Badan Kerja Sama-Teknik Mesin Indonesia
Universitas Lambung Mangkurat
v
International Editorial Review Board
S. Basavarajappa, University BDT College of Engineering. India
Nourredine Boubekry, University of North Texas, USA
Mohamed Bououdina, University of Bahrain College of Science, Bahrain
Juan C. Campos Rubio, Federal University of Minas Gelais. Brazil
Kevin Chou. The University of Alabama. USA
Mohammaci A. Chowdhury, Dhaka University of Engineering and Technology. Bangladesh
José Maria Cime, University of Coimbra, Portugal
António Completo, University of Aveiro, Portugal
Leonardo R. da Silva, Federal Center for Technological Education, Brazil
Teresa M. G. P. Duarte, University of Porto, Portugal
Jorge Ferreira. University of Aveiro. Portugal
Leandro Freitas, Petrôleo Brasileiro SA
—
PETROBRAS. Brazil
V. N. Gaitoride, B,V.B College of Engineering & Technology. India
Lidia Gurau. Transilvania University of Brasov, Romania
Maki K. Habib, The American University in Cairo, Egypt
Zhengyi Jiang, University of Wollongong, Australia
Sihai Jiao. Research Institute Baosteel. China
Ma-Eva Jiménez-Ballesta, Technical University of Cartagena, Spain
Martin Jun. University of Victoria. Canada
S. R. Kamik, B.V.B College of Engineering & Technology. India
N. Muthu Krishnan, Sri Venkateswara College of Engineering. India
Harmesh Kumar. Panjab University. India
Aitzol Lamikiz. University of the Basque Country. Spain
Yajie Lei. George Washington University, USA
Shuting Lei. Kansas State University,USA
AlUno Loureiro. University of Coimbra. Portugal
Alakesh Manna, Punjab Engineering College, India
Angelos P Markopoulos, National Technical University of Athens, Greece
Louis Montebello, STMicroelectronics. Malta
Rui A. S. Moreira, University of Aveiro, Portugal
Fusaomi Nagata, Tokyo University of Science, Japan
Arup Kumar Nandi. Central Mechanical Engineering Research Institute. India
Alfonso H. W. Ngan, University of Hong Kong, China
Meng Ni. The Hong Kong Polytechnic University, China
K. Palanikumar. Sri Sairam Institute of Technology, India
Risto Poykio, Environmental Manager of Kemi City. Finland
Hal Oirig. Siemens Wind Power AIS. Denmark
Fabrizio Quadrini, Univers
ity of Rome ‘Tor Vergata. Italy
Ramon Quiza, University of Matanzas. Cuba
Manish Roy. Defence Metallurgical Research Laboratory. India
Prasanta Sahoo. Jadavpur University. India
Loredana Santo, University of Rome Tor Vergata, Italy
M. A. Shah. King Abdul Aziz University, Saudi Arabia
Badan Kerja Sama-Teknik Mesin Indonesia
Universitas Lambung Mangkurat
vi
Reviewers
Prof. Dr. Ing. Harwin Saptoadi (TM. UGM)
Prof. Dr. Yatna Yuwana Martawirya (TM. ITB)
Prof. Dr. Jamasri (TM. UGM)
Prof. Dr. Sulistijono (TM. ITS)
Prof. Dr. Komang Bagiasna (TM. ITB)
Prof. Dr. Ing. Mulyani Bur (TM. UNAND)
Prof. Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng. (TM. UI)
Prof. Dr. Fathurrazie Shadiq (UNLAM)
Dr. Jamari (UNDIP)
Dr. Ir. Syahril Taufiq, MSc.Eng. (UNLAM)
Badan Kerja Sama-Teknik Mesin Indonesia
Universitas Lambung Mangkurat
vii
Steering Committee
Advisor
Yulian Firmana Arifin
Chairman
Syahril Taufik
Vice chairman
Akhmad Syarief
Apip Amrullah
M. Rizali
Secretary
M. Jaya Winata, Samsul Rahman, Aries Aditya Kurniawan,
Yuliana Isnani
Organizing committee
Lukman Alibi, Diaurrahman, M. Aulia Rahman,
Bagus Saputro, Raizal Rais, Syauqi Rahmat Firdaus, Rahmat Ilmi,
Irraz Epiondra Fathan, Falentino Ari K, M. Jurni, Fatah Hidayatullah, Moch. Saifudin,
Maidi, Fajar Perdana Putra, Trisna Aditya,
Fakhdillah Bustomi, Akh. Maulana Gumai, Edy Saputro, Jumalik,
Rizky Arya S., M. Fajar Ridwan, Rian
Wahyudi, A’yan
Sabita,
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxvii
COVER ... i
KATA PENGANTAR ... ii
SAMBUTAN REKTOR ... iii
SAMBUTAN DEKAN ... iv
REVIEWER ... v
PANITIA ... vii
JADWAL ACARA ... viii
DAFTAR ISI ... xxvii KEYNOTE SPEAKER ... xlix
BIDANG KONVERSI ENERGI
NO JUDUL KODE
1 Genset dengan bahan bakar co-gasifikasi downdraft kulit kopi dan batubara KE 01
2 Unjuk Kerja Pengering Surya Tipe Rak Pada Pengeringan Kerupuk Kulit Mentah KE 02
3 Analisis Unjuk Kerja Sistem Turbin Gas Mikro Bioenergi Proto X-3 Berbahan Bakar LPG KE 04
4 Optimasi periode data berdasarkan time constant pada pengujian unjuk kerja termal kolektor
surya pelat datar KE 06
5 Pengembangan Model Matematika Kinetika Reaksi Torefaksi Sampah KE 07
6 PENGGUNAAN GAS SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR BERMESIN INJEKSI KE 10
7 STUDI NUMERIK KARAKTERISTIK ALIRAN GAS-SOLID DAN PEMBAKARAN PADA TANGENTIALLY
FIRED PULVERIZED-COAL BURNER DENGAN VARIASI SUDUT TILTING KE 11
8 Pemanfaatan Panas Buang Kondenser pada Pengering Beku Vakum KE 12
9 Sistem Pendingin Adsorpsi dengan Single Bed Adsorber KE 13
10 Penerapan Evaporative Cooling Untuk Peningkatan Kinerja Mesin Pengkondisian Udara Tipe
Terpisah (AC Split) KE 14
11 Penggunaan Thermal Energy Storage sebagai Penyejuk Udara Ruangan dan Pemanas Air pada
Residential Air Conditioning Hibrida KE 15
12 Studi Eksperimental tentang Karakteristik Turbin Angin Sumbu Vertikal Jenis Darrieus-Savonius KE 17
13 PENGARUH KONSENTRASI GARAM TERHADAP KARAKTERISITIK ALIRAN DUA FASE GAS DAN AIR KE 22
14 Karakteristik Pembentukan Cincin Vorteks pada Jet Sintetik akibat Perubahan Frekwensi Eksitasi
pada Aktuator Ber-cavity Kerucut KE 23
15 KAJI TEORITIK KONSUMSI GAS LPG SEBAGAI SUMBER PANAS PADA PETERNAKAN AYAM BROILER
TIPE KANDANG TERTUTUP (CLOSED HOUSE) KE 24
16 STUDI AWAL GASIFIKASI SERBUK KAYU PADA OPEN TOP STRATIFIED DOWNDRAFT GASIFIER KE 25
17 Prototipe Sistem Pengering Cengkeh Dengan Energi Surya KE 26
18 Drag Reduction in Flow Separation Using Plasma Actuator in Cylinder Models KE 28
19 PENGARUH VARIASI NORMALITAS AKTIVATOR PADA AKTIVASI NaOH-FISIK ADSORBEN FLY ASH
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxviii
20 PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN AWAL TIPE STRAIGHT PADA MINYAK KELAPA TERHADAP
SUDUT SEMPROT NOSEL KE 30
21 Analisis Beban Thermal Rancangan Mesin Es Puter Dengan Kompresor ½ PK Untuk Skala Industri
Rumah Tangga KE 32
22 Rancang Bangun Kondenser pada Pengering Beku Vakum KE 34
23 ANALISIS PERFORMANSI KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR DENGAN PELAT KOLEKTOR BENTUK-V KE 35
24 Analisa Performansi Kolektor Surya Pelat Bergelombang untuk Pengering Bunga Kamboja KE 37
25 Pengaruh Jarak Concentric dan Eccentric Reducer Pada Sisi Isap Pompa Sentrifugal Terhadap
Gejala Kavitasi KE 38
26 Karakterisasi Pembentukan Deposit pada Ruang Bakar Mesin Diesel Dengan Metode Tetesan Pada
Pelat Panas KE 40
27 Pengujian Performa Sistem Pendingin Absorpsi dengan Energi Panas Matahari di Universitas
Indonesia Depok KE 41
28 Karakteristik Aliran dan Perpindahan Panas Campuran Air dan Minyak Nabati untuk aplikasi
sebagai refigeran sekunder KE 42
29 PENGGUNAAN SOLAR COLLECTOR SEBAGAI PEMANAS AWAL DAN PIPA KONDENSAT SEBAGAI HEAT
RECORVERY PADA BASIN SOLAR STILL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KE 43
30 Analisis Performa Modul Solar Cell Dengan Penambahan Reflector Cermin Datar KE 44
31 Karakteristik Api Premiks Biogas pada Counterflow Burner KE 45
32 Theoretical Study of Forced Convective Heat Transfer in a Hexagonally Configured
Seven-Vertical-Rod Bundle in Zirconia-Water Nanofluid KE 47
33 KAJI EKSPERIMENTAL ALAT PENGOLAHAN AIR LAUT MENGGUNAKAN ENERGI SURYA UNTUK
MEmproduksi GARAM Dan AIR TAWAR KE 48
34
ANALISIS KARATERISTIK PEMBAKARAN BRIKET ARANG LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT dengan VARIASI BAHAN PEREKAT (BINDER) KANJI dan TAR MENGGUNAKAN METODE THERMOGRAVIMETRI ANALYSIS (TGA)
KE 50
35 PENINGKATAN HASIL EKSTRAKSI MINYAK NILAM DENGAN METODE HYDRO-STEAM MICROWAVE
DISTILLATION KE 51
36 PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN SUDUT TURBULATOR TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS
PADA ALAT PENUKAR KALOR ALIRAN BERLAWANAN (COUNTER FLOW HEAT EXCHANGER) KE 52
37 Pengaruh Variasi Luas Heat Sink Terhadap Densitas Energi dan Tegangan Listrik Thermoelektrik KE 53
38 EFEKTIFITAS PERPINDAHAN PANAS PADA DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER DENGAN GROOVE KE 54
39 Penentuan Sub-sub Pola Aliran StratifiedAir-Udara pada Pipa Horisontal MenggunakanPengukuran
Tekanan KE 56
40 Distribusi Temperatur Pada Microwave menggunakan Metode CFD KE 57
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxix
42 PENGONTROLAN KUALITAS ANODE SOLID OXIDE FUEL CELL (SOFC) MELALUI PENGONTROLAN
POROSITAS KE 59
43 Pengaruh Kandungan Air pada Proses Pembriketan Binderless Batubara Peringkat Rendah
Indonesia KE 61
44 Perancangan Perangkat Eksperimen Kondensasi Kontak Langsung dengan Keberadaan Non
Condensable Gas KE 62
45 Model Laju Kinetik Dekomposisi Biomasa Untuk Pembentukan Tar Pada Proses Pirolisis KE 65
46 Analisis CFD Penempatan Air Conditioning Unit pada KRD Ekonomi Bandung Raya KE 66
47 Pengaruh temperatur permukaan sel surya terhadap daya pada kondisi pemodelan dan nyata KE 67
48 Pengaruh Pemilihan Jenis Material Terhadap Nilai Koefisien Perpindahan Panas pada Perancangan
Heat Exchanger Shell-Tube dengan Solidworks KE 73
49 PENGARUH LAJU ALIRAN AGENT GAS PADA PROSES GASIFIKASI KOTORAN KUDA TERHADAP
KARAKTERISTIK SYNGAS YANG DIHASILKAN KE 74
50 Pembakaran Rice Husk dan Coconut Shell Dalam Fluidized Bed Combustor KE 75
51 Studi Eksperimental Penyimpanan Energi Termal pada Tangki Pemanas Air Tenaga Surya yang
Berisi PCM KE 76
BIDANG MANUFAKTUR
NO JUDUL KODE
1 Optimalisasi Parameter Proses Cetak Injeksi Plastik dengan Metode Simulasi untuk Menurunkan
Cacat Defleksi MAN 01
2 Simulasi dan Studi Eksperimental Proses Injeksi Plastik Berpendingin Konvensional MAN 02
3 Optimasi Karakteristik Statik Spindel Mesin Perkakas Buatan Dalam Negeri MAN 04
4 Pengaruh ketebalan terhadap akurasi persamaan Rosenthal untuk model analitik proses
pengelasan MAN 09
5 Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Benda Kerja dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran
Permukaan Proses Gerinda Silinderis Dengan Center Pada Baja AISI 4140 MAN 10
6
Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Benda Kerja dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan Proses Gerinda Silinderis Baja Aisi 4140 Menggunakan Media Pendingin (Coolant Campuran Minyak Sawit dan Calcium Hypochlorite)
MAN 11
7 PENINGKATAN KEAKURASIAN GERAKAN PADA PROTOYPE MESIN CNC MILLING Mini 3-AXIS MAN 12
8 Nilai kekasaran permukaan paduan magnesium AZ31 yang dibubut menggunakan pahat potong
berputar MAN 13
9 Pengaruh Variasi Kecepatan Gerak Benda Kerja terhadap Umur pada Proses Pembuatan Cetakan
Paving AISI 1045 Home Industry Menggunakan Metode Flame Hardening MAN 14
10 Kekasaran permukaan baja karbon sedang akibat proses sand-blasting dengan variasi tekanan dan
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxx
11 Pemrograman CNC 5-Axis untuk Pembuatan Runner Turbin Propeler berbasis Feature MAN 16
12 Desain, Manufaktur, dan Inspeksi Produk Berbasis Fitur MAN 17
13 Simulasi Proses Active Hydro-Mechanical Drawing dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
pada Material Aluminium AlMg MAN 20
14 APLIKASI METODOLOGI DESAIN HATAMURA UNTUK PROSES DESAIN JIG DAN FIXTURE MAN 21
15 PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN KETELITIAN GEOMETRIK MESIN CNC MILLING VERTIKAL DENGAN
METODE DOUBLE BALL BAR MAN 23
16 “ustai a le Produ t Develop e t for Motor y le “idesta d usi g Pugh’s Co ept Selection
Method MAN 24
17 Pemodelan Penyalaan Pada Proses Bubut Kering Magnesium AZ31 Menggunakan Jaringan Syaraf
Tiruan MAN 25
18 Pengaruh Plunge Depth dan Preheat Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Friction Stir Welding
Polyamide MAN 26
BIDANG MEKANIKA TERAPAN
NO JUDUL KODE
1 Analisis Penurunan Efisiensi Motor Listrik Akibat Cacat Pada Bantalan MT 01
2 Unjuk Kerja Alat Pembuat Ice Slurry dengan Air Laut MT 02
3 Pengaruh Variasi Diameter Orifice Terhadap Karakteristik Dinamis Hydraulic Motor Regenerative
Shock Absorber (HMRSA) dengan Satu Silinder Hidraulik MT 03
4 Pengaruh jumlah lilitan pipa sebagai pemanasan awal pada kompor pembakar jenazah MT 04
5 SIMULASI TURBIN AIR KAPLAN PADA PLTMH DI SUNGAI SAMPANAHAN DESA MAGALAU HULU
KABUPATEN KOTABARU MT 05
6 Studi Karakteristik Penjalaran Gelombang Tegangan (Stress Wave) Berupa Emisi Akustik (Acoustic
Emission, AE) Pada Struktur Alat Penukar Kalor (Heat Exchanger) MT 06
7 Pengaruh Pelumas Refrijeran pada Kinerja Alat Penukar Kalor Microchannel Sistem Tata Udara MT 07
8 Nonlinear Behaviour of Toroidal Shells of In-Plane and Out-of-Plane Oval Cross Sections under
Internal Pressure MT 08
9 PERANCANGAN JARINGAN PIPA TRANSMISI MATA AIR UMBULAN MT 09
10 Analisis Tegangan Pada Beberapa Jenis Steam Jet Ejector MT 10
11 Optimasi Pembuatan Biodiesel dengan Multi-Feedstock (CPO dan Jatropha) Berbantuan Ultrasonik
pada 28 kHz MT 11
12 DINAMOMETER GENERATOR AC 10 KW PENGUKUR UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR 100 CC MT 13
13 Wind and Earthquake Loads On The Analysis of a Vertical Pressure Vessel For Oil Separator MT 14
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxi
15 Desain Awal Rig untuk Pengujian Frame Bogie Kereta Monorel Jenis Straddle Produk Industri Lokal MT 17
16 PERANCANGAN RODA PENGGERAK ROBOT PENDOBRAK PINTU MT 19
17 Pengaruh Jumlah dan Sudut Sudu Pengarah Omni-Directional Terhadap Daya yang Dihasilkan
Turbin Angin Savonius MT 20
18 UJI KINERJA MODIFIKASI KOMPOR ( TUNGKU ) TANAH LIAT BERBAHAN BAKAR BRIKET LIMBAH
KULIT JAMBU METE MT 21
19 Penghitungan Numerik Kekuatan Buckling Struktur Kolom Taper MT 22
20 Analisis Suara pada Rotordinamik akibat Unbalance, Misalignment, dan Looseness MT 23
21 A alisis Gaya Pada Ha ger “haft “uspe si A ti g-A ti g U tuk Bogie Kereta Monorel Jenis
Straddle MT 24
22 Rancang Bangun Smart Greenhouse Untuk Pembudidayaan Tanaman Dengan Menerapkan Solar
Cell Sebagai Tenaga Listrik MT 26
23 Rancang Bangun Prototipe Quadrotor Tanpa Awak MT 27
24 DETEKSI MULAI TERBENTUKNYA ALIRAN CINCIN PADA PIPA HORISONTAL MENGGUNAKAN SENSOR
ELEKTRODE MT 28
25 Perancangan Pengering Bambu Resonator Gamelan dengan Memanfaatkan Limbah Termal
Peleburan Bahan Gamelan MT 29
26 Smart Chassis System Berbasis Proporsi Kontrol Traksi dan Pengereman MT 31
27 Rancang Bangun Alat Pres Parutan Kelapa Tipe Ulir Daya Penggerak Motor Listrik MT 32
28 Pembuatan dan Pengujian Prime Mover Termoakustik Tipe Gelombang Tegak MT 33
29 STUDI AWAL UNJUK KERJA PENDINGIN UDARA (AIR COOLER) BERBASIS TERMOELEKTRIK PADA
AIR DUCT SEPEDA MOTOR TIPE SKUTIK MT 34
30 Desain Mekanisme Alternatif Penerus Daya dari Poros Turbin Propeler ke Poros Generator dengan
Menggunakan TRIZ MT 35
31 RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH MT 37
32 Alat Bantu Analisis Kerusakan Anti-friction Bearing Pada Unit Alat Berat MT 40
33 Kaji Eksperimental prilaku degradasi kokas dari batubara muda MT 43
34 PEMODELAN DAN SIMULASI DINAMIKA HANDLING MOBIL LISTRIK UNS GENERASI II MT 45
35 Analisa Pemodelan dan Simulasi Gerak Aktuator Punch pada Mesin Pres untuk proses Deep
Drawing MT 48
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxii
37 Analisa Efek Whirling pada Poros karena Pengaruh Letak Beban dan Massa terhadap Putaran Kritis MT 50
38 Simulasi Performa Konsumsi Energi pada Kendaraan Umum MT 51
39 Analisa Pengaruh Jarak Choke Bean Terhadap Laju Erosi Aliran Dua Fasa Steam-Solid di Dalam
Elbow pada Pipa Vertikal Injektor Uap Menggunakan CFD MT 52
40 Kaji Eksperimental Penerapan Peredam Dinamik TLCD dan TMD pada Model
Struktur Geser Dua Derajat Kebebasan MT 55
41 Variasi bahan dan warna atap bangunan untuk Menurunkan Temperatur Ruangan akibat
Pemanasan Global MT 57
42 Perancangan Evaporator Vakum Penurun Kadar Air Dalam Madu Kapasitas 50 Liter MT 58
43 Analisis getaran untuk memprediksi batas kecepatan flutter dengan model seksional menggunakan
metode ARMA MT 59
44 Perancangan Sistem Kendali NCTF Berbasis Arduino Mega untuk Sistem Putar Eksentris Satu Massa
Horisontal MT 60
45 Analisis Metode Elemen Hingga pada Sendi Panggul Buatan Saat Digunakan untuk Menjalankan
Ibadah Salat MT 62
46 Pengembangan cengkam elektrostatik fleksibel dengan elektroda berstruktur pilar-pilar skala mikro MT 63
47 Analisis Distri usi Te peratur pada Mesi Produksi Bata U pak MT 64
48 Rancang Bangun Peralatan Fisioterapi Dua Derajat Kebebasan Berbiaya Rendah MT 65
49 PENERAPAN ANALISIS MODE DAN EFEK KEGAGALAN BERBASIS KEHANDALAN PADA PEMBUATAN
KENDARAAN HEMAT ENERGI TIM CIKAL ITB MT 66
50 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DINAMOMETER KECIL DENGAN MENGGUNAKAN REM ARUS
EDDY MT 67
51 Pengaruh Alur Berbentuk Segi Empat Pada Permukaan Silinder Dengan Variasi Diameter Silinder MT 68
52 Analisis Tegangan pada Transfemoral Prosthetic Tipe Four-Bar Linkage dalam Gerakan Gait Cycle MT 70
53 Kinematic Design of Tree Degrees of Freedom Planar Parallel Mechanism with Consideration of
Workingspace, Singularity and Dexterity MT 71
54 ANALISIS TEGANGAN PLATFORM MOBIL LISTRIK CROSS OVER MT 73
55 Pengujian Fungsi Purwarupa Pintu Geser Kompak Busway dengan Mekanisme Puli dan Sabuk MT 74
56 Kaji Awal Pengembangan Metode Visi Komputer Berbasis Deteksi Tepi untuk Pengukuran Sebidang
Defleksi Struktur MT 75
57 INVESTIGASI REM ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM (ABS) DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN
PENGGETAR SOLENOID MT 76
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxiii
59 Studi Parameter Sistem Peredam Getaran Dinamik Tipe Dual-Beam MT 80
60 Pembuatan Model Solid Tangan Palsu (Prosthetic Hand) Manusia Metode 3D Scanner dengan
menggunakan Perangkat Lunak Autodesk 3D Max Design dan NetFabb MT 81
61 Analisis Komputasi Pengaruh Geometri Muka dan Kontrol Aktif Suction Terhadap Koefisien
Tekanan Pada Model Kendaraan MT 83
62 PENINGKATAN KEANDALAN PADA DRIVE STATION ALAT ANGKUT REL KONVEYOR DENGAN
METODE FAILURE MODE, EFFECT and CRITICALITY ANALIYSIS (FMECA) MT 84
63 Mesin Pemisah dan Pencacah Sampah Organik dan Plastik Untuk Bahan Kompos MT 89
BIDANG TEKNIK INDUSTRI
NO JUDUL KODE
1 Pembuatan Aplikasi Basis Data Untuk Desain Snap-Fit Optimum TI 04
2 PENGEMBANGAN MODEL PERHITUNGAN INDEKS KOMPLEKSITAS PROSES PERAKITAN MANUAL TI 05
3 Studi Kelayakan Pembangkitan Daya Kogenerasi Mesin Gas Bandara Udara TI 06
4 Pera a ga “iste Pe gukura Ki erja Pada Jurusa Tek ik Mesi U iversitas Udaya a
Me ggu aka Metode Perfor a e Pris TI 07
5 ANALI“I“ BEBAN KERJA TENAGA BANGUNAN DALAM PEMBANGUNAN RUMAH TIPE X DI
PERUMAHAN ALAM SUTERA TANGERANG TI 08
6 Optimasi Desain Tata Letak Fixture dengan Menggunakan Algoritma Genetika TI 12
7 Analisis Parameter Spatio-Temporal pada Basis Data Gerak Berjalan Orang Indonesia TI 13
8 Penerapan Metode Design for Manufacture and Assembly pada Handle Transformer Hand Bike TI 14
9 Analisis Dfma pada Produk Plastik Kasus Projector TI 15
10 RANCANGAN KLASTER INDUSTRI MARITIM TERINTEGRASI SEBAGAI BAGIAN DARI KONSEP
INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA TI 16
11 Analisa Rantai Pasok Material Pada Kawasan Industri Maritim Terhadap Produktivitas Industri
Perkapalan TI 17
12 Rancangan Sistem Assessment Keselamatan Kebakaran Kapal Penyeberangan Roll On Roll Off TI 18
13 PENGEMBANGAN MODEL PROSES PRODUKSI BATA RINGAN (Autoclaved Aerated Concreated /
AAC) DALAM MENDUKUNG KUALITAS PRODUKSI TI 19
14 Pemodelan Sistem Kendali Irigasi Drip Untuk Budidaya Tanaman Kedelai Berbasis Analisis
Evapotranspirasi Penman Monteith TI 20
15 Analisa Teknis-Ekonomis Pemanfaatan Genset dan Panel Surya sebagai Sumber Energi Listrik
Mandiri untuk Rumah Tinggal TI 21
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxiv
NO JUDUL KODE
1 I tegrasi “oft “kill dala Matakuliah Tugas Akhir PTM 01
2 Pengaruh Penerapan Blended Learning Pada Praktikum Mekatrionika Terhadap Pencapaian Hasil
Pembelajaran Praktikan PTM 0
3 IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN APLIKASI BERBICARA PADA PERENCANAAN KOMPONEN
MESIN DAN PENGARUHNYA PADA PERKULIAHAN PTM 03
4 Perancangan dan Evaluasi Kinematika Pada Mainan Mekanikal Edukatif PTM 04
5 Masalah dalam Pembelajaran Gambar Teknik dan Gambar Mesin serta Usulan Solusinya PTM 05
6 PERGURUAN TINGGI TEKNIK KUNCI MENGATASI KEKURANGAN INSINYUR MENGHADAPI MEA
2015 PTM 06
7 Ra a g Ba gu Peralata Praktiku Pe gujia Defleksi pada Bea da “haft u tuk Mata
Kuliah Mekanika Kekuatan Material PTM 07
BIDANG MATERIAL
NO JUDUL KODE
1 Pengujian Kinerja PCM Beeswax Sebagai Thermal Storage pada Aplikasi Pemanas Air Domestik Material 02
2 Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Pencampuran Terhadap Sifat Mekanik
Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri Material 03
3 Model Matematik : Pengaruh Suhu Dan Waktu Tahan Pada Proses Annealing Terhadap Kekerasan
Baja karbon Material 04
4 MODIFIKASI GATING SYSTEM UNTUK MENGATASI CACAT SHRINKAGE PADA BAGIAN GROOVE
PADA PRODUK PUMP CASING F-60 DENGAN MATERIAL AISI 304 Material 06
5 ANALISA SIFAT MEKANIK KOMPOSIT VINYL ESTER BERPENGUAT SERAT E-GLASS TIPE MULTIAXIAL
DENGAN METODE VARTM UNTUK APLIKASI PADA LAMBUNG KAPAL CEPAT Material 08
6 Characterization of Bioceramic Powder from Clamshell (Anadara Antiquata) Prepared By
Mechanical and Heat Treatments for Medical Application Material 09
7 KOROSI INFRASTRUKTUR BETON BERTULANG DI KABUPATEN ACEH BARAT PASCA TSUNAMI 2004 Material 10
8 Aplikasi Low Pressured Sitering Untuk Pengolahan Limbah Kemasan Aluminium Foil Menjadi
Papan Material 11
9 Pengaruh Variasi Laju Solidifikasi terhadap Struktur Mikro, Sifat Mekanis dan Akustik Perunggu Material 13
10 Penggunaan ISE Dalam Penentuan Koefisien Pengerasan Regang Baja Untuk Prediksi Properties
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxv
11 The Effect of Various Post Curing Time and Polymer Composition on Tensile Strength and
Microhardness between Epoxy Resin and Hardener Material 15
12 Perbandingan Perlakuan Acrylic Acid dan Acrylic Acid Terhadap Keausan Komposit Polypropelene
Berpenguat Serat Sisal Material 16
13 Studi Eksperimen Sifat Mekanis Hibrid Komposit Epoxy dengan Penguat Serat Karbon dan Serat
Basalt pada Beban Tarik Material 17
14 PENGARUH PENAMBAHAN MODIFIER Sr TERHADAP MORFOLOGI FASA INTERMETALIK PADUAN
ALUMINIUM SILIKON EUTEKTIK ( Al-11%Si ) Material 18
15 ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PENYANGGA KONVEYOR YANG DIPENGARUHI OLEH KOROSI
DENGAN BANTUAN SOFTWARE SOLIDWORKS Material 19
16 Usaha Peningkatan Ketangguhan Baja Tulangan Beton Komersial dengan Proses Pemanasan
Kontinu pada Temperatur Eutectoid Material 20
19 Pengujian Kandungan Unsur Logam Serat Ijuk dengan X-Ray Fluorescence Testing Material 27
20 Pemetaan Potensi Limbah Aluminium untuk Bahan Baku Jendela Kapal Material 29
21 Tingkat Kekasaran Permukaan Stainless Steel 316L Akibat Tekanan Steelballpeening Material 30
22 Studi Performan Balistik pada Komposit Besi Cor Kelabu Berpenguat Kawat Baja Material 31
23 Analisis Kegagalan Clamp U pada Sepeda Motor 200 cc Material 32
24 Penyerapan Air pada Epoxy dan Polyester Tak Jenuh dan Pengaruhnya pada Kekuatan Tarik Material 34
25 PENGARUH JENIS SERAT TERHADAP KUALITAS HASIL PEMESINAN BAHAN KOMPOSIT Material 35
26 KARAKTERISTIK LAJU KEAUSAN KOMPOSIT AlSiTiB/SiC DAN AlSiMgTiB/SiC Material 36
27 Modifikasi Kekerasan Baja Tahan Karat AISI 316L Dengan Menggunakan Proses Steel Ball Peening Material 37
28 Karakteristik Kekuatan Bending dan Impact akibat Variasi Unidirectional Pre-Loading pada serat
penguat komposit Polyester Material 38
29 Analisa Kekuatan Maksimal bata plastik hasil pengepresan jeis Polyethelene Terephthalate Material 39
30 Sifat Tarik dan Lentur Komposit rHDPE/Serat Cantula dengan Variasi Panjang Serat Material 40
31 Analisis struktur mikro dan kekerasan paduan Al scrapmenggunakan metode pengecoran
evaporative Material 44
18 Kekuatan Bending dan Impak Komposit Clay/Fly ash Untuk Aplikasi Fire Brick Material 23
Studi Eksperimen Pembuatan Komposit Metal Matrik Aluminium Penguat SiC Wisker dan A2O3
17 Material 21
Banjarmasin, 7-8 Oktober 2015
xxxvi
32 UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SIFAT MAKANIK KOMPOSIT SERAT PURUN TIKUS (ELEOCHARIS
DULCIS) BERMATRIK POLYESTER DENGAN PERLAKUAN NaOH Material 45
33 Pengaruh Panjang Serat Terhadap Sifat Bending Komposit Poliester Berpenguat Serat Daun
Gewang Material 46
34 Analisis Struktur Mikro dan Fraktografi Hasil Pengelasan GMAW Metode Temper Bead Welding
dengan Variasi Masukan Panas pada Baja Karbon Sedang Material 47
35 KAJIAN Penggunaan metoda taguchi pada proses pembentukan komposit tehadap Sifat mekanik
bahan Material 48
SiC Wisker dan Al
2O
3Partikel sebagai Material Alaternatif
Ketut Suarsana
1, a*, Putu Wijaya Sunu
2,b(1)
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana
(2)
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali.
Kampus Bukit Jimbaran Bali , Telepon (0361) 813321
Abstrak
Pengembangan material komposit berbasis logam pada dunia industri cukup
potensial untuk memenuhi akan komponen-komponen permesinan. Dengan adanya
perkembangan bahan yang sangat pesat, maka dituntut untuk menghasilkan bahan ringan
dan murah yang merupakan persyaratan utama dalam dunia industri pembuatan
komponen-komponen mesin. Hal ini memunculkan inovasi baru dalam pembuatan Aluminium Matrix
Composite Whisker (AMCw) yang berbasis matrik Alumunium dengan penguat Silicon
Carbon whisker dan Al
2O
3partikel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan
proses powder metalurgi dan variasi komposisi penguat komposit. Awal proses komposit
dibuat dengan variasi komposisi matrik Aluminium dengan penguat SiCw+Al
2O
3p
dalam
komposit. Komposisi Aliminium : 90% wt, 80% wt dan 70% wt dengan variasi penguat 10%
wt, 20% wt dan 30% wt. Pembuatan material uji dilakukan dengan proses metalurgi serbuk
dimana gaya tekan 2,5 ton, waktu penahanan 15 menit. Pengujian karakteristik dilakukan
untuk menggetahui sifat fisik dan mekanik komposit. Jadi hasil penelitian adalah
penambahan komposisi persen berat SiCw dan Alumina (Al
2O
3p) memberikan pengaruh pada
sifat fisik dan mekanik komposit. Dimana densitas dan kekerasan meningkat terjadi pada
setiap penambahan Alumina (Al
2O
3p) itu sendiri. Sebaliknya porositas menurun dengan
meningkatnya komposisi penguat. Hubungan antara sifat dari masing-masing komposisi
penguat SiCw dan Al
2O
3pembentuk komposit yang dibuat dengan menganalisa struktur
mikro yang terbentuk.
Peradaban
kehidupan
manusia
semakin berkembang maka kebutuhan akan
teknologi bahan juga semakin meningkat dan
beragam
dalam
berbagai
aplikasi
penggunaannya.
Ketersediaan
material
konvensional yang kuantitas dan kualitasnya
terbatas memunculkan pemikiran untuk
pengembangan bahan melalui pengembangan
proses pembuatan material dengan cara
perlakuan permukaan, penambahan penguat
material lain maupun rekayasa strukturalnya.
Pengembangan komposit matriks aluminium
dalam skala besar sudah banyak dilakukan
dalam penelitian. Dimana didukung oleh
tersedianya serat karbon, boron dan wisker.
Bahan dari Aluminium Matrix Composites
(AMC)
mempunyai
prospek
karena
menjanjikan karakteristik kekuatan dan
ketahanan deformasi termal yang baik.
Penguat serat kontinu satu arah menghasilkan
perbaikan sifat mekanik yang menonjol
dibandingkan dengan material matrik tanpa
penguatan maupun yang diskontinu [1].
Komposit adalah perpaduan dari
beberapa bahan yang dipilih berdasarkan
kombinasi sifat fisik masing-masing material
penyusunnya untuk menghasilkan material
baru dan unik dengan ikatan antara
masing-masing material penyusun sebagai matrik dan
penguat. Material Al alloy digabungkan
dengan keramik SiCw tergolong dalam jenis
material
komposit
Aluminium
Matrix
Composite (AMC). Pada proses perekayasaan
material Aluminium Matrix Composites
(AMC)
dapat
menggunakan
logam
aluminium alloy sebagai matrik dengan
keramik SiC dan alumina sebagai bahan
penguat/pengisi. Perbedaan dari material
penyusun komposit, antara matrik dan
pengisi (filler), agar berikatan dengan kuat,
maka perlu penambahan aditif atau penguat
[2].
Model penguatan dengan mengunakan
jenis penguat merupakan pengembangan dari
perlakuan permukaan pada material dasar,
tapi sebelumnya umum dilakukan dengan
rekayasa perlakuan panas (heat treatment)
pada
permukaan
material
komposit.
Penggabungan aditif atau penguat yang
berbeda
karakteristiknya,
selama
ini
yaitu
penggabungan
dilakukan
dengan
pemanasan
temperatur
tinggi
dengan
tegangan mekanik yang besar. Metode ini
juga mempunyai kelemahan yaitu bentuk
produk yang terbatas dan biaya produksi
tinggi. Penggabungan aditif pada temperatur
dingin dengan rekayasa permukaan lapisan
melalui prosess manufaktur metalurgi serbuk,
merupakan
alternatif
yang
dapat
dikembangkan [3]. Salah satu metoda
pembentukan logam yang memungkinkan
adanya kontrol terhadap setiap variabel
prosesnya dapat dilakukan dalam proses fase
padat. Ketelitian dalam kontrol dan rekayasa
variabel proses merupakan hal yang menjadi
penentu kualitas hasil produk. Pencampuran
serbuk logam dengan partikel keramik untuk
membuat Metal Matrix Composites (MMC)
perlu adanya variabel yang jelas. Setelah
proses pencampuran ini biasanya diikuti
dengan cold compaction, degassing dan
perlakuan panas seperti hot isostatic pressing
(HIP) maupun sintering. Proses penekanan
adalah memadatkan serbuk atau konsolidasi
dari serbuk kedalam bentuk yang diinginkan,
agar diperoleh dimensi presisi, serta material
tidak mudah hancur. Kajian yang telah
dilakukan sebelumnya dalam bidang Metal
Matrix
Composites
(MMC)
terutama
aluminium sebagai matrik dan Silikon carbon
sebagai penguat, adalah bertujuan untuk
meningkatkan
karakteristik
fisik
dan
mekaniknya. Pelapisan alumina (Al
2O
3) pada
permukaan
SiC
partikel
cenderung
meningkatkan karakteristik karena lebih
merata dan menyebabkan ikatan interfasial
antara
penguat
SiC
dengan
matrik
Aluminium menjadi lebih baik [4]
Dalam
penelitian
sebelumnya
alternatif untuk aplikasi pengunaannya. Oleh
karena itu fokus penelitian adalah pengaruh
komposisi penguat gabungan SiCw ditambah
alumina
partikulat
(Al
2O
3p)
dengan
Aluminium
sebagai
matrik
terhadap
karakteristik komposit terutama kekuatan,
densitas, porositas dan kekerasan yang
dimiliki komposit baru.
2.
Bahan dan Metode Penelitian
Bahan
yang
digunakan
dalam
penelitian berupa serbuk dan serat dari
Aluminium Matrik, Al
2O
3partikel serta SiC
whisker. Pembuatan dengan teknik metalurgi
serbuk menggunakan bahan baku yaitu Al
fine powder (
≥
90%) p.a Merck dan serat SiC
whisker komersial diameter (d
≈ 0.5 µm),
panjang (l
≈ 40 µm). Sebagai bahan
tambahan digunakan serbuk Al
2O
3partikel
dan Etanol 96% (CH
3COOH) sebagai media
pencampur. Untuk grafit (C) dari arang dan
Vasiline sebagai pelumas pada dinding cetak
tekan.
Alat penelitian
- Timbangan
Digital,
berfungsi
untuk
penimbangan massa bahan.
- Alat Uji Microhardness Tester
- Mortar, wadah untuk proses pencampuran
- Beker glass dan gelas ukur
- Magnetik Stirrer sebagai alat untuk
pencampur serbuk dari bahan.
- Alat
kompaksi
CARVER
dengan
kapasitas 10 ton
- Mesin
magnetic
stirrer,
mesin
ini
berfungsi
untuk
mencampur
dan
mengaduk Al dengan SiCw dan bahan
wetting agen.
- Furnace , sebagai alat pemanas
- Cetakan/die, alat yang digunakan untuk
mencetak Al dengan SiCw dan bahan
wetting agen
- Alat uji Scanning Electron Microscope
(SEM)
Penentuan Persen berat (%wt) antara
Matrik dengan Penguat
Aluminium
matrix
Composite
(AMCw) dibuat dari pencampuran matrik
dengan penguat, dimana matrik adalah
Aluminium fine powder dengan penguat
Proses pembuatan komposit ini dilakukan
dengan proses metalurgi serbuk. Sampel
komposit AMCw yang dibuat berbentuk
silindris dengan diameter 0,8 cm dan tinggi
1 cm. Sehingga, volume total komposit yang
harus dihasilkan ± 0,5 cm
3. Bahan yang
digunakan adalah Aluminium (ρ
m= 2,7
gr/cm
3), SiCw (ρ
f= 3.2 gr/cm
3) dan Al
2O
3(ρ
f= 3,8 gr/cm
3) dengan perbandingan persen
berat (% wt) masing-masing sebagai berikut.
Tabel 1. Komposisi Matriks Al dan penguat
(SiCw+Al
2O
3).
Penentuan Karakteristik komposit :
Penentuan Densitas
Densitas merupakan besaran fisis yaitu
perbandingan massa (m) dengan volume
benda (V), (Birkeland, P.W., 1984) [5]
0
)
(
m
m
H
2m
m
k g b sρ
ρ
×
−
−
=
dengan : Densitas bulk (ρ) (gram/cm
3),
massa sampel setelah dikeringkan di dalam
oven ( m
s)(gr), massa sampel yang digantung
di dalam air (m
g)(gram), massa kawat
penggantung sampel (m
k)(gram), massa
sampel setelah direndam didalam air / jenuh
(m
b)(gr),massa jenis air (ρH
2O)=1 gram/cm
3)
Penentuan Porositas
Porositas suatu bahan pada umumnya
dinyatakan sebagai porositas terbuka atau
apparent
Al Fine PowderSiC wisker Penguat Al2O3 p
(% ) wt (% ) wt
90%
10 0
7 3
4 6
1 9
80%
20 0
17 3
14 6
11 9
70%
30 0
27 3
24 6
persamaan standar ASTM C 373 - 88.
(Birkeland, P.W., 1984)[5]
m
b- m
sp = --- x 100 %
m
b- (m
g- m
k)
Kekerasan (Vickers Hardness Test)
Angka kekerasan Vickers dengan persamaan
:
Scanning Electron Microscope (SEM)
Scanning
Electron
Microscope
merupakan mikroskop elektron yang banyak
digunakan
untuk
analisa
permukaan
material. SEM juga dapat digunakan untuk
menganalisa data kristalografi, sehingga
dapat dikembangkan untuk menentukan
elemen atau senyawa. Prinsip kerja SEM di
mana dua sinar elektron digunakan secara
simultan. Satu strike specimen digunakan
untuk menguji dan strike yang lain adalah
Cathode Ray Tube (CRT) memberi
tampilan
gambar.
SEM
menggunakan
prinsip
scanning,
maksudnya
berkas
elektron di arahkan dari titik ke titik pada
objek. Gerakan berkas elektron dari satu titik
ke titik yang lain pada suatu daerah objek
menyerupai gerakan membaca. Gerakan
membaca ini disebut dengan scanning.
Komponen utama SEM terdiri dari dua unit,
electron column dan display console.
Electron column merupakan model electron
beam scanning. Sedangkan display console
merupakan
elektron
skunder
yang
di
dalamnya terdapat CRT.
3.
Hasil dan Pembahasan
Densitas Komposit
Pada komposit Al-(SiCw+Al
2O
3p) ini,
menggunakan Aluminium sebagai matrik
dengan SiCw digabung Al
2O
3p sebagai
penguat, dibuat dengan proses metalurgi
serbuk. Serbuk matrik aluminium dicampur
dengan penguat SiCw dan serbuk Al
2O
3p,
kemudian proses kompaksi. Bakalan yang
terbentuk setelah kompaksi disebut green
density. Green density ini terbentuk karena
adanya ikatan antarmuka partikel-partikel
matrik dan penguat. Green density tidak
densitas akhir komposit, karena ikatan
antarmuka serbuk yang terjadi masih sangat
lemah.
Dari gambar 1, terlihat bahwa
peningkatan komposisi matrik Aluminium
dan
penguat
Al
2O
3p
menyebabkan
peningkatan kerapatan/densitas komposit.
Peningkatan densitas juga proporsional
dengan
penambahan
penguat
alumina,
dimana densitas bakalan (green density) naik
seiring bertambahnya komposisi persen berat
(%wt) penguat. Peningkatan densitas terjadi
karena adanya gaya adhesi-kohesi antar
partikel.
Gaya
ini
dipengaruhi
oleh
penguncian antar permukaan partikel, gaya
Van Der Waals dan gaya elektostatik. Gaya
tekan yang diberikan pada partikel akan
dapat membentuk model ikatan bola-bidang.
Hal ini dikarenakan pada model ikatan ini
porositas yang terbentuk relatif semakin
kecil. Semakin meningkat komposisi berat
(%wt) penguat alumina (Al
2O
3p) yang
digunakan, maka semakin besar pula nilai
densitas yang diperoleh.
Gambar 1. Hubungan densitas dengan
komposisi bahan Al
2O
3p
Porositas Komposit
Porositas
dapat
terjadi
akibat
terjebaknya lubrikan, gas dan terjadinnya
proses perlakuan partikel yang tidak terjadi
secara sempurna. Prediksi secara tepat
kekuatan mekanik material porus dapat
dilakukan
dengan
mempertimbangkan
kekuatan antarmuka matrik dan penguat.
Ikatan antarmuka inilah yang menjadi
jembatan transmisi tegangan luar yang
diberikan dari matrik menuju partikel
penguat. Jika ikatan yang terjadi antara
matrik dengan penguat dengan baik maka
transmisi tegangan ini dapat berlangsung
dengan baik dan kuat. Keberadaan porus
yang terletak pada daerah antarmuka antar
serbuk matrik dan penguat menyebabkan
terhalangnya pembentukan ikatan antar
partikel penguat sepanjang proses kompaksi
maupun pembentukan sepanjang proses
perlakuan. Porositas juga merupakan pusat
konsentrasi tegangan eksternal yang dapat
menurunkan kemampuan material dalam
menahan beban eksternal.
Pada gambar 2. komposit Al-(SiC+
Al
2O
3p) porositas terjadi pada daerah antar
muka matrik dan penguat. Keberadaan
porositas menyebabkan penurunan sifat
mekanik komposit. Pada umumnya total
porositas banyak dipengaruhi oleh serat
SiCw yang orientasinya secara acak atau
random pada komposit. Hal ini berakibat
ikatan antarmuka serbuk aluminium dengan
serat SiCw menimbulkan pori lebih banyak
dibandingkan dengan serbuk Al dipadukan
dengan alumina partikel. Selain itu porositas
sangat
berhubungan
erat
dengan
kompaktibilitas, semakin kecil ukuran serbuk
maka luas kontak permukaan antar butir
semakin luas. Bila porositas semakin kecil
maka sifat kompaktibilitas bahan semakin
tinggi begitu juga densitas bahan meningkat.
Gambar 2. Hubungan porositas dengan
komposisi bahan Al
2O
3p
Gambar 3. menunjukkan hubungan
antara komposisi persentase berat dari
komposit
Al-(SiCw+Al
2O
3p)
terhadap
kekerasan bahan. Hal ini dapat dilihat bahwa
setiap peningkatan komposisi gabungan
penguat SiCw dan Al
2O
3p dengan komposisi
matriks
Aluminium,
menyebabkan
peningkatan dalam kekerasan. Temuan ini
mirip dengan penelitian sebelumnya [7],
bahwa semakin besar jumlah komposisi
penguat yang digunakan, semakin tinggi nilai
kekerasan
yang
diperoleh
dan
terjadi
peningkatan ikatan antar partikel. Umumnya
setiap
penambahan
penguatan
pada
aluminium
matriks
menyebabkan
peningkatan kekerasan komposit. Dalam hal
ini,
efek
penambahan
Al
2O
3p
sendiri
berdampak pada kekerasan komposit. Pada
Tabel
2.
ditampilkan
data
pengaruh
komposisi persentase berat penguat SiCw
dan Al
2O
3p pada aluminium matrik terhadap
kekerasan komposit.
Tabel 2 Data Kekerasan
No Al FinePowder SiC wisker
Al2O3 Kekerasan
(% ) wt (% ) wt VHN 1 VHN 2 VHN 3 Total SD Mean 1 10% 0% 94,592 96,552 92,691 283,835 1,931 94,612 2 90% 7% 3% 107,332 102,813 100,660 310,806 3,405 103,602 3 4% 6% 120,024 112,156 117,311 349,491 3,997 116,497 4 1% 9% 125,738 114,690 131,871 372,300 8,707 124,100 5 20% 0% 105,036 109,704 114,690 329,431 4,828 109,810 6 80% 17% 3% 128,750 117,311 131,871 377,933 7,666 125,978 7 14% 6% 141,947 135,107 125,738 402,792 8,137 134,264 8 11% 9% 149,320 141,947 131,871 423,138 8,759 141,046 9 30% 0% 125,738 135,107 122,831 383,677 6,415 127,892 10 70% 27% 3% 149,320 145,563 157,282 452,165 5,984 150,722 11 24% 6% 161,504 165,898 170,475 497,877 4,486 165,959 12 21% 9% 180,214 175,243 190,813 546,270 7,953 182,090
yang sifatnya lunak. Salah satu sifat dari
aluminium
adalah
ulet
(ductille)
dan
kekerasan yang rendah. Disisi lain, nilai
kekerasan
komposit
meningkat
dengan
penambahan persentase berat penguatan
gabungan SiCw dan Al
2O
3p. Jadi nilai
kekerasan meningkat dengan penguatan :
Al
2O
3p dari 3%wt, 6%wt dan 9%wt, untuk
masing-masing komposit matriks aluminium.
Gambar 3. Hubungan kekerasan dengan
komposisi bahan Al
2O
3p
Analisa struktur mikro SEM komposit
Berdasarkan hasil penelitian, nilai
porositas dengan peningkatan komposisi
persentase berat dari penguat gabungan
SiCw+Al
2O
3p disetiap matrik aluminium
bahwa
persentase
porositas
mengalami
peningkatan yang disebabkan oleh pengaruh
dominan dari penguat SiCw.
Gambar 4a. Foto SEM distribusi penguat pada
komposisi 0% Al
2O
3p dan 3% Al
2O
3p
Gambar 4b. Foto SEM distribusi penguat pada
komposisi 6% Al
2O
3p dan 9% Al
2O
3p.
Gambar 4(a) dan (b) menunjukkan porositas
komposit dengan 90% Aluminium matriks
dan penguatan Al
2O
3p dan SiCw adalah
masing-masing (0%+10% berat), (3%+7%
berat), (6%+ 4% berat), (1%+9% berat).
Pada gambar 4 terlihat semakin meningkat
komposisi Al
2O
3p menunjukan porositas
menurun dimana daerah ini ditunjukan
dengan semakin rapat susunan
atom-atomnya. Ini terbukti semakin kaya dengan
partikel Al
2O
3kerapatan/densitas semakin
meningkat, namun ini terjadi pada saat
penurunan komposisi dari SiCw. Hal ini juga
terjadi pada penambahan partikel Al
2O
3porositas menurun dimana struktur semakin
rapat dan berkurangnya pori pada permukaan
komposit.
4 Kesimpulan
Dari penelitian komposit Al+(SiCw+Al
2O
3p)
menggunakan yang terdiri dari aluminium
fine powder sebagai matrik dengan Silicon
Carbon whisker (SiCw) digabung alumina
partikel (Al
2O
3p) sebagai penguat, juga
berdasarkan
hipotesa,
analisa
dan
pengamatan yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan :
1.
Komposisi persentase berat (%wt) penguat
pada
komposit
Al+(SiCw+Al
2O
3p)
memberikan pengaruh terhadap sifat fisik
yaitu densitas meningkat dan porositas
menurun dengan peningkatan penguat dari
alumina, dimana densitas tertinggi adalah
(ρ = 2,469 gr/cm
3) dan porositas terendah
didapat pada p =5,235%.
Porositas berkurang
10%wt SiCw+0 %wt Al2O3 7%wt SiCw+3 %wt Al2O3
Porositas
SiCw
SiCw
Al2O3p
1%wt SiCw+9 %wt Al2O3
4%wt SiCw+6 %wt Al2O3 SiCw
Al2O3p Prosentase Porositas kecil
[image:20.595.306.537.79.202.2] [image:20.595.82.283.217.363.2] [image:20.595.72.294.540.667.2]penguat dari alumina, dimana porositas
tertinggi adalah p=21,546 % dan porositas
terendah didapat p = 5,235%. Sedangkan
sifat mekanik dimana nilai densitas
berbanding terbalik dengan hilai porositas.
3.
Sifat mekanik yaitu kekerasan meningkat
pada
komposit
Al+(SiCw+Al
2O
3p)
disetiap peningkatan persentase berat dari
alumina partikel (3%wt Al
2O
3p, 6%wt
Al
2O
3p dan 9%wt Al
2O
3p).
4.
Struktur mikro dari komposit Al+(SiCw+
Al
2O
3p) disetiap peningkatan persentase
berat dari alumina (0%, 3%wt, 6%wt dan
9%wt) pada 90%Al mempengaruhi sifat
fisik dan mekanik. Jadi peningkatan
komposisi
penguat
Al
2O
3p
dapat
mengurangi porositas dan meningkatkan
densitas juga kekerasan meningkat dengan
melihat visual dari hasil foto SEM.
Ucapan Terimakasih
Terimaksih yang dalam dan tak ternilai saya
berikan kepada Laboratorium Metalurgi
Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Udayana, Institut Teknologi Malang (ITN)
dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
(UB)
sebagai
tempat
melaksanakan
penelitian ini.
Daftar Pustaka
[1] Beatty, R. L. and Wyman, F. H., 1987,
Continous Silicon Carbide Whisker
Production, United state Patent, No.
4,637, 924.
[2]. Sciti, D., and Bellosi, A., 2002.
Microstructure
and
Properties
of
Alumina-SiC nanocomposites Prepared
from Ultrafine Powders, Journal of
Material Science 37, Kluwer Academic
Publishers.
[3] Widyastuti, Eddy, S., Siradj, Dedi
Priadi, and Anne Zulfia., 2008.
Compactibility Al/Al
2O
3Composites
with Variable Hold Time Sintering,
Makara,
Sains,
Vol.12,
No.
2,
November (2008), 113-119.
[4] Zainuri, M., Siradj, E. S., Priadi, D., dan
Zulfia, A., 2008. Pengaruh Pelapisan
Permukaan Partikel SiC dengan Oksida
Komposit Al/SiC. Matrix, 12 (2),
126-133.
[5] Birkeland, P. W., 1984. Soil dan
Geomorphologi, Oxford, University Press
New York,halaman 14-15.
[6] Garnier, V., Fantozzi, G., Nguyen, D.,
Dubois, J., & Thollet, G., 2005.
Influence of SiC whisker Morphology
and Nature of SiC / Al
2O
3Interface on
Thermo Mechanical Properties of SiC
Reinforced Al
2O
3Composites. Journal
of the European Ceramic Society, 25,
3485-3493.
doi
:
10.1016/
j.
jeurceramsoc.2004.09.026.
[7] Gibson Ronald, F., 1994. Principles of
Composite
Material
Mechanics.