Solusi Persamaan Ricci Flow dalam Ruang Empat Dimensi Bersimetri Bola
Berdasarkan bentuk kanonik metrik bersimetri bola (2.18), dapat dibuat sebuah metrik bersimetri bola yang bergantung parameter non-koordinat τ sebagai,
ds
2= e
νdt
2− e
λdr
2− f r
2dθ
2+ sin
2θ dφ
2, (3.1) dengan ν = ν (r,τ ), λ = λ (r,τ ), dan f = f (τ ). Rincian perhitungan besaran- besaran geometri seperti simbol Christoffel, tensor Ricci, skalar Ricci, tensor Ein- stein, dan identitas Bianchi terkontraksi yang diperoleh dari metrik tersebut diberikan pada Lampiran B.
3.1 Solusi Persamaan Ricci Flow
Persamaan Ricci flow untuk metrik (3.1) adalah
˙ν = γ 4
2ν
00+ ν
0(ν
0− λ
0) + 4 r ν
0e
−λ(3.2)
˙λ = γ 4
−2ν
00− ν
0(ν
0− λ
0) + 4 r λ
0e
−λ(3.3)
− ˙ f = γ r
2n
1 − f e
−λ1 + r
2 (ν
0− λ
0) o
, (3.4)
9
dengan notasi ”dot” menyatakan turunan terhadap parameter τ ( ˙ν ≡
∂ν∂τ, dan seterusnya). Dengan menganggap bahwa ν(r, τ ) dan λ(r, τ ) dapat dipecah (sepa- rable),
ν(r, τ ) = a(r) + b(τ ) λ(r, τ ) = c(r) + d(τ ),
(3.5)
maka persamaan (3.2) hingga (3.4) dapat diubah menjadi
˙be
d= γ 4
2a
00+ a
0(a
0− c
0) + 4 r a
0e
−c(3.6)
− ˙ de
d= γ 4
−2a
00− a
0(a
0− c
0) + 4 r c
0e
−c(3.7)
f = − ˙ γ r
2n
1 − f e
−de
−ch 1 + r
2 (a
0− c
0) io
. (3.8)
Persamaan (3.6) dan (3.7) merupakan persamaan terkopel, ruas kiri hanya meru- pakan fungsi dari τ sementara ruas kanan fungsi dari r saja. Sehingga, berlaku
k
1= ˙be
d= γ 4
2a
00+ a
0(a
0− c
0) + 4 r a
0e
−c(3.9)
dan
k
2= − ˙ de
d= γ 4
−2a
00− a
0(a
0− c
0) + 4 r c
0e
−c, (3.10)
dengan k
1dan k
2merupakan konstanta. Penjumlahan kedua persamaan tersebut menghasilkan
k
1+ k
2= ˙b − ˙d
e
d= γ
r (a
0+ c
0) e
−c, (3.11) dan pengurangan (3.10) dari (3.9) menghasilkan
k
1− k
2= ˙b + ˙d e
d= γ 4
4a
00+ 2a
0(a
0− c
0) + 4
r (a
0− c
0)
e
−c. (3.12)
Dari kedua persamaan terakhir, dapat ditinjau dua kasus, masing-masing dengan
k
1= −k
2(sebagai kasus khusus) dan k
16= −k
2(kasus umum).
3.1.1 Solusi Khusus (k
1= −k
2)
Untuk kasus dengan k
1= −k
2, persamaan (3.11) memberikan
b = d dan a = −c. (3.13)
Dari persamaan (3.9) dan (3.10), diperoleh
b = d = ln (k
1τ + k
3) . (3.14) dengan k
3merupakan konstanta integrasi. Substitusi (3.13) untuk nilai c dan (3.14) ke (3.12) menghasilkan
2k
1γ =
a
00+ a
02+ 2a
0r
e
a. (3.15)
Dengan menuliskan a = ln y, persamaan terakhir dapat dituliskan sebagai 2k
1γ = y
00+ 2y
0r = y
00r
2+ 2y
0r
r
2= (y
0r
2)
0r
2. (3.16)
Sehingga,
2k
13γ r
3+ k
4= y
0r
2⇔ y = k
13γ r
2− k
4r + k
5, (3.17)
dengan k
4dan k
5merupakan konstanta integrasi. Dengan demikian, diperoleh a = −c = ln k
13γ r
2− k
4r + k
5. (3.18)
Substitusi nilai a, b, c, dan d ke (3.8) memberikan f = k
1τ + k
3k
5. (3.19)
Sehingga, bentuk metrik untuk kasus khusus ini adalah
ds
2= (k
1τ + k
3)
"
k
13γ r
2− k
4r + k
5dt
2− k
13γ r
2− k
4r + k
5 −1dr
2− r
2k
5dθ
2+ sin
2θ dφ
2#
. (3.20)
Dengan menganggap metrik saat τ = 0 sebagai kondisi awal, diperoleh k
3= 1.
Selanjutnya, ditinjau keberlakuan identitas Bianchi pada metrik solusi khusus
tersebut. Untuk sebuah metrik bersimetri bola bergantung parameter seperti diberikan
oleh persamaan (3.1), keberlakuan identitas Bianchi yang terkontraksi ditentukan oleh tiga suku,
ν
02 G
11+ e
ν−λG
00= e
−2λν
0(ν
0+ λ
0) 2r
(3.21)
∂
1G
11+ λ
0G
11= e
−2λ"
1 − f 2
λ
00r − λ
02r − λ
0r
2− f λ
0r
2+ 2 e
λ− f r
3+ 1 + f
2
ν
00r − λ
0ν
0r − ν
0r
2#
(3.22)
2 G
11r − f re
−λG
22= 2e
−2λ(λ
0− ν
0) ν
0− 2ν
004r + ν
0+ λ
02r
2+ f − e
λf r
3(3.23) (rincian perhitungan diberikan pada bagian B.1 pada lampiran). Jika jumlah keti- ga suku tersebut nol, maka identitas Bianchi terpenuhi. Persamaan (3.21) dengan sendirinya bernilai nol berdasarkan persamaan (3.13). Jumlah dari kedua suku yang lainnya (3.22 dan 3.23) adalah
2 (k
5− 1) f
−2k
5−2f − 1 r
3k
13γ r
2− k
4r + k
5. (3.24)
Sehingga, agar identitas Bianchi terpenuhi untuk semua τ dan r, haruslah k
5= 1.
Pada
kγ1= 0 metrik khusus akan memenuhi solusi Schwarzschild jika k
4= 2m.
Dengan demikian, bentuk akhir solusi khusus ini adalah
ds
2= (γξτ + 1)
"
1 − 2m r + ξ
3 r
2dt
2−
1 − 2m r + ξ
3 r
2 −1dr
2− r
2dθ
2+ sin
2θ dφ
2#
. (3.25)
dengan ξ ≡
kγ1sebuah konstanta.
3.1.2 Solusi Umum (k
16= −k
2)
Persamaan (3.11) dan (3.8) masing-masing dapat dimodifikasi menjadi k
1+ k
2γ r
2= r (a
0+ c
0) e
−c, (3.26) dan
2e
df + 2e
df ˙
γf r
2= 2e
−c+ r (a
0− c
0) e
−c. (3.27)
Pengurangan (3.26) dari (3.27) menghasilkan 2e
df + 2e
df ˙
γf − k
1+ k
2γ
!
r
2= 2e
−c− 2rc
0e
−c= 2 re
−c0. (3.28)
Integrasi persamaan terakhir menghasilkan
e
−c= e
df + k
6r + e
df ˙
f − k
1+ k
22
! r
23γ . (3.29)
Agar bersesuaian dengan hasil sebelumnya (solusi khusus), bahwa e
−c= 1 − 2m
r + ξ
3 r
2, (3.30)
haruslah berlaku
e
df = 1, (3.31)
k
6= −2m, (3.32)
e
df ˙
f − k
1+ k
22
! 1
γ = ξ. (3.33)
Substitusi (3.31) ke (3.33) menghasilkan, f =
γξ + k
1+ k
22
τ + k
7= e
d, (3.34)
dengan k
7sebuah konstanta. Seperti kasus khusus, selanjutnya dipilih k
7= 1. Sub- stitusi (3.34) ke (3.9) menghasilkan
b = 2γξ
2γξ + k
1+ k
2ln f. (3.35)
Substitusi (3.30) ke (3.26) memberikan
a = −c +
Z
k1+k2γ
r
1 −
2mr+
ξ3r
2dr. (3.36) Dapat dilakukan pemecahan (separasi) fraksi parsial,
k1+k2
γ
r
1 −
2mr+
ξ3r
2= ρ
1(r − r
1) + ρ
2(r − r
2) + ρ
3(r − r
3) (3.37) dengan, r
1, r
2, dan r
3merupakan akar-akar dari
1 − 2m r + ξ
3 r
2= 0
dan ρ
1, ρ
2, dan ρ
3merupakan konstanta. Sehingga,
a = −c + ρ
1ln (r − r
1) + ρ
2ln (r − r
2) + ρ
3ln (r − r
3) . (3.38)
Dengan demikian, bentuk akhir solusi umum ini adalah
ds
2= F F
k8HXdt
2− X
−1dr
2− r
2dθ
2+ sin
2θdφ
2, (3.39)
dengan
H = (r − r
1)
k8(r − r
2)
k9(r − r
3)
k10X = 1 − 2m
r + ξ 3 r
2F = 1 +
γξ + k
1+ k
22
τ k
8= 2γξ
2γξ + k
1+ k
2− 1.
Identitas Bianchi yang terkontraksi akan terpenuhi oleh metrik ini jika,
F
−2X
21
4r (Σ
1)
2+ X
0X
1 + 2f 4r
Σ
1− f
2r
2Σ
1+ f − 1 2r
Σ
2= 0, (3.40)
dengan
Σ
1= H
0H =
3
X
i=1
ρ
ir − r
iΣ
2= H
0H
0= −
3
X
i=1