Chapt er 8
Target yang Efekt if
Target ing yang efektif t erdiri dari :
Ident ifikasi grup pembeli yang berbeda dari kebut uhan dan preferensi mereka.
Pilih salah sat u atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.
4 Level M ikro M arket ing
Segm ents—kebut uhan dan keinginan yang sama
Niches—sub segment dengan manfaat yang berbeda
Local areas—program pemasaran yang dibuat
berdasarkan kebut uhan dan keinginan grup konsumen lokal dalam area perdagangan, lingkungan t erdekat
dan toko individu.
Definisi Segmen Pasar
Flexible M arket ing Offerings
Flexible M arket ing Offering terdiri dari dua bagian :
1. Solusi Terbuka (Naked solution): Unsur-unsur produk dan jasa dihargai oleh semua anggota kelompok.
Preference Segment s
Segmen Pasar dapat dibent uk dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan mengident ifikasi preferensi
segmen. Tiga pola Preferensi Segmen :
1. Preferensi Homogen (Homogeneous preferences)
t erjadi ket ika konsumen memiliki preferensi yang sama.
2. Preferensi tersebar (Diffused preferences) t erjadi ket ika preferensi konsumen sangat beragam.
Niche M arket ing
Pemasaran relung
(Niche M arket ing)
adalah pemasaran yang dit ujukan kepada kelompok yang didefinisikansecara sempit yang mencari manfaat bauran pemasaran yang berbeda. Pemasar biasanya mengident ifikasi relung
(niche)
dengan membagi-bagi sebuah segmen menjadi sub-segmen.Pemasaran Lokal
(Local M arket ing)
Target Pemasaran menghasilkan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebut uhan dan keinginan
kelompok pelanggan lokal (area perdagangan, lingkungan sekitar, bahkan toko individual.
Pemasaran Lokal menggambarkan t rend yang sedang t umbuh yang disebut pemasaran
grassroot.
Akt ivitasIndividual M arket ing
Tingkat segment asi t ert inggi mengarah pada segmen t unggal, pemasaran yang kustomisasi
(customized
market ing).
Customerization mengkombinasikan antara
mass
customization
dengancustomized marketing
unt ukSegment ing Consumer M arket s
Variabel-variabel yang digunakan dalam melakukan segment asi:
1. Geographic— pembagian pasar menjadi unit -unit geografis yang berbeda sepert i negara, propinsi, kot a, daerah,
lingkungan rumah t angga.
2. Demographic—pasar dibagi menjadi kelom pok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis sepert i usia,siklus hidup keluarga, gender, pendapatan, generasi dan kelas
sosial.
3. Psychographic– pasar dibagi menjadi kelom pok berdasarkan psikologi/ kepribadian, gaya hidup, nilai-nilai.
Segment ing Business M arket s
Pemasar bisnis umumnya mengident ifikasi segmen melalui proses segmentasi yang berurut an
(sequential
segmentat ion)
.Pembeli bisnis mencari kumpulan manfaat yang berbeda-beda berdasarkan t ahap yang mereka lalui dalam proses keput usan pembelian :
1. First -t ime prospect s : para pelanggan yang belum pernah
melakukan pembelian.
2. Novices : para pelanggan yang memulai hubungan bisnis. 3. Sophist icates : para pelanggan lama yang menginginkan
Segment ing Business M arket s
(lanjut an)
Klasifikasi pembeli bisnis berdasarkan t ipe pembelian :
1. Price-orient ed—mereka menginginkan value melalui low
price.
2. Solut ion-oriented—mereka menginginkan value melalui
benefit s and advice
3. St rategic-value—mereka menginginkan value melalui
Segment ing for Business M arket s
Demographic—indust ri, ukuran perusahaan, Lokasi
Operat ing variable--t eknologi, st at us pemakai/ non
pemakai—heavy, medium, light , kemampuan
konsumen
Purchasing approaches--fungsi, st rukt ur kekuatan,
sifat hubungan yang ada, kebijakan-kebijakan,
krit eria pembelian
Sit uat ional fact ors—t ingkat kepent ingan,
aplikasi/ penaw aran spesifik, ukuran pemesanan
Langkah-langkah dalam proses segment asi
1. Need-based segmentat ion—similar needs and benefit s
2. Segment ident ificat ion—m enent ukan demographics,
lifest yles, and perilaku pemakaian unt uk mem buat segmen yang berbeda
3. Segment att ract iveness—menggunakan krit eria segment
att ract iveness sepert i market grow t h, compet it ive int ensitas persaingan, market access
4. Segment profit abilit y—M enent ukan profit abillit y segmen sepert i pendapatan pot ensial
5. Segment posit ioning—mem buat value proposit ion and product -price berdasarakan karakt erist ik dan kebut uhan konsum en yang unik
6. Segment acid t est —membuat segment st oryboard unt uk
melakukan t est at rakt if pada set iap st rategi posit ioning set iap segmen.
Krit eria Segmen Yang Efekt if
M easurable power, size
M easurable—purchasing power, size
Substant ial—large enough t o be profit able
Accessible—can be effect ively reached
Different iable—dist inguishable w it h M arket ing M ix
Evaluasi dan Pemilihan Segmen
Pasar
Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda,
perusahaan harus memperhat ikan dua faktor, yait u : daya t arik segmen secara keseluruhan sert a t ujuan dan sumber daya perusahaan.
Lima pola pemilihan pasar sasaran:
1. Single segment concent rat ion-memilih sebuah segmen
t unggal
2. Select ive specializat ion-memilih segmen secara selekt if 3. Product specializat ion-fokus pada produk yang dijual 4. M arket specializat ion-konsentrasi unt uk melayani
kebut uhan dari suat u kelompok pelanggan t ertent u
5. Full market coverage-perusahaan melayani seluruh
Chapter 9
Langkah-langkah dalam
Strategic Brand
M anagement
1. Ident ifikasi dan membangun
brand positioning
2. M erencanakan dan mengimplementasikan
brand
marketing
3. M engukur dan menginterpret asikan
brand
performance
Definisi M erek (Brand)
Nama, ist ilah, tanda, simbol, rancangan
atau kombinasi dari hal-hal t ersebut
yang dimaksudkan unt uk mengident ifikasi
batang atau jasa dari seorang atau
sekelompok penjual dan unt uk
At ribut Brand Yang Kuat
Unggul dalam
mengantarkan manfaat yang diinginkan
Tetap relevan St rategi harga
berdasarkan pada
value
persepsi konsumen
Brand diposisikan dengan baik
M engkomunikasi pesan
brand
dengan konsist enM enggunakan aktifitas pemasaran berganda M emahami hubungan konsumen-brand
Peran dari sebuah Brand
Ident ifikasi pembuat brand dari suat u produk
M enyederhanakan penanganan M enyederhanakan penanganan
produk
invent ory M engat ur pencat at an invent ory
dan akunt ansi
Peran dari sebuah Brand
M enandakan sebuah
kualitas
M encipt akan barriers t o
ent ry
Sebagai compet it ive
advantage
Branding
M emberikan produk
dan jasa dengan
Brand Equit y
Nilai tambah yang dimasukkan
ke dalam produk dan jasa dan
aset
intangible
yang penting
Kelebihan Brand yang kuat
M eningkat kan persepsi kinerja produk
Loyalit as yang lebih besar
t idak rentan t erhadap aksi pemasaran yang kompet it if
Tidak rentan t erhadap krisis
Keunt ungan margin yang besar
Respon konsumen yang lebih elastis
Dukungan dan
Brand Equit y M odel
Brand Asset Valuator Aaker M odel
BRANDZ
Komponen Brand Asset Valuator
Differentiation—t ingkatan dimana brand memiliki perbedaan dibanding yang lain.
Relevance—luasnya daya tarik brand
Esteem—Seberapa baik brand dipandang dan dihormat i.
Aaker M odel
Brand identity—kumpulan asosiasi merek yang unik yang mew akili brand dan janji yang dit awarkan kepada
konsumen
Core identity elements—product scope, at ribut ,
kualit as/ value, penggunaan, pemakai, count ry of origin, at ribut organisasi, brand personalit y, dan simbol.
Extended identit y elements—menambahkan t ext ual dan pedoman (e.g., Ajax is w orldly but informal, confident and compet ent )
Aaker M odel – Ident itas Brand
Brand-as-product
Brand-as-person
Brand-as-symbol
Aaker M odel – Brand Asset s
Brand loyalt y
Brand associat ions
Perceived qualit y
Brand aw areness
The BRANDZ M odel
Presence—Do I know about it ?
Relevance—does somet hing for me
Performance—can it deliver? Advant age—bet t er
t han ot hers
Bonding
Brand Element s
Element s
Slogans
Brand
names
URLs
Logos
Brand Element Choice Crit eria
Ada enam kriteria dalam memilih brand element yait u :
1. M emorable– Bagaimana suatu brand diingat dan dikenali
2. M eaningful—elemen merek memiliki kredibilitas
3. Likeabilit y—menarik secara estet ika
4. Transferable—mengenalkan produk baru
5. Adaptable—senant iasa memperbaharui
M endesain akt ifit as Holist ic M arket ing
Personalization—brand dan pemasarannya se-relevan mungkin unt uk sebanyak mungkin pelanggan
Integration—menggabungkan dan mencocokkan akt ifitas market ing unt uk memaksimalkan efek individu dan
kolektif.
M engukur Brand Equit y
Brand Audits—menilai kesehat an brand, menemukan sumber-sumber ekuit as merek
dan cara unt uk meningkat kannya
Brand Tracking—informasi dasar t entang informasi merek dan pemasaran
Brand Valuation—est imasi t otal nilai finansial brand
Ada dua pendekatan :
Indirect yait u mengukur sumber ekuit as merek pot ensial dengan ident ifikasi dan melacak st rukt ur brand knowledgekonsum en.
M engelola Brand Equit y
Brand Reinforcement—art i dari brand, penguat an brand memerlukan inovasi dan
program pemasaran yang relevan
Brand Revitalization—menjaga posit ioning at au membuat posit ioning
yang baru
M erencanakan st rategi brand
M engembangkan elemen brand yang baru
M engaplikasikan elemen brand yang sudah ada
Branding Terms
Brand line—all product s
Brand mix—set of all brand lines
made available t o buyers
* Brand extension—brand yang
ada digunakan unt uk
memperkenalkan brand baru
* Sub-brand—Kombinasi brand
baru dengan brand yang sudah
ada (American Express Blue
Cards)
Parent brand—brand yang ada
yang memberikan lahirnya brand ext ension atau sub-brand
Family brand—brand induk yang
diasosiasikan dengan berbagai
produk melalui extensions (Kraft )
Line extension—brand induk yang
memperkenalkan kat egori produk (Dannon yogurt int roduced new favors)
* sama
Category extension—parent brand is
used to ent er a different product category from t he one it current ly serves (Honda aut omobiles,
mot orcycles, snow - blow ers)
Branded variants—specific lini brand
yang di-supply ke ret ailer t ertent u atau saluran dist ribusi
Licensed product—nama brand yang
dilisensikan kepada manufakt ur yang lain unt uk m embuat produk
(franchises)
Brand dilution—t erjadi ket ika
konsumen t idak lagi mengasosiasikan brand dengan produk yang speisifik atau produk yang sangat serupa.
Brand portfolio—set of all brands
and brand lines a part icular firm
Reasons for Brand Port folios
Increasing shelf presence and ret ailer dependence in t he st ore
Att ract ing consumers seeking variet y