i
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN
NESTED DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs
PADA TEMA PENCEMARAN UDARA
TESIS
Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan IPA
Oleh
A. MUAFIAH NUR NIM 1201219
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH PASCASARJANA
ii
A. Muafiah Nur 1201219
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN NESTED DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs
PADA TEMA PENCEMARAN UDARA
disetujui dan disahkan oleh pembimbing: Pembimbing I
Prof. Dr. H. Achmad Munandar, M. Pd. NIP. 194907131976031002
Pembimbing II
Dr. H. Hayat Sholichin, M. Sc. NIP. 195711231984031001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan IPA
iii
HALAMAN PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul “PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN NESTED
DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs PADA TEMA PENCEMARAN UDARA” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara- cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung risiko/sanksi apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Bandung, Desember 2014 Yang membuat pernyataan,
iv
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN
NESTED DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs
PADA TEMA PENCEMARAN UDARA
Oleh:
A. Muafiah Nur, S.Pd. Universitas Pendidikan Indonesia, 2014
Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Program Studi Pendidikan IPA
Sekolah Pascasarjana
© A. Muafiah Nur 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Tesis ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
v
KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, untaian dzikir lewat kata yang indah terucap sebagai ungkapan rasa syukur penulis selaku hamba dalam balutan kerendahan hati dan jiwa yang tulus kepada Allah SWT atas limpahan cinta, kasih dan kuasa-Nya serta berkat penyertaan-Nya yang selalu nyata dalam setiap langkah kehidupan penulis, sehingga tesis ini dapat diselesaikan. Bingkisan salam dan salawat tercurah kepada Nabiullah Muhammad SAW, para sahabat dan keluarganya serta umat yang senantiasa istiqomah dijalan-Nya.
Tesis dengan judul “Penerapan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe
Threaded dan Nested dengan Model Creative Problem Solving untuk
Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kreatif Siswa MTs pada Tema Pencemaran Udara” diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan IPA pada Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia.
Penulis menyadari bahwa tesis ini disusun dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Berkat bantuan dan pertolongan Allah SWT serta dengan kesungguhan dan keyakinan untuk terus melangkah, akhirnya sampai di titik akhir penyelesaian karya ini.
Dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan bahwa tak ada manusia yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan saran yang konstruktif sehingga penulis dapat berkarya yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Harapan dan doa penulis, semoga tesis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.
Bandung, Desember 2014
vi
UCAPAN TERIMA KASIH
Alhamdulillah, syukur yang sebesar-besarnya saya panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas ijin-Nya tesis ini dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu, pada halaman ini saya hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah SWT. yang tidak pernah tertidur dan selalu mendengar doa-doa hamba-Nya. Semoga hamba bisa selalu istiqamah di jalan-Mu.
2. Bapak Prof. Dr. H. Achmad Munandar, M.Pd. selaku pembimbing pertama, terima kasih atas segala perhatian dan keikhlasan dalam meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan, arahan dan motivasi kepada peneliti dalam penyelesaian tesis ini.
3. Bapak Dr. H. Hayat Sholichin, M. Sc. selaku pembimbing kedua, terima kasih atas arahan-arahan dan ilmu yang bermanfaat yang diberikan serta ilmu-ilmu lainnya yang mungkin saya tidak dapatkan selama perkuliahan.
4. Prof. Dr. Hj. Anna Permanasari, M. Si. selaku Ketua Prodi Pendidikan IPA SPs UPI yang telah banyak memberikan bekal pengetahuan selama penulis menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan IPA.
5. Dr. Diana Rochintaniawati, M.Ed. selaku dosen pembimbing akademik yang telah motivasi, membimbing dan memberikan nasihat selama studi di SPs UPI. 6. Seluruh dosen Jurusan Pendidikan IPA SPs UPI yang telah memberikan
ilmunya selama penulis menuntut ilmu di Jurusan Pendidikan IPA.
7. Bapak/Ibu Guru beserta seluruh staff tata usaha MTsN Biringkanaya Kota Makassar yang telah memberikan izin, kemudahan, motivasi, dan segala fasilitas selama penulis mengadakan penelitian.
8. Siswa-siswi kelas VII-1 dan VII-2 MTsN Biringkanaya Kota Makassar tahun ajaran 2014-2015 yang telah bersedia menjadi subyek dalam penelitian ini. 9. Ayahanda Drs. A. Masseppirang, M.Si. dan Ibunda Dra. A. Boneaty Nur atas
vii
10. A. Achyar Nur, S.T., adik yang selalu memberi dukungan ke kakanya. Dan selalu mengingatkan peneliti agar secepatnya mengerjakan tesis nya. Serta adikku A. Ahmad Fauzan Nur, semoga tumbuh menjadi anak yang sholeh. 11. Mahasiswa SPs Prodi Pendidikan IPA UPI angkatan 2012. Terima kasih atas
kebersamaan selama 2 tahun.
Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tesis ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT. membalas semua kebaikan dengan yang lebih baik.
Bandung, Desember 2014
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN ... i
PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
HAK CIPTA ……….. ... iii
ABSTRAK ... ... iv
ABSTRAC ... ... v
KATA PENGANTAR ... vi
UCAPAN TERIMA KASIH ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Identifikasi Masalah Penelitian ... 7
C. Rumusan Masalah Penelitian ... 8
D. Tujuan Penelitian ... 9
E. Manfaat Penelitian ... 9
BAB II PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN NESTED DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs PADA TEMA PENCEMARAN UDARA A. Pembelajaran IPA Terpadu ………… ... 11
B. Model Pembelajaran Creative Problem Solving ... 22
C. Keterampilan Pemecahan Masalah ... 32
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
E. Tinjauan Tema Pencemaran Udara ... 40
F. Penelitian yang Relevan ... 47
G. Asumsi ... 49
H. Hipotesis ... 49
BAB III METODE PENELITIAN ... 50
A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian ... 50
B. Populasi dan Sampel... 51
C. Defenisi Operasional ... 51
D. Instrumen Penelitian ... 53
E. Prosedur Penelitian ... 54
F. Teknik Pengumpulan Data ... 60
G. Teknik Pengembangan Instrumen ... 61
H. Teknik Analisis Data ... 66
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 71
A. Hasil Penelitian ... 71
1. Analisis Keterlaksanaan RPP IPA Terpadu Tipe Threaded dan Tipe Nested dengan Model Creative Problem Solving 71 2. Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah ... 78
3. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif ... 86
4. Angket Tanggapan Guru dan Siswa terhadap Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model Creative Problem Solving .. 93
B. Pembahasan ... 106
1. Keterlaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model Creative Problem Solving ... 106
2. Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah ... 113
3. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif ... 121
4. Tanggapan Guru dan Siswa terhadap Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model Creative Problem Solving .. 127
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
A. Kesimpulan ... 129
B. Saran ... 130
DAFTAR PUSTAKA ... 132
LAMPIRAN .. ... 135
DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Untaian Kurikulum Keterampilan Berpikir ... 16
2.2 Deskripsi Ringkas Keterpaduan Tipe Threaded ... 17
2.3 Kelompok Keterampilan Tipe Nested ... 18
2.4 Deskripsi Ringkas Keterpaduan Tipe Nested ... 19
2.5 Persamaan dan Perbedaan Keterpaduan Tipe Threaded dan Nested ... 20
2.6 Tahap Model Creative Problem Solving ... 23
2.7 Tahap Pembelajaran Creative Problem Solving ... 25
2.8 Pengembangan Model Pembelajaran Creative Problem Solving... 26
2.9 Indikator Pemecahan Masalah ... 34
2.10 Indikator Berpikir Kreatif ... 39
3.1 Desain Penelitian Non Randomized Static Group Pretest-Postest Design 50 3.2 Rancangan Instrumen Penelitian ... 54
3.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 59
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 61
3.5 Interpretasi Validitas ... 62
3.6 Interpretasi Indeks Kesukaran ... 63
3.7 Interpretasi Daya Pembeda ... 64
3.8 Hasil Uji Coba Item Soal Essay Keterampilan Pemecahan Masalah ... 64
3.9 Hasil Uji Coba Item Soal Essay Keterampilan Berpikir Kreatif ... 66
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dengan Model Creative Problem Solving dalam RPP ... 72 4.2 Rekapitulasi Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Threaded dan
Nested ……… ... 79 4.3 Hasil Uji Normalitas Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas
Eksperimen I dan Kelas Eksperimen II ... 84 4.4 Hasil Uji Homogenitas Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas
Eksperimen I dan Kelas Eksperimen II ... 85 4.5 Hasil Uji Perbedaan Nilai Pretest, Postest, dan N-Gain Keterampilan
Pemecahan Masalah ... 85 4.6 Rekapitulasi Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Threaded dan
Nested ……… ... 87 4.7 Hasil Uji Normalitas Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Eksperimen I
dan Kelas Eksperimen II ... 91 4.8 Hasil Uji Homogenitas Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Eksperimen I
dan Kelas Eksperimen II ... 91 4.9 Hasil Uji Perbedaan Nilai Pretest, Postest, dan N-Gain Keterampilan
Berpikir Kreatif ………. ... 92 4.10 Respon Siswa terhadap Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Threaded
dengan Model Creative Problem Solving ... 93 4.11 Respon Siswa terhadap Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Nested dengan
Model Creative Problem Solving ... 97 4.12 Respon Guru terhadap Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model Creative
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman 2.1 Komponen-Komponen Lingkungan ... ... 43 2.2 Jaring-Jaring Makanan ... 44 3.1 Alur Penelitian ... ... 58 4.1 Perbandingan Persentase Nilai Rerata Pretest, Postest dan N-Gain
Keterampilan Pemecahan Masalah ... ... 80 4.2 Perbandingan Pretest dan Postest untuk Tiap Indikator Keterampilan
Pemecahan Masalah Antara Kelas Threaded dan Kelas Nested ... .. 81 4.3 Perbandingan N-Gain untuk Tiap Indikator Keterampilan Pemecahan
Masalah Antara Kelas Threaded dan Kelas Nested ... ... 82 4.4 Perbandingan Persentase Nilai Rerata Pretest, Postest dan N-Gain
Keterampilan Berpikir Kreatif ... ... 87 4.5 Perbandingan Pretest dan Postest untuk Tiap Indikator Keterampilan
Berpikir Kreatif Antara Kelas Threaded dan Kelas Nested ... ... 88 4.6 Perbandingan N-Gain untuk Tiap Indikator Keterampilan Berpikir
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman 1. Perangkat Pembelajaran
1.1 Keterpaduan Tipe Threaded ... 135
1.2 Keterpaduan Tipe Nested ... ... 137
1.3 RPP dan Skenario Pembelajaran Model CPS Tipe Threaded ... 140
1.4 RPP dan Skenario Pembelajaran Model CPS Tipe Nested ... 159
1.5 Lembar Kerja Siswa Model CPS Tipe Threaded ... 176
1.6 Lembar Kerja Siswa Model CPS Tipe Nested ... 189
1.7 Daftar Cek Penilaian Kinerja ... 202
2. Instrumen Penelitian 2.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Threaded dengan Model CPS ... 205
2.2 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Nested dengan Model CPS ... 207
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2.4 Angket Tanggapan Siswa terhadapa Penerapan Pembelajaran IPA
Terpadu Tipe Threaded dengan Model CPS ... 214 2.5 Kisi-Kisi Angket Tanggapan Siswa terhadapa Penerapan
Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Nested dengan Model CPS ... 216 2.6 Angket Tanggapan Siswa terhadapa Penerapan Pembelajaran IPA
Terpadu Tipe Nested dengan Model CPS ... 217 2.7 Kisi-Kisi Angket Tanggapan Guru terhadapa Penerapan
Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model CPS ... 219 2.8 Angket Tanggapan Guru terhadapa Penerapan Pembelajaran IPA
Terpadu dengan Model CPS ... 220 2.9 Kisi-Kisi Soal Tes Keterampilan Pemecahan Masalah ... 222 2.10 Kisi-Kisi Soal Tes Keterampilan Berpikir Kreatif ... 228 2.11 Soal Tes Keterampilan Pemecahan Masalah dan Berpikir
Kreatif ………. ... 232 3. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian
3.1 Hasil Uji Coba Instrumen ... 235 3.2 Uji Validitas, Reliabilitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran
dan Rekapitulasi Hasil Analisis Instrumen Keterampilan
Pemecahan Masalah ... 239 3.3 Uji Validitas, Reliabilitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran
dan Rekapitulasi Hasil Analisis Instrumen Keterampilan
Berpikir Kreatif ... 250 4. Data Hasil Penelitian
4.1 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe
Threaded dengan Model CPS ... 258 4.2 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe
Nested dengan Model CPS ... 262 4.3 Daftar Cek Penilaian Kinerja Praktikum Asam Basa Pembelajaran
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4.4 Daftar Cek Penilaian Kinerja Praktikum Asam Basa Pembelajaran
IPA Tipe Nested dengan Model CPS... 267
4.5 Rekapitulasi Skor PreTest dan PosTest Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen 1... 268
4.6 Rekapitulasi Skor PreTest dan PosTest Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen 2... 277
4.7 Rekapitulasi N-Gain Keterampilan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen 1 dan Kelas Eksperimen 2 ... 286
4.8 Rekapitulasi Skor PreTest dan PosTest Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Eksperimen 1 ... 288
4.9 Rekapitulasi Skor PreTest dan PosTest Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Eksperimen 2 ... 297
4.10 Rekapitulasi N-Gain Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas Eksperimen 1 dan Kelas Eksperimen 2 ... 306
4.11 Hasil Angket Tanggapan Siswa terhadap Penerapan Pembelajaran IPA Tipe Threaded dengan Model CPS ... 308
4.12 Hasil Angket Tanggapan Siswa terhadap Penerapan Pembelajaran IPA Tipe Nested dengan Model CPS... 310
4.13 Hasil Angket Tanggapan Guru terhadap Penerapan Pembelajaran IPA Terpadu dengan Model CPS ... 312
5. Hasil Uji Statistik 5.1 Uji Normalitas Keterampilan Pemecahan Masalah ... 314
5.2 Uji Homogenitas Keterampilan Pemecahan Masalah ... 315
5.3 Uji Hipotesis Pemecahan Masalah ... 317
5.4 Uji Normalitas Keterampilan Berpikir Kreatif ... 320
5.5 Uji Homogenitas Keterampilan Berpikir Kreatif ... 321
5.6 Uji Hipotesis Berpikir Kreatif ... 323
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE THREADED DAN
NESTED DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MTs
PADA TEMA PENCEMARAN UDARA ABSTRAK
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kata kunci: pembelajaran IPA terpadu, tipe threaded, tipe nested, creative problem solving, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kreatif
IMPLEMENTATION OF INTEGRATED SCIENCE LEARNING THREADED AND NESTED TYPES WITH CREATIVE PROBLEM
SOLVING MODEL TO INCREASE STUDENT’S PROBLEM SOLVING
AND CREATIVE THINKING SKILLS ON THEME OF AIR POLUTION
ABSTRACT
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
IPA diperlukan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasi (Kemendikbud, 2013). Dalam menyelesaikan masalah-masalah, siswa melatihkan serangkian keterampilan berpikir sehingga siswa akan mempelajari bagaimana seharusnya mereka belajar. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif (Kemendikbud, 2013). Sehingga peserta didik diharapkan dapat mengkontruksi pengetahuannya sendiri guna mengembangkan potensi untuk menghadapi berbagai masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks yang nyata.
Masalah utama pada dunia pendidikan nasional adalah keterbatasan kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran IPA. Kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengajarkan IPA secara terpadu pada tingkat SMP/MTs (Kemendikbud, 2013), namun berdasarkan pra penelitian yang dilakukan dari hasil observasi dilihat bahwa pembelajaran IPA pada tingkat SMP/MTs masih diajarkan sebagai mata pelajaran yang terpisah (fisika, kimia, biologi). Berdasarkan wawancara guru pengampu mata pelajaran IPA baik itu Fisika dan Biologi diperoleh bahwa pembelajaran IPA belum diajarkan secara terpadu, padahal sekolah tersebut sudah mengaplikasikan Kurikulim 2013. Selain itu guru mata pelajaran lebih terpusat pada konten mata pelajaran dengan alasan mengejar Standar Kelulusan (SKL) atau kompetensi lulusan, meskipun demikian masih banyak siswa yang memiliki nilai dibawah SKL.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah di mana sekolah terletak di sekitar kawasan pabrik industri dan pusat perdagangan, sehingga beberapa masalah sering muncul selama proses pembelajaran terutama mengenai pencemaran lingkungan yang lebih spesifik ke pencemaran udara. Oleh sebab itu, peneliti merancang dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran dengan mengenal lingkungan di sekitarnya guna memecahkan masalah-masalah yang bisa saja terjadi akibat dari pencemaran udara tersebut, dalam hal ini peneliti ingin melatihkan keterampilan pemecahan masalah kepada siswa.
Lebih lanjut wawancara dengan guru mata pelajaran bahwa mereka tidak pernah benar-benar menerapkan model pembelajaran yang spesifik kepada siswa guna melatihkan keterampilan berpikir. Selain itu, berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, keterampilan siswa dalam berpikir kreatif juga kurang, hal ini terlihat dari kemampuan siswa yang sangat kurang merespon pertanyaan-pertanyaan dari guru maupun dari siswa lainnya. Siswa masih kurang mampu mengembangkan tanggapan atau merespon tanggapan dari teman sekelasnya pada saat proses diskusi berlangsung di dalam kelas. Oleh sebab itu, selain keterampilan pemecahan masalah, peneliti juga tertarik untuk meneliti keterampilan berpikir kreatif siswa tersebut guna menghasilkan solusi-solusi kreatif dalam memecahkan masalah.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
segala potensi yang mereka miliki menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dilihat dari aspek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) dan sikap (afektif).
Berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh peneliti, salah satu tipe keterpaduan Fogarty yang cocok dikembangkan dalam pembelajaran IPA adalah tipe threaded dan tipe nested. Kedua tipe tersebut selain memadukan konten mata pelajaran, juga melatihkan keterampilan berpikir kepada siswa. Hal yang membedakan antara tipe threaded dan nested adalah tipe threaded pengintegrasian konten mata pelajaran melintasi beberapa disiplin ilmu pada tiap pertemuan sedangkan tipe nested pengintegasian konten mata pelajaran dalam disiplin ilmu tunggal. Selain itu, pada keterpaduan tipe threaded, guru menguntaikan keterampilan yang sama pada tiap pertemuan sedangkan pada keterpaduan tipe nested, guru menargetkan keterampilan yang berbeda pada tiap pertemuan (Fogarty, 1991).
Lebih lanjut, salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif dapat dikembangkan melalui pembelajaran IPA dengan model Creative Problem Solving (CPS). Model Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada kemampuan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan kreatifitas dan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif maupun berpikir kritis dalam proses pembelajarannya (Puccio dkk., 2005). Dengan demikian melalui pembelajaran IPA dapat diterapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Isaksen, Dorval & Treffinger 1994). Jadi, jika peserta didik dapat belajar menggunakan CPS, mereka akan mendapatkan satu set keterampilan berpikir dalam proses terstruktur yang akan membantu mereka untuk memecahkan masalah mereka secara kreatif (Puccio, 1994).
Menurut Tyler (dalam Sidharta, 2005), pengalaman atau pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah yang akan mewujudkan pengembangan kemampuan berpikir. Oleh sebab itu, mengajar untuk berpikir berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih penggunaan konsep-konsep dasar untuk berpikir. Pengalaman ini diperlukan agar siswa memiliki struktur konsep yang dapat berguna dalam menganalisa dan mengevaluasi suatu permasalahan.
Menurut Thinking Skills and Assessment for Learning Development Programme (2009), mengembangkan keterampilan berpikir memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mengenai topik, untuk lebih kritis tentang bukti, berpikir fleksibel dan untuk membuat penilaian dan keputusan yang berujung pada kesimpulan. Sifat berpikir tersebut sangat dibutuhkan baik di sekolah dan di dunia yang lebih luas. Peserta didik perlu mengembangkan khazanah strategi berpikir untuk digunakan ketika mereka menghadapi situasi yang baru. Secara umum berpikir dianggap sebagai suatu proses kognitif, yaitu suatu aktivitas mental untuk memperoleh pengetahuan. Oleh sebab itu, salah satu keterampilan berpikir yang akan dilatihkan dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kreatif.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menghasilkan hasil yang positif. Produk dari usaha kreatif dapat melibatkan representasi kompleks dan gambar, penyelidikan dan kinerja.
Menurut Keller & Concannon (1998), keterampilan pemecahan masalah adalah keterampilan hidup dasar dan sangat penting untuk memahami pelajaran yang bersifat teknis. Pemecahan masalah merupakan bagian dari berpikir kritis dan mempekerjakan strategi yang sama. Meskipun garis antara keduanya tidak begitu jelas, secara umum, tujuan pemecahan masalah adalah untuk mengemukakan solusi yang tepat untuk masalah terstruktur dengan baik, sedangkan tujuan berpikir kritis adalah untuk membangun dan mempertahankan solusi yang masuk akal. Dalam hal ini, kemampuan pemecahan masalah memerlukan kemampuan berpikir baik kemampuan berpikir kritis maupun kemampuan berpikir kreatif guna menghasilkan solusi yang kreatif dan inovatif.
Menurut Crebert dkk. (2011), keterampilan pemecahan masalah yang baik memberdayakan siswa dalam pendidikan, profesional, dan kehidupan pribadi mereka. Di kancah nasional maupun internasional, ada pengakuan yang berkembang bahwa pendidikan adalah untuk menghasilkan pemikir terampil dan inovator dalam ekonomi global yang berkembang pesat, maka keterampilan pemecahan masalah merupakan hal yang lebih penting. Kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai konteks pembelajaran sangat penting untuk pengembangan pengetahuan, pemahaman dan kinerja serta mewajibkan siswa untuk terlibat secara kompleks. Pemecahan masalah secara otentik mendorong peserta didik untuk menggunakan pengetahuan dengan cara-cara inovatif dan kreatif dan mempromosikan pemahaman yang mendalam.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif siswa sehingga dalam proses pembelajaran IPA, guru tidak hanya menekankan konten atau proses kognitif melainkan juga melatihkan keterampilan berpikir baik keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif.
Proses pembelajaran yang akan dilaksanakan pada penelitian ini memilih sampel anak pada jenjang SMP kelas VII yang berada pada usia 11 tahun ke atas. Menurut teori perkembangan Piaget usia 11 tahun ke atas disebut dengan tahap formal operation. Menurut Flavell (dalam Dahar, 2011) pada tahap ini anak sudah mampu merumuskan banyak alternatif hipotesis dalam menanggapi masalah, tidak lagi berpikir secara abstrak namun juga sudah mampu menangani pernyataan atau proposisi yang memberikan data konkret. Anak pada tahap ini sudah mampu berpikir secara kombinatorial, sudah mampu mengkombinasikan semua benda, gagasan, atau proposisi yang mungkin. Dan yang paling penting, anak pada tahap ini sudah mampu berpikir secara reflektif untuk memecahkan masalah-masalah ilmiah. Sehingga sangat memungkinkan dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Creative Problem Solving untuk melatihkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif masalah siswa.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
nantinya dapat mereka manfaatkan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat.
Tema yang akan dibahas dalam penelitian ini didukung oleh beberapa kompetensi dasar yang berasal dari kelas VII antara lain: KD 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia pada zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, KD 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya, KD 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup, 3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem, dan 4.5.2 Melakukan penyelidikan untuk menentukan sifat larutan yang ada di lingkungan sekitar menggunakan indikator buatan atau alami. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pembelajaran IPA merupaka pembelajaran yang ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan, baik Fisika, Kimia dan Biologi sehingga tema pencemaran udara akan ditinjau dari disiplin ilmu Fisika, Kimia dan Biologi. Dengan demikian, diharapkan siswa memperoleh pemahaman yang menyeluruh tetang konsep pencemaran udara, dan melalaui tipe keterpaduan dan model pembelajaran yang digunakan, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif yang dimilikinya selama proses pembelajaran guna menghasilkan pemecahan masalah yang kreatif dan inovatif.
Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud untuk melakukan
penelitian dengan judul ”Penerapan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Threaded dan Nested dengan Model Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kreatif Siswa MTs pada Tema Pencemaran Udara”.
B. Identifikasi Masalah Penelitian
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Belum dilaksanakan pembelajaran IPA terpadu di SMP sesuai dengan kurikulum 2013, karena guru yang berasal dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda yaitu kimia, biologi, dan fisika belum terlatih merancang perangkat pembelajaran IPA terpadu.
2. Guru mata pelajaran lebih terpusat pada konten mata pelajaran sehingga melatihkan dan meningkatkan keterampilan (psikomotorik) siswa dalam pembelajaran cenderung terabaikan dengan alasan mengejar Standar Kelulusan (SKL) atau kompetensi lulusan, meskipun demikian masih banyak siswa yang memiliki nilai dibawah SKL pada pelajaran IPA.
3. Setiap masalah lingkungan memiliki penyebab, berbagai efek, dan yang paling penting adalah solusi. Dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan model Creative Problem Solving berpotensi membantu siswa tidak hanya memahami konten pelajaran IPA tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif dalam memberikan solusi kreatif terhadap permasalahan lingkungan di sekitarnya.
C. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah yang diambil yaitu: Bagaimana penerapan pembelajaran IPA terpadu tipe threaded dan nested dengan model Creative Problem Solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif siswa MTs pada tema pencemaran udara?
Untuk lebih mengarahkan penelitian, maka rumusan masalah di atas dijabarkan menjadi pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Bagaimana perbedaan peningkatan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded dengan siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe nested menggunakan model Creative Problem Solving?
3. Bagaimana perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded dengan siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe nested menggunakan model Creative Problem Solving?
4. Bagaimana tanggapan siswa dan guru terhadap pembelajaran IPA model Creative Problem Solving pada tema pencemaran udara pada kelas yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded dengan kelas yang diberi pembelajaran IPA tipe nested?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Menganalisis dan mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran IPA model Creative Problem Solving pada tema pencemaran udara pada siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded menggunakan model Creative Problem Solving dengan siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe nested menggunakan model Creative Problem Solving.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded menggunakan model Creative Problem Solving dengan siswa yang diberi pembelajaran IPA tipe nested menggunakan model Creative Problem Solving.
4. Menganalisis dan mendeskripsikan tanggapan siswa dan guru terhadap pembelajaran IPA model Creative Problem Solving pada tema pencemaran udara pada kelas yang diberi pembelajaran IPA tipe threaded menggunakan model Creative Problem Solving dengan kelas yang diberi pembelajaran IPA tipe nested menggunakan model Creative Problem Solving.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan sebagai salah satu alternatif dalam upaya perbaikan dan pengembangan pembelajaran IPA antara lain:
1. Bagi siswa, melatih keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif melalui proses pembelajaran. Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna sehingga mereka dapat terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi guru, mendapatkan informasi dan wawasan mengenai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPA di SMP/MTs.
3. Bagi sekolah, sebagai masukan dalam upaya perbaikan dan peningkatan pembelajaran IPA sehingga dapat menunjang tercapainya target kurikulum sesuai yang diharapkan.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen (quasi exsperimental). Ciri khas dari penelitian ini adalah subjek penelitian tidak dipilih secara random (Fraenkel, 2012) dan dalam penelitian ini tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan (Sugiyono, 2013). Desain penelitian yang digunakan adalah non randomized static group pre-test post-test design. Penggunaan desain ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh dari suatu perlakuan terhadap subjek penelitian. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II. Untuk kelompok eksperimen I dikenakan pembelajaran IPA terpadu tipe threaded menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving, sedangkan kelompok eksperimen II dikenakan pembelajaran IPA terpadu tipe nested menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving. Adapun desain penelitian dapat dilihat pada tabel 3.1. berikut:
Tabel 3.1.
Desain Penelitian Non Randomaized Static Group Pretest-Postest Design
Kelompok Pretes Perlakuan Postes
Eksperimen 1 T1 X1 T2
Eksperimen 2 T1 X2 T2
Keterangan :
T1 : Pretes untuk melihat kemampuan awal keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan pemecahan masalah siswa
[image:30.595.123.508.496.588.2]A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
X2: Perlakuan pembelajaran IPA tipe nested dengan menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving
T2 : Postes kemampuan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan pemecahan masalah siswa setelah diberi perlakuan
B. Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Biringkanaya dengan populasi penelitian siswa kelas VII semester II. Berdasarkan hasil wawancara, sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang belum melaksanakan pembelajaran IPA terpadu dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan hal tersebut maka pemilihan kelas pada penelitian ini bersifat purposive. Pemilihan sampel secara purposive yakni berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen 2 di MTsN Biringkanaya Tahun Ajaran 2013/2014. Kelas ini dijadikan sampel penelitian karena berdasarkan informasi dari guru IPA yang mengajar di kedua kelas ini tingkat kecerdasan antara ke dua kelas hampir sama.
Sampel yang dipilih terdiri dari 36 siswa kelas eksperimen 1 yang mendapat pembelajaran IPA tipe threaded dengan model Creative Problem Solving dan 36 siswa eksperimen 2 yang mendapat pembelajaran IPA tipe nested dengan model Creative Problem Solving.
C. Defenisi Operasional
a. Pembelajaran IPA yang dimaksudkan disini adalah pembelajaran IPA yang menggunakan keterpaduan tipe threaded dan tipe nested dalam prosesnya. Keterpaduan tipe threaded adalah model bersambung atau model
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterpaduan tipe nested adalah pengintegrasian kurikulum di dalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar dalam satu unit pembelajaran untuk ketercapaian materi pelajaran.
Keterlaksanaan tipe keterpaduan pembelajaran IPA tersebut diobservasi
melalui lembar observasi “Keterlaksanaan Tipe Keterpaduan Pembelajaran IPA”.
b. Model pembelajaran Creative Problem Solving adalah model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah siswa, model ini menekankan keseimbangan pemikiran divergen (kreatif) dan pemikiran konvergen (kritis) disetiap langkah pemecahan masalah. Dalam hal ini model CPS berpusat pada penguatan kreatifitas dengan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kritis dalam proses pembelajaran di kelas. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Alex Osborn. Tahap model pembelajaran CPS dalam penelitian ini berdasarkan tahap-tahap CPS oleh Lee, dkk. (2010) yang terdiri dari: (1) Memahami Masalah; (2) Konfirmasi Informasi; dan (3) Pencarian Masalah; (4) Penemuan Solusi; (5) Pemilihan Solusi; dan (6) Perencanaan dan Penerimaan. Keterlaksanaan model pembelajaran CPS diobservasi melalui
“Lembar Observasi Keterlaksanaan Model CPS”.
rata-A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
rata keterampilan berpikir antara kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II melalui tes essay pada saat pre-test dan pos-test.
d. Keterampilan berpikir kreatif adalah keterampilan dalam menemukan aplikasi baru dari pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki siswa. Melibatkan siswa dalam belajar untuk menghasilkan dan menerapkan ide-ide baru dalam konteks tertentu, melihat situasi yang ada dengan cara yang baru, mengidentifikasi penjelasan alternatif, dan melihat atau membuat hubungan baru yang menciptakan hasil yang positif. Indikator keterampilan berpikir kreatif pada penelitian ini didasarkan pada indikator keterampilan berpikir Model Williams. Keterampilan berpikir kreatif ini diukur dengan menggunakan tes essay yang diberikan pada saat pre-test dan pos-test. e. Tema pencemaran lingkungan dalam penelitian ini didukung oleh beberapa
kompetensi dasar antara lain: KD 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia pada zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, KD 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya, KD 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup, KD 3.10 mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem, dan KD 4.5.2 Melakukan penyelidikan untuk menentukan sifat larutan yang ada di lingkungan sekitar menggunakan indikator buatan maupun alami. Konsep pencemaran udara yang dibahas dalam penelitian ini adalah pencemaran udara, karakteristik zat pencemar, interaksi antara makhluk hidup baik abiotik maupun biotik, konsep pemanasan global dan ekosistem.
D. Instrumen Penelitian
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
[image:34.595.124.527.292.709.2]keterlaksanaan model pembelajaran di kelas eksperimen serta pedoman wawancara guru dan siswa. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Secara rinci instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel 3.2. berikut ini.
Tabel 3.2. Rancangan Instrumen Penelitian No. Kebutuhan Instrumen Target
Penilaian Deskripsi Waktu
1. Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran Melihat keterlaksanaan antara RPP yang dibuat dengan pembelajaran yang terjadi di kelas.
Lembar
observasi berisi pernyataan-pernyataan mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas apakah sesuai dengan RPP yang dibuat atau sebaliknya.
Saat kegiatan pembelajaran
2. Keterampilan Pemecahan Masalah Soal pretest dan postest keterampilan pemecahan masalah (essay) Keterampilan pemecahan masalah Tes uraian digunakan untuk memperoleh data keterampilan pemecahan masalah siswa. Pretest dan Postest (Sebelum dan setelah rangkaian proses pembelajaran dilakukan selam tiga kali pertemuan) 3. Keterampilan
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4. Respon Siswa dan Guru terhadap Pembelajaran Angket respon siswa dan guru Mengetahui respon siswa dan guru mengenai pembelajaran yang telah dilakukan
Angket diberikan kepada siswa dan guru setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai Setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai
E. Prosedur Penelitian
Tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian ini meliputi beberapa langkah, yaitu studi pendahuluan, pembuatan instrumen, uji coba instrumen, implementasi, teknik pengumpulan data, analisis dan pengolahan data, serta diakhiri dengan kesimpulan.
1. Studi Pendahuluan
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahwa mereka tidak pernah benar-benar menerapkan model pembelajaran yang spesifik kepada siswa guna melatihkan keterampilan berpikir, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti keterampilan pemecahan masalah siswa. Selain itu, berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, keterampilan siswa dalam berpikir kreatif juga kurang, hal ini terlihat dari kemampuan siswa yang sangat kurang merespon pertanyaan-pertanyaan dari guru maupun dari siswa lainnya. Siswa masih kurang mampu mengembangkan tanggapan atau merespon tanggapan dari teman sekelasnya pada saat proses diskusi berlangsung di dalam kelas. Oleh sebab itu, selain keterampilan pemecahan masalah, peneliti juga tertarik untuk meneliti keterampilan berpikir kreatif siswa tersebut guna menghasilkan solusi-solusi kreatif dalam memecahkan masalah.
Berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh peneliti, salah satu model pembelajaran yang dapat melatihkan keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif adalah model pembelajaran Creative Problem Solving. Studi ini juga dilakukan untuk mencari teori-teori yang berkaitan dengan indikator-indikator keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif serta menganalisis tema pencemaran udara berdasarkan Standar Isi IPA SMP/MTs. Dalam kajian terhadap Standar Isi IPA SMP/MTs akan diperoleh konsep-konsep pencemaran udara yang akan dituangkan dalam materi pokok melalui penjabaran indikator-indikator. Hasil studi literatur digunakan sebagai landasan untuk mengembangkan pembelajaran IPA terpadu tipe threaded dan nested dengan model Creative Problem Solving.
2. Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Instrumen
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembimbing untuk mendapatkan masukan sehingga pengimplementasian pembelajaran dapat dilakukan dengan baik di kelas.
Selanjutnya, dari indikator-indikator keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif dibuat instrumen penelitian. Instrumen tersebut dibuat dalam bentuk tes tertulis uraian. Setelah dilakukan penyusunan instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan judgement oleh pakar/ahli untuk mengetahui validitas isi dari instrumen yang digunakan dalam penelitian. 3. Uji Coba Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian sebelum digunakan, dilakukan uji validitas item, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran item dan uji daya pembeda. Pengujian instrumen penelitian diujicobakan pada siswa kelas VIII di MTsN Biringkanaya. Dari hasil uji coba item soal yang yang tidak memenuhi syarat selanjutnya dapat diperbaiki atau direvisi. Selanjutnya, item soal dapat digunakan untuk mengambil tes awal dan tes akhir.
4. Tahap Implementasi
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
terhadap keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berfikir kreatif siswa.
5. Tahap Analisis Data dan Pembahasan
Setelah dilakukan pengumpulan dan penskoran data yang telah didapatkan serta menganalisis lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap data tersebut yang dilanjutkan dengan membahas hasil yang diperoleh dan diakhiri dengan menarik kesimpulan.
Adapun langkah-langkah prosedur penelitian ditunjukkan pada gambar 3.1.
Karakteristik Konsep
Karakteristik Pembelajaran
Penyusunan Instrumen
Uji Coba Butir Soal Instrumen
Judgement
Perumusan Pembelajaran IPA Terpadu dengan model Creative Problem Solving
Studi Pendahuluan dan Studi Literatur
Analisis Tema Pencemaran Lingkungan berdasarkan Standart Isi Mata Pelajaran IPA
SMP/MTs
Analisis Keterampiulan Berpikir Kreatif Analisis
Keterampilan Pemecahan Masalah Analisis
Pembelajaran IPA Terpadu dengan
model Creative
Problem Solving
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
= Kelas Eksperimen 1
= Kelas Eksperimen 2
Gambar 3.1. Alur Penelitian
[image:39.595.125.518.559.706.2]Adapun jadwal pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada tabel 3.3. berikut: Tabel 3.3. Jadwal Pelaksanaan Penelitian
No. Tanggal Kegiatan Keterangan
1. 10 Mei 2014 Uji Coba Instrumen Kelas VIII-1 MTsN Biringkanaya 2. 17 Mei 2014 Pre-Test Keterampilan
Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berpikir Kreatif
Kelas Eksperimen 1
3. 17 Mei 2014 Pre-Test Keterampilan
Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berpikir Kreatif
Kelas Eksperimen 2
4. 19 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Nested dengan model Creative
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Problem Solving
(Pertemuan I)
5. 22 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Threaded dengan model Creative
Problem Solving
(Pertemuan I)
Kelas Eksperimen 1
6. 22 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Threaded dengan model Creative
Problem Solving
(Pertemuan II)
Kelas Eksperimen 1
7. 24 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Nested dengan model Creative
Problem Solving
(Pertemuan II)
Kelas Eksperimen 2
8. 26 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Nested dengan model Creative
Problem Solving
(Pertemuan III)
Kelas Eksperimen 2
9. 30 Mei 2014 Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu tipe Threaded dengan model Creative
Problem Solving
(Pertemuan III)
Kelas Eksperimen 1
10. 30 Mei 2014 Pengisian Angket oleh Siswa Kelas VII-1
Kelas Eksperimen 1
11. 31 Mei 2014 Pengisisan Angket oleh Siswa Kelas VII-2
Kelas Eksperimen 2
12. 6 Juni 2014 Pos-Test Keterampilan
Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berpikir Kreatif 13. 7 Juni 2014 Pos-Test Keterampilan
Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berpikir Kreatif
Kelas Eksperimen 2
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes keterampilan pemecahan masalah, tes keterampilan berpikir kreatif, dan angket tanggapan siswa dan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran.
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran memuat daftar keterlaksanaan pembelajaran IPA terpadu dengan model Creative Problem Solving pada kedua kelas eksperimen.
2. Tes Keterampilan Pemecahan Masalah
Tes ini digunakan untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah siswa sebelum dan sesudah diterapkannya pembelajaran IPA terpadu dengan model Creative Problem Solving di kedua kelas eksperimen.
3. Tes Keterampilan Berpikir Kreatif
Tes ini digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah diterapkannya pembelajaran IPA terpadu dengan model Creative Problem Solving di kedua kelas eksperimen.
4. Angket Tanggapan Siswa terhadap Pembelajaran
Angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran memuat daftar pernyataan tentang pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dengan model Creative Problem Solving di kedua kelas eksperimen.
5. Angket Tanggapan Guru Terhadap Pembelajaran
Angket tanggapan guru terhadap pembelajaran memuat daftar pernyataan tentang pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dengan model Creative Problem Solving di kedua kelas eksperimen.
[image:41.595.133.516.650.678.2]Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut ini.
Tabel 3.4. Teknik Pengumpulan Data Sumber
Data Jenis Data
Teknik Pengumpulan
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Sumber
Data Jenis Data
Teknik Pengumpulan
Data Keterangan
Siswa Keterampilan
pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum dan setelah mendapatkan perlakuan
Tes uraian (pretes dan postes)
Dilakukan diawal dan diakhir proses pembelajaran Guru dan siswa Aktivitas selama proses pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran Selama pembelajaran Guru dan Siswa
Respon guru dan siswa terhadap model pembelajaran
Angket respon guru dan siswa
Setelah proses pembelajaran
G. Teknik Pengembangan Instrumen 1. Validasi Instrumen Tes
Untuk memperoleh gambaran tentang keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif siswa, maka diperlukan tes yang baik. Sebelum digunakan tes evaluasi tersebut diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reabilitasnya.
a. Validitas Item
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Sebuah item dikatakan valid jika mempunyai dukungan yang besar terhadap skor soal total. Skor pada item soal menyebabkan skor total menjadi tinggi atau rendah. Dengan kata lain sebuah item soal memiliki validitas yang tinggi jika skor pada item memiliki kesejajaran dengan skor total (Arikunto, 2012). Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dengan angka kasar, dengan rumus:
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dimana:
rxy = koefisien validitas item soal N = jumlah siswa yang mengikuti tes X = skor item ke-I yang diukur validitasnya Y = Skor total
[image:43.595.195.475.297.409.2]Untuk menginterpresentasikan besarnya koefisien korelasi dipergunakan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.5. Interpretasi Validitas
Koefisien Korelasi Kriteria 0,80 < r ≤ 1,00 Sangat tinggi
0,60 < r ≤ 0,80 Tinggi
0,40 < r ≤ 0,60 Cukup
0,20 < r ≤ 0,40 Rendah
0,00 < r ≤ 0,20 Sangat rendah
Rxy dikatakan valid jika memenuhi kriteria cukup sampai dengan sangat tinggi. Rxy dikatakan tidak valid jika memenuhi kriteria cukup sampai dengan rendah (Arikunto, 2012).
b. Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan bahwa instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument yang dipakai tersebut sudah baik. Reliabilitas adalah ketetapan satu tes apabila diteskan pada subyek yang sama dan pada waktu yang berbeda akan memberikan hasil yang hampir sama pula (Arikunto,2012). Dalam penelitian ini rumus yang dipakai adalah rumus Spearman-Brown yang persamaannya sebagai berikut:
Keterangan:
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan instrumen
jika r hitung > r tabel maka tes ho yang dilakukan reliabel. c. Tingkat Kesukaran Item
Di samping memenuhi validitas dan reliabilitas yang baik, tes juga mengandung adanya keseimbangan dari kesulitan test tersebut. Cara yang digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran dengan menggunakan rumus:
Dimana:
P = indeks kesulitan untuk setiap butir item B = banyaknya siswa menjawab benar Js = banyaknya peserta tes
Tabel 3.6. Interpretasi Indeks Kesukaran
Interval Kriteria
P < 0,30 Sukar
0.030 ≤ P ≤ 0,70 Sedang
P > 0.70 Mudah
(Arikunto, 2012)
d. Daya Pembeda
Daya beda digunakan untuk mengetahui bahwa setiap siswa dapat menerima suatu item tes atau soal dengan pengertian yang sama.
Keterangan:
J = jumlah peserta tes
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar
= proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (P
sebagai indeks kesukaran)
= proporsi peserta kelompok bawah atas yang menjawab
[image:45.595.162.517.99.463.2]benar
Tabel 3.7. Interpretasi Daya Pembeda
Interval Kriteria
0,00 - 0,20 Jelek
0,20 - 0,40 Cukup
0,40 -0.70 Baik
0,70 - 1,00 Baik sekali
(Arikunto, 2012) 2. Hasil Uji Coba Instrumen
Uji coba instrumen dilakukan pada siswa kelas VIII-1 MTsN Biringkanaya di mana sekolah tersebut merupakan sekolah tempat peneliti melakukan penelitian sehingga diharapkan memiliki standar yang sama dengan subjek penelitian. Analisis instrumen dilakukan dengan menggunakan AnatesV4 untuk menguji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran item, dan daya pembeda soal yang selanjutnya diinterpretasikan sesuai dengan kriteria yang ditunjukkan.
a. Hasil Uji Coba Soal Keterampilan Pemecahan Masalah
A.Muafiah Nur, 2014
Penerapan pembelajaran ipa terpadu tipe threaded dan nested dengan model creative problem solving untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah Dan berpikir kreatif siswa mts Pada tema pencemaran udara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
[image:46.595.125.507.164.508.2]penelitian. Hasil uji coba tes keterampilan pemecahan masalah secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.8. Hasil Uji Coba Item Soal Essay Keterampilan Pemecahan Masalah No.
Soal
Daya Pembeda Tingkat
Kesukaran Validitas Ket.
DP (%) Kriteria P (%) Kriteria rxy Kriteria
1. 54,55 Baik 66,67 Sedang 0,817 Sangat
Signifikan Digunakan
2. 36,36 Cukup 57,58 Sedang 0,790 Sangat
Signifikan Digunakan
3. 24,24 Cukup 57,58 Sedang 0,620 Sangat
Signifikan Digunakan 4. 30,30 Cukup 72,73 Mudah 0,522 Signifikan Digunakan 5. 24,24 Cukup 66,67 Sedang 0,552 Signifikan Digunakan
6. 27,27 Cukup 77,27 Mudah 0,626 Sangat
Signifikan Digunakan
7. 40,00 Baik 60,00 Sedang 0,733 Sangat
Signifikan Digunakan
8. 33,33 Cukup 56,06 Sedang 0,607 Sangat Signifikan
Tidak Digunakan
9. 21,21 Cukup 53,03 Sedang 0,439 Tidak
Signifikan
Tidak Digunakan
10 24,24 Cukup 48,48 Sedang 0,526 Signifikan Tidak Digunakan
11. 21,21 Cukup 50,00 Sedang 0,413 Tidak Signifikan
Tidak Digunakan
12. 33,33 Cukup 62,12 Sedang 0,616 Sangat Signifikan
Tidak Digunakan
13. 33,33 Cukup 59,09 Sedang 0,579 Signifikan Tidak Digunakan
Uji coba tes keterampilan pemecahan masalah terdir