1
Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang mempunyai banyak suku bangsa dan ciri khas yang beragam. Suku bangsa merupakan sekumpulan manusia yang bersatu dalam budaya, karakteristik suatu kewarganegaraan atas ras, bahasa dan agama yang sama, kesamaan ini didasarkan atas garis keturunan.
Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau yang banyak didiami oleh Bangsa Melayu yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku tersebut ialah Suku Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, dan lain sebagainnya. Di Provinsi Jambi saat ini masih terdapat suku atau kelompok masyarakat yang belum berakulturasi dengan masing-masing kelompok masyarakat pasca tradisional, mereka dikenal dengan sebutan Suku Anak Dalam (SAD). Menurut Noor dalam Jauhari (2012) penduduk yang mendiami Jambi adalah masyarakat yang dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok penduduk yang telah lama menetap dimana mereka menetap di Jambi dari zaman nenek moyang sampai saat ini, lalu ada kelompok masyarakat pendatang.
SAD merupakan kelompok penduduk yang sudah lama menetap di Jambi dari zaman nenek moyang sampai saat ini, sebagian dari mereka menyebut dirinya dengan sebutan Orang Rimbo. Adat penghidupan SAD dan pola penghidupan mereka masih mengikuti ajaran leluhurnya mereka masih kental dengan adat istiadat yang mereka terapkan sejak dulu dan mereka juga masih menggunakan hukum adat yang menjadi acuan hukumnya, komunitas SAD memegang teguh dan menghormati penuh semua aturan dan hukum adat yang telah dimiliki secara turun temurun. Selain itu warganya sangat menghormati pimpinan kelompoknya, untuk menjaga keharmonisan dan mempertahankan kebudayaan,
komunitas SAD sejak awal telah memiliki sistem pemerintahan secara adat.
Setiap suku dipimpin oleh seorang tetua adat atau ketua kelompok yang disebut temenggung.
SAD memiliki pola hidup yang berpindah pindah tidak menetap atau nomaden, mereka pindah dari tempat satu ke tempat lainnya di dalam hutan mereka menerapkan pola hidup berburu, dan meramu, meskipun ada sebagian SAD yang telah keluar dari hutan dan tinggal menetap di desa mereka masih menggantungkan sumber penghidupannya kepada hutan, terutama untuk bertani dan berkebun. Hutan memegang peran penting bagi SAD, hutan merupakan sumber kehidupan bagi mereka hasil hutan digunakan menjadi bahan makanan adapun yang menjual hasil hutan dengan masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan sehari hari (Rosyani, 2020). Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam merupakan salah satu desa yang memiliki SAD ada sebagian yang telah menetap ada pula sebagian yang masih tinggal di dalam hutan lalu berpindah pindah.
Jumlah populasi SAD dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Suku Anak Dalam yang Berada di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam.
No Nama Kelompok Lokasi Jumlah Populasi
1 Kelompok Saidun Punti kayu 2 70
2 Kelompok Nggrip Bendungan 136
3 Kelompok Ninjo Siliwangi 133
4 Kelompok Selambai Sako Selingsing 56
Jumlah 395 Orang
Sumber : Kantor Desa Bukit Suban, 2021. (lampiran 2)
Sebagian SAD yang memiliki pola hidup nomaden di dalam hutan, mereka bertahan hidup dengan cara bertani yang berpindah pindah dan masih bergantung dengan hutan. Mereka hidup dalam kemiskinan dikarenakan hasil hutan tidak
selalu memenuhi kebutuhan hidup mereka secara terus menerus yang dimana dalam masa seperti ini mereka harus berkelana lagi untuk mencari penghidupan lebih lanjut. Pengembangan perkebunan sawit yang berada di Desa Bukit Suban telah menyebabkan masyarakat kehilangan kawasan hidup untuk mengembangkan sistem sosial mereka. Saat ini kelompok SAD yang tergusur terpaksa harus membangun pemukiman-pemukiman sementara atau sudung. Pola permukiman yang dikembangkan saat ini tidak berbeda dengan saat mereka masih mengembangkan sistem berburu meramu. Perbedaan hanya terletak pada material bangunan yang digunakan. Jika dulu material bangunan yang digunakan adalah kulit kayu untuk dinding dan anyaman daun sebagai atap, maka pada saat ini mereka menggunakan terpal berbahan plastik sebagai atap layaknya orang berkemah.
Kelestarian fungsi lingkungan juga berdampak terhadap kelangsungan dan keberlanjutan hidup SAD, Menyempit hutan alam yang selama ini menjadi ruang hidup (Bediom) membuat mereka kian tersisih. Kehilangan hutan, kehilangan mata pencaharian, kehilangan dari sumber-sumber daya alam yang dimiliki merupakan masalah yang memperlihatkan akses mereka terhadap hutan, SAD termasuk sebagai kelompok yang harus ‘ditolong’, ‘dibantu’, atau ‘diselamatkan’
dari berbagai masalah yang akan menjadi ancaman dalam keberlangsungan hidupnya kelak. Beberapa kebijakan dan beberapa program untuk membantu mereka yang kurang mampu telah di buat oleh pemerintah hanya saja sebagian dari masyarakat SAD yang masih belum terlibat dalam jaringan pelayanan dan pembangunan baik di bidang sosial maupun politik hal ini menyebabkan mereka memiliki keterbelakangan sosial dan terisolasi secara fisik maupun secara
administrasi.
Peran pemerintahan desa setempat tentang pelayanan publik sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat SAD, di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam ada sebagian masyarakat SAD yang telah memiliki identitas kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), ada pula sebagian dari mereka yang belum memiliki identitas kependudukan.
Masyarakat SAD membutuhkan pelayanan dalam pembangunan karena pada dasarnya manusia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan, dalam rangka mempertahankan kehidupan dan memenuhi kebutuhan hidupnya mereka membutuhkan pelayanan. Pelayanan yang dibutuhkan oleh manusia terbagi menjadi dua yaitu pelayanan secara fisik dan pelayanan secara administrasi yang diberikan selaku anggota organisasi, baik itu secara massa ataupun negara.
Peran pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan pelayanan pembangunan sangat dibutuhkan demi mewujudkan masyarakat yang berkembang dan sejahtera. Dalam pembangunan desa sesuai dengan Undang- Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa, yang dimana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan desa serta penanggulangan kemiskinan melalui: (1) penyediaan kebutuhan dasar, (2) pembangunan sarana dan prasarana, (3) pengembangan potensi ekonomi lokal, (4) pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan adanya peraturan pelaksanaan Undang-Undang tersebut tentunya pemerintah mengeluarkan program-program tertentu baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hal ini tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat pedesaan contohnya dalam penyediaan kebutuhan dasar, pemerintah memberikan bantuan yang berupa sembako yang dikenal dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),
Kartu Tani untuk mendapatkan bantuan bibit dan pupuk yang berguna untuk melengkapi kebutuhan hidup sehari hari mengingat Suku Anak Dalam bertahan hidup di hutan dengan bercocok tanam tentu bantuan dari pemerintah ini sangat dibutuhkan oleh mereka. Salah satu syarat untuk mendapatkan BPNT dan Kartu Tani adalah memiliki KK dan KTP yang artinya warga tersebut telah terdaftar sebagai warga negara secara administrasi. Jika telah diakui secara hukum negara maka hak-hak pembangunan nya harus segera dipenuhi.
SAD merupakan warga asli Indonesia karena salah satu syarat untuk menjadi warga negara Indonesia adalah tinggal lima tahun di Indonesia dengan menetap atau sepuluh tahun tetapi tidak menetap, sementara SAD mendiami wilayah di Indonesia lebih dari lima sampai sepuluh tahun. Aparat desa sering mengabaikan kepentingan SAD yang seharusnya mereka lebih didahulukan mengingat pola penghidupan mereka berbeda dengan masyarakat pada umumnya.
Masyarakat desa yang memiliki identitas kependudukan mendapatkan bantuan berupa kartu keluarga harapan, kartu Indonesia pintar, tetapi SAD baik mereka yang memiliki identitas kependudukan maupun belum mempunyai identitas ada sebagian besar yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Di samping mereka belum mempunyai identitas kependudukan, mereka mempunyai pola hidup yang berpindah pindah sehingga sulit dicapai oleh aparat tertentu yang mengakibatkan hak-hak kewarganegaraan yang terabaikan. Jika mereka terdaftar secara administrasi maka masyarakat SAD pun akan mendapatkan hak-haknya dalam pelayanan pembangunan sebagai warga negara baik itu berupa tunai maupun non tunai. Dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Suku Anak Dalam yang Telah Tercatat dan Terdaftar di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam.
No Nama Kelompok Lokasi
Jumlah Kepala Keluarga
Yang Terdaftar
Di Desa
Jumlah Keluarga
Yang Memiliki
KK
Jumlah Keluarga
Yang Tidak Memiliki
KK
1 Kelompok Saidun Punti Kayu 2 21 16 KK 5
2 Kelompok Nggrip Bendungan 39 20 KK 19
3 Kelompok Ninjo Siliwangi 32 4 KK 28
4 Kelompok Selambai Sako Selingsing
13 7 KK 6
Jumlah 105 47 58
Sumber: Kantor Desa Bukit Suban, 2021. (lampiran 2)
Berdasarkan grand tour yang peneliti lakukan permasalahan yang dihadapi oleh SAD di Desa Bukit Suban yaitu masih banyak masyarakat SAD yang belum mempunyai identitas kewarganegaraan yang resmi dari negara, dalam pengurusan identitas tersebut, tentunya memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
SAD yang serba kekurangan terutama dalam hal pengetahuan, mereka belum tentu memahami kegunaan dari memperoleh identitas kependudukan dan bagaimana proses kepemilikan identitas kependudukan, dengan memiliki identitas kependudukan salah keuntungan nya adalah pemerintah memfasilitasi petani, warga yang tergabung dalam kelompok tani baik berupa penyaluran sarana produksi ataupun pelatihan tentang pertanian. SAD bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui kelompok tani tersebut melihat dari segi petani hutan, petani perkebunan, pembibitan bahkan pengolahan obat herbal yang hasilnya akan mencukupi kebutuhan bagi SAD.
Dikarenakan fasilitas pemerintah hanya pada kelompok tani maka warga SAD yang belum memiliki identitas kependudukan tidak bisa bergabung dalam kelompok tani untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Dari uraian tersebut
maka dapat diketahui bahwa pelayanan administrasi kependudukan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pemenuhan hak- hak kewajiban bernegara bagi masyarakat SAD. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Analisis Pelayanan Administrasi Kependudukan Bagi Suku Anak Dalam Di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam”
1.2. Rumusan Masalah
Pelayanan administrasi kependudukan berperan penting dalam hal pembangunan, yang berfokus pada data kependudukan yang lengkap dan akurat.
Hal tersebut akan memudahkan pengambilan keputusan dalam merumuskan kebijakan dan penyusunan program baik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, penganggaran, hingga perencanaan pembangunan berkelanjutan. Manfaat dari kepemilikan dokumen kependudukan tidak hanya mendapatkan bantuan sosial saja melainkan dapat berguna untuk memberikan kejelasan identitas dan status bagi penduduk baik itu individual maupun kelompok, memberikan kepastian hukum, memberikan perlindungan hukum dan kenyamanan bagi pemiliknya, serta memberikan manfaat bagi kepentingan administrasi dan pelayanan publik lainnya. Dengan penghidupan SAD yang memiliki keterbelakangan sosial, hidup dalam kemiskinan sehingga dimarginalkan oleh kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka artinya masih ada masyarakat SAD yang telah memiliki identitas kependudukan tetapi hak berwarga negaranya belum terpenuhi. Berdasarkan pada uraian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1 Bagaimana pelayanan administrasi kependudukan terhadap komunitas Suku Anak Dalam Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam?
2 Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat Bagi Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam dalam memperoleh Identitas Kependudukan?
3 Bagaimana kualitas pelayanan administrasi kependudukan terhadap komunitas Suku Anak Dalam Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam?
1.3. Tujuan Penelitian
Rumusan masalah yang telah dijelaskan diatas akan melahirkan tujuan – tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Adapun tujuan dari perumusan masalah tersebut adalah:
1. Mendeskripsikan pelayanan administrasi kependudukan di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam terhadap komunitas Suku Anak Dalam.
2. Mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat Bagi Suku Anak Dalam Di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam dalam memperoleh Identitas Kependudukan.
3. Menganalisis kualitas pelayanan administrasi kependudukan terhadap komunitas Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam.
1.4. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini yaitu:
1. Sebagai bahan untuk melengkapi skripsi yang merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana di fakultas pertanian Universitas Jambi.
2. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan, sumbangan pemikiran atau informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan mengenai administrasi kependudukan Suku Anak Dalam yang berada di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam.