• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

49

HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

5.1 Item Utama 5.1.1 Logo Judul

Gambar 5.1.1 Logo Judul

Huruf dari logo judul buku interaktif ini menggunakan font Anabelle Script.

Pemilihan font script didasari pertimbangan yakni font ini memiliki tingkat craftmanship yang cukup tinggi sehingga mampu merepresentasikan Candi

Borobudur sebagai mahakarya seni warisan nenek moyang. Bentuk yang cenderung bundar dan lentur sangat cocok untuk target pemirsa anak-anak.

5.1.2 Icon Aplikasi

Gambar 5.1.2 Icon Aplikasi

(2)

Icon aplikasi ini dibuat dengan ukuran 144 x 144 pixel. Dalam icon ini,

menggambarkan tentang ilustrasi Borobudur sebagai bahasan utama dalam cerita ini.

5.1.3 Cover

Gambar 5.1.3.a Cover

Ilustrasi pada cover memberikan kesan kilas balik terhadap sejarah, dominan warna coklat agar terlihat sepia. Selain itu, terdapat 2 tokoh yang terlibat mendirikan Candi Borobudur, yaitu Raja dari Wangsa Syailendra dan Gunadharma.

Button pada cover

Gambar 5.1.3.b Baca Sendiri

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca masuk pada halaman buku interaktif dengan membaca sendiri, tidak dibacakan oleh narator.

(3)

Gambar 5.1.3.c Bacakan Untukku

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca masuk pada halaman buku interaktif dengan dibacakan oleh narator.

Gambar 5.1.3.d Galeri

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca masuk pada galeri foto album Borobudur.

Gambar 5.1.3.e Opsi

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk ke opsi: kisah lainnya, dan kredit.

Gambar 5.1.3.f Indonesia

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca masuk pada halaman e-book dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

(4)

Gambar 5.1.3.g English

Button ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca masuk pada halaman e-book dengan menggunakan Bahasa Inggris.

5.1.4 Karakter

Gambar 5.1.4.a Candi Borobudur

Pengenalan karakter:

Candi Borobudur dibangun dengan bentuk piramida berundak 10 lantai sesuai dengan konsep 10 tataran penyempurnaan kebajikan untuk merealisasi Kebuddhaan.

Enam lantai candi berbentuk teras bujursangkar; empat lantai berbentuk teras lingkar. Candi ini memiliki 504 arca Buddha yang terletak dalam 432 relung di teras bujursangkar dan 72 stupa berlubang di teras lingkar. Candi Borobudur berbentuk seperti bujursangkar dengan ukuran 123 x 123 meter, dengan tinggi 42 meter. Pada bagian teras bujursangkar terdapat 2.672 pahatan relief yang terdiri dari 1.212 relief dekoratif, dan 1.460 relief kisah.

Referensi penulis untuk menggambar Candi Borobudur, yaitu:

http://fotowisata.com/sejarah-dan-foto-candi-borobudur-candi-terbesar-di- dunia/foto-candi-borobudur-terbaru/

(5)

Gambar 5.1.4.b Raja Wangsa Syailendra

Pengenalan karakter:

Raja Wangsa Syailendra berencana untuk membangun sebuah candi yang melambangkan kejayaan masanya. Saat itu, Candi Borobudur dibangun di daerah Kedu pada tahun 750-825 M. Pembangunannya dituntaskan pada masa pemerintahan Smaratungga. Pembangunan Borobudur memakan waktu 75 tahun.

Gambar 5.1 4.c Gunadharma

Pengenalan karakter:

Menurut legenda, arsitek Candi Borobudur bernama Gunadharma, yang berasal dari India. Gundadharma lah yang ditunjuk oleh Raja dari Wangsa Syailendra untuk

(6)

memimpin pembangunan. Figur wajah Gunadharma konon bisa dilihat dari lekuk Bukit Menoreh tak jauh dari Candi Borobudur. Gunadharma memimpin pembangunan Borobudur dengan melakukan perpaduan budaya India dan Jawa yang harmonis dan merupakan mahakarya dunia hingga saat ini.

Referensi tokoh Raja dan Gunadharma:

Referensi Pakaian dan Aksesoris Jawa:

Proses Desain Karakter

Pada awalnya, penulis mencari tahu seperti apa kebudayaan Jawa pada jaman dahulu seperti, aksesoris, pakaian, dll. Lalu penulis membuat sketsa karakter, storyboard, dan menulis naskah per scene yang nantinya akan ditampilkan. Setelah karakter dan storyboard disetujui, penulis membuat final sketch, yaitu wireframe. Wireframe

(7)

adalah kerangka atau coretan kasar untuk penataan item-item pada projek yang akan dibuat sebelum merancang tema. Tema yang diajukan penulis tentang buku interaktif edukatif tentang sejarah pembangunan Candi Borobudur. Tahap selanjutnya yaitu proses design pada digital. Penulis membuat outline, colouring, dan finishing tiap scene untuk menghasilkan suatu karya yang baik dan benar, yang tentunya sesuai dengan prinsip desain.

Berikut sketsa yang dibuat oleh Penulis:

Gambar 5.1.4.d Sketsa

(8)

5.1.5 Ilustrasi Buku Interaktif Grid/Layout

Gambar 5.1.5.a Grid/Layout

Berikut ini adalah grid yang dipakai untuk pembuatan buku interaktif Kisah Borobudur. Ukuran lebar 1536 pixel dan tinggi 2560 pixel, dengan resolusi 150 ppi.

Di setiap sisinya diberi batas luar, masing-masing 8 pixel, yang merupakan batas margin luar untuk tulisan.

Tipografi Logo

Gambar 5.1.5.b Anabelle Script

Font untuk logo pada judul buku interaktif Kisah Borobudur ini menggunakan jenis huruf Anabelle Script. Pemilihan font script didasari pertimbangan, yakni font ini memiliki tingkat craftmanship yang cukup tinggi sehingga mampu merepresentasikan Candi Borobudur sebagai mahakarya seni warisan nenek moyang.

Bentuk yang cenderung bundar dan lentur sangat cocok untuk target pemirsa anak- anak.

(9)

Naskah atau body copy

Gambar 5.1.5.c KG Corner of the Sky

Font untuk logo pada judul buku interaktif Kisah Borobudur ini menggunakan jenis huruf KG Corner of the Sky, dengan ujung huruf membulat dan tertutup, tidak bersiku atau persegi panjang, untuk menimbulkan kesan akrab, simple, dan jelas terbaca.

Gaya Ilustrasi

Menggunakan warna-warna cerah yang memiliki mood berunsur kebudayaan Borobudur, menggunakan pendekatan ilustrasi minimalis, serta ilustrasi pendukung lainnya, seperti suasana jaman dahulu, kerajaan, dll.

Gaya ilustrasi yang sederhana agar tidak menambah kerumitan, karena beberapa bagian akan diberi animasi.

Berikut ini beberapa tampilan ilustrasi pada halaman buku interaktif yang telah dibuat:

(10)
(11)

Gambar 5.1.5.d Halaman per scene dalam buku interaktif

(12)

Icon pada halaman

Gambar 5.1.5.e Back dan next

Kedua icon ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca kembali ke halaman sebelumnya dan menuju ke halaman berikutnya.

Gambar 5.1.5.f Menu awal (Home)

Icon ini dibuat berdasarkan bentuk stupa Candi Borobudur. Icon ini berfungsi sebagai tombol untuk pembaca kembali ke halaman awal (cover) dari buku interaktif ini.

Gambar 5.1.5.g Suara

Icon ini berfungsi sebagai tombol untuk mematikan suara lagu dari buku interaktif ketika sedang membacanya.

(13)

5.1.6 Animasi

Gambar 5.1.6.a Gestur Tangan Gestur tangan

Pada buku interaktif Kisah Borobudur ini terdapat interaktif-interaktif berupa animasi guna menarik perhatian anak untuk membaca sejarah budaya Indonesia, khususnya Candi Borobudur. Animasi tersebut terbagi menjadi animasi yang berjalan sendiri dan animasi yang berjalan jika di gerakkan atau di mainkan oleh pembaca. Dengan animasi interaktif tersebut, anak-anak dapat mencari tahu dan dapat memainkan benda-benda atau apa saja yang ada dalam buku interaktif ini.

Animasi interaktif yang dapat berjalan bila di gerakkan atau di mainkan oleh pembaca, adalah dengan cara :

a. touch : menekan b. swipe : menggeser c. drag item : menarik item

5.1.7 Voice Over

Berikut ini adalah suara-suara yang digunakan pada buku interaktif Kisah Borobudur, antara lain :

Narator

Narator yang membacakan naskah dari Kisah Borobudur ini adalah Kak Kartika. Ia pernah bekerja sebagai seorang guru taman kanak-kanak.

(14)

Naskah ini dibacakan ke dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Background Sound

Background sound music yang digunakan adalah musik-musik tradisional yang berasal dari Jawa tengah, yaitu:

- Buddhana Sasanang Jawa, karya Jujuk & Tim - Cublak Cublak Suweng

- Kompilasi Tradisional Musik Jawa Tengah - Kompilasi Musik Gamelan

- Gending Musik Jawa

- Bhumi Sambhara Budhara, karya Ehipassiko

Suara Pendukung

Berikut adalah beberapa suara-suara pendukung yang digunakan untuk mendukung suasana, yaitu:

- Suara angin meniup - Rakyat bersorak sorai - Suasana malam hari - Batu longsor

- Burung - dll

(15)

5.2 Item Pendukung 5.2.1 Poster

Gambar 5.2.1 Poster

Poster yang digunakan merupakan salah satu media promosi, berukuran 25x42cm.

5.2.2 Google Play Store

Gambar 5.2.2 Contoh tampilan di Google Play Store

(16)

Aplikasi buku “Kisah Borobudur “ sudah dapat diunduh bagi pengguna Android, di Google Play Store.

5.2.3 Media Sosial Facebook

Gambar 5.2.3 Contoh tampilan di Fan Page Facebook 5.2.4 Pin

(17)

Gambar 5.2.4 Pin 5.2.5 Stiker

Gambar 5.2.5 Stiker

5.2.6 Tumbler/Botol Minum

(18)

Gambar 5.2.6 Tumbler/Botol Minum

5.2.7 Contoh Iklan di Website

Gambar 5.2.7 Contoh iklan di Website

5.2.8 Contoh Review Jurnalis

Gambar 5.2.8 Contoh Review Jurnalis

(19)

5.2.9 X-Banner Promosi

Gambar 5.2.9 X-Banner Promosi

5.2.10 Desktop Wallpaper

Gambar 5.2.10 Desktop Wallpaper

Gambar

Gambar 5.1.1 Logo Judul
Gambar 5.1.3.a Cover
Gambar 5.1.3.g English
Gambar 5.1.4.b Raja Wangsa Syailendra
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pertunjukan Nini Thowong merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.Pada awalnya warga sekitar mempunyai keyakinan bahwa

RIIK (Risisko Investasi dan Instrumen Keuangan) /3 SKS. HI (Hubungan Inndutrial) /3 SKS

pertumbuhan tanaman ubi kayu yang lebih baik, tanah harus subur dan. kaya bahan organik baik unsur makro

disampaikan oleh Arifin (2005) bahwa surplus beras nasional hanya terjadi pada bulan Februari-Mei sedangkan delapan bulan lainnya harus dipenuhi oleh beras impor, mengingat

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis dan Perancangan

Maka dilakukan penelitian terhadap daerah rawan kecelakaan lalu lintas untuk menghasilkan status daerah rawan kecelakaan yang berasal dari rekaman data kecelakaan lalu

Oleh karena itu, peran serta dosen LPTK pada tahapan awal prakarsa PTK ini adalah menjadi sounding board (pemantul gagasan) bagi guru SM yang merasa tengah

Untuk dapat menyajikan kepada semua orang misteri keselamatan serta kehidupan yang disediakan oleh Allah, Gereja harus memasuki golongan-golongan itu dengan gerak yang sama