).

Penampilan fasilitas fisik, baik peralatan, personil dan media komunikasi.

Dengan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh konsumen dan mendapatkan tanggapan yang positif, maka selain berkunjung ulang, konsumen cenderung akan mengatakan sesuatu yang serba baik tentang produk dan pelayanan yang bersangkutan kepada orang lain, menurut Philip Kotler, Marketing Management : Analysis, Plannin, Implementation and Control, 8th. Ed, Eanglewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc, (1994, h.20) sebagi berikut:

A Satisfied Customer:

1. Using more and stays “loyal” longer.

(21)

3. Talks favorably about the company and its products.

4. Pays less attention to competiting brands and advertising and is less price sensitive.

5. Offers product organisasi service ideas to the company.

6. Costs less to serve than new customers because transaction are reutilized.

Artinya :

1. Memakai lebih banyak dan setia lebih lama.

2. Memakai jenis produk baru/produk yang disempurnakan dari rumah sakit. 3. Memuji – muji rumah sakit dan pelayanannya kepada orang lain.

4. Kurang memperhatikan merek dan iklan seting dan kurang memperhatikan

harga.

5. Menawarkan gagasan dan barang jasa kepada konsumen.

(22)

Gambar 1.1

Bagan Kerangka Pemikiran

Perusahaan Jasa

Strategi pemasaran

Bauran pemasaran

4P : Produk, Price, Place, Promotion People, Physical, Evidence, Process

Produk jasa

Dimensi KKualitas Jasa/Pelayanan

(kinerja, features, reliability,conformance to specifications,durability,serviceability,estetika,perceived quality)

Tanggapan Konsumen

Harapan Satisfaction = f (E,P) Jasa yang di

Konsumen E > P = tidak puas berikan/

E = P = puas kenyataan

E< P = sangatpuas

Penilaian

E > P E < P E = P

Tidak puas Sangat puas Puas

Loyalitas Konsumen

Profitabilitas

Keterangan:

(23)

1.5.2. Hipotesis

Dengan berdasarkan uraian di ata, maka dapat ditarik suatu hipotesa sebagai berikut:

“Dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan konsumen R.S. IMMANUEL khususnya di bagian pusat diagnosis gigi”

1.6. Metode Penelitian

1.6.1. Metode Yang Digunakan

Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan survei, yang berguna untuk memperoleh informasi dari sebagian populasi (responden) , dengan tujuan untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan olen R.S. IMMANUEL di bagian pusat diagnosis gigi. Dalam survei ini in formasi dikumpulkan secara langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner.

1.6.2. Jenis dan Sifat Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis yang bertujuan untuk memaparkan data responden secara terstruktur dan akurat mengenai fakta –fakta, sifat, serta korelasi antara variable yang diselidiki.

(24)

1.6.3. Jenis dan Sumber Data

Data primer, diperoleh dengan melakukan riset lapangan (field research). Riset ini dilakukan dengan cara melakukan penelitian langsung pada objek yang akan diteliti. Datanya berupa responden dari pelanggan mengenai pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang dirasakan konsumen di R.S. IMMANUEL.

Data sekunder, Diperoleh dengan melakukan riset kepustakaan (Library Research ). Riset ini dilakukang dengan mempelajari data data yang diperoleh dari laporan – laporan dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini.

1.6.4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data baik primer maupun sekunder, penulis melakukannya dengan cara:

1. Penelitian Lapangan ( field research )

Yaitu peninjauan langsung pada perusahaan yang bersangkutan untuk memperoleh data yang diperlukan . Terdiri dari:

a. Observasi langsung, yaitu kita melakukan peninjauan atau survey ke perusahaan yang kita teliti secara langsung.

b. Wawancara, yaitu kita melakukan Tanya jawab dengan

beberapa staff karyawan dan beberapa pelanggan rumah sakit. c. Kuesioner, yaitu penulis meminta respon dari pelanggan

(25)

2. Penelitian Kepustakaan (library research )

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari buku – buku referensi yang ada kaitannya dengan objek penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data sekunder dan dijadikan sebagai teori untuk menunjang penelitian.

1.6.5. Teknik Pengambilan Sampel

Jenis metode pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan sample secara acak sederhana (simple random sampling). Untuk menentukan jumlah sample (n) yang dapat mewakili populasi dengan derajat kepercayaan ( 1 – α ) sebesar 95 % dan daya pembeda (df) antara populasi dan sample (b) sebesar 0,15 maka:

(Zα/2)2 P(1 – P) n ≥

b2

(1,96)2 (0,5) (1 – 0,5) n ≥

(0,15)2

0,9604 n ≥

0,0225

(26)

Dimana penulis membulatkannya menjadi 50 Keterangan: n = jumlah sample

(27)

18 peralatan dan kursi serta tingakt kebersihannya.

-Keberadaan klinik bedah mulut

-Kemudahan untuk dihubungi -Kemudahan prosedur penanganan -Service (pendaftaran, pengambilan obat) -Ketepatan waktu pengobatan

-Jumlah doctor orythodontist

-Kemampuan perawat dalam memberikan informasi

-Ketelitian dokter dan perawat dalam memeriksa pasien

-Ketepatan pemeriksaan terhadap penyakit gigi. -Jaminan bila ada kesalahan pemeriksaan gigi -Kebersihan peralatan & kursi penanganan -Keterampilan perawat dalam membantu dokter

-Respon dan kemampuan dokter dan perawat dalam menanggapi keluhan , saran -Lamanya proses penanganan

-Keamanan terhadap barang-barang pasien -Kemampuan dokter dalam memberkan alternative / solusi

(28)

19 -Kelengakapan fasilitas fisik RS

-Fasilitas fisik yang digunakan dapat memuaskan pasien

Kesesuaian biaya dengan pelayanan -Kenyanmanan dan kebersihan ruangan

-Kemampuan RS dalam memberikan pelayanan. -Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan.

-Kesesuaian hasil dengan keinginan pelanggan.

-Informasi jaminan kesehatan yang diberikan RS terhadap pelanggan.

-Jaminan RS terhadap kesalahan obat2 yang dipakai. -Jaminan RS terhadap produk obat2 an yang dihasilkan

-Tanggapan RS dalam melayani keluhan/klaim dan saran

-Tindakan RS dalam penanganan.

-Respon RS terhadap perrmintaan pelanggan.

(29)

1.6.7 Teknik Analisis Data

Analisis data penelitian akand ilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Karena variable – variable berskala ordinal, maka statistika yang dipakai adalah statistika non parametik dengan menggunakan koefisen korelasi Rank Spearman.

1. Korelasi Rank Spearman

Koefisien Rank Spearman digunakan untuk mencari hubungan atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing – masing variable yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data antar variable tidak harus sama. Adapun rumus korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut:

6 ∑ d2 Rs = 1 –

N3 – N

Keterangan : r = koefisien korelasi Spearman d = selisih x dan y

N = jumlah sample

2. Apabila terdapat rank kembar untuk variable x dan y, factor koordinat yang mengharuskan untuk menghitung ∑x dan ∑y sebelum menghitung rs

N3 – N

(30)

N3 – N

∑x2 = - ∑Ty 12

Dimana :

t3 - t ∑T =

12

t menunjukan jumlah rank kembar dari penelitian dengan nilai korelasi Spearman dapat dihitung sebagi berikut:

∑x2 + ∑y2 + ∑d2 rs =

2 * √(∑x2) (∑y2)

Sedangkan factor koreksinya sebagi berikut: Keterangan: x = variable independent y = variable dependen

di = selisih rank x dan rank y Tx = factor koreksi x

(31)

t3 - t Tx =

12

t3 - t Ty =

12

Penentuan kuat lemahnya rank tersebut dapat mengikuti batasan – batasan yang dikemukakan oleh J. Champion, yaitu :

0,10 – 0,25 = tidak adakorelasi atau korelasi lemah 0,26 – 0,50 = korelasi cukup lemah

0,51 – 0,75 = korelasi cukup kuat

0,76 – 1,00 = korelasi kuat menuju sempurna

Nilai rs akan berubah antara -1 < rs < 1 Bila:

Rs = 1 berarti terdapat korelasi sempurna dan searah antara variabel x dan variabel y, yaitu setiap kenaikan dan penurunan variabel x akan diikuti kenaikan atau penurunan variabel y.

Rs = -1 berarti terdapat korelasi sempurna tetapi bertentangan antara variabel x dan y, setiap kenaikan variable x akan diikui penurunan variabel y.

(32)

2. Rancangan uji hipotesis

Untuk menentukan apakah Ho ditolak atau diterima yaitu dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Selanjutnya hipotesa yang telah dikemukakan dapat dijabarkan dalam hipotesis statistic menjadi:

Hipotesis :Ho : r = 0 tidak ada pengarh antara variable x dan variable y Hi : r = 0 ada pengaruh antara variable x dan variable y Kriteria pengujian : Ho ditolak jika t hitung > t tabel berarti Hi diterima

Hi diterima jika t hitung < t tabel berarti Hi ditolak 3. Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui berapa besar pengaru atau kontribusi kualitas terhadap kepuasan pengguna jasa digunakan rumus koefisien determinasi, yaitu:

kd = rs2 x 100%

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penulis mengadakan penelitian untuk skripsi ini di R.S. IMMANUEL di jalan . Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2005 hingga selesai.

1.8 Sistematika Pembahasan

(33)

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan mengenai permasalahan tingkat kualitas pelayanan pada Rumah Sakit Immanuel serta pentingnya hal – hal apa saja dari dimensi kualitas jasa Klinik Diagnosis Gigi yang berperan dalam meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini dikemukakan tentang teori-teori yang berhubungan dengan masalah-masalah penelitian.

BAB III OBYEK PENELITIAN

Dalam bab ini diberikan gambaran mengenai perusahaan yang diteliti, termasuk mengenai penjelasan karakteristik dan operasionalnya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini dijelaskan mengenai data-data hasil dari penelitian yang dilakukan dimana selanjutnya data-data itu diolah dengan menggunakan metode yang sesuai untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(34)

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian bab sebelumnya, yaitu dari

pengumpulan data, penelitian data sampai dengan pembahasan, maka

penulis menarik beberapa kesimpulan mengenai pengaruk kualitas

pelayanan terhadap kepuasan konsumen di Rmah Sakit Immanuel

Bandung, yaitu sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil kuesioner mengenai karakteristik konsumen

Rumah Sakit Immanuel , secara umum terlihat bahwa dari lima

atribut yang ditanyakan, ternyata konsumen yang secara

dominant datang ke Rumah sakit Immanuel adalah wanita

sebanyak 35 orang (72%) Walaupun perbedaan yang cukup

besar, perbedaan ini tidaklah menjadi hal yang dapat

mempengaruhi penilaian, karena Rumah Sakit Immanuel tidak

dikhususkan untuk melayani pelanggan dengan jenis kelamin

tertentu.

Yang mungkin terjadi penyebab mengapa wanita lebih banyak

dari pada pria di Rumah Sakit Immanuel adalah karena pengaruh

musiman saja dan mungkin karena saya membagikan kuesioner

nya secara acak dan mungkin yang banyak terbagi ke jenis

(35)

Berdasarkan usia maka dapat dinyatakan responden terbanyak

adalah antara usia 30 – 29 tahun sebanyak 27 orang (54%),

Hal ini dikarenakan dalam usia ini merupakan usia yang paling

rawan penyakit dikarenakan pertahanan tubuh sudah berkurang

banyak bagi yang tidak menjaga ketahanan tubuh nya dari sejak

muda.

Berdasarkan status perkawinan responden maka dapat

dinyatakan bahwa yang telah menikan sebanyak 32 orang (64%),

Analisis yang didapatkan dari pengelompokan data responden

berdasarkan status perkawinan terlihat pada urutan lebih banyak

yaitu sudah menikah yang menggunakan jasa Rumah Salkit

Immanuel dibandingkan yang belum menikah. Hal ini

disebabkan orang yang sudah menikah usianya berada diatas 30

an dan di usia ini sudah dikatakan rawan terkena penyakit karena

ketahanan tubuh sudah melemah.

Berdasarkan pendidikan terakhir responden dapat dinyatakan

bahwa pasca sarjana didapati paling banyak di dalam penelititan

saya sebanyak 16 orang (32%), Analisis yang didapatkan dari

pengelompokan data responden berdasarkan pendidikan terakhir

terlihat pada urutan tertinggi adalah Pasca sarjana dibandingkan

dengan yang lain-lainnya. Hal ini tidak berarti apa-apa karena

penggunaan jasa rumah sakit Immanuel tidak ditentukan

(36)

tidak ada hubngannya sama sekali dengan penggunaan jasa

Rumah Sakit Immanuel.

Berdasarkan jenis pekerjaan responden dapat dilihat yang paling

banyak dating adaleh wirausaha sebanyak 10 orang (20%),

Analisis yang didapatkan dari pengelompokan data responden

berdasarkan pekerjaan terlihat pada urutan tertinggi yaitu

wirausaha dan pelajar pada urutan terendah. Hal ini disebabkan

wirausaha yang ada pada usia yang berkisar 40 – 50 tahun dan di

usia ini seperti telah dikatakan di atas merupakan usia yang

paling rawan penyakit karena daya tahan yang sudah banyak

berkurang.

Berdasarkan lamanya berlangganan responden yang paling

banyak datang yaitu lebih dari 5 tahun sebanyak 33 orang (66%).

Urutan selanjutnya adalah mereka yang sudah menjadi

pelanggan selama 3 – 5 tahun sebanyak 7 orang (14%),

kemudian yang kurang dari 1 tahun sebanyak 6 orang (12%)

yaitu para pelanggan yang belum lama mengenal Rumah Sakit

Immanuel. Sedangkan sebanyak 4 orang (8%) adalah mereka

yang telah menjadi pelanggan selama 1 – 2 tahun dan itu adalah

urutan yang paling terakhir.

Berdasarkan tempat tinggal (wilayah) responden maka bias

dilihat14 % dari konsumen Rumah Sakit Immanuel bertempat

tinggal di Bandung Utara, 48 % dari konsumen bertempat tinggal

(37)

Bandung Barat, 10 % dar konsumen bertempat tinggal di

bandung Timur dan tidak ada dari pelanggan yang bertempat

tinggal di luar kota.

Yang terakhir yaitu adalah berdasarkan intensitas kedatangan per

bulan dapat dilihat pada umumnya konsumen datang ke rumah

sakit Immanuel 1x dalam sebulan terlihat di table dengan

frekuensi 24 orang (48 %), dan urutan kedua terbanyak adalah 2x

sebulan datang ke rumah sakit Immanuel dapat dilihat dalam

table yaitu

2. Pengujian koefisien korelasi yang digunakan adalah untuk

mengetahui seberapa besar pengeruh kualitas pelayanan terhadap

tingkat kepuasan di Rumah Sakit Immanuel di bagian gigi

Bandung. Rumus yang digunakan oleh penulis yaitu Rank

Spearman. Dari hasil perhitungan bab sebelumnya, maka

diperoleh nilai koefisien korelasinya adalh 0.477, hal ini

menunjukkan bahwa antara kualitas pelayanan terhadap

kepuasan konsumen terdapat hubungan yang cukup besar dan

searah artinya kenaikan atau penurunan variable kualitas

pelayanan akan diikuti oleh kenaikan atau penurunan variable

kepuasan konsumen.

3. Bredasarkan hasil penelitian didapat pengaruh tingkat

determinasi antara variable X dan Y adalah sebesar 22.75%,

artinya pengaruh kualitas pelayanan yang dilakukan oleh RSI

(38)

77.25% sangat dipengaruhi oleh factor-faktor lain. Dan dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan

(variable X) dengan kepuasan pelanggan (variable Y). Dan

dengan kata lain kualitas pelayanan dapat mempengaruhi

kepuasan konsumen.

4. Secara keseluruhan para responden memberikan nilai

memuaskan terhadap pelayanan yang diberikan oleh Rumah

Sakit Immanuel Bagian Diagnosis gigi, namun pengurus Rumah

Sakit perlu memperhatikan penilaian beberapa responden

mengenai atribut-atribut yang dinilai kurang memuaskan.

5. Pada akhirnya Rumah Sakit Immanuel harus memperhatikan

kepuasan para konsumen dengan mempertahankan

pelayanan-pelayanan yang sudah dianggap memuaskan oleh para

konsumennya, akan pihak pengusaha hendaknya berusaha untuk

lebih meningkatkan kualitas pelayanannya. Sehingga dengan

demikian para konsumen akan merasa lebih puas atas jasa

pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Immanuel.

Sedangkan untuk pelayanan yang berlum memberikan kepuasan

kepada para konsumen maka perusahaan harus segera

memperbaikinya, karena jika tidak para konsumen akan segera

beralih ke Rumah Sakit yang lain yang dianggap dapat

(39)

5.2 Saran

Sehubungan dengan kesimpulan yang telah diambil, penulis

ingin memberikan beberapa saran yang diharapkan menjadi bahan

masukan dan pertimbangan bagi pihak Rumah Sakit Immanuel dalam

memberikan pelayanan, sehingga dapat memberikan kepuasan bagi para

konsumennya. Adapun saran – saran tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dengan lebih mengetahui karakteristik konsumen yang dating,

pihak Rumah Sakit tentunya akan lebih mudah untuk dapat

melayani dan memuaskan kebutuhan konsumennya.Mengingat

semakin meningkatnya tingkat persaingan di usaha bidang

kesehatan ini, maka Rumah Sakit Immanuel sebaiknya perlu

mengadakan program discount khusus untuk pelanggan dengan

minimal menjadi pelanggan dengan waktu tertentu untuk

menjaring lebih banyak lagi segmen konsumen

2. Rumah Sakit Immanuel sebaiknya mempertahankan mengenai

evaluasi – evaluasi yang biasa dilakukan secara berkala untuk

mengetahui sejauh mana keberhasilan dari program2 yang telah

dilakukan oleh pihak Rumah Sakit.

3. Rumah Sakit diharapkan dapt lebih mau lagi untuk menanggapi

dan memperhatikan keluhan-keluhan yang datangnya dari

konsumen, sehinga pihak Rumah Sakit dapat lebih cepat

(40)

1. Prof. Dr. Sudjana MA., MSc., “Statistika Untuk Ekonomi dan

Niaga”, Edisi kedua, Penerbit TARSITO Bandung, 1993.

2. Dayan, Anto, “Pengantar Metode Statistik”, jilid II, cet. II, Jakarta

LP#ES, 1986.

3. Kotler, Philip, “Manajemen Pemasaran: Analisis Perencanaan,

Implementasi dan Kontrol”, edisi ke-9, jilid 1 dan 2. Diterjemahkan

oleh: Hermawan, Ancella Anitawati SE., MBA., Penerbit Salemba

Empat, 1997.

4. Kotler, Philip, Marketing Management: Analysis, Planning,

Implementation and Control”, 8th ed., Englewood Cliffs, New

Jersey: Prentice-Hall Inc, 1994.

5. Kotler, Philip, Marketing Management: Analysis, Planning,

Implementation and Control”, 9th ed., Englewood Cliffs, New

Jersey: Prentice-Hall Inc, 1997.

6. Stanton, William J., “Prinsip Pemasaran”, Edisi ketujuh, Buku Satu

Diterjemahkan ileh Drs. Yohanes Lamarto, MBA., MSM., Penerbit

Erlangga, 1996.

7. Stanton, William J., “Prinsip Pemasaran”, Edisi ketujuh, Buku Dua,

Diterjemahkan oleh Sundaru, Sadu Drs., Penerbit Erlangga, 1996.

8. Cowell, Donald W., “The Marketing of Services”, 1st ed., London:

(41)

Marketing”, Edisi Kedelapan, Singapore : Mc. Graw-Hill Book Co.,

1987.

11.Kotler, Philip and N. Blom, Paul, “Teknik dan Memasarkan Jasa

Profesional, Edisi 1 Diterjemahkan oleh W. Bakwotun, Wilhelmus

SE., Penerbit CV. Intermedia Jakarta, 1987.

12.Alma, Buchari DR., “Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa,

Edisi kedua, Penerbit CV.ALFABETA Bandung, 1998.

13.Lovelock, Christoper H., “Service Marketing”., 2nd ed., New Jersey

Prentice-Hall Inc., 1991.

14.Lovelock, Christoper H., “Service Marketing”., 3th ed., New Jersey

Prentice-Hall Inc., 1996.

15.Zeithamal, V.A; Parasuraman, A; and Berry, L.L, “Delivery Quality

Service : Balancing Customer Perception Expectations. New York :

The Free Press, 1990.

16.Lele Millind and Sheth Jagdish N, “Pelanggan Kunci Keberhasilan,

Alih Bahasa B. Dicky Soetadi, Mitra Utama, 1995.

17.Siegel, Sidney, “Strategik Non Parametrik untuk ilmu-ilmu Sosial”,

Edisi Keenam, Diterjemahkan oleh Sayuh, Zanzawi dan Simatupang,

Landung, Jakarta : Gramedia, 1994.

18.Soetjipto, Budi W., “Service Quality”, Usahawan No. 01, Th XXVI

(42)

1998. Penerbit Andi Yogyakarta.

20.Tjiptono, Fandi, “Manajemen Jasa”, Edisi Pertama. Penerbit Andy

Offset Yogyakarta, Tahun 1996.

21.Tjiptono, Fandy, “Total Quality Service”, Edisi Pertama, Cetakan

Gambar

Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Untuk indikator ” Pemahaman karyawan PDAM ”Delta tirta” terhadap kebutuhan konsumen ” sebagian besar responden menyatakan cukup dengan jumlah responden sebanyak 32 orang

(3) Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Warung Es Masuk Gajahan. Populasi dalam penelitian ini

Hal ini yang melatarbelakangi untuk melakukan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara kualitas pelayanan yang telah dilakukan oleh Soho Music Bandung dengan

Untuk mengetahui kepuasan pelanggan akan kualitas pelayanan yang. diberikan oleh toserba X, maka metode yang digunakan

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menelitinya dengan mengambil judul: &#34;Pengamh Dimensi-Dimensi Kualitas Pelayanan Dan Marketing Stimulii Terhadap

kepuasan pelanggan sebagian besar responden menjawab setuju, hal ini dapat mendiskripsikan bahwa konsumen puas dengan harga, pelayanan dan secara keseluruhan dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh lima dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengujung pada Cafe Banaran Semarang.. Sebanyak 110 responden dimentai

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh bukti pengaruh bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan