No. 7/26/DASP Jakarta, 22 Juli 2005
S U R A T E D A R A N
Perihal : Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia
Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 tanggal 22 Juli 2005 tentang Sistem Kliring Nasional
Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4516), perlu diatur lebih lanjut ketentuan mengenai Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.
Dengan berlakunya Surat Edaran Bank Indonesia ini, maka :
1. Surat Edaran Bank Indonesia No.1/8/DASP tanggal 24 Desember 1999 perihal Rencana Penanggulangan Segera Atas Penyelenggaraan Kliring Dalam Keadaan Darurat, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang belum mengimplementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI.
2. Surat Edaran Bank Indonesia No.2/7/DASP tanggal 24 Februari 2000 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Manual, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring dengan sistem Kliring manual yang belum mengimplementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI, kecuali ketentuan mengenai perubahan nama Peserta berlaku sesuai dengan ketentuan mengenai tatacara perubahan nama Bank pada Bab III Lampiran Surat Edaran ini.
./.
2
3. Surat Edaran Bank Indonesia No.2/8/DASP tanggal 4 Mei 2000 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Semi Otomasi, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring dengan sistem Kliring semi otomasi yang belum mengimplementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI, kecuali ketentuan mengenai perubahan nama Peserta berlaku sesuai dengan ketentuan mengenai tatacara perubahan nama Bank pada Bab III Lampiran Surat Edaran ini.
4. Surat Edaran Bank Indonesia No.2/10/DASP tanggal 8 Juni 2000 perihal Tata Usaha Penarikan Cek/Bilyet Giro Kosong sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.4/17/DASP tanggal 7 November 2002 dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang sudah dan belum mengimplementasikan SKNBI, kecuali ketentuan mengenai alasan penolakan Warkat Debet dan tata cara pembuatan Surat Keterangan Penolakan pada Kliring pengembalian sebagaimana dimaksud pada angka IV.A dan angka IV.C dinyatakan tidak berlaku untuk Wilayah Kliring yang sudah mengimplementasikan SKNBI. Untuk selanjutnya, ketentuan mengenai alasan penolakan Warkat Debet dan tata cara pembuatan Surat Keterangan Penolakan untuk Wilayah Kliring yang sudah mengimplementasikan SKNBI dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Bab VII mengenai Penyelenggaraan Kliring Debet Surat Edaran ini.
5. Surat Edaran Bank Indonesia No.4/7/DASP tanggal 7 Mei 2002 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Otomasi sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.5/12/DASP tanggal 7 Juli 2003, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring dengan sistem Kliring otomasi yang belum mengimplementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI, kecuali ketentuan mengenai tatacara perubahan nama Peserta berlaku sesuai dengan ketentuan mengenai perubahan nama Bank pada Bab III Lampiran Surat Edaran ini.
3
6. Surat Edaran Bank Indonesia No.4/12/DASP tanggal 24 September 2002 perihal Jadwal Kliring Dan Tanggal Valuta Penyelesaian Akhir, Sistem Penyelenggaraan Kliring Lokal Serta Jenis dan Batasan Nominal Warkat Atau Data Keuangan Elektronik, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang belum mengimplementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI.
7. Surat Edaran Bank Indonesia No.4/15/DASP tanggal 30 September 2002 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal Secara Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.5/15/DASP tanggal 7 Juli 2003, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
8. Surat Edaran Bank Indonesia No.4/16/DASP tanggal 21 Oktober 2002 perihal Penyelenggaraan Kliring Lokal atas Cek dan Bilyet Giro yang Berasal dari Luar Wilayah, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang sudah dan belum mengimplementasikan SKNBI.
9. Surat Edaran Bank Indonesia No.4/21/DASP tanggal 2 Desember 2002 perihal Sistem Informasi Kliring Jarak Jauh, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang sudah dan belum mengimplementasikan SKNBI. 10. Surat Edaran Bank Indonesia No.6/38/DASP tanggal 16 September 2004
perihal Penggunaan Jasa Kurir dan Tanda Pengenal Dalam Penyelenggaraan Kliring Lokal, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang belum mengim plementasikan SKNBI sampai Wilayah Kliring tersebut mengimplementasikan SKNBI.
11. Surat Edaran Bank Indonesia No.6/52/DASP tanggal 31 Desember 2004 perihal Warkat, Dokumen Kliring serta Pencetakannya pada Perusahaan Percetakan Warkat dan Dokumen Kliring, dinyatakan tetap berlaku untuk Wilayah Kliring yang sudah dan belum mengimplementasikan SKNBI.
4
Ketentuan dalam Surat Edaran ini dilaksanakan sejak tanggal implementasi SKNBI di Wilayah Kliring yang bersangkutan sesuai dengan pengumuman Bank Indonesia.
Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 22 Juli 2005. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Demikian agar Saudara maklum.
BANK INDONESIA,
MOHAMAD ISHAK DIREKTUR AKUNTING DAN
SISTEM PEMBAYARAN