ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE JALAN MAYJEN HARUN SOHAR KOTA PAGAR ALAM
Remi Ayu Manda Sari 1 Lily Endah Diansari 2 Prodi Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam
Jln. MasikSiagim No. 75 Simpang Bacang Dempo Tengah Kota Pagar Alam Sur-el: [email protected]
Abstrak: Drainase merupakan infastruktur yang sanggat penting bagi suatu wilayah.
Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan perubahan tata guna lahan sehingga berkurangmya aliran limpasan, seperti yang terjadi pada saluran drainase Jalan Myjen Herun Sohar pada musim penghujan. Drainase seing kali meluap dan membanjiri rumah warga. Tujuan penelitian ini menganalisis kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar Kota Pagar Alam. Perhitungan Intensitas Curah Hujan menggunakannpersamaan Mononobe, perhitungan debit bencana banjir berdasarkan persamaan Rasional. Sebaran curah hjan yang cocok pada daerah penelitian ini dengan menggunakan metode Gumbell setelah diuji dengan kecocokan distribusi menggunakan metode Chi-kuadrat dan nmetode Smirnov-kolmogorov dengan curah hujan rencana Tr 50
= 175,72 mm/jam, jadi besarnya Q eksisting = 3,563 m 3 /detik dan besarnya debit banjir rencana Q 50 = 2,261 m 3 /detik. Disimpulkan bahwa kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar masih mampu menampung debit banjir rencana namun untuk menghindari terjadinya pendangkalan maka perlu dilakukan pengerukan sebesar 0,50 m.
Kata kunci : Saluran drainase, Debit, Limpasan
Abstrack : Drainage is a very important infrastructure for an area. Increasing population causes changes in land use resulting in reduced land infiltration and increased runoff. As happened in the drainage channel of Jalan Mayjen Harun Sohar in the rainy season. Drainage often overflowed and flooded people's homes. The purpose of this study is to analyze the capacity of drainage channels on Jalan Mayjen Harun Sohar Kota Pagar Alam. Calculation of Rainfall Intensity using the Mononobe equation.
calculation of flood discharge plan based on the Rational method. Distribution of rainfall that is suitable in this study area is to use the gumbell method after being tested with the distribution match using the Chi-squared and Smirnov-Kolmogrov method with a planned rainfall Tr50 = 175.72 mm / hour, so the amount of existing Q = 3,563 m3 / sec and the magnitude of the planned flood discharge Q50 = 2,261 m3 / sec. It was concluded that the capacity of the drainage channel on Jalan Mayje Harun Sohar street was still able to accommodate the planned flood discharge but to avoid detention a dredging of 0.50 m was carried out.
Keywords: Drainage channel, Flood, Runoff
I. . PENDAHULUAN
Drainasae merupakan infastruktur yang sanggat penting di suatu wilayah. Drainase berfungsi untuk mengalirkan limpasan air yang
ada dipermukaan tanah. Seiring berkembangnya
infastruktur dan meningkatnya jumlah penduduk
di Kota Pagar Alam, menyebabkan semakin
bertambah pula kegiatan dan ahli fungsi tata guna
lahan yang menyebabkan berkurangnya infiltrasi tanah dan meningkatnya aliran limpasan.
Banyak saluran Drainase yang keadaanya sudah tidak baik dan kurnag terawat, sudah tidak bias menampung air hujan, sehingga air meluap dan menyebabkan terjadinya genangan. Sama hal nya yang terjadi di saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar pada musim penghujan.
Drainase sering kali meluap dan membanjiri rumah warga. Hal tersebut tak luput dari kurangnya kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah akibatnya saluran tidak dapat bekerja secara optimal unruk mengalirkan air hujan yang ada.
Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase pada Jalan Mayjen Harun Sohar, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagar Alam Selatan.
II. METODOLOGI PENELITIAN 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di disaluran drainase pada Gang Niac Mitra di Jalan Mayjen Harun Sohar, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagar Alam.
Sumber: Google Earth, 2020
Gambar 1 Lokasi Penelitian
2. Metode Pengumpulan data
1. Study Pustaka
Dalam pencarian data dengan mengumpulkan referensi-referensi seperti jurnal, buku yang dilakukan penelitian terdahulu.
1. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Neraca Air Daerah Aliran Sungai Biyonga.(Bokings, 2019).
2. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisa Kapasitas Saluran Primer Terhadap Pengendali Banjir (Fahrizal, et al., 2015).
3. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis dam Evaluasi Saluran Drainase Pada
Kawasan Perumnas Talang Kelapa di Sub DAS Lambidaro Kota Palembang (Fairizi, 2015).
4. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Kapasitas Saluran Jalan Panjang Sampai dengan Rumah Pompa Kedoya Utara ( Imamudin, et al., 2019)
5. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian Analisis Kapasitas Saluran Drianase Jalan Raya Jakarta Barat ( Khadavi, et al., 2019) 6. Membaca dan mengutip dari jurnal penelitian
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai dengan Rumah Pompa Kampung Gusti ( Supriyanto, et al., 2019).
2. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini ada dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara :
a. Observasi lapangan
Melakukan pengamatan langsung dan mencatat hal-hal penting yang ada dilapangan seperti panjang saluran, lebar saluran, kedalaman saluran.
b. Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara merekam data/keterangan yang diperlukan dengan menggunakan peralatan elektronik yang ada,.
Data sekunder beserta sumbernya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data curah hujan yang diperoleh dari PTP Nusantara VII.
2. Peta tata guna lahan yang diperoleh dari Dinas PUPR.
3. Peta topografi skala 1:20.000 (DEMNAS) 4. Peta lokasi yang didapat dari citra satelit
Google Earth.
3. Metode Perhitungan dan Analisis
Tahapan Analisis/perhitungan data yang sudah diperoleh sebagai berikut :
1. Data curah hujan yang di dapat kemudian dilakukan analisis Frekuensi Curah Hujan Rencana dengan menggunakan metode Distribusi Normal, Distribusi Log Normal, Distribusi Person III, dan Distribusi Gumbel.
Dari ke empat metode tersebut selanjutnya
dilakukan Uji kecocokan distribusi
menggunakan metode Chi-kuadrat dan
Smirnov-Kolmogrov guna untuk mengetahui
besaran distribusi hujan yang cocok pada daerah penelitian.
2. Perhitungan Intensitas Curah Hujan (I) menggunakan persamaan Mononobe, pada metode ini dibutuhkan nilai waktu konsentrasi dengan menggunakan metode Kirpich (Tc) Nilai Tc dan A didapat dari analisis hidromatri menggunakan data topografi dengan skala 1:20.000.
3. Analisis nilai koefisien limpasan di dapat dari peta pengguanan lahan, kemudian diberikan nilai sesuai dengan peruntukannya.
4. Diagram Alir Penelitian
Gambar 2. Diagram Alir Penelitian
III. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Pengumpulan data
1. Data curah Hujan
Data curah hujan yang didapat adalah dari stasiun curah hujan PTPN VII Kota Pagar Alam.
Data curah hujan dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 1. Curah hujan maksimum No Tahun Curah Hujan Maksimum
Harian (mm)
1 2010 101
2 2011 78
3 2012 64
4 2013 108
5 2014 127
6 2015 103
7 2016 78
8 2017 72
9 2018 66
10 2019 40.5
Sumber : PTPN VII,2020
2. Data Tofografi Berdasarkan data topografi, wilayah penelitian
berdara di ketingian 717-724 m dari permukaan laut. Pada penelitian ini data topografi diperlukan utnuk menentukan nilai catchment area dan kemiringan saluran drainase yang diteliti.
(Sumber: DEMNAS)
Gambar 3. Topografi
3. Data Tata Guna Lahan
Berdadarkan rencana tata ruang wilayah, pola ruang Kota Pagar Alam tata guna lahan daerah penelitian ini diperuntukan untuk daerah perumahan kepadatan tinggi.
(Sumber: RT RW Kota Pagar Alam, 2012-2032)
Gambar 4 Tata Guna Lahan
4. Analisis
a. Analisis curah hujan
Untuk perhitungsn/anslisis curah hujan menggunakan 4 metodeyak ini distribusi normal, log normal, log person III dan Distribusi Gumbell
1. Metode distribudi normal
Tabel 2. Parameter statistic metode distribusi normal dan gumbell
Dilahat dari table diatas curah hujan rata- rata adalah 83,75 mm. untuk perhitungan C s
(Koefisien Kemiringan), C k (koefisien ketajaman), C v (koefisien Variasi) dan standar devisiasi sebagai berikut :
S= 5906 . 62 25 . 62
1 10
1 1
1
2
R
i R
in
C=
1 2 10 9 ( 11228.25 8 25 . 62
3) 0 , 093
3
3
1
S n n
R R n
n
i
i i
C v = 0 , 306
75 . 83
62 .
25
R
iS
C k =
9 8 ( 7 )( 25 . 62 ) 3.611 )
(7842346 10
. 3 2 1
) (
4 2
4 1
4 2
S n n n
R R n
n
i
i i
Untuk nilai K digunakan adalah Nilai Variabel Reduksi Gaus, Perhitungan metode distribusi normal
𝑅 𝑋 = 𝑅 ̅̅̅ + 𝐾. 𝑆 𝑡
R 2 = 83,75+ ( 0 ) ( 25,62 ) = 78,66mm R 5 =83,75+ ( 0,84 ) ( 25,62 ) = 110,85mm R 10 =83,75+ ( 1,28 ) ( 25,62 ) = 131,1mm R 25 = 83,75+ ( 1,64 ) ( 25,62 ) = 150,5mm R 50 = 83,75+ ( 2,05 ) ( 25,62 ) = 136,3mm 2. Metode Distribusi Gumbell
Yn = 0.4952 Sn = 0.9497 Yt 2 = 0.3065 Yt 5 = 1.4999 Yt 10 = 2.2504 Yt 20 = 2.9702 Yt 50 = 3.9019
K = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
Sn
K 2 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
Sn = 0.3065−0.4952
0.9497 = -0.20 K 5 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
0.9497 = 1.4999−0.4952
0,9497 = 1.06 K 10 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
0.9497 = 2.2504−0.4952
0,9497 = 1.85 K 20 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
0.9497 = 2.9702−0.4952
0,9497 = 2.61 K 50 = 𝑌𝑡−𝑌𝑛
0.9497 = 3,9019−0,4952
0,9497 = 2.61
R T = R i + S x K
R 2 =83.75+ 25.62 x -0.20 = 78.66mm R 5 =83.75+ 25.62 x 1.06= 110.85mm R 10 =83.75+ 25.62 x 1.85 = 131.10mm R 20 =83.75+ 25.62 x 2.61 = 150.51mm R 50 =83,75+ 25,62 x 3,59 = 175,72mm 3. Metode Distrubusi log normal
Kt₂ = 0 Kt₅ = 0,84 Kt₁₀ = 1,28 Kt₂₀ = 1,64 Kt 5 ₀ = 2,05
Log RT = i log R + Kt.SlogRi
Log R2 = 1,902909+ (0) (0,144) = 1,903 Jadi Log R2 = 79,97
N0
Tahu n
Curah Hujan Maksimum Harian (mm)
1 2010 101
17,25 297,5625 5132,953 1211,7361
2 2011 78 -5,75 33,0625 -190,109 1093,129
3 2012 64
-19,75 390,0625 -7703,73 152148,8
4 2013 108
-24,25 588,0625 14260,52 345817,5
5 2014 127
43,25 1870,563 80901,83 3499004
6 2015 103
19,25 370,5625 7133,328 137316,6
7 2016 78
-5,75 33,0625 -190,109 1093,129
8 2017 72
-11,75 138,0625 -1622,23 1906,25
9 2018 66
-17,75 315,0625 -5592,36 99264,38
10 2019 40,5
-43,25 1870,563 -80901,8 3499004
837,5 0 5906,62 11228,25 7842346
Ŕ 83,75
S 25,62