• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Keuangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) periode ) Pembimbing : Tartila Devi, SE, M. AK MAILANI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK. Keuangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) periode ) Pembimbing : Tartila Devi, SE, M. AK MAILANI"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

1 ABSTRAK

Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Melalui Analisis Laporan Keuangan

(perusahaan sektor barang konsumsi Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019)

Pembimbing : Tartila Devi, SE, M. AK

MAILANI

Institut Agama Islam Negeri Bukittingi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan

perusahaan sektor barang konsumsi Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai 2019 yang dianalisis melalui analisis rasio keuangan

(2)

2 Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Melalui

Analisis Laporan Keuangan

(Perusahaan sektor barang konsumsi Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019)

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana pada Program Studi Akuntansi Syariah

SKRIPSI

OLEH:

MAILANI 3416.056

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

(3)

3 2020

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan- aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.1 Kinerja kuangan adalah alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan perusahaan melalui struktur permodalannya. Kinerja keuangan adalah penentuan ukuran- ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba.2 Kinerja keuangan adalah upaya untuk memperoleh hasil melalui operasional perusahaan yang terdiri dari berbagai kegiatan dengan membantu pimpinan meningkatkan efektivitas kerja karyawan dan tentunya dengan memberikan imbalan yang sesuai.3

Berdasarkan beberapa pengertian kinerja keuangan diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuagan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien serta kemampuan atau prestasi yang dicapai dalam melaksanakan suatu kegiatan tertentu dalam waktu tertentu.

Pengukuran kinerja keuangan perusahaan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan seperti pemilik perusahaan, para investor, kreditor,

1 Irham, fahmi. Analisis Kinerja Keuangan, 2012. Bandung: Alfabeta

2 Sucipto. Penilaian Kinerja Keuangan, 2013. medan

3 Sedarmayanti. Metode Penilitian, 2002. Jakarta: mandar maju

(4)

4 pemasok, pelanggan, pemerintah, karyawan dan masyarakat. Bagi pemilik perusahaan dan para investor maupun calon investor, pengukuran kinerja keuangan berguna untuk mengevaluasi dan menilai apakah modal yang ditanamkan dalam bentuk asset maupun tunai yang telah dikelola dan digunakan dengan baik sehingga menghasilkan suatu keuntungan yang diharapkan, sedangkan bagi para kreditur dan calon kreditur berguna menunjukan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutang, baik jangka penedek maupun jangka panjang pada saat jatuh tempo dan berguna untuk mengetahui seberapa besar hutang dalam perushaan tersebut. Oleh karena itu kinerja keuangan sangat penting untuk melihat bagaimana suatu perusahaan dalam mempertahankan perusahaannya dari kebangkrutan. Dengan peniliaian kinerja keuangan ini perusahaan akan meningkatkan kinerjanya yang lebih baik dari sebelumnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pada perusahaan yang Pertama, Efektivitas dan Efisiensi. Kedua, Otoritas atau wewenang.

Ketiga, Disiplin atau taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Keempat , Inisiatif yang berkaitan dengan daya pikir dan kreativitas dalam perusahaan.

Sebagaimana Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia, pasal 2 Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD, setiap Entitas pelaporan wajib menyusun dan menyajikan:

(5)

5 1. Laporan Keuangan

2. Laporan Kinerja

Terkait dengan kinerja keuangan di Indonesia terdapat beberapa kasus yang berhubungan dengan kinerja keuangan, Pertama pada PT. Garuda Indonesia dirangkum Okezone.com Tanggal 28 Juni 2019. Pada tanggal 2 April 2019 Awal kisruh laporan keuangan Garuda Indonesia. Semua berawal dari hasil laporan keuangan Garuda Indonesia untuk tahun buku 2018. Dalam laporan keuangan tersebut, Garuda Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp11,33 miliar (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Angka ini melonjak tajam dibanding 2017 yang mengalami kerugian USD216,5 juta. Namun laporan keuangan tersebut menimbulkan polemik, lantaran dua komisaris Garuda Indonesia Chairal Tanjung dan Dony Oskaria, menganggap laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia tidak sesuai dengan PSAK. Pasalnya, Garuda Indonesia memasukkan keuntungan dari PT. Mahata Areo Teknologi yang memiliki utang kapada maskapai berpelat merah tersebut. PT. Mahata Areo Teknologi yang memiliki utang terkait pemasangan wifi yang belum dibayarkan.

Kedua pada PT. Asuransi Jiwasraya dirangkum Kompas.com Tanggal 09 Januari 2020.Kasus Jiwasraya bermula pada 2002. Saat itu, BUMN asuransi itu sudah mengalami kesulitan. Namun, berdasarkan catatan BPK, Jiwasraya telah membukukan laba sejak 2006. Pada 2017, Jiwasraya kembali memperoleh opini tidak wajar dalam laporan keuangannya.

Padahal, saat ini Jiwasraya mampu membukukan laba sebesar Rp 360,3

(6)

6 miliar. Opini tidak wajar itu diperoleh akibat adanya kekurangan pencadangan sebesar Rp 7,7 triliun. Berlanjut tahun 2018, Jiwasraya akhirnya membukukan kerugian sebesar Rp 15,3 triliun. Pada September 2019, kerugian menurun menjadi 13,7 triliun. Kemudian pada November 2019, Jiwasraya mengalami negatif equity sebesar Rp 27,2 triliun.

Dari kasus-kasus diatas dapat menggambarkan bahwa pentingnya penilaian terhadap kinerja pada setiap perusahaan. Masalah keuangan adalah salah satu masalah yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan dalam perkembangan bisnis semua perusahaan. Dimana setiap perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan. Namun berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan atau mempertahankan perusahaannya tergantung pada manajemen keuangannya. Jadi perusahaan harus memiliki kinerja keuangan yang baik untuk mendapatkan keuntungan atau laba, sedangkan kinerja keuangan yang buruk maka perusahaan akan mengalami kerugian dan sulit mendapatkan kepercayaan dari perusahaan lain. Dengan hasil kinerja yang didapatkan dijadikan sebagai evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan kedepannya agar kinerja perusahaan dapat ditingkatkan atau dipertahankan.

Oleh karena itu, pentingnya informasi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Dengan data keuangan tersebut kita dapat mengetahui efektifitas kinerja perusahaan serta kondisi perusahaan apakah baik dari tahun ketahun atau sebaliknya. Baik dan buruknya kondisi

(7)

7 keuangan dapat dilihat dari hasil laporan keuangan perusahan tersebut.

Laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Laporan keuangan adalah proses pencatatan akhir yang menggambarkan atau menunjukkan kondisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu.

Menurut standar akuntansi keuangan tujuan laporan keuangan yang Pertama, Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubaahan posisi keuangan suatu perusahaaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi. Kedua, Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. Ketiga, Laporan kuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.4

Sebagai acuan dari penelitian saya, ada beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian saya, pertama Penelitian Jhoni Kurniawan, IAIN SURAKARTA Tahun 2017, judul penelitian “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015”. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai

4 Jurnal Valuta Vol II No 2, Analisis laporan keuangan dalam mengukur kinerja perusahaan pada PT. Ricky Kurniawan Kertapersada (makin grup) Jambi. Oktober 2016, Hal 190-191

(8)

8 Rasio Likuiditas dianalisis menggunakan Current Ratio dan Quick Ratio adalah PT. Delta Djakarta Tbk, nilai Rasio Solvabilitas dianalisis menggunakan Debt To Asset Ratio adalah PT. Multi Bintan Indonesia Tbk, dan dianalisis menggunakan Debt To Equty Ratio adalah PT. Ultra Milk Industri and Tranding Company Tbk, dan nilai Rasio Profitabilitas yang efesien dianalisis menggunakan Net Profit Margin adalah PT. Delta Djakarta Tbk, dan dianalisis menggunakan Return On Ekuity adalah PT.

Multi Bintan Indonesia Tbk yang tidak efesien.

Kedua Penelitian Nugraheni Prasetyowati, UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Tahun 2007, judul penelitian “Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Melalui Analisis Laporan Keuangan”(study kasus PT. Fajar Surya Wisesa Tbk, PT. Suparma Tbk, PT. Surabaya Agung Industri Tbk, PT. Pabrik Kertas Tjiwa Kimia Tbk, dan PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Rasio Likuiditas terbaik adalah PT. Fajar Surya Wisesa Tbk, nilai Rasio Profitabilitas terbaik adalah PT. Fajar Surya Wisesa Tbk, nilai Rasio Solvabilitas yang baik adalah PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, dan nilai Rasio Aktivitas yang baik adalah PT. Surabaya Agung Indistri Tbk, dan secara keseluruhan penilaian kinerja keuangan terbaik selama tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 adalah PT. Fajar Surya Wisesa Tbk.

Dari penelitian yang pertama menggunkan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, dan teknik analisis data yang digunakan adalah rasio keuangan. Dimana rasio keuangan yang digunakan adalah mencakup tiga

(9)

9 analisis rasio keuangan yang mana setiap masing-masing rasio menggunakan dua cara dalam menganalisis, yang pertama Rasio Likuiditas dengan menggunakan Current Ratio dan Quick Ratio, yang kedua Rasio Solvabilitas dengan menggunakan Debt To Equity Ratio dan Debt To Asset Ratio, dan yang ketiga Rasio Profitabilitas dengan menggunakan Net Profit Margin dan Return On Equity.

Dari penelitian yang kedua juga menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan analisis rasio keuangan. Perbedaannya penelitian pertama hanya menggunakan tiga analisis rasio keuangan saja dengan menggunakan dua cara yang berbeda, sedangkan penelitian yang kedua menggunkan keempat rasio keuangan secara keseluruhan.

Oleh karena itu untuk menilai kinerja perusahaan diperlukan suatu tolak ukur. Tolak ukur yang digunakan adalah analisis rasio keuangan.

Dari beberapa penelitian sebelumnya juga menggunkan analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan yang terdiri Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Aktivitas, dan Rasio Profitabilitas. Masing-masing Rasio tersebut juga memiliki pembagian analisis yang berbeda. Penelitian yang sebelumnya hanya memakai tiga analisis rasio keuangan, dimana masing-masing rasio menggunakan dua teknik analisis. Penelitian sebelumnya pada perusahan sub sektor makan dan minuman Food and Beverage. Perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu perusahaan yang bertahan ditengah kondisi perkonomian di Indonesia,

(10)

10 karena memenuhi kebutuhan masyarakat dan setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya makanan dan minuman dalam hidup.

Perkembangan sektor perekonomian di Indonesia khususnya sektor makanan dan minuman sangat menarik untuk deteliti.

Penilaian kinerja perusahaan tidak hanya dilakukan diluarnya saja tetapi juga didalam perusahan itu sendiri dengan cara melihat hasil laporan keuangan perusahaan baik dan tidak baiknya suatu perusahaan tersebut.

Ada dua jenis laporan keuangan yang digunakan penulis dalam menganalisis suatu laporan keuangan perusahaan yaitu Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Untuk memperkuat penelitian ini penulis memilih Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar dibursa efek indonesia untuk melanjutkan penelitian yang terdahulu karena memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena merupakan salah satu kebutuhan pokok yang perkembangannya begitu cepat. Bagaimana kinerja keuanagan pada perusahaan Food and Beverage jika dianalisis dengen cara menggunkan keempat rasio keuangan tersebut. Keempat rasio tersebut saling berhubungan satu sama lain, maka disini penelitiannya menggunakan keempat jenis rasio keuangan, dimana penelitian sebelumnya hanya menggunakan tiga rasio saja. Rasio keuangan yang dipakai dalam minilai kinerja keuangan perusahaan Food and Beverage terdiri dari rasio Likuiditas dengan menggunakan Current Ratio dan Quick Ratio, rasio Solvabiltas dengan menggunkan Debt To Equity Ratio dan

(11)

11 Debt to Asset Ratio, rasio Aktivitas dengan menggunakan Total Asset Turn Over dan Receivable Turn Over, dan rasio Profitabilitas dengan menggunakan ROE dan ROI.

Menganalisis laporan keuangan perusahaan sangat berperan penting untuk melihat dan menilai bagaimana kinerja perusahaan tersebut dari tahun ketahun. Dari latar belakang ini Sehingga penulis tertarik untuk dijadikan sebagai penelitian mengenai “ Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Melalui Analisis Laporan Keuangan “ (Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015 sampai 2019).

B. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan rumusan masalah maka penulis membatasi permasalahan pada perusahaan pada laporan keuangan yang terdiri atas Neraca dan Laporan Laba Rugi yang dimiliki pada perusahaan Food and Beverage pada tahun 2015 sampai 2019 yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan analisis yang digunakan adalah Rasio Likuiditas meliputi current ratio dan quick ratio, Rasio Solvabilitas meliputi debt to equity ratio dan debt to asset ratio , Rasio Aktivitas meliputi total asset turn over dan receivable turn over, dan Rasio Profitabilitas meliputi ROE dan ROI.

C. Rumusan Masalah

1) Bagaimana kinerja pada laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

(12)

12 (BEI) pada tahun 2015 sampai 2019 jika dilihat dari Rasio Likuiditas meliputi current ratio dan quick ratio.

2) Bagaimana kinerja pada laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015 sampai 2019 jika dilihat dari Rasio Solvabilitas meliputi debt to equity ratio dan debt to asset ratio.

3) Bagaimana kinerja pada laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015 sampai 2019 jika dilihat dari Rasio Aktivitas meliputi total asset turn over dan receivable turn over.

4) Bagaimana kinerja pada laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015 sampai 2019 jika dilihat dari Rasio Profitabilita meliputi ROE dan ROI.

D. Tujuan Penilitian

1) Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan pada laporan Neraca dan Laba Rugi perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Rasio Likuiditas menggunakan current ratio dan quick ratio.

2) Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan pada laporan Neraca dan Laba Rugi perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Rasio Solvabilitas menggunakan debt to equity ratio dan debt to asset ratio.

(13)

13 3) Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan pada laporan Neraca dan Laba Rugi perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Rasio Aktivitas total asset turn over dan receivable turn over.

4) Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan pada laporan Neraca dan Laba Rugi perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Rasio Profitabilitas menggunakan ROE dan ROI.

E. Manfaat Penelitian 1) Bagi Perusahaan

Diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam penentuan kebijakan-kebijakan perusahaan untuk periode yang akan datang, dan lebih baik kedepannya.

2) Bagi Institut/ Kampus IAIN Bukittinggi

Diharapkan dapat menambah koleksi perpustakaan kampus IAIN Bukittinggi dan berguna bagi pihak yang membutuhkan yang akan datang, serta dapat dipergunakan semestinya.

3) Bagi Penulis

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis dan menjadi referensi bagi penelitian yang akan datang.

F. Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN

(14)

14 Bab 1 berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab kedua berisi tentang landasan teori yang berkaitan dengan laporan keuangan dan analisis rasio keuangan, penelitian terdahulu dan kerangka berfikir.

BAB III: METODE PENELITIAN

Bab ketiga berisi tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, operasional variabel penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

BAB IV: PEMBAHASAN DANANALISIS DATA

Bab empat berisi tentang analisis data dengan Deskristif dan hasil analisis data.

BAB V: PENUTUP

Bab lima berisi tentang kesimpulan penelitian dari hasil analisis yang dilakukan dan saran-saran yang membangun.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Laporan Keuangan

(15)

15 Laporan keuangan adalah alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan adanya keinginan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.5 Laporan keuangan adalah laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan- perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.6 Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.7 Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan, dalam hal ini suatu kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.8 Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat bantu berkomunikasi antara data keuangan dan aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.9

Laporan keuangan (financial statement) merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi, sebagai ikhtisar dari

5 Jurnal Moneter Vol IV No. 2. Penilaian kinerja keuangan perusahaan melalui analisis profitabilitas. Oktober 2017, Hal 106

6 Sadeli, lili. Dasar-dasar akuntansi, 2014, Jakarta: Bumi Aksara

7 Soemarsono, SR. Akuntansi: suatu pengantar, 2004, Jakarta: Salemba Empat

8 Kasmir. Analisis Laporan Keuangan, 2008, Jakarta: Raja Grafindo Perseda

9 Munawir. Analisis Laporan Keuangan, Edisi kedua, 2002, Liberty: Yogyakarta

(16)

16 transaksi-transaksi keuangan selama periode tertentu.

Periode akuntansi dapat dipakai per tahun, per 12 bulan atau per 6 bulan tergantug perusahaan, namun umumnya per 12 bulan. Laporan keuangan yang dihasilkan akuntabel yang diolah secara sistematis atas dasar bukti transaksi yang benar. Informasi yang disajikan diringkas melalui nama akun dengan nilai yang akurat, dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan atau prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.

2. Tujuan Laporan Keuangan 1) Secara Umum

Adalah untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu. Dan mampu memahami serta menyusun laporan keuangan dengan benar.

2) Secara Khusus

a. Dapat menyebutkan arti laporan keuangan.

b. Dapat menyebutkan jenis dan menguraikan laporan keuangan.

c. Dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan.

d. Dapat memanfaatkan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.

(17)

17 e. Dapat memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, laba rugi, serta informasi lainnya yang relevan.

Adapun Laporan keuangan ini bertujuan untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakai yang digunakan sebagai referensi dalam proses pengambilan keputusan. Menurut Trueblood Report, yang dikutip Yadiati (2007) bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi keuangan, sehingga semua pihak dengan berbagai keterbatasannya dapat menilai entitas perusahaan dan akhirnya dapat mengambil keputusan ekonomi. IFRS Framework menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi banyak pemakai. Jadi satu laporan untuk berbagai pihak.10

3. Komponen Laporan Keuangan sebagai berikut:

1) Neraca

Neraca (Balance Sheet), adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu. Informasi dalam neraca meliputi

10 Drs. Pirmatua Sirat, S.E, M.Si. Pelaporan dan Laporan Keuangan. 2014. GRAHA ILMU. Ruko Jambusari 7A Yogyakaarta 55283. Hal 19-20

(18)

18 aset, kewajiban dan ekuitas pemilik pada satu tanggal tertentu. Aset seimbang dengan kewajiban dan ekuitas.

Posisi aset sebelah kiri sedangkan kewajiban dan ekuitas sebelah kanan.

2) Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi (Profit & Loss Statement/Income Statement), adalah suatu laporan yang memberikan informasi kinerja perusahaan menjalankan operasinya dalam jangka waktu tertentu. Laporan ini pada hakikatnya melaporkan pendapatan dan beban serta laba/rugi selama periode tertentu. Antara hasil dengan beban dibandingkan sehingga dapat diperoleh laba bersih (matching concept). Apabila hasil lebih besar dari pada beban, maka selisihnya laba bersih.

Sebaliknya apabila hasil lebih kecil dari pada beban, maka selisihnya rugi bersih.

3) Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas adalah laporan keuangaan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal pada neraca saldo setelah disesuikan ditambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.

(19)

19 4) Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (statement of cash flow), adalah laporan keuangan yang melaporkan jumlah kas yang diterima dan dibayar oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Laporan ini membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan.

Tiga Prinsip dalam operasional akuntansi islam sebagai berikut:

1. Prinsip Tanggungjawab

Dalam ajaran islam sesuatu yang di kerjakan harus bertanggungjawab baik itu kepada Allah SWT, dan segala sesuatu atau pihak-pihak yang terkait. Sebagai contoh pertanggungjawaban dalam bentuk membuat laporan keuangan.

Sebagaimana dalam surah Al-Isra’ ayat 36

(20)

20 artinya” dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

2. Prinsip Keadilan

Di dalam praktek akuntansi syariah keadilan atau adil adalah suatu sifat yang harus dimiliki terhadap sesuatu yang dilakukan yang berkaitan dengan moral yaitu kejujuran dalam segala sesuatu. Sebagaimana terdapat dalam surah Al-A’raf ayat 159

artinya “dan diantara kaum musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan.

3. Prinsip Kebenaran

Prinsip kebenaran tidak terlepas dari prinsip keadilan karena didalam akuntansi selalu dihadapkan pada masalah Pengakuan, Pengukuran dan Perhitungan laporan keuangan. Oleh karena itu seorang akuntan dalam menulis atau menganalisis laporan keuangan harus sesuai dengan yang sebenarnya, tidak boleh memanipulasi laporan keuangan. Sebagaimana terdapat dalam surah Al-Jinn ayat 14

(21)

21 artinya” dan diantra kami ada yang islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.11

4. Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan adalah menguraikan akun-akun laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain antara data kuantitatif dengan data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.12 Menurut Baridwan (2004:17) Analisis merupakan penguraian suatu persoalan atau permasalahan serta menjelaskan suatu hubungan antara bagian untuk disimpulkan secara keseluruhan melalui sebuah pengertian. Sedangkan laporan keuangan adalah suatu ringkasan yang diperoleh dari pencatatan yang diproses, serta sebuah ringkasan dilalui dari transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Sedangkan definisi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonersia (IAI) Laporan

11 Muhammad, Pengantr Akuntansi Syariah. 2002, Jakarta : Selemba Empat (emban patria)

12 Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Krisis Laporan Keuangan, 2009. Jakarta: Raja Grafindo

(22)

22 keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Dalam buku Analisa Laporan Keuangan (Nainggolan, 2004), Laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu proses report laporan keuangan terdiri dari berbagai data hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat (Recorded Fact), prinsip-prinsip serta sebuah kebiasaan, dan pendapat pribadi (Personal Judgement) dari masing-masing personel atau individu.

Menurut Leopold A. Berntein (Prastowo, 1997:30), analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang penuh dengan pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan produksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Sedangkan menurut Brigham (2001:106), analisis laporan keuangan dirancang untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama untuk menunjukkan apakah posisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau buruk.

5. Analisis Rasio Keuangan

Menurut (Kamsir, 2013), rasio keuangan adalah kegiatan yang membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka

(23)

23 dengan angka yang lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan. Analisis rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan. Hasil perhitungan dan interpretasi dari analisis rasio keuangan digunakan untuk membantu mengevaluasi kinerja perusahaan.

Adapun menurut (Fahmi, 2011:108), analisis rasio keuangan adalah instrument analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi dimasa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukkan resiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan. Menurut (Heri, 2011:75), analisis rasio laporan keuangan membantu dalam proses identifikasi beberapa kelemahan dan kekuatan keuangan perusahan. Analisis rasio keuangan dipakai untuk melakukan perbandingan antar waktu data perusahaan serta pergerakannya. Laporan keuangan yamg disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan mengenai hasil atau prestasi yang diraih oleh perusahaan

(24)

24 selama periode tertentu. Rasio keuangan. Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap laporan keuagan dalam periode tertentu dengan membuat perbandingan antara pos yang relevan. Rasio keuangan (financial ratio), adalah alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan (mathematical relationship), antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

6. Tujuan Analisis Rasio Keuangan

1) Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

2) Mengukur sejauhmana efektivitas penggunaan asset dengan melihat tingkat efektifitasnya.

3) Mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

4) Mengukur kemampuan laba sebuah perusahaan.

5) Melihat pertimbangan nilai perusahaan relatif terhadap nilai buku perusahan.

B. Jenis-jenis Rasio Keuangan 1. Rasio Likuiditas

(25)

25 Rasio Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Kewajiban jangka pendek atau disebut juga dengan utang lancar adalah utang yang akan dilunasi dalam jangka satu tahun. Rasio yang digunakan dalam rasio likuiditas terdiri atas tiga yaitu:

a. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar (current ratio), adalah rasio untuk mengukur sampai seberapa jauh aset lancar (aktiva lancar) perusahaan mampu untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dipakai untuk mengukur sejauh mana perusahaan mampu membayar kewajiban jangka pendek dari aktiva lancarnya.

Rasio lancar mengientifikasi bahwa semakin besar angka rasio ini , maka semangkin besar kemampuan perusahaan dalam menanggung setiap rupiah utang- utangnya dengan jaminan aktiva likuidnya. Rumus yang dipakai adalah:

Aset lancar (current asset), adalah harta perusahaan yang dapat dijadikan uang dalam waktu singkat.

Sedangkan kewajiban lancar (current liabilities), adalah Current ratio = 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡

𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠

(26)

26 kewajiban perusahaan jangka pendek yang harus dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio cepat (Qiuck ratio), adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.

Apabila rasio lancar menghitung seluruh aktiva lancar, maka rasio cepat menghilangkan persediaan dalam aktiva lancar. Rumus yang digunakan adalah:

c. Rasio kas (Cash Ratio)

Rasio Kas (Cash Ratio), adalah rasio yang digunakan untuk membayar utang adalah kas. Oleh karena itu rasio kas (cash ratio), adalah perhitungan kemampuan kas untuk menutupi seluruh utang jangka pendek. Rasio ini kadang-kadang disebut juga dengan cash to current liabilities ratio. Rumus yang digunakan adalah :

Cash ratio = 𝑘𝑎𝑠+𝑠𝑢𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Quick Ratio = 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡−𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦

(27)

27 2. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio profitabilitas dikenal juga sebagai rasio rentabilitas yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan mengukur tingkat efektivitas manajement dalam menjalankan operasional perusahaan. Rasio yang digunakan dalam rasio profitabilitas adalah:

a. Rasio laba bersih (Net Profit Margin)

Rasio laba bersih (net profit margin), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rumus yang digunakan adalah:

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengendalikan biaya dan pengeluaran yang berhubungan dengan penjualan.

b. Rasio Laba atas Investasi (Return on Investment) Net profit margin = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

(28)

28 Rasio laba atas ivestasi (return on ivestment), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan jumlah dana yang ditanam pada perusahaan. Rumus yang digunakan adalah:

c. Rasio Laba atas Ekuitas (Return on Equity)

Rasio laba atas ekuitas (return on equity), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dari modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Rumus yang digunakan adalah :

d. Rasio Laba atas Aset (Return on Asset)

Rasio laba atas asset (return on asset), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola modal perusahaan yang diinvestasikan dalam keseluruhan

ROI = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

ROE = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑎𝑠

ROA = 𝐸𝐵𝐼𝑇

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

(29)

29 aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor. Rumus yang digunakan adalah:

3. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tinggkat efektifitas pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perusahaan atau untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Rasio aktifitas menggambarkan aktifitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. Rasio yang digunakan dalam rasio aktivitas adalah :

a. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Rasio perputaran persediaan (inventory turn over), adalah rasio yang digunakan untuk perbandingan harga pokok penjualan dengan rata-rata persediaan. Rasio perputaran persediaan juga untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada periode tertentu. Rumus yang digunakan adalah :

Inventory turn over = ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎

(30)

30 b. Rasio Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)

Rasio perputaran piutang (receivable turn over), adalah rasio yang digunakan untuk menghitung efesiensi penagihan piutang dan perputaran piutang untuk mengukur kemampuan dalam mengumpulkan pembayaran dari piutang. Rumus yang digunakan adalah:

c. Rasio Rata-rata periode Pengumpulan Piutang (Average Collectoin Period)

Rasio rata-rata periode pengumpulan piutang (average collection period), adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menagih piutangnya dihitung dalam satuan hari. Rumus yang di gunakan adalah :

d. Rasio perputaran total asset (total asset turn over) Receivable turn over = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

ACP = 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎

𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ x 360 hari

(31)

31 Rasio perputaran total asset (total asset turn over), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efesiensi penggunaan asset secara keseluruhan. Rumus yang digunakan adalah :

4. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya seandainya perusahaan tersebut pada saat dilikuidasi. Menurut (Kamsir 2008:151), rasio solvabilitas adalah atau leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio solvabilitas juga mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjangnya. Rasio yang digunakan dalam rasio solvabilitas adalah:

a. Rasio kewajiban atas aset (Debt to Asset Ratio)

Rasio kewajiban atas aset (debt to aset ratio), menurut Kamsir 2008:156 adalah rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa

Total aset turn over = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡

(32)

32 besar aktiva perusahaan membiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumus yang digunakan adalah:

b. Rasio kewajiban atas ekuitas (Debt to equity ratio) Rasio kewajiban atas ekuitas (debt to equity ratio), adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini juga mengukur berapa besar penggunaan utang dalam pembelanjaan perusahaan.

Rumus yang digunakan adalah:

C. Kinerja Keuangan Perusahaan

Kinerja perusahaan adalah Menurut Fahmi (2011:5) kinerja keuangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mengukur prestasi perusahaan dan menggunakan modal secara efektif dan efesien guna tercapainya tujuan perusahaan.

Jadi kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kemampuan Debt to equity ratio

=

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

(33)

33 perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya.

Tahap-tahap Dalam Menganalisis Kinerja Keuangan Menurut Fahmi (2011:12) ada lima tahapan yang diperlukan dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan secara umum yaitu:

1. Melakukan review terhadap laporan keuangan,

Review ditujukan agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi, sehingga dengan demikian hasil laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Melakukan perhitungan,

Penerapan metode perhitungan adalah disesuaikan dengan kondisi permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.

3. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh,

Dari hasil perhitungan yang sudah diperoleh tersebut, kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan.

(34)

34 4. Melakukan penafsiran terhadap berbagai permasalahan yang

ditemukan,

Dilakukan penafsiran untuk melihat masalah-masalah yang dialami perusahaan.

5. Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap permasalahan yang ditemukan,

Yang terakhir adalah mencari solusi guna memberikan suatu input agar apa yang menjadi kendala bisa teratasi secara tepat.

Menurut Aspahani, dkk (2015:224) pentingnya melakukan analisis laporan keuangan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah:

1. Bagi pihak manajement (manajement support), yaitu untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, perhitungan kompensasi, pengembangan karir.

2. Bagi pemegang saham (stakeholder), yaitu untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan yang diperoleh, keamanan investasi.

3. Bagi kreditor (kreditor), yaitu untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

4. Bagi pemerintah (government), yaitu untuk menghitung pajak persetujuan untuk go public.

(35)

35 5. Bagi karyawan (worker), yaitu untuk menilai kualitas

kerja.13

D. Penelitian Terdahulu

Tabel 1.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu No Nama, Judul, dan

Tahun Penelitian

Hasil Persamaan

dan perbedaan 1 Tri Septiana,

analisis rasio solvabilitas terhadap laporan keuangan untuk menilai tingkat kinerja keuangan perusahaan (study kasus PT. Mayora Indah Tbk yang terdaftar di BEI.

Kemampuan PT. Mayora Indah Tbk menunjukkan kondisi solvable, hal ini ditunjukkan pada perhitungan total debt to equity ratio, total debt to total capitalassets dan tangible asset debt

coverage mampu

memenuhi seluruh kewajibannya.

Sama-sama meneliti kinerja keuangan, perbedaannya Cuma

memakai satu rasio saja.

2 Fegi Syaputra, analisis kinerja

Perusahaan manufaktur yang diteliti secara garis

Sama-sama meneliti

13 Diana Mandasari, 2017. Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada CV. AWIJAYA PALEMBANG. Hal 24-27

(36)

36 keuangan dengan

mengggunakan laporan arus kas perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI.

Tahun 2014

besar memiliki kinerja keuangan baik, diteliti dari kualitas laba dengan menggunakan rasio indeks dana operasi dan rasio kecukupan arus kas. Kinerja keuangan mereka kurang baik jika dilihat dari rasio reinvestasi dan investasi per rupiah sumber dana.

kinerja keuangan perusahaan, perbedaanya adalah penelitian sebelumnya menggunakan laporan arus kas.

3 Diana Mandasari, analisis laporan keuangan dalam mengukur kinerja keuangan pada CV. Awijaya Palembang.

Tahun 2017

Kondisi keuangan CV.

Awijaya Palembang selama tahun 2013 sampai tahun 2014 tergolong baik. Hal ini disebabkan kemampuan dan kinerja manajement yang baik khususnya dalam perputaran piutang, kamampuan mencapai target omzet penjualan, kejelian

Sama-sama menggunakan rasio

likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas, perbedaannya adalah fokus pada satu perusahaan saja.

(37)

37 melakukan penambahan

stok persediaan barang dagang.

4 Jhoni Kurniawan, Analisis kinerja keuangan

perusahaan food and beverage yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2011-2015.

Tahun 2017

Perusahaan yang memiliki nilai current ratio dan quick ratio yang paling rendah yaitu PT. Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 0,697/0,538 dan yang paling tinggi PT. Delta Djakarta Tbk sebesar 5,375/4,346 dengan nilai rata Rp 2080/0,147 artinya setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 2080.

Dan setiap Rp 1 hutang lancar dijamin oleh aktiva yang lebih likuid tanpa persediaan sebesar 0,147.

Sama sama perusahaan food and beverage, perbedaannya menggunakan tiga rasio keuangan.

(38)

38 E. Kerangka Berfikir

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan pada perusahaan sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2015 sampai tahun 2019. Dengan menggunakan laporan keuangan Neraca, Laporan Laba Rugi. Dan dianalisis dengan menggunakan Rasio Likuiditas yaitu current ratio dan quick ratio, Rasio Solvabilitas yaitu debt to equity ratio dan debt to asset ratio, Rasio Aktivitas yaitu total asset turn over dan receivable turn over, dan Rasio Profitabilitas yaitu ROE dan ROI.

Tabel 1.2 Kerangka Berfikir

Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun

periode 2015-2019

(39)

39 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jeni Penilitian

Laporan Keuangan Neraca

Laporan Laba Rugi

Rasio keuangan

Likuiditas s

Profitabilitas Solvabilita s

Aktivitas

Current ratio dan quick ratio

ROE dan ROI

Debt to ekuity ratio dan debt to asset ratio

Total asset turn over dan receivable turn over

(40)

40 Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk angka dan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan dari penyusunan laporan keuangan yang sudah tersedia pada tahun 2015 sampai pada tahun 2019.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman tetapi tidak secara langsung keperusahaan, melainkan pengambilan data yang dilakukan pada laporan keuangan terdaftar di bursa efek indonesia BEI.

C. Populasi dan Sampel

Populasi menurut Sugiyono (2012:80), menjelaskan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Hadari Nawawi (1983), populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri atas manusia, hewan, benda-benda, tumbuhan, peristiwa, gejala, ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan. Populasi dari penelitian ini sebanyak 11 perusahaan dari industri yang sama Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015 sampai tahun

(41)

41 2019. Populasi adalah keseluruhan (universum) dari objek penelitian berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek ini dapat menjadi sumber data penelitian (bugin 2000:40)

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto, 1994:43). Menurut Arikunto (2006:131), sampel adalah sebagian atau sebagai wakil dari populasi yang akan diteliti. Sampel pada penelitian ini ada sebanyak tujuh perusahaan yang tergabung dalam industri yang sama Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai 2019.

D. Teknik pengambilan sampel

Pada penelitian ini adalah dengan meggunakan pendekatan Purposive Sampling, dengan melakukan pengambilan sampel dari populasi berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria dapat berdasarkan pertimbangan tertentu (Jogiyanto, 2011:79).

Berikut kriteria yang digunakan untuk memilih sampel pada penelitian ini:

1. Perusahaan yang tergabug dalam industri yang sama Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015 sampai tahun 2019.

2. Seluruh perusahaan yang tergabung dalam industri yang sama Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek

(42)

42 Indonesia menerbitkan laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi yang berakhir pada 31 desember.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada Penelitian ini yang dilakukan dengan menggunakan dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan melihat dokumen-dokumen seperti laporan keuangan perusahaan yang meliputi Neraca dan Laporan Laba Rugi yang dibutuhkan masing-masing perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015 sampai 2019. Pengumpulan data yang berkaitan dengan hal-hal atau variabel penelitian diperoleh dengan cara mengumpulkan laporan keuangan terhadap kinerja rasio keuangan yang dipublikasikan pada website www.idx.co.id mualai tahun 2015 sampai tahun 2019.

F. Variabel Penelitian

Tabel 1.3

Operasional Variabel Penelitian

No Variabel Rumus Keterangan

1 Rasio Lancar (Current

Ratio)

Current Ratio = 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Rasio ini untuk mengukur sejauh mana

perusahaan dalam melunasi kewajiban

jangka pendeknya.

2 Rasio Rasio ini untuk

(43)

43 Cepat

(Quick Ratio)

Quick Ratio =

𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡 − 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦

mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancar

tanpa

memperhitungkan nilai persediaan.

3 Rasio Kewajiban atas Ekuitas

(Debt to Equity

Ratio)

Debt to Equity Rasio = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛

𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

Rasio ini untuk mengetahui sejauhmana perusahaan

dalam menjamin utangnya dengan ekuitas atau imbangan

antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri.

4 Rasio Kewajiban

atas Asset (Debt to

Asset Ratio)

Debt to Asset Ratio = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Rasio ini untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total

aktiva.

5 Rasio Laba atas Ekuitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur

(44)

44 (Return on

Equity)

ROE =

𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

kemampuan perusahaan dari modal

sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.

6 Rasio Laba atas Investasi (Return on Invesment)

ROI =

𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Rasio ini digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan jumlah dana

yang ditanam pada perusahaan.

7 Rasio Perputaran Total Asset (Total Asset Turn Over)

Total Asset Turn Over = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡

Rasio ini digunakan untuk mengukur efesiensi penggunaan

asset secara keseluruhan.

8 Rasio Perputaran

Piutang (Receivable

Receivable Turn Over = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

Rasio ini digunakan untuk menghitung efesiensi penagihan piutang dan perputaran

(45)

45

Turn Over) piutang untuk

mengukur kemampuan dalam pembayaran

piutang.

G. Teknis Analisis Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistik Deskriptif. Dalam statistik deskriptif penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendesi sentral), perhitungan desil, presentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan persentase. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis rasio keuangan terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turn Over, Receivable Turn Over, ROE dan ROI.

H. Uji Statistick Deskriptif

Statistik Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang

(46)

46 dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

(47)

47 BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian

Data yang diperoleh dalam penelitian ini dari perusahaan yang tergabug dalam industri yang sama Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai tahun 2019 yang memenuhi kriteria sampel penelitian sebanyak tujuh perusahaan, sampel penelitian yang dipilih adalah dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Dimana didalam penelitian ini terdapat empat variabel dari analisis rasio yang terdiri dari Rasio Likuiditas meliputi current ratio dan quick ratio, Rasio Solvabilitas meliputi debt to equity ratio dan debt to asset ratio, Rasio Aktivitas meliputi total asset turn over dan receivable turn over dan Rasio Pfofitabilitas meliputi ROE dan ROI. Untuk membandingkan ketujuh kinerja keuangan perusahaan. Berikut perusahaan yang akan diteliti:

Tabel

(48)

48 Sampel perusahaan

No Kode Nama Perusahaan

1 ULTJ PT. Ultrajaya Milk Industri and Trading Company Tbk

2 ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 3 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 4 MYOR PT. Mayora Indah Tbk

5 ROTI PT. Nippon Industri Corporindo Tbk 6 STTP PT. Siantar Top Tbk

7 PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk

Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI) data diolah 2020

B. Analisis Deskriptif

Adalah digunakan untuk memberikan gambaran mengenai data yang diperoleh dari hasil penelitian. Hasil perhitungan deskriptif data yang diuraikan pada tabel berikut:

(49)

49 Tabel

Deskriptive Statistic

PT. Ultrajaya Milk Industri and Trading Company Tbk Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 Mean CR 3,74 4,84 4,19 4,40 4,44 1,80 QR 2,43 3,56 3,36 3,28 3,26 1,35 DER 0,26 O,21 0,23 0,16 0,17 0,09 DAR 0,21 0,18 0,19 0,14 0,14 0,07 TATO 1,24 1,10 0,94 0,95 0,94 0,44 RETO 9,80 9,29 9,07 9,76 9,57 3,89 ROE 0,19 0,20 0,17 0,15 0,18 0,07 ROI 0,15 0,17 0,14 0,13 0,16 0,06

Sumber : Data diolah 2020

Berdasarkan hasil analisis diatas baha variabel current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang jangka pendek pada perusahaan PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk mempunyai nilai terendah sebesar 2,189 pada tahun 2016 dan nilai tertinggi sebesar 5,113 pada tahun 2018 dan tahun 2019 sebesar 4,800. Jadi perusahaan ini baik dalam mengelola aktiva lancar dan kewajiban lancarnya. Hal ini menunjukkan semakin besar angka rasio ini, maka semakin baik karena

(50)

50 perusahaan mampu menjamin utang lancarnya dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dalam empat tahun terakhir.

Variabel debt to equity ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjamin utangnya dengan ekuitas atau imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Menunjukkan bahwa memiliki nilai terendah sebesar 0,197 pada tahun 2018 dan nilai tertinggi sebesar 0,606 pada tahun 2016.

Perusahaan ini dapat dikatakan baik, karena dapat menjamin keseluruhan kewajiban dengan ekuitas dengan nilai rasio dibawah angka 2. Apabila semakin rendah nilai rasio ini, maka semakin baik karena utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri dalam empat tahun terakhir.

Variabel total asset turn over untuk mengukur efesiensi penggunaan asset secara keseluruhan. Menunjukkan angka rasio dari tahun ketahun mengalami perubahan yang segnifikan dari tahun 2016 sebesar 2,886 sampai 2018 sebesar 3,105 dan tahun 2019 sebesar 2,240 yang berarti perusahaan ini dapat dikatakan efesien. Semakin besar rasio ini, maka semakin baik bagi perusahaan, yang artinya semakin efesien perusahaan dalam menggunakan aktivanya.

Variabel return on equity untuk mengukur kemampuan perusahaan dari modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan

(51)

51 atau laba bagi pemegang saham. Perusahaan ini dari tahun ketahun mampu menghasilkan laba dari modal sendiri dengan nilai angka rasio pada tahun 2016 sebesar 0,281, tahun 2017 sebesar 0,119, tahun 2018 sebesar 0,095 dan tahun 2019 sebesar 0,190. Jika semakin besar angka rasio ini, maka semangkin baik bagi perusahaan, jadi perusahaan ini dapat dikatakan baik dalam mengelola modal sendiri dalam menghasilkan laba.

Tabel

Deskriptif

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Jenis Rasio 2016 2017 2018 2019

CR 2,407 2,428 1,952 2,536

Debt to

Equity Ratio

0,562 0,556 0,513 0,451

Total Asset Turn Over

1,189 1,126 1,118 1,093

ROE 0,196 0,174 0,205 0,201

Sumber : Data diolah 2020

Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang jangka pendek pada perusahaan PT. Indofood CBP Sukses

(52)

52 Makmur Tbk mempunyai nilai terendah sebesar 1,952 pada tahun 2018 dan nilai tertinggi sebesar 2,536 pada tahun 2019, tahun 2016 sebesar 2,407 dan tahun 2017 sebesar 2,428. Jadi perusahaan ini kurang baik pada tahun 2018 dalam mengelola aktiva lancar dan kewajiban lancarnya. Hal ini menunjukkan semakin besar angka rasio ini, maka semakin baik karena perusahaan mampu menjamin utang lancarnya dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dalam empat tahun terakhir.

Variabel debt to equity ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjamin utangnya dengan ekuitas atau imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Menunjukkan bahwa memiliki nilai terendah sebesar 0,451 pada tahun 2019 dan nilai tertinggi sebesar 0,562 pada tahun 2016.

Perusahaan ini dapat dikatakan baik, karena dapat menjamin keseluruhan kewajiban dengan ekuitas dengan nilai rasio dibawah angka 2. Apabila semakin rendah nilai rasio ini, maka semakin baik karena utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri dalam empat tahun terakhir.

Variabel total asset turn over untuk mengukur efesiensi penggunaan asset secara keseluruhan. Menunjukkan angka rasio dari tahun ketahun mengalami penurunan yang segnifikan dari tahun 2016 sebesar 1,189 sampai 2019 sebesar 1,093 yang berarti

(53)

53 perusahaan ini belum dapat dikatakan efesien. Semakin besar rasio ini, maka semakin baik bagi perusahaan, yang artinya semakin efesien perusahaan dalam menggunakan aktivanya.

Variabel return on equity untuk mengukur kemampuan perusahaan dari modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan atau laba bagi pemegang saham. Perusahaan ini dari tahun ketahun mampu menghasilkan laba dari modal sendiri dengan nilai angka rasio pada tahun 2016 sebesar 0,196, tahun 2017 sebesar 0,174, tahun 2018 sebesar 0,205 dan tahun 2019 sebesar 0,201. Jika semakin besar angka rasio ini, maka semangkin baik bagi perusahaan, jadi perusahaan ini dapat dikatakan baik dalam mengelola modal sendiri dalam menghasilkan laba.

Tabel

Deskriptif

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

Jenis Rasio 2016 2017 2018 2019

CR 1,508 1,503 1,066 1,272

Debt to Equity Ratio

1,870 1,881 0,934 0,775

Total Asset Turn Over

0,807 0,798 0,760 0,796

(54)

54

ROE 0,120 0,110 0,099 0,109

Sumber : Data diolah 2020

Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang jangka pendek pada perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mempunyai nilai terendah sebesar 1,066 pada tahun 2018 dan nilai tertinggi sebesar 1,508 pada tahun 2017 dan tahun 2019 sebesar 1,272. Jadi perusahaan ini baik dalam mengelola aktiva lancar dan kewajiban lancarnya. Hal ini menunjukkan semakin besar angka rasio ini, maka semakin baik karena perusahaan mampu menjamin utang lancarnya dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dalam empat tahun terakhir.

Variabel debt to equity ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjamin utangnya dengan ekuitas atau imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Menunjukkan bahwa memiliki nilai terendah sebesar 0,775 pada tahun 2019 dan nilai tertinggi sebesar 0,934 pada tahun 2018.

Perusahaan ini dapat dikatakan baik, karena dapat menjamin keseluruhan kewajiban dengan ekuitas dengan nilai rasio dibawah angka 2. Apabila semakin rendah nilai rasio ini, maka semakin baik karena utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri dalam empat tahun terakhir.

(55)

55 Variabel total asset turn over untuk mengukur efesiensi penggunaan asset secara keseluruhan. Menunjukkan angka rasio dari tahun ketahun tidak mengalami perubahan yang segnifikan dari tahun 2016 sebesar 0,807, tahun 2017 sebesar 0,110, tahun 2018 sebesar 0,760 dan tahun 2019 sebesar 0,109 yang berarti perusahaan ini belum dikatakan efesien karena nilai angka rasionya masih rendah. Semakin besar rasio ini, maka semakin baik bagi perusahaan, yang artinya semakin efesien perusahaan dalam menggunakan aktivanya.

Variabel return on equity untuk mengukur kemampuan perusahaan dari modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan atau laba bagi pemegang saham. Perusahaan ini dari tahun ketahun mampu menghasilkan laba dari modal sendiri dengan nilai angka rasio pada tahun 2016 sebesar 0,120, tahun 2017 sebesar 0,110, tahun 2018 sebesar 0,099 dan tahun 2019 sebesar 0,109. Jika semakin besar angka rasio ini, maka semangkin baik bagi perusahaan, jadi perusahaan ini dapat dikatakan baik dalam mengelola modal sendiri dalam menghasilkan laba.

Tabel

Deskriptif

PT. Mayora Indah Tbk

(56)

56

Jenis Rasio 2016 2017 2018 2019

CR 2,250 2,386 2,654 3,428

Debt to Equity Ratio

1,062 1,028 1,059 0,923

Total Asset Turn Over

1,420 1,396 1,368 1,314

ROE 0,222 0,222 0,206 0,206

Sumber : Data diolah 2020

Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang jangka pendek pada perusahaan PT. Mayora Indah Tbk mempunyai nilai terendah sebesar 2,250 pada tahun 2016 dan nilai tertinggi sebesar 3,428 pada tahun 2019. Jadi perusahaan ini baik dalam mengelola aktiva lancar dan kewajiban lancarnya yang menunjukan dari tahun ketahun nilai angka rasionya naik. Hal ini menunjukkan semakin besar angka rasio ini, maka semakin baik karena perusahaan mampu menjamin utang lancarnya dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dalam empat tahun terakhir.

Variabel debt to equity ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjamin utangnya dengan ekuitas atau imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Menunjukkan bahwa memiliki nilai terendah sebesar 1,028

(57)

57 pada tahun 2017 dan nilai tertinggi sebesar 0,923 pada tahun 2019.

Perusahaan ini dapat dikatakan baik, karena dapat menjamin keseluruhan kewajiban dengan ekuitas dengan nilai rasio dibawah angka 2. Apabila semakin rendah nilai rasio ini, maka semakin baik karena utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri dalam empat tahun terakhir.

Variabel total asset turn over untuk mengukur efesiensi penggunaan asset secara keseluruhan. Menunjukkan angka rasio dari tahun ketahun mengalami perubahan yang segnifikan dari tahun 2016 sebesar 1,420, tahun 2017 sebesar 1,396, tahun 2018 sebesar 1,368 dan tahun 2019 sebesar 1,314 yang berarti perusahaan ini belum dikatakan efesien dalam memanfaatkan aktivanya karena nilai angka rasionya mengalami penurunan dari tahun ketahun. Semakin besar rasio ini, maka semakin baik bagi perusahaan, yang artinya semakin efesien perusahaan dalam menggunakan aktivanya.

Variabel return on equity untuk mengukur kemampuan perusahaan dari modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan atau laba bagi pemegang saham. Perusahaan ini dari tahun ketahun mampu menghasilkan laba dari modal sendiri dengan nilai angka rasio pada tahun 2016 sebesar 0,222, tahun 2017 sebesar 0,222, tahun 2018 sebesar 0,206 dan tahun 2019 sebesar 0,206. Jika

(58)

58 semakin besar angka rasio ini, maka semangkin baik bagi perusahaan, jadi perusahaan ini dapat dikatakan baik dalam mengelola modal sendiri dalam menghasilkan laba.

Tabel

Deskriptif

PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk

Jenis Rasio 2016 2017 2018 2019

CR 2,962 2,258 3,571 1,693

Debt to Equity Ratio

1,024 0,617 0,506 0,514

Total Asset Turn Over

0,864 0,546 0,630 0,713

ROE 0,194 0,048 0,043 0,076

Sumber : Data diolah 2020

Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang jangka pendek pada perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk mempunyai nilai terendah sebesar 1,693 pada tahun 2019 dan nilai tertinggi sebesar 3,571 pada tahun 2018. Jadi perusahaan ini baik dalam mengelola aktiva lancar dan kewajiban lancarnya dari tahun 1016 sampai tahun 2018 dan tahun 2019

Referensi

Dokumen terkait

peran serta masyarakat misalnya saja kegiatan kampanye dan edukasi terkait pengelolaan sistem drainase perkotaan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat/swasta,

Saya sangat tertarik untuk meneliti tentang komitmen organisasi karyawan, oleh sebab itu, topik penelitian saya berjudul “Komitmen Organisasi ditinjau dari Kepuasan

Penguat pulsa pada perangkat spektrometer gamma mempunyai fungsi untuk memperbesar ampitudo tegangan keluaran dari detektor radiasi gamma dengan melakukan pengaturan

teachers with regard to code switching types revealed that inter-sentential. code switching remained in

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap mahasiswa terhadap iklan dan sikap terhadap produk Hand & Body Lotion Citra serta untuk mengetahui apakah ada

THE GAMER STUDENTS’ ATTITUDES TOWARDS ENGLISH TEACHING AND LEARNING (A Case Study at SMA Batik 2 Surakarta). Thesis, Surakarta: Master Program of English Department of Teacher

Alat ini juga dapat mengontrol suhu dan kelembaban pada suatu rumah budidaya yang bervolume sebesar ±15 m 3 dengan cara pembudidaya memasukan batas parameter suhu dan

[r]