• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS VIII A SMPN 3 KATINGAN HILIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS VIII A SMPN 3 KATINGAN HILIR"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

981

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS VIII A SMPN 3 KATINGAN HILIR

TONY SUSANTO1

Email [email protected] ABSTRAK

Masalah yang dihadapi siswa kelas VIII A SMPN 3 Katingan Hilir diantaranya adalah kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan metode pembelajaran ketika proses belajar mengajar, sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar.siswa. Dilihat dari keadaan tersebut, maka dapat diketahui bahwa metode yang digunakan selama ini kurang efektif, rumusan masalah pada penelitian ini adalah: “Apakah terjadi peningkatan hasil belajar melalui metode demonstrasi siswa kelas VIII A SMPN 3 Katingan Hilir ?

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar. dengan subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas VIII A SMPN 3 Katingan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus menggunakan prosedur tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan hasil pra siklus yaitu dengan nilai rata-rata kelas 70,5 dengan ketuntasan 37,5 % (6 dari 16 siswa), Kemudian dari hasil tindakan siklus II menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan lagi, terlihat dari nilai rata-rata kelas mencapai 85,8 dengan ketuntasan 87,5 % (14 dari 16 siswa). Berdasarkan data hasil tindakan ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 3 Katingan Hilir pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci : Hasil belajar, metode demonstrasi

PENDAHULUAN

Seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing, namun seorang guru juga dituntut untuk mampu menimbulkan

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

982

motivasi belajar siswa agar dapat meraih prestasi yang setinggi mungkin. Hasil belajar siswa sangat berpengaruh pada kegiatan belajar, salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah penggunaan metode pembelajaran yang tepat.

Metode pembelajaran berfungsi sebagai salah satu cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Ada beberapa metode pembelajaran yang sering digunakan atau telah dikenal misalnya metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode pemberian penugasan, metode demonstrasi dan sebagainya. Oleh karena itu, penggunaan metode pembelajaran yang tepat amat diperlukan dalam menumbuhkan kegiatan belajar bagi peserta didiknya.

Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan pembelajaran yang baik. Misalnya, dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan dan disesuaikan dengan kondisi Siswa.

Dengan adanya ketepatan dalam memilih sebuah metode pembelajaran maka akan dengan mudah tercapainya tujuan dari pembelajaran. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diukur dari kemampuan Siswa dalam memahami materi pelajaran. kriteria keberhasilan pembelajaran diukur dari sejauh mana Siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran di dalam kelas dikatakan berhasil apabila sebagian besar Siswa memahami pelajaran dengan baik.

Salah satu contoh metode yang digunakan adalah metode demonstrasi.

Metode ini biasanya digunakan dalam praktek ibadah, cocok diterapkan berkaitan dengan fiqih (taharah, sujud dan shalat). Oleh karena itu, peran guru dan siswa sama-sama dominan agar terjalin interaksi belajar mengajar yang

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

983

efektif. Guru hendaknya dapat menyesuaikan dirinya dalam mengajar dengan situasi dan kondisi yang dihadapi agar siswa mampu memahami dengan baik materi yang disampaikan.

Pendekatan pembelajaran dengan metode demonstasi akan menolong guru dalam mengaitkan isi materi dengan aktivitas siswa sehari-hari, memotivasi para pelajar untuk membuat hubungan antara ilmu pengetahuan dan mendekatkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga, warga negara, maupun pekerja. Itu semua digunakan dengan sungguh- sungguh untuk keperluan proses pembelajaran.

Metode Demonstrasi merupakan metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses atau suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu (Muhibbin, 2008:56). Metode ini dapat dilakukan bersama-sama antara guru dan murid utuk menjelaskan proses suatu ilmu atau materi pelajaran yang membutuhkan contoh seperti thaharah, berwudhu, sujud (syukur, sahwi dan tilawah) dan sholat. Oleh karena itu di sini penulis memberikan upaya peningkatan pembelajaran yang dapat meningkatkan motorik dalam pembelajaran materi sujud dengan menggunakan metode demonstrasi.

Menurut Syaiful Bahri dan Aswan (2010: 101) langkah-langkah dalam metode demonstrasi adalah sebagai berikut :

1. Persiapan

Menciptakan kondisi belajar siswa untuk melaksanakan demonstrasi dengan cara :

a. Menyediakan alat-alat demonstrasi

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

984 b. Tempat duduk siswa

2. Pelaksanaan

Mengajukan masalah kepada siswa. Melaksanakan demonstrasi:

a. Menjelaskan dan mendemonstrasikan suatu prosedur atau proses.

b. Usahakan seluruh siswa dapat mengikuti/mengamati demonstrasi dengan baik.

c. Beri penjelasan yang padat, tapi singkat. Hentikan demonstrasi kemudian adakan tanya jawab.

3. Evaluasi/tindak lanjut

a. Beri kesempatan kepada siswa untuk tindak lanjut mencoba melakukan sendiri (metode eksperimen).

b. Membuat kesimpulan demonstrasi.

c. Mengajukan pertanyaan kepada siswa.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom Action Research). Pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inquiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.

Tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus, model yang digunakan adalah model proses siklus yang mengacu pada model PTK Stephen Kemmis dan Robin Mc.Tanggart yang memiliki 4 (empat) tahap kegiatan pada setiap siklusnya, yaitu: (Suharsimi,dkk.2007:16) (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

985

Refleksi Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan dan Tindakan

Pelaksanaan

tindakan, (3) Pengamatan (observasi), dan (4) Refleksi dan evaluasi untuk memperoleh sejauh mana pencapaian hasil yang diharapkan kemudian direvisi untuk melaksanakan tindakan pada siklus berikutnya.

Untuk lebih lanjut pola tindakan dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1.

Model PTK menurut Kemmis dan Robin Mc.Tanggart.

Tujuan utama penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta profesionalisme guru dalam menangani proses belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah.

Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII A SMPN 3 Katingan Hilir

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

986

tahun pelajaran 2021/2022. Pemilihan subyek ini didasarkan pada pertimbangan guru bidang studi bahwa kelas VIII A memiliki prestasi belajar yang kurang dalam pelajaran tersebut. Diharapkan dengan metode demonstrasi ini, hasil belajar siswa kelas VIII A dapat lebih meningkat. Jumlah siswa kelas VIII A berjumlah 16 orang. Terdiri dari 10 laki-laki dan 6 perempuan.

Analisa data kuantitatif dari tes hasil belajar dilakukan dengan mencocokkan kunci/alternatif jawaban yang benar sesuai dengan konsep dari bidang ilmu yang bersesuaian. Kemudian disesuaikan dengan indicator keberhasilan untuk mengambil kesimpulan. Pada penelitian tindakan kelas ini setiap siswa dianalisis hasil yang didapat dari setiap siklus. Peneliti membandingkan tentang prosentase ketuntasan belajar siswa dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam. Adapun tingkat ketuntasan belajar pada mata pelajaran tersebut di SMPN 3 Katingan Hilir ditentukan pada nilai 80. Siswa dikatakan tuntas apabila mendapat nilai ≥ 80.

Data hasil observasi dianalisis dengan memberikan gambaran situasi yang terjadi saat pelaksanaan tindakan dalam bentuk kalimat. Data yang diperoleh pada lembar observasi kemudian dihitung prosentasenya. Hasil analisis data observasi per siklusnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan keaktifan siswa setelah dilakukan pembelajaran dan digunakan untuk merencanakan tindakan pada siklus selanjutnya.

HASIL PENELITIAN

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

987 Pra Siklus

Data pra tindakan yaitu data hasil tes atau nilai sebelumnya hal ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kegiatan pra siklus ini penulis mengadakan Pretest dalam bentuk Tanya jawab kepada para siswa dengan 10 pertanyaan dengan 1 pertanyaan berbobot nilai 10 point. Untuk lebih jelasnya dapat dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1.

Perolehan Nilai Siswa Pra Siklus

Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukan hasil nilai siswa pada pra siklus dengan perolehan nilai rata- rata siswa 44,4 dengan ketuntasan 0 % karena semua siswa nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Siklus I

No Jumlah Siswa Nilai Kumulatif Persentase

1 2 60 120 12,5 %

2 5 50 250 31,3 %

3 7 40 280 43,8 %

4 2 30 60 12,5 %

Jumlah 16 710 100 %

Rata-rata 44,4

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

988

Tahap Tindakan diawali dengan refleksi dari kegiatan pembelajaran sebelumnya (pra siklus) dan membuat rencana perbaikan pelajaran pada siklus pertama dengan proses pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dan disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Selama proses belajar mengajar, peneliti mengikuti langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi. Setelah selesai pelaksanaan kegiatan pembelajaran tindakan siklus I diketahui hasil observasi aktifitas guru, aktifitas siswa dan nilai akhir pada siklus I. Untuk lebih jelasnya tergambar dalam tabel berikut.

Tabel 2

Hasil Observasi Aktifitas Guru Siklus I

No. Aktivitas Guru Ya Tidak

1 Membagikan siswa menjadi beberapa kelompok √ 2 Menunjukkan Video tentang tatacara sujud syukur,

sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 3 Meminta siswa untuk memperhatikan keterangan yang

disampaikan

√ 4 Meminta siswa untuk menyebutkan urutan sujud

syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 5 Meminta siswa untuk memberikan\pendapat atau

komentar seputar mengenai tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

6 Menyuruh siswa menyebutkan masalah yang dihadapi dalam sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 7 Meminta siswa untuk mempraktekkan tatacara sujud

syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah pada tempat yang telah disiapkan guru

8 Menyuruh siswa untuk memperhatikan temannya yang sedang mempraktekkan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

9 Memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan tanggapan atau saran terhadap masalah Kawannya

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

989 Keterangan Presentase :

1. 76 % < NR < 100 % : Sangat baik 2. 51 % < NR < 75% : Baik

3. 26 % < NR < 50 % : Cukup

4. 0 % < NR < 25 % : Kurang Baik (Depdiknas, 2004)

Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukan data pengamatan diperoleh ferkuensi “Ya” berjumlah 8 dengan presentase 80% dengan kategori sangat baik sedangkan ferkuensi “Tidak” berjumlah 2 dengan presentase 20%.

Tabel 3

Hasil Observasi Aktifitas Siswa Siklus I 10 Membingbing siswa dalam mengevaluasi pendapat

atau saran yang dikumpulkan

Jumlah 8 2

Presentase 80% 20%

No. Aktivitas Siswa Ya % Ti

dak

%

1 Siswa membuat beberapa kelompok 16 100,0 0 0 2 Siswa memperhatiakan Video tentang

tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

10 62,5 6 37,5

3 Siswa memperhatikan keterangan yang disampaikan oleg guru

12 75,0 4 25,0

4 Siswa menyebutkan urutan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

10 62,5 6 37,5 5 Siswa memberikan\pendapat atau komentar

seputar mengenai tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

10 62,5 6 37,5

6 Siswa menyebutkan masalah yang dihadapi dalam sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

8 50,0 8 50,0

(10)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

990 Keterangan Presentase :

1. 76 % < NR < 100 % : Sangat baik 2. 51 % < NR < 75% : Baik

3. 26 % < NR < 50 % : Cukup

4. 0 % < NR < 25 % : Kurang Baik (Depdiknas, 2004)

Berdasarkan tabel 3 di atas menunjukan aktivitas siswa diperoleh frekuensi “Ya” berjumlah 116, dengan presentase mencapai 72,5 % dengan kategori baik, sedangkan untuk frekuensi “Tidak” berjumlah 44 atau 27,5 %.

Tabel 4.

Perolehan Nilai Siswa Siklus I

No Jumlah Siswa Nilai Kumulatif Persentase

1 1 86 86 6,3 %

2 1 84 84 6,3 %

3 2 82 164 12,5 %

4 2 80 160 12,5 %

5 1 78 78 6,3 %

6 1 74 74 6,3 %

7 4 62 248 25,0 %

8 1 60 60 6,3 %

9 3 58 174 18,8 %

7 Siswa mempraktekkan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah pada tempat yang telah disiapkan guru

16 100,0 0 0

8 Siswa memperhatikan temannya yang sedang mempraktekkan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

10 62,5 6 37,5

9 Siswa memberikan tanggapan atau saran terhadap masalah Kawannya

8 50,0 8 50,0

10 Siswa mengevaluasi pendapat atau saran yang dikumpulkan

16 100,0 0 0

Jumlah 116 44

Presentase 72,5 27,5

(11)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

991

Jumlah 16 1128 100 %

Rata-rata 70,5

Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukan hasil belajar dari nilai rata- rata siswa adalah 70,5 dengan ketuntasan 37,5 % ( 6 dari 16 siswa) pada siklus I, meskipun hasil belum sesuai dengan yang diharapkan, karena masih banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), namun jika diperhatikan nilainya sudah jauh lebih baik dari pada saat pra siklus, dimana nilai rata-rata nilai 44,4 dengan ketuntasan 0 % pada saat Pra Siklus.

Kegiatan pembelajaran pada siklus pertama masih ada kelemahan- kelemahan dan kekurangan meskipun dalam pembelajaran ini dilaksanakan dengan baik sesuai rencana.

Siklus II

Tindakan pada siklus kedua ini tidak berbeda jauh dengan siklus pertama, diawali dengan melakukan refleksi dari kegiatan perbaikan pembelajaran siklus sebelumnya, dan menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus kedua dengan materi yang sama. Pelaksanaannya pembelajaran bertitik tolak pada kekurangan-kekurangan di siklus pertama.

Diketahui hasil observasi aktifitas guru, aktifitas siswa dan nilai akhir pada siklus II, Untuk lebih jelasnya dapat dikemukakan dalam tabel berikut.

Tabel 5

Hasil Observasi Aktifitas Guru Siklus II

No. Aktivitas Guru Ya Tidak

1 Membagikan siswa menjadi beberapa kelompok √

(12)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

992 Keterangan Presentase :

1. 76 % < NR < 100 % : Sangat baik 2. 51 % < NR < 75% : Baik

3. 26 % < NR < 50 % : Cukup

4. 0 % < NR < 25 % : Kurang Baik (Depdiknas, 2004)

Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukan data pengamatan didapat ferkuensi “Ya” berjumlah 10 dengan presentase 100% dengan kategori sangat baik.

2 Menunjukkan Video tentang tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 3 Meminta siswa untuk memperhatikan keterangan yang

disampaikan

√ 4 Meminta siswa untuk menyebutkan urutan sujud

syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 5 Meminta siswa untuk memberikan\pendapat atau

komentar seputar mengenai tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

6 Menyuruh siswa menyebutkan masalah yang dihadapi dalam sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

√ 7 Meminta siswa untuk mempraktekkan tatacara sujud

syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah pada tempat yang telah disiapkan guru

8 Menyuruh siswa untuk memperhatikan temannya yang sedang mempraktekkan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

9 Memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan tanggapan atau saran terhadap masalah Kawannya

10 Membingbing siswa dalam mengevaluasi pendapat atau saran yang dikumpulkan

Jumlah 10 0

Presentase 100% 0%

(13)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

993 Tabel 6

Hasil Observasi Aktifitas Siswa Siklus II

(14)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

994 Keterangan Presentase :

1. 76 % < NR < 100 % : Sangat baik 2. 51 % < NR < 75% : Baik

3. 26 % < NR < 50 % : Cukup

4. 0 % < NR < 25 % : Kurang Baik (Depdiknas, 2004)

No. Aktivitas Siswa Ya % Ti

dak

%

1 Siswa membuat beberapa kelompok 16 100 0 0 2 Siswa memperhatiakan Video tentang

tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

14 87,5 2 12,5 3 Siswa memperhatikan keterangan yang

disampaikan oleg guru 16 100 0 0

4 Siswa menyebutkan urutan sujud syukur,

sujud sahwi, dan sujud tilawah 14 87,5 2 12,5 5 Siswa memberikan\pendapat atau

komentar seputar mengenai tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

14 87,5 2 12,5 6 Siswa menyebutkan masalah yang

dihadapi dalam sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

12 75 4 25 7 Siswa mempraktekkan tatacara sujud

syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah pada tempat yang telah disiapkan guru

16 100 0 0 8 Siswa memperhatikan temannya yang

sedang mempraktekkan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

14 87,5 2 12,5 9 Siswa memberikan tanggapan atau saran

terhadap masalah Kawannya 14 87,5 2 12,5 10 Siswa mengevaluasi pendapat atau saran

yang dikumpulkan 16 100 0 0

Jumlah 146 14

Presentase 91,3 8,7

(15)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

995

Berdasarkan tabel 6 di atas menunjukan aktivitas siswa diperoleh frekuensi “Ya” berjumlah 146, dengan presentase mencapai 91,3 % dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk frekuensi “Tidak” berjumlah 14 atau 8,7

%.

Tabel 7.

Perolehan Nilai Siswa Siklus II

No Jumlah Siswa Nilai Kumulatif Persentas e

1 1 98 98 6,3 %

2 2 94 188 12,5 %

3 1 92 92 6,3 %

4 2 88 176 12,5 %

5 2 86 172 12,5 %

6 4 84 336 25,0 %

7 1 82 82 6,3 %

8 1 80 80 12,5 %

9 2 74 148 6,3 %

Jumlah 16 1372 100 %

Rata-rata 85,8

Keterangan Presentase :

1. 76 % < NR < 100 % : Sangat baik 2. 51 % < NR < 75% : Baik

3. 26 % < NR < 50 % : Cukup

4. 0 % < NR < 25 % : Kurang Baik (Depdiknas, 2004)

Berdasarkan tabel 7 di atas menunjukan hasil belajar diperoleh nilai rata- rata siswa adalah 85,8 dengan ketuntasan 87,5 % ( 14 dari 16 siswa) pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pembelajaran dan sesuai dengan

(16)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

996

tujuan yang diharapkan, walaupun masih ada 2 orang yang belum mencapai KKM. Adapun bagi mereka yang masih di bawah KKM, maka diadakan remedial agar nilainya mencapai KKM.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 3 Katingan Hilir pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

2. Indikator keberhasilan terlihat dari hasil nilai ketuntasan belajar dimana pada proses pra siklus semua siswa masih di bawah KKM atau 0% siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata kelas yaitu 44,4, dan pada siklus I meningkat menjadi 6 siswa atau 37,5% siswa yang tuntas dengan nilai rata- rata kelas yaitu 70,5, kemudian pada siklus II tingkat ketuntasan meningkat yaitu 14 siswa atau 87,5 % siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata kelas yaitu 85,7. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari pra siklus sampai pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Ahsan Muhammad dan Sumiyati, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VIII, 2017, Bogor: CV. Mitra Abadi, Cet. Ke-2: (Edisi Revisi),

(17)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

997

Andini, Pratama, A, Aditya, 2003, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya:

Prima Penerbit Surabaya, Cet. I.

Arikunto, Suharsimi, dkk, 2007, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara.

Asrori, H. Mohammad. 2009.Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: CV.Wacana Prima.

Budiyanto, Mangun dan Syamsul Kurniawan, 2017, Strategi dan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Yogyakarta: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas ILmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Yogyakarta , Cet. II.

Depdiknas, 2004. Penilaian. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah,

Departemen Pendidikan Nasional.

Djamarah, Syaiful Bahari dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: PT Rieneka Cipta.

Marfuah Maharati, 2018. Bagaimana Seharusnya Sujud Syukur, Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.

Purwanto, 2009. Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan diagram 2 sikap terhadap penyelidikan IPA di SMP se-Kabupaten Muaro Jambi diketahui bahwa siswa lebih cenderung memilliki sikap cukup baik sebanyak 1409 siswa

Terdapat tiga mekanisme yang diduga terjadi sehingga pasir kuarsa terlapis MnO 2 mampu menurunkan kadar besi yang terkandung pada sampel air tanah, yaitu mekanisme

Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi adalah surat ijin usaha yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bagi perusahaan Jasa Konstruksi untuk dapat melaksanakan kegiatan di bidang usaha

Panitia Tata Pengaturan Air Propinsi Daerah Tingkat I mempunyai forum Membantu Gubernur dalam melaksanakan wewenang koordinasi tata pengaturan air yang berdasarkan Pasal 8

Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu, metode preventif dan.

berkaitan dengan masalah jadi sumber penunjang dalam penelitian ini adalah.. perangkat yang ada di MTsN

Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja

Bagi pegawai terlebih pegawai ketatausahaan lembaga pendidikan penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi dan acuan dari penerapan mass education dalam meningkatkan