• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan tingkat intensitas kegempaan yang tinggi. Katalog United States geological survey (USGS) mencatat empat kejadian gempabumi dengan magnitude besar di Indonesia yaitu gempabumi Banda tahun 1983 (8,5 Mw), gempabumi Sumatera tahun 2004 (9,1 Mw), gempabumi Nias tahun 2005 (8,6 Mw) (USGS, 2009) dan gempabumi pantai barat Sumatera tahun 2012 (8,6 Mw) (USGS, 2012).

Gempabumi sebagai respon pergerakan lempeng tektonik, selain mengakibat-kan jatuhnya korban jiwa juga berdampak pada kerusakan infrastruktur fisik. Kerusakan infrastruktur fisik yang paling dominan akibat gempabumi adalah kerusakan pada unit bangunan baik yang tidak saja diakibatkan oleh buruknya kualitas konstruksi (internal) akan tetapi juga dipengaruhi oleh elemen non-struktural, umur serta perawatan bangunan (Silva dan Garcia, 2001). Angka kerusakan bangunan akibat gempabumi besar yang tercatat pernah terjadi di Indonesia yaitu dikota Banda Aceh tahun 2004 dengan angka kerusakan total bangunan mencapai 35 persen (Irwansyah, 2010), lebih dari 140.000 unit bangunan mengalami kerusakan total akibat gempabumi Yogyakarta tahun 2006 (Miura dkk, 2005), lebih dari 300.000 unit sebagai akibat gempabumi Sumatera Barat tahun 2009 (AusAID, 2012) dan 198.707 unit bangunan rusak dengan 64.413 unit rusak total sebagai akibat gempabumi Tasikmalaya tahun 2009 (ESDM, 2013).

Penilaian cepat bahaya kerusakan bangunan akibat gempa dilakukan oleh ahli atau surveyor untuk menilai suatu bangunan layak ditempati atau tidak, setelah terjadinya gempa di suatu daerah. Prosedur ini terdiri dari beberapa metode dan lembar formulir yang dapat membantu pengguna untuk mengidentifikasi, mencatat, dan menilai apakah sebuah bangunan itu sesuai dengan standar keselamatan dan kegunaan bangunan berdasarkan ketentuan yang dibuat oleh FEMA (FEMA 154, 2002). Rangkaian prosedur ini akan dijalankan secara manual dengan mengisi form penilaian kerusakan bangunan di lokasi, kemudian form tersebut akan dikirimkan ke

(2)

Badan Penanggulangan Bencana Nasional untuk diberikan penilaian dan hasil penilaian akan didokumentasikan. Prosedur ini juga memiliki kekurangan, yaitu proses yang memakan waktu mulai dari pengisian form data hingga penyajian hasil penilaian.

Disisi lain, teknologi informatika terus berkembang semakin maju mengikuti perkembangan jaman sehingga membuat semua dapat berlangsung dengan serba cepat dan efisien (Cassavoy, 2012). Teknologi telepon selular yang dahulu hanya digunakan untuk komunikasi antar individu, sekarang sudah bisa menjadi sumber informasi dengan adanya akses internet dari telepon selular (Pew, 2012). Hal ini turut memberikan kemudahan dalam proses penyebaran informasi yang sebelumnya bersifat manual menjadi otomatis tanpa harus membuang banyak waktu.

Perkembangan teknologi selular menjadi signifikan setelah adanya sistem operasi android, dimana sebagian besar gadget yang tersedia di pasaran menggunakan sistem operasi ini (Android Open Source Project, 2011). Tren aplikasi sistem informasi geografis juga sudah berkembang ke arah Digital Mapping dalam beberapa dekade yang lalu, sesuai dengan perkembangan perangkat komputer dan perangkat lunak mengenai Mapping. Perangkat lunak yang dimaksud banyak menunjang pekerjaan di bidang informasi geografis yang sebelumnya menggunakan metode kartografi (United Nations, 1998) termasuk aplikasi sistem informasi geografis untuk penilaian kerusakan bangunan akibat gempabumi. Maka dari itu, pembuatan aplikasi penilaian cepat bahaya kerusakan bangunan akibat gempa yang bersifat spasial dengan sistem digital berbasis android akan sangat membantu pekerjaan surveyor lapangan karena sistem ini memang dibutuhkan oleh para ahli untuk proses penilaian cepat. Metode yang dilakukan dengan cara manual, dinilai tidak efisien karena : (1) waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data relatif lama dan (2) proses input dan validasi data ke pusat membutuhkan waktu sendiri karena surveyor harus kembali ke pusat dan membutuhkan resource eksternal seperti scanner untuk input gambar.

Dengan teknologi berbasis android dan ketersediaan fasilitas seperti Geo-tagging, kekurangan dari metode pengisian form secara manual bisa diselesaikan. Solusi yang akan dibuat adalah mengubah form manual menjadi form digital yang bisa diakses dengan mudah, sehingga dampat-dampak positif yang dapat dirasakan oleh para surveyor antara lain: (1) waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data bisa dua kali lebih cepat pada kondisi terburuk, (2) proses input dan validasi data ke pusat bisa

(3)

langsung dilakukan di tempat survei dan (3) hasil bisa langsung dilihat di web-GIS setelah proses input dilakukan.

1.2 Ruang lingkup

Adapun ruang lingkup untuk penelitian adalah:

1. Penilaian yang digunakan dalam aplikasi penilaian berbasisFEMA-154 2. Form yang akan digunakan adalah form untuk kondisi High Seismicity,

karena Indonesia termasuk di dalam negara dengan intensitas gempa yang tinggi

3. Aplikasi digunakan hanya di daerah padat penduduk atau daerah perkotaan di wilayah Indonesia

4. Aplikasi akan dibuat terintegrasi antara aplikasi di sistem operasi android dan web GIS.

1.3 Tujuan dan manfaat

1.3.1 Tujuan

1. Mengembangkan aplikasi Mobile FEMA-154 (M-FEMA154) berbasis sistem operasi android untuk penilaian cepat kerusakan bangunan akibat gempabumi sesuai standar FEMA-154

2. Mengembangkan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terintegrasi dengan aplikasi M-FEMA154 untuk penyajian dan visualisasi data melalui web untuk penilaian cepat kerusakan bangunan akibat gempabumi.

1.3.2 Manfaat

1. Meningkatkan kinerja ahli atau surveyor lapangan dalam pelaporan penilaian cepat kerusakan bangunan akibat gempabumi.

2. Tersedianya sebuah sistem pelaporan penilaian kerusakan bangunan berbasis spasial yang lebih cepat dan akurat, serta tersedianya sebuah sistem yang bisa menyajikan dan memberikan visualisasi hasil penilaian melalui web yang berbasis sistem informasi geografis.

(4)

1.4 Metodologi penelitian

Metodologi penelitian yang kami gunakan untuk menyusun skripsi ini adalah metode analisa dan perancangan, dimana metode analisa terdiri dari studi pustaka dan perbandingan aplikasi sejenis. Sedangkan metode perancangan terdiri dari perancangan database (DBLC) dan perancangan aplikasi (SDLC).

1.4.1 Metode analisa

1.4.1.1 Studi pustaka

Dalam perancangan aplikasi ini dibutuhkan dasar teori dari sistem informasi geografis berbasis web dan standar penilaian dari kerusakan bangunan yang dibuat oleh FEMA. Untuk itu dibutuhkan sumber informasi seperti buku, artikel, jurnal nasional maupun jurnal internasional. Metode ini dilakukan dengan membaca buku-buku elektronik. Buku-buku elektronik yang digunakan berasal dari FEMA. Buku-buku elektronik tersebut bersifat gratis dan dapat diunduh siapa saja. 1.4.1.2 Perbandingan aplikasi sejenis

Mencari dan melakukan perbandingan aplikasi yang sejenis dengan M-FEMA 154, untuk mengetahui fungsi dasar yang diperlukan dan prosedur kerja aplikasi.

1.4.2 Metode perancangan

1.4.2.1 Metode perancangan database

Dalam skripsi ini, metode perancangan database yang digunakan adalah Metode DBLC (Database Life Cycle) yang meliputi :

1. Perancangan conceptual database, meliputi penentuan entitas, hubungan antara entitas, dan atributnya

2. Perancangan logical database, meliputi pembuatan normalisasi

3. Perancangan physical database, meliputi perancangan basis data kedalam sistem database

(5)

Hasil dari perancangan database ini berupa ERD (Entity Relationship Diagram).

1.4.2.2 Metode perancangan aplikasi

Metode perancangan aplikasi ini menggunakan Metode SDLC (System Development Life Cycle) dengan model

Waterfall yang melewati tahapan-tahapan seperti

requirements, planning, design, construction, dan deployment.

1.5 Sistematika penulisan

Sistematika penulisan dalam perancangan aplikasi ini terdiri dari lima bab yaitu :

BAB 1 : Pendahuluan

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang penulisan, ruang lingkup penelitian tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan yang digunakan.

BAB 2 : Tinjauan Pustaka

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai dasar teori yang berkaitan dan digunakan di dalam perancangan aplikasi ini.

BAB 3 : Metodologi Penelitian

Pada bab ini akan dibahas secara detail mengenai metode analisa dan metode perancangan yang akan digunakan.

BAB 4 : Implementasi dan Evaluasi

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi prototype aplikasi dan evaluasi mengenai kekurangan aplikasi.

(6)

BAB 5 : Kesimpulan dan Saran

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dari aplikasi yang sudah dibangun dan saran untuk pengembangan aplikasi di masa mendatang.

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus