• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

20   

3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 3 Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus semester 1 pada tahun 2012/2013. Dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV sebanyak 15 anak, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan dengan tingkat kecerdasan siswa tidak merata.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran dengan pendekatan STM. Pendekatan pembelajaran STM adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini:

a. Tahap Invitasi, guru merangsang siswa untuk merumuskan masalah Tentang Kenampakan Alam dan Keragaman Sosial Budaya

b. Tahap Pembentukan Konsep,kegiatan yang dilakukan siswa merupakan upaya untuk mencari jawaban atau menguji jawaban sementara yang telah dibuat dengan mencari data dari berbagai sumber belajar

c. TahapAplikasi Konsep,siswa diajak untuk mengkomunikasikan gagasan dari analisis informasi yang diperoleh, menyusun suatu model, memberikan penjelasan (baru), meninjau dan mendiskusikan solusi yang diperoleh, dan menentukan beberapa solusi

d. Tahap Pemantapan Konsep,siswa diajak untuk membuat suatu keputusan dengan mempertimbangkan penguasaan konsep sains dan keterampilan yang dimiliki.

e. Tahap evaluasi, dapat berupa evaluai proses maupun evaluasi hasil.

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah belajar, yang diwujudkan berupa kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor diukur melalui tes tertulis dan observasi.

(2)

3.3 Prosedur Tindakan

Pelaksanaan penelitian ini mengikuti tahap.tahap penelitian tindakan kelas yang pelaksanaan tindakannya terdiri atas beberapa siklus. Rancangan penelitian tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral, yang dikemukakan oleh C.Kemmis dan Mc.Taggart, R melalui siklus yang terdiri dari 3 tahap yakni rencana tindakan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Adapun gambar model spiralnya ditunjukkan melalui sebagaimana gambar berikut:

Gambar 3.1

PTK Model Spiral dari Kemmis S. dan Mc.Taggart, R.

Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, oleh karena itu dalam PTK di kenal adanya siklus pelaksanaan berupa proses pengkajian berdaur meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi (Wihardit 2008 : 1.7). a. Perencanaan

Dalam tahap perencanan ini meliputi sebagai berikut:

1) Menelaah materi dalam pembelajaran IPS serta menelaah indikator bersama tim kolaborasi.

2) Menyusun RPP sesuai indikator yang telah ditetapkan dan skenario pembelajaran STM (RPP I dan IIpada lampiran).

(3)

4) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis, unjuk kerja dan lembar kerja siswa.

5) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa b. Pelaksanaan Tindakan dan observasi

Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah, yaitu mengenakan tindakan di kelas (Arikunto, 2006:99). Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam 2 siklus, siklus pertama yaitu melakasanakan rencana pembelajaran yang telah disusun tentang materi alat transportasi dan siklus kedua yaitu melaksanakan perbaikan pembelajaran yang telah dibuat tentang teknologi transportasi .

Observasi atau pengamatan yaitu pelaksanaan pengamatan oleh pengamat (Arikunto, 2006:99). Observasi atau pengamatan secara langsung dilakukan pada penelitian ini untuk memperoleh gambaran secara umum tentang pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Samirejo Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus (pada lampiran).

c. Refleksi

Refleksi atau pantulan, yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi (Arikunto, 2006:99). Setelah mengkaji proses pembelajaran yaitu aktiIvitas siswa, keterampilan guru dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal tentang transportasi, apakah sudah efektif dengan ekurangan yang muncul dalam pelaksanaan siklus pertama, dan perencanaan melihat ketercapaian dalam indikator kinerja pada siklus pertama, serta mengkaji ktindak lanjut untuk siklus berikutnya.

3.3.1. Pelaksanaan Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran IPS di Kelas IV semester 2 dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklus melalui tiga tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi.

(4)

Siklus I

a. Perencanan

1) Menyusun RPP dengan materi ” alat transportasi “ (pada lampiran). 2) Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran/alat peraga. 3) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan lembar kerja siswa.

4) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa (pada lampiran).

b. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

Kegiatan yang dilakukan tahap ini adalah menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dalam pembelajaran di kelas. Kegiatan observasi dilakukan sebagai sarana pengumpulan data yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan penelitian. Kegiatan inti dilakukan oleh penulis dibantu rekan sejawat di sekolah penulis dan waktunya bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.

c. Refleksi

1) Mengkaji pelaksanan pembelajaran pada siklus pertama. 2) Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus pertama. 3) Membuat daftar permasalahan yang terjadi pada siklus pertama. 4) Merencanakan perencanaan tindak lanjut untuk siklus kedua. 3.3.2. Pelaksanaan Siklus II

a. Perencanan

Mengadakan rencana perbaikan untuk pembelajaran siklus pertama. Rencana perbaikan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1) Menyusun RPP dengan materi g permasalahan sosial h (pada lampiran). 2) Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran/alat peraga

3) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan lembar kerja siswa.

4) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa (pada lampiran).

(5)

b. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi

Kegiatan pada tahap ini adalah menerapkan RPP yang telah disusun. Dalam kegiatan ini dilakukan oleh penulis dibantu rekan sejawat di sekolah penulis dan waktunya bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.

c. Refleksi

1) Mengkaji pelaksanan pembelajaran pada siklus kedua. 2) Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus kedua. 3) Membuat daftar permasalahan yang terjadi pada siklus kedua. 4) Membuat laporan.

3.4. Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Instrumen Penelitian 3.4.1. Jenis Data

a. Data Kuantitatif

Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar berupa skor tes dan skor non tes IPS tentang kenampakan alam dan sosial budaya.

b. Data Kualitatif

Data Kualitatif diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa dan implementasi RPP dengan langkah-langkah pendekatan STM.

3.4.2. Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpul data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi

a. Observasi

Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk melakukan pengamatan aktivitas siswa dan implementasi RPP IPS dengan menggunakan pendekatan STM dengan tahapan sebagai berikut: tahap apersepsi (inisiasi, invitasi), tahap pembentukan konsep (eksplorasi), tahap aplikasi konsep atau penyelesaian masalah, tahap pemantapan konsep dan tahap evaluasi. b. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi,

(6)

kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2006: 150). Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar IPS.

c. Metode Dokumentasi

Sumber dokumentasi dalam penelitian ini adalah semua data yang diperoleh dari SDN 3 Samirejo mengenai pembelajaran IPS melalui lembar instumen tes dan foto.

3.4.3. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan butir-butir soal. 3.5. Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila terjadi 90% dari seluruh siswa kelas IV SDN 3 Samirejo mengalami ketuntasan hasil belajar individual sebesar 90 dalam pembelajaran IPS.

3.6. Teknik Analisis Data a. Kuantitatif

Dengan menggunakan teknik deskriptif komperatif yaitu membandingkan skor rata-rata kelas, skor minimal, dan skor ketuntasan.

Analisis tingkat keberhasilan atau persentase ketuntasan belajar siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada setiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi atau tes akhir siklus berupa soal tes tertulis, dihitung menggunakan rumus:

1) Pengukuran skor hasil belajar siswa dianalisa dengan menggunakan rumus: Skor = Bx 100 (skor mulai 0 - 100)

Keterangan: B = Banyaknya butir soal yang dijawabbenar

(7)

2) Data nilai rata-rata dianalisa dengan rumus : X = ∑

Keterangan : X = nilai rata-rata

∑ = jumlah semua nilai siswa

∑ = jumlah siswa (Aqib, 2010:40) 3) Data ketuntasan belajar dianalisa dengan rumus:

Ada dua ketuntasan belajar, yaitu secara perseorangan dansecara klasikal. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P = ∑S x 100 %

N Keterangan: P = persentase

∑ S = jumlah siswa yang tuntas belajar

∑ N = jumlah siswa (Aqib, 2010 :41)

Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan berdasarkan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu, tuntas dan tidak tuntas dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.1

Kriteria ketuntasan hasil belajar

Kriteria ketuntasan Kualifikasi

KKM≥. 70 Tuntas

KKM< 70 Belum tuntas

(8)

b. Kualitatif

Dalam penelitian ini data kualitatif diperoleh melalui hasil observasi terhadap aktifitas siswa dan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPS dengan pendekatan STM. Data ini disajikan dalam bentuk kalimat menurut kategorinya. Dari data kualitatif ini akan diperoleh suatu kesimpulan.

Poerwanti dkk, (2008: 6.9), menjelaskan dalam bentuk contoh instrumen untuk mengukur hasil belajar peserta didik yang telah berhasil dibuat adalah 10 butir. Jika rentangan yang dipakai adalah 1.- 5 maka skor terendah adalah 10 dan skor tertinggi adalah 50. Dengan demikian mediannya adalah = 30.

Pembagian rentang dengan 4 kategori sebagai berikut (Suryana, 2008):

Kriteria ketuntasan Kategori

Q3 skor M Sangat baik

Q2 skor < Q Baik Q1 skor < Q2 Cukup N skor < Q1 Kurang Keterangan: M/Q4 = skor maksimal N = skor minimal Q1 = kuartil 1 Q2 = kuartil 2 Q3 = kuartil 3 n = Banyaknya data Mencari n = (M - K) + 1

Rumus yang digunakan untuk menentukan letak kuartil adalah Herrhyanto, Hamid (2008: 5.3):

Letak Q1 = ( n + 2 )untuk n genap atau Q1 = = ( n + 1 )untuk data ganjil Letak Q2 = ( n + 1 )untuk data genap maupun data ganjil

Letak Q3 = ( 3n + 2 )untuk data genap atau Q3 = = (3n + 1) untuk data ganjil Letak Q4 = skor maksimal

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rancangan ini menggunakan metodelogi dalam membuat sistem pakar ini ada beberapa tahapan yaitu perencanaan, analisa, perancangan, implementasi, pengujian dan

Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorrhiza merupakan jenis tumbuhan mangrove di Yenanas yang dapat ditemukan disemua tingkatan baik sebagai semai, belta dan pohon bahkan kedua

Za potrebu ovog diplomskog rada, dizajnirana je posebna kontrukcija koja, uz sve prednosti klasične izvedbe, nudi i dozu mobilnosti, što je potrebno u ograničenim

6. Bogor via e-mail untuk menutup kegiatan usaha “CV. Harapan Utama Indah”. Sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Demikian surat ini dibuat dan kami harap segera

Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu analisis data yang bersifat memberikan keterangan dan penjelasan dari hasil kuesioner

Usman, Moh.Uzer, Menjadi Guru Profosional, Bandung: Remaja Rosdakarya, Cet Ke 25,

Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk melihat faktor-faktor implementasi Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan perusahaan dengan Leverage Keuangan dan

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dikaji lebih dalam tentang faktor utama penyebab gangguan listrik sekaligus menentukan model terbaik yang menyatakan hubungan antara