• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bank Ina Perdana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bank Ina Perdana"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

(2)

Laporan Pelaksanaan Tentang Good Corporate Governance ( GCG )

Pelaksanaan GCG di Bank Ina Perdana berpedoman kepada Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006 sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, dimana pelaksanaannya berlandaskan pada lima prinsip dasar, sebagai berikut :

- Transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan;

- Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif;

- Pertanggungjawaban (responsbility), yaitu kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang sehat;

- Independensi (independency), yaitu pengelolaan bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun;

- Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pedoman pelaksanaan GCG telah dituangkan dalam kebijakan manajemen yang mengikat dan harus dijalankan, yang didalamnya mencakup kebijakan tentang Tata Tertib Dewan Komisaris dan Direksi, pengaturan etika kerja, waktu kerja dan pengaturan rapat Dewan Komisaris dan Direksi.

A. Struktur Tata Kelola Perusahaan

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris PT. Bank Ina Perdana berjumlah 3 (tiga) orang, dengan komposisi sebagai berikut :

- Natalia Salim : Komisaris Utama - Birawa Natapradja : Komisaris Utama* - Hari Sugiharto : Komisaris Independen

- Denny Susilo : Komisaris Independen

* menggantikan Natalia Salim, efektif per 4 November 2010

Komposisi dan keanggotaan Dewan Komisaris telah sesuai dengan ketentuan GCG yakni :

 Komisaris Independen berjumlah lebih dari 50% dari jumlah anggota Dewan Komisaris secara keseluruhan.

 Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki kompetensi yang dipersyaratkan.

 Anggota Dewan Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya,

Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali, sehingga tidak mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

 Seluruh Komisaris Independen tidak memiliki hubungan dengan Bank yang dapat mempengaruhi untuk bertindak tidak independen yakni :

- Tidak memiliki saham Bank.

(3)

- Bukan merupakan Debitur Inti dan/atau Deposan Inti Bank.

Dalam tahun 2010 telah diadakan 12 (dua belas) kali rapat, dengan rincian sebagai berikut :

Dewan Komisaris telah membentuk Komite-Komite untuk mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris, yakni :

1. Komite Audit

Komite ini berfungsi melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Komite Audit telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap :

- Pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern

- Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan Standar Audit yang berlaku

- Kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku

- Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, Akuntan Publik, dan hasil pengawasan Bank Indonesia.

Keanggotaan Komite Audit terdiri dari 3 (tiga) orang dengan susunan sebagai berikut : Ketua : Denny Susilo (Komisaris Independen)

Anggota : Dr. Timotius (Pihak Independen) Nia Budhyanti (Pihak Independen)

Pengangkatan anggota Komite Audit dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan proses seleksi dan penelitian terhadap track record masing-masing anggota sehingga dapat diyakini bahwa semua anggota Komite Audit memiliki kompetensi, integritas, akhlak, dan moral yang

No. Nama Jabatan Jumlah

Rapat

Tidak

Hadir % Hadir

1 Natalia Salim Komisaris Utama 11 1 90

2 Birawa Natapradja Komisaris Utama 6 0 100

3 Hari Sugiharto Komisaris Independen 12 0 100

(4)

baik, yang dapat menunjang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Komite Audit.

Dalam tahun 2010 telah diadakan 6 (enam) kali rapat yang seluruhnya dihadiri oleh anggota Komite secara fisik :

Nama Jabatan Jumlah

Rapat

Tidak Hadir

% Hadir

Denny Susilo Ketua 6 0 100

Dr. Timotius Anggota 6 0 100

Nia Budhyanti Anggota 6 0 100

Namun demikian, masih perlu dilakukan perbaikan pada proses pencatatan risalah rapat komite, dimana belum sepenuhnya mencatat seluruh keputusan dan atau rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat. Secara umum, dari notulen rapat terkesan hanya membahas hal-hal yang bersifat administratif, sedangkan dalam kenyataannya banyak arahan dari komite terkait mengenai kinerja Audit dan pembahasan hasil audit, diberikan secara lisan, dimana hal tersebut seharusnya tertuang secara tertib dan lengkap dalam risalalah rapat.

2. Komite Pemantau Risiko

Komite ini berfungsi melakukan evaluasi kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko serta Satuan Kerja Manajemen Risiko.

Komite Pemantau Risiko beranggotakan 3 (tiga) orang, dan keanggotaannya telah memenuhi ketentuan GCG. Susunan dan Keanggotaan Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut : Ketua : Hari Sugiharto (Komisaris Independen)

Anggota : Dr. Timotius (Pihak Independen) Nia Budhyanti (Pihak Independen)

Tugas dan tanggungjawab Komite Pemantau Risiko dalam membantu Dewan Komisaris telah terlaksana dengan cukup baik dan masih perlu peningkatan, yakni :

- Komite secara berkala mengevaluasi kesesuaian kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan di lapangan;

- Komite membantu dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko;

- Komite telah menyetujui dan mengevaluasi Kebijakan Manajemen Risiko;

- Komite telah mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko;

(5)

Dalam tahun 2010, Komite Pemantau Risiko telah 6 (enam) kali melaksanakan rapat, yang seluruhnya dihadiri anggota komite secara penuh ;

Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % Hadir

Hari Sugiharto Ketua 6 0 100

Dr. Timotius Anggota 6 0 100

Nia Budhyanti Anggota 6 0 100

Namun demikian, masih perlu dilakukan perbaikan pada proses pencatatan risalah rapat komite, dimana belum sepenuhnya mencatat seluruh keputusan dan atau rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat. Pencatatan hasil rapat secara tertib dan lengkap dalam risalah rapat, sangat diperlukan dalam rangka evaluasi tindak lanjut hasil rapat dan penyediaan bukti tertulis atas seluruh keputusan yang diambil Komite.

3. Komite Remunerasi dan Nominasi.

Komite ini berfungsi melakukan evaluasi kebijakan remunerasi untuk seluruh tingkatan dalam organisasi serta menyusun dan merekomendasikan sistem prosedur pemilihan dan atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan atau Direksi.

Komite Remunerasi dan Nominasi beranggotakan 3 (tiga) orang dan keanggotaannya telah memenuhi ketentuan GCG, dengan susunan keanggotaan sebagai berikut :

Ketua : Natalia Salim (Komisaris Utama) Anggota : Denny Susilo (Komisaris Independen)

Wenijati (Kepala Unit Kerja SDM) *) menggantikan Natalia Salim sejak tanggal 4 November 2010

Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi, sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Manjemen telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih perlu peningkatan yakni sebagai berikut :

- Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi;

- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham, kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi.

- Menyusun dan memberikan rekomendasi sistem dan prosedur mengenai pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham,

- Memberikan rekomendasi mengenai calon Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham,

(6)

Komite telah melakukan rapat sebanyak 2 (dua) kali dalam tahun 2010, yang dihadiri oleh semua anggota komite secara penuh ;

Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir

Natalia Salim Ketua 2 0

Denny Susilo Anggota 2 0

Wenijati Anggota 2 0

Dewan Direksi

Dewan Direksi berjumlah 3 (tiga) orang, dengan komposisi sebagai berikut : - Direktur Utama : Ir. Adi Wiratama, MBA

- Direktur Kepatuhan : Budiarto Santoso - Direktur : Winadewi Hanantha

Direktur Utama berasal dari pihak yang independen terhadap pemegang saham pengendali. Independensi Direktur Utama ditunjukkan dengan tidak adanya hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Pemegang Saham Pengendali Bank. Pengangkatan Direksi dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan atas rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.

Seluruh anggota Direksi tidak saling memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya, Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Tata tertib kerja Direksi telah ditetapkan dalam Kebijakan Manajemen, yang didalamnya diatur juga tentang tata cara pengambilan keputusan Direksi, yang mengikat dan menjadi tanggungjawab seluruh Direksi.

Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan GCG yaitu sebagai berikut :

 Bertanggung-jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank.

 Mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 Direksi telah melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi, antara lain adalah : - Tindaklanjut temuan audit dan rekomendasi dari auditor internal, auditor eksternal,

hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain;

- Pembentukan Satuan Kerja Audit Intern, Satuan Kerja Manajemen Risiko, dan Satuan Kerja Kepatuhan. Selain itu, Direksi juga telah membentuk Komite Manajemen Risiko, Komite Pengarah Teknologi Informasi.

- Pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS.

Untuk membantu tugas dan tanggung jawab Direksi dalam pelaksanaan GCG telah dibentuk Satuan Kerja dan Komite sebagai berikut :

1. Satuan Kerja Audit Internal

(7)

Satuan Kerja Internal Audit juga memeriksa pelaksanaan GCG di seluruh Unit Kerja dan melaporkannya ke Direktur Utama.

2. Satuan Kerja Manajemen Risiko,

Satuan Kerja Manajemen Risiko berfungsi untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan aspek risiko yang melekat pada setiap aktivitas Bank.

3. Komite Manajemen Risiko

Komite ini berfungsi untuk membantu Direksi dalam menyusun kebijakan dan strategi manajemen risiko serta mengevaluasi dan memantau pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen risiko agar sesuai dengan risk appetite dan strategi manajemen risiko Bank.

4. Satuan Kerja Kepatuhan.

Satuan kerja ini berfungsi untuk memastikan dan menjaga bahwa seluruh aktivitas Bank telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Rapat-rapat yang dilakukan Dewan Direksi telah memenuhi persyaratan tentang frekwensi rapat dan jumlah kehadiran pada setiap rapat. Sepanjang tahun 2010 telah diadakan 15 (lima belas) kali rapat, dimana seluruhnya dihadiri secara penuh oleh semua anggota Dewan Direksi dan dilaksanakan dengan kehadiran langsung.

No Nama Jabatan Jumlah

Rapat

Tidak

Hadir

%

Hadir

1 Adi Wiratama Direktur Utama 15 0 100

2 Budiarto Santoso Direktur Kepatuhan 15 0 100 3 Winadewi Hanantha Direktur Kredit 13 2 85

B. Aspek Transparansi dalam pelaksanan GCG

Aspek transparansi sebagai salah satu prinsip pokok dalam pelaksanaan GCG, diuraikan sebagai berikut :

1. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi

(8)

* )

L L

LKBB = Lembaga Keuangan Bukan Bank

2. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi

Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank berasal dari kalangan profesional dan tidak memiliki hubungan keuangan dan atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi lainnya dan atau Pemegang Saham Pengendali Bank.

3. Paket/Kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi

Paket atau kebijakan remunerasi dan fasilitas lain yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi sepanjang tahun 2010, disajikan sebagai berikut :

* Diterima secara tunai

4. Share Option

Dalam tahun 2010, tidak ada opsi saham (share option) bagi Komisaris, Direksi dan Pejabat Bank.

Jumlah Diterima dalam 1 Tahun

Dewan Komisaris Direksi

orang Jutaan Rp orang Jutaan Rp 1. Remunerasi (gaji, bonus,

(9)

5. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

Perbandingan gaji tertinggi dengan gaji terendah Komisaris, Direksi dan Pegawai disajikan per posisi 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

 Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah : 31,37 x  Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah : 1,2 x  Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah : 1,47 x  Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi : 1,67 x

6. Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Sepanjang tahun 2010 terdapat 3 (tiga) penyimpangan internal (internal fraud) yang berpotensi merugikan Bank, baik kerugian finansial maupun kerugian non finansial. Seluruh fraud yang terjadi telah diselesaikan oleh Bank dengan kerugian material yang tidak signifikan. Selengkapnya disajikan sebagai berikut :

Keterangan

/Nama

Jumlah

Saham yang

dimiliki

(lembar

saham)

Jumlah Opsi

Harga

Opsi

(Rupiah)

Jangka

Waktu yang

diberikan (lembar

saham)

yang telah dieksekusi

(lebar saham)

Komisaris Semua 0 0 0 N.A N.A

Direksi Semua 0 0 0 N.A N.A

Pejabat

Eksekutif Semua 0 0 0 N.A N.A

(10)

7. Permasalahan Hukum

Dalam tahun 2010, hanya terdapat satu permasalahan hukum perdata, berupa tagihan dari PPA yang belum jelas status penyelesaiannya. Selain hal tersebut, tidak ada permasalahan hukum yang signifikan yang terjadi atau belum terselesaikan di tahun 2010.

8. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan

Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank, tidak memiliki hubungan dan atau perangkapan jabatan yang tidak diperbolehkan dalam praktik GCG yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan, baik hubungan antara anggota, dengan Pemegang Saham Pengendali maupun dengan Bank. Sepanjang tahun 2010, tidak terdapat transaksi yang melibatkan Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif dan Pemegang Saham Pengendali yang mengandung potensi benturan kepentingan, kecuali pemberian kredit kepada pihak terkait atau penempatan dana dari pihak terkait. Pemberian suku bunga kredit dan suku bunga simpanan kepada pihak terkait, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di Bank dan tidak terdapat perbedaan perlakuan dengan debitur atau deposan biasa.

Internal Fraud

dalam 1 tahun

Jumlah kasus yang dilakukan oleh

Pengurus Pegawai tetap Pegawai tidak tetap

Tahun Telah Selesai (telah mempunyai kekuatan hukum

yang tetap) 0 0

Dalam proses penyelesaian 1 0

(11)

Kebijakan dan prosedur penanganan benturan kepentingan sedang disusun oleh Bank dan direncanakan dapat diberlakukan secara efektif pada Semester I tahun 2011.

9. Buy Back Shares dan Buy Back Obligasi Bank

Sepanjang tahun 2010 tidak terdapat buy back saham dan atau obligasi oleh Bank.

10. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposure)

Penyediaan dana kepada Pihak terkait Bank senantiasa mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit. Sepanjang tahun 2010 tidak pernah terjadi pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

Jumlah penyediaan dana kepada Pihak Terkait dan Debitur Inti per posisi Desember 2010 secara total disajikan sebagai berikut :

No. Penyediaan Dana

11. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan politik

Sebagai tanggung jawab sosial Bank terhadap masyarakat, Bank telah mengadakan beberapa kegiatan sosial sebagai berikut :

 Penanaman pohon di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, sebagai upaya untuk melakukan penghijauan di kota Jakarta, dengan biaya sebesar Rp. 19.812.000-.

 Pemberian bantuan air bersih untuk korban letusan Gn. Merapi – Yogyakarta, sebesar Rp. 20.842.000,-

 Selama tahun 2010 tidak terdapat kegiatan politik yang dilakukan Bank.

C. Fungsi Audit External

Bank telah menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Heroe Pramono & Rekan untuk melaksanakan audit atas Laporan Keuangan Bank tahun 2010. Penunjukan KAP Heroe Pramono & Rekan dilakukan berdasarkan mandat yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Peran kunci dari auditor eksternal adalah untuk menjamin bahwa laporan keuangan Bank benar-benar merepresentasikan posisi dan kinerja keuangan Bank yang sebenarnya. Auditor eksternal bertindak mewakili kepentingan shareholders untuk mengevaluasi kinerja keuangan

(12)

Bank. Laporan hasil audit eksternal juga berperan dalam menjaga transparansi kondisi keuangan kepada publik.

D. Fungsi Audit Intern

Pelaksanaan fungsi audit intern berpedoman pada Standard Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 dan secara konsisten telah dilaksanakan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank.

Laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit termasuk hasil audit yang bersifat rahasia telah dilaporkan secara rutin ke Bank Indonesia setiap 6 (enam) bulan sekali. Temuan-temuan pemeriksaaan Audit Internal telah disampaikan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris dan ditembuskan kepada Direktur Kepatuhan, yang selanjutnya wajib ditindaklanjuti. Tindak lanjut atas temuan Audit Internal oleh Direksi merupakan salah satu aspek yang dievaluasi secara berkala oleh Komite Audit Bank.

Sesuai dengan ketentuan GCG, laporan pelaksanaan GCG ini akan disampaikan kepada Pemegang Saham dan kepada Bank Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Lembaga Pemeringkat di Indonesia, Asosiasi-asosiasi Bank di Indonesia, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), 2 (dua) Lembaga penelitian di bidang ekonomi dan keuangan, dan 2 (dua) majalah ekonomi dan keuangan.

E. Hasil Self Assesment Penerapan GCG di tahun 2010

(13)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

(4) Dalam hal anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dilarang menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga

d. Sasaran dan strategi jangka menengah/panjang Perseroan. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi

Memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (“volledig acquit et décharge”) kepada anggota Dewan Komisaris, Direksi dan DPS Perseroan (termasuk anggota Dewan

Kepemilikan saham anggota Direksi serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi

Dewan Komisaris merupakan bagian dari pengelola Bank yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham sebagai organ perusahaan secara kolektif bertugas melakukan

Hubungan Keuangan Anggota Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham Pengendali, Anggota Dewan Komisaris lain dan/atau anggota Direksi PT.. Hubungan Keuangan Anggota

PBI No. 8/4/PBI/2006 menetapkan bahwa usulan penggantian dan / atau pengangkatan anggota Direksi oleh Komisaris kepada RUPS – LB harus memperhatikan rekomendasi

Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham Pengendali, Anggota Dewan Komisaris lain dan/atau anggota Direksi Bank Syariah