• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN OLEH: YAZRI YANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TUGAS AKHIR SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN OLEH: YAZRI YANA"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN

OLEH:

YAZRI YANA 132103077

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEKRETARIATAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2016

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR

NAMA : YAZRI YANA

NIM : 132103077

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

JUDUL : SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN

Tanggal : 2016 KETUA PROGRAM STUDI

DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM NIP. 19741012 200003 2 003

Tanggal : 2016 DEKAN

Prof. Dr. Ramli, SE, MS

NIP. 19580602198803001

(3)

PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR

NAMA : YAZRI YANA

NIM : 132103077

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

JUDUL : SISTEM PENGENDALIAN INTERN KASPADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN

Medan, 9 Mei 2016 Menyetujui Pembimbing

Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM

NIP. 19741012 200003 2 003

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat hidayah dan karunia-Nya yang telah memberikan pengetahuan, pengalaman, kekuatan, kesehatan, dan kesempatan, shalawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya hingga kepada umatnya hingga akhir zaman sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir iniyang berjudul “SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA BAGIAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KANTOR WALIKOTA MEDAN”.Tugas Akhir ini merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan Program Studi Diploma III KesekretariatanFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu SH M.Hum, selaku Rektor Universitas SumateraUtara.

2. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM, selaku Ketua Program

Studi Diploma III Kesekretariatan dan Dosen Pembimbing yang selalu

(5)

ii

4. Ibu Magdalena Linda Leonita Sibarani SE, MSi, selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Kesekretariatan.

5. Seluruh Dosen Pengajar dan Pegawai di Fakultas Ekonomi Dan BisnisUniversitas Sumatera Utara.

6. Seluruh Staf dan Pegawai Badan Pengelola Keuangan Daerah Kantor Walikota Medan yang telah memberikan bantuan berupa informasi dan dukungan moril selama penulis mengikuti praktek kerja lapangan.

7. AyahandaSD.Yahya dan Ibunda Anizar selaku orang tua penulisyang tidak henti-henti mendoakan dan selalu memberikan dukungan.

8. Kakanda Yuzra Yahya selakukakak penulis serta Fauzia Gustina Akbar dan Alisa Rahmayani selaku sepupu penulis yang selalu memberikan dukungan motivasi serta doa yang tiada hentinya.

9. Kepada teman-teman penulis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, terutama Try Agung Wardhana dan seluruh teman-teman stambuk 2013 terkhusus Cindy Fatya R, Zulvitha Ananda, Linda Permata Sari, Rizka Mei Trianti, Amalia Soraya, Riri Sabrina, Nurul Amalia dan Moa Zam Zam. Pada Program Studi Diploma III Kesekretariatan terima kasih atas persahabatan yang telah kalian berikan. Penulis bangga bisa menjadi teman baik kalian.

10. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan Tugas

Akhir ini.

(6)

Tugas Akhir ini disusun berdasarkan Pedoman dalam Pengajuan dan Penulisan Tugas Akhir Diploma III Kesekretariatan, dan penulis sadari bahwa Tugas Akhir ini masih mengalami kekurangan sehingga diharapkan saran dari berbagai pihak demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.

Medan, 9 Mei 2016 Penulis

Yazri Yana

(7)

iv DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Perumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 4

1. Tujuan Penelitian ... 4

2. Manfaat Penelitian ... 5

D. Rencana Penulisan ... 6

E. Jadwal Kegiatan... 6

F. Sistematika Penulisan ... 7

BAB II PROFIL INSTANSI ... 9

A. Sejarah Badan Pengelola Keuangan Daerah kota Medan ... 9

B. Visi dan Misi ... 10

C. Struktur Organisasi ... 17

D. Job Description ... 20

E. JaringanKegiatan ... 35

(8)

F. Kinerja Kegiatan Terkini ... 36

G. Rencana Kegiatan ... 36

BAB III PEMBAHASAN ... 37

A. Definisi Kas Daerah dan Fungsi Pengendalian Intern ... 37

1. Pengertian Kas Daerah ... 37

2. Pengertian Pengendalian Intern ... 38

B. Unsur-unsur Pengendalian Intern ... 40

C. Tujuan Pengendalian Intern Kas ... 43

D. Analisa Prosedur Penerimaan Kas Daerah ... 44

E. Analisa Pengendalian Intern Penerimaan Kas Daerah ... 51

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 54

A. Kesimpulan ... 54

B. Saran ... 55

DAFTAR PUSTAKA ... 56

(9)

vi

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

1.1 Jadwal Kegiatan ... 3

(10)

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

2.1 Bagan Struktur Organisasi Badan Pengelola Keuangan Daerah ... 13

3.1 Bagan Lima Istilah Kunci Dalam Persfektif Komunikasi ... 34

(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan-kegiatan pembayaran atas suatu aktivitas sebagian besar

didominasi dengan menggunakan kas. Ini tak terlepas dari kondisi masa

kiniyang menjadikan uang tunai sebagai satu-satunya alat pembayaran yang

sah. Sangat jarang ditemukan dalam sistem perekonomian sebuah negara saat

iniyang tidak menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran. Uang tunai

atau sering disebut dengan kas merupakan komponen penting dalam

pelaksanaan suatu kegiatan. Sebagian besar aktivitas pada suatu entitas,

apakah entitas bisnis ataupun entitas pemerintahan, selalu melibatkan uang

tunai dalam pelaksanaan kegiatannya. Hampir dapat dipastikan bahwa kas

inilah yang memiliki peranan sentral dalam menjaga kelangsungan sebuah

aktivitas. Pos akuntansi (pencatatan) kas entitas bisnis pada entitas

pemerintah disebut dengan kas daerah, walaupun hakekatnya sama-sama

sebagai pos akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas untuk aktivitas

entitas, yang membedakannya adalah dari segi penerimaan kas, entitas bisnis

menerima kas dari kegiatan penjualan, sedangkan pemerintah menerima kas

dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan pendapatan asli daerah

lainnya yang sah. Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 39 tahun 2007

tentang pengelolaan uang negara/daerah, Kas daerah adalah tempat

penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur/ bupati/ walikota

(12)

untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah. Pengawasan intern merupakan kegiatan mengkoordinasi aktivitas-aktivita sentitas bisnis maupun entitas pemerintah agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Karena kas daerah adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup entitas pemerintah daerah, dimana kas daerah merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas seluruhaspek operasional pemerintah daerah maka diperlukan pengawasan intern. Pengawasan intern dapat dilakukan dengan adanya penyusunan sistem pengawasan intern yang telah dibuat untuk digunakan dalam kegiatan aktivitas atau operasional entitas pemerintah.

Sistem pengawasan intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-

ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaaan organisasi,

mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan menajemen. Masalah yang

mendasari perlu adanya sistem pengawasan intern kas terhadap kas daerah

adalah bahwa kas daerah merupakan aset lancar yang sensitif terhadap

kemungkinan terjadinya penyimpangan. Baik entitas binisatau entitas

pemerintah, kas adalah salah satu aktiva yang siap untuk diubah menjadi

jenis aset yang lain; sangat mudah disembunyikan dan dipindahkan; serta

sangat diinginkan. Karena karakteristik ini, kas adalah aktiva yang paling

rawan terhadap pencurian dan penyalahgunaan. Terlebih lagi, karenajumlah

transaksi kas yang sangat besar, banyak kekeliruan mungkin terjadi dalam

pelaksanaan dan pencatatan transaksi kas membuat data keuangan menjadi

(13)

3

pengawasan intern kas yang baik, diharapkan baik penerimaan dan pengeluaran kas daerah dapat dilakukan secara tepat, aman, terkendali, transparan, dan dapat menghindari kecurangan yang mungkin saja dapat terjadi. Manfaat sistem pengawasan intern bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan kas daerah adalah untuk mengamankan harta pemerintah daerah.

Keamanan kas daerah merupakan bagian dalam pengelolaan keuangan daerah dan seharusnya sudah menjadi tanggungjawab kepala daerah sebagai pemerintah daerah untuk menggunakan kas daerah sebaik-baiknya.

Olehkarena itu, kepala daerah selaku pemegang kekuasaan pengelola

keuangan daerah, melimpahkan sebagian kekuasaannya kepada Satuan Kerja

Pengelola Keuangan Daerah yaitu Badan Pengelola keuangan daerah

(BPKD) untuk memberi keyakinan memadai atas tujuan organisasi dalam

mengelola keuangan daerahnya. Sesuai dengan salah satu misinya untuk

meningkatkan transparansi, efisiensi, dan efektifitas pengelolaan Keuangan

daerah kota Medan khususnya pengelolaan dan pelaporan keuangan kas

daerah diperlukan sistem pengawasan intern. Sehubungan dengan pentingnya

sistem pengawasan intern baik penerimaan dan pengeluaran kas daerah bagi

entitas pemerintah daerah, maka penulis ingin mempelajarinya dan sekaligus

menjadi acuan dalam melakukan penulisan tugas akhir ini, dengan memilih

judul: “Sistem Pengawasan Intern Kas Daerah Pada Badan Pengelola

Keuangan Daerah Kota Medan”.

(14)

B. Perumusan Masalah

Dalam kesempatan ini penulis akan membahas tentang sistem pengawasan intern kas daerah sesuai dengan judul tugas akhir ini, Sehubungan dengan luasnya ruang lingkup sistem pengawasan penerimaan dan pengeluaran kas daerah pada BPKD Kota Medan, makapenulis membatasi ruang lingkup penulisan tugas akhir ini dengan membahas permasalah Sistem Pengawasan Intern Kas daerah, atas Penerimaan Kas Daerah-nya saja pada BPKD Kota Medan, dengan rumusan masalah sebagaiberikut:

1. Bagaimana sistem pengawasan intern kas yang berlaku atas penerimaan kas daerah pada Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan?

2. Apakah sistem pengawasan intern atas penerimaan kas daerah yang diterapkan sudah dapat menjamin keamanan dalam pengelolaan kas daerah?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian

Tujuan penulis mengadakan penelitian dalam penulisan tugas akhir iniadalah:

a. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan pelaksanaan sistem

pengawasan intern penerimaan kas daerah pada Badan Pengelola

(15)

5

b. Untuk mengetahui dokumen-dokumen apa saja yang terkait dalam penerimaan penerimaan kas daerah.

c. Untuk mengetahui apakah pengawasan intern kas yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan telah berjalan efektif dan efisien.

d. Untuk mengetahui apakah pengawasan intern kas yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan telah berjalan efektif dan efisien.

e. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Pogram Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis UniversitasSumatera Utara.

2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis tetapi jugabermanfaat bagi perusahaan/instansi dan peneliti lainnya.

a. Bagi BPKD Kota Medan

digunakan sebagai masukan yang bermanfaat dalam membuat perbaikan kebijakan atau keputusan pengawasan intern kas daerah dimasa yang akan datang.

b. Bagi peneliti

Memberikan pengetahuan dalam memperluas wawasan penulis

mengenai pengawasan intern kas daerah

(16)

c. Bagi pembaca

Memberikan informasi guna peneliti lain dalam menambah wawasan tentang penelitian mengenai pengawasan intern kas daerah yang akan datang.

D. Rencana Penulisan

Adapun Sistematika Penulisan Tugas Akhir adalah sebagai berikut:

1. Jadwal survei/observasi

Jadwal penelitian dilakukan setelah penulis menyelesaikan magang di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan, di JL.

Kapten Maulana Lubis No.2, Medan. Berikut adalah jadwal survei/observasi selama penyusunan tugas akhir adalah:

E. Jadwal Kegiatan

Penelitian dilaksanakan pada Kantor Walikota tepatnya di Badan

Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan. Penelitian berlangsung selama 07

Minggu, yaitu dari tanggal 02 Maret sampai dengan 22 April 2016. Untuk lebih

jelasnya, jadwal kegiatan dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut:

(17)

7

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan

Kegiatan Maret 2016 April 2016

1 Persiapan

2 Pengumpulan Data 3 Penulisan Laporan

Sumber : Penulis (2016, data diolah)

F. Sistematika Penulisan

Agar pelaksanaan Tugas Akhir ini dilaksanakan secara sistematis dan terarah maka penulis membagi luas pembahasan Tugas Akhir ini dalam 4 (empat) bab , bab inilah yang dianggap cukup memadai untuk mengemukakan hal yang dianggap pentingdan relevan dengan Tugas Akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis, adapun uraiannya adalah sebagai berikut :

BAB 1 : PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang, perumusan masalah,

tujuan penelitian dan rencana yang terdiri dari jadwal survey/observasi

dan sistematika penulisan.

(18)

BAB 2 : PROFIL INSTANSI

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Sejarah Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan,visi dan misi, struktur organisasi,Job Description, Jaringan Kegiatan, Kinerja Kegiatan Terkini, Rencana Kegiatan Badan Pengelola Keuangan Daerah kantor Walikota Medan

BAB 3 :PEMBAHASAN

Dalam bab ini penulis mencoba untuk menguraikan mengenai Definisi Kas Daerah dan Pengendalian Intern, Unsur-Unsur Pengendalian Intern Kas, Tujuan Pengendalian Intern Kas, Analisa Prosedur Penerimaan Kas Daerah yang terdiri dari prosedur penerimaan di SKPDdi Bagian Pengelola Keuangan daerah Kota Medan

BAB 4 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini penulis akan memberikan kesimpulan berdasarkan uraian

terdahulu dan memberikan saran-saran yang tertitik tolak dari

pengumpulan data dan pembahasan yang selama ini dilakukan dimana

diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi Bagian

Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan dimasa yang akan datang

(19)

9 BAB II

PROFIL INSTANSI

A. Sejarah Ringkas Instansi Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan Badan Pengelola Keuangan Daerah dahulu masih berupa unit kerja yang kecil yaitu bagian keuangan sekretariat daerah kotaMedan dengan tugas pokoknya mengelola keuangan pemerintah kota medan. Mengingat pada saat itu potensi tugas pengelolaan keuangan pemerintah kotaMedan belum begitu kompleks maka bagian keuangan kota Medan terdiri dari 5 (lima) sub bagian yaitu: anggaran, perbendaharaan, gaji, verifikasi, pembukuan.

Dengan peningkatan perkembangan pembangunan dan laju pertumbuhan penduduk kota medan, maka melalui peraturan daerah kota medan, bagian tersebut diatas ditingkatkan menjadi Badan Pengelola Keuangan Daerah yang tugas pokoknya mengelola keuangan pemerintah kota Medan.

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan yang mampu sebagai

konteks pelayanan publik dalam rangka penyelenggaraan tata pemerintahan yang

baik (good govermance).Pengembangan dan peningkatan pengelolaan keuangan

daerah yang bertujuan penataan organisasi perangkat daerah yang profesional dan

berkualitas dalam sistem dan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah sebagai sarana pengembangan dan peningkatan pengelolaan keuangan

daerah. Penataan organisasi perangkat daerah yang profesional guna pengawasan

(20)

dan akuntabilitas, kualitas serta penyusunan pelaporan dan pengelolaan keuangan daerah.

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan berkeinginan agar setiap Aparatur Pemerintah Kota Medan berkemampuanmelaksanakan tugasnya dengan baik, berdayaguna dan berhasilguna yang didukung dengan Kelembagaan Perangkat Daerah yang efektif dan efisien sehingga dapat terwujud pelayananPemerintah Kota Medan yang prima sesuai dengan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan serta standar operasional dan prosedur (SOP)

B. Visi dan Misi 1. Visi

Visi adalah cara pandang jauh ke depan dimana bukan hanya mencapai tujuan tetapi tetap bertahan pada tujuan itu sendiri, kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Secara umum visi adalah pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan. Penetapan Visi mencerminkan apa yang ingin dicapai, memberikan arah dan fokus strategis yang jelas, berorientasi terhadap masa depan dan selanjutnya diharapkan mampu menumbuhkan komitmen dilingkungan Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan.

Visi Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan dirumuskan untuk

mendukung Visi dan Misi Kota Medan Secara dimensional pernyataan visi

berfokus kemasa depan berdasarkan pemikiran masa kini dan pengalaman masa

(21)

11

lalu. Upaya untuk mewujudkan keberhasilan Visi ini tentunya sangat ditentukan oleh kinerja dan peran Aparatur Pemerintah Kota Medan.

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan berkeinginan agar setiap Aparatur Pemerintah Kota Medan berkemampuan melaksanakan tugasnya dengan baik, berdayaguna dan berhasilguna yang didukung dengan Kelembagaan Perangkat Daerah yang efektif dan efisien sehingga dapat terwujud pelayanan Pemerintah Kota Medan yang prima sesuai dengan sistem dan prosedur (SOP).

Sejalan dengan Visi dan Misi Kota Medan, maka Visi Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan Tahun 2011 – 2015 sebagai berikut :

“ TERWUJUDNYA SUMBER DAYA APARATUR PEMERINTAH KOTA

MEDAN YANG PROFESIONAL, BERWAWASAN MANAJEMEN

PENGELOLAAN KEUANGAN YANG SISTEMATIS, EFISIEN DAN EFEKTIF ”

Rasionalitas Visi Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan sebagaimana di atas adalah sebagai berikut :

a. Terwujudnya pelayanan administrasi perkantoran yang profesional.

Pelayanan administrasi yang profesional sebagai unsur yang utama dalam

menjalankan fungsi pemerintah dalam pengaturan/Regulasi maupun fungsi

Pelayanan, Maka profesionalisme aparatur sangat memegang perananan dalam

rangka menumbuh kembangkan pembangunan masyarakat, khususnya untuk

menjawab permasalahan dan peluang pada era globalisasi sekarang ini. Untuk

(22)

memungkinkan Pemerintah Kota Medan mampu mengambil bagian dalam proses globalisasi yang telah terjadi pada seluruh aspek kehidupan manusia, salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh Pemerintah Kota Medan adalah sumber daya aparatur yang profesional dengan meningkatkan mutu pelayanan administrasi.

b. Sumber daya aparatur pemerintah Kota Medan yang berwawasan manajemen pengelolaan keuangan.

Sumber daya aparatur yang profesional dimaksud adalah sumber daya aparatur yang memiliki intelektualitas dan kompetensi dalam hal merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan proses pembangunan Kota Medan sekaligus dapat segera merespon tuntutan dan harapan masyarakat. Hal ini akan berimplikasi pada terbentuknya sumber daya aparatur yang bersih, berwibawa, bermoral yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya.

Faktor-faktor tersebut akan berkembang sejalan dengan aparatur Kota Medan

yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan spesialisasi sesuai bidang

tugasnya untuk menciptakan kualitas sumber daya aparatur serta peningkatan

pengetahuan bagi aparaturnya sehingga akan memungkinkan Pemerintah dan

masyarakat Kota Medan mampu mencapai keberhasilan pembangunan Kota

sebagaimana Visi dan Misi Kota Medan yaitu ” Medan Kota yang berdaya

saing, nyaman, peduli dan sejahtera ”.

(23)

13

c. Sumber daya aparatur pemerintah Kota Medan yang berpengabdian.

Bahwa pada era globalisasi sekarang semakin terasa luasnya cakupan pembangunan yang harus dilaksanakan.Namun demikian dalam proses pembangunan untuk melayani semua kebutuhan tersbut hanya dapat kita lakukan secara bertahap. Dalam pembangunan dan pembinaan sumber daya aparatur khususnya dan masyarakat pada umumnya juga dilaksanakan dalam kerangka membangun persatuan dan kesatuan Bangsa. Oleh karena itu profesionalisme sumber daya aparatur yang akan diwujudkan tersebut tidak semata hanya membangun kualitas, kompetensi, menguasai ilmu dan teknologi tetapi juga sangat penting memilikimasyarakat integritas dan rasa pengabdian untuk membangun bangsa dan negara melalui pembangunan daerahnya, dengan demikian perbedaan kecepatan pencapaian kemajuan pembangunan antar daerah menjadi sebuah tantangan dan masukan untuk perbaikan kebijakan dan kinerja ke arah yang lebihbaik lagi untuk ke depan sehingga penerapan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan dibidang pengelola keuangan daerah dan meningkatnya kualitas pelayanan aparatur.

d. Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.

Bahwa dalam rangka pencapaian sistem pelaporan kinerja dan keuangan

diperlukan pembinaan sumber daya aparatur yang mampu berdaya guna untuk

menunjang peningkatan sistem capaian kinerja. Oleh karena peningkatan capaian

kinerja dan keuangan bermuara dari kualitas sumber daya aparatur yang

kompetensi, menguasai perkembangan ilmu dan teknologi tetapi juga sangat

penting memiliki integritas dan rasa pengabdian untuk membangun bangsa dan

(24)

negara melalui pembangunan daerahnya, dengan demikian perbedaan kecepatan pencapaian kemajuan pembangunan antar daerah menjadi sebuah tantangan dan masukan untuk perbaikan kebijakan dan kinerja ke arah yang lebih baik.

Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sehingga dapat meningkatnya kualitas dan sistem pelaporan.

e. Pengembangan dan peningkatan pengelolaan keuangan daerah.

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan yang mampu sebagai konteks pelayanan publik dalam rangka penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good govermance).Pengembangan dan peningkatan pengelolaan keuangan daerah yang bertujuan penataan organisasi perangkat daerah yang profesional dan berkualitas dalam sistem dan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai sarana-sarana pengembangan dan peningkatan pengelolaan keuangandaerah.Penataan organisasi perangkat daerah yang profesional guna pengawasan dan akuntabilitas, kualitas serta penyusunan pelaporan dan pengelolaan keuangan daerah.

2. Misi

Adapun Misi dari Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan transparansi, efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah Kota Medan.

b. Meningkatkan sistem pengelolaan keuangan daerah melalui teknologi yang

(25)

15

c. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kota Medan

Ketiga Misi Badan pengelola Keuangan Daerah kota Medan di atas dapat dijelaskan dan diutarakan dengan suatu pernyataan rasionalitas sebagai berikut :

a. Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran dan pelayanan aparatur pemerintahan Kota Medan

Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana administrasi perkantoran merupakan penunjang kelancaran tugas – tugas pelayanan bagi aparatur Pemerintahan Kota Medan yang berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan sumber daya manusia (SDM) maka pelayanan administrasi dan aparatur dapat berjalan sesuai program dan rencana kerja yang telah disusun dan dapat menerapkan mutu pelayanan administrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

b. Meningkatkan transparansi, efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah Kota Medan.

Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Badan Pengelola

Keuangan Daerah Kota Medan harus memiliki manfaat tepat guna yang

berbasis kinerja sehingga dapat terlihat dari hasil pekerjaan yang

dilakukan sehingga aparatur pemerintah semakin memiliki pengetahuan,

(26)

keahlian, keterampilan, maupun pengalaman yang sesuai dengan ruang lingkup wewenang dan tanggung jawab yang diemban sesuai prinsip- prinsip penyelenggaraan pemerintahan khususnya bidang pengelolaan keuangan daerah yang berkualitas transparan, efisien dan efektif.

c. Meningkatkan sistem pengelolaan keuangan daerah melalui teknologi yang lebih baik.

Terkait dengan salah satu tujuan organisasi Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan pemerataan pelayanan umum Pemerintah Kota Medan kepada masyarakat dengan pelayanan yang prima, terjangkau dan adil, maka disadari bahwa pada prakteknya, tujuan itu hanya dapat tercapai oleh sumber daya aparatur Pemerintah Kota Medan yang secara langsung berinteraksi dengan sistem teknologi yang harus diketahui oleh aparatur dan menyadari tugas pelayanan yang harus dilakukannya. Oleh karenanya motivasi, disiplin dan kualitas sumber daya aparatur sangat dibutuhkan guna mendukung penerapan penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah yang good govermance.

d. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi perangkat daerah Kota Medan.

Bahwa untuk dapat tercapainya tujuan organisasi kinerja organisasi

akan selalu ditentukan oleh kinerja sumber daya manusia dalam organisasi

yang bersangkutan disamping adanya peran penting faktor-faktor lain.

(27)

17

Oleh karena itu peningkatan kinerja sumber daya aparatur Pemerintah Kota Medan mutlak harus dilakukan.

Dalam batasan Misi di atas,peningkatan kinerja aparatur dapat terlepas dari makna peningkatan produktifitas kerja aparatur Pemerintah Kota Medan sehingga terbebas dari pemborosan dan ketidak efisienan. Menempatkan aparatur pada suatu gugus kerja yang jelas, peningkatan karier dan kesejahteraan yang sesuai dengan prestasi aparatur, kepuasan kerja, budaya organisasi yang mendukung peningkatan kinerja dan sebagainya merupakan faktor-faktor yang secara simultan berkorelasi dalam proses peningkatan kinerja sumber daya aparatur Pemerintah Kota Medan.

C. Struktur dan Bagan Organisasi instansi

1. Struktur organisasi

Struktur organisasi merupakan penyedia lingkungan kerja yang tepat sesuia dengan keahlian, kecakapan, dan membatasi kegiatan kerja dan wilayah kerja setiap karyawan. Struktur organisasi BPKD Kota Medan terdiri dari :

a. Badan

b. Sekretariat, membawahkan : 1) Sub Bagian Umum;

2) Sub Bagian Keuangan;

3) Sub Bagian Penyusunan Program;

(28)

c. Bidang Anggaran, membawahkan : 1) Sub Bidang Pendapatan;

2) Sub Bidang Belanja Tidak Langsung;

3) Sub Bidang Belanja Langsung.

d. Bidang Perbendaharaan, membawahkan : 1) Sub Bidang Gaji;

2) Sub Bidang Belanja;

3) Sub Bidang Verifikasi dan Kas.

e. Bidang Akuntansi dan Pelaporan, membawahkan : 1) Sub Bidang Akuntansi;

2) Sub Bidang Pelaporan.

f. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

g. Kelompok Jabatan Fungsional

(29)

19

2. Bagan organisasi

Sumber : www.pemkomedan.co.id (2016) Gambar : 2.1

Bagan Organisasi BPKD Kota Medan

(30)

D. Job Description BPKD Kota Medan

Berikut ini adalah beberapa tugas pokok dan fungsi BPKD Kota Medan, yaitu : 1. Badan

a. Tugas Pokok Badan

BPKD mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang pengelolaan keuangan daerah lingkup nggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan.

b. Fungsi Badan

1) Perumusan kebijakan teknis di bidang PKD

2) Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis urusan pemerintah daerah di bidang pengelolaan keuangan daerah (PKD)

3) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang pengelolaan keuangan

4) Penyusunan dan penyelenggaraan administrasi keuangan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan daerah

5) Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan keuangan daerah; dan

6) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan

fungsinya.

(31)

21

2. Sekretariat

a. Tugas Pokok Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BPKD lingkup kesekretariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, keuangan dan penyusunan program.

b. Fungsi Sekretariat

1) penyusunan rencana, program, dan kegiatan kesekretariatan;

2) pengkoordinasian penyusunan perencanaan program BPKD;

3) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4) pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas BPKD;

5) pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pengembangan organisasi, dan ketatalaksanaan;

6) pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kesekretariatan yang meliputi administrasi umum, kepegawaian, keuangan dan kerumahtanggaan BPKD;

7) pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian bidang kesekretariatan;

8) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan kesekretariatan; c. Bidang

sekretariat ini dibagi kepada sub bagian

(32)

1) Sub Bagian Umum

a) Tugas Pokok Sub Bagian Umum

Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup administrasi umum.

b) Fungsi Sub Bagian Umum

(1) Penyusunan rencana, program, dan kegiatan Sub Bagian

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis pengelolaan administrasi umum;

(3) Pengelolaan administrasi umum yang meliputi pengelolaan tata naskah dinas, penataan kearsipan, perlengkapan, penyelenggaraan kerumahtanggaan dan keprotokolan BPKD;

(4)Penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, pengembangan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan kepegawaian

(5) Pengelolaan administrasi kepegawaian;

(6) Pelaksanaan hubungan masyarakat;

(7) Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan

(8) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengantugas dan fungsinya.

2) Sub Bagian Keuangan

a) Tugas Pokok Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian

tugas Sekretariat lingkup pengelolaan administrasi keuangan.

(33)

23

(1) Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Keuangan;

(2)Penyusunan bahan petunjuk teknis pengelolaan administrasi Keuangan

(3) Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan meliputi kegiatan penyusunanrencana, penyusunan bahan, pemrosesan, pengusulan dan verifikasi;

(4) Penyiapan bahan/pelaksanaan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan (5) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan

(6) Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas ; dan

(7) Pelaksana tugas selaku pejabat Penatausahaan keuangan SKPD ; (8) Penyiapan pembinaan, pengawasan dan pengendalian ;

(9) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya

3) Sub Bagian Penyusunan Program

a) Tugas Pokok Sub Bagian Penyusunan Program

Sub Bagian ini melaksanakan sebagian tugas sekretariat lingkuppenyusunan program dan pelaporan.

b) Fungsi Sub Bagian Penyusunan Program

(1) Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Penyusunan Program;

(2) Pengumpulan bahan petunjuk teknis lingkup penyusunan rencana, program dan kegiatan BPKD;

(3) Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program BPKD;

(4) Penyiapan bahan pembinaan, pengawasan dan pengendalian;

(5) Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas

(34)

(6) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Bidang Anggaran

a. Tugas Pokok Bidang Anggaran

Bidang Anggaran mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BPKD lingkup pendapatan, belanja tidak langsung dan belanja langsung.

b. Fungsi Bidang Anggaran

1) Penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Anggaran; 2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup anggaran yang meliputi pendapatan dan pembiayaan, belanja tidak langsung dan belanja langsung;

3) Pengkoordinasian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran

4) Sementara (PPAS) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD);

5) Pengkoordinasian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD;

6) Pengkoordinasian dan penyusunan Rancangan APBD dan Perubahan APBD atas usulan SKPD;

7) Penyiapan bahan pengesahan DPA/DPPA SKPD;

8) Penyiapan SPD sesuai DPA/DPPA SKPD;

9) Penyusunan laporan realisasi SPD SKPD;

10)Penyusunan laporan kinerja program bidang anggaran;

11)Penyiapan bahan pembinaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan

(35)

25

12) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

c. Bidang Anggaran ini dibagi ke dalam 3 (tiga) Sub bagian, yaitu : 1) Sub Bagian Pendapatan

a) Tugas Pokok Sub Bagian Pendapatan

Sub Bidang Pendapatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Anggaran lingkup pendapatan dan pembiayaan.

b) Fungsi Sub Bagian Pendapatan

(1) Penyiapan rencana, program dan kegiatan Sub Bidang Pendapatan;

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pendapatan dan penerimaan pembiayaan;

(3) Pengkoordinasian pelaksanaan dan pengendalian kegiatan penyusunan rencana dan program PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah;

(4) Pengkoordinasian RKA Pendapatan SKPD;

(5) Penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan penerimaan pembiayaan;

(6) Penyiapan bahan pengesahan DPA/DPPA pendapatan dan pembiayaan SKPD;

(7) Penyiapan bahan SPD pendapatan dan pembiayaan sesuai DPA/DPPA SKPD;

(8) Penyiapan laporan realisasi SPD pendapatan dan pembiayaan;

(9) Pengumpulan dan pengolahan data serta informasi yang berhubungan dengan pendapatan dan penerimaan pembiayaan;

(10) Penyusunan laporan kinerja program bidang anggaran lingkup pendapatan

dan pembiayaan;

(36)

(11) Pelaksanaaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan (12) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2) Sub Bidang Bealanja Tidak Langsung

a) Tugas Pokok Sub Bidang Bealanja Tidak Langsung

Sub Bidang Belanja Tidak Langsung melaksanakan sebagian tugas Bidang Anggaran lingkup belanja tidak langsung.

b) Fungsi Sub Bidang Belanja Tidak Langsung

(1) Penyiapan rencana, program dan kegiatan Sub Bidang Belanja tidak langsung;

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup belanja tidak langsung;

(3) Pengkoordinasian RKA belanja tidak langsung SKPD;

(4) Pengkoordinasian perencanaan dan penyusunan anggaran belanja tidak langsung dengan SKPD;

(5) Pemeriksaan dan penyiapan bahan pengesahan DPA/DPPA belanja tidak langsung SKPD; DPA/DPPA SKPD;

(7) Penyiapan laporan realisasi SPD belanja tidak langsung;

(8) Penyusunan laporan kinerja program bidang anggaran lingkup belanja tidak langsung;

(9) Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan

(10) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3) Sub bidang Belanja

(37)

27

Sub Bidang ini mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Anggaran lingkup belanja langsung.

b) Fungsi Sub Bidang Belanja

(1) Penyiapan rencana, program dan kegiatan Sub Bidang Belanja langsung;

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup belanja langsung;

(3) Pengkoordinasian RKA belanja langsung SKPD;

(4) Pengkoordinasian perencanaan dan penyusunan anggaran belanja langsung dengan SKPD;

(5) Pemeriksaan dan penyiapan bahan pengesahan DPA/DPPA belanja langsung SKPD;

(6) Penyiapan SPD belanja langsung sesuai DPA/DPPA SKPD;

(7) Penyiapan laporan realisasi SPD belanja langsung;

(8) Penyusunan laporan kinerja program bidang anggaran lingkup belanja langsung;

(9) Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan

(10)Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuaidengan tugas dan fungsinya.

4. Bidang Perbendaharaan

a. Tugas Pokok Bidang Perbendaharaan

Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BPKD lingkup gaji, belanja, verifikasi dan kas.

b. Fungsi Bidang Perbendaharaan

1) Penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Perbendaharaan;

(38)

2) Penyusunan petunjuk teknis lingkup perbendaharaan;

3) Pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang gaji, belanja, verifikasi dan kas;

4) Penyiapan SP2D belanja tidak langsung, belanja langsung, dan pengeluaran pembiayaan;

5) Pengujian terhadap pengajuan pembayaran gaji, belanja, verifikasi dan kas;

6) Penyiapan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) belanja tidak langsung, belanja langsung, dan pengeluaran pembiayaan;

7) Penyusunan laporan realisasi SP2D SKPD;

8) Penyusunan laporan kinerja program bidang perbendaharaan;

9) Penyiapan bahan dalam rangka penyelesaian masalah tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi;

10) Penyiapan bahan pembinaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan

11) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

c. Bidang Perbendaharaan ini dibagi ke dalam 2 (dua) Sub Bidang, yaitu 1) Sub bidang Gaji

a) Tugas pokok sub bidang Gaji

Sub Bidang Gaji mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perbendaharaan lingkup gaji.

b) Fungsi Sub Bidang Gaji

(39)

29

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup gaji pegawai;

(3) Penyiapan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang gaji;

(4) Pemeriksaan kelengkapan berkas pengajuan SPM gaji dari SKPD;

(5) Penyiapan bahan penerbitan SP2D gaji;

(6) Penyiapan bahan pembuatan dan penyusunan daftar gaji SKPD;

(7) Penyelesaian permasalahan lingkup gaji;

(8) Penyiapan bahan dalam rangka penyelesaian masalah tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi lingkup gaji;

(9) Penyiapan bahan untuk penerbitan SKPP gaji;

(10) Penyiapan pembayaran uang bagi PNS yang meninggal

(11) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuaidengan tugas dan fungsinya.

(12) Penyusunan laporan realisasi SP2D gaji;

(13) Penyusunan laporan kinerja program bidang perbendaharaan lingkup gaji;

2) Sub Bidang Belanja

a) Tugas pokok Sub Bidang Belanja

Sub bidang Belanja dipimpin oleh Kepala Sub bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala bidang Perbendaharaan.

b) Fungsi Sub Bidang Belanja

(1) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup belanja

(2) Penyiapan rencana, program, dan kegiatan Sub Bidang Belanja.

(3) Penyiapan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang belanja.

(4) Pemeriksaan kelengkapan berkas pengajuan SPM belanja dari SKPD.

(40)

(5) Penyiapan register penolakan Surat Perintah Membayar (SPM) belanja.

(6) Penyiapan bahan penerbitan SP2D belanja.

(7) Penyiapan register Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belanja.

(8) Penyiapan bahan penyelesaian masalah tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi lingkup belanja.

(9) Penyiapan bahan penyusunan laporan realisasi anggaran belanja.

(10) Penyusunan laporan kinerja program bidang perbendaharaan lingkup belanja.

(11) Pelaksanaan bahan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan monitoring.

(12) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3)Sub Bidang Verifikasi dan Kas Sub Bidang

Verifikasi dan Kas mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugasBidang Perbendaharaan lingkup verifikasi dan kas

b) Fungsi Sub Bidang Verifikasi dan Kas

1) Penyiapan rencana, program dan kegiatan Sub Bidang Verifikasi dan Kas;

a) Tugas Pokok Sub Bidang Verifikasi dan Kas

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup verifikasi dan kas;

(3) Penyiapan register SP2D bidang verifikasi dan kas;

(4) Penyiapan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang verifikasi dan kas;

(5) Penyiapan bahan penerbitan SP2D dibidang verifikasi dan kas;

(41)

31

(7) Pelaksanaan pembinaan terhadap Bendahara SKPD;

(8) Penyusunan laporan arus kas secara periodik;

(9) Penyusunan laporan kinerja program bidang perbendaharaan lingkup verifikasi dan kas;

(10) Penyiapan bahan penyusunan laporan realisasi anggaran verifikasi dan kas;

(11) Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;

(12) Pencatatan data penerimaan dan belanja kedalam buku register serta membuat laporan harian tentang penerimaan dan belanja daerah;

(13) Pelaksanaan rekonsiliasi kas dengan bank per periode;

(14) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuaidengan tugas dan fungsinya.

5. Bidang Akuntansi dan Pelaporan a. Tugas pokok Bidang Akuntansi dan Kas

Bidang ini mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPKD lingkup akuntansi dan pelaporan.

b. Fungsi Bidang Akuntansi dan Kas

(1) Penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Akuntansi dan Pelaporan;

(2) pengkoordinasian pelaksanaan tugas dibidang akuntansi dan pelaporan;

(3) Pelaksanaan penyusunan, sosialisasi dan asistensi sistem penatausahaan akuntansi pemerintah daerah;

(4) Penatausahaan Pembukuan Keuangan Pemerintah Daerah dan penyusunan

Laporan Keuangan Daerah;

(42)

(5) Penyajian data dan informasi di bidang analisa, bidang pelaporan keuangan serta bidang penatausahaan keuangan;

(6) Penelitian kelengkapan surat pertanggungjawaban belanja dan pengesahan surat pertanggung jawaban pendapatan;

(7) Pengkoordinasian laporan keuangan, laporan kinerja dan laporan manajerial dari SKPD menjadi laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

(8) Penyusunan petunjuk teknis lingkup akuntansi dan pelaporan;

(9) Penyusunan laporan realisasi APBD setiap semester dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya;

(10) Penyusunan laporan kinerja program bidang akuntansi dan pelaporan;

(11) Pelaksanaan pembinaan, pemantauan pengawasan dan pengendalian di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan;dan

(12) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

c. Bidang Akuntansi dan Kas dibagi kedalam dua (2) Sub Bagian : 1) Sub Bagian Akuntansi

a) Tugas pokok Sub Bagian Akuntansi

Sub Bidang Akuntansi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Akuntansi dan Pelaporan lingkup akuntansi.

b) Fungsi Sub Bagian Akuntansi

(1) Penyiapan rencana, program dan kegiatan Sub Bidang Akuntansi;

(2) Penyusunan bahan petunjuk teknis dan perumusan kebijakan lingkup

(43)

33

(3) Pelaksanaan verifikasi atas SP2D yang telah terbit;

(4) Penghimpunan proyeksi pendapatan dari seluruh SKPD dalam rangka pengelolaan anggaran kas;

(5) Pelaksanaan pembukuan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

(6) Pengesahan surat pertanggungjawaban pendapatan;

(7) Penyusunan laporan kinerja program bidang akuntansi dan pelaporan lingkup akuntansi;

(8) Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;dan

(9) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuaidengan tugas dan fungsinya.

2) Sub Bidang Pelaporan

a) Tugas pokok Sub Bidang Pelaporan

Sub Bidang Pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Akuntansi dan Pelaporan lingkup pelaporan.

b) Fungsi Sub Bagian Pelaporan

(1) Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pelaporan;

(2) Penyiapan rencana, program, dan kegiatan Sub Bidang Pelaporan;

(3) Penghimpunan dan pengolahan data serta informasi yang berhubungan dengan laporan keuangan daerah;

(4) Pelaksanaan konsolidasi dan rekonsiliasi laporan keuangan SKPD dengan

laporan keuangan SKPKD

(44)

(5) Pelaporan penerimaan daerah secara terpadu pada semua unit pelaksana secara integrasi;

(6) Penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan semester dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya;

(7) Penyiapan bahan dalam rangka penyusunan laporan berkala tentang laporan keuangan daerah;

(8) Penyusunan laporan keuangan tahunan;

(9) Penyiapan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

(10) Penyusunan laporan kinerja program bidang akuntansi dan pelaporan lingkup pelaporan;

(11) Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;

6. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Pembentukan, nomenklatur, tugas pokok dan fungsi Unit Pelaksana Teknis akan ditentukan dan ditetapkan dengan Peraturan Walikota.

7. Kelompok Jabatan Fungsional

a. Tugas pokok Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan

b. Fungsi Kelompok Jabatan Fungsional

(45)

35

1) Kelompok Jabatan Fungsional dimaksud dalam Pasal 37, terdiri dari sejumlah tenaga

2) fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang- undangan.

3) Setiap Kelompok Jabatan Fungsional tersebut pada ayat (1), dipimpin oleh Tenaga

4) Fungsional Senior yang dihunjuk.

5) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional tersebut pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

E. Jaringan Kegiatan

Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan Secara umum

tujuan didirikannya adalah untuk dapat mewujudkan sumber daya aparatur

pemerintahan kota medan yang profesional, berwawasan manajemen pengelolaan

keungan yang sistematis, efisien dan efektif. BPKD Kota Medan berorientasi

kepada pelayanan mutu dalam mengelola data keungan daerah dan menciptakan

aparatur pemerintah yang berwawasan dan berpengalaman.Dengan menghasilkan

aparatur pemerintah yang berwawasan diharapkan dapat meningkatkan

kompetensi aparatur diberbagai SKPD dan meningkatkan motivasi PNS untuk

meningkatkan karier, dan dapat menyediakan data keungan daerah dengan baik.

(46)

F. Kinerja Terkini

Kinerja terkini yang dilakukan pada BPKD Kota Medan, yaitu Pendampingan Penatausahaan Keuangan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan kualitas penatausahaan keuangan SKPD tahun anggaran 2014 dengan menggunakan aplikasi SIMDA (Sistem Informasi Manajemen dan Keuangan Daerah).

G. Rencana Usaha/Kegiatan

Rencana kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan, yaitu:

1. Program pelayanan administrasi perkantoran

2. Program peningkatan sarana dan pra sarana aparatur 3. Program peningkatan disiplin aparatur

4. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

5. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keungan daerah

(47)

54 BAB III

SISTEM PEENGENDALIAN INTERN KAS DAERAH PADA BADAN PENGELOLA KEUANGANDAERAH (BPKD) KOTA MEDAN

A. Pengertian Kas Daerah dan Pengendalian Intern kas 1. Pengertian Kas Daerah

Kas secara umum dikenal sebagai uang tunai sebagai alat pembayaran dalam kegiatan perekonomian. Kas adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup organisasi, baik organisasi permerintah maupun perusahaan swasta.Kas merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas seluruh aspek operasional suatu entitas. Menurut Standar Akuntansi Pemerintah, “Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan;

Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan

oleh Bendaharawan Umum Daerah untuk menampung seluruh

penerimaan dan pengeluaran pemerintah”. Menurut Standar Akuntansi

Keuangan mendefinisikan “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand)

dan rekening giro setara kas (cashequivalent) adalah investasi yang

sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat

dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko

perubahan nilai yang signifikan”. Sesuai dengan peraturan

pemerintah Nomor 39 tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang

(48)

Negara/Daerah, Kas daerah adalah tempat penyimpanan Uang Daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah.

2. Pengertian PengendalianIntern

Pengendalian intern (intern control) merupakan alat yang dapat membantu pimpinan di dalam melakukan fungsinya, sehingga internal control mempunyai peranan yang penting didalam suatu organisasi.Melalui intern control, pemimpin dapat menilai struktur organisasi yang ada dan kegiatan yang dilakukannya yang keseluruhannya bertujuan untuk mencegah dan menghindarkan dari kesilapan, kecurangan, dan penyelewengan.Pengendalian intern kas merupakan salah satu fungsi manajemen kas untuk menyelenggarakan seluruh rencana kegiatan pengelolaan kas yang telah ditetapkan agar dapat berjalan dengan baik.oleh karena itu, pengendalian intern sangat diperlukan baik entitas bisnis atau pemerintah. Di dalam usaha mencapai tujuan, suatu entitas dihadapkan dengan berbagai resiko tidak tercapainya sasaran yang telah direncanakan atau ditetapkan, resiko kerugian finansial karena terjadinya kecenderungan dan resiko pengambilan keputusan yang keliru karena data yang tidak akurat.

Sistem pengendalian intern merupakan suatu alat yang digunakan

dalam pengawasan intern yang diterapkan dalam suatu organisasi

(49)

54

dimaksudkan untuk memberikan batas yang memungkinkan dan menghindari terjadinya resiko.

Mulyadi (2001: 163) mendefenisikan sistem pengendalian intern atau sistem pengawasan intern sebagai berikut: “Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen”.

Menurut Mulyadi (2001: 163) dari defenisi diatas, tujuan dari pengendalian intern adalah :

a. Menjaga kekayaan organisasi

b. Mengecek ketelitian dan keandalan akuntansi c. Mendorong efisiensi, dan

d. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Kas daerah merupakan pos akuntansi penerimaan daerah sebagai sumber dana untuk membiayai seluruh kegiatan pemerintah daerah.

Untuk itu diperlukan suatu sistem pengendalian intern kas daerah yang

baik dimana dapat memberikan perlidungan terhadap penyimpangan-

penyimpangan yang dapat terjadi.mengontrol penerimaan kas,

menjamin keamanan penerimaan, meningkatkan kontrol atas cara-cara

pembayaran, dan menghilangkan saldo kas menganggur. sebagai

pertanggungjawaban atas penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah

dalam pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah harus

(50)

membuat laporan keuangan salah satunya yaitu laporan realisasi anggaran dimana pemerintah harus menyusun dan melaksanakan laporan aggaran atas penerimaan kas daerah. untuk itu agar laporan tersebut menuhi syarat bahwa memberikan informasi yang dapat dipercaya (akuntable)

B. Unsur-Unsur Pengendalian Intern Kas

Sistem pengendalian intern yang baik dapat terdiri dari kebijakan dan prosedur dirancang untuk memberikan kepastian yang layak terhadap manajemen bahwa organisasi telah mencapai tujuan dan sasarannya secara kolektif membentuk pengendalian entitas tersebut dalam melindungi kas dan penaganan atas transaksi penerimaan kas. Beberapa unsur atau elemen pokok sistem pengendalian intern yang baik digunakan dalam penerimaan kas daerah adalah:

a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas dan jelas

Struktur organisasi merupakan rerangka (framework) pembagian

tanggung jawab fungsional kepada unit-uit organisasi yang dibentuk

untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok penerimaan

kas.Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi

pemerintah dapat dilakukan dengan pemisahan fungsi operasi dan

penyimpanan kas dari fungsi akuntansi, fungsi tidak boleh diberi

(51)

54

tanggung jawab penuh untuk melakukan semua tahap taransaksi penerimaan kas daerah.

b. System wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan utang, pendapatan dan biaya.

Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otoritas dari pejabat yang dimiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut.Oleh karena itu, dalam organisasi harus dibuat system yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi penerimaan kas. Salah satu media untuk menjamin perlindungan yang cukup terhadap kegiatan penerimaan kas daerah oleh BPKD kota medan yaitu adanya penatausahaan penerimaan kas daerah yang diterapkan. Dengan adanya Prosedur penatausahaan akan menjamin pelaksanaan penerimaan kas yang baik, sehingga pengelolaannya memberikan informasi yang dapat dipercaya (akuntable) sebagaipertanggungjawaban pelaksanaan penerimaan kas daerah.

c. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi

Cara-cara organisasi pemerintah dalam menciptakan praktik yang

sehat dengan cara setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal

sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi dan tanpa ada

(52)

campur tangan dari orang atau unit organisasi lain, adanya Perputaran jabatan (job rotation), secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya, Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektifitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.

d. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya unsur mutu karyawan merupakan unsur sistem pengendalian intern yang paling penting. organisasi pemerintah memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian yang lain dapat dikurangi sampai batas yang minimum, dan pemerintah tetap mapu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan.

Cara untuk mendapatkan karyawan yang kompeten yaitu dengan

seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh

pekerjaannya dan Pengembangan pendidikan karyawan selama

menjadi karywan pemerintah, sesuai dengan tuntutan perkembangan

pekerjaannya dengan memberikan inzin kepada karyawan nya dalam

mengikuti pelatihan tekhnis sehingga lebih memahami dan mampu

mengelola keuangan daerah khususnya penerimaan kas daerah.

(53)

54 C. Tujuan Pengendalian Intern Kas

Untuk mengetahui tujuan pengendalian intern kas, maka harus diketahui terlebih dahulu sifat-sifat khusus dari kas yaitu kas adalah salah satu aktiva yang siap untuk diubah menjadi jenis aset yang lain, sangat mudah disembunyikan dan dipindahkan, serta sangat diinginkan.Karena karakteristik ini, kas adalah aktiva yang paling rawan terhadap pencurian dan penyalahgunaan.terlebih lagi, karena jumlah transaksi kas yang sangat besar, banyak kekeliruan mungkin terjadi dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi kas. untuk menjaga kas dan untuk memastikan akurasi catatan akuntansi untuk kas, pengendalian intern sebagai pengendali intern yang efektif terhadap kas sangat penting sekali dilakukan. Adapun tujuan diterapkannya sistem pengendalian intern kas bagi perusahaan dan instansi pemerintah daerah adalah :

1. Menjaga kekayaan organisasi

2. Mengecek ketelitian dan keandalan akuntansi 3. Mendorong efisiensi

Sistem pengendalian intern di gunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan

yang telah ditetapkan, dengan adanya pemberian tanggungjawab dan

kewenagan yang jelas berdasarkan prosedur-prosedur yang sudah

ditetapkan untuk seluruh karyawan.Tercapainya sistem pengendalian

intern kas dapat dilihat dari tingkat keamanan dalam pengelolaan

keuangan daerah atas penerimaan kas daerah yang efektif, efisien,

transparan, dan akuntabel.

(54)

D. Analisa prosedur Penerimaaan Kas Daerah

Penerimaan kas daerah merupakan komponen sumber daya yang sangat penting terutama di dalam melaksanakan program pembangunan yang telah direncanakan.pengelolaan penerimaan kas daerah merupakan salah satu pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya yang dimilki daerah untuk pembangunan daerahnya sebagai wujud penerapan otonomi daerah.

Adanya penerapan otonomi daerah sebagai salah satu paradigma baru yang memberi kewenagan untuk mengelola sumber daya yang ada dalam sistem penyelenggaraan ketatanegaraan Indonesia telah memberi implikasi yang cukup kompleks bagi pelaksanaan pemerintah khususnya di daerah.

Otonomi daerah merupakan bagian dari demokratisasi dalam menciptakan sebuah sistem yang powershare pada setisp level pemerintah menuntut kemandirian sistem manajemen di daerah, (Halim,dkk. 2010: 105).

Penerimaan Kas Daerah kota medan bersumber dari Pendapatan Daerah

yaitu Pendapatan Asli Daerah, dana perimbangan, dan pendapatan asli

daerah lainnya yang sah sesuai dengan peraturan pemerintah. Kegiatan

penerimaan kas daerah dilakukan oleh bagian-bagian yang terkait dalam

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan.Seperti diketahui bahwa

penerimaan kas daerah berasal dari pendapatan daerah, maka untuk

mengetahui bagaimana pengawasan intern kas Daerah yang dilaksanakan

oleh Badan Pengeola Keuangan Daerah Kota Medan, kita lihat melalui

(55)

54

sub sistem pengendalian intern kas daerah yang berfungsi untuk pengendalian resiko penyelewengan dan penyalahgunaan atas penerimaan kas daerah.Prosedur tersebut memberikan keyakinan bahwa sistem pengawasan intern kas daerah oleh BPKD Kota Medan berjalan dengan baik, dimana dalam prosedur tersebut adanya pemisahaan tanggungjawab serta kebijakan dalam menerima kas daerah. Prosedur atas penatausahaan penerimaan kas dari pendapatan daerah tersebut menggambarkan proses kegiatan yang dilakukan oleh fungsi atau pihak yang terkait dalam menerima kas daerah, dokumen yang digunakan, dan catatan-catatan yang digunakan dalam penerimaan kas daerah. Prosedur penatausahaan penerimaan kas dari pendapatan daerah dibagi menjadi dua yaitu prosedur penatausahaan penerimaan kas dari pendapatan daerah di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan prosedur penerimaan kas dari pendapatan daerah di Bendahara Umum Daerah.

Langkah-langkah teknis prosedur penatausahaan penerimaan pendapatan di SKPD dilakukan dengan melalui 3 mekanisme/prosedur yaitu:

1. Prosedur penerimaan pendapatan melalui bendahara penerimaan 2. Prosedur penerimaan pendapatan melalui bendahara

penerimaanpembantu, dan

3. Melalui bank pemerintah yang ditunjuk,bank lain, dan/atau kantor pos,

Sedangkanlangkah-langkah teknis prosedur penatausahaan penerimaan

kas dari pendapatan daerah di Bendahara Umum di terima secara

(56)

langsung oleh Bendahara Umum, yang di bagi menjadi dua (2) prosedur sesuai dengan jenis penerimaan pendapatan daerah, yaitu prosedur penerimaan kas dari pendapatan dan prosedur penerimaan kas dari pembiayaan. Berikut langkah-langkah teknis atau uraian-uraian prosedur penerimaan kas dari pendapatan daerah melalui SKPD dan bendahara umum daerah (BUD) sesuai dengan Peraturan Walikota No.

60 Tahun 2010 tentang Sistem dan Prosedur Penatausahaan Keuangan Daerah Kota Medan:

1. Prosedur Penerimaan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Karena Prosedur penerimaan kas dari pendapatan daerah di skpd terdiri dari 3 mekanisme/prosedur penerimaan seperti yang dijelaskan diatas sebelumnya, penulis hanya memilih salah satu prosedur yang akan di jelaskan yaitu mekanisme/prosedur penerimaan kas dari pendapatan daerah melalui bendahara penerimaan. Langkah-langkah penerimaan kas daerah dari pendapatan daerah melalui bendahara penerimaan adalah sebagai berikut:

1) PPKD menyerahkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) Daerah

yang telah diterbitkankepada Bendahara Penerimaan untuk

keperluan melakukan verifikasi pada saat penerimaan

pendapatan. Kepala SKPD/Pengguna Anggaran

menyerahkan Surat Ketetapan Retribusi (SKR) yang telah

(57)

54

diterbitkan kepada Bendahara Penerimaan untuk keperluan melakukan verifikasi pada saat penerimaan pendapatan.

2) Wajib Pajak/Wajib Retribusi menyerahkan uang (setoran pajak/retribusi). Bendahara Penerimaan kemudian melakukan verifikasi penerimaan uang dengan SKP Daerah/SKR yang bersangkutan. Setelah melakukan verifikasi, Bendahara Penerimaan mengeluarkan Surat Tanda Bukti Pembayaran/Bukti Lain yang Sah. Bendahara Penerimaan menyiapkan Surat Tanda Setoran (STS).

Bendahara Penerimaan kemudian melakukan penyetoran kepada bank disertai STS. STS yang telah diotorisasi oleh bank kemudian diterima kembali oleh Bendahara Penerimaan untuk kemudian menjadi bukti pembukuan.

3) Bendahara Penerimaan melakukan penatausahaan

penerimaanberdasarkan SKP Daerah/SKR, STS, dan Surat

Tanda Bukti Pembayaran/Bukti Lain yang Sah. atas

penerimaan tersebut bendahara penerimaan membukukan

ke dalam buku kas umum di sisi penerimaan, dan buku

rekapitulasi penerimaan harian. Atas penyetoran tersebut

bendahara penerimaan membukukan ke dalam buku kas

umum di sisi pengeluaran, dan buku pembantu perincan

obyek penerimaan sesuai dengan rekening

pendapatan/penerimaan.

Gambar

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, diperoleh gambaran umumn kinerja guru di SMP Negeri 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat sudah cukup baik tetapi belum optimal. Peningkatan

Dengan adanya perkembangan daerah kabupaten Tulang Bawang ini, sangat perlu adanya peraturan-peraturan daerah tentang pajak tertentu yang baru/dimunculkan untuk bisa mewadahi

Jika diasumsikan serangan exhaustive key search dengan menggunakan prosesor paralel mencoba setengah dari jumlah kemungkinan kunci itu, maka dalam satu detik dapat dikerjakan

Dari 10 kecamatan yang berada di Wilayah Jakarta Selatan, kecamatan yang memiliki jumlah pendatang paling banyak adalah Kecamatan Jagakarsa yaitu 19.020 jiwa,

Pelaksanaan seiso sudah baik karena proses pembersihan bengkel menjadi tanggung jawab mahasiswa dan dosen sehingga setelah selesai melakukan praktik mahasiswa

Sehingga yang diartikan dengan kontribusi dalam penelitian ini dapat diartikan sebagai sumbangan yang diberikan oleh Pendapatan Asli Daerah terhadap besarnya

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian mioma uteri pada wanita usia subur yang pernah dirawat di RS dr.. Pirngadi Medan

Faktor internal dan eksternal dari segmen usaha ikan hias yang telah ditentukan selanjutnya diolah untuk mengetahui posisi strategis pada usaha budidaya kelompok Mitra