BAB III
PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Magang
1. Profil dan Sejarah Perusahaan
CV. PUTRA NUGRAHA adalah perusahaan yang bergerak pada bidang penerbitan dan percetakan. Perusahaan ini merupakan perusahaan keluarga dari Bapak Nugroho Arief Harmawan, sehingga manajerial diserahkan kepada anggota keluarga besar. CV. PUTRA NUGRAHA berawal dari sebuah bisnis penerbitan dalam skala rumah tangga pada tahun 1994 dengan nama PT. PUTRA NUGRAHA, kemudian pada tanggal 28 November 2004 perusahaan bergabung dalam grup CV.
PUTRA NUGRAHA yang mana merupakan perusahaan induk yang menaungi anak perusahaan antara lain: Harian Umum Joglosemar, Radio PTPN, Tour and Travel Graha Prima, Graha Pustaka, Grahadi, HKMJ, Hayati Subur dan Putra Prima.
Meningkatnya keinginan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen membuat perusahaan merambah dunia percetakan pada tahun 2008. CV. PUTRA NUGRAHA memiliki kantor operasional dan pabrik produksi pusat yang terletak tepatnya di Jalan Merapi Raya No. 17, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Perusahaan ini memiliki dua cabang pabrik produksi yang terletak di Triyagan (Palur) dan Gonilan (Kartasura).
Cabang pabrik produksi ini didirikan dengan tujuan untuk memenuhi
tingginya tingkat kebutuhan konsumen dan pesananan konsumen yang bersifat khusus.
Jenis produk yang dihasilkan oleh CV. PUTRA NUGRAHA antara lain adalah koran, majalah, tas kertas, buku pelajaran, buku kegiatan, buku tulis dan Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi SD, SMP, SMA dan sekolah lain yang sederajat. Perusahaan juga menerima jasa cetak dengan pelayanan sistem one stop service mulai dari bahan baku, proses setting/layout, percetakan dan finishing, sehingga memudahkan konsumen tanpa harus pergi ke banyak tempat untuk menyelesaikan produk cetak. Jasa cetak yang disediakan perusahaan melayani percetakan dari perusahaan sendiri dan pelanggan dari luar perusahaan seperti, para penerbit dari instansi pemerintah maupun swasta. Sampai saat ini, CV. PUTRA NUGRAHA masih dipercaya oleh pemerintah sebagai salah satu dari dua produsen Buku Sekolah Elektronik (BSE) selain perusahaan percetakan dari Bogor.
Kesempurnaan kualitas produk selalu diutamakan perusahaan untuk dapat memenuhi kepuasan konsumen dengan motto not the first but the best, yang mana memiliki arti meski bukan yang pertama namun tetap berusaha menjadi yang terbaik. CV. PUTRA NUGRAHA memiliki tujuan untuk menjadi penerbit dan percetakan yang berskala internasional. Beberapa langkah yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain:
a. Menumbuhkan budaya kerja yang efektif dan efisien
b. Menghasilkan produk buku dan cetakan yang berkualitas
c. Memberikan kesejahteraan yang optimal untuk semua yang terlibat dalam perusahaan.
2. Struktur Organisasi
Dari bagan struktur organisasi CV. PUTRA NUGRAHA dapat dijelaskan mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian.
Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian secara umum antara lain:
a. Presiden Direktur
Memiliki tugas sebagai berikut:
1) Memegang pimpinan puncak dalam perusahaan.
2) Mengangkat dan memberhentikan direktur.
b. Direktur Utama
Memiliki tugas sebagai berikut:
1) Memimpin dan mengawasi seluruh aktivitas perusahaan pada seluruh bagian.
2) Menyusun perencanaan dan menentukan kebijakan-kebijakan agar perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
3) Memberikan keputusan akhir yang akan dijalankan perusahaan.
4) Bertanggungjawab atas perusahaan secara keseluruhan.
c. Direktur Keuangan
Memiliki tugas untuk memimpin, mengawasi dan bertanggungjawab atas seluruh aktivitas pada bagian keuangan. Direktur Keuangan secara langsung mengawasi bawahan antara lain:
1) Kepala Unit Akuntansi
Memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan arus masuk atau keluar keuangan perusahaan.
2) Staff Akuntansi
Memiliki tugas untuk membantu Kepala Unit Akuntansi untuk membentuk segala rincian laporan yang berhubungan dengan arus masuk atau keluar keuangan perusahaan.
d. Direktur Pemasaran
Bertugas untuk merencanakan, mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan bagian pemasaran untuk merencanakan strategi Pemasaran agar sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Direktur Pemasaran memiliki bawahan antara lain:
1) Manajer Produksi
Bertanggungjawab atas segala mekanisme manajemen produksi secara teknis yang meliputi pengawasan dan pengendalian proses produksi. Manajer Produksi memiliki anggota antara lain:
a) Kepala Unit Produksi
Bertugas untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap staff produksi dan operator mesin dalam pelaksanaan proses produksi, menganalisa kerusakan baik pada mesin ataupun kualitas produk, serta berkoordinasi dengan manajer produksi tentang pencapaian hasil atau target produksi.
b) Staff Produksi
Memiliki tugas untuk merencanakan dan mengendalikan proses produksi mulai dari jumlah bahan baku yang akan digunakan, mesin yang akan digunakan, penyusunan konfigurasi halaman cetak, hingga proses finishing.
c) Admin Produksi
Bertugas untuk membantu staff produksi dalam membuat perencanaan produksi serta mengawasi hasil produksi apakah sudah sesuai dengan perintah cetak.
2) Manajer Pemasaran
Memiliki tugas sebagai koordinator manajer produk dan bertanggungjawab atas seluruh aktivitas pada bagian pemasaran seperti, perolehan hasil penjualan. Manajer Pemasaran memiliki anggota antara lain:
a) Kepala Unit Gudang Terpadu
Bertugas untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap bahan baku produksi dan barang hasil produksi, menganalisa kerusakan seluruh barang yang ada di gudang sehingga tidak ada kecacatan pada barang hasil produksi dan bahan baku yang akan digunakan untuk produksi.
b) Admin Gudang Terpadu
Bertugas untuk mencatat segala bahan baku produksi dan barang hasil produksi guna membuat laporan gudang. Laporan gudang tersebut akan digunakan sebagai bahan kajian dewan direksi dalam penggunaan bahan baku apakah sudah digunakan secara efektif dan efisien.
c) Kepala Unit Pemasaran
Bertugas untuk menyusun perencanaan penganggaran biaya pemasaran yang efisien agar kegiatan produksi dapat terlaksana secara efektif dan efisien pula.
d) Admin Pemasaran
Bertugas untuk membantu Kepala Unit Pemasaran dalam penyusunan perencanaan pemasaran dan membuat order penjualan produk untuk disampaikan ke bagian produksi.
e. Kepala Unit HRGA (Human Resource General Affair)
Bertugas untuk merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (perekrutan, upah kerja, kontrak kerja, perencanaan dan pengembangan karir serta manajemen mutu).
Kepala Unit HRGA memiliki bawahan antara lain:
1) General Affair
Bertugas dan bertanggungjawab dalam mengelola segala sesuatu kebutuhan operasional perusahaan, baik kebutuhan karyawan ataupun dewan direksi.
2) Perekrutan dan Pelatihan
Bertugas dan bertanggungjawab atas proses perekrutan calon karyawan dan penerimaan karyawan baru serta keperluan karyawan dalam proses pelatihan.
3) Admin Personalia
Bertugas dan bertanggungjawab dalam membantu segala kegiatan yang dilakukan oleh seluruh bagian dari bagian HRGA agar semua kegiatan berjalan dengan lancar.
Struktur organisasi CV. PUTRA NUGRAHA dapat dilihat secara lengkap pada Gambar 3.1 yang terletak pada halaman berikutnya.
3. Aspek Produksi
a. Desain Produk
Produk yang dihasilkan oleh CV. PUTRA NUGRAHA dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1) Produk Utama
Buku pelajaran, buku kegiatan, buku tulis dan Lembar Kerja Siswa yang dipergunakan untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sekolah lain yang sederajat.
2) Produk Sampingan a) Surat kabar atau koran
b) Majalah c) Tas kertas
d) Lembar Pemilu Nasional
e) Formulir Pemerintahan f) Lembar tes ujian
b. Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi adalah sebagai berikut:
1) Bahan Baku
a) Kertas
Kertas merupakan bahan dasar utama yang akan dicetak dalam proses produksi, jenis kertas yang digunakan biasanya adalah CD Roll.
b) Tinta
Tinta sebagai bahan pewarna untuk menulis pada kertas dalam proses cetak. Tinta yang digunakan antara lain: tinta best one cyan, tinta best one yellow, tinta best one magenta dan tinta best one black.
2) Bahan Pembantu
a) Kalkir (kertas film)
Kertas tipis yang digunakan sebagai media untuk mencetak naskah yang berisi materi-materi setelah diatur untuk cetak pada mesin
b) Astrolone
Lembaran mika untuk menyusun naskah dalam bentuk kalkir yang telah diurutkan sesuai halaman yang telah diatur sesuai rumus agar hasil cetak tersusun sesuai urutan.
c) Plate
Lempengan alumunium yang digunakan untuk menyalin naskah berbentuk kalkir dan telah disusun di atas astrolone.
d) Air
Digunakan untuk mencuci roll dan campuran tinta pada mesin cetak.
e) Sponge
Alat yang digunakan untuk membersihkan plate yang telah diberi cairan elenex.
f) Elenex
Merupakan cairan yang berfungsi untuk mencuci plate.
g) Staples
Digunakan untuk menjilid hasil cetak pada proses finishing.
h) Plastik, Klaim, Kardus dan Lakban
Digunakan untuk pengepakan hasil produksi agar tersusun rapi pada saat penyimpanan dan pegiriman.
c. Mesin dan Peralatan Produksi
Mesin dan peralatan yang digunakan CV. PUTRA NUGRAHA dalam proses produksi adalah:
1) Mesin Plate Maker
Mesin plate maker merupakan mesin yang digunakan untuk menyalin naskah dalam bentuk kalkir yang telah disusun di atas astrolone untuk disalin pada plate. Mesin ini dilengkapi dengan pencahayaan lampu yang sangat terang (carbonare light) dengan alat penghitung waktu.
2) Mesin Cetak Web
Mesin cetak web merupakan mesin yang digunakan untuk mencetak web atau isi buku. Pada CV. PUTRA NUGRAHA terdapat 4 unit mesin yang digunakan dalam proses produksi yaitu, 2 unit mesin - web dan 2 mesin sheet.
3) Mesin Cetak Cover
Mesin cetak cover digunakan untuk mencetak cover atau sampul buku. Mesin yang digunakan untuk mencetak sampul buku berjumlah 3 unit mesin yang terdiri dari 2 mesin cetak warna yaitu Haidel Bergh dan 1 mesin pencetak warna yaitu Oliver.
4) Mesin Pemotong
Mesin pemotong digunakan untuk memotong kertas hasil cetak ataupun kertas yang akan digunakan untuk cetak cover. Pada CV.
PUTRA NUGRAHA terdapat 4 unit mesin pemotong.
d. Desain Proses
Proses produksi CV. PUTRA NUGRAHA baik produk utama dan produk sampingan melalui beberapa tahapan yaitu:
1) Pembuatan Naskah
Pembuatan naskah dilakukan oleh tim penyusun oleh penerbit sendiri maupun penerbit lain. Penyusun naskah biasanya berprofesi sebagai guru atau orang yang menguasai perkembangan mata pelajaran masing-masing. Pembuatan naskah merupakan proses awal dalam proses produksi percetakan.
2) Setting
Proses pengaturan dan peletakan halaman-halaman buku agar sesuai dengan letak yang seharusnya pada proses cetak.
3) Cetak Film
Naskah yang sudah diatur dalam komputer kemudian disimpan dalam bentuk CD dan dicetak pada film. Penggunaan cetak film ini bertujuan agar kualitas hasil cetak lebih tajam dan lebih bagus.
4) Layout
Proses layout meliputi naskah yang sudah diatur dan disalin pada film diatur sesuai dengan halaman yang diinginkan di atas astrolone kemudian dilanjutkan pada proses produksi yang selanjutnya.
5) Pengeplattan
Naskah dalam cetak film yang telah di-layout kemudian dilakukan penyinaran dengan mesin plate maker. Penyinaran plate harus sesuai dengan ukuran sehingga dapat menghasilkan cetakan yang bagus dan jelas pada kertas.
6) Pencucian Plate
Plate yang telah disinari kemudian dicuci dengan alat yang berguna untuk menimbulkan tulisan yang terdapat pada plate.
7) Cetak Produk
Plate yang sudah jadi dipasang pada mesin cetak untuk selanjutnya digunakan dalam proses percetakan yang mana naskah pada plate dipindah ke kertas dengan menggunakan tinta.
8) Finishing
Finishing merupakan proses akhir dalam proses produksi percetakan, proses finishing meliputi tiga tahap yaitu:
a) Penjilidan
Kertas-kertas yang sudah dicetak diurutkan sesuai dengan urutan halaman dan diatur sedemikian rupa hingga rapi kemudian disatukan dengan staples. Jika terdapat jumlah order yang banyak dan membutuhkan tambahan orang maka supervisor produksi akan bekerja sama dengan penduduk sekitar agar dapat bekerja membantu khususnya pada proses ini.
b) Pemotongan
Proses untuk merapikan buku yang sudah dijilid dengan menggunakan mesin pemotong yang tajam untuk mendapatkan hasil dengan bentuk yang bagus dan maksimal.
c) Pengepakan
Proses pengepakan dilakukan setelah proses pemotongan, pada proses ini dilakukan dengan manual yaitu dibungkus dengan plastik lalu diikat dengan klaim dan dimasukkan ke dalam kardus.
Adapun skema produksi CV. PUTRA NUGRAHA yang dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut ini:
Pembuatan Naskah
Setting
Cetak Film
Gambar 3.
Gambar 3.2
Skema Alur Proses Produksi pada CV. PUTRA NUGRAHA
B. LAPORAN MAGANG KERJA
1. Lokasi dan Penempatan Magang Kerja
Pada kesempatan magang kerja, penulis melaksanakan kegiatan magang kerja di CV. PUTRA NUGRAHA yang bergerak di bidang penerbit dan percetakan. CV. PUTRA NUGRAHA berlokasi di jalan Merapi Raya No.
17 Mojosongo, Jebres, Surakarta. Pada kegiatan magang kerja ini, penulis memperoleh penempatan kerja di bagian Production Planning and Inventory Control (PPIC).
2. Jangka Waktu
Penulis dan kelompok melaksanakan kegiatan magang kerja pada CV.
PUTRA NUGRAHA yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan mulai dari tanggal 11 Januari 2016 hingga 17 Februari 2016. Kegiatan magang kerja dilakukan lima hari kerja setiap minggunya. Setiap hari Senin hingga Kamis, kegiatan magang kerja dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB. Pada hari Sabtu, kegiatan magang kerja dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.
3. Jadwal dan Rincian Kegiatan Magang Kerja
Jadwal dan rincian kegiatan magang kerja yang dilakukan penulis pada CV. PUTRA NUGRAHA mulai dari 11 Januari 2016 hingga 17 Februari 2016 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
KEGIATAN MAGANG KERJA
Hari/tgl Jenis kegiatan
Senin, 11 januari 2016 Pembekalan magang
Input data hris karyawan Selasa, 12 januari 2016 Input data hris karyawan Rabu, 13 januari 2016 Input data hris karyawan Kamis, 14 januari 2016 Penempatan pada divisi ppic
Orientasi perkenalan lapangan kerja Sabtu, 16 januari 2016 Pelatihan input data order cetak
Pelatihan input data hasil cetak
Senin, 18 januari 2016 Meneruskan surat order cetak dari ppic ke administrasi produksi
Survey dan mencatat hasil produksi mesin Selasa, 19 januari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi
Rabu, 20 januari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi
Kamis, 21 januari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi
Sabtu, 23 januari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi
Senin, 25 januari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data hasil produksi
Arsip data surat order cetak Selasa, 26 januari 2016 Input data hasil produksi
Arsip data surat order cetak Rabu, 27 januari 2016 Arsip data surat order cetak Kamis, 28 januari 2016 Arsip data surat order cetak Sabtu, 30 januari 2016 Arsip data surat order cetak
Senin, 1 februari 2016 Pelatihan input data produksi pada sistem baru
Selasa, 2 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru Rabu, 3 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru Kamis, 4 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru
Sabtu, 6 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru Selasa, 9 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru Rabu, 10 februari 2016 Input data produksi pada sistem baru Kamis, 11 februari 2016 Input data order cetak
Input data hasil produksi
Sabtu, 13 februari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi
Senin, 15 februari 2016 Survey dan mencatat hasil produksi mesin
Input data order cetak
Input data hasil produksi Selasa, 16 februari 2016
Kunjungan dari dosen pembimbing lapangan
Berpamitan dan pemberian cinderamata dari fakultas kepada pembimbing institusi mitra atas selesainya kegiatan kerja magang Rabu, 17 februari 2016 Pelaksanaan kegiatan kuliah perdana
C. PEMBAHASAN
Kebijakan persediaan bahan baku kertas CD Roll yang dilakukan oleh CV.
PUTRA NUGRAHA untuk memenuhi kebutuhan bahan baku harus menanggung beberapa biaya persediaan yang meliputi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
1. Biaya Pemesanan
Biaya-biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan diadakannya pemesanan bahan baku dari penjual atau pemasok. Biaya pemesanan yang ditanggung oleh CV. PUTRA NUGRAHA, antara lain:
a. Biaya Telepon
Biaya yang timbul karena pemakaian jasa komunikasi untuk mengadakan transaksi pemesanan bahan baku.
b. Biaya Administrasi
Biaya yang terjadi karena adanya transaksi pembayaran dan pembelian bahan baku serta pengiriman bahan baku yang telah dipesan dari pemasok ke perusahaan.
2. Biaya Penyimpanan
Biaya-biaya yang dikeluarkan karena perusahaan melakukan penyimpanan persediaan bahan baku dalam jangka waktu tertentu. Biaya penyimpanan yang ditanggung oleh CV. PUTRA NUGRAHA, antara lain:
a. Biaya Listrik
Biaya yang ditimbulkan karena pemakaian listrik selama bahan baku disimpan di gudang untuk menunggu proses selanjutnya.
b. Biaya Tenaga Kerja Gudang
Biaya yang dikeluarkan dalam bentuk gaji kepada karyawan di bagian gudang yang bekerja untuk menjaga dan mengatur aliran bahan baku.
c. Biaya Pemeliharaan Gudang
Biaya yang dikeluarkan karena adanya pemeliharaan gudang berupa perawatan dan perbaikan jika ada kerusakan.
Berikut ini adalah data-data yang diperlukan untuk memperhitungkan pengendalian persediaan bahan baku.
Tabel 3.2
KEBUTUHAN BAHAN BAKU KERTAS CD ROLL TAHUN 2015
NO. BULAN CD ROLL (dalam satuan roll)
1 Januari 80
2 Februari 18
3 Maret 40
4 April 25
5 Mei 364
6 Juni 190
7 Juli 85
8 Agustus 35
9 September 18
10 Oktober 127
11 November 129
12 Desember 161
Jumlah 1.272
Sumber : CV. PUTRA NUGRAHA, data yang diolah
Dari data Tabel 3.2 dapat dilihat bahwa terdapat bulan tertentu yang mana jumlah kebutuhan kertas lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang lainnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan permintaan cetak oleh konsumen karena akan mempersiapkan produk untuk semester
baru pendidikan sekolah pada bulan Juli sehingga proses produksi dilakukan pada bulan Juni dan Juli. Pada bulan yang jumlah kebutuhannya tidak tinggi, biasanya berasal dari permintaan cetak ulang produk yang telah dicetak, serta produk lain seperti, majalah, surat kabar, tas kertas dan jasa cetak yang diterima dari pihak luar perusahaan.
Biaya Pesan dan Biaya Simpan Bahan Baku tahun 2015 Biaya Pesan:
1) Biaya Telepon Rp. 306.000,00
2) Biaya Administrasi Rp. 202.500,00 +
Total Biaya Pesan Rp. 508.500,00
Biaya Simpan:
1) Biaya Listrik Rp. 2.404.500,00
2) Biaya Tenaga Kerja Rp. 4.386.000,00
3) Biaya Pemeliharaan Gudang Rp. 2.250.000,00 + Total Biaya Simpan Rp. 9.040.500,00
Perhitungan Biaya Pesan dan Biaya Simpan
Biaya Pemesanan setiap kali pesan (S) 𝑆
= 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑒𝑠𝑎𝑛 𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛
= Rp. 21.187,50
Biaya Penyimpanan per satuan bahan baku (H)
= Rp. 7.107,31 per Roll 3. Kebijakan Perusahaan
CV. PUTRA NUGRAHA melakukan pemesanan 2 kali dalam satu bulan atau 24 kali dalam waktu satu tahun.
a. Pembelian Rata-rata Bahan Baku
Pembelian rata-rata bahan baku (Q) dapat diperhitungkan berdasarkan kebijakan perusahaan sebagai berikut:
= 53 Roll
Jadi, besarnya jumlah pembelian rata-rata bahan baku setiap kali pemesanan adalah 53 Roll.
b. Total Biaya Persediaan
Untuk memperhitungkan Total Biaya Persediaan, telah diketahui:
Total kebutuhan bahan baku (D) 1.272 Roll
= 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝐵𝑎ℎ𝑎𝑛 𝐵𝑎𝑘𝑢 (𝐷) 𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛
= 1.272 24 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝐻 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑆𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝐵𝑎ℎ𝑎𝑛 𝐵𝑎𝑘𝑢
=𝑅𝑝. 9.040.500,00 1.272
= 𝑅𝑝. 508.500,00 24
Pembelian rata-rata bahan baku (Q) 53 Roll Biaya pesan setiap kali pesan (S) Rp. 21.187,50 Biaya simpan per Roll (H) Rp. 7.107,31
Perhitungan Total Biaya Persediaan (TIC) adalah sebagai berikut:
= Rp. 696.843,71
Jadi, Total Biaya Persediaan yang harus ditanggung oleh CV. PUTRA NUGRAHA adalah sebesar Rp. 696.843,71
4. Metode EOQ
Langkah-langkah dalam perhitungan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebagai berikut:
a. Pembelian Bahan Baku yang Ekonomis Dengan berdasarkan pada:
Total kebutuhan bahan baku (D) 1.272 Roll Biaya pesan setiap kali pesan (S) Rp. 21.187,50 Biaya simpan per Roll (H) Rp. 7.107,31
𝑇𝐼𝐶
= 𝐷 𝑄𝑆 +𝑄
2𝐻 𝑇𝐼𝐶 =1.272
53 21.187,50 +53
2 7.107,31 𝑇𝐼𝐶 = 𝑅𝑝. 508.500,00
+ 𝑅𝑝. 188.343,71
Maka besarnya pembelian bahan baku yang ekonomis dapat diperhitungkan dengan menggunakan metode EOQ sebagai berikut:
Q* = 87.09
Q* = 87 Roll (dibulatkan)
Jadi, jumlah pembelian bahan baku yang ekonomis adalah sebesar 87 Roll.
b. Frekuensi Pembelian Bahan Baku
Jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis menurut metode EOQ sudah diketahui, maka frekuensi pemesanan (F) menurut metode EOQ dapat diperhitungkan dengan cara sebagai berikut:
F = 14.62
F = 15 kali (dibulatkan)
Jadi, frekuensi pemesanan bahan baku yang ekonomis dilakukan sebanyak 15 kali pemesanan dalam satu tahun.
c. Total Biaya Persediaan 𝐹 = 𝐷
𝑄 ∗ 𝐹
=1.272 87 𝑄∗
= 2𝐷𝑆 𝐻 𝑄∗
= 2(1.272)(21.187,50) 7.107,31
𝑄∗
= 7.583,88
Untuk memperhitungkan Total Biaya Persediaan, telah diketahui:
Total kebutuhan bahan baku (D) 1.272 Roll Biaya pesan setiap kali pesan (S) Rp. 21.187,50
Biaya simpan per Roll (H) Rp. 7.107,31 Pembelian bahan baku yang ekonomis 87 Roll
Perhitungan Total Biaya Persediaan (TIC) adalah sebagai berikut:
TIC = 309.775,86 + 309.167,98 TIC = Rp. 618.943,84
Jadi, total biaya persediaan yang telah diperhitungkan dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar Rp. 618.943,84
d. Penentuan Persediaan Pengaman
Persediaan pengaman atau sering disebut dengan safety stock sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan karena berfungsi untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan baku, sehingga kegiatan proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Perhitungan persediaan pengaman dapat menggunakan metode statistic dengan cara membandingkan rata-rata bahan baku dengan pemakaian bahan baku yang sesungguhnya kemudia dicari penyimpangannya.
𝑇𝐼𝐶
= 𝐷
𝑄 ∗𝑆 +𝑄 ∗ 2 𝐻 𝑇𝐼𝐶 =1.272
87 21.187,50 +87
2 7.107,31
Perhitungan Standard Deviasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.3
PERHITUNGAN STANDARD DEVIASI Bulan Kebutuhan
Bahan Baku (Roll)
(x - ) (x - )2
Januari 80 106 -26 676
Februari 18 106 -88 7.744
Maret 40 106 -66 4.356
April 25 106 -81 6.561
Mei 364 106 258 66.564
Juni 190 106 84 7.056
Juli 85 106 -21 441
Agustus 35 106 -71 5.041
September 18 106 -88 7.744
Oktober 127 106 21 441
November 129 106 23 529
Desember 161 106 55 3.025
Total 1.272 110.178
Sumber: Data Diolah
= 106 Roll x̄ =𝐷
𝑛 = 1.272 𝑅𝑜𝑙𝑙 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑆𝐷
=
(𝑥 − x̄ )2 𝑛
⬚
𝑆𝐷 ⬚
=
110.178 12 𝑆𝐷 = 9.181,5
= 95.82
= 96 Roll (dibulatkan)
Berdasarkan penelitian terdahulu bahwa perhatian penting bagi manajemen adalah menjaga tingkat pelayanan yang cukup dalam menghadapi permintaan yang tidak pasti dengan menggunakan model probabilitas yang mana memiliki asumsi tingkat pelayanan merupakan komplemen dari kemungkinan kosongnya persediaan. Model probabilitas memunculkan teori, jika kemungkinan persediaan kosong adalah 5%, maka tingkat pelayanan adalah 95%. Oleh karena itu, manajemen perusahaan memilih standard penyimpangan 5% sehingga diperoleh Z dengan tabel standard deviasi sebesar 1,65.
Safety Stock = SD x Z
= 96 x 1,65
= 158,40
= 158 Roll (dibulatkan)
Jadi, persediaan bahan baku yang harus disediakan perusahaan sebagai persediaan pengaman adalah sebesar 158 Roll.
e. Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point/ROP)
Waktu tunggu atau Lead Time yang diperlukan oleh CV. PUTRA NUGRAHA dalam menunggu datangnya bahan baku yang dipesan rata- rata adalah 3 hari dengan rata-rata jumlah hari kerja (t) 300 hari dalam setahun. Sebelum menghitung besarnya ROP maka terlebih dahulu
dicari tingkat penggunaan bahan baku per hari dengan cara sebagai berikut:
= 4.24
Maka Titik Pemesanan Kembali (ROP) adalah:
ROP = (Lead Time x d) + ss
= (3 x 4,24) + 158
= 170,72
= 171 Roll (dibulatkan)
Jadi, perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat bahan baku berada pada tingkat jumlah sebesar 171 Roll.
5. Perbandingan Kebijakan Perusahaan dengan Metode EOQ
Hasil perhitungan menggunakan kebijakan perusahaan dan menggunakan metode EOQ telah diketahui, maka perbandingan dapat dilakukan untuk memperoleh hasil yang paling efisien.
𝑑⬚ =𝐷 𝑡
= 1.272 300
Tabel 3.4
PERBANDINGAN KEBIJAKAN PERUSAHAAN DENGAN METODE EOQ
No. Keterangan Kebijakan
Perusahaan Metode EOQ
1. Pembelian Rata-rata Bahan
Baku 53 Roll 87 Roll
2. Total Biaya Persediaan Rp. 696.843,71 Rp. 618.943,83
3. Frekuensi Pemesanan 24 kali 15 kali
4. Safety Stock - 158 Roll
5. Reorder Point - 171 Roll
Sumber: Data Diolah
Keterangan tabel:
a. Kebijakan Perusahaan
1) Pembelian rata-rata bahan baku yang dilakukan perusahaan setiap kali pesan adalah sebesar 53 Roll.
2) Total biaya persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp. 696.843,71.
3) Frekuensi pemesanan yang dilakukan perusahaan adalah sebanyak 24 kali setiap tahun.
4) Perusahaan tidak memiliki persediaan pengaman atau safety stock.
5) Perusahaan tidak memiliki batas titik pemesanan kembali atau reorder point.
b. Metode EOQ
1) Pembelian rata-rata bahan baku menurut metode EOQ setiap kali pesan adalah sebesar 87 Roll.
2) Total biaya persediaan yang dikeluarkan menurut metode EOQ adalah sebesar Rp. 618.943,83
3) Frekuensi pemesanan yang dilakukan menurut metode EOQ adalah sebanyak 15 kali setiap tahun.
4) Safety stock atau persediaan pengaman menurut metode EOQ adalah sejumlah 158 Roll.
5) Reorder point atau titik pemesanan kembali menurut metode EOQ adalah ketika tingkat persediaan sejumlah 171 Roll.
Dari keterangan tabel 3.4 dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil perhitungan kebijakan perusahaan dengan metode EOQ terdapat beberapa perbandingan sebagai berikut:
a. Pembelian rata-rata bahan baku dengan Metode EOQ lebih efisien yaitu sebesar 87 Roll dengan 15 kali pemesanan dalam waktu satu tahun dan hanya menghabiskan biaya persediaan sebesar Rp. 618.943,83. Jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan yang melakukan pemesanan sebanyak 24 kali dalam setahun dengan jumlah 53 Roll dan mengeluarkan biaya persediaan sebesar Rp. 696.843,71, maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode EOQ, perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 77.899,88.
b. CV. PUTRA NUGRAHA tidak menetapkan adanya persediaan pengaman dalam kebijakan perusahaannya, sedangkan dalam metode EOQ perusahaan dapat mengadakan persediaan pengaman untuk memperlancar proses produksi dalam jumlah sebesar 158 Roll.
c. Adanya Titik Pemesanan Kembali (ROP) dalam metode EOQ untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman bahan baku. Menurut metode EOQ, perusahaan dapat melakukan pemesanan bahan baku kembali saat persediaan bahan baku berada pada tingkat jumlah sebesar 171 Roll.