• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

41

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Sumber: grab.com Gambar 3.1. Logo GrabFood

GrabFood merupakan salah satu layanan dari perusahaan super app

multinasional yang berpusat di Singapura, yaitu Grab (CNBC Indonesia, 2020). Grab

didirikan pada tahun 2012 di Malaysia. Pada awalnya, Grab dikenal sebagai GrabTaxi

yang hanya memiliki layanan taksi hingga tahun 2016. Kemudian Grab

mengembangkan bisnis layanannya dengan melakukan expansion ke beberapa negara

di Asia Tenggara, seperti Filipina, Indonesia, Singapura, Myanmar, Thailand, dan

Vietnam (Grab.com, 2018). Tak hanya itu, Grab juga meluncurkan beberapa layanan

seperti GrabCar, GrabRide, GrabFood, GrabExpress, GrabMart, dan beberapa layanan

lainnya yang menjadikan Grab sebagai salah satu super app multinasional di Asia

Tenggara (CNBC Indonesia, 2020).

(2)

42 Visi dari Grab adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan transportasi, inefisiensi, dan meningkatkan kualitas hidup dari 620 juta orang di Asia Tenggara (Grab.com, 2021).

Di Indonesia, Grab adalah salah satu aplikasi yang cukup populer digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Layanan GrabFood yang mulai beroperasi dari tahun 2016, kini sudah tersedia di 178 kota di Indonesia (Republika.com, 2018).

Demi kepuasan pelanggannya, GrabFood terus mengembangkan fitur-fitur baru untuk meningkatkan user experience. Fitur yang diluncurkan oleh GrabFood sebagai berikut:

- Self Pick-up

Fitur ini mempermudah pengguna untuk melakukan pemesanan take away.

GrabFood akan menginformasikan estimasi waktu untuk pengambilan pesanan dan juga menginformasikan bahwa pesanan sudah siap untuk di pick-up melalui notifikasi dari aplikasi Grab. Fitur ini dirancang untuk mempercepat proses pemesanan makanan tanpa harus antre di restoran.

Saat ini, fitur self pick-up tersedia di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali (CNN Indonesia, 2020).

- Scheduled order

Pengguna bisa menjadwalkan pemesanan dari restoran mulai dari 2 jam

hingga 2 hari sebelum pengantaran (CNN Indonesia, 2020).

(3)

43 - Multi Order

Dengan fitur multi order, pengguna dapat melakukan pemesanan dari 4 restoran berbeda secara bersamaan. Selain itu pengguna juga dapat melakukan pemesanan ketika masih dalam perjalanan dengan Grab (CNN Indonesia, 2020).

- Order in Group

Fitur Order in Group atau pesan bareng teman membuat pengguna dapat memesan makanan bersama teman atau keluarga di dalam 1 pesanan.

Setiap orang di dalam group (maksimal 7 orang) dapat menambahkan makanan dari 1 restoran ke group shopping cart. Dengan adanya fitur ini membuat pengguna dapat melakukan pemesanan makanan dalam jumlah yang banyak di 1 waktu dan juga menghemat biaya pengantaran (CNN Indonesia, 2020).

- GrabKitchen (Cloud Kitchen)

Fitur ini dikhususkan untuk memfasilitasi para pemilik merchant F&B

secara terpusat di dalam 1 kitchen sehingga pemilik merchant dapat

mengembangkan bisnis ke wilayah-wilayah baru dengan resiko dan biaya

yang rendah.

(4)

44 Tak hanya itu, GrabFood juga memberikan kode promo atau discount secara masif untuk menciptakan behavior dari pengguna, seperti pada gambar berikut ini:

Sumber : Grab App

Gambar 3.2. Kode Promo GrabFood (per 5 Mei 2021)

3.2 Desain Penelitian

Desain penelitian atau research design merupakan rencana atau kerangka

dalam upaya untuk melakukan riset marketing (Malhotra et al., 2017). Sedangkan

menurut Cooper dan Schindler (2014), desain penelitian adalah rancangan kerangka

untuk pemenuhan tujuan dan menyelesaikan permasalahan atau pertanyaan dari

penelitian yang akan dilakukan. Dalam melakukan penelitian, membutuhkan prosedur-

prosedur dengan tujuan untuk memperoleh kebutuhan informasi dalam problem

solving dari riset marketing (Malhotra et al., 2017).

(5)

45 3.2.1 Jenis Penelitian

Pada umumnya, research design dapat dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu exploratory research design dan conclusive research design.

Sumber : Malhotra et al. (2017)

Gambar 3.3.Pengelompokan pada Research Design

1. Exploratory Research Design

Desain penelitian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai fernomena marketing yang ingin diteliti. Exploratory research dapat digunakan ketika peneliti tidak mempunyai pemahaman yang cukup untuk memproses proyek penelitian tersebut. Desain ini memiliki

Research Design

Exploratory Design

Qualitative Exploration

Quantitative Exploration

Conclusive Design

Descriptive Research

Cross-sectional Design

Single cross- sectional

Multiple cross- sectional

Longitudinal Design

Causal

Research

(6)

46 karakterisik yang fleksibel dan versatile karena tidak menggunakan prosedur penelitian formal. Exploratory research jarang menggunakan kuesioner terstruktur, jumlah sample yang besar, dan rencana untuk melakukan probability sampling.

2. Conclusive Research Design

Conclusive research bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena yang spesifik, untuk mencoba hipotesis tertentu dan menguji hubungan variabel-variabel tertentu. Desain penelitian ini lebih terstruktur dan formal dibandingkan exploratory research. Penelitian ini didasari oleh ukuran sample yang besar dan data yang diperoleh adalah subjek dari qualitative analysis.

a. Descriptive research

Desain penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu, biasanya menyangkut fungsi atau karakteristik dari suatu market.

Descriptive research desain diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu cross-sectional research dan longitudinal research.

Cross-sectional design merupakan salah satu descriptive research design yang paling sering digunakan dalam penelitian marketing.

Desain ini mengumpulkan informasi hanya satu kali untuk setiap sample

dari populasi, dengan pengambilan satu sample di setiap populasi

(7)

47 (single cross-sectional design) atau dengan pengambilan beberapa sample di setiap populasi (multiple cross-sectional design).

Sedangkan longitudinal design adalah desain penelitian yang melakukan pengukuran berulang pada sample dari suatu populasi yang bertujuan untuk menunjukkan dan menggambarkan perubahan dan situasi dari masa ke masa.

b. Causal research

Causal research dilakukan untuk menemukan bukti hubungan sebab-akibat. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui variable yang dapat memberikan pengaruh (independent variable) dan variabel yang dipengaruhi (dependent variable) di dalam sebuah rangkaian fenomena.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena marketing yang

terjadi di dalam pasar, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi continued

intention to use dari layanan pesan-antar makanan. Oleh karena itu, penulis

dalam penelitian ini menggunakan descriptive research design dengan tipe

conclusive research yang bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi atau

karakteristik. Setiap sample pada penelitian dilakukan dengan pengambilan

data sebanyak satu kali, sehingga research design yang digunakan adalah single

cross sectional design (Malhotra et al., 2017).

(8)

48 3.2.2 Research Data

Berdasarkan Malhotra et al. (2017), ada dua jenis data research yang dapat digunakan ketika melakukan penelitian, yaitu:

1. Primary Data

Data primer merupakan data yang dihasilkan oleh peneliti secara langsung yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah penelitian.

2. Secondary Data

Data sekunder merupakan data yang sebelumnya sudah tersedia untuk memecahkan masalah penelitian lain.

Pada penelitian ini akan menggunakan primary data dan secondary data.

Primary data didapatkan dari penyebaran kuesioner secara online kepada responden.

Sementara secondary data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait untuk

membangun dan memperkuat fenomena–fenomena dan teori-teori pada penelitian ini.

(9)

49 3.3. Ruang Lingkup Penelitian

Berdasarkan Malhotra et al. (2017), ditemukan bahwa dalam sebuah penelitian marketing terdapat enam tahapan dalam menentukan sampling yang akan digunakan.

Sumber : Malhotra et al. (2017) Gambar 3.4. Sampling Design Process

3.3.1 Target Populasi

Target populasi merupakan sekumpulan elemen atau objek yang dapat

memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti dan sebagai penentu pengaruh-

pengaruh yang akan diteliti (Malhotra et al., 2017). Target populasi yang digunakan

dalam penelitian ini adalah pengguna layanan pesan antar makanan GrabFood.

(10)

50 3.3.2 Sampling Frame

Berdasarkan Malhotra et al. (2017), sampling frame merupakan representasi target populasi. Sampling frame terdiri dari rangkaian arahan untuk mengidentifikasi target populasi. Penelitian ini tidak memerlukan data target populasi yang spesifik sehingga sampling frame tidak digunakan.

3.3.3 Sampling Unit

Menurut Malhotra et al. (2017), sampling unit adalah elemen yang berguna untuk menyeleksi beberapa tahap dari proses sampling. Sampling unit yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna layanan GrabFood yang menggunakan GrabFood minimal satu kali selama tiga bulan terakhir.

3.3.4 Sampling Techniques

Menurut Malhotra et al (2017), sampling technique diklasifikasikan menjadi 2,

yaitu non-probability sampling dan probability sampling. Non-probability sampling

merupakan prosedur pengambilan sample yang dipilih berdasarkan penilaian personal

dari peneliti. Peneliti secara sadar dapat menentukan elemen mana yang akan dijadikan

sample. Sedangkan probability sampling merupakan prosedur pengambilan sample

yang dimana setiap sample memiliki kemungkinan untuk terpilih sebagai sample.

(11)

51 Ada 4 teknik non-probability sampling berdasarkan Malhotra et al. (2017), yakni:

1. Convenience sampling

Merupakan teknik sampling yang sample-nya didapatkan dengan cara yang menurut peneliti mudah dan nyaman. Convenience sampling adalah salah satu teknik yang paling tidak memakan biaya dan waktu.

2. Judgemental sampling

Jenis sampling ini adalah bentuk dari convenience sampling namun elemen populasi diseleksi berdasarkan penilaian peneliti yang dipercaya dapat merepresentasikan dari populasi tertentu.

3. Quota sampling

Quota sampling mempunyai 2 tahapan:

- Tahap pertama, dengan menentukan karakteristik-karakteristik sample yang dibutuhkan, kemudian menentukan kuota dari masing-masing karakteristik.

- Tahap kedua, memilih sample dengan teknik convenience sampling atau judgemental sampling.

4. Snowball sampling

Merupakan jenis teknik sampling yang memilih responden tahap pertama

secara acak. Kemudian, responden tahap berikutnya dipilih berdasarkan referensi dari

responden tahap pertama.

(12)

52 Responden penelitian ini dipilih sesuai kriteria yang telah ditentukan bersadarkan penilaian pribadi peneliti. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode judgemental sampling.

3.3.5 Sample Size

Menurut Malhotra et al. (2017), sample size merupakan jumlah atau angka elemen yang berpartisipasi dalam suatu penelitian. Peneliti menentukan jumlah sample berdasarkan maximum likelihood estimation (MLE) dari Hair et al. (2014). MLE memiliki jumlah sample minimum sebesar 50 observasi dan minimum rasio observasi dengan variabbel adalah 5:1 sehingga memberikan hasil yang valid dan stabil. Untuk meminimalisir error, setiap variabel atau indikator dalam kuesioner penelitian ini dilakukan minimum 5 observasi. Oleh karena itu, jumlah minimum sample pada penelitian ini sebanyak 20 x 5, yakni 100 responden. Penulis menggunakan 106 sample pada penelitian ini.

3.4 Prosedur Penelitian 3.4.1 Periode Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 4 bulan yang dimulai sejak

Februari hingga Juni 2021. Adapun pengumpulan data utama dengan cara

menyebarkan kuesioner yang dilakukan pada tanggal 9 – 20 April 2021.

(13)

53 3.4.2 Pengumpulan Data

Peneliti melakukan pengumpulan data sekunder melalui buku, artikel, jurnal, data perusahaan sebagai pendukung penelitian ini. Peneliti juga mengumpulkan data primer dengan membuat kuesioner menggunakan google form dan disebarluaskan secara online dengan link tinyurl.com/BantuSkripsiFeren melalui group chat Line, direct message Instagram, dan Timeline Group via Facebook. Penulis juga dibantu oleh beberapa teman untuk ikut menyebarkan link kuesioner melalui group chat mereka.

3.4.3 Proses Penelitian

Dalam menjalankan penelitian ini, ada beberapa tahap prosedur penelitian yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut:

1. Mengumpulkan beberapa buku, literatur-literatur ilmiah, dan artikel yang dapat mendukung penelitian, menganalisis dan memodifikasi model penelitian yang menjadi dasar penelitian ini, serta menyusun kerangka penelitian dan hipotesis.

2. Membuat draft kuesioner berdasarkan acuan jurnal utama dan pendukung, serta membuat wording yang tepat agar lebih mudah dipahami oleh responden serta mendapatkan hasil yang valid dan relevan.

3. Menyebarkan kuesioner secara online melalui media sosial peneliti, seperti

Line, Instagram, dan Facebook.

(14)

54 4. Menjalankan pre-test dengan 30 data responden untuk menentukan kelayakan atau validitas dan reabilitas data menggunakan aplikasi SPSS, kemudian dilanjutkan dengan main test dengan 106 data responden.

Peneliti menyebarkan kuesioner pre-test dilakukan secara online.

5. Melakukan pengolahan data responden menggunakan aplikasi SPSS versi 24 dengan melakukan uji asumsi klasik, uji goodness of fit menggunakan koeifisien determinasi, uji t dan uji F serta uji regresi linear berganda . 6. Menganalisis hasil data penelitian yang telah diolah, membuat kesimpulan

dan saran dari penelitian yang telah dilakukan.

(15)

55 3.5 Identifikasi Variabel Penelitian

3.5.1 Variabel Eksogen

Variabel eksogen adalah variabel independen yang bersifat laten di dalam model penelitian. Variabel eksogen tidak dipengaruhi variabel lain di dalam model penelitian, tetapi sebagai variabel yang berfungsi untuk memprediksi variabel endogen.

Sumber: Malhotra et al. (2017) Gambar 3.5. Variabel Eksogen

Penelitian ini menggunakan performance expectancy, habit, impulsive buying tendency, congruence with self-image sebagai variabel eksogen.

3.5.2 Variabel Endogen

Variabel endogen adalah variabel dependen yang bersifat laten di dalam model penelitian. Variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain dalam model.

Eksogen ( ξ)

(16)

56 Sumber: Malhotra et al. (2017)

Gambar 3.6. Variabel Endogen

Variabel endogen digambarkan dengan simbol diatas. Penelitian ini menggunakan continued intention to use sebagai variabel endogen.

3.5.3 Variabel Teramati

Variabel teramati adalah variabel yang dijadikan indikator dari setiap variabel dalam sebuah konstruk penelitian dikarenakan variabel ini dapat diukur langsung oleh peneliti untuk mempresentasikan setiap variable dalam sebuah penelitian. Penelitian ini menggunakan 20 variabel teramati sebagai measurement items.

Endogen ( ŋ)

(17)

57 3.6 Operasionalisasi Variabel Penelitian

Peneliti menggunakan beberapa indikator pengukuran untuk mengukur berbagai variabel di dalam penelitian ini. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari skala 1 (sangat tidak setuju) hingga skala 5 (sangat setuju) untuk seluruh indikator.

Tabel 3.1 Tabel Operasional Penelitian

No Variabel Definisi

Operasional Kode Measurement Scalling Technique

1 Performance Expectancy

Tingkat dimana seorang individu

percaya bahwa dengan menggunakan

sistem akan membantunya

untuk memperoleh

keuntungan dalam kinerja (Ventakes et al.,

2003)

PE1

Dengan menggunakan

GrabFood, pemesanan makanan menjadi

lebih efisien dibanding sistem

lainnya (seperti website resto dan

menelpon resto)

Likert 1-5 PE2

Dengan menggunakan GrabFood dapat

meningkatkan kualitas dari proses

pemesanan makanan.

PE3

Menggunakan GrabFood membuat

saya dapat menyelesaikan proses pemesanan

makanan dengan

lebih cepat.

(18)

58 PE4

Dengan menggunakan GrabFood membuat

proses pemesanan makanan menjadi

lebih efektif.

PE5

GrabFood sangat berguna untuk memesan makanan

dari restoran- restoran,

2 Habit

Perilaku pengguna di masa lampau yang menjadi perilaku berulang

dalam penggunaan Information System (IS) (Limayem, 2007)

H1

Menggunakan GrabFood telah menjadi kebiasaan

saya.

Likert 1-5 H2

Saya kecanduan menggunakan

GrabFood H3

Saya harus menggunakan aplikasi GrabFood

3

Impulse Buying Tendency

Respon otomatis terhadap stimulus yang terjadi pada

preconscious level yang disebabkan oleh

kecenderungan biologis (Sharma

et al., 2010).

IBT1

Saya seringkali membeli barang

secara spontan

Likert 1-5 IBT2

Kata-kata "just do it" mendeskripsikan

cara saya membeli suatu barang IBT3

Saya sering membeli sesuatu tanpa direncanakan

atau dipikirkan IBT4

Kata-kata "Saya lihat, saya beli"

mendeskripsikan saya

IBT5

Saya membeli suatu barang bergantung pada perasaan saya pada

saat ini.

(19)

59 4

Congruence with Self-

Image

Menggambarkan kesamaan dari image konsumen

dan brand atau produ yang mempengaruhi

motivasi pembelian.

(Sirgy and Su, 2000)

CWSI1

Saya merasa cocok dengan gambaran

umum dari pengguna GrabFood

Likert 1-5 CWSI2

Saya mencirikan gambaran umum

pengguna GrabFood

CWSI3

Gambaran umum dari pengguna

GrabFood mencerminkan saya

tipe orang yang seperti apa.

5

Continued Intention To

Use

Keinginan atau minat dari seorang individu

untuk terus menggunakan sebuah sistem di

masa depan (Oliver, 1980).

INT1

Saya berencana menggunakan GrabFood dimasa

mendatang

Likert 1-5 INT2

Saya akan selalu menggunakan

GrabFood

INT3

Saya akan merekomendasikan

GrabFood kepada orang-orang di masa mendatang.

INT4

GrabFood akan menjadi salah satu

teknologi favorit

saya.

(20)

60 3.7 Teknik Pengolahan Analisis Data

3.7.1 Uji Instrumen Pre-Test dan Main Test Menggunakan Faktor Analisis

Menurut Malhotra et al. (2017), faktor analisis adalah prosedur yang dipergunakan untuk mereduksi dan meringkas data. Sedangkan menurut Hair et al.

(2010), faktor analisis adalah pendekatan statistik yang dipergunakan untuk menganalisis hubungan atau keterkaitan antar variabel dan menjelaskan berbagai faktor yang mendasari variabel-variabel tersebut. Dalam melakukan pengujian pre-test, penguji mengumpulkan 30 responden dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada pengguna layanan GrabFood di Jabodetabek. Uji pre-test dilakukan bertujuan agar pada saat menjalankan main test, hasil yang terkumpul dapat konsisten dan reliabel. Jika dalam uji pre-test data 30 responden dinyatakan valid dan reliabel, maka dilanjutkan dengan main test. Main test bertujuan untuk melihat validitas dan reliabilitas data secara keseluruhan.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan software SPSS versi 24 untuk menjalankan dan mengolah data pre-test dan main test untuk mengukur tingkat reliabitilitas dan validitas data dari indikator-indikator yang terdapat pada kuesioner.

3.7.1.1 Uji Validitas

Validitas merupakan tingkatan dimana sebuah indikator dapat menggambarkan

karakteristik dari fenomena penelitian. Tingkat validitas baik mengartikan bahwa tidak

ditemukannya kesalahan pengukuran pada setiap variabel (Malhotra et al., 2017).

(21)

61 Validitas pengukuran memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni sebagai berikut:

Tabel 3.1 Tabel Uji Validitas

(22)

62 3.7.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah cara bagaimana suatu variabel di ukur (Hair et al., 2010). Menurut Malhotra et al. (2017), reliabilitas adalah tingkatan konsistensi dari skala pengukuran ketika dilakukan berulang kali. Uji reliabilitas bertujuan untuk memastikan respon yang diuji tidak terlalu beragam sehingga indikator dapat reliable.

Pengukuran tingkat reliabilitas pada penelitian ini menggunakan reliability coefficient untuk menilai konsistensi skala dengan Cronbach’s alpha. Cronbach’s alpha memiliki batas minimal 0.6 (Hair et al., 2010).

3.7.2 Uji Asumsi Klasik 3.7.2.1 Uji Multikolinieritas

Uji multikolonieritas adalah alat untuk uji regresi dengan tujuan untuk menguji apakah model regresi tersebut ditemukan adanya korelasi antara variabel independen (Ghozali, 2013). Jika ditemukan tidak terjadi korelasi antar variabel independen pada penelitian, maka model regresi tersebut dinyatakan baik.

Namun jika antar variabel independent tersebut terjadi korelasi, maka variabel–

variabel tersebut tidak orthogonal. Variabel orthogonal merupakan variabel independen

yang memiliki nilai korelasi antar variabel independen sama dengan nilai nol. Syarat-

syarat untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam model regresi dapat

dilihat dari nilai tolerance ≤ 0.10 dan nilai VIF (Variance Inflation Factor) ≥ 10 yang

(23)

63 dapat menunjukkan bahwa tidak adanya multikolonieritas. Jika nilai tolerance-nya ≥ 0.10 dan nilai VIF ≤ 10 maka ini menunjukan adanya multikolonieritas (Ghozali, 2013).

3.7.2.2 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah alat uji untuk menguji apakah dalam model regresi, residual atau variabel pengganggu memiliki pendistribusian secara normal (Ghozali, 2013). Uji normalitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu analisis grafik histogram dan grafik plots probabilitas normal atau dengan cara uji statistik. Pada analisis grafik, hasil dilihat dengan cara membandingkan data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Sedangkan uji statistik dilakukan dengan melihat nilai Kolmogorov-Smirnov. Adapun syaratnya yaitu nilai signifikansi > 0.05 yang artinya data terdistribusi secara normal. Namun jika nilai signifikansi < 0.05, maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Pada penelitian ini, peneliti menguji normalitas dengan melihat grafik histogram dan grafik P-Plot normalitas.

3.7.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan Ghozali (2013), uji heteroskedastisitas adalah alat pengujian

yang menguji apakah dalam model regresi tersebut terjadi ketidaksamaan varians

residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika variance dari residual dari

satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka data tersebut disebut

homoskedastisitas. Namun, jika nilai variance berbeda maka disebut dengan

(24)

64 heteroskedastisitas. Suatu model regresi dikatakan baik jika tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi apakah ada atau tidak adanya heteroskedastisitas dalam model regresi dapat dilakukan pengujian pada grafik plot (dengan cara melihat titik-titik yang membentuk pola tertentu pada grafik scatterplot). Jika terdapat pola tertentu pada grafik dengan titik–titik yang membentuk pola beraturan (bergelombang, melebar dan menyempit), maka data tersebut menunjukan terjadi heteroskedastisitas.

Namun jika pola titik–titik menyebar diatas dan berada dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Pengujian dalam grafik plot ini memiliki kekurangan dikarenakan jumlah pengamatan yang mempengaruhi hasil dari plotting.

Semakin sedikit jumlah pengamatan, maka semakin sulit pula untuk menggambarkan atau menginterpretasikan hasil dari grafik plot.

Menurut Ghozali (2013), uji heteroskedastisitas juga dapat dideteksi dengan alat

uji yang disebut dengan uji park untuk menjamin keakuratan hasil pengujian yang

menggunakan grafik scatterplot. Syarat pengujian ini adalah nilai signifikansi harus

sebesar > 0,05 maka data tersebut dapat dikatakan terdapat homoskedastisitas.

(25)

65 3.7.3 Uji Hipotesis

3.7.3.1 Uji Koefisien Determinasi (R

2

)

Koefisien determinasi (R

2

) adalah alat uji yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu model penelitian dalam menjelaskan variasi dari variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai adjusted R square yang terdiri antara nol hingga satu. Nilai koefisien determinasi yang rendah menunjukkan bahwa kemampuan variabel–variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen cukup terbatas. Namun jika nilai R

2

yang mendekati nilai 1, ini menunjukkan bahwa variabel independen dapat memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi dari variabel dependen (Ghozali, 2013).

3.7.3.2 Uji Signifikansi Keseluruhan Regresi Sample (Uji Statistik F)

Uji statistik F merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat apakah variabel-variabel independen dapat secara bersamaan berpengaruh ke variabel dependen (Ghozali, 2013). Uji F juga dapat digunakan untuk melihat ketepatan suatu model regresi dalam menjelaskan variabel dependen. Tolak ukur atau syarat pada pengujian nilai F adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai dari F > 4 maka H0 dapat ditolak dengan tingkat kepercayaan 5%

dan H1 dapat diterima yang menyatakan bahwa variabel-variabel

independen tersebut dapat berpengaruh secara bersamaan ke variabel

dependen.

(26)

66 2. Membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Jika nilai F hitung >

nilai F tabel, maka keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima.

3.7.3.3 Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)

Menurut Ghozali (2013), uji statistik t adalah dasar uji statistik yang berfungsi untuk menunjukkan seberapa berpengaruh variabel–variabel independen dalam menjelaskan variasi dari variabel dependen. Uji ini dapat dilihat dari nilai degree of freedom (df). Hipotesis nol (H0) harus diuji apakah suatu parameter (b) sama dengan 0, atau:

1. H0 : bi = 0,

yang berarti variabel independen bukan merupakan variabel penjelas terhadap variabel dependen.

2. Ha : bi ≠ 0,

yang berarti variabel independen tersebut adalah variabel penjelas terhadap variabel dependen.

Uji statistik t ini juga dapat dilakukan pengujian dengan membandingkan nilai

statistik t dengan titik kritis yang ada pada tabel t. Jika nilai t > nilai tabel, maka hipotesis

alternatif tersebut dinyatakan dapat diterima (H0 ditolak dan Ha diterima). Namun, jika

nilai t < nilai tabel, maka hipotesis alternatif tersebut dinyatakan tidak dapat diterima

(H0 diterima dan HA ditolak).

(27)

67 3.7.3.4 Uji Analisis Linear Berganda

Berdasarkan Hair et al. (2014), analisis regresi berganda merupakan alat uji

yang dipergunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel dependen dan

sejumlah variabel independen. Analisis regresi berganda menguji variabel-variabel

independent yang mempengaruhi variabel dependen tunggal dalam penelitian. Berikut

persamaan regresi berganda di bawah ini:

Gambar

Gambar 3.2. Kode Promo GrabFood (per 5 Mei 2021)
Gambar 3.3.Pengelompokan pada Research Design
Tabel 3.1 Tabel Operasional Penelitian
Tabel 3.1 Tabel Uji Validitas

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor sosial ekonomi yang beragam turut mempengaruhi jumlah curahan waktu kerja wanita (Y), namun sebagai variabel pengamat yang digunakan dalam penelitian

Berdasarkan penjelasan di atas jelaslah bahwa setiap perusahaan baik manufacturing maupun perusahaan jasa konstruksi sangat membutuhkan peramalan penjualan produk

Observasi kemampuan penemuan diri (self invention) dilaksanakan untuk mencaritahu bagaimana kemampuan penemuan diri pada mahasiswa dimiliki untuk setiap pembelajaran

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah merupakan suatu sistem yang membentuk siklus yang dimulai dari proses penetapan visi, misi, tujuan dan

'al ini menunukkan adana senawa akti%  anti&amp;akteri dalam air perasan &amp;uah eruk nipis ang diduga diper!leh dari kandungan kimia ang terdapat di

Bank Aceh Syariah masuk dalam 10 besar bank syariah dengan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan menempati urutan ke 6 dengan 732 unit.

Meskipun ada kecenderungan bahwa siswa SMA masih belum memiliki ciri-ciri yang kuat sebagai manusia yang berkarakter karena masih dalam proses, akan tetapi siswa secara umum juga

Untuk mengambil data dari single cross-sectional design dilakukan satu kali saja dan dalam satu kelompok, sedangkan untuk multiple cross-sectional, pengambilan data