TUGAS MAKALAH
LANDASAN PENDIDIKAN
“PENGARUH PERPUSTAKAAN TERHADAP MUTU
PENDIDIKAN”
“Makalah Ini Di Ajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah
Landasan Pendidikan”
Oleh :
Nama : YOPI
NIM : 13221086
Program Studi : S1-BAHASA INGGRIS
Kelas : I A
Semester : I ( Satu )
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
( STKIP ) GARUT
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul “Pengaruh Perpustakaan Terhadap Mutu Pendidikan”, sesuai
dengan waktu yang ditentukan.
Penulisan makalah ini, dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah
“ Landasan Pendidikan ” Program Studi Bahasa Inggris STKIP Garut.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari
bantuan dan dorongan berbagai pihak, oleh karena itu untuk selanjutnya penulis
menyampaikan terima kasih.
Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangannya oleh karena itu penulis memohon kritik dan saran yang
membangun guna penyempurnaan makalah ini.
Pada akhirnya penulis berharap semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang berkeinginan untuk membaca.
Penulis
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN...iii
1.1 Latar Belakang Masalah ...iii
1.2 Identifikasi Masalah ...iv
1.3 Pembatasan Masalah ...iv
1.4 Rumusan...v
BAB II PEMBAHASAN...1
2.1 Pengertian Perpustakaan...1
... 2.2 Tujuan Perpustakaan Sekolah ...1
... 2.3 Fungsi Perpustakaan Skolah ...2
2.3.1. Fungsi Edukatif ...2
2.3.2. Fungsi Informatif...2
2.3.3. Fungsi Administratif...3
2.3.4. Fungsi Rekreatif...3
2.3.5. Fungsi Penelitian...3
2.4 Sumbangan Perpustakaan Terhadap Pelaksanaan Program Pendidikan Di Sekolah ...4
2.5.1 Pengembangan Koleksi Perpustakaan ...5
2.5.2 Pengembangan Fasilitas Perpustakaan...7
2.5.3 Membangun Kerjasama dan Peran Serta Masyarakat...9
2.5.4 Menghidupkan Kembali Fungsi Perpustakaan sebagai Ruang Publik ...10
2.6 Peranan dan manfaat perpustakaan...12
BAB III PENUTUP ...14
3.1 Kesimpulan ...14
3.2 Saran ...14
14 DAFTAR PUSTAKA ...15
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami
kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara
berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang
tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya
manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang
dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang
mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan
masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus
terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika
memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang
besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam
masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna
sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan
inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai
salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan
bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk
dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli
terhadap dunia pendidikan.
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH
Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah
terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program
pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap
pelaksanaan program tersebut. Berkaitan dengan judul tersebut, maka
masalahnya dapat diidentifikasi sebagaiberikut:
1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah
2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?
1.3 PEMBATASAN MASALAH.
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang
dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di
sekolah;
b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut,
masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
pendidikan di sekolah ?
2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?
BAB II
PEMBAHASAN
Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan
sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan
buku. Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan
perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap
pelaksanaan program pendidikan.
2.2 Tujuan Perpustakaan Sekolah.
Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah
meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur
sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang,
mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler
dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu
menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta
memantapkan strategi belajar mengajar. Namun secara operasional tujuan
perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di
sekolah, diantaranya adalah :
1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.
2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.
3. Memperluas pengetahuan para siswa.
4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.
5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.
7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.
8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler,
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan
beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
2.3.1 Fungsi Edukatif.
Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang
mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan
daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa,
mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu
membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan
dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
2.3.2 Fungsi Informatif.
Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan
menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang
berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang
disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan
para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang
diperlukannya.
2.3.3 Fungsi Administratif
Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah
perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan
pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi
yang praktis, efektif, dan efisien.
2.3.4 Fungsi Rekreatif.
Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan
disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu
menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan
bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi
2.3.5 Fungsi Penelitian
Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan
menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek
penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.
2.4 Sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di
sekolah.
Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah
sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program
pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain : 1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.
3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar telah terbangun.
4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.
5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk
mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan fektif.
6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.
9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.
11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk
melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.
perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini
biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.
14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.
2.5 Optimalisasi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa
Kelalaian pengelolaan peprustakaan sekolah di Indonesia, berakibat
buruk terhadap perspektif perpustakaan itu sendiri. Perpustakaan masih
dominan dipandang sebagai tempat penyimpanan buku-buku yang sumpek
dan membosankan. Pandangan seperti ini dapat dirubah dengan
mengoptimalkan pengembangan perpustakaan khususnya perpustakaan
sekolah.
Optimalisasi pengelolaan perpustakaan harus didukung oleh
pengelolaan perpustakaan yang profesional dan modern oleh pihak
sekolah, sehingga masyarakat dapat melihat perubahan yang kongkritdari
sebuah perpustakaan. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh
sekolah dalam rangka merubah stigma masyarakat tentang keberadaan
sekolah. Pertama, dengan pengelolaan peprustakaan yang lebih
profesional. Kedua, pengembangan perpustakaan dengan fasilitas yang
memadai.
Salah satu faktor yang menghambat pengembangan perpustakaan di
Indonesia adalah pengelolaan yang masih jalan di tempat. Perpustakaan
ketidaknyamanan dalam pemanfaatan perpustakaan. Disamping itu, ruang
perpustakaan belum tertata dengan apik dan menyenangkan, padahal
suasana ruang baca sangat mempengaruhi terhadap kenyamanan pengguna
perpustakaan.
Selain itu, koleksi perpustakaan sekolah belum mengalami
pomedernisasian baik dalam hal kualitas, isi, maupun pengolahan. Koleksi
buku-buku tersebut masih didominasi oleh literatur ilmiah, padahal dalam
sebuah perpustakaan khususnya perpustakaan sekolah seluruh jenis bahan
bacaan termasuk fiksi merupakan koleksi perpustakaan.
2.5.1 Pengembangan Koleksi Perpustakaan
Permasalahan utama di perpustakaan sekolah adalah koleksi yang
tidak memadai. Sebagaian besar koleksi perpustakaan sekolah hanya
dipnuhi oleh buku-buku paket atau buku bacaan yang bahkan sudah
tidak laik baca. Akibatnya, perpustakaan sekolah menjadi kurang
popular dikalangan peserta didik. Hal ini pula yang menyebabkan
perpustakaan tidak memiliki kolerasi yang signifikan dengan
peningkatan kualitas pendidikan.
Hal semacam ini terjadi bukan hanya karena sekolah tidak memliki
startegi dalam pengembangan perpustakaan, tetapi juga karena sekolah
masih beranggapan bahwa perpustakaan semata-mata hanya menjadi
tempat penyimpanan buku-buku paket yang dihadiahkan oleh
Untuk membangun perpustakaan yang memiliki peranan dalam
meningkatkan minat baca siswa, sekolah perlu memperhatikan dan
mempertimbangakan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan
pengadaan koleksi bagi perpustakaan. Koleksi perpustakaan haruslah
bersifat Up to date dan dilakukan secara berkesinambungan.
Perpustakaan sekolah hendaknya tidak saja diisi oleh buku-buku paket
yang menjemukan, tetapi juga diiringi dengan pengadaan bahan bacaan
lain, baik yang bersifat fiksi maupu non-fiksi. Sekolah hendaknya
menghilangkan anggapan bahwa pengadaan koleksi yang bersifat fiksi
hanya akan membuat siswa menjadi malas belajar.
Dalam manajemen koleksi, pada dasarnya jumlah bukan suatu hal
yang menjadi sangat prinsip, akan tetapi lebih penting bagaimana
koleksi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.
“it doesn’t matter how many books you may have, but whether they are
good or no”.
Tahun 1994, Ditjen Dikdasmen memprakasai survey guna memilih
buku-buku bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan cara
ini, anak-anak dilibatkan dan didengarkan kebutuhannya.
Koleksi yang terdapat di peprustakaan sangat mempengaruhi
keberhasilan sebuah perpustakaan dalam meningkatkan minat baca
sangat potensial bagi sebuah perpustakaan untuk menerima kunjungan
bahakan untuk mengembangkan tradisi membaca.
2.5.2 Pengembangan Fasilitas Perpustakaan
Permasalahan lain yang dihadapi oleh perpustakaan sekolah adalah
minimnya fasilitas standar perpustakaan. Tanpa disadari, fasalitas
perpustakaan justru dpat merubah image perpustakaan sebagai gudang
buku.
Fasilitas perpustakaan menjadi sisi lain yang perlu diperhatikan
dalam pengelolaan perpustakaan. Acapkali yang menjadi masalah
adalah “ketiadaan” dan “ketidakberdayaan” fasilitas di perpustakaan.
Strata sekolah, mempengaruhi karakteristik fasilitas perpustakaan
yang tersedia. Akan tetapi terdapat 3 hal yang harus diperhatikan
sekolah dalam hal fasilitas perpustakaan,
Kenyamanan
1. Keterbukaan atau penerimaan
2. Kemudahan bagi pengguna
Selain itu perpustakaan sudah sepatutnya dilengkapi dengan ruang
baca, yang tidak hanya layak tapi juga nyaman. Selain itu perpustakaan
perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini. Selain koleksi yang
sudah mengedepankan bentuk audio-visual, perpustakaan hendaknya
dilengkapi dengan sarana internet yang memungkinkan peserta didik
mengikuti pekembangan informasi dan pengetahuan terkini dari seluruh
belahan dunia.
Perpustakaan sekolah yang sebagian besar penggunanya adalah
anak usia sekolah, harus mampu menampilkan suasana perpustakaan
yang bersahabat, rileks, penuh kreativitas, serta tempat bermain dan
belajar.
Sekolah hendaknya jangan menciptakan sebuah image perpustakaan
yang menakutkan tapi justru sebaliknya. Jika lingkungan perpustakaan
sudah cukup kondusif bagi peserta didik, maka perpustakaan akan dapat
menjalankan perannya secara maksimal dalam meningkatkan minat
baca siswa.
Fasilitas perpustakaan sekolah yang minim, pada dasarnya telah
memberikan dampak terhadap pelaksanaan fungsi perpustakaan sebagai
sarana pembangun minat baca peserta didik. Keterbatasan fasilitas ini
dialami oleh hampir seluruh perpustakaan sekolah di Indonesia. Oleh
karena itu, sudah saatnya sekolah merancang fasilitas yang memadai
bagi peprustakaan guna terciptanya fungsi perpustakaan dalam
membangun minat baca siswa.
Pihak sekolah sudah saatnya merancang strategi dalam rangka
pengembangan perpustakaan sekolah. Diharapkan, sekolah tidak lagi
memfokuskan pengembangan perpustakaan hanya dari anggaran yang
dialokasikan pemerintah tetapi juga dapat dilakukan dengan
mengikutsertakan masyarakat pendukung sekolah.
Jika pihak sekolah masih bertolak pada anggaran pemerintah untuk
pengembangan perpustakaan, maka sekolah yang mempunyai
perpustakaan yang representative dimasa yang akan datang tidak begitu
menjanjikan. Hal ini dikarenakan masih kecilnya alokasi Anggran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengembangan
pendidikan. Oleh karena itu, sekolah harus mampu mengorganisir
institusi pendidikan tersebut meskipun dengan keterbatasan dana.
Perpustakaan sekolah dapat dikembangkan dengan pemberdayaan
masyarakat disekitar lingkungan sekolah karena pengembangan
perpustakaan sekolah tidak bisa menunggu terlalu lama kucuran dana
dari pemerintah.
Pengembangan perpustakaan sekolah sudah saatnya dilakukan
dengan menjalin kerjasama antara lingkungan sekolah dan masyarakat,
sehingga pada akhirnya perpustakaan sekolah diharapkan mampu
tumbuh dan berkembang menjadi sebuah institusi yang ideal dalam
Jalinan kerjasama ini tidak hanya dilakukan dengan orang tua
murid, tetapi dapat dilakukan dengan masyarakat luas dan pada
akhirnya peprustakaan dituntut untuk mampu meningkatkan sumber
daya peprustakaan berupa koleksi, fasilitas yang berpotensi guna
mewujudkan sebuah peprustakaan sekolah yang ideal.
2.5.6 Menghidupkan Kembali Fungsi Perpustakaan sebagai Ruang
Publik
Akrab dengan perpustakaan dan tahu tentang keberadaan
perpustakaan adalah jawaban dari semua premis-premis negatif yang
berkembang dimasyarakat. Perpustakaan harus dikenalkan sejak kecil,
mulai dari bangku sekolah dasar bahkan dari bangku taman
kanak-kanak. Dalam proses pengenalan inilah, perpustakaan harus mampu
memaksimalkan fungsinya sebagai ruang publik bukan hanya sebatas
ruangan atau gudang penyimpan buku.
Perpustakaan harus mampu hadir sebagai sosok tempat yang
selain menawarkan informasi dan pengetahuan juga memberikan
kenyamanan dan suasana belajar yang kondusif bagi masyarakat,
dalam artian bahwa perpustakaan bisa digunakan kapan pun oleh
siswa.
Perangkat sekolah, terutama guru harus mampu menggalakkan
kembali fungsi perpustakaan sebagai sumber ilmu dan tempat
siswa pun dapat beristirahat, bermain, atau bercengkrama dengan
teman di perpustakaan sekolah. Selain itu, perpustakaan pun dapat
dijadikan sebagai media silaturahmi antara guru dengan siswa, siswa
dengan siswa, guru dengan orang tua, maupun sekolah dengan
masyarakat luas.
Dengan demikian masyarakat akan lebih menenal perpustakaan,
bukan hanya sebatas gudang buku tapi lebih kepada tempat yang
nyaman untuk belajar dan beerkomunikasi.
2.6 Peranan Dan Manfaat Perpustakaan
Pada hakikatnya pengertian perpustakaan telah mengarahkan kepada
tiga hal yang mendasar , yaitu perpustakaan sebagai salah satu sarana
pelestarian bahan pustaka; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi
ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan
sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang
pembangunan nasional.
Meninjau dari pengertian perpustakaan sebenarnya perpustakaan
memiliki tanggungjawab dan peranan yang sangat besar pada dunia
pendidikan, andilnya dalam menciptakan individu – individu yang
mandiri berilmu dan berwawasan luas merupakan bentuk perwujudan
dari peranan perpustakaan dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai
semua itu maka perlu pengembangan perpustakaan yang sesuai dengan
standar nasional yaitu dengan peningkatan sumber daya,artinya orang –
kapasitas sebagai pustakawan maupun tenaga pelayanan dan
pengelolahan perpustakaan secara profesional, selain itu pengembangan
sarana prasarana untuk menunjang dan mempermudah perpustakaan
diakses oleh khalayak.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap
Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :
2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di
semua jenjang pendidikan.
3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan
fungsinya
B. SARAN
Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsinya
dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan
saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya
mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang
handal dan profesional.
DAFTAR PUSTAKA
Ase S. Muchyidin. 1993. Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah
Dasar. CV GEGER SUNTEN: Bandung.
Burhanudin.1994, Analisis Administrasi, manajemen dan Kepemimpinan
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Cuandi, Ade. , 2003, Kepemimpinan Kepala Sekolah,Bandung: Suara Daerah 8
Djauzak Ahmad. 1994. Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar. Departemen
Pendidikan, Direktorat Pendidikan Dasar:Jakarta Indonesia. Undang-undang RI
Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.
Kusmiharjo dan Burhanudin,1997, Dasar dasar Manajemen Pendidikan II
(Kepemimpinan) . Jakarta : Dikmenum Memelihara Perpustakaan di Sekolah.
Perpustakaan Nasional RI: Jakarta
Pelayanan Perpustakaan, dengan Referensi untuk Perpustakaan Sekolah. Biro
Perpustakaan IKIP: Bandung
Perpustakaan Nasional. 1972. Perpustakaan Sekolah, Petunjuk untuk Membina,
Memakai dan. Sudirman. , 19 : 2005, Peran Kepala Sekoloh Dalam
Konsep MBS, Bandung : Suara Daerah
Sudjana, Nana, 1987, Tuntutan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung : Sinar Baru
Algesindo Surakhman, S, 1990, Metode Penelitian.