60
BAB III
Strategi dan Hasil Diplomasi Olahraga Basket
Kegiatan olahraga yang berskala internasional seperti olimpiade atau
kompetisi internasional yang melibatkan berbagi negara dapat menjadi sarana
diplomasi antar negara yang dapat menengahi keretakan antar negara baik pada
level individu maupun pemerintah serta mendorong pemahaman dan kerjasama
antar budaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya olimpiade yang menjadi salah satu
cara untuk memperbaiki citra suatu negara maupuni sarana diplomatik sejak
olimpiade pada masa Yunani Kuno. Kegiatan olahraga berguna karena para
penonton yang meliputi berbagai lapisan masyarakat dengan bermacam profesi baik
masyarakat biasa, polisi, pejabat, dokter, dsb dapat bersatu karena kecintaan mereka
terhadap olahraga.
Dalam konteks Hubungan Internasional, olahraga ternyata memiliki fungsi
lain yang tidak kalah pentingnya sebagai sarana diplomasi. Hampir seluruh cabang
olahraga dapat menjadi sarana diplomasi seperti diplomasi basket, diplomasi tenis
meja, diplomasi badminton, dan sebagainya. Salah satu diplomasiolahraga yang
terkenal yaitu diplomasi ping-pong antara Amerika Serikat dan China pada tahun
1970-an.
Pada bab ini penulis akan memaparkan tentang indikator yang digunakan
untuk mengukur keberhasilan diplomasi olahraga yang dilakukan oleh Amerika
Serikat dan Korea Utara. Pembahasan ini menggunakan indikator yang
61
olahraga mencakup 7 strategi yang akan menggambarkan bagaimana para aktor dan
tempat diplomatik yang baru dapat memainkan peran penting dalam melakukan
diplomasi. Diantaranya adalah:
3.1 Olahraga Basket sebagai Sarana Diplomasi antara Amerika Serikat dan Korea Utara
Kontribusi diplomatik potensi acara olahraga internasional bisa
bermacam-macam. Mereka bisa berfungsi untuk menjangkau masyarakat umum internasional
atau memperkuat hubungan antara kedua negara tertentu, salah satunya tuan rumah.
Menggunakan popularitas olahraga, atletik dapat menjadi salah satu alasan besar
untuk pertemuan tidak resmi bagi para pemimpin, dan acara olahraga dapat
memungkinkan terjadinya diplomasi skala besar dimana banyak pemimpin politik
bisa bertemu.
Berbeda dengan negara Amerika Serikat dan Korea Utara. Pertemuan yang
terjadi antar keduanya melalui Dennis Rodman yang berkunjung ke Korea Utara.
Dennis Rodman adalah mantan pemain basket yang memiliki banyak prestasi di
NBA, menggaet lima cincin juara, dan namanya tercatat di Naismith Memorial
Basketball Hall of Fame, Massachusetts, Amerika Serikat. Rodman pertama kali
berkunjung ke Korea Utara pada tanggal 26 Februari 2013. Kunjungan Rodman ke
Korea Utara itu ialah untuk proses pembuatan video tayangan dokumenter televisi
62
tersebut juga akan meliputi pelatihan basket bagi anak-anak di negara tersebut dan
sejumlah pertandingan dengan komunitas basket setempat.1
Rodman kembali berkunjung ke Korea Utara pada tanggal 19 Desember 2013.
Rodman mengunjungi Korea Utara selama 5 hari. Dalam kunjungan tersebut,
Rodman akan melatih tim nasional basket Korea Utara.2 Kemudian pada tanggal 8
Januari 2014, Rodman kembali mengunjungi Korea Utara untuk mengadakan
pertandingan eksibisi dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kim Jong Un.
Dalam kunjungannya tersebut, Rodman membawa serta tim basket yang
beranggotakan mantan pemain basket profesional yang sebelumnya pernah bermain
di NBA.3
1“Mantan Pebasket NBA Dennis Rodman Kunjungi Korea Utara”, diakses melalui https://www.beritasatu.com/beritasatu/dunia/99197/mantan-pebasket-nba-dennis-rodman-kunjungi-korea-utara, (12/02/2020, 10.37 WIB)
2“ Rodman latih tim basket Korea Utara”, diakses melalui https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/12/131219_dennisrodman_basket_korut,
(14/02/2020, 14.00 WIB)
3“HUT Pemimpin Korut hadirkan Dennis Rodman”, diakses melalui, https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/01/140106_korea_utara_dennis_rodman,
63
Gambar 3.1 Dennis Rodman Latih Tim Basket Korea Utara
(Sumber dari : https://kaltim.tribunnews.com/2017/06/16/berkunjung-ke-korea-utara-dennis-rodman-bawa-hadiah-untuk-kim-jong-un-apa-isinya
Rodman kembali mengunjungi Korea Utara pada bulan Juni tahun 2017.
Rodman berkunjung ke Korea Utara untuk urusan pribadi. Kunjungan terbarunya
ini untuk kepentingan olahraga. Rodman berkata bahwa tujuannya ke Korea Utara
adalah untuk melihat apakah dia tetap bisa membawa olahraga ke Korea Utara,
karena itulah yang utama.4 “Saya di sini hanya berusaha untuk membuka pintu.
Tujuan utamanya, saya ingin melihat apakah saya mampu untuk mengenalkan
4“Pemain Basket Kontroversial Dennis Rodman berkunjung lagi ke Korut”, diakses melalui https://www.bbc.com/indonesia/majalah-40261670, (16/06/2020, 11.22 WIB)
64
olahraga, khususnya basket di Korea Utara. Itulah tujuan kehadiran saya,” tutur
Rodman.5
Gambar 3.1.1 Dennis dan Kim Melihat Pertandingan Basket Bersama
(Sumber dari : https://www.suara.com/sport/2018/06/12/192017/mengenal-dennis-rodman-mantan-pebasket-nba-sahabat-kim-jong-un)
Rodman memiliki akses yang luar biasa. Ia mungkin menjadi satu-satunya
orang Amerika Serikat yang dianggap teman dekat oleh Kim Jong Un. Rodman
mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un adalah temannya. Kim
Jong Un pecinta basket. Dan olahraga tersebut ternyata memiliki kemampuan untuk
mencairkan ketegangan di antara kedua negara. Namun, basket adalah salah satu
olahraga yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Kedua negara memiliki kemampuan
5Ivan Manurung. 2017. “Kunjungi Negara Kim Jong Un, Eks Bulls Ungkap Misi Utamanya”,
diakses melalui https://www.indosport.com/basket/20170615/kunjungi-negara-kim-jong-un-eks-bulls-ungkap-misi-utamanya, (27/07/2020, 05.09 WIB)
65
untuk bermain basket yang cukup baik, hingga masyarakat di kedua negara pun
sangat meyukai olahraga tersebut. Hal ini tentu membuka peluang untuk
berdiplomasi bagi kedua negara yang telah cukup lama bersitegang.
Selain mahir dalam bermain basket, Rodman juga memiliki kemampuan
diplomasi yang sangat luar biasa. Berkat keahliannya ini, banyak yang menduga
bahwa kemungkinan Dennis Rodman berperan dalam berlangsungnya pertemuan
antara Donald Trump dengan Kim Jong Un di Singapura pada tanggal 12 Juni 2018.
Rodman memiliki keistimewaan sebagai satu dari sedikit orang yang mengenal baik
Kim Jong Un dan Donald Trump.6
Amerika Serikat dan Korea Utara bertemu untuk pertama kalinya adalah pada
tanggal 12 Juni 2018 di Singapura. Pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong
Un ini menjadi pertemuan pertama. Pada pertemuan tersebut, ada 4 kesepakatan
yang dihasilkan. Di antaranya ialah Amerika Serikat dan Korea Utara akan
bersama-sama berupaya membangun sebuah hubungan yang langgeng dan
mewujudkan stabilitas perdamaian di Semenanjung Korea. Namun, penerapan hasil
pertemuan Trump dan Kim di Singapura berjalan lamban sehingga membuat
gelisah para pembuat kebijakan luar negeri Amerika Serikat.7
6Artho Viando. 2018. “Peran Dennis Rodman di Pertemuan Kim dan Trump”, diakses melalui, https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180607131749-139-304257/video-peran-dennis-rodman-di-pertemuan-kim-dan-trump, (20/12/2019, 06.50 WIB)
7Suci Sekarwati. 2018. “Kesepakatan Trump-Kim Jong Un di Singapura Semakin tak Jelas”, diakses
melalui, https://dunia.tempo.co/read/1121970/kesepakatan-trump-kim-jong-un-di-singapura-semakin-tak-jelas/full&view=ok, (20/12/2019, 06.21 WIB)
66
Gambar 3.1.2 Kim dan Trump bertemu untuk Pertama Kalinya
(Sumber dari : https://internasional.kompas.com/read/2018/06/12/16015751/bahasa-tubuh-ungkap-kim-dan-trump-gugup-saat-pertama-bertemu?page=all
Meski pada awalnya jalan menuju perdamaian antara kedua negara ini
terhambat, namun nyatanya masih sangat terbuka dengan adanya pertemuan kedua
di Vietnam pada tanggal 28 Februari 2019. Sesuai dengan kesepakatan pada
pertemuan pertama di Singapura, kedua negara berupaya kuat untuk memperbarui
hubungan. Trump berjanji akan mempertimbangkan kembali latihan militer
Amerika Serikat dan Korea Selatan, kegiatan yang selama ini menjadi alasan Korea
Utara untuk tetap mengembangkan senjata nuklirnya. Sebagai balasannya, Korea
Utara menutup salah satu situs uji coba rudal terbesar mereka sebagai langkah
menuju pelucutan senjata nuklir.8
8“Jalan Panjang Trump dan Kim Jong Un dari Singapura Ke Vietnam”, diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190227214148-106-373275/jalan-panjang-trump-dan-kim-jong-un-dari-singapura-ke-vietnam, (20/12/2019, 06.40 WIB)
67
Setelah melakukan dua kali pertemuan dan tidak membuahkan hasil,
Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi zona
demilitirisasi atau DMZ yang terletak di wilayah perbatasan Korea Utara dan Korea
Selatan. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Washington dan
Pyongyang sedang melakukan pembicaraan dibalik layar terkait kemungkinan di
gelarnya pertemuan ketiga. Moon menjelaskan Amerika Serikat segera melakukan
negoisasi di tingkat pejabat tinggi setelah pertemuan kedua Trump dan Kim Jong
Un tak membuahkan hasil. Moon sendiri sudah mendesak Korea Utara agar mau
kembali berunding.9
Trump akhirnya bertemu dengan Kim Jong Un terjadi pada tanggal 30 Juni
2019, sehari setelah Trump mengungkapkan keinginannya tersebut di twitter.
Pertemuan Trump dan Kim Jong Un terjadi tepat di atas perbatasan antara Korea
Utara-Korea Selatan. Lebih tepatnya lagi di wilayah DMZ. Keduanya lantas
berjabat tangan dan bertukar sapa. Momen tersebut merupakan sebuah pertanda
bahwa Trump adalah presiden Amerika Serikat pertama yang berhasil
menginjakkan kakinya di tanah Korea Utara. Pada pertemuan tersebut, Trump dan
Kim Jong Un membahas tentang negoisasi Amerika Serikat dan Korea Utara soal
denuklirisasi. Namun, sayangnya masih menemui jalan buntu. Meskopun demikian,
9“Presiden Trump dan Kim Jong Un persiapkan Pertemuan Ketiga”, diakses melalui https://dunia.tempo.co/read/1218498/presiden-trump-dan-kim-jong-un-persiapkan-pertemuan-ketiga/full&view=ok, (25/02/2020, 11.45 WIB)
68
Trump dan Kim Jong Un sepakat untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi
setelah pertemuan singkat mereka kemarin.10
Gambar 3.1.3 Trump dan Kim bertemu di DMZ
(Sumber dari : https://www.liputan6.com/global/read/4001787/media-korea-utara-puji-habis-habisan-pertemuan-donald-trump-dan-kim-jong-un)
Meskipun dalam pertemuan tersebut Presiden Donald Trump dan Kim Jong
Un tidak membahas basket, tetapi pertemuan tersebut secara tidak langsung terjadi
karena kunjungan Dennis Rodman ke Korea Utara beberapa kali. Dalam
kunjungannya tersebut, Rodman sempat memberikan kesempatan kepadakepada
Kim Jong Un untuk lebih mengenal Trump dengan memberinya buku yang ditulis oleh Trump yang berjudul “The Art of The Deal”. Dalam suatu wawancara yang
dilakukan pada bulan April, Rodman mengatakan bahwa Kim tidak memahami
10“Pertemuan Trump dan Kim Jong Un diharapkan Picu Perdamaian Korea” diakses melalui, https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190701110834-113-407892/pertemuan-trump-kim-jong-un-diharapkan-picu-perdamaian-korea, (26/02/2020, 13.10 WIB)
69
tentang Trump maupun tentang Amerika Serikat hingga ia memberikan salinan
buku yang ditulis Trump tersebut sebagai hadiah ulang tahun Kim Jong Un pada
tahun 2017.11
Rodman berpendapat bahwa ketika Kim Jong-Un mulai membaca buku
tersebut, maka Presiden Korea Utara tersebut dapat mulai memahami Donald
Trump karena menurut Rodman, baik Presiden Trump maupun Kim Jong-Un memiliki banyak kesamaan. Rodman berkata “Saya telah melakukan banyak hal
untuk Donald Trump, memberikan buku-buku dan segala hal tentang Trump, saya
pikir Kim tidak menyadari siapa Trump pada saat itu, sampai saya kira Kim mulai membaca buku dan mulai mendapatkan pemahaman.”12 Sehingga pertemuan antara
Kim Jong Un dan Donald Trump dapat terjadi. Sering kali dalam situasi diplomasi
yang rumit, negara-negara yang terlibat akan mencari Godwill Ambassador (orang
yang punya reputasi) dan dalam konteks hubungan antara Amerika Serikat dan
Korea Utara, Dennis Rodman dapat dikatakan menjadi figur yang tepat untuk peran
tersebut.13
Hubungan antara pemberian buku tersebut dengan pertemuan Kim Jong
Un-Trump adalah setelah membaca buku yang ditulis oleh Trump, Kim menjadi
lebih memahami dan mengenal Trump, selain itu, terdapat beberapa persamaan
antara Kim dan Trump seperti yang dinyatakan oleh Rodman. Trump dan Kim
memiliki persamaan dalam mewarisi bisnis keluarga, lebih tepatnya bisnis sang
11 https://www.straitstimes.com/world/united-states/nba-star-and-kim-jong-un-pal-dennis-rodman-will-be-in-singapore-for-summit
12Ibid., hal. 62 13Ibid., hal. 8
70
ayah. Trump memiliki Trum tower di New York. Dan dia juga menempatkan
namanya pada steak, vodka, univ dan bangunan. Sejalan dengan itu, Kim telah
memimpin pembukaan Ryomyong Street di Pyongyang. Dan dia juga
menempatkan nama keluarganya dalam segala hal mulai dari nama-nama bangunan
hingga ajaran filsafat di Korea Utara.14
Pada intinya, kedua pemimpin ini memiliki kesamaan karena keduanya
cenderung berorientasi pada keluarga, yang dalam konteks Trump adalah “kerajaan bisnis keluarga” yang di wariskan oleh ayahnya. Sedangkan dalam konteks Kim
adalah “Dinasti Komunis” yang juga turunkan oleh ayah Kim. Persamaan latar
belakang keduanya tersebut membentuk kepribadian yang tampak mirip satu sama
lain.
Gambar 3.1.4 Rodman memberikan Buku tentang Trump ke Kim Jong Un
14 Anna, Fifield. 2017. Dennis Rodman Just Gave Kim Jong Un ‘The Art of The Deal’. And it maybe
a genius move. Diakses melalui
https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2017/06/15/dennis-rodman-just-gave-kim-jong-un-the-art-of-the-deal-and-it-may-be-a-genius-move/ (16/02/2021. 07.46 WIB)
71
(Sumber dari : https://sport.tempo.co/read/885289/kunjungi-korea-utara-dennis-rodman-beri-kim-jong-un-buku-trump
3.2 Olahraga Basket sebagai Sarana Branding Negara Tuan Rumah
Menjadi tuan rumah sebuah acara atau kompetisi bergengsi tentu menjadi salah
satu keinginan setiap negara karena dapat menjadi sarana branding sekaligus
meningkatkan prestise suatu negara dalam ranah internasional, termasuk kompetisi
olahraga basket. Sejak tahun 1936, sewaktu pertandingan musim panas olahraga
basket pertama kali disiarkan di 41 negara, menjadi tuan rumah merupakan suatu
hal yang sangat membanggakan. Siaran pertandingan tersebut meningkatkan citra
positif negara tuan rumah kepada negara-negara lainnya. Selain itu, siaran ini juga
dapat menjadi sarana promosi bagi negara tuan rumah, seperti objek wisata dan
budaya khas negara tuan rumah. Dengan perkembangan teknologi yang masif,
72
pertandingan olahraga beserta negara tuan rumahnya melalui televisi dan media
lainnya.
Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling sering
menyelenggarakan olimpiade, yaitu 4 kali olimpiade Musim Panas dan 4 kali
olimpiade Musim Dingin. Olimpiade Musim Panas yang diselenggarakan di
Amerika Serikat pertama adalah pada tahun 1904 di kota St. Louis, kedua pada
tahun 1932 di Los Angeles, ketiga pada tahun 1984 di Los Angeles, dan yang
keempat pada tahun 1996 di kota Atlanta. Untuk Olimpiade Musim Dingin yang
pertama diselenggarakan di Amerika Serikat ialah pada tahun 1932 di kota Lake
Placid, kedua pada tahun 1960 di kota Squaw Valley, ketiga pada tahun 1980 di
kota Lake Placid, dan yang terakhir pada tahun 2002 di kota Salt Lake City.15
Berbanding terbalik dengan Amerika Serikat, Korea Utara justru tidak pernah
menyelenggarakan olimpiade, baik olimpiade musim panas ataupun olimpiade
musim dingin. Salah satu faktor Korea Utara tidak pernah menyelenggarakan
olimpiade adalah karena negara ini cenderung tertutup oleh dunia luar. Korea Utara
tidak ingin negara lain mengetahui tentang kelemahan dan kekurangan negerinya.
Hal ini yang membentuk dan memberikan rasa kepercayaan diri pada Korea Utara
untuk menjalankan negaranya secara mandiri dalam berbagai bidang yangt
15“Daftar Tuan Rumah Ajang Olahraga Olimpiade dari tahun ke tahun”, diakses melalui https://www.egindo.co/daftar-tuan-rumah-ajang-olahraga-olimpiade-dari-tahun-ke-tahun/2/, (26/06/2020, 14.56 WIB)
73
menopang kehidupan bernegaranya seperti yang paling utama adalah ekonomi,
politik, dan militer.16
Namun, tidak selamanya Korea Utara menutup diri dari dunia luar. Korea Utara
tetap melakukan interaksi dengan dunia luar untuk menunjukkan eksistensinya dan
memamerkan kekuatan yang dimiliki oleh negaranya. Salah satu cara Korea Utara
untuk mendapatkan perhatian dari negara lain adalah melalui olahraga. Olahraga
menjadi cara Korea Utara untuk menunjukkan kemampuannya, yaitu dengan
mengikuti kompetisi olahraga seperti olimpiade yang di selenggarakan di Atlanta,
Amerika Serikat pada tahun 1996.17
Korea Utara memilih untuk terlibat dalam kompetisi olahraga basket karena
olahraga ini merupakan salah satu olahraga dimana Amerika Serikat dan Korea
Utara terlibat. Kedua negara tersebut juga pernah melakukan pertandingan
persahabatan dalam cabang olahraga bola basket yang diadakan oleh Dennis
Rodman. Rodman membawa tim basket yang beranggotakan mantan pemain NBA
ke Korea Utara untuk melakukan pertandingan persahabatan melawan tim nasional
basket Korea Utara.
Melalui olahraga basket, Rodman ingin menunjukkan kepada warga Korea
Utara bahwa Amerika Serikat bukanlah musuh mereka. Rodman juga mengajarkan
bahwa bermain olahraga yang sama-sama kita cintai adalah sebuah langkah di arah
16Dae Sook Suh, 1981, “Korean Communism 194-1980”, Honolulu: University of Hawai Press. 17Adam, T. and Nick, K. (2018), “North Korea and its Olympic history”, diakses melalui https://www.washingtonpost.com/graphics/2018/world/amp-stories/north-korea-olympic-history/, (18/07/2020, 07.31 WIB)
74
yang benar. Hal ini tentu membuka peluang untuk hubungan baik bagi kedua negara
yang telah cukup lama bersitegang. Rodman dinilai sebagai sosok yang tepat
mengemban misi perdamaian.
Selain pertemuan pada pertandingan persahabatan tersebut, kedua negara juga
pernah bertemu dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang, Korea
Selatan. Pada saat itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengajak Korea Utara
agar bisa ikut dan membentuk tim gabungan bersama Korea Selatan di Olimpiade
Musim Dingin tersebut.18
Visi PyeongChang 2018 adalah untuk menawarkan gerakan olimpiade dan
dunia olahraga pada musim dingin. Rencana pesta olahraga musim dingin adalah
salah satu yang paling padat dalam sejarah olimpiade, yang menawarkan sebuah
panggung unik di mana para atlet terbaik dunia dapat mencapai penampilan yang
unggul. Dengan posisi strategis PyeongChang di Asia, dan akses ke pasar pemuda
cepat dan tumbuh, Olimpiade Musim Dingin 2018 mengekspos generasi baru atlet
potensial untuk kekuatan olahraga musim dingin.19 Olimpiade ini di ikuti oleh 92
negara, diantaranya adalah Norwegia, Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Korea
18“South Korea Invites North to Winter Olympics”, diakses melalui https://www.theaustralian.com.au/subscribe/news/1/?sourceCode=TAWEB_WRE170_a&dest=ht tps%3A%2F%2Fwww.theaustralian.com.au%2Fsport%2Folympics%2Fsouth-korea-invites-north-
to-winter-olympics%2Fnews-story%2F2d2f23c382e4ccc7612a67b1e84a0650&memtype=anonymous&mode=premium, (05/03/2020, 09.30 WIB)
19“PyeongChang 2018”, diakses melalui https://www.olympic.org/pyeongchang-2018,
75
Selatan, Belanda, Jepang, Korea Utara, China, Taiwan, Malaysia, Filipina, dan
sebagainya.20
Selain Olimpiade Musim Dingin 2018, Amerika Serikat dan Korea Utara
pernah berada di satu olimpiade yang sama, yaitu Olimpiade Rio 2016. Pesta
olimpiade olahraga ini diadakan di Rio de Janeiro pada tanggal 5-21 Agustus 2016.
Olimpiade Rio 2016 ini merupakan kali ke-28 pesta olimpiade olahraga modern.
Peristiwa ini menandai pertama kalinya olimpiade musim panas atau musim dingin
diselenggarakan di Amerika Selatan.21
Begitu juga dengan Olimpiade London 2012, olimpiade yang juga
mempertemukan Amerika Serikat dan Korea Utara. Pesta olahraga London 2012
berpusat di sekitar taman Olympic di London Timur, yang merupakan lokasi
olahraga baru.22 Pesta olahraga ini akan diadakan pada tanggal 27 Juli-12 Agustus
2012 dan pesta olahraga paralimpiade dari 29 Agustus-9 September 2012. Ada
pesan kunci dibalik tawaran London 2012, yaitu pesta olahraga ini akan
memberikan warisan bagi Inggris, mengubah kehidupan orang-orang melalui
regenerasi salah satu daerah termiskin di London, mengilhami generasi baru untuk
kegiatan olahraga dan pencapaian yang lebih besar, serta mendukung pergerakan
20“Olympics 2018 Results”, diakses melalui
https://www.nytimes.com/interactive/2018/sports/olympics/medal-count-results-schedule.html, (20/06/2020, 08.42 WIB)
21Adam Augustyn. 2016. “Rio de Janeiro 2016 Olympic Games”, diakses melalui https://www.britannica.com/event/Rio-de-Janeiro-2016-Olympic-Games, (28/04/2020, 09.29 WIB)
22“London 2012”, diakses melalui https://www.olympic.org/london-2012, (28/04/2020, 10.11
76
olimpiade masa depan.23 Meskipun Amerika Serikat dan Korea Utara telah berada
dalam beberapa olimpiade yang sama, kedua negara tersebut belum pernah bertemu
head to head.
Penyelenggaraan acara olahraga selain olimpiade dalam skala internasional
juga memiliki dampak yang signifikan dalam hubungan internasional, ditambah
dengan perkembangan dan keberadaan dari media dan teknologi yang
memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia memliki akses yang sama untuk
menonton acara tersebut secara bersamaan. Sehingga agenda-agenda olahraga
dapat dijadikan sebagai media untuk mempromosikan perdamaian, membentuk
mutual understanding antar negara hingga menjadi salah satu alternatif diplomasi.
Maka dari itu, negara-negara perlu memikirkan dengan cermat bagaimana
mereka menampilkan diri melalui media internasional dan memahami bahwa
peristiwa-peristiwa ini menjadi sorotan negara lain dan dapat menjadi contoh yang
negatif dan positif.
3.3 Olahraga Basket untuk Menjembatani Budaya dan Bahasa antara Amerika Serikat dan Korea Utara
Acara olahraga memiliki fitur khusus lainnya, karena kebanyakan orang yang
menyaksikan kompetisi sudah tahu aturan, peristiwa itu terjadi di antara negara
yang menjadi tuan rumah dan para penonton. Tidak masalah jika negara tuan rumah
seperti Rusia, Cina, atau Brazil dan jutaan penggemar olahraga bersorak untuk atlet
23“London 2012 Olympics”, diakses melalui https://www.politics.co.uk/reference/london-2012-olympics, (28/04/2020, 10.14 WIB)
77
favorit mereka meskipun bahasa yang digunakan dalam siaran. Ada banyak cara
yang dapat digunakan untuk menghubungkan acara olahraga, dan mereka dapat
digunakan dalam skala yang lebih kecil untuk keperluan diplomatik. Tim olahraga,
serta masing-masing atlet dapat digunakan untuk mendidik masyarakat tentang
berbagai negara dan juga meningkatkan pemahaman bersama akan budaya yang
berbeda.24
Sebagai contoh kunjungan presiden Obama ke Kuba pada tahun 2016.
Kunjungan tersebut ialah suatu contoh kepala negara yang sengaja menggunakan
acara olahraga untuk menyatukan dua negara yang berbeda. Selama kunjungannya,
presiden Obama tidak hanya menghubungkan kembali kedua negara secara
diplomatis, tetapi dengan menghadiri pertandingan bisbol, Obama juga mengambil
langkah signifikan untuk menjembatani perbedaan ideologis dan politik antara
Kuba dan Amerika Serikat, mengingatkan orang-orang Kuba tentang semangat
bersama untuk bermain bisbol. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,
menonton acara olahraga, seperti pertandingan bisbol dapat menjembatani
perbedaan bahasa, budaya, dan politik antara bangsa-bangsa, dan di dalam kasus
Kuba dan Amerika Serikat ini menunjukkan minat yang sama antara dua presiden
dan bangsa-bangsa mereka.25
Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa budaya
yang dimaksud disini adalah bagaimana kedua negara dapat bersatu melalui acara
olahraga. Seperti halnya Amerika Serikat dan Korea Utara yang akhirnya bersatu
24Ibid., hal.25.
78
melalui olahraga basket. Kedua negara tersebut dapat bersatu karena Dennis
Rodman telah melakukan kunjungan ke Korea Utara beberapa kali untuk
melakukan diplomasi basket. Kunjungan tersebut disambut dengan baik oleh Korea
Utara termasuk Kim Jong Un. Pasalnya Kim Jong Un sangat menyukai olahraga
basket dan olahraga tersebut ternyata memiliki kemampuan untuk mencairkan
ketegangan di antara kedua negara.
Dalam kunjungannya tersebut, Rodman mengadakan pertandingan basket
persahabatan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Dan pertandingan tersebut
dilaksanakan bertepatan dengan hari lahir Kim Jong Un yaitu 8 Januari
2014.26Pemimpin Korea Utara tersebut turut menyaksikan pertandingan dengan
duduk di sisi Dennis Rodman. Pertandingan tersebut juga disaksikan oleh 12.000
warga Korea Utara. Pertandingan pun berakhir dengan skor seri, Amerika Serikat
110 dan Korea Utara juga 110. Setelah pertandingan, Korea Utara mengajak para
pemain basket dari Amerika Serikat untuk makan malam bersama dengan Kim Jong
Un. Pada acara makan malam tersebut, para menteri, para pejabat partai, negosiator
nuklir dan bahkan Kim Jong Un sendiri pun mengatakan bahwa mereka berharap
dengan kunjungan Dennis Rodman dan timnya akan dapat mengurangi beberapa
hambatan psikologis antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Mereka bahkan
mengklaim bahwa Dennis Rodman dan timnya telah membuat sejarah.27
26Ibid., hal. 60
27“The Hermit Kingdom / VICE on HBO” diakses melalui
79
Keesokan harinya, tim the Harlem Globetrotters atau tim yang berisikan
mantan pemain NBA bergabung dengan tim basket nasional Korea Utara untuk
makan siang. Dalam acara makan siang tersebut, kedua tim saling berinteraksi satu
sama lain.28 Keakraban tersebut mencerminkan keberhasilan diplomasi basket yang
dilakukan oleh Dennis Rodman. Tidak terlihat pembatasan apapun yang
menghalangi keduanya untuk melakukan interaksi. Rodman juga berharap
pertandingan ini bisa mendamaikan hubungan kedua negara yang sedang
bersitegang. Dan selain itu, Rodman juga berharap langkah ini bisa membuat warga
Korea Utara dekat dengan Amerika Serikat.
3.4 Atlet Basket sebagai Aktor Non Politik dalam Mendukung Upaya Diplomasi Olahraga Amerika Serikat dan Korea Utara
Seperti yang disebutkan sebelumnya, tim olahraga, acara dan bahkan atlet
individu dapat menjadi duta olahraga dan dapat memberikan wajah bagi bangsa itu.
Manfaat dari kegiatan olahraga dan individu atlet adalah negoisasi diplomat dan
politisi resmi terlihat kurang, karena pemerintah diarahkan lebih bebas dan spontan.
Dalam lingkungan internasional ketika pemerintah menghadapi terlalu banyak
kritikan, maka bentuk diplomasi yang tidak terbatas dapat menyegarkan dan
disambut. Selain itu, orang-orang yang termasuk sebagai duta yang tidak berafiliasi
dengan pemerintah, mereka dapat berbicara melalui prestasi atletik dan mereka juga
dapat mendatangkan awal yang baru bagi suatu hubungan antar bangsa yang
sebelumnya rumit karena masalah ketidakpercayaan. Meskipun beberapa orang
28“North Korea and Harlem Globetrotters’ Diplomacy Basketball Lunch (VICE on HBO)” diakses
80
tidak percaya langsung kepada politisi, para atlet umumnya disukai dan dikagumi,
dan dapat memberikan empati budaya ke masyarakat. Mereka memberikan wajah
yang ramah dan positif kepada sebuah bangsa. Menyaksikan pertunjukan atlet kelas
dunia adalah salah satu kegiatan favorit para pemimpin politik dan juga orang-orang
biasa.
Dennis Rodman ialah salah satu duta olahraga yang dimiliki oleh Amerika
Serikat. Rodman telah melakukan kunjungan ke Korea Utara. Mantan pemain NBA
tersebut mengunjungi Korea Utara pada tanggal 19 Desember 2013 untuk
menyelenggarakan pelatihan bola basket bagi anak-anak Korea Utara, dan
membantu Kim Jong Un melatih tim nasional basket Korea Utara. Selain itu, pada
tanggal 8 Januari 2014 Rodman juga menyelenggarakan pertandingan bola basket
persahabatan antara tim nasional basket Korea Utara melawan tim Dennis Rodman
yang berisikan mantan pemain NBA, Rodman berharap pertandingan ini bisa
mendamaikan kedua negara yang sedang bersitegang. Karena menurut Rodman,
olahraga sangat penting bagi warna dunia. Dan dia juga menyebutkan langkah ini
sebagai diplomasi basket.
Dennis Rodman merupakan eks pemain basket yang memiliki banyak prestasi di
NBA, menggaet lima cincin juara, dan namanya tercatat di Naismith Memorial
Basketball Hall Of Fame, Massachussetts, AS. Memang pantas apabila Rodman
menjadi duta untuk diplomasi olahraga, khususnya basket, mengingat ketegangan
Korea Utara dengan Amerika Serikat akibat uji nuklir.
Selain Dennis Rodman, ada juga pemain basket Korea Utara yang hampir
81
235cm, dikenal dengan pemain basket tertinggi di dunia. Kesempatan inilah yang
digunakan Kim Jong Il untuk mempromosikan citra negaranya dan meningkatkan
hubungan dengan Washington, kata Michael Coyne (seorang pengacara dan agen
olahraga yang merancang upaya tersebut).
Ri Myong-Hun sempat mengikuti latihan di Kanada agar ia bisa masuk ke
NBA. Saat itu banyak tim-tim NBA yang mengirim scouts ke Kanada untuk melihat
Ri bermain. Sayangnya, ketika Ri akan masuk ke NBA, suatu perjanjian perang dari
tahun 1917 antara Amerika Serikat dan Korea Utara membuat mimpi Ri
terhambat.29
3.5 Olahraga Basket sebagai Sarana untuk Merumuskan Regulasi Perdagangan dan Perjanjian Baru
Kompetisi olahraga juga memberikan pengaruh terhadap perumusan
perjanjian undang-undang atau perdagangan. Federasi olahraga internasional,
terutama FIFA dan IOC, memiliki jaminan tertentu terkait dengan penyelenggaraan
acara mereka dan memerlukan persetujuan pemerintah. Jaminan yang paling
berpengaruh terkait dengan diplomasi adalah persyaratan visa. Dalam rangka
mencegah tuan rumah dari bangsa-bangsa tertentu dari acara mereka (China dan
Taiwan, Amerika Serikat dan Iran, dll.), negara tuan rumah tidak diperbolehkan
untuk menahan visa dari siapapun yang terkait dengan acara tersebut.
Olahraga basket juga memiliki federasi internasional yaitu FIBA. FIBA
(Federation Internationale de Basketball) adalah organisasi tertinggi yang
29Ibid., hal 56.
82
mengatur berbagai aturan olahraga bola basket dunia. FIBA memiliki markas yang
terletak di Jenewa, Swiss. Organisasi ini didirikan pada 18 Juni 1932 dengan nama
Federation Internationale de Basketball Amateur. FIBA didirikan oleh 8 negara
yaitu, Yunani, Argentina, Cekoslowakia, Latvia, Portugal, Italia, Rumania dan
Swiss. Berbagai kejuaraan bola basket telah digelar oleh FIBA seperti, kejuaraan
dunia FIBA (antar negara), kejuaraan dunia antar klub FIBA.30 Amerika Serikat
dan Korea Utara juga tergabung dalam FIBA. Amerika Serikat bergabung menjadi
anggota FIBA pada tahun 1934.31 Sedangkan Korea Utara bergabung menjadi
anggota FIBA pada tahun 1947.
Namun meskipun sudah bergabung dengan FIBA, klub basket Korea Utara
masih kurang dikenal jika dibandingkan dengan klub basket negara tetangganya,
Korea Selatan karena Korea Utara memang cenderung lebih tertutup pada dunia
internasional. Permainan basket Korea Selatan bisa diliat dimana saja karena tim
basket Korea Selatan tergolong cukup aktif dalam mengikuti pertandingan basket
nasional maupun internasional.
Namun, dalam tingkat nasional, Korea Utara masih sering mengadakan
pertandingan. Hal ini karena pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, adalah
penggemar berat olahraga basket. Kim Jong Un adalah fans berat Michael Jordan
dan Kobe Bryant.32 Dan ia juga sering mengundang mantan pemain basket NBA
30Ibid., hal 40.
31“USA Basketball History”, diakses melalui https://www.usab.com/history/usa-basketball.aspx#:~:text=The%20United%20States%20joined%20the,USA%20teams%20in%20inte rnational%20competitions., (22/07/2020, 16.24 WIB)
83
Dennis Rodman ke Korea Utara. Mantan pemain basket NBA tersebut dan
pemimpin Korea Utara Kim Jong Un adalah teman baik. Banyak orang yang tidak
tahu bahwa Rodman membantu Kim Jong Un untuk membuat peraturan basket
yang baru yang telah diimplementasikan ke dalam basket Korea Utara.33 Peraturan
basket baru tersebut antara lain yaitu slam dunk dihitung 3 point, setiap field goals
pada 3 menit terakhir pertandingan, akan dihitung 8 point, ketika 3 point dan bola
masuk tanpa menyentuh ring sama sekali, maka akan dihitung 4 point, serta point
akan dikurangi 1 ketika free throw tidak masuk.
Selain membuat peraturan basket yang baru, disini penulis juga akan
membahas Apakah Amerika Serikat dan Korea Utara melakukan kerjasama di
bidang ekonomi? Apakah Amerika Serikat memasarkan produk-produknya seperti
sepatu, baju, topi, jaket, dan lain-lain ke Korea Utara untuk perdagangan? Karena
seperti yang kita tahu Amerika Serikat dan Korea Utara telah melakukan hubungan
diplomatik melalui diplomasi olahraga yaitu basket, jadi apabila ada bentuk
kerjasama yang lain selain olahraga basket, maka itu bisa menjadi faktor penunjang
hubungan diplomatik kedua negara.
Propaganda Korea Utara tak henti-hentinya mengumumkan bahwa Amerika Serikat “menghambat” perkembangan Korea Utara. Hubungan dagang antara kedua
negara pun memang selalu terpolitisasi. Setelah pecahnya perang Korea pada tahun
1950, Washington memberlakukan sanksi komprehensif bagi pihak-pihak yang
33Len Werlen. 2020. “North Korea Basketball Implemented Some Crazy New Rules”, diakses
melalui https://www.opencourt-basketball.com/north-korea-basketball-implemented-some-crazy-new-rules/, (13/05/2020, 10.24 WIB)
84
berdagang dengan musuh. Akan tetapi, sanksi ini sebagian telah dikurangi pada
tahun 1995 sebagai bagian dari kerangka kerja yang disepakati termasuk
kesepakatan bilateral tentang pengujian misil jarak jauh yang mengakibatkan semua
pembatasan perdagangan yang tersisa dihapuskan pada bulan Juni 2000.34
Dalam hal ini, pembatasan atas penjualan barang militer potensial di bawah
pengaturan multilateral Wassenaar masih dipertahankan. Importir Amerika Serikat
yang mengimpor produk dari DPRK diperlukan persetujuan dari kantor Treasury
Amerika Serikat aset asing yang menyatakan bahwa produk tersebut tidak
diproduksi oleh entitas Korea Utara yang terlibat dengan proliferasi misil. Dalam
kondisi seperti ini, persetujuan tersebut adalah sebuah kewajiban. Para pejabat
pemerintah Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka hanya menerima beberapa
permintaan seperti itu setiap tahun. Kesan mereka adalah bahwa kondisi bisnis di
DPRK merupakan hambatan yang lebih besar bagi perdagangan bilateral daripada
rezim peraturan.
Relaksasi sanksi yang berkaitan dengan perjanjian politik tertentu secara
sengaja dibatalkan: larangan dagang tidak berlaku selama Korea Utara
mempertahankan moratorium rudal; jika pengujian misil dilanjutkan, sanksi bisa
dijatuhkan. Jadi, sekarang ini dengan pengecualian produk yang berhubungan
dengan militer, ada sedikit pembatasan hukum spesifik pada kemampuan Amerika
Serikat untuk mengekspor atau berinvestasi di DPRK. Impor tunduk pada proses
34Marcus Noland. 2004. “The Legal Framework of US-North Korea Trade Relations”, diakses
melalui https://www.piie.com/commentary/op-eds/legal-framework-us-north-korea-trade-relations, (02/06/2020, 14.22 WIB)
85
persetujuan sebelumnya, tapi ini didasarkan pada transparan dan tipis persayaratan
sertifikasi delineated.35
Namun, hanya ada sedikit perdagangan antara Amerika Serikat dan DPRK.
Korea Utara termasuk di antara beberapa negara yang tidak diberikan status
perdagan normal (NTR) oleh Amerika Serikat, dan ekspor Korea Utara tunduk pada
apa yang disebut kolom 2 tarif yang ditetapkan oleh undang-undang tak resmi
hawley tariff tahun 1930. Tarif ini cenderung merupakan yang tertinggi untuk
produk yang membutuhkan banyak tenaga kerja seperti pakaian, dan hal ini
dianggap sebagai persaingan oleh Korea Utara. Meskipun insiden mereka adalah
kecelakaan sejarah, dan bukan tamparan yang disengaja, kolom 2 mewakili
hambatan potensial yang serius untuk perdagangan. Beberapa negara, khususnya
Cina telah berhasil diekspor ke Amerika Serikat meskipun harus tunduk pada tarif
2 yang lebih tinggi (meskipun Cina akhirnya memperoleh status NTR secara tahun
ke tahun). Sebagian besar negara yang baru saja memperoleh NTR permanen,
seperti Cina, telah melakukannya melalui proses akses organisasi perdagangan
dunia (WTO). DPRK tidak tertarik bergabung dengan WTO.
Ketidaktertarikan ini sangat disayangkan. Amerika Serikat tidak
menyetujui kuota DPRK di bawah pengaturan Multi-Fibre (MFA), jaringan
perdagangan bilateral kuota pada tekstil dan pakaian (karena kadaluarsa pada tahun
2005), dan akses WTO dapat membantu DPRK dalam hal ini. Dalam kasus
pemerintah Burma yang mengalami kesulitan diplomatis, pemerintah Amerika
35Ibid., hal 75.
86
Serikat merasa lebih mudah secara politik untuk menerima kenaikan ekspor Burma
ke Amerika Serikat daripada menegoisasikan kepada publik perjanjian tekstil di
bawah naungan rezim represif. Keanggotaan WTO memiliki hak-hak istimewanya.
Bagaimanapun, DPRK adalah salah satu negara langka yang secara kronis tidak
memenuhi kuota tertinggi MFA di Eropa, di mana tidak ada sanksi menunjukkan
bahwa masalahnya terletak pada ketidakmampuan DPRK untuk bersaing, bukan
dalam hambatan perdagangan.
Namun, jika DPRK mendapatkan status NTR, Amerika Serikat
kemungkinan besar akan mengklasifikasikannya sebagai ekonomi non-pasar
(NME) dan memfitnahnya pada aturan-aturan penangkalnya di template Cina.
Intinya adalah bahwa hubungan diplomatik yang membaik bukanlah
Panacea-Amerika Serikat dapat menjadi proteksi atas dasar ekonomi murni, terlepas dari
politik.36
Sebaliknya, Amerika Serikat berdagang dengan beberapa negara
berpenghasilan rendah secara preferensial, secara unilateral memberi mereka akses
bebas pajak yang terbatas melalui sistem umum preferensi (GSP), berdasarkan
standar hak pekerja, perlindungan kekayaan intelektual, dan perdagangan narkoba.
Mengingat sikap tidak mengharagai Korea Utara terhadap standar kerja yang
diterima secara internasional, tidak dapat dibayangkan bahwa Amerika Serikat akan
memberikan hak-hak istimewa GSP Korea Utara di bawah praktek yang berlaku
sekarang, sekalipun hubungan diplomatik sudah normal kembali. Namun Cina,
36Ibid., hal 75.
87
yang tidak pernah menerima hak istimewa GSP, dengan jelas menunjukkan bahwa
bisa makmur tanpa keuntungan tersebut.
Kini, kondisi dan praktik internal di Korea Utara, bukan pembatasan hukum,
sangat menghambat perdagangan bilateral. Akan tetapi, dengan reformasi dan
peningkatan daya saing yang memadai, berbagai isu kebijakan yang luas akan
menjadi semakin relevan. Dalam hal ini, naiknya DPRK ke WTO ada manfaatnya.
Sementara itu, daripada mengeluh tentang kebijakan Amerika Serikat, pejabat
Korea Utara lebih baik dilayani dengan menggandakan upaya reformasi mereka.
Berdasarkan hasil penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa belum ada
kerjasama ekonomi antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Jadi, diplomasi
Amerika Serikat dan Korea Utara ini masih berada di tahap-tahap awal karena dapat
dikatakan bahwa kedua negara ini baru saja menjalani normalisasi hubungan
diplomatik yang salah satunya melalui olahraga basket. Lantas, dengan siapa Korea
Utara melakukan perdagangan? Sedikit mengejutkan bahwa Cina adalah mitra
dagang terbesar Korea Utara, tetapi menurut observatorium kompleksitas ekonomi,
sebuah situs visualisasi data terkemuka untuk data perdagangan internasional,
Pakistan (US$27,8 juta), India (US$25 juta), dan Ghana (US$11,4 juta) adalah
tujuan ekspor utama Korea Utara setelah Cina (US$1,58 miliar), yang menerima
lebih dari 90% ekspor Korea Utara. Demikian pula, sebagian besar impor berasal
dari Cina (US$3,23 miliar) tetapi mitra utama lainnya mencakup Rusia (US$74,1
88
Peru dan Honduras, yang mengirimkan sejumlah barang kecil ke Korea Utara
(US$9,7 juta dan US$8,8 juta) pada tahun 2017.37
Cina kini semakin menyerap bagian impor dan ekspor yang lebih besar dari
Korea Utara, seiring dengan banyaknya negara lain yang mengecil. Pada 2015,
bagian (impor Cina ke Korea Utara 85%, bagian ekspor yang diambil Cina dari
Korea Utara mencapai 83%). Dan mungkin salah satu alasan Amerika Serikat tidak
membuka ekspor-impor dengan Korea Utara karena Korea Utara melakukan
perdagangan paling banyak dengan Cina.
3.6 Olahraga Basket sebagai Sarana untuk Meningkatkan Citra Kedua Negara di Dunia Internasional
Menciptakan warisan adalah salah satu alasan yang paling umum digunakan
untuk mengadakan acara olahraga yang besar. Bagi negara-negara yang berupaya
meningkatkan citra mereka di luar negeri, mengorganisasi acara olahraga yang
sukses merupakan kesempatan besar untuk tidak hanya mempertunjukkan
keefektifan lembaga dalam bidang pemerintahan dan pengorganisasian negara,
tetapi juga untuk memungkinkan para pengunjung dan penonton menyaksikan
keindahan budaya dan geografis negeri tuan rumah. Demikian pula, acara olahraga,
seperti olimpiade dan piala dunia FIFA, sering kali digunakan untuk menunjukkan
kemajuan negara berkembang dan dapat mengubah pandangan kuno kepada para
pemirsa barat.
37Katharina Buccholz. 2019. “Who is North Korea Trading with?”, diakses melalui https://www.statista.com/chart/10683/north-korea-trading-partners/, (02/06/2020, 14.27 WIB)
89
Olahraga basket ialah salah satu cabang olahraga yang dapat meningkatkan
citra suatu negara. Media Korea Utara telah mengumumkan bola basket sebagai
olahraga nasional dan bagian dari idelologi negara. Pengumuman ini bertujuan
untuk memajukan olahraga agar Korea Utara bisa diperhitungkan di ranah global
dan mengimbau para tentara dan pekerja untuk ikut turut serta dalam kegiatan
tersebut. Media tersebut secara eksplisit mengkhususkan olahraga yang disukai
bangsa menjadi satu, menyerukan warga Korea Utara melakukan kejutan di dunia
bola basket.38
Pengumuman ini disampaikan karena pasalnya Kim Jong Un menyukai bola
basket. Kim Jong Un tertarik terhadap olahraga bola basket selama bersekolah di
Swiss dan Kim Jong Un juga dikenal berteman dengan mantan pemain NBA Dennis
Rodman. Basket ternyata mendapat tempat tersendiri dan sangat istimewa di Korea
Utara. US Secretary of State Madelaine Albright ternyata pernah menghadiahkan
bola basket yang ditandangani oleh Michael Jordan kepada ayah Kim Jong Un,
yaitu Kim Jong Il.39
Selain itu, olahraga bola basket juga telah ditanamkan di sekolah-sekolah
yang ada di Korea Utara. Terbukti dengan adanya kompetisi basket antar sekolah
tiap tahun. Kompetisi tersebut bernama National Schoolchildren’s Sports Contest.
Kompetisi ini mengumpulkan lebih dari 10.000 anggota kelompok olahraga
sekolah yang terbukti sukses di kota, daerah, dan pemeriksaan awal provinsi.
38Ibid., hal.7
90
Mereka akan bersaing dalam 19 pertandingan termasuk Taekwon-Do, Gulat Korea,
Basket, Berenang, dan Bermain Ski.40
Selain pertandingan basket antar sekolah, ada juga pertandingan basket di
tingkat nasional Korea Utara. Pertandingan tersebut adalah 23rd Paektuzan Sports
Contest among Officials of National Institutions. 23 tahun Paektusan adalah hadiah
lomba olahraga antar pejabat lembaga nasional, dibuka dengan upacara resmi di
gimnasium basket di jalan Chongchun pada tanggal 22 Januari 2018 untuk
menandai ulang tahun kelahiran Kim Jong Il. Para peserta akan bersaing dalam
olahrag basket, voli, badminton, taekwondo, dan penembakan di Stadium dalam
Pyongyang, aula taekwondo, gimnasium basket di Chongchun Street, galeri
menembak Meari dan tempat-tempat lain.41
Pertandingan selanjutnya adalah National Games of Orphans. National
games of Orphans 2018 dibuka di DPRK. Yang bertanding disini adalah para anak
yatim. Mereka akan bersaing dalam sepak bola, bola voli, bola basket, berenang
dan acara lainnya. Upacara pembukaan diadakan di SMP Phyongsong. Pada akhir
upacara, terjadi pertandingan sepak bola (laki-laki) kategori sekolah menengah
antara provinsi Phyongan selatan dan provinsi Hamgyong utara. Pertandingan akan
40“National Schoolchildren’s Sports Contest”, diakses melalui http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-01-25-0010,
(13/05/2020, 11.08 WIB)
41“23rd Paektusan Prize Sports Contest among Officials of National Institutions Opens”, diakses
melalui http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-01-24-0010, (15/05/2020. 10.18 WIB)
91
berlangsung sampai tanggal 18 Juli di sekolah dasar dan menengah untuk anak
yatim.42
National Students Sports Tournament adalah turnamen nasional yang
diselenggarakan oleh Korea Utara. Turnamen olahraga ini dibuka dengan upacara
penyambutan di Hamhung City pada hari kamis. Membawa lebih dari 2000 pemain
yang dipilih dari universitas dan perguruan tinggi di seluruh negeri. Mereka akan
bersaing dalam sepak bola, basket, bola voli, tenis meja, taekwondo, senam ritmik,
berenang, dan acara-acara olahraga lainnya. Yang hadir pada upacara pembukaan
adalah wakil ketua komite, para pejabat dan mahasiswa.43
National Sports of Workers ialah sebuah kontes olahraga nasional untuk
para pekerja (dalam bidang komunikasi). Kontes ini dibuka dengan upacara resmi
di gimnasium bola basket di jalan Chongchun di Pyongyang pada hari selasa, 4
Agustus 2018. Kontes ini mencakup bola voli, basket, tenis meja, dan acara-acara
lainnya. Yang hadir pada upacara pembukaan adalah Ri Il Hwan (direktur
departemen C.C), partai pekerja Korea, Kim Kwang Chol (menteri pos dan
telekomunikasi), para pejabat yang peduli, para pejabat federasi umum serikat
42“National Games of Orphans-2018 Held”, diakses melalui
http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-07-14-0006, (15/05/2020. 11.05 WIB)
43“National Students Sports Tournament for September 5 Prize Open”, diakses melalui http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-08-04-0011,
92
dagang Korea, para pemain dipilih dari semua provinsi dan pekerja di kota. Kontes
ini akan diadakan di berbagai bagian Pyongyang sampai tanggal 14 Agustus 2018.44
DPRK Championships atau Kejuaraan DPRK dimulai dengan upacara di
Gimnasium basket di jalan Chongchun pada hari rabu 4 Oktober 2018. Selama
kejuaraan, kompetisi akan diadakan dalam 470 kategori ganjil dari 37 acara seperti
sepak bola, bola basket, bola voli, dan judo, dengan kehadiran lebih dari 100 tim
olahraga termasuk 25 tim olahraga April, tim olahraga Amnokgang, dan tim
olahraga Pyongyang. Kejuaraan akan berlangsung di 10 kota dan wilayah, termasuk
Pyongyang, Phyongsong, dan Sariwon sampai 31 Oktober 2018.45Beberapa
pertandingan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa olahraga basket di Korea
Utara masih tetap ada, meskipun tidak terlalu diberitakan.
Berbeda dengan di Korea Utara, olahraga basket di Amerika Serikat sangat
terkenal karena banyak pemberitaan. Bahkan negara lain di luar Amerika Serikat
pun cukup mudah untuk mengakses berita tentang olahraga basket di Amerika
Serikat. Basket di Amerika Serikat juga memiliki beberapa kompetisi seperti di
Korea Utara.
Salah satu kompetisi basket di Amerika Serikat yang sangat terkenal di
seluruh dunia adalah NBA, atau Asosiasi Basket Nasional. NBA adalah liga basket
profesional yang terdiri dari 30 tim di seluruh Amerika Utara. Kompetisi ini
44“National Sports Contest of Workers Opens”, diakses melalui http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-08-08-0009,
(18/05/2020. 11.01 WIB)
45“DPRK Championships Open”, diakses melalui
http://rodong.rep.kp/en/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2018-10-04-0002, (19/05/2020. 12.26 WIB)
93
menampilkan pemain basket terbaik di dunia. NBA di ikuti oleh 30 tim, dipecah
oleh 2 konferensi dengan masing-masing 3 divisi. Konferensi barat menjadi tuan
rumah bagi divisi barat laut, pasifik dan barat daya.46
Namun, sebelum bermain di kompetisi basket level NBA, para pemain basket
akan bermain di NCAA. National Collegiate Athletic Association atau biasa
disingkat NCAA adalah organisasi yang mengelola atletik antar perguruan tinggi di
Amerika Serikat. NCAA berfungsi sebagai otoritas legislatif umum dan
administratif untuk olahraga antar pria dan wanita. NCAA menyusun statistik
tentang belasan olahraga perguruan tinggi, ada sepak bola, tenis lapangan, bisbol,
ola basket pria dan wanita, hoki es, dan masih banyak lagi.47
Selain kompetisi NCAA, ada juga kompetisi basket lain yaitu Liga Basket
Premiere atau PBL. PBL adalah liga basket eksklusif pertama yang murni dirancang
untuk pengalaman penggemar di dunia modern saat ini. PBL adalah jenis baru dari
basket, dimana penggemar diutamakan, kemudian pemain dan pelatih dapat diakses
dengan harga terjangkau. Dengan aturan liga yang unik, dapat diikuti oleh pemain
dari manapun di dunia, disiarkan dari televisi dan penyiaran online.48
Kompetisi lainnya ada juga ABA atau Asosiasi bola Basket Amerika adalah
liga basket profesional pria. Liga ini telah tumbuh menjadi liga olahraga profsional
46“NBA Frequently Asked Questions by NBA fans”, diakses melalui https://www.nba.com/news/faq, (22/08/2020, 08.31 WIB)
47“National Collegiate Athletic Association” diakses melalui
https://www.britannica.com/topic/National-Collegiate-Athletic-Association#info-article-history,(25/08/2020, 11.02 WIB)
94
terbesar di dunia.49 ABA jauh lebih cemerlang dari NBA. Dan liga ini memiliki
aturan sendiri yaitu, ada tembakan 30 detik, tembakan ini dikenal dengan tembakan
tiga poin, yang pada awalnya dicemooh NBA tapi kemudian diadopsi.50
3.7 Olahraga Basket sebagai Media untuk Memberikan Legitimasi Kepada Korea Utara
Seperti yang telah ditulis di bagian awal, acara-acara olahraga internasional
menarik perhatian jutaan orang, termasuk penggemar olahraga dan pemimpin
politik. Tahap global ini dapat digunakan untuk mencapai hasil yang disebutkan
sebelumnya, tetapi juga dapat digunakan sebagai platform untuk sebuah
pertarungan simbolis kemerdekaan politik suatu negara. Sebagai contoh, federasi
olahraga internasional seringkali menawarkan kesempatan untuk wilayah yang
memiliki ambisi untuk menjadi negara-bangsa yang merdeka dan bersaing di bawah
bendera yang mungkin tidak mewakili negara berdaulat saat ini.
Anggaran dasar olimpiade menetapkan bahwa bagi organisasi olahraga,
kongres atau yang biasa dianggap sebagai wewenang tertinggi organisasi itu dan sering kali ditulis sebagai “organ tertinggi” organisasi itu sebagaimana dijelaskan
49“The History of The American Basketball Association” diakses melalui https://abaliveaction.com/about-the-aba/, (25/08/2020, 14.55 WIB)
50“American Basketball Association debuts” diakses melalui https://www.history.com/this-day-in-history/american-basketball-association-debuts, (25/08/2020, 15.16 WIB)
95
dalam konstitusi atau ketetapan yang mengatur organisasi tersebut.51 Bagi banyak
organisasi olahraga tunggal, konstitusi biasanya perlu memenuhi persyaratan yang
ditetapkan oleh organisasi olahraga induk seperti NSF, atau NOC negara itu dan
dan dalam beberapa kasus juga memenuhi beberapa bentuk persayaratan hukum
yang ditetapkan untuk mendaftarkan organisasi sebagai badan hukum di bawah
hukum negara dimana organisasi tersebut tinggal. Dengan cara ini dan dengan
dukungan keanggotaan yang ditetapkan, organisasi olahraga memperoleh “legitimasi” mereka untuk mewakili anggota mereka dan bertindak untuk
memberikan kegiatan yang berhubungan dengan olahraga.52
Konsep legitimasi ini sangat penting dalam pembuatan dewan pemerintahan.
Dewan pemerintahan didirikan untuk mengawasi arah strategis organisasi olahraga
dan pada umumnya dewan ini dibentuk melalui dukungan keanggotaan tetap yang memberinya wewenang dan legitimasi untuk bertindak sebagai “suara”
keanggotaan.53 Hirschman menyarankan bahwa konsep suara, keluar dan loyalitas
adalah dasar untuk menetapkan legitimasi organisasi dan ini tercermin dalam proses
pemilihan yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi.54 Dalam kasus olahraga, ini dipahami berarti “perwakilan” demokrasi yang didasarkan pada ide
51“Olympic Charter” diakes melalui
https://stillmed.olympic.org/media/Document%20Library/OlympicOrg/General/EN-Olympic-Charter.pdf, (12/07/2020, 19.05 WIB)
52Forster, J. (2006), “Global sports organisations and their governance”, Corporate Governance,
Vol. 6 N o. 1, pp. 72-83.
53Hoye, R. (2006), “Leadership within Australian voluntary sport organisation boards”, Nonprofit
Management and Leadership, Vol. 16 No. 3, pp. 297-313.
54Hirschman, A.O. (1974), “Exit, voice and loyalty – further reflections and a survey of recent contributions”, Social Science Information, Vol. 87 No. 3, pp. 7-26.
96
individu terpilih yang mewakili sekelompok orang atau organisasi.55 Dalam
konteks ini, keanggotaan organisasi yang akan menentukan siapa yang memenuhi
syarat untuk memilih dan siapa yang memenuhi syarat untuk mempertahankan
posisi yang mewakili keanggotaan. Melalui dukungan keanggotaan, legitimasi
organisasi ditetapkan.56
Dapat di sederhanakan menjadi, sekelompok orang yang memiliki minat
yang sama dalam berolahraga, mungkin berkelompok untuk membentuk sebuah
klub. Klub itu dapat beroperasi secara independen sesuai dengan kebutuhan para
anggota untuk menyediakan kesempatan bagi mereka untuk bermain olaraga.
Sebelum mendirikan NSFs, klub itu sah dalam tujuannya karena itu didukung oleh
anggota sendiri untuk melakukannya. Pada zaman modern, langkah-langkah
tambahan harus diambil. Agar klub terlihat sah sekarang harus meminta dukungan
dari badan yang merupakan koleksi klub atau organisasi nasional dengan minat
olahraga yang sama. Badan nasional ini menjadi disahkan oleh anggota, dalam hal
ini klub dan pada gilirannya NSF melegitimasi anggota klub dengan mengenali
mereka.57 Bagi organisasi olahraga, praktik yang mengarah pada legitimasi mereka
telah dianggap penting oleh IOC. Washington dan Patterson menyarankan bahwa
pengesahan praktek oleh lembaga-lembaga yang dominan dapat menciptakan
kondisi di mana praktik yang biasanya terlihat bertentangan dengan lingkungan
55Enjolras, B. and Waldahl, R.H. (2010), “Democratic governance and oligarchy in voluntary sport organisations: the case of norwegian olympic comittee and confederation of sports”, European Sport
Management Quarterly, Vol. 10 No. 2, pp. 215-239
56Henry, I. and Lee, P.C. (2004), “Governance and ethics in sport”, The Business of Sport
Management, Prentice-Hall, London, pp. 25-41.
97
dapat menjadi institusi dalam hak mereka sendiri.58 Dengan demikian, pengesahan
sederhana dari keanggotaan organisasi dianggap sudah cukup untuk melegitimasi
keberadaan organisasi olahraga.
Korea Utara merupakan salah satu negara yang bergabung dalam organisasi
internasional. Awal mula Korea Utara bergabung dalam organisasi ialah karena
Korea Utara mengikuti salah satu ajang olahraga di kancah internasional, yaitu
olimpiade. Lembaga yang mengurus keikusertaan Korea Utara dalam olimpiade
adalah Komite Nasional Olimpiade Korea Utara atau National Olympic Committee of Democratic People’s Republic of Korea. Komite Nasional Olimpiade atau
National Olympic Comittee menjadi bagian penting dari Gerakan Olimpiade
Internasional yang bertugas untuk mempromosikan dan memelihara tujuan dari
gerakan tersebut di tingkat nasional melalui kegiatan olahraga.59 NOC ini yang
nantinya akan memastikan keikutsertaan atlet dari masing-masing negaranya dalam
ajang olimpiade dan yang berhak untuk mengajukan nama tempat atau kota dari
negaranya sebagai tempat untuk penyelenggaran olimpiade.60
Tujuan Korea Utara bergabung dalam IOC ialah untuk meningkatkan profil
negaranya. Komite Olimpiade Nasional Korea Utara bertujuan agar Korea Utara
mendapatkan pengakuan penuh atas statusnya sebagai negara melalui
bergabungnya Korea Utara dalam IOC. Setelah melalui berbagai usaha dan cara
58Washington, M. and Patterson, K.D.W. (2011), “Hostile takeover or joint venture: connections between institutional theory and sport management research”, Sport Management Review, Vol. 14
No. 1, pp. 1-12.
59“The International Olympic Comittee” diakses melalui https://www.olympic.org/the-ioc,
(12/07/2020, 20.23)
98
yang di lakukan untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi dan olimpiade olahraga
internasional, Korea Utara akhirnya dapat menggunakan nama resmi Democratis
People’s Republic of Korea (DPRK) dalam setiap olimpiade yang diikuti setelah
konferensi IOC yang diadakan di Warsaw pada Juni 1969.
Tabel 3.8 Analisa Diplomasi Olahraga terhadap Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara
Seperti yang telah di jelaskan dalam bab dan sub bab sebelumnya tentang
peran olahraga yang dapat di gunakan sebagai salah satu instrumen diplomasi,
dalam sub bab ini akan di jelaskan dan dijabarkan mengenai peran olahraga basket
sebagai instrumen diplomasi yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk
menormalisasi hubungannya dengan Korea Utara. Terdapat tujuh indikator strategi
diplomasi olahraga yang menunjukkan proses diploasi Amerika Serikat terhadap
Korea Utara melalui diplomasi olahraga basket seperti yang dijelaskan dalam tabel
99
Tabel 3.8 Daftar Momentum Kegiatan Hubungan Amerika Serikat-Korea Utara dan Strategi Diplomasi Olahraga yang digunakan
No.
Momentum Kegiatan Hubungan Amerika Serikat-Korea Utara
Strategi Diplomasi Olahraga yang Digunakan
1.
Membuat video tayangan dokumenter televisi. Pelatihan basket bagi anak-anak di Korea Utara. Bertanding dengan komunitas basket setempat. Melatih tim nasional basket Korea Utara.
Olahraga Basket sebagai Sarana Diplomasi antara Amerika Serikat dan Korea Utara
Mengadakan pertandingan eksebisi dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kim Jong Un.
Kunjungan untuk kepentingan olahraga.
Pertemuan pertama Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura.
Pertemuan kedua Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam.
Membahas tentang negoisasi Amerika Serikat dan Korea Utara soal denuklirisasi.
2.
Olimpiade London Olahraga Basket sebagai
Sarana Branding Negara Tuan Rumah.
Olimpiade Rio
100
3.
Pertandingan Basket persahabatan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
Olahraga Basket untuk Menjembatani Budaya dan Bahasa antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
Tim Basket Amerika Serikat bergabung dengan Tim Basket Korea Utara dalam acara makan siang.
4.
Menyelenggarakan Pelatihan Bola Basket bagi anak-anak Korea Utara dan Membantu Kim Jong Un melatih Tim Nasional Basket Korea Utara.
Atlet Basket sebagai Aktor Non Politik dalam
Mendukung Upaya Diplomasi Olahraga Amerika Serikat dan Korea Utara.
101
5.
Rodman Membantu Kim Jong Un untuk membuat Peraturan Basket yang baru yang telah di implementasikan ke dalam basket Korea Utara.
Olahraga Basket sebagai Sarana untuk Merumuskan Regulasi Perdagangan dan Perjanjian Baru.
6.
23rd Paektuzan Sports Contest among Officials of National Institutions.
Upaya Basket untuk Meningkatkan Citra di Dunia.
102
National Students Sports Tournament. National Sports of Workers.
DPRK Championship.
7. Korea Utara bergabung dalam IOC.
Upaya Basket untuk Memberikan Legitimasi kepada Korea Utara.
Dari tabel diatas, penulis akan memberikan penjelasan mengenai strategi
yang dapat membantu meredamkan ketegangan diantara kedua negara tersebut.
Berawal dari tahun 2013 ketika Korea Utara mengancam Amerika Serikat dengan
menggunakan kekuatan nuklirnya, atlet basket Dennis Rodman sebagai aktor
103
Korea Utara dengan harapan dapat membantu meredam ketegangan antara
negaranya dengan Korea Utara melalui diplomasi olahraga basket karena
mengetahui fakta bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memiliki minat dan
ketertarikan yang besar terhadap olahraga basket. Motivasi Dennis Rodman untuk
menjembatani perdamaian antara Amerika Serikat dan Korea Utara karena Dennis
memiliki kepedulian besar terhadap olahraga basket dan dapat melihat bahwa
olahraga ini dapat menjadi jembatan bagi kedua negara yang berseteru.
Setelah tiba di Korea Utara, Dennis Rodman mulai terlibat dalam bergabagi
kegiatan yang berkaitan dengan olahraga basket di negara tersebut seperti
pembuatan video tayangan dokumenter televisi, memberikan pelatihan basket
kepada anak-anak Korea Utara, bertanding dengan komunitas basket setempat
hingga melatih tim nasional basket Korea Utara. Meskipun Dennis Rodman
berperan sebagai aktor non-politik, namun keterlibatannya dalam olahraga basket
Korea Utara sedikit banyak memberikan pengaruh dalam meredam ketegangan
antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Hal ini dibuktikan dengan pada tahun
2018, Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un
bertemu di Singapura untuk pertama kalinya.61 Pertemuan antara Presiden Trump
dan Kim Jong-Un ini terjadi setelah Dennis Rodman melakukan kunjungan ke
Korea Utara. Selama kunjungannya di Korea Utara, Dennis Rodman juga
memberikan buku yang ditulis oleh Presiden Trump pada tahun 1987 yang berjudul “The Art of the Deal” sebagai hadiah untuk Presiden Kim Jong Un melalui Menteri
61Ibid., hal 61.