• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL SUPRAPTI S811402049

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "JURNAL SUPRAPTI S811402049"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

1

THE LEARNING MODEL OF PAIKEM TO IMPROVE ACHIEVEMENT STUDENTS OF

THE FIFTH GRADE STUDENTS OF SD 1 BAE, BAE SUB DISTRICT,

KUDUS REGENCY

Suprapti, Muhammad Akhyar¹, Djono²

Magister Teknologi Pendidikan Program PASCA SARJANA UNS

[email protected]

ABSTRACT

The objectives of this research are to find the improve achievement students

of applying the learning model of PAIKEM of the fifth grade students of SD 1 Bae,

Kudus. This research was the qualitative research. The method of collecting data

used the deep interview, observation of participants, and documentation. To

analyse data used the interactive analysis model.

The research results show that (1) the first condition of learning of the fifth grade

students of SD 1 Bae, Kudus uses the teacher centered method; (2) the planning design

of applying the learning model of PAIKEM of the fifth grade students of SD 1 Bae,

Kudus prepares the learning sets such as syllabus, lesson plan, minimal score criteria of

each lesson, plan an evaluation, remedial, and enrichment; (3) the implementation

design of applying the learning model of PAIKEM of the fifth grade students of SD 1

Bae, Kudus is appropriate to syllabus, lesson plan, minimal score criteria of each lesson,

plan an evaluation, remedial, and enrichment; (4) the obstacles of applying the learning

model of PAIKEM of the fifth grade students of SD 1 Bae, Kudus is infrastructure,

restrictiveness table in multimedia laboratory at school; (5) the method to solve the

obstacle of applying the learning model of PAIKEM of the fifth grade students of SD 1

Bae, Kudus shows that the teacher and the headmaster always gives motivation and

warning to the students to listen carefully; (6) the results of applying the learning model

of PAIKEM are the students can be active, critical, and creative. The class condition are

productive, gratify and comfortable in learning process.

(2)

commit to user

2

SISWA KELAS V SD 1 BAE KECAMATAN BAE KABUPATEN KUDUS

Suprapti, Muhammad Akhyar¹, Djono²

Magister Teknologi Pendidikan Program PASCA SARJANA UNS

[email protected]

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk menemukan peningkatan hasil penerapan

model pembelajaran PAIKEM kelas V di SD 1 Bae Kudus. Penelitian ini merupakan

penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara

mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan

model analisis interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi Awal pembelajaran kelas V di

SD 1 Bae Kudus adalah metode pembelajaran masih berpusat pada guru; (2) pola

perencanaan penerapan model pembelajaran PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan

Bae Kabupaten Kudus adalah dengan menyiapkan perangkat pembelajaran seperti

Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan Minimal Mata

Pelajaran, merencanakan evaluasi, remidi dan pengayaan; (3) pola pelaksanaan

penerapan model PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus sudah

sesuai dengan Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan

Minimal Mata Pelajaran, merencanakan evaluasi, remidi dan pengayaan; (4)

kendala-kendala penerapan model pembelajaran PAIKEM di SD 1 Bae Kecamatan Bae

Kabupaten Kudus adalah pada sarana prasarana, keterbatasan meja pada laboratorium

multimedia di sekolah; (5) cara mengatasi kendala dan hambatan dalam pembelajaran

PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus adalah bahwa guru dan

kepala sekolah selalu memberikan motivasi dan peringatan kepada siswa supaya tidak

ramai sendiri. (6) hasil penerapan model pembelajaran PAIKEM adalah siswa menjadi

aktif, kritis dan kreatif. Kelas menjadi produktif, menyenangkan dan tidak

membosankan.

(3)

commit to user

1

PENDAHULUAN

SD Negeri 1 Bae Kudus merupakan SD

yang dalam metode pembelajarannya

masih bersifat konvensional sehingga

guru masih menjadi pusat dalam

kegiatan belajar mengajar. Hal

tersebut mengakibatkan kurang

efektifnya proses kegiatan belajar

mengajar di kelas. Padahal

keberhasilan pembelajaran di SD

sangat dipengaruhi oleh peran guru.

Guru juga perlu memahami

karteristik siswa. Hal tersebut

didasarkan pada Permendiknas No.

41 Tahun 2007 tentang Standar

Proses (dalam Sudrajat, 2011),

mengisyaratkan bahwa dalam proses

pembelajaran, seorang guru

seyogyanya dapat memperhatikan

karakteristik siswanya. Karakteristik

siswa sesungguhnya memiliki

cakupan yang luas, salah satu

karakteristik siswa yang perlu

diperhatikan guru adalah mengenai

perkembangan kognitif siswa.

Berdasarkan teori perkembangan

kognitif Piaget dalam Subarinah

(2006: 2) menyatakan bahwa anak

usia SD ini berada pada periode

operasional konkret. Anak perlu

bantuan objek konkret untuk

memahami sesuatu yang abstrak.

Pendidikan merupakan kunci

untuk semua kemajuan dan

perkembangan kualitas sumber daya

manusia, sebab dengan pendidikan

manusia dapat mewujudkan semua

potensi dirinya baik sebagai pribadi

maupun sebagai warga masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi dapat

ditengarai bahwa aspek proses dan

hasil pembelajaran merupakan salah

satu penyebab perlunya ditingkatkan

mutu pendidikan. Kualitas proses

dan hasil belajar mengajar yang

rendah menunjukkan bahwa interaksi

antara siswa dengan sumber belajar

seperti dengan guru dan lingkungan,

tidak berjalan efektif sehingga hasil

belajar yang dicapai tidak optimal

(Purwanti, 2004). Oleh karena itu

dalam proses pembelajaran

diupayakan agar lingkungan belajar

dapat mendukung berlangsungnya

pembelajaran efektif dan berpusat

pada siswa.

Model dan metode mengajar

adalah suatu pengetahuan tentang

cara-cara mengajar yang

dipergunakan oleh guru agar materi

pelajaran dapat ditangkap, dipahami

dan digunakan oleh siswa dengan

baik. Metode mengajar yang

(4)

commit to user

2

dapat memotivasi siswa agar mampu

menggunakan pengetahuannya untuk

memecahkan suatu masalah yang

dihadapi ataupun untuk tujuan agar

siswa mampu berfikir dan

mengemukakan pendapatnya sendiri

dalam menghadapi masalah.

Model dan metode yang

dikembangkan tidak terlepas dari

kurikulum nasional yang berlaku

dalam hal ini adalah Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Dalam prinsip-prinsip pengembangan

kurikulum tingkat satuan pendidikan

(KTSP) bahwa pendidikan yang

diselenggarakan harus (1) berpusat

pada potensi, perkembangan,

kebutuhan dan kepentingan peserta

didik dan lingkungannya (2) beragam

dan terpadu (3) tanggap terhadap

perkembangan iptek dan seni (4)

relevan dengan kebutuhan

pendidikan (5) menyeluruh dan

berkesenambungan (6) belajar

sepanjang hayat (7) seimbang antara

kepentingan nasional dan

kepentingan daerah (BSNP, 2006: 5).

Berdasarkan tujuh prinsip

pengembangan KTSP di atas maka

pendidikan yang diselenggarakan dan

dikembangkan dengan

memperhatikan kepentingan daerah

untuk membangun yang di sesuikan

dengan potensi, kebutuhan,

tantangan, dan keragaman

karakteristik

lingkungan.Masing-masing daerah memerlukan

pendidikan sesuai dengan

karakteristik daerah dan pengalaman

kehidupan sehari-hari, dimana

pengembangan kurikulumnya

(perangkat pembelajaran) dilakukan

dengan melibatkan memangku

kepentingan atau (stacheholders)

untuk menjamin relefansi pendidikan

dengan kebutuhan kehidupan,

termasuk di dalamnya kehidupan

kemasyarakatan, dunia usaha dan

dunia kerja.Oleh karena itu

pengembangan pribadi, ketrampilan

berfikir, ketrampilan sosial,

ketrampolan akademik, dan

ketrampilan vokasional perlu di

tingkatkan.

Hasil pengamatan empiris di

SD 1 Bae Kecamatan Bae Kudus

menunjukkan bahwa permasalahan

dalam proses KBM diantaranya

adalah: Siswa banyak yang tidak

memperhatikan penjelasan materi

yang disampaikan oleh guru, dan

siswa banyak yang ramai sendiri dan

tidak mendengarkan penjelasan

Bapak/Ibu guru dalam proses KBM.

Hal itu terjadi karena guru lebih

(5)

commit to user

3

dan ceramah dalam KBM yang

membuat kurangnya partisipasi aktif

peserta didik.

Masalah di atas merupakan

salah satu alternatif yang dapat

diterapkan guru dalam mengajar

untuk meningkatkan keaktifan, minat

dan pemahaman siswa dalam belajar,

salah satunya adalah model

pembelajaran PAIKEM. Guru sebagai

fasilitator dan motivator dalam

mengoptimalkan proses belajar

siswa, harus dapat memilih suatu

pembelajaran yang dapat

mengaktifkan siswa dalam belajar

sehingga dapat meningkatkan hasil

serta mutu belajar siswa, salah satu

pembelajaran yang dapat digunakan

adalah model pembelajaran PAIKEM.

Pembelajaran PAIKEM adalah

sebuah model pembelajaran yang

memungkinkan peserta didik

melakukan kegiatan (proses belajar)

yang beragam untuk

mengembangkan ketrampilan, sikap,

dan pemahaman berbagai sumber

dan alat bantu belajar termasuk

pemanfaatan lingkungan supaya

pembelajaran lebih menarik,

menyenangkan, dan efektif.

Berdasarkan latar belakang di

atas, tujuan penelitian ini adalah

untuk menemukan peningkatan hasil

Penerapan Model Pembelajaran

PAIKEM kelas V di SD 1 Bae

Kecamatan Bae Kudus.

METODE PENELITIAN

Penelitian yang berjudul Penerapan

Model Pembelajaran PAIKEM

dilaksanakan di kelas V SD 1 Bae

Kudus.

Jenis penelitian ini termasuk

penelitian kualitatif. Alasan

menggunakan penelitian kualitatif

dikarenakan penelitian ini akan

mendeskripsikan mengenai

penerapan model pembelajaran

PAIKEM di SD 1 Bae Kecamatan Bae

Kudus, sesuai pengamatan peneliti

sebagaimana dijelaskan Bogdan dan

Tailor (dalam Moleong, 2006:4) bahwa

penelitian kualitatif merupakan

prosedur penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa

kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan perilaku yang dapat

diamati.

Sumber data adalah sesuatu

yang menjadi sumber untuk

memperoleh sebuah data. Dalam

penelitian ini peneliti menggunakan

sumber data berupa hasil observasi,

hasil wawancara, dan dokumentasi.

Metode pengumpulan data

(6)

commit to user

4

wawancara, observasi (pengamatan,

survei), dan studi dokumentasi.

Instrumen penelitian dikembangkan

untuk menjelaskan data yang

diuraikan melalui pedoman

dokumentasi, wawancara, dan

observasi. Maka penulis membuat

kisi-kisi instrumen untuk

komponen dan sub komponen

dengan menggunakan model CIPP.

Dalam hal ini peneliti akan

terus mengkaji dan menganalisis

berbagai macam data yang telah

diperoleh secara lebih seksama.

Kegiatan analisis data ini mengacu

pada rujukan teoritis yang

berhubungan dengan permasalahan

penelitian, yaitu dengan mengambil

informasi yang sama dari berbagai

informan yang telah dikenal

mempunyai sifat jujur dan terbuka.

Langkah-langkah analisis data dalam

penelitian ini menggunakan model

Miles dan Huberman (Sugiyono,

2008:337) yaitu (1) reduksi data, (2)

penyajian data, dan (3) penarikan

kesimpulan atau verifikasi. Dari

ketiga alur kegiatan tersebut

diharapkan dapat membuat data

menjadi bermakna.

Gambar 1. Model Analisis Interaktif

(Miles dan Huberman, 2007: 20)

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN

Observasi yang dilakukan pada

tanggal 20 Oktober 2014 di ruang

kelas V SD 1 Bae Kudus dijadikan

peneliti sebagai kondisi awal

pembelajaran sebagai control dan

berdasarkan dokumen yang diperoleh

peneliti berupa nilai siswa pada

kondisi awal pembelajaran siswa

kelas V SD 1 Bae Kudus menunjukkan

siswa kurang antusias untuk belajar

dibuktikan pada perolehan prestasi

belajar siswa rata-rata kurang

maksimal. Pembelajaran yang terjadi

konvensional, yakni dengan metode

ceramah yang membuat siswa merasa

bosan dan kurang antusias dalam

mengikuti pembelajaran. Siswa

tampak kurang bersemangat dalam

mengikuti pembelajaran, dan hasil

(7)

commit to user

5

Siswa merasa takut dan bosan tetapi

mengarah pada pembelajaran satu

arah, pasif dan kurang

menyenangkan.

Berdasarkan hasil wawancara,

observasi dan dokumen yang

diperoleh selama penelitian dapat

diambil kesimpulan bahwa guru di SD

1 Bae Kecamatan Bae Kabupaten

Kudus dalam pola perencanaan

penerapan model pembelajaran

PAIKEM adalah dengan menyiapkan

perangkat pembelajaran seperti

Silabus, Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan

Minimal Mata Pelajaran,

merencanakan evaluasi, remidi dan

pengayaan.

Berdasarkan hasil wawancara,

dokumentasi dan observasi di atas

dalam pelaksanaan model PAIKEM

kelas V SD 1 Bae Kecamatan Bae

Kabupaten Kudus sudah sesuai

dengan Silabus, Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan

Minimal Mata Pelajaran,

merencanakan evaluasi, remidi dan

pengayaan.

Berdasarkan hasil wawancara

dan observasi, dokumentasi di atas

menunjukkan bahwa yang menjadi

kendala dalam pembelajaran PAIKEM

di kelas V SD 1 Bae Kecamatan Bae

Kabupaten Kudus adalah dari sarana

prasarana yang masih kurang serta

saat pembelajaran itu sendiri siswa

masih banyak yang melakukan

kegaduhan dan ramai sendiri.

Berdasarkan hasil wawancara

dan observasi di atas maka dapat

disimpulkan bahwa upaya yang

dilakukan dalam mengatasi kendala

dan hambatan dalam pembelajaran

PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan

Bae Kabupaten Kudus adalah bahwa

guru dan kepala sekolah selalu

memberikan motivasi dan peringatan

kepada siswa supaya tidak ramai

sendiri.

Berdasarkan hasil wawancara di

atas dapat diketahui bahwa hasil

belajar siswa atau prestasi belajar

siswa mengalami peningkatan. Hal ini

terlihat dari peningkatan hasil belajar

yang diperoleh siswa. Peningkatan

hasil belajar tersebut menjadikan

presentase nilai ketuntasan siswa

mengalami peningkatan pula.

KESIMPULAN

1. Kondisi Awal Pembelajaran Kelas V di

SD 1 Bae Kecamatan Bae Kudus.

Kondisi awal pembelajaran siswa

kelas V SD 1 Bae Kudus, siswa kurang

antusias untuk belajar dibuktikan

pada perolehan prestasi belajar siswa

(8)

commit to user

6

Pembelajaran yang terjadi

konvensional, yakni dengan metode

ceramah yang membuat siswa merasa

bosan dan kurang antusias dalam

mengikuti pembelajaran.

2. Pola Perencanaan Penerapan Model

Pembelajaran PAIKEM Kelas V di SD 1

Bae Kecamatan Bae Kudus

Pola perencanaan penerapan model

pembelajaran PAIKEM kelas V SD 1

Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus

adalah dengan menyiapkan perangkat

pembelajaran seperti Silabus,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,

Kriteria Ketuntasan Minimal Mata

Pelajaran, merencanakan evaluasi,

remidi dan pengayaan.

3. Pola Pelaksanaan Penerapan Model

Pembelajaran PAIKEM Kelas V di SD 1

Bae Kecamatan Bae Kudus

Pola pelaksanaan penerapan model

PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan

Bae Kabupaten Kudus sudah sesuai

dengan Silabus, Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran, Kriteria Ketuntasan

Minimal Mata Pelajaran,

merencanakan evaluasi, remidi dan

pengayaan.

4. Kendala-Kendala Penerapan Model

Pembelajaran PAIKEM Kelas V di SD 1

Bae Kecamatan Bae Kudus

Kendala-kendala penerapan model

pembelajaran PAIKEM di SD 1 Bae

Kecamatan Bae Kabupaten Kudus

adalah pada sarana prasarana,

keterbatasan meja pada laboratorium

multimedia di sekolah, yang

jumlahnya hanya 20 meja sedangkan

siswa 30. Pada proses pembelajaran

berlangsung kendala lain yang

dialami adalah siswa sering ramai

dalam kegiatan diskusi.

5. Cara Mengatasi Kendala-Kendala Pada

Penerapan Model Pembelajaran

PAIKEM Kelas V di SD 1 Bae

Kecamatan Bae Kudus

Cara mengatasi kendala dan

hambatan dalam pembelajaran

PAIKEM kelas V SD 1 Bae Kecamatan

Bae Kabupaten Kudus adalah bahwa

guru dan kepala sekolah selalu

memberikan motivasi dan peringatan

kepada siswa supaya tidak ramai

sendiri.

6. Hasil Penerapan Model Pembelajaran

PAIKEM Kelas V di SD 1 Bae

Kecamatan Bae Kudus

Hasil penerapan model pembelajaran

PAIKEM adalah siswa lebih mudah

memahami materi yang disampaikan

guru, siswa merasa lebih paham

dengan materi yang diberikan guru.

Siswa terbiasa memecahkan masalah,

menemukan sesuatu yang berguna

bagi dirinya dan bergelut dengan

(9)

commit to user

7

kreatif. Kelas menjadi produktif,

menyenangkan dan tidak

membosankan. Suasana kelas selalu

ramai dan gembira dalam belajar.

SARAN

1. Bagi kepala sekolah, penelitian

ini diharapkan dapat digunakan

sebagai bahan masukan tentang

model pembelajaran PAIKEM dalam

kegiatan belajar mengajar.

2. Bagi guru, penelitian ini

diharapkan dapat digunakan untuk

meningkatkan kinerja guru di dalam

proses belajar mengajar sehingga

dengan penggunaan model

pembelajaran PAIKEM ini mampu

meningkatkan prestasi belajar siswa.

3. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan

dapat digunakan untuk

menumbuhkan semangat untuk

belajar lebih giat, aktif dan mandiri

sehingga bisa meningkatkan prestasi

belajar mereka.

REFERENSI

Akhmad Sudrajat. 2011. Pengertian

Pendekatan, Strategi,

Metode, Teknik, Taktik dan

Model Pembelajaran.

Tersedia:

Huberman. 2007. Analisis

Data Kualitatif, Buku

Sumber tentang

Metode-Metode Baru. Jakarta:

Universitas Indonesia Press.

Moleong, L.J. 2006. Metodologi

Penelitian Kualitatif.

Bandung: Remaja Rasda

Karya.

Subarinah. 2006. Inovasi

Pembelajaran Matematika.

Jakarta: Dirjen Pendidikan

Tinggi Direktorat

Ketenagaan Depdiknas.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif dan R

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana penerapan pembelajaran praktikum berbasis inkuiri

Cara pelayanan Customer Service terhadap produk tabungan BTN Junior pada Bank BTN KCP Jemursari Surabaya yaitu customer service harus dapat memberikan pelayanan kepada

HUBUNGAN ANTARA MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI INPUT MAHASISWA PROGRAM STUDI.. PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Selain itu semakin besar ukuran hiu umumnya cenderung memiliki kemampuan bertahan hidup lebih besar, upaya penanganan hiu yang tertangkap sebagai tangkapan sampingan ( bycatch

1) Perencanaan pengembangan lembaga litbang agar dapat menjadi Pusat Unggulan Iptek. 2) Program dan kegiatan yang akan dikembangkan harus mengacu pada tema riset

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, terhadap jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari perizinan pemanfaatan sumber radiasi pengion,

Bagian Hukum dan Pengaduan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum dan hubungan masyarakat, administrasi

Dengan demikian dari 18 variabel dengan nilai negatif pelanggan belum memperoleh kepuasan dan baru 1 variabel dengan nilai nol yang mencapai kepuasan pelanggan pada