PT BANK PANIN DUBAI SYARIAH, TBK
LAPORAN KEUANGAN/ FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2021/
NINE-MONTH PERIOD ENDED SEPTEMBER 30, 2021
SURAT PERNYATAAN DIREKSI DIRECTORS’ STATEMENT LETTER LAPORAN KEUANGAN – Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada 30 September 2021
FINANCIAL STATEMENTS – Nine-Month Period Ended September 30, 2021
Laporan Posisi Keuangan 1 Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain 3
Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 4 Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 5 Statements of Cash Flows
Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil 6
Statements of Reconciliation of Revenue and Revenue Sharing
Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat 7
Statements of Sources And Uses of Zakat Funds
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan 8
Statements of Sources And Uses of Charity Funds
Catatan atas Laporan Keuangan
9 Notes to Financial Statements
-
2021 Notes 2020
Rp'000 Rp'000
ASET ASSETS
Kas 14,610,087 18,198,389 Cash
Penem patan pada Bank Indonesia 347,390,099 5 1,145,019,472 Placem ents w ith Bank Indonesia
Giro pada Bank Lain 6 Dem and Deposits w ith Other Banks
Pihak berelasi 1,889,403 36 9,956,395 Related parties
Pihak ketiga 3,794,407 4,485,877 Third parties
Jumlah 5,683,810 14,442,272 Total
Investasi pada Surat Berharga - Pihak Ketiga 1,845,517,150 7 576,245,494 Investm ents in Marketable Securities-Third Parties Cadangan kerugian penurunan nilai (15,907,634) (15,907,634) Allow ance for impairment losses
Jumlah 1,829,609,516 560,337,860 Total
Piutang Murabahah 8 Murabahah Receivables
Pihak berelasi 3,917,981 36 4,044,695 Related parties
Pihak ketiga 155,484,888 225,464,456 Third parties
Cadangan kerugian penurunan nilai (9,567,344) (10,606,322) Allow ance for impairment losses
Jumlah 149,835,525 218,902,829 Total
Piutang Ijarah - Pihak Ketiga Ijarah Receivables - Third Parties
Pihak ketiga 9,033,498 1,693,642 Third parties
Cadangan kerugian penurunan nilai (525,718) (188,584) Allow ance for impairment losses
Jumlah 8,507,780 1,505,058 Total
Pem biayaan Mudharabah - Pihak Ketiga 9 Mudharabah Financing - Third Parties
Pihak ketiga 305,473,703 336,257,794 Third parties
Cadangan kerugian penurunan nilai (17,405,534) (25,439,120) Allow ance for impairment losses
Jumlah 288,068,169 310,818,674 Total
Pem biayaan Musyarakah 10 Musyarakah Financing
Pihak berelasi 832,250 36 1,871,321 Related parties
Pihak ketiga 8,533,498,803 7,878,746,311 Third parties
Cadangan kerugian penurunan nilai (287,147,764) (202,325,486) Allow ance for impairment losses
Jumlah 8,247,183,289 7,678,292,146 Total
Aset Yang Diperoleh Untuk Ijarah - Bersih 541,655,492 11 397,720,593 Assets Acquired For Ijarah - Net Penyertaan Modal Sem entara 936,658 12 936,658 Equity Participation
Biaya Dibayar Dim uka 29,611,676 36 10,658,085 Prepaid Expenses
Aset Tetap - Bersih 193,792,253 13 198,947,537 Prem ises and Equipm ent - Net Aset Hak Guna 6,245,981 14 4,401,829 Right-of-use Assets Aset Pajak Tangguhan - Bersih 5,141,035 34 5,517,217 Deferred Tax Assets - Net Aset Takberw ujud - Bersih 802,131 15 2,881,933 Intangible Assets - Net Aset Pengam punan Pajak 1,016,416 1,016,416 Assets from Tax Am nesty Aset Lain-lain 626,327,269 16 732,485,225 Other Assets
JUMLAH ASET 12,296,417,186 11,302,082,193 TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
Rp'000 Rp'000
LIABILITAS, DANA SYIRKAH LIABILITIES, TEMPORARY SYIRKAH
TEMPORER DAN EKUITAS FUNDS AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas Segera 5,121,910 3,241,806 Liabilities Payable Im m ediately
Bagi Hasil Dana Syirkah Tem porer Undistributed Revenue Sharing of
dan Bonus Wadiah yang Belum Tem porary Syirkah Funds
Dibagikan 10,899,919 17 17,511,372 and Wadiah Bonuses
Sim panan 18 Deposits
Pihak berelasi 2,406,664 36 6,517,368 Related parties
Pihak ketiga 805,940,365 530,050,094 Third parties
Jumlah 808,347,029 536,567,462 Total
Utang Pajak 3,758,255 19 8,297,519 Taxes Payable
Liabilitas Sew a 6,240,334 20 4,236,724 Lease Liabilities
Liabilitas Im balan Pasca Kerja 23,667,299 21 20,008,112 Post-em ploym ent Benefits Obligation Biaya yang Masih Harus Dibayar dan
Liabilitas Lain-lain 21,693,888 22 11,068,515 Accruals and Other Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 879,728,634 600,931,510 TOTAL LIABILITIES
DANA SYIRKAH TEMPORER 23 TEMPORARY SYIRKAH FUNDS
Bank Bank
Pihak berelasi 1,075,000,000 36 200,000,000 Related party
Pihak ketiga 175,962 621,523 Third parties
Jumlah dana syirkah temporer dari bank 1,075,175,962 200,621,523 Total temporary syirkah funds from banks
Bukan Bank Non Bank
Pihak berelasi 8,010,432 36 31,694,629 Related parties
Pihak ketiga 7,214,051,401 7,353,181,099 Third parties
Jumlah dana syirkah temporer Total temporary syirkah funds
dari bukan bank 7,222,061,833 7,384,875,728 from non banks
JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER 8,297,237,795 7,585,497,251 TOTAL TEMPORARY SYIRKAH FUNDS
EKUITAS EQUITY
Modal Saham - nilai nominal Rp 100 per saham Capital Stock - par value of Rp 100 per share
Modal dasar - 39.000.000.000 saham Authorized - 39,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor penuh - Subscribed and paid-up -
38.813.641.319 saham tahun 2020 dan 3,881,364,132 24 3,881,364,132 38,813,641,319 shares in 2020 and
23.959.037.851 saham tahun 2019 23.959.037.851 shares in 2019
Tam bahan Modal Disetor (9,306,313) 25 (9,306,313) Additional Paid-in Capital Penghasilan Kom prehensif Lain 9,629,936 12, 26 8,296,194 Other Com prehensive Incom e
Saldo Laba (Defisit) Retained Earnings (Deficit)
Defisit sebesar Rp 20.226.576 ribu Deficit of Rp 20,226,576 thousand
pada tanggal 30 Juni 2009 telah dieliminasi melalui as of June 30, 2009 have been eliminated
kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2009 through quazi-reorganization on June 30, 2009
Ditentukan penggunaannya 26,382,010 26,382,010 Appropriated
Tidak ditentukan penggunaannya (788,619,008) (791,082,591) Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 3,119,450,757 3,115,653,432 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS, DANA TOTAL LIABILITIES, TEMPORARY
SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 12,296,417,186 11,302,082,193 SYIRKAH FUNDS AND EQUITY
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
Rp'000 Rp'000
Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank Revenue Receipts from Fund Managem ent
sebagai Mudharib 533,700,200 28, 36 558,857,702 as Mudharib
Hak Pem ilik Dana atas Bagi Hasil Depositors Share on Return of
Dana Syirkah Tem porer 258,165,154 29, 36 458,439,580 Tem porary Syirkah Funds
Pendapatan Usaha Lainnya 30 Other Operating Revenues
Administrasi 22,554,551 11,361,410 Administrative
Lainnya 9,239,290 22,971,198 Others
Jum lah Pendapatan Usaha Lainnya 31,793,841 34,332,608 Total Other Operating Revenues
Beban (Pendapatan) Kerugian Penurunan Nilai - bersih 137,945,663 31 (18,505,067) Provision for Im pairm ent Losses - net
Beban Usaha Lainnya Other Operating Expenses
Administrasi 71,767,113 32, 36 63,833,770 Administrative
Beban kepegaw aian 71,799,265 33 71,931,586 Personnel expense
Imbalan pasca kerja 5,695,000 21 2,776,444 Employee benefits
Bonus w adiah 7,754,859 6,595,036 Bonuses on w adiah deposits
Lainnya 9,521,111 9,473,508 Others
Jum lah Beban Usaha Lainnya 166,537,348 154,610,344 Total Other Operating Expenses
LABA (RUGI) USAHA 2,845,876 (1,354,547) INCOME (LOSS) FROM OPERATIONS
PENDAPATAN (BEBAN) NON USAHA - BERSIH 312,564 1,667,575 NON-OPERATING REVENUES (EXPENSES) - NET
LABA (RUGI) SEBELUM ZAKAT DAN BEBAN PAJAK 3,158,440 313,028 INCOME (LOSS) BEFORE ZAKAT AND TAX EXPENSE
ZAKAT - - ZAKAT
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 3,158,440 313,028 INCOME (LOSS) BEFORE TAX EXPENSE
MANFAAT (BEBAN) PAJAK (694,857) 34 (68,866) TAX BENEFIT (EXPENSE)
LABA (RUGI) BERSIH 2,463,583 244,162 NET INCOME (LOSS)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Item that w ill not be reclassified subsequently to profit or loss
Surplus revaluasi aset tetap - 13 (1,031,355) Gain on revaluation of premises
Pengukuran kembali atas kew ajiban imbalan pasti - 21 1,104,754 Remeasurement of defined benefit obligation
Perubahan nilai w ajar penyertaan modal sementara Others
yang diukur pada nilai w ajar melalui penghasilan
komprehensif lain - 12 (334,138)
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan Income tax relating to item that w ill not be
direklasifikasi ke laba rugi - 34 (276,189) reclassified subsequently to profit or loss
Sub jumlah - (536,928) Sub total
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Item that w ill be reclassified subsequently to profit or loss
Perubahan nilai w ajar surat berharga yang diukur Changes in fair value of marketable securities
pada nilai w ajar melalui penghasilan measured at fair value through other
komprehensif lain 1,333,742 7 (199,161) comprehensive income
Pajak penghasilan terkait pos yang akan Income tax relating to item that w ill be
direklasifikasi ke laba rugi - 34 49,790 reclassified subsequently to profit or loss
Sub jumlah 1,333,742 (149,371) Sub total
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan Total other comprehensive income for
setelah pajak 1,333,742 (686,299) the current year net of tax
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 3,797,325 (442,137) TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
LABA (RUGI) PER SAHAM 35 EARNINGS (LOSS) PER SHARE
(dalam Rupiah penuh) (in full Rupiah am ount)
Dasar 0.06 0.01 Basic
Dilusian 0.06 0.01 Diluted
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
Perubahan nilai Perubahan nilai w ajar w ajar surat berharga penyertaan modal
yang diukur pada sementara yang diukur nilai w ajar melalui pada nilai w ajar melalui
Surplus penghasilan penghasilan
revaluasi komprehensif lain/ komprehensif lain/
aset Changes in fair value of Changes in fair value of
Tambahan tetap/ marketable securities temporary investment Jumlah penghasilan
Modal disetor/ modal disetor/ Gain on Keuntungan measured at fair value measured at fair value komprehensif lain/ Ditentukan Tidak ditentukan
Catatan/ Paid-up capital Additional revaluation aktuarial/ through other through other Total other penggunaannya/ penggunaannya/ Jumlah ekuitas/
Notes stock paid-in capital of premises Actuarial gain comprehensive income comprehensive income comprehensive income Appropriated Unappropriated Total equity
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Saldo per 1 Desember 2020 2,395,903,785 (5,268,018) 60,716,002 7,893,076 149,371 - 68,758,449 26,382,010 (791,210,707) 1,694,565,519 Balance as of December 1, 2020 Dampak Penerapan PSAK 71 - - - - - (58,644,458) (58,644,458) - - (58,644,458) Effect of Application of PSAK 71 Pelaksanaan Penaw aran Umum Terbatas II 24,25 1,485,460,347 - - - - - - - - 1,485,460,347 Right Issue I
Laba (Rugi) bersih periode berjalan - - - - - - - - 128,116 128,116 Net Income (loss) for the period Biaya emisi Penaw aran Umum Terbatas II - (4,038,295) - - - - - - - (4,038,295) Net Income (loss) for the period Penghasilan komprehensif lainnya - setelah pajak - - (1,031,355) 881,813 (149,371) (1,518,884) (1,817,797) - - (1,817,797) Other comprehensive income - net of tax Saldo per 31 Desember 2020 3,881,364,132 (9,306,313) 59,684,647 8,774,889 - (60,163,342) 8,296,194 26,382,010 (791,082,591) 3,115,653,432 Balance as of December 31, 2020 Laba (Rugi) bersih periode berjalan - - - - - - - - 2,463,583 2,463,583 Net Income (loss) for the period Penghasilan komprehensif lainnya - setelah pajak - - - 1,333,742 - - 1,333,742 - - 1,333,742 Other comprehensive income - net of tax Saldo per 30 September 2021 3,881,364,132 (9,306,313) 59,684,647 10,108,631 - (60,163,342) 9,629,936 26,382,010 (788,619,008) 3,119,450,757 Balance as of September 30, 2021
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
Saldo laba (defisit)/
Retained earnings (deficit)
-
2021 Notes 2020
Rp'000 Rp'000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan pendapatan pengelolaan dana Revenue receipt from fund management
sebagai mudharib 507,412,405 558,857,701 as mudharib
Pembayaran bagi hasil dana syirkah temporer (251,787,292) (458,439,580) Temporary syirkah funds paid Penerimaan pendapatan usaha lainnya 35,712,885 119,101,221 Other operating revenues received
Pembayaran beban usaha lainnya (146,952,385) (214,278,852) Other operating expenses paid
Penerimaan pendapatan non-usaha 368,975 728,100 Receipts from non-operating income Pembayaran beban non-usaha (1,097,601) 58,293 Payments for non-operating expenses
Pembayaran beban pajak - 1,778,597 Tax expense paid
Arus kas operasi sebelum perubahan dalam Operating cash flow s before changes in
aset dan liabilitas operasi 143,656,987 7,805,480 operating assets and liabilities
Penurunan (kenaikan) aset operasi Decrease (increase) in operating assets
Sertifikat Bank Indonesia Syariah 154,054,000 265,946,000 Bank Indonesia Sharia Certificate
Investasi pada surat berharga (1,269,271,656) (183,877,411) Investments in marketable securities
Piutang Murabahah 71,594,039 65,710,570 Murabahah receivables
Piutang Ijarah (7,339,857) - Ijarah receivables
Aset Ijarah (143,934,899) (157,660,529) Assets Acquired For Ijarah
Pembiayaan Mudharabah 30,784,091 20,406,340 Mudharabah financing
Pembiayaan Musyarakah (653,713,421) 99,416,041 Musyarakah financing
Aset lain-lain 44,571,279 (45,839,759) Other assets
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Increase (decrease) in operating liabilities
Liabilitas segera 3,746,318 9,779,478 Liabilities payable immediately
Simpanan 271,692,302 (36,375,872) Deposits
Liabilitas Sew a 2,003,609 - Lease Liabilities
Liabilitas lain-lain (13,194,017) (365,000,000) Other liabilities
Kenaikan Dana Syirkah Temporer 711,827,807 28,968,868 Increase in Temporary Syirkah Funds
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (653,523,418) (290,720,794) Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Perolehan aset tak berw ujud (2,079,802) 15 - Acquisitions of softw are
Perolehan aset tetap (5,155,284) 13 (600,707) Acquisitions of premises and equipment
Penambahan aset hak guna 4,836,368 13 - Additional of right of used asset Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (2,398,718) (600,707) Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan - - Net Cash Used in Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (655,922,136) (291,321,501) NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1,023,606,132 1,151,371,334 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 367,683,996 860,049,833 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN SUPPLEMENTAL DISCLOSURES
Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of:
Kas 14,610,087 20,131,755 Cash
Penempatan pada Bank Indonesia 347,390,099 5 834,228,199 Placements w ith Bank Indonesia
Giro pada bank lain 5,683,810 6 5,689,879 Demand deposits w ith other banks
Jumlah 367,683,996 860,049,833 Total
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
2021 Notes 2020
Rp'000 Rp'000
PENDAPATAN USAHA UTAMA (AKRUAL) 533,700,200 28 558,857,702 MAIN OPERATING REVENUE (ACCRUAL)
Pengurang: Deduction:
Pendapatan tahun berjalan yang kas atau Income during the year in w hich cash or
setara kasnya belum diterima: cash equivalents have not been received:
Pendapatan Murabahah 1,487,757 3,621,330 Murabahah income
Pendapatan pembiayaan Mudharabah 3,730,302 7,140,285 Revenue sharing Mudharabah financing
Pendapatan pembiayaan Musyarakah 14,828,450 44,631,045 Revenue sharing Musyarakah financing
Pendapatan Sew a Ijarah - Bersih 9,051,401 1,890,307 Revenue from Ijarah - Net
Pendapatan sukuk negara dan perusahaan 8,593,118 3,448,750 Income from government sukuk and corporate sukuk Pendapatan Surat Berharga Indonesia Syariah 310,645 2,656,701 Income from Bank Indonesia Sharia Certificate Jum lah Pengurang 38,001,673 63,388,418 Total Deduction
Penam bah: Addition:
Pendapatan tahun sebelumnya yang kas atau Income from previous year in w hich cash or
setara kasnya diterima pada tahun berjalan: cash equivalents have been received in current year:
Pendapatan Murabahah 3,621,330 2,102,042 Murabahah income
Pendapatan pembiayaan Mudharabah 7,140,285 148,059 Revenue sharing Mudharabah financing
Pendapatan pembiayaan Musyarakah 44,631,045 18,691,416 Revenue sharing Musyarakah financing
Pendapatan sew a Ijarah - bersih 1,890,307 - Revenue from ijarah - net
Pendapatan sukuk negara dan perusahaan 3,448,750 2,541,916 Income from government sukuk and corporate sukuk Pendapatan Surat Berharga Indonesia Syariah 2,656,701 6,877,460 Income from Bank Indonesia Sharia Deposit Facility Jum lah Penam bah 63,388,418 30,360,893 Total Addition
Pendapatan yang tersedia untuk bagi hasil 559,086,945 525,830,177 Available revenue for revenue sharing
Bagi hasil yang menjadi hak Bank 300,921,791 67,390,597 Revenue sharing attributable to the Bank
Bagi hasil yang menjadi hak pemilik dana 258,165,154 29 458,439,580 Revenue sharing attributable to depositors
Dirinci atas: With details as follow s:
Yang sudah didistribusikan 247,265,235 436,133,480 Distributed
Yang belum didistribusikan 10,899,919 16 22,306,100 Undistributed
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
2021 2020
Rp'000 Rp'000
Dana zakat aw al tahun 168,450 583,635 Zakat funds at beginning of the year
Sum ber dana zakat: Sources of zakat funds:
Zakat dari Bank - 168,450 Zakat from Bank
Penyaluran dana zakat Distribution of zakat funds
Disalurkan ke lembaga lain - 583,635 Distributed to other institution Disalurkan sendiri - - Distributed by Bank Jumlah penyaluran dana zakat - 583,635 Total distribution of zakat funds
Kenaikan (Penurunan) dana zakat - (415,185) Decreases of zakat funds Dana zakat akhir tahun 168,450 168,450 Zakat funds at end of the year
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
-
2021 2020
Rp'000 Rp'000
Dana kebajikan aw al tahun 471,366 212,060 Charity funds at beginning of the year
Sum ber dana kebajikan: Sources of charity funds:
Lainnya 243,112 671,336 Others
Penggunaan dana kebajikan Uses of charity funds
Sumbangan 282,140 412,030 Donation
Lainnya 84,653 - Others
Jum lah penggunaan dana kebajikan 366,793 412,030 Total uses of charity funds Penurunan dana kebajikan (123,681) 259,306 Decreases of charity funds Dana kebajikan akhir tahun 347,685 471,366 Charity funds at end of the year
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. w hich are an integral part of the financial statements.
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (“Bank”)
didirikan dengan akta No. 12 tanggal 8 Januari 1972 dari Moeslim Dalidd, notaris di Malang, dengan nama PT Bank Pasar Bersaudara Jaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/284/4 tanggal 11 Desember 1979. Bank berubah nama menjadi PT Bank Panin Syariah sebagaimana dimuat dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 67 tanggal 20 Agustus 2010 Tambahan No.12339/2010 dan selanjutnya berubah nama menjadi PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk sebagaimana dimuat dalam Akta No.54 tanggal 19 April 2016 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0008935.AH.01.02.2016.
Perubahan seluruh anggaran dasar Bank
terakhir sebagaimana dimuat dalam akta No. 49, tanggal 22 Maret 2018 yang dibuat
dihadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., tersebut, yang perubahannya telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia tanggal 28 Maret 2018, No : AHU-AH.01.03-0127665 yang telah
diubah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.19 tanggal 27 Nopember 2020 mengenai perubahan modal disetor yang dibuat dihadapan Kristanti Suryani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Pusat, pemberitahuan perubahan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No.AHUAH.01.03-0413420 tanggal 30 Nopember 2020 dan susunan pengurus Bank terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta No.
42, tanggal 27 Juli 2020, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia tanggal 29 Juli 2020 No : AHU-AH.01.03-0316445.
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (“The Bank”) was established based on Deed No. 12 dated January 8, 1972 of Moeslim Dalidd, notary in Malang, under the name of PT Bank Pasar Bersaudara Jaya. The Deed of Establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. Y.A.5/284/4 dated December 11, 1979.
The Bank changed its name to PT Bank Panin Syariah as published and announced in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 67 dated 20 August 2010 Supplement No.12339/2010 and subsequently changed its name to PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk as contained in Deed No.54 on April 19, 2016 which was made before Fathiah Helmi, SH, a notary in Jakarta and was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on Decree No. AHU-0008935.AH.01.02.2016. The latest amendments of all articles of association of the Bank as stated in deed No. 49, dated March 22, 2018 made before the Notary Fathiah Helmi, SH, which changes had been received and recorded in the Legal Entity Administration System database of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia on March 28, 2018, No : AHU-AH.01.03-0127665 which had been amended as contained in the deed of Statement of Extraordinary General Meeting of Shareholders no. 19 dated November 27, 2019 made before Kristanti Suryani, S.H., M.Kn., notary in Jakarta, the notification of changes had been accepted by Ministry of Law & Human Rights of the Republic of Indonesia, dated November 30, 2020 No: AHU-AH.01.03-0413420 and latest of the composition of the management of the Bank as contained in deed No. 42, dated July 27, 2020, made before Fathiah Helmi, S.H., notary in Jakarta and has been received and recorded in the database of the Legal Entity Administration System of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
datedJuly 29, 2020 No : AHU-AH .01.03-0316445.
Bank berkedudukan di Jakarta dan memiliki 11 kantor cabang. Kantor pusat Bank beralamat di Gedung Panin Life Center, Jl. Letjend S. Parman Kav.91, Jakarta. Jumlah rata - rata karyawan Bank pada 30 September 2021 adalah 393 (2020: 423).
The Bank is domiciled in Jakarta and has 11 main branch offices. The Bank’s head office is located at Gedung Panin Life Center, Jl. Letjend S. Parman Kav.91, Jakarta. The average total number of the Bank’s employees as of September 30, 2021 was 393 (2020: 423).
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dengan prinsip bagi hasil berdasarkan syariat Islam.
In accordance with article 3 of the Bank’s articles of association, the scope of its activities is to engage in general banking, with a revenue sharing system principle based on Islamic Sharia Principles.
Bank mendapat ijin usaha dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 11/52/KEP.GBI/DpG/2009 tanggal 6 Oktober 2009 sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah. Bank mulai
The Bank obtained its license from
Bank Indonesia through the Governor of
Bank Indonesia Decision Letter
No.11/52/KEP.GBI/DpG/2009 dated
October 6, 2009 as a commercial bank based
beroperasi sebagai bank umum syariah pada tanggal 2 Desember 2009. Sesuai dengan Surat Keputusan Otoritas Jasa Keuangan No. S-225/PB.131.2015 tanggal 8 Desember 2015, Bank telah mendapat persetujuan menjadi bank devisa.
on sharia principles. The Bank has commenced its operations as a sharia commercial bank on December 2, 2009. In accordance with the Financial Services Authority’s Decision Letter No. S-225/PB.131.2015 dated December 8, 2015, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.
Bank tergabung dalam kelompok usaha Panin Grup dengan entitas induk akhir adalah PT Panin Investment. Susunan pengurus dan komite audit Bank pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
The Bank is part of Panin Group whose ultimate parent is PT Panin Investment. As of September 30, 2021 and December 31, 2020, the Bank’s management and audit committee consisted of the following:
30 September / September 30, 2021 31 Desember / December 31, 2020
Dew an Kom isaris Board of Com m issioners
Komisaris Utama Tantry Soetjipto S *) Dr. Adnan Abdus Shakoor Chilw an President Commissioner
Komisaris Independen Omar Baginda Pane Omar Baginda Pane Independent Commissioner
Tantry Soetjipto S Independent Commissioner
Dew an Direksi Board of Directors
Direktur Utama Bratha Bratha President Director
Direktur Kepatuhan Budi Prakoso Budi Prakoso Compliance Director
Direktur Shandra Noraya L Shandra Noraya L Director
Dew an Pengaw as Syariah Sharia Supervisory Board
Ketua Dr. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA. Dr. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA. Chairman
Anggota Drs. H. Aminudin Yakub, MA. Drs. H. Aminudin Yakub, MA. Member
Kom ite Audit Audit Com m ittee
Ketua merangkap anggota Tantry Soetjipto S Tantry Soetjipto S Chairman and also as member
Anggota Evi Firmansyah Evi Firmansyah Members
Anggota Erick Erick Members
Audit Internal Achmad Fauzi Achmad Fauzi (Pjs) Internal Audit
Sekretaris Perusahaan Andri Latif Ahmad Fathoni Corporate Secretary
*) efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK
Berdasarkan kebijakan Bank, manajemen kunci Bank mencakup anggota Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Kepala Divisi dan Kepala Cabang.
Based on the Bank’s policies, key management of the Bank consists of members of the Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia Supervisory Boards, Division Head and Branch Heads.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/3/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 15/13/PBI/2013 tentang Bank Umum Syariah, tugas, wewenang dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah antara lain meliputi:
Based on Bank Indonesia Regulation No. 11/3/PBI/2009 dated January 29, 2009 as amended by Bank Indonesia Regulation No. 15/13/PBI/2013 regarding Islamic Banks, the duties, authorities and responsibilities of the Sharia Supervisory Board are as follows:
–
Menilai dan memastikan pemenuhan prinsip syariah atas pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan Bank;
–
Mengawasi proses pengembangan produk baru Bank;
–
Meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional untuk produk baru Bank yang belum ada fatwanya;
–
Melakukan reviu secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank;
–
Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja Bank dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
–
Assess and ensure the fulfillment of sharia principle on operational guidelines and product issued by the Bank;
–
Supervise the process of development of the Bank’s new product;
–
Asked for a fatwa to the National Islamic Council for a new product were the fatwa does not exist;
–
Conduct a periodic review over the fulfillment of sharia principles to the mechanism of fund-raising and distribution of funds and services;
–
Request data and information related to
sharia aspects from the Bank’s working
units in order to implement their duties.
Pembentukan Komite Audit telah sesuai dengan Peraturan No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang
“Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit”.
The establishment of the Audit Committee is based on Rule No. 55/POJK.04/2015, dated December 23, 2015 regarding “The Establishment and the Implementation Guidelines of Audit Committee”.
b. Penawaran Umum Saham b. Public Offering of Shares Pada tanggal 30 Desember 2013, Bank
memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan surat No. S-483/D.04/2013 untuk melakukan penawaran umum saham perdana atas 4.750.000.000 lembar saham kepada masyarakat disertai dengan waran sebanyak 950.000.000 waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Januari 2014. Setiap pemegang waran seri I berhak membeli 1 (satu) saham dengan harga pelaksanaan Rp 110 per saham, yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan yaitu mulai tanggal 15 Juli 2014 sampai dengan 14 Januari 2017.
Apabila waran seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka waran seri I tersebut menjadi kadaluarsa, jumlah waran yang kadaluarsa sebesar 504.664.744 waran.
On December 30, 2013, the Bank obtained the effective notice from the Financial Services Authority through letter No. S-483/D.04/2013 for its initial public offering of 4,750,000,000 shares with series I warrants of 950,000,000 shares which were given free of charge. These shares were listed in Indonesian Stock Exchanges on January 15, 2014. Every holder of one warrant can exercise the right to purchase one share of the Bank at Rp 110 per share and the holders can exercise the right to purchase the share from July 15, 2014 to January 14, 2017.
If the warrant is not exercised during this period, the warrants will expire and will have no value, a total of 504,664,744 warrants have expired.
Bank telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar berdasarkan Rapat Umum pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 22 Maret 2018, mengenai Perubahan Modal Ditempatkan/Disetor sehubungan dengan pelaksanaan Penawaran Umum untuk penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan atau diterima pemberitahuannya dari Menteri Kahakiman dan Hak Asasi Manusia, Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0229648 tanggal 7 Agustus 2018. Berdasarkan hal tersebut maka modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sejumlah 23.959.037.851 lembar, masing-masing dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2.395.903.785.100.
The Bank has amended its Articles of Association based on the Extraordinary General Meeting of Shareholder (EGM) of March 22, 2018, concerning Amendments to the Issued /Paid-up Capital in connection with the implementation of the Public Offering for additional capital by providing Preemptive Rights (HMETD). The amendment to the Articles of Association has received approval or notification from the Minister of Justice and Human Rights, Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0229648 dated August 7, 2018. Based on this, the issued and fully paid capital amounts to 23,959,037,851 shares, each with a nominal value of Rp 100 ( one hundred Rupiah) or with a total nominal value of Rp 2,395,903,785,100.
Pada tanggal 31 Desember 2018, sejumlah 23.714.400.825 saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan sejumlah 244.637.026 saham yang merupakan saham pendiri tidak dicatatkan di bursa.
As of December 31, 2018, the Bank’s outstanding shares totaling 23,714,400,825 shares have been listed on the Indonesia Stock Exchanges, while the founder shares totaling 244,637,026 shares are not listed on the stock exchange.
Bank telah melakukan Perubahan Anggaran Dasar berdasarkan Rapat Umum pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 27 November 2020, mengenai Perubahan
Modal Ditempatkan/Disetor sehubungan dengan pelaksanaan Penawaran Umum untuk penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan atau diterima pemberitahuannya dari Menteri Kahakiman dan Hak Asasi Manusia, Republik Indonesia
The Bank has amended its Articles of
Association based on the Extraordinary
General Meeting of Shareholder (EGM) of
November 27, 2020, concerning
Amendments to the Issued /Paid-up Capital in
connection with the implementation of the
Public Offering for additional capital by
providing Preemptive Rights (HMETD). The
amendment to the Articles of Association has
received approval or notification from
the Minister of Justice and Human
Rights, Republic of Indonesia No. AHU-
No. AHU-AH.01.03-0413420 tanggal 30 November 2020. Berdasarkan hal tersebut maka modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sejumlah 38.813.614.319 lembar, masing-masing dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 3.881.364.131.900.
AH.01.03-0413420 dated November 30, 2020. Based on this, the issued and fully paid capital amounts to 38,813,614,319 shares, each with a nominal value of Rp 100 ( one hundred Rupiah) or with a total nominal value of Rp 3,881,364,131,900.
Pada tanggal 30 September 2021, sejumlah 38.425.504.906 saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan sejumlah 388.136.413 saham yang merupakan saham pendiri tidak dicatatkan di bursa.
As of September 30, 2021, the Bank’s outstanding shares totaling 38,425,504,906 shares have been listed on the Indonesia Stock Exchanges, while the founder shares totaling 388,136,413 shares are not listed on the stock exchange.
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK) AND INTERPRETATIONS OF PSAK (ISAK)
a. Standar dan amandemen/penyesuaian standar yang efektif pada periode berjalan
a. Standards and amandments/improvement to standards effective in the current period Dalam tahun berjalan, Bank telah menerapkan
standar dan sejumlah amendemen/
penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode
akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020:
In the current year, the Bank has applied new standards and a number of amendments/
improvements to PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 2020:
• PSAK 71 Instrumen Keuangan • PSAK 71 Financial Instruments
• PSAK 71 (amendemen),
Instrumen Keuangan: Fitur Percepatan Pelunasandengan Kompensasi Negatif
• PSAK 71 (amendment)
Financial Instruments: Prepayment Features withNegative Compensation
• PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak
dengan Pelanggan• PSAK 72 Revenue from Contracts with
Customers• PSAK 73 Sewa • PSAK 73 Leases
• PSAK 1 (amendemen) Penyajian Laporan
Keuangan: Definisi Material dan PSAK 25(amendemen)
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan: Definisi Material• PSAK 1 (amendment) Presentation of
Financial Statements:Definition of Material and PSAK 25 (amendment)
Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Errors:Definition of Material
• PSAK 1 (amendemen) Penyajian Laporan
Keuangan: Judul Laporan Keuangan• PSAK 1 (amendment) Presentation of
Financial Statements: Titles of FinancialStatements
• PSAK 1 (Penyesuaian Tahunan 2019)
Penyajian Laporan Keuangan• PSAK 1 (Annual improvements 2019)
Presentation of Financial Statements• PSAK 102 (Amandemen 2019) Akuntansi
Murabahah• PSAK 102 (Amendment 2019)
Murabahah Accounting• ISAK 101
Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan Terkait Kepemilikan Persediaan• ISAK 101 Recognition of Deferred
Murabahah Revenue Without Significant Risks regarding Ownership of Inventory• ISAK 102 Penurunan Nilai Piutang
Murabahah• ISAK 102 Impairment of Murabahah
receiveblesPenerapan PSAK/Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) baru/revisi tidak mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi Bank dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk periode berjalan atau periode sebelumnya kecuali sebagaimana diungkapkan di bawah ini.
The adoption of new/revised PSAK and
interpretation to PSAK (“ISAK”) does not result
in changes to the Bank’s accounting policies
and has no material effect on the amounts
reported for the current or prior period except
as disclosed below.
• PSAK 71: Instrumen Keuangan • PSAK 71: Financial Instruments PSAK 71 memberikan persyaratan baru
untuk:
PSAK 71 introduces new requirements for:
1) Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan;
1) The classification and measurement of financial assets and financial liabilities;
2) Penurunan nilai aset keuangan; dan 2) Impairment of financial assets and;
3) Akuntansi lindung nilai umum. 3) General hedge accounting Rincian persyaratan baru tersebut dan
dampaknya terhadap laporan keuangan dijelaskan di bawah ini.
Details of these new requirements as well as their impact on the financial statements are described below.
Kecuali untuk transaksi yang diatur oleh PSAK untuk transaksi Syariah, Bank menerapkan persyaratan PSAK 71. PSAK 71 memberikan persyaratan baru untuk klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan. Sesuai dengan PSAK 71, Bank memilih pilihan pada pengakuan awal, untuk mengukur investasi ekuitas yang tidak tersedia untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), yang hanya mengakui pendapatan dividen dalam laba atau rugi dan tidak untuk menyatakan kembali informasi untuk 2019. Dengan demikian, informasi yang disajikan 2019, seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, yaitu berdasarkan PSAK 55 Instrumen Keuangan. Selisih nilai tercatat Penyertaan modal sementara sebesar Rp 58.644.458 ribu pada saat penerapan PSAK 71 diakui sebagai cadangan nilai wajar pada tanggal 1 Januari 2020.
Except for transactions governed by PSAK on Sharia transactions, the Bank applies PSAK 71 requirement. PSAK 71 introduces new requirements for the classification and measurement of financial assets and financial liabilities. In compliance with PSAK 71, the Bank elected the option at initial recognition, to measure equity investments that is not held-for-trading at fair value through other comprehensive income (“FVTOCI”), which only dividend income recognised in profit or loss and not to restate information for 2019. Accordingly, the information presented for 2019 is presented, as previously reported, under PSAK 55 Financial Instruments. The difference in the carrying amount of equity participation of Rp 58,644,458 thousand on the adoption of PSAK 71 is recognised in fair value reserve as at January 1, 2020.
• PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
• PSAK 72 Revenue from Contracts with Customers
PSAK 72 menggantikan PSAK 34 Kontrak Konstruksi (“PSAK 34”), PSAK 23 Pendapatan (“PSAK 23”) dan Interpretasi terkait. PSAK 72 memperkenalkan pendekatan 5 langkah untuk pengakuan pendapatan. Pedoman yang menentukan telah ditambahkan dalam PSAK 72 sehubungan dengan skenario tertentu.
Tidak terdapat perubahan pada kebijakan akuntansi Cabang atas dampak dari penerapan PSAK 72
PSAK 72 supersedes PSAK 34 Construction Contracts (“PSAK 34”), PSAK 23 Revenue (“PSAK 23”) and the related Interpretations. PSAK 72 introduces a 5-step approach to revenue recognition. Far more prescriptive guidance has been added in PSAK 72 to deal with specific scenarios. There have been no changes to the Branch’s acounting policies resulting from the adoption of PSAK 72
• PSAK 73: Sewa • PSAK 73: Leases
PSAK 73 memperkenalkan persyaratan baru atau persyaratan yang disesuaikan sehubungan dengan akuntansi sewa.
PSAK 73 memperkenalkan perubahan signifikan pada akuntansi sewa dengan menghilangkan perbedaan antara sewa operasi dan pembiayaan, mensyaratkan pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal permulaan untuk seluruh sewa, kecuali sewa jangka-
PSAK 73 introduces new or amended
requirements with respect to lease
accounting. It introduces significant
changes to the lessee accounting by
removing the distinction between
operating and finance lease and requirling
the recognition of a right-of-use asset and
a lease liability at commencement for all
leases, except for short-term leases and
leases of low value assets. In contrast to
pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Berbeda dengan akuntansi penyewa, persyaratan akuntansi pesewa secara luas tetap tidak berubah. Rincian atas persyaratan baru tersebut dijelaskan dalam Catatan 3.
Dampak dari penerapan PSAK 73 terhadap laporan keuangan Bank diuraikan di bawah ini.
lessee accounting, the requirements for lessor accounting have remained largely unchanged. Details of these new requirements are described in Note 3. The impact of the adoption of PSAK 73 on the Bank's financial statements is described below.
Tanggal penerapan awal PSAK 73 bagi Bank adalah 1 Januari 2020.
The date of initial application of PSAK 73 for the Bank is January 1, 2020.
Bank telah menerapkan PSAK 73 menggunakan pendekatan dengan dampak kumulatif pada awal penerapan yang mana:
The Bank has applied PSAK 73 using the using the cumulative catch-up approach which:
• mensyaratkan Bank untuk mengakui dampak kumulatif pada awal penerapan PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba pada tanggal penerapan awal; dan
• requires the Bank to recognize the cumulative effect of initially applying PSAK 73 as an adjustment to the opening balance of retained earnings at the date of initial application; and
• tidak memperkenankan penyajian kembali saldo komparatif, yang tetap disajikan sesuai PSAK 30 Sewa (“PSAK 30”) dan ISAK 8 Penentuan
Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa (“ISAK 8”).• does not permit restatement of comparatives, which continue to be presented under PSAK 30 Leases (“PSAK 30”) and ISAK 8 Determining
whether an Arrangement contains a Lease (“ISAK 8”).(a) Dampak dari definisi baru sewa (a) Impact of the new definition of a lease (a) (a)
Bank telah menggunakan cara praktis yang tersedia pada transisi PSAK 73 untuk tidak menilai kembali apakah sebuah kontrak mengandung sewa. Dengan demikian, definisi sewa sesuai dengan PSAK 30 dan ISAK 8 akan tetap diterapkan terhadap sewa yang disepakati atau dimodifikasi sebelum 1 Januari 2020.
(b) The Company has made use of the practical expedient available on transition to PSAK 73 not to reassess whether a contract contains a lease. Accordingly, the definition of a lease in accordance with PSAK 30 and ISAK 8 will continue to be applied to those leases entered or modified before January 1, 2020.
Perubahan pada definisi sewa terutama berhubungan dengan konsep pengendalian. PSAK 73 menentukan apakah kontrak mengandung sewa berdasarkan apakah pelanggan memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
The change in definition of a lease mainly relates to the concept of control. PSAK 73 determines whether a contract contains a lease on the basis of whether the customer has the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.
Bank menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang terdapat dalam PSAK 73 terhadap seluruh kontrak sewa yang disepakati atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020 (terlepas apakah Bank adalah pesewa atau penyewa dalam kontrak sewa). Definisi baru dalam PSAK 73 tidak akan mengubah secara signifikan lingkup kontrak yang memenuhi definisi sewa bagi Bank.
The Bank applies the definition of a lease
and related guidance set out in PSAK 73
to all lease contracts entered into or
modified on or after January 1, 2019
(whether it is a lessor or a lessee In the
lease contract). The new definition in
PSAK 73 does not change significantly
the scope of contracts that meet the
definition of a lease for the Bank.
(b) Dampak terhadap Akuntansi Penyewa (b) Impact on Lessee Accounting
Sewa operasi terdahulu Former operating leases
PSAK 73 mengubah cara Bank memperlakukan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi dalam PSAK 30, yang tidak dicatat di neraca.
PSAK 73 changes how the Bank accounts for leases previously classified as operating leases under PSAK 30, which were off-balance-sheet.
Dengan menerapkan PSAK 73, untuk seluruh sewa (kecuali sebagaimana dijelaskan di bawah ini), Bank:
Applying PSAK 73, for all leases (except as noted below), the Bank:
(i) Mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada laporan posisi keuangan konsolidasian, yang pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa masa depan, dengan aset hak- guna disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau terutang terkait sewa tersebut sesuai dengan PSAK 73.C08(b)(ii), kecuali untuk aset hak-guna sewa properti yang diukur secara retrospektif seolah-olah standar telah diterapkan sejak tanggal permulaan sewa;
(i) Recognizes right-of-use assets and lease liabilities in the consolidated statement of financial position, initially measured at the present value of future lease payments, with the right-of-use asset adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments in accordance with PSAK 73.C08(b)(ii), except for right- of-use asset for property leases which were measured on a retrospective basis as if the standard
have been applied on
commencement date;
(ii) Mengakui penyusutan aset hak-guna dan bunga atas liabilitas sewa pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain; dan
(jj)
(ii) Recognizes depreciation of right-of- use assets and interest on lease liabilities in the statement profit or loss and other comprehensive income; and
(jj) (iii) Memisahkan jumlah kas yang
dibayarkan atas bagian pokok (disajikan dalam kegiatan pembiayaan) dan bunga (disajikan dalam kegiatan operasi) dalam laporan arus kas.
(kk)
(iii) Separates the total amount of cash paid into a principal portion (presented within financing activities) and interest (presented within operating activities) in the statement of cash flows.
Insentif sewa (contoh, periode sewa gratis) diakui sebagai bagian dari pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa di mana dalam PSAK 30 insentif sewa mengakibatkan pengakuan liabilitas insentif sewa, yang diamortisasi sebagai pengurang atas beban sewa secara garis lurus.
Lease incentives (e.g. free rent period) are recognized as part of the measurement of the right-of-use assets and lease liabilities whereas under PSAK 30 they resulted in the recognition of a lease incentive liability, amortized as a reduction of rental expense on a straight- line basis.
Dalam PSAK 73, aset hak-guna diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset. PSAK 73 menggantikan persyaratan sebelumnya untuk mengakui provisi atas kontrak sewa yang bersifat memberatkan.
Under PSAK 73, right-of-use assets are tested for impairment in accordance with PSAK 48 Impairment of Assets. This replaces the previous requirement to recognize a provision for onerous lease contracts.
Untuk sewa jangka-pendek (sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai- rendah (seperti komputer pribadi dan furnitur kantor), Bank telah memilih untuk mengakui beban sewa secara garis lurus
For short-term leases (lease term of 12
months or less) and leases of low-value
assets (such as personal computers and
office furniture), the Bank has opted to
recognize a lease expense on a straight-
line basis as permitted by PSAK 73. This
sebagaimana diijinkan dalam PSAK 73.
Beban ini disajikan dalam “beban umum dan administrasi” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
expense is presented within “general administrative expenses” in the statement of profit or loss and other comprehensive income.
Bank telah menggunakan cara praktis berikut ketika menerapkan pendekatan dampak kumulatif pada awal penerapan terhadap sewa-sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30:
The Bank has used the following practical expedients when applying the cumulative catch-up approach to leases previously classified as operating leases applying PSAK 30:
• Bank telah menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang secara wajar serupa;
• Bank has applied a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
• Bank telah menyesuaikan aset hak- guna pada tanggal penerapan awal dengan jumlah provisi sewa yang bersifat memberatkan sesuasi PSAK 57 Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan
Aset Kontinjensi (“PSAK 57”) segeradalam laporan posisi keuangan sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan reviu penurunan nilai;
• Bank has adjusted the right-of-use asset at the date of initial application by the amount of provision for onerous leases recognized under PSAK 57 Provisions Contingent
Liabilities and Contingent Assets(“PSAK 57”) in the statement of financial position immediately before the date of initial application as an alternative to performing an impairment review;
• Bank telah memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terhadap sewa-sewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal penerapan awal;
• Bank has elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities to leases for which the lease term ends within 12 months of the date of initial application;
• Bank telah mengecualikan biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal;
• Bank has excluded initial direct costs from the measurement of the right- of-use asset at the date of initial application;
• Bank telah menggunakan tinjauan ke belakang, dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa.
• Bank has used hindsight when determining the lease term when the contract contains options to extend or terminate the lease.
Sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan
Former finance leases
Untuk sewa-sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan sesuai PSAK 30, jumlah tercatat aset sewaan dan utang sewa pembiayaan yang diukur sesuai PSAK 30 segera sebelum tanggal penerapan awal direklasifikasi masing-masing ke aset hak-guna dan liabilitas sewa tanpa penyesuaian, kecuali dalam hal Bank telah memilih untuk menerapkan pengecualian pengakuan sewa bernilai rendah.
For leases that were classified as finance
leases applying PSAK 30, the carrying
amount of the leased assets and
obligations under finance leases
measured applying PSAK 30 immediately
before the date of initial application is
reclassified to right-of-use assets and
lease liabilities respectively without any
adjustments, except in cases where the
Bank has elected to apply the low-value
lease recognition exemption.
Aset hak-guna dan liabilitas sewa dicatat sesuai PSAK 73 dari 1 Januari 2020.
The right-of-use asset and the lease liability are accounted for applying PSAK 73 from January 1, 2020.
Perbedaan utama antara PSAK 73 dan PSAK 30 sehubungan dengan kontrak yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah pengukuran jaminan nilai residual yang diberikan oleh penyewa kepada pesewa. PSAK 73 mensyaratkan Bank mengakui sebagian dari liabilitas sewa hanya sejumlah nilai yang diharapkan akan terhutang berdasarkan jaminan nilai residual, bukan jumlah jaminan nilai maksimum seperti yang disyaratkan oleh PSAK 30.
Perubahan ini tidak berdampak material pada laporan keuangan Bank.
The main differences between PSAK 73 and PSAK 30 with respect to contracts formerly classified as finance leases is the measurement of the residual value guarantees provided by the lessee to the lessor. PSAK 73 requires that the Bank recognizes as part of its lease liability only the amount expected to be payable under a residual value guarantee, rather than the maximum amount guaranteed as required by PSAK 30. This change did not have a material effect on the Bank’s financial statements.
(c) Dampak terhadap akuntansi pesewa (c) Impact on lessor accounting PSAK 73 tidak mengubah secara
substansial cara pesewa mencatat sewa.
Dalam PSAK 73, pesewa tetap mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.
PSAK 73 does not substantially change how a lessor accounts for leases. Under PSAK 73, a lessor continues to classify leases as either finance leases or operating leases and accounts for those two types of leases differently.
Tetapi, PSAK 73 telah mengubah dan memperluas persyaratan pengungkapan, terutama cara pesewa mengelola risiko yang timbul dari kepentingan residual dalam aset sewa.
However, PSAK 30 has changed and expanded the disclosures required, in particular regarding how a lessor manages the risks arising from its residual interest in leased assets.
Rata-rata tertimbang suka bunga pinjaman inkremental penyewa yang diterapkan pada liabilitas sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 1 Januari 2020 adalah 8,13%.
The weighted average lessee’s incremental borrowing rate applied to the lease liabilities recognized in the statement of financial position on January 1, 2020 is 8.13%.
Tabel di bawah ini menunjukkan komitmen sewa operasi yang diungkapkan dengan menerapkan PSAK 30 pada tanggal 31 Desember 2019 (Catatan 20), didiskontokan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental pada tanggal penerapan awal dan liabilitas sewa yang diakui pada laporan posisi keuangan pada tanggal penerapan awal:
The following table shows the operating lease commitments disclosed applying PSAK 30 at December 31, 2019 (Note 20), discounted using the incremental borrowing rate at the date of initial application and the lease liabilities recognized in the statement of financial position at the date of initial application:
1 Januari/
January 1, 2020
Rp
Komitmen sewa operasi pada Operating lease commitments
31 Desember 2019 6.259.845 at December 31, 2019 Dampak diskonto (472.528) Effect of discounting
Liabilitas sewa yang diakui Lease liabilities recognized
pada 1 Januari 2020 5.787.317 at January 1, 2020