KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih, serta karunia-Nya yang melimpahkan pengetahuan serta memberikan kesempatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Negeri Medan Jurusan Akuntansi.
Ada pun judul dari skripsi ini adalah “Analisis Pengaruh Pemahaman Sitem
Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintah Kota Medan”.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Segala bentuk kritikan maupun saran yang bersifat konstruktif sangat dibutuhkan demi kesempurnaan skripsi ini.
Tante Hobby, Bou Ince, Bou Murni, bang Daniel Hartono, S.Si dan semua sepupu saya yang telah membantu penulis dalam bentuk dukungan, dan doa.
Pada kesempatan ini ucapan rasa terima kasih juga penulis ingin menyampaikan kepada pihak yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini, adalah sebagai berikut :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Drs. H. Thamrin, M.Si. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
4. Bapak Drs. Bangun Napitupulu, M.Si. selaku Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
5. Bapak Drs. Surbakti Karo-Karo, M.Si, Ak. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan, sekaligus Dosen Penguji yang telah memberikan kritikan dan memberi masukan kepada penulis.
6. Bapak Drs. La Ane, M.Si, selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan, sekaligus Dosen Penguji yang telah memberikan kritikan dan memberi masukan kepada penulis.
8. Bapak Chandra Situmeang, SE, M.Sm, Ak. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, motivasi dan arahan kepada penulis selama dalam penulisan skripsi ini.
9. Bapak M. Ridha Habibi Z, SE, M.Si, Ak. selaku Dosen Penguji yang telah memberikan koreksi dan memberi masukan kepada penulis.
10. Ibu Yulita Triadiarti, SE, M.Si, Ak. Selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan kritikan dan member masukan kepada penulis selama penulis menempuh perkuliahan.
11. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi yang telah memberikan bekal ilmu pengertahuan selama penulis menempuh perkuliahan.
12. Kepada bang Ricky bagian Administrasi Fakultas Ekonomi yang telah banyak membantu penulis dalam pengurusan administrasi untuk tamat dari universitas.
13. Rekan-rekan mahasiswa Akuntansi Kekhususan Akuntansi Pemerintahan stambuk 2009, dan mahasiswa Akuntansi Pemerintahan stambuk 2010 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh sempurna, tidak lupa pula kritik dan saran bagi para pembaca untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga Tuhan memberikan balasan yang setimpal atas segala bantuan dan kebaikan yang telah mereka berikan kepada penulis. Amin.
ABSTRAK
Halasan T.H Nababan, 709330020. Analisis Pengaruh Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintah Kota Medan. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Kekhususan Akuntansi Pemerintahan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2012.
Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah Apakah Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintahan Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh pada Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintahan Kota Medan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian ini adalah kepala staf bagian Pengguna Anggaran (Kuasa Pengguna Anggaran), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dari 15 Dinas Pada Pemerintahan Kota Medan. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pegawai yang mempunyai karakteria pengalaman kerja minimal tiga (3) tahun. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan memberikan 45 kuesioner kepada kepala staf bagian Pengguna Anggaran (Kuasa Pengguna Anggaran), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dari 15 Dinas Pada Pemerintahan Kota Medan. Dari hasil penyebaran kuesioner dan pengumpulannya kembali data yang dapat diolah berjumlah 42 kuesioner.
Pengujian data dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas serta uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji heteroskedastisitas dan uji normalitas, sedangkan pengujian hipotesis dengan analisis regresi sederhana. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS 15.00. Hasil yang diperoleh dari analisis data menunjukan pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai dimana t hitung 7,275 > t tabel 1,684 dengan tingkat signifikasi (0,00 < 0,05) maka Ha diterima dan H0 ditolak.
Kesimpulan penelitian ini adalah Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja pegawai Pada SKPD Pemerintah Kota Medan.
Penulis,
Halasan T.H Nababan NIM. 709330020 DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
LEMABR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 5
1.3 Pembatasan Masalah ... 5
1.4 Rumusan Masalah ... 6
1.5 Tujuan Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
2.1 Kerangka Teoritis ... 8
2.1.1 Kinerja Pegawai ... 8
2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai ... 12
2.1.3 Tujuan Pengukuran Kinerja ... 13
2.1.4 Pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah... 15
2.2 Penelitian Terdahulu ... 21
2.3 Kerangka Berpikir ... 23
2.3.1 Hubungan Pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah Terhadap Kinerja Pegawai ... 23
2.4 Hipotesis Penelitian ... 24
BAB III METODE PENELITIAN ... 25
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25
3.2 Populasi dan Sampel ... 25
3.2.1 Populasi ... 25
3.2.2 Sampel ... 26
3.3 Jenis dan Sumber Data ... 27
3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 27
3.4.1 Variabel Penelitian ... 27
3.4.2 Definisi Operasional ... 28
3.6 Teknik Analisis Data ... 31
3.6.1 Pengujian Kualitas Data ... 31
3.6.1.1 Uji Validitas ... 31
3.6.1.2 Uji Reliabilitas ... 32
3.6.2 Pengujian Asumsi Klasik... 32
3.6.2.1 Uji Normalitas ... 32
3.6.2.2 Uji Heteroskedastisitas ... 33
3.6.2.3 Uji Koefisien Derteminasi ... 33
3.6.2.4 Analisis Regresi Liner Sederhana ... 33
3.6.3 Pengujian Hipotesis ... 34
3.6.3.1 Uji t ... 34
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36
4.1 Hasil Penelitian ... 36
4.1.1 Gambaran Umum Pemerintah Kota Medan ... 36
4.1.2 Struktur Organisasi Pemerintah Kota Medan ... 38
4.1.3 Deskriptif Data Responden ... 41
4.1.3.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 42
4.1.3.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 42
4.1.3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja... 43
4.1.4.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 43
4.1.5 Hasil Analisis Data ... 44
4.1.5.1 Hasil Uji Validitas ... 44
4.1.5.2 Hasil Uji Reliabilitas ... 46
4.1.6 Uji Asumsi Klasik ... 46
4.1.6.1 Uji Normalitas ... 46
4.1.6.2 Uji Heteroskedastisitas ... 48
4.1.6.3 Analisis Koefisien Determinasi ... 49
4.1.7 Analisis Regresi Linier Sederhana ... 50
4.1.8 Uji Hipotesis ... 52
4.1.8.1 Uji Parsial (Uji t) ... 52
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 53
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 57
5.1 Kesimpulan ... 57
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 57
5.3 Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 59
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 22
Tabel 3.1 Tabel Defenisi Operasional dan Indikator Variabel Penelitian ... 30
Tabel 4.1 Tingkat Pengembalian Kuesioner ... 42
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 42
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 42
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja ... 43
Tabel 4.5 Deskriptif Statistik ... 43
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah ... 45
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Kinerja Pegawai ... 45
Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas ... 46
Tabel 4.9 Uji Normalitas ... 47
Tabel 4.11 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ... 51
Tabel 4.12 Hasil Uji Hipotesis Parsial (uji t) ... 52
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 24
Gambar 4.1 P-plot ... 48
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Kuesioner Penelitian Dan Tabulasi Data
Lampiran B Hasil Output SPSS
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah merupakan wujud dari adanya tuntutan publik terhadap akuntabilitas dan transparansi manajemen pemerintah, salah satunya adalah terkait dengan manajemen keuangan Negara maupun Daerah.
Baridwan (2004:27) menegaskan “tuntutan publik akan pemerintahan yang baik memerlukan adanya perubahan paradigma dan prinsip-prinsip manajemen keuangan daerah, baik pada tahap penganggaran, implementasi maupun pertanggungjawaban”. Hal ini menandakan perubahan paradigma pengelolaan keuangan daerah merupakan suatu tuntutan yang perlu direspon oleh pemerintah, karena perubahan tersebut mengakibatkan manajemen keuangan daerah menjadi semakin kompleks. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa proses pengelolaan keuangan dan pemahaman mengenai sistem akuntansi keuangan daerah sangat diperlukan dalam manajemen pemerintahan.
“Karakteristik yang menunjukkan perubahan mendasar dalam manajemen
tersebut adalah tuntutan dilaksanakannya akuntansi dalam pengelolaan keuangan daerah oleh pemerintah, baik pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten dan kota, bukan pembukuan seperti yang dilaksanakan selama ini.
Tuntutan dilaksanakannya akuntansi dalam pengelolaan keuangan daerah sangat beralasan karena akuntansi dapat menjadi salah satu alat kontrol yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah, yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana dinyatakan oleh Neu (2000:283) bahwa “tehnik akuntansi dan teknik lain-lain dapat digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah, yaitu tujuan makro dan mikro”. Tujuan makro adalah tujuan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sedangkan tujuan mikro adalah tujuan yang mengarah pada kegiatan operasional organisasi dalam menunjang tujuan makro.
Suwardjono (2005:159) mengatakan bahwa akuntansi akan mempunyai peran yang nyata dalam kehidupan sosial ekonomi kalau informasi yang dihasilkan oleh akuntansi dapat mengendalikan perilaku pengambil kebijakan ekonomi untuk bertindak menuju ke suatu pencapaian tujuan ekonomi negara.
Uraian diatas menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam alokasi sumber daya ekonomi harus diperuntukkan untuk kepentingan publik dan proses alokasi sumber daya perlu dikontrol atau diawasi. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengontrol kebijakan pemerintah adalah teknik akuntansi. “Sebagai alat kontrol dan alat untuk mencapai tujuan pemerintah akuntansi harus
dapat berperan dalam mengendalikan roda pemerintahan dalam bentuk pengelolaan keuangan daerah berdasarkan aturan yang berlaku” Suwardjono (2005:159). Agar akuntansi dapat dijadikan salah satu alat dalam mengendalikan roda pemerintahan, akuntansi harus dipahami secara memadai oleh pengelola dan penyaji informasi keuangan.
Thomson (2003:18) menegaskan akuntabilitas merupakan kunci dalam mencapai good governance, sedangkan transparansi memiliki arti keterbukaan, yaitu keterbukaan pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang terkait dengan pengelolaan sumber daya publik kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi yang merupakan bagian dari pelayanan publik.
Pemerintah daerah berkewajiban untuk memberikan informasi keuangan dan informasi lainnya yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Peterson (2000:55) yang menegaskan “improving budgeting di Negara berkembang sulit dilakukan karena terdapat sejumlah keterbatasan dan kuatnya proses politik yang sukar dihindari”. Kerentanan tersebut menuntut pemahaman yang memadai dalam akuntansi keuangan daerah, termasuk penguasaan tentang teknik-teknik akuntansi
keuangan daerah.
pelaporan keuangan yang dapat dipahami oleh pengguna, maka harus dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan keuangan daerah, serta harus memahami sistem akuntansi, khususnya akuntansi keuangan daerah. Pada Pemerintah Kota Medan telah menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolahan Keuangan Daerah
Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang sistem akuntansi keuangan daerah dan pengelolaan keuangan daerah dengan judul “Analisis Pengaruh Pemahaman
Sistem Akuntansi, Pengelolaan Keuangan Daerah terhadap Kinerja pegawai SKPD pada Pemerintah Kota Medan”.
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka indentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Apakah pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada SKPD Pemerintah Kota Medan?
2. Seberapa besar pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada SKPD Pemerintah Kota Medan?
Dari uraian diatas, maka penulis membatasi penelitian ini hanya menguji pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah yang mempengaruhi Kinerja pegawai pada SKPD pemerintah Kota Medan.
1.4Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintahan Kota Medan?
1.5Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berpengaruh pada Kinerja Pegawai pada SKPD Pemerintahan Kota Medan.
1.6Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
penulis dalam menganalisis dan memecahkan masalah dengan metode ilmiah.
2. Bagi Pemerintah Daerah
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah yang dapat meningkatkan kinerja pegawai pada SKPD yang ada di Pemerintah Kota Medan.
3. Bagi Universitas Negeri Medan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi sumbangan pemikiran dan bahan kajian bagi para akademisi.
4. Bagi peneliti selanjutnya
kinerja pegawai SKPD tersebut. Pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah adalah pemahaman pihak eksekutif mengenai sistem akuntansi keuangan daerah. Kinerja pegawai adalah Hasil kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Bila dikaitkan dengan organisasi sektor publik, khususnya pemerintah daerah pemahaman yang memadai tentang sistem akuntansi keuangan daerah dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah termasuk satuan kerja.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Hasil ui t Pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah menunjukan bahwa pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada SKPD pemerintah Kota Medan. Berdasarkan nilai signifikan (0,000 < 0,005), maka keputusanya adalah ha diterima, ho ditolak.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan yang dapat dikemukan dalam penelitian ini adalah : 1. Pengambilan responden dilakukan pada satu kota saja. Oleh karena itu, hasil
penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk objek diluar penelitian. Hasil penelitian mungkin akan berbeda untuk kota lain.
2. Data yang dihasilkan melalui penggunaan responden mendasarkan kepda presepsi responden. Data tersebut tidak terlepas dari unsure subjektivitas. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner mungkin saja berbeda dengan kondisi yang sebenarnya. Dengan demikina, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan untuk semua pegawai yang ada di kota lain.
5.3 Saran
Adapun saran yang dapat dikemukan dalam penelitian ini adalah :
1. Kepada Pengguna Anggaran (Kuasa Pengguna Anggaran), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) di SKPD kota Medan kiranya memahami sistem akuntansi keuangan daerah sesuai dengan perkembangan dan peraturan pemerintah yang berlaku saat ini dalam menjalankan tugasnya.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas lingkup atau wilayah penelitian agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang penelitian ini dan menambah atau mengubah variable independent yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai pada pemerintah kota Medan.
3. Seperti disebutkan dalam keterbatasan penelitian diatas, penelitian ini hanya memasukkan dua variabel penelitian yang mempengaruhi kinerja pegawai, maka penelitian yang akan datang diharapkan memasukkan variabel lain yang diduga besar pengaruhnya terhadap kinerja pegawai, seperti menambahkan variabel komitmen organisasi, pendidikan dan budaya organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. 2004. Prosiding Seminar Nasional Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah. UAD Press. Yogyakarta.
Bastari, imam 2004. Penerapan Sistem Akuntansi Keuanagan Daerah dan standart Akuntansi Pemerintahan sebagai wujud reformasi manajemen keuangan daerah, Anggota Komite Kerja Standart Akuntansi Pemerintahan,Jakarta,Juli.
Bastian, Indra. 2006. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Edisi 1. Salemba Empat. Jakarta.
Bastian, Indra. 2006. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Edisi 2. Erlangga. Jakarta. Darise, Nurlan. 2006. Akuntansi keuangan Daerah. Penerbit Indeks. Jakarta. Darise, Nurlan. 2008. Akuntansi keuangan Daerah. Penerbit Indeks. Jakarta. Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Halim, Abdul. 2002. Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Ketiga Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat, Jakarta.
Haykal, M, 2007, Analisis Peran dan Fungsi SKPD dalam Pengelolaan Keuangan Daerah serta Pengaruhnya terhadap Kinerja (Studi Kasus pada Pemkab Aceh Timur) USU.
Ikhsan, Arfan dan Ghozali, Imam. 2006. Metode Penelitian.Penerbit PT.madju Medan. Medan.
Lijan, 2011. Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan implikasi. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta.
Kepmendragri No.29 Tahun 2002 tentang Dasar Pengelolahan Keuangan Daerah. Mangkunegara, AA, Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia .
Bandung: Remaja Roskarya
Kimsean, Yin, Yermias dan Subarsono. 2004. Analisis Kinerja Pelayanan Publik pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Yogyakarta. Sosiosains. 17(3). Yogyakarta.
Laurensius, Halim. 2005. Visi untuk meningkatkan manajemen keuangan daerah. Jurnal akuntansi. Vol 39.
Mahmudi. 2010. Manajemen Kinerja Sektor Publik.Edisi 2. UPP STIM YKPN. Jakarta.
Mardiasmo.2002.Akuntansi Sektor Publik. Andi. Yogyakarta. Mardiasmo.2004.Akuntansi Sektor Publik. Andi. Yogyakarta.
Neu, Dean. 2000. Accounting and Accountability Relations: Colonization, Genocide and Canada’s First Nations, Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol.13.No.3.
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Pemerintah No. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pertanggungjawaban keuangan Daerah.
Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Priyatno, Duwi. 2009. Belajar Olah Data dengan SPSS 17. Yogyakarta : ANDI. Ratih.Eka 2012. Pengaruh Pemahaman Sistem Akuntansi Pengelolahan keuangan
Daerah Terhadap Akuntabilitas Laporan Keuangan pada Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) No. 1, alinea 49, (Peraturan Pmerintah Nomor 71 Tahun 2010)
Suliyanto. 2011.Ekonometrika Penerapan teori dan apikasi dengan SPSS. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian pendekatan kuatitatif, kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi Edisi Ketiga. BPFE. Yogyakarta
Thompson, Jocelyn. 2003. Accountability and Audit. International Journal of Government Auditing. Vol.30. No.2
UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemeritah Pusat dan Pemerintah Daerah.
UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Tuasikal. 2006. Pemahaman Sistem Akuntansi Pengelolahan keuangan Daerah serta implementasinya terhadap satuan kerja di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Universitas Pajajaran. Bandung
Yuki, gari.2011. Kepemimpinan dalam Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. Erlangga. Jakarta.
Wenshan, and Rahman. 2001. The value relevance of governmental accounting information. Journal of accounting. Vol 18.