• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE JALAN MAYJEN HARUN SOHAR KOTA PAGAR ALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE JALAN MAYJEN HARUN SOHAR KOTA PAGAR ALAM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE JALAN MAYJEN HARUN SOHAR KOTA PAGAR ALAM

Remi Ayu Manda Sari 1 Lily Endah Diansari 2 Prodi Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Jln. MasikSiagim No. 75 Simpang Bacang Dempo Tengah Kota Pagar Alam Sur-el: [email protected]

Abstrak: Drainase merupakan infastruktur yang sanggat penting bagi suatu wilayah.

Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan perubahan tata guna lahan sehingga berkurangmya aliran limpasan, seperti yang terjadi pada saluran drainase Jalan Myjen Herun Sohar pada musim penghujan. Drainase seing kali meluap dan membanjiri rumah warga. Tujuan penelitian ini menganalisis kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar Kota Pagar Alam. Perhitungan Intensitas Curah Hujan menggunakannpersamaan Mononobe, perhitungan debit bencana banjir berdasarkan persamaan Rasional. Sebaran curah hjan yang cocok pada daerah penelitian ini dengan menggunakan metode Gumbell setelah diuji dengan kecocokan distribusi menggunakan metode Chi-kuadrat dan nmetode Smirnov-kolmogorov dengan curah hujan rencana Tr 50

= 175,72 mm/jam, jadi besarnya Q eksisting = 3,563 m 3 /detik dan besarnya debit banjir rencana Q 50 = 2,261 m 3 /detik. Disimpulkan bahwa kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar masih mampu menampung debit banjir rencana namun untuk menghindari terjadinya pendangkalan maka perlu dilakukan pengerukan sebesar 0,50 m.

Kata kunci : Saluran drainase, Debit, Limpasan

Abstrack : Drainage is a very important infrastructure for an area. Increasing population causes changes in land use resulting in reduced land infiltration and increased runoff. As happened in the drainage channel of Jalan Mayjen Harun Sohar in the rainy season. Drainage often overflowed and flooded people's homes. The purpose of this study is to analyze the capacity of drainage channels on Jalan Mayjen Harun Sohar Kota Pagar Alam. Calculation of Rainfall Intensity using the Mononobe equation.

calculation of flood discharge plan based on the Rational method. Distribution of rainfall that is suitable in this study area is to use the gumbell method after being tested with the distribution match using the Chi-squared and Smirnov-Kolmogrov method with a planned rainfall Tr50 = 175.72 mm / hour, so the amount of existing Q = 3,563 m3 / sec and the magnitude of the planned flood discharge Q50 = 2,261 m3 / sec. It was concluded that the capacity of the drainage channel on Jalan Mayje Harun Sohar street was still able to accommodate the planned flood discharge but to avoid detention a dredging of 0.50 m was carried out.

Keywords: Drainage channel, Flood, Runoff

I. . PENDAHULUAN

Drainasae merupakan infastruktur yang sanggat penting di suatu wilayah. Drainase berfungsi untuk mengalirkan limpasan air yang

ada dipermukaan tanah. Seiring berkembangnya

infastruktur dan meningkatnya jumlah penduduk

di Kota Pagar Alam, menyebabkan semakin

bertambah pula kegiatan dan ahli fungsi tata guna

(2)

lahan yang menyebabkan berkurangnya infiltrasi tanah dan meningkatnya aliran limpasan.

Banyak saluran Drainase yang keadaanya sudah tidak baik dan kurnag terawat, sudah tidak bias menampung air hujan, sehingga air meluap dan menyebabkan terjadinya genangan. Sama hal nya yang terjadi di saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar pada musim penghujan.

Drainase sering kali meluap dan membanjiri rumah warga. Hal tersebut tak luput dari kurangnya kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah akibatnya saluran tidak dapat bekerja secara optimal unruk mengalirkan air hujan yang ada.

Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagar Alam Selatan.

II. METODOLOGI PENELITIAN 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini berlokasi di disaluran drainase pada Gang Niac Mitra di Jalan Mayjen Harun Sohar, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagar Alam.

Sumber: Google Earth, 2020

Gambar 1 Lokasi Penelitian

2. Metode Pengumpulan data

1. Study Pustaka

Dalam pencarian data dengan mengumpulkan referensi-referensi seperti jurnal, buku yang dilakukan penelitian terdahulu.

1. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Neraca Air Daerah Aliran Sungai Biyonga.(Bokings, 2019).

2. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisa Kapasitas Saluran Primer Terhadap Pengendali Banjir (Fahrizal, et al., 2015).

3. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis dam Evaluasi Saluran Drainase Pada

Kawasan Perumnas Talang Kelapa di Sub DAS Lambidaro Kota Palembang (Fairizi, 2015).

4. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Kapasitas Saluran Jalan Panjang Sampai dengan Rumah Pompa Kedoya Utara ( Imamudin, et al., 2019)

5. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Kapasitas Saluran Drianase Jalan Raya Jakarta Barat ( Khadavi, et al., 2019) 6. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian

Analisis Kapasitas Saluran Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai dengan Rumah Pompa Kampung Gusti ( Supriyanto, et al., 2019).

2. Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan pada penelitian ini ada dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara :

a. Observasi lapangan

Melakukan pengamatan langsung dan mencatat hal-hal penting yang ada dilapangan seperti panjang saluran, lebar saluran, kedalaman saluran.

b. Dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara merekam data/keterangan yang diperlukan dengan menggunakan peralatan elektronik yang ada,.

Data sekunder beserta sumbernya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data curah hujan yang diperoleh dari PTP Nusantara VII.

2. Peta tata guna lahan yang diperoleh dari Dinas PUPR.

3. Peta topografi skala 1:20.000 (DEMNAS) 4. Peta lokasi yang didapat dari citra satelit

Google Earth.

3. Metode Perhitungan dan Analisis

Tahapan Analisis/perhitungan data yang sudah diperoleh sebagai berikut :

1. Data curah hujan yang di dapat kemudian dilakukan analisis Frekuensi Curah Hujan Rencana dengan menggunakan metode Distribusi Normal, Distribusi Log Normal, Distribusi Person III, dan Distribusi Gumbel.

Dari ke empat metode tersebut selanjutnya

dilakukan Uji kecocokan distribusi

menggunakan metode Chi-kuadrat dan

Smirnov-Kolmogrov guna untuk mengetahui

(3)

besaran distribusi hujan yang cocok pada daerah penelitian.

2. Perhitungan Intensitas Curah Hujan (I) menggunakan persamaan Mononobe, pada metode ini dibutuhkan nilai waktu konsentrasi dengan menggunakan metode Kirpich (Tc) Nilai Tc dan A didapat dari analisis hidromatri menggunakan data topografi dengan skala 1:20.000.

3. Analisis nilai koefisien limpasan di dapat dari peta pengguanan lahan, kemudian diberikan nilai sesuai dengan peruntukannya.

4. Diagram Alir Penelitian

Gambar 2. Diagram Alir Penelitian

III. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Pengumpulan data

1. Data curah Hujan

Data curah hujan yang didapat adalah dari stasiun curah hujan PTPN VII Kota Pagar Alam.

Data curah hujan dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel 1. Curah hujan maksimum No Tahun Curah Hujan Maksimum

Harian (mm)

1 2010 101

2 2011 78

3 2012 64

4 2013 108

5 2014 127

6 2015 103

7 2016 78

8 2017 72

9 2018 66

10 2019 40.5

Sumber : PTPN VII,2020

2. Data Tofografi Berdasarkan data topografi, wilayah penelitian

berdara di ketingian 717-724 m dari permukaan laut. Pada penelitian ini data topografi diperlukan utnuk menentukan nilai catchment area dan kemiringan saluran drainase yang diteliti.

(Sumber: DEMNAS)

Gambar 3. Topografi

3. Data Tata Guna Lahan

Berdadarkan rencana tata ruang wilayah, pola ruang Kota Pagar Alam tata guna lahan daerah penelitian ini diperuntukan untuk daerah perumahan kepadatan tinggi.

(Sumber: RT RW Kota Pagar Alam, 2012-2032)

Gambar 4 Tata Guna Lahan

(4)

4. Analisis

a. Analisis curah hujan

Untuk perhitungsn/anslisis curah hujan menggunakan 4 metodeyak ini distribusi normal, log normal, log person III dan Distribusi Gumbell

1. Metode distribudi normal

Tabel 2. Parameter statistic metode distribusi normal dan gumbell

Dilahat dari table diatas curah hujan rata- rata adalah 83,75 mm. untuk perhitungan C s

(Koefisien Kemiringan), C k (koefisien ketajaman), C v (koefisien Variasi) dan standar devisiasi sebagai berikut :

S=   5906 . 62 25 . 62

1 10

1 1

1

2

 

  R

i

R

i

n

C=

 

1  210    9 ( 11228.25 8 25 . 62

3

) 0 , 093

3

3

1

 

 

S n n

R R n

n

i

i i

C v = 0 , 306

75 . 83

62 .

25 

R

i

S

C k =

       9 8 ( 7 )( 25 . 62 ) 3.611 )

(7842346 10

. 3 2 1

) (

4 2

4 1

4 2

 

 

S n n n

R R n

n

i

i i

Untuk nilai K digunakan adalah Nilai Variabel Reduksi Gaus, Perhitungan metode distribusi normal

𝑅 𝑋 = 𝑅 ̅̅̅ + 𝐾. 𝑆 𝑡

R 2 = 83,75+ ( 0 ) ( 25,62 ) = 78,66mm R 5 =83,75+ ( 0,84 ) ( 25,62 ) = 110,85mm R 10 =83,75+ ( 1,28 ) ( 25,62 ) = 131,1mm R 25 = 83,75+ ( 1,64 ) ( 25,62 ) = 150,5mm R 50 = 83,75+ ( 2,05 ) ( 25,62 ) = 136,3mm 2. Metode Distribusi Gumbell

Yn = 0.4952 Sn = 0.9497 Yt 2 = 0.3065 Yt 5 = 1.4999 Yt 10 = 2.2504 Yt 20 = 2.9702 Yt 50 = 3.9019

K = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

Sn

K 2 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

Sn = 0.3065−0.4952

0.9497 = -0.20 K 5 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

0.9497 = 1.4999−0.4952

0,9497 = 1.06 K 10 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

0.9497 = 2.2504−0.4952

0,9497 = 1.85 K 20 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

0.9497 = 2.9702−0.4952

0,9497 = 2.61 K 50 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

0.9497 = 3,9019−0,4952

0,9497 = 2.61

R T = R i + S x K

R 2 =83.75+ 25.62 x -0.20 = 78.66mm R 5 =83.75+ 25.62 x 1.06= 110.85mm R 10 =83.75+ 25.62 x 1.85 = 131.10mm R 20 =83.75+ 25.62 x 2.61 = 150.51mm R 50 =83,75+ 25,62 x 3,59 = 175,72mm 3. Metode Distrubusi log normal

Kt₂ = 0 Kt₅ = 0,84 Kt₁₀ = 1,28 Kt₂₀ = 1,64 Kt 5 ₀ = 2,05

Log RT = i log R + Kt.SlogRi

Log R2 = 1,902909+ (0) (0,144) = 1,903 Jadi Log R2 = 79,97

N0

Tahu n

Curah Hujan Maksimum Harian (mm)

1 2010 101

17,25 297,5625 5132,953 1211,7361

2 2011 78 -5,75 33,0625 -190,109 1093,129

3 2012 64

-19,75 390,0625 -7703,73 152148,8

4 2013 108

-24,25 588,0625 14260,52 345817,5

5 2014 127

43,25 1870,563 80901,83 3499004

6 2015 103

19,25 370,5625 7133,328 137316,6

7 2016 78

-5,75 33,0625 -190,109 1093,129

8 2017 72

-11,75 138,0625 -1622,23 1906,25

9 2018 66

-17,75 315,0625 -5592,36 99264,38

10 2019 40,5

-43,25 1870,563 -80901,8 3499004

837,5 0 5906,62 11228,25 7842346

Ŕ 83,75

S 25,62

) ( R

i

R

) 2

( R

i

R

i

( R

i

R

i

) 3R

i

R

i

4

(5)

Log R5 = 1,902909+ (0,84) (0,144) = 2,02 Jadi Log R5 = 105,57

Log R10 = 1,902909+ (1,28) (0,144) = 2,09 Jadi Log R10 = 122,11

Log R20 = 1,902909 + ( 1,64) (0,144) = 2,14 Jadi Log R20 = 137,55

Log R50 = 1,902909 + ( 2,05) (0,144) = 2,20 Jadi Log R50 = 158,49

4. Metode Log Pearson III

Kt₂ = 0,116 Kt₅ = 0,857 Kt₁₀ = 1,183 Kt ₂₀ = 1,38

LogRT = i log R + K.SlogRi

Log R2 =1,902909+ (0,116) (0,144) = 1,92 Jadi R2 = 83,09 mm

Log R5 =1,902909 + (0,857) (0,144) = 2,03 Jadi R5 = 106,17 mm

Log R10 = 19,02909+ (1,183) (0,144) = 2,07 Jadi R10 = 118,26 mm

Log R20 = 1,902909+ (1,38) (0,144) = 2,10 Jadi R20 = 126,22 mm

Log R20 = 1,902909+ (1,663) (0,144) = 2,14 Jadi R20 = 138,03 mm

b. Uji Kecocokan Distribusi 1. Metode Chi-Kuadrat

Langkah-langkah perhitungan dengan Metode Uji Chi Kuadrat sebagai berikut:

Urutkan data tebesar ke terkecil

Tabel 3. Pengurutan data dari bear ke kecil

No Ri

1 127

2 108

3 103

4 101

5 78

6 78

7 72

8 66

9 64

10 40,5

a) Menghitung jumlah kelas Jumlah data (n) = 10

Kelas distribusi (K) = 1+3,3 log 10 = 4,3 = 5 kelas

b) Menghitung derajat kebebasan (Dk) dan 𝑥 𝛼 2

Parameter (p) = 2

c) Derajadat kebebasan (Dk) = k – (p+1) = 2 Nilai 𝑥 𝛼 2 adalah 5.9910

Menghitung kelas distribusi Kelas distribusi = 1

5 x 100% = 20%, interval distribusi adalah 20%: 40%: 60%: 80%

Persentase 20% yaitu p(x) = 20% diperoleh T = 1

𝑃 𝑋 = 1

0,20 = 5 Tahun

Persentase 40% yaitu p(x) = 40% diperoleh T = 1

𝑃 𝑋 = 1

0,40 = 2,5 Tahun

Persentase 60% yaitu p(x) = 60% diperoleh T = 1

𝑃 𝑋 = 1

0,60 = 1,67 Tahun

Persentase 80% yaitu p(x) = 80% diperoleh T = 1

𝑃 𝑋 = 1

0,80 = 1,25 Tahun d) Menghiutng interval kelas 1. Distribusi gumbeil

Dengan jumlah data (n) = 10 maka didapatkan nilai

Yn = 0.4952 Sn = 0.9497 K = 𝑌𝑡−𝑌𝑛

𝑆𝑛 = 𝑌𝑡−0,4952

0,9497

Sehingga:T = 5Yt = 1,4999maka K = 1,0579 T=2,5Yt = 0,6717maka K = 0,1859 T=1,67 Yt = 0,0907maka K=-0,4259 T =1,25 Yt=-0,4759makaK=-1,0225 Nilai X rata-rata = 83.75

Nilai S = 25.62

Maka nilai interval kelas: 𝑋 𝑇 = 83.75 + 25.62 x K Sehingga: 𝑋 𝑇𝑅 = Xrata-rata + SK

𝑋 5 = 110.85 mm 𝑋 2,5 = 88.52 mm 𝑋 1,67 = 72.84 mm

𝑋 1,25 = 57.55 mm

2. Distribusi Normal

Nilai T = 5 berdasarkan nilai T maka didapat:

T = 5 maka K T = 0,84 T = 2,5 maka K T = 0,25 T = 1,67 maka K T = -0,25 T = 1,25 maka K T = -0,84 Nilai Xrata-rata = 83,75 Nilai S = 25,62

Interval kelas X T = Xrata-rata + K T .S yaitu

X T = 83,75 +25,62 x K T

(6)

Sehingga : X 5 = 105,27 mm X 2,5 = 90,16 mm

X 1,67 = 77,34 mm X 1,25 = 62,23 mm

3. Distribusi log Normal Nilai T = 5 maka K T = 0,84 T = 2,5 maka K T = 0,25 T = 1,67 maka K T = -0,25 T = 1,25 maka K T = -0,84 Nilai Log ri = 1,902909 Nilai S log ri = 0,144

Interval kelas: log ri + K T x S log ri yaitu 1,902909 + K T x 0,144

Sehingga: X 5 = 137,55 mm X 2.5 =122,11 mm

X 1.67 = 105,57 mm X 1.25 = 79,97 mm

4. Distribusi Log Pearson III nilai K T dihitung berdasarkan nilai Cs atau G = - 0,74

nilai T = 2 dan Cs = 0.116 untuk berbagai periode ulang adalah:

T = 5 maka X T = 0,857 T = 2,5 maka X T = 0,3705 T = 1,67 maka X T = -0,2914 T = 1,25 maka X T = -0,810 Nilai Log Ri = 1,902909 S Log Ri = 0,144

Interval kelas: Log Ri = Log Ri + X T x S log Ri

= 1,902909 + X T x 0,144 Sehingga: X 5 = 126,22 mm X 2.5 = 118,26 mm

X 1,67 = 106,17 mm X 1.25 = 83,09 mm 5. Perhitungan nilai X 2

1. Perhitungan nilai X 2 untuk distribusi normal Tabel 4. Perhitungan nilai X 2 distribusi normal

Kelas Interval E f O f E f -O f

(Ef − Of)^2 𝐸𝑓

1 >105.27 2 2 0 0

2 90,16-105,27 2 2 0 0

3 77,34-90,16 2 2 0 0

4 62,23-77,34 2 3 -1 -0,5

5 <62,23 2 1 1 0,5

∑ 1 X 2 1

2. Perhitungan nilai X 2 untuk distribusi log normal

Tabel 5. Perhitungan nilai X 2 Distribusi Log Normal

Kelas Interval E f O f E f -O f

(Ef − Of)^2 𝐸𝑓

1 >137,55 2 0 0 0,0

2 122,11-

137,55 2 1 1 0,5

3 105,57-

122,11 2 1 1 0,5

4 79,97-105,57 2 2 0 0,0

5 <79,97 2 6 -4 8,0

∑ 1 X 2 9.0

3. Perhitungan nilai X 2 untuk distribusi Gumbell Tabel 6. Perhitungan nilai X 2 distribusi gumbell

Kelas Interval E f O f E f - O f

(Ef − Of)^2 𝐸𝑓

1 >110.85 2 1 1 0.5

2 88.52-

110.85 2 3 -1 -0.5

3 72.84-

88.52 2 2 0 0.0

4 57.84-

72.84 2 3 -1 -0.5

5 <57.55 2 1 1 0.5

∑ 10 10 X 2 0.0

4. Perhitungan nilai X 2 untuk distribusi Pearson III

Tabel 7. Perhitungan nilai X 2 untuk distribusi Pearson III

Kelas Interval E f O f E f -O f

(Ef − Of)^2 𝐸𝑓

1 >126,22 2 1 1 05

2 118,26-

126,22

2 0 2 2,0

3 106,17-

118,26

2 1 1 0,5

4 83,09-

106,17

2 2 0 0,0

5 <83,09 2 6 -4 8,0

∑ 1 X 2 11,0

(7)

Tabel 8. Hasil rekapitulasi nilai X 2 dan X 2 𝛼

2. Uji ke cocokan Smirnov-kolmogorov Berdasarkan hasil analisis uji kecocokan Smirnov- kolmogrov ke 4 distribusi yang paling baikuntuk menganalisis data adalah distribusi probabilitas gumbell. Hasil analisisdapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel 9. Uji kecocokan Smirnov-kolmogorov distribusi gumbell

No Xi P(Xi) F(t) P'(Xi) ⌂P

(1) (2) (3) (4) (5) (6)=(5)-(3)

1 127 0.09 1.69 0.05 -1.6

2 108 0,18 0.95 0.17 -0.8

3 103 0,27 0.75 0.23 -0.5

4 101 0,36 0.67 0.25 -0.4

5 78 0,45 -0.22 0.59 0.8

6 78 0,55 -0.22 0.59 0.8

7 72 0,64 -0.46 0.68 1.1

8 66 0,73 -1.69 0.75 1.4

9 64 0,82 -0.77 0.78 1.6

10 40.5 0,91 -0.69 0.95 2.6

⌂P 2.6

Berdasarkan hasil tabel diatas dapat ditarik kesimpulan disimpulkan bahwa :

1. Simpangan maksimum ⌂P = 2.6

2. Ababila n (jumlah data) 10 serta derajat kepercayaan 5% maka pada tabel derajat kepercayaan di lampiran 8 didapat ⌂P kritis

= 0,41

3. Jadi ⌂P maksimum < ⌂P kritis Oleh Karena itu untuk menganalisis data curah hujan rencana yang diterima adalah distribusi probabilitas Gumbell.

Berdasarkan uji kecocokan chi-kuadrat dua distribusi yang di terima yaitu distribusi normal dan distribusi gumbell.

c. Intensitas Curah Hujan

Panjang Saluran = 342 m = 0.342 km S= 𝐻𝑡−𝐻0

𝐿 . 100%

= 724−717

342 . 100% = 0.0205 Tc = ( 𝑜,87.𝐿 2

1000.𝑆 ) 0,385 = ( 0,87.,0.342 2

20.5 ) 0,385

=( 0,87,

20.5 ) 0,385

= 0.13 Jam

I = 𝑅 24

24 . ( 24

𝑡 𝑐 ) 2/3 I = 175,72

24 . ( 24

0.13 ) 2/3 I = 237,386 mm/jam

d. Analisis Debit Banjir Rencana

Untuk menghitung analisis debit banjir rencana digunakan rumus metode rasional.

Diketahui :

Catchment Area (A) = 0.04568 km 2

Koefisien Pengaliran=Area merupakan permukiman dengan kepadatan sedang = 0,75 (tabel Koefisisen Limpasan 2.8)

Intensitas Hujan (I) = 206.8967 mm/jam Q = 0.278 . C . I . A

Q = 0.278 . 0.75 . 237,386 . 0.04568 Q = 2,261m 3 / detik

Debit Ekisting A = B . H

= 2.75 . 0.52

= 1,43 m 2 P = B + 2H = 2.75 + 2. 0.52 = 2.75 + 1.04 = 3,79 m

R = 𝐴

𝑃 = 1,43

3,79 = 0.38 m V = 1

𝑛 . R 2/3 . S 1/2 V = 1

0,030 . 0,38 2/3 . 0,0205 1/2 = 2,50 m/detik

Q = A . V = 1,43 . 2,50 = 3.563 m 3 /detik Q Saluran > Q Rencana 3,563m 3 /detik > 2,261m 3 /detik

Distribusi

probbilitas X 2 terhitung X 2 𝛼 Keterangan Normal 1.0 5.991 Diterima Log

Normal 9.0 5.991 Tidak

diterima Gumbell 0.0 5.991 Diterima Log

Pearson Type III

11.0 5.991 Tidak

diterima

(8)

Jadi setelah melakukan perhitungan Q saluran lebih besar dari Q rencana, saluran yang ada masih mampu menampung debit hujan, dan setelah dilakukan penelitian bahwa permasalahan genangan yang sering terjadi pada Jalan Mayjen Harun Sohar Kota Pagar Alam disebabkan oleh kapasitas saluran drainase yang tidak mampu lagi menampung debit rencana maka dilakukan normalisasi saluran dengan pengerukan dan menaikan tinggi jagaan saluran dengan persamaan sebagai berikut:

A = 𝑄

𝑉 = 2,261

2,50 = 0,904 m 2 A = B x H

= 2,75 x H = 0,904 H = 0,904

2,75 = 0,33 m ≈ 0,50 H total : 0,52 + 0,50 = 0,102 m

H= 0,102 m

B= 2,75 m

IV. SIMPULAN

Dari hasil analisis diketahui bahwa, sebaran curah hujan yang cocok pada daerah penelitian ini adalah dengan menggunakan metode gumbell dengan curah hujan rencana menggunakan Tr 50 = 175,72 mm/jam, jadi besarnya Q eksisting =2,261 m 3 /detik dan besarnya debit banjir rencana Q 50 = 3,180 m 3 /detik. Dapat disimpulkan bahwa kapasitas saluran drainase di Gang Niac Mitra Pada Jalan Mayjen Harun Sohar masih mampu menampung debit banjir rencana namun untuk menghindari terjadinya penangkalan maka dilakukan pengerukan sebesar 0,50 m.

DAFTAR RUJUKAN

Bokings, S. F. (n.d.). Analisis Neraca Air Daerah Aliran Sungai Biyonga. Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi, 5(1), 28-37

Fachrizal, & Wesli. (2015). Analisa Kapasitas Saluran Primer Terhadap Pengendali Banjir (Studi Kasus Sistem Drainase Kota Langsa). TERAS JURNAL-Jurnal Teknik Sipil, 5 (1).

Fairizi, D. (2015). Analisi dan Evalusai Saluran Drainase Pada Kawasan Perumnas Talang Kelapa di Sub DAS Lambidaro Kota Palembang. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 3 (1), 755-765.

Imamudin, M., & Antoni, H. (2019). Analisis Kapasitas Drainase Jalan Panjang Sampai dengan Rumah Pompa Kedoya Utara.

Prosiding Semnasek.

Imamudin, M., & Khadavi, A. (2019). Analisis Kapasitas Saluran Drainase Jalan Raya Jakarja Barat. Prosiding Semnastek.

Imamudin, M., & Supriyanto, G. (2019). Analisis

Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan

Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah

Pompa Kampung Gusti. Prosiding

Semnastek.

Gambar

Gambar 1 Lokasi Penelitian
Tabel 1. Curah hujan maksimum  No  Tahun  Curah Hujan Maksimum
Tabel 2. Parameter statistic metode distribusi   normal dan gumbell
Tabel 3. Pengurutan data dari bear ke kecil
+3

Referensi

Dokumen terkait

“Researching First Language Development” in Research Language in Schools and Communities; Functional Linguistic Perspectives.. Making Sense of

Peserta diwajibkan untuk menghadiri Pembuktian Kualifikasi ini, dengan membawa :. Dokumen Kualifikasi dan Dokumen Pendukungnya (

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6, diperoleh bahwa pada kondisi pasang menuju surut di kedalaman 0,2d, nilai kecepatan arus tertinggi berada pada stasiun pengamatan

The purpose of the practical paper (Paper 5 or 6) is to test Assessment Objective 3 (experimental skills). Your teacher will be able to give you more information about how each

Perwakilan perusahaan yang hadir adalah Direktur atau yang mewakili dengan membawa surat kuasa.. Demikian

Kalau pembelajaran dilakukan pada anak usia dini tentu bobot kesulitannya tidak serumit yang dilaksanakan di sekolah dasar atau di perguruan tinggi, disini kalau kita

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa definisi dari jumlah penerimaan Pajak Penghasilan dalam penelitian ini adalah jumlah pemasukan atau penerimaan pajak

Setelah diadakan penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi dan informasi tentang Efektifitas Komunikasi Organisasi dalam pelaksanaan Program Kerja