• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Konsep dasar sistem merupakan sekumpulan dari komponen atau elemen elemen yang merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya, meliputi berbagai aspek dan sudut pandang berbeda-beda sesuai dengan hal-hal yang berkaitan dengan sistem.

Menurut Hutahean dalam Nadila (2017:2) menyimpulkan bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu”.

A. Model Pembelajaran Berbasis Web

Menurut Kadir, (2014:305), website adalah “kumpulan dari halaman – halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnyaberada di dalam World Wide Web (WWW) di dalam internet”. Web merupakan kumpulan- kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa computer server yang berada di seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet.

Faktor utama yang membuat website begitu cepat berkembang adalah karena

penyebaran informasi melalui website sangat cepat dan mencakup area yang luas

(mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, disamping itu, saat ini juga lagi

tren pembuatan website pribadi atau blog.

(2)

B. Sistem

Menurut Ladjamudin (2013:13) “yang mendefinisikan sistem adalah sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi”.

Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem menurut Ladjamudin (2013:4), yaitu:

a. Komponen Sistem (Component)

Komponen sistem adalah terdiri dari sejumlah komponen serta saling berinteraksi yang bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen- komponen sistem tersebut dapat berupa bentuk subsistem. Setiap sub sistem memiliki sifat-sifat yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut”supra system”.

b. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya, atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c. Lingkungan luar sistem (Environtment)

Lingkungan luar adalah bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup

atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut

dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat

menguntungkan, namun dapat juga merugikan sistem tersebut.

(3)

Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan, kalau sistem tersebut tidak dikendalikan maka akan mangganggu kelangsungan hidup suatu sistem tersebut.

d. Penghubung Sistem (interface)

Media yang menghubungkan antara suatu sistem dengan subsistem yang lainnya disebut dengan penghubung sistem atau interface. Penghubung sistem ini memungkinkan sumber daya yang mengalir dari suatu subsistem yang lainnya. Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain, dengan melewati penghubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (input)

Energi yang dimasukan kedalam sistem disebut dengan masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintance input) dan sinyal (signal Input) sebagai contoh, didalam suatu sistem unit komputer, “program”

adalah maintance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer.

Sementara “data” adalah signal input yang akan diolah menjadi sebuah informasi.

f. Keluaran Sitem (Output)

Keluaran Sistem adalah mengolah suatu energi dan di klasifikasikan menjadi suatu keluaran yang berguna, keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain seperti sistem informasi.

g. Pengolahan Sistem (process)

Pengolahan sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah

(4)

masukan menjadi keluaran.

h. Sasaran Sistem (Objective)

Sebuah sistem memiliki tujuan atau sasaran yang pasti dan bersifat Deterministic

Menurut Ladjamudin (2013:6) “sistem adalah suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem”. Oleh sebab itu, sistem klasifikasi dari beberapa sudut pandang antaranya:

a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak adalahsistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam serta pergantian musim. Sedangkan sistem buatan merupakan sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin, yang disebut Human Machine System. Salah satu contohnya adalah sistem informasi berbasis komputer, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

c. Sistem Determinasi dan Sistem Probabilistic

Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi

disebut sistem deterministic. Sistem yang kondisi masa depannya

tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic

(5)

d. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainya. Sedangkan sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur dari pihak luar.

Menurut Anggraeni (2017:12), “Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk informasi yang berarti bagi penggunanya, bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Menurut Anggraeni (2017:12), “Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan”.

Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu teknologi

informasi untuk melakukan sebuah proses yang menyajikan semua informasi

berguna dan sangat bernilai untuk pengambilan suatu keputusan.

(6)

C. Website / Program

Menurut Sibero (2013:10) “Internet (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang meng-hubungkan antar jaringan secara global, internet dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas”.

Menurut Sidik dalam Zikrul (2017-1) menyimpulkan bahwa:

Website merupakan suatu layanan sajian sistem informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer (sebutan bagi pemakai computer yang melakukan penelusurn di internet) untuk mendapatkan informasi dengan cukup mengklik suatu link dan akan menampilkan informasi secara lebih rinci (detail).

Menurut Sibero (2013:12) mengemukakan bahwa “Web Browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web”

Menurut Sibero dalam Zikrul (2017:11) “Web server adalah sebuah computer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Secara berbentuk fisik dan cara kerjanya,perangkat keras web server tidak berbeda dengan computer rumah atau PC, yang membedakan kapasitas dan kapabilitasnya.”

Menurut Hidayatullah dan Jauhari (2017:5) menyatakan bahwa “Hyper Text Transfer Protocol adalah protokol agar client dan server bisa berkomunikasi dengan gaya request-response. HTTP menentukan bagaimana format pesan dan bagaimana cara pengirimannya,serta bagaimana web server dan browser beraksi dan bereaksi terhadap berbagai perintah”.

Menurut Madcoms (2016:15) menyimpulkan bahwa “Hypertext Markup

Language adalah sebuah bahasa markup yang diunakan untuk membuat sebuah

halaman web, menampilkan berbagai informasi didalam sebuah penjelajah web

internet dan formatting hypertext sederhana yang ditulis dalam berkas format

ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegrasi”

(7)

Menurut Kadir (2013:58) “Java script adalah bahasa skrip yang digunakan untuk mengontrol tindakan-tindakan yang diperlukan di halaman web”.

Menurut Ariona (2013:58) “CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheets, berfungsi untuk mempercantik penampilan HTML atau menentukan bagaimana elemen HTML ditampilkan, seperti menentukan posisi, merubah warna teks atau background dan lain sebagainya”.

Menurut Sibero (2013:49) PHP juga disebut sebagai pemograman Server Side Programming, dikarenakan PHP bersifat Open Source atau bahasa dengan hak cipta terbuka, atau dengan kata lain pengguna diperbolehkan untuk mengembangkan kode-kode fungsi PHP sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2014:421) “JQuery adalah suatu library JavaScript yang akan menjadikan web lebih bagus dalam hal user interface, lebih stabil, dan dapat mempercepat waktu kinerja dalam pembuatan web hanya perlu memanggil fungsinya dari awal”.

Menurut Yudhanto dan Agus Purbaya (2014:11) “XAMPP merupakan program paket PHP dan MySQL berbasis opensource yang saat ini merupakan andalan para programmer PHP dalam melakukan programming dan melakukan testing hasil programnya”.

Menurut Sibero (2013:97) “MySQL atau dibaca “My Sekuel” dengan

suatu RDBMS (Relational Database Management System) merupakan aplikasi

sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data. MySQL sendiri pertama

dikembangkan oleh MySQL AB yang kemudian diakuisisi oleh Sun Microsystem

dan terakhir dikelola oleh Oracle Coorporation”.

(8)

D. Basis Data

Basis data merupakan tempat pengolahan suatu informasi yang sangat penting dalam upaya menciptakan suatu aplikasi terintegrasi.

Menurut Lubis (2016:3) menyatakan bahwa basis data adalah “tempat berkumpulnya data yang saling berhubungan dalam suatu wadah (organisasi/perusahaan) bertujuan agar dapat mempermudah dan mempercepat untuk pemanggilan atau pemanfaatan kembali data tersebut”

E. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan pada penggembangan perangkat lunak ini menggunakan metode waterfall (Sukamto dan M. Shalahuddin, 2016:29) yang terbagi menjadi lima tahapan, yaitu:

Sumber: Sukamto dan M.Shalahudin (2016)

Gambar II.1. Model Waterfall

1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami

Sistem Rekayasa Informasi

Analisis Desain Pengodean Pengujia

n

(9)

perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasiantarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasikebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus ditranslasikan kedalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap iniadalah program komputersesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami

perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena

adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau

perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap

(10)

pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

Dreamweaver CS5 merupakan software aplikasi yang digunakan sebagai HTML editor profesional untuk mendesain web secara visual. Aplikasi ini juga yang biasa dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See Is What You Get).

Dreamweaver CS5 adalah software yang luar biasa untuk membuat website. Dengan menggunakan Dreamweaver CS5, kita dapat membuat hampir dari semua tipe halaman web. Selain itu, proses penggunaannya pun mudah dan cepat, bahkan bisa menghasilkan tampilan halaman web yang canggih. Selain itu, Dreamweaver CS5 juga dilengkapi dengan toolbar Browser Navigation semacam tool seperti yang ada pada browser yang terdiri dari back, forward, stop, home, address, dan live view option.

Sumber : Madcoms (2016:2)

Gambar II.2 Tampilan Awal Adobe Dreamweaver CS5

(11)

2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)

Peralatan Pendukung merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambing-lambang dan diagram-diagram yang menunjukan secara tepat apa arti dan fungsinya.

Adapun peralatan pendukung (tools system) yang akan dijelaskan sebagai model sistem yang akan dirancang sebagai berikut:

A. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Ladjamudin (2013:142) “ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susuanan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak”

Entity Relationship Diagram memiliki elemen-elemen diagram hubungan entitas yaitu:

1. Entity

Entity digambarkan dengan sebuah bentuk pesergi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data.

2. Relationship

Relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat.

Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembaca relasinya.

3. Relationship Degree

Relationship Degree adalah jumlah entitas yang berpatisipasi dalam suatu

relationship. Derajat relationship yang sering dipakai di dalam ERD yaitu:

(12)

a. Unary Relationship b. Binary Relationship c. Tertary Relationship d. Atribut

4. Atribut

Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas manapun tiap relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa yang sebenarnya yang dimaksud dengan entitas maupun relationship, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.

5. Kardinalitas (Cardinality)

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat belasi dengan entitas yang lain. Kardinalitas relasi menunjukkan kepada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Terdapat tiga macam kardinalitas relasi, yaitu:

a. One To One

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada

entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian

pada entitas yang kedua dan sebaliknya. Yang berarti setiap tupel pada

entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B

dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan

dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

(13)

nama_dos *

mengepalai Jurusan

1 Dosen

1 alamat_dos

kode_jur * nama_jur nama_dos * kode_jur *

Sumber : Fathansyah (2015:82)

Gambar II.3 Contoh Kardinalitas Satu ke Satu b. One To Many atau Many To One

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu.

Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian untuk entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

nama_dos *

mengajar Kuliah

N Dosen

1

alamat_dos

kode_kul * nama_kul nama_dos * kode_kul *

waktu ruang sks semester

Sumber : Fathansyah (2015:83)

Gambar II.4 Contoh Kardinalitas Satu ke Banyak c. Many To Many

Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada

sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada

entitas yang lainnya. Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama, maupun

yang dilihat dari sisi kedua. Yang berarti setiap tupel pada entitas A

dapat berhubungan dengan banyak tupel pada etitas B, dan demikian

(14)

juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B.

B. LRS (Logical Record Structure)

Logical Record Structure (LRS) Merupakan transpormasi dari Entitas Relationship Diagram(ERD). Adapun aturan-aturan dalam melakukan

transformasi menurut Ladjamudin (2013 :159):

a. Setiap entitas dirubah ke dalam bentuk kotak dengan nama entitas berada diluar kotak dan atribut berada dalam kotak.

b. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas, kadang di pisah dalam sebuah kotak tersendiri.

C. Unified Modelling Language (UML)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:133) “UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk medefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arstitektur dalam pemograman berorientasi objek”.

a. Use Case Diagram

Menyajikan interaksi antara use case dan aktor. Dimana, aktor dapat berupa orang, peralatan atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dibangun. Use Case menggambarkan fungsionalitas sistem atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari pandangan pemakaian.

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin dalam Hernandini (2017:50) Berpendapat

bahwa “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan pemodelan awal basis

(15)

data yang dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relational”.

Sumber : Fridayanthie dan Tias Mahdiati (2016:9)

Gambar II.5 Contoh Use Case Diagram User b. Activity Diagram

Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin dalam Hernandini (2017:161)

“Berpendapat bahwa activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu pada perangkat lunak. Activity diagram juga bisa diartikan rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktifitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem”.

Didalam diagram aktivitas banyak juga mendefinisikan hal-hal seperti berikut ini:

a. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang

digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.

(16)

b. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem atau user interface dimana setiap aktifitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.

c. Rancangan pengujian dimana setiap aktifitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.

d. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.

Menggambarkan aliran fungsionalitas sistem. Pada tahap pemodelan bisnis, diagram aktivitas dapat digunakan untuk menunjukkan aliran kerja bisnis.

Dapat juga digunakan untuk menggambarkan aliran kejadian use case.

Sumber : Fridayanthie dan Tias Mahdiati (2016:9)

Gambar II.6 Contoh Activity Diagram

c. Class Diagram

Menunjukkan interaksi antar kelas dalam sistem. Diagram kelas dibangun

berdasarkan diagram use case dan diagram sekuensialyang telah dibuat

(17)

sebelumnya. Kelas memiliki tiga area pokok yaitu: Nama (stereotype), Atribut dan Metode.

Atribut dan Metode dapat memiliki salah satu sifat berikut:

a. Private, tidak dapat dipanggil dari luar kelas yang bersangkutan.

b. Protected, hanya dapat dipanggil oleh kelas yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya.

c. Public, dapat dipanggil oleh siapa saja d. Sequence Diagram

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin dalam Hernandini (2017:165) menyimpulkan bahwa:

Bahwa diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu, menggambar diagram sekuen harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiki kelas yang berinstansikan menjadi objek itu.

Digunakan untuk menunjukkan aliran fungsionalitas dalam use case. Setiap objek yang terlibat dalam diagram use case digambarkan dengan garis putus-putus vertikal, kemudian message yang dikirim oleh objek digambarkan dengan garis horizontal secara kronologis dari atas ke bawah.

metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstanisasi menjadi objek itu.

(18)

Sumber : Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:165)

Gambar II.7 Contoh Sequence Diagram

Gambar

Gambar II.1. Model Waterfall
Gambar II.2 Tampilan Awal Adobe Dreamweaver CS5
Gambar II.4  Contoh Kardinalitas Satu ke Banyak  c.  Many To Many
Gambar II.5 Contoh Use Case Diagram User  b.  Activity Diagram
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tindak lanjut (corrective action) dari ketidaksesuaian (non conformity) atau dari keluhan pelanggan terhadap pelayanan unit pengadaan barang dan Jasa.

Pada pola interaksi dan hubungan sosial tak jarang kita lihat adanya disintegrasi dalam interaksi sosial, hal ini dapat dilihat pada pola interaksi dan hubungan

permasalahan : ”Apakah metode jarimatika dapat meningkatkan prestasi.. belajar dalam pembelajaran matematika materi perkalian pada siswa kelas III. MI N\U Wasilatut Taqwa

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang

Aku khawatir anak murid Hantu Santet Laknat bernama Hantu Bara Kaliatus itu telah berbuat macam-macam mencelakai orang!" Naga Kuning lalu menceritakan di mana dan

Hasil penulisan ini diharapkan dapat membantu memberi masukan kepada semua pihak yang membutuhkan pengetahuan terkait dengan permasalahan yang diteliti dan dapat

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Berapa besar persediaan tepung terigu yang optimal dengan menggunakan Metode EOQ pada perusahaan Roti Nikki Echo?, (2)

Pada pertemuan pertama siklus II ini siswa sudah memahami model Pembelajaran Inkuirisehingga selama proses pembelajaran siswa sudah semakin baik dari pertemuan sebelumnya.Pada