ANALISIS TEBAL LAPIS TAMBAH DAN UMUR SISA PERKERASAN AKIBAT BEBAN BERLEBIH KENDARAAN (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Melihat banyak permasalahan yang timbul pada jalan raya, dan kemampuan penulis akan keterbatasan waktu dan minimnya sumber, maka penulis mengambil batasan masalah yaitu
Selain itu juga pada Jalan Soekarno Hatta membutuhkan tebal lapis tambah (overlay) sebesar 4,8 cm untuk beban ideal dan 8,7 cm untuk beban aktual dengan umur sisa struktur
Untuk mengetahui seberapa besar penurunan umur rencana dan sisa umur rencana jalan dilakukan analisa dan perhitungan data timbang muatan sumbu terberat (MTS) di
Metode lendutan dalam penelitian ini menggunakan data volume lalu lintas yang selanjutnya akan dianalisa untuk mendapatkan nilaiakumulasi ekivalen beban
Angka ekivalen menurut Manual Perkerasan Jalan dengan Alat Benkelman Beam (Bina Marga, 1983) yang telah menetapkan berat kosong dan berat maksimum pada tiap
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kerusakan jalan yang terjadi, menganalisis persentase kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan- kendaraan
Desain Perkerasan Kaku untuk Jalan dengan Beban Lalu lintas Berat Struktur Perkerasan R1 R2 R3 R4 R5 Kelompok sumbu kendaraan berat overloaded 10E6 < 4.3 < 8.6 < 25.8 < 43 <
Pembahasan Mengacu pada hasil perhitungan Beban Lalu Lintas, disimpulkan bahwa tebal Overlay berdasarkan lengkung lendutan tidak diperlukan pada penelitian ini apabila ditemukan ada