• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERKULIAHAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERKULIAHAN."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENGINTEGRASIAN

PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PERKULIAHAN

PENGINTEGRASIAN

PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PERKULIAHAN

Prof. Darmiyati Zuchdi, Ed. D.

Prof. Darmiyati Zuchdi, Ed. D.

Prof. Darmiyati Zuchdi, Ed. D.

(2)

Pengertian Karakter

Karakter adalah ciri-ciri yang khas-baik (tahu nilai

kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan

baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan),

yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam

perilaku.

Karakter secara koheren memancar dari hasil olah

pikir, olah hati,olah raga, serta olah rasa dan karsa

seseorang atau sekelompok orang.

Karakter merupakan ciri khas seseorang atau

sekelompok orang dalam megambil keputusan

moral, berkomitmen untuk bertindak sesuai dengan

nilai-nilai kebaikan, dan berperilaku sehari-hari

(3)

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter

dapat dimaknai sebagai

pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti,

pendidikan moral, pendidikan watak, yang

bertujuan:

mengembangkan kemampuan peserta didik

untuk memberikan keputusan baik-buruk,

memelihara apa yang baik,

mewujudkan dan menebar kebaikan itu

(4)

Tujuan, Fungsi, Ruang Lingkup

TUJUAN:

TUJUAN:

Mengembangkan karakter

peserta didik agar mampu

mewujudkan nilai-nilai

luhur Pancasila

Pengembangkan potensi dasar,

agar “berhati baik, berpikiran

baik & berperilaku baik”.

Perbaikan perilaku yg kurang baik

dan penguatan perilaku yg sudah

baik.

Penyaring budaya yg kurang

sesuai dg nilai-nilai luhur

Pancasila.

TUJUAN:

FUNGSI:

Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat

(5)

OLAH HATI OLAH PIKIR OLAH RASA/ KARSA OLAH RAGA

jujur, beriman dan bertakwa, amanah, adil,

bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela

berkorban, dan berjiwa patriotik

jujur, beriman dan bertakwa, amanah, adil,

bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela

berkorban, dan berjiwa patriotik

peduli, ramah, santun, rapi, nyaman, saling menghargai, toleran, suka menolong, gotong royong,

nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan

bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja

keras, dan beretos kerja

peduli, ramah, santun, rapi, nyaman, saling menghargai, toleran, suka menolong, gotong royong,

nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan

bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja

keras, dan beretos kerja tangguh, bersih dan

sehat, disiplin, sportif, andal, berdaya tahan,

bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan

gigih

tangguh, bersih dan sehat, disiplin, sportif, andal, berdaya tahan,

bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan

gigih cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir

terbuka, produktif, berorientasi Ipteks,

dan reflektif

cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir

(6)

INTERVENSI INTERVENSI HABITUASI HABITUASI Perilaku Berkarakter MASYA-RAKAT

PROSES PEMBUDAYAAN DAN PEMBERDAYAAN

Agama, Pancasila, UUD 1945, UU No. 20/2003 ttg

Sisdiknas

Teori Pendidikan,

Psikologi, Nilai Sosial &

Budaya Pengalaman terbaik (best practices)dan praktik nyata Nilai-nilai Luhur PERANGKAT PENDUKUNG Kebijakan, Pedoman, Sumber Daya, Lingkungan, Sarana dan Prasarana, Kebersamaan, Komitmen pemangku

kepentingan.

STRATEGI PEMBANGUNAN KARAKTER

BANGSA MELALUI PENDIDIKAN

KELUARGA

(7)

Pelaksanaan Pendidikan Karakter

di Perguruan Tinggi

KEGIATAN KESEHARIAN

Integrasi ke dalam kegiatan kemahasiswaan antara lain: Pramuka, Olahraga, Karya Tulis, Seni

Integrasi ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kpd

masyarakat yang berkarakter

Pembiasaan dalam kehidupan keseharian di Perguruan Tinggi

Penerapan pembiasaan kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, asrama, dan masyarakat

(8)

Strategi Implementasi

Pendidikan Karakter di PT

Strategi Implementasi

Pendidikan Karakter di PT

Strategi Implementasi

Pendidikan Karakter di PT

Kultur

Kelembagaan

Kultur

Kelembagaan

Kegiatan

Kurikuler

Kegiatan

Kurikuler

Kegiatan

Nonkurikuler

(9)

Pengembangan Kultur

Kelembagaan

Cara alami untuk mengembangkan nilai-nilai

dalam kehidupan sehari-hari

Perlu kebijakan pimpinan-pimpinan lembaga

(semua unit layanan akademik dan

admiistratif) dan strategi khusus.untuk

mencapai visi dan misi lembaga.

Pengembangan kultur universitas dapat

(10)

Kegiatan Kurikuler

Proses Perkuliahan:

Penguatan, Pengintegrasia.

Pelaksanaan Tugas

(11)

Kegiatan Nonkurikuler

Kegiatan di Unit-unit Kegiatan

Mahasiswa

Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru

Kegiatan dalam Ajang Kompetisi dan

Kerjasama

Kegiatan-kegiatan dalam Rangka Dies

Universitas dan Fakultas-fakultas

(12)

Kegiatan Penelitian dan Publikasi,

Kegiatan Pengabdian

Kegiatan Penelitian dan Publikasi:

Pemecahan Masalah-masalah dalam

Pendidikan Karakter

Kegiatan Pengabdian kpd. Masyarakat:

(13)

Penentuan Nilai-nilai Target UNY

Tercermin dalam Visi dan Misi

Diimplementasikan dalam Tridharma

Perguruan Tinggi:

Pendidikan

Penelitian dan Publikasi

Pengabdian kepada Masyarakat

Diaktualisasikan dalam Kultur Universitas,

(14)

Pengintegrasian Nilai-nilai Target

dalam Perkuliahan

Penetapan Nilai-nilai yang Diintegrasikan

dan Tujuan Perkuliahan

Penentuan Pendekatan, Metode, dan Strategi

Pembuatan Gambar Model Perkuliahan

Pembuatan Silabus Perkuliahan Bermuatan

Pendidikan Karakter

Pembuatan RPP Bermuatan Pendidikan

Karakter

Pembuatan Instrumen Evaluasi yang

(15)

Pendekatan Komprehensif

Isi: Komprehensif, meliputi nila-nilai

(1) religius (ke-Tuhanan)--hubungan.

vertikal dan horizontal

(16)

Pendekatan Komprehensif (lanjutan)

Metode komprehensif, meliputi:

- metode tradisional:

-inkulkasi

-keteladanan

-metode kontemporer:

-fasilitasi nilai

(17)

Pendekatan Komprehensif (lanjutan)

Strategi:

-

Inkulkasi

: sastra, slogan, seremoni, dll.

-

Keteladanan

: berbagi pengalaman,

manusia sumber, tokoh idola, dll.

-

Fasilitasi Nilai dan Moralitas

: pemilihan

ketua, kegiatan sosial, konseling

teman

sebaya, dll.

Referensi

Dokumen terkait

Latihan akan meningkatkan performa pada setiap atlet, namun disisi lain latihan juga akan berpotensi menimbulkan cedera pada atlet, evaluasi pada aspek kelelahan akibat

Demikian pula dengan pengaturan kerja antara Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia seharusnya diatur dalam konstitusi, sehingga gagasan

Menurut Riman (2012) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa Koefisien Pengaliran adalah suatu variabel yang didasarkan pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Untuk diagnosis Gangguan Cemas Menyeluruh (DSM-IV halaman 435, 300.02) ditegakkan bila terdapat kecemasan kronis yang lebih berat (berlangsung lebih dari 6 bulan;

demikian seterusnya dan merekapitulasi hasil perolehan nilai dari kelompok. Kegiatan akhir siswa ersama guru membuat rangkuman tentang jenis-jenis keseimbangan

Setelah melakukan pembelajaran matematika dengan model kooperatif learning tipe TAI pada kelas eksperimen ini, maka untuk mengetahui hasil belajar.. siswa terhadap

Orang tua yang menggunakan pola asuh permisif dengan persentase (13,83%) yaitu orang tua yang memiliki sikap acceptance yang tinggi namun kotrolnya rendah,

Hal ini dapat dilihat dalam siklus I dimana persentase kreativitas siswa tinggi adalah 56,25% dan meningkat menjadi 78,12% pada siklus II, (2) Penerapan model