• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial

Available online http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jupiis

Peran Ibu Rumah Tangga Nelayan dalam Meningkatkan Pendapatan

Keluarga

The Role of Fisherman Housewives in Increasing Family Income

Mbina Pinem* & Rayhan Utami

Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia

Diterima: 21 Januari 2021; Direview: 21 Januari 2021; Disetujui: 01 Desember 2019

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peran produktif ibu rumah tangga nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, (2) Peran reproduktif ibu rumah tangga nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, dan (3) Peran sosial ibu rumah tangga nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai pada tahun 2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau yang berjumlah 592 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari total populasi (59 orang) dan diambil menggunakan teknik Simple Random

Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan komunikasi langsung (wawancara). Sedangkan teknik analisis data yang

digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran produktif tertinggi (48,78 %) dilakukan oleh ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan peranan terendah (21 %) dilakukan oleh ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengupas kelapa. Secara keseluruhan, besarnya peranan yang dilakukan ibu rumah tangga nelayan yakni sebesar 33,35 % dan termasuk dalam kategori rendah. (2) Peran Reproduktif yang dilakukan ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau yaitu memiliki tanggungan 1 hingga 6 orang anak. Sebagian besar (57,63 %) ibu rumah tangga nelayan memiliki jumlah tanggungan 1 – 2 anak dan sebagian kecil (8,47 %) memiliki jumlah tanggungan 5 – 6 anak dengan rata-rata jumlah tanggungan 2 – 3 anak. (3) Pada umumnya (81,36 %) ibu rumah tangga nelayan mengikuti kegiatan sosial serikat kemalangan dan sebagian kecil (25,42 %) mengikuti kegiatan arisan. Selain itu, kegiatan pengajian berguna untuk sumbangan moral kepada ibu rumah tangga agar bisa memotivasi suami dalam bekerja untuk meningkatkan pendapatan dan juga memotivasi anak dalam meningkatkan pendidikan. Peran kegiatan arisan tertinggi yakni 76,92 % sedangkan peran terendah sebesar 22,73 %. Dengan rata-rata sebesar 43,47 %.

Kata Kunci : Peran Ibu Rumah Tangga Nelayan

Abstract

This study aims to determine: (1) The productive role of fishermen housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City, (2) The reproductive role of fishermen housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung Kota District Tanjungbalai, and (3) The social role of fisherman housewives in increasing family income in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City. This research was conducted in Sei Merbau Village, Teluk Nibung District, Tanjungbalai City in 2020. The population of this study were all fishermen housewives in Sei Merbau Village, amounting to 592 people, while the sample in this study was 10% of the total population (59 people. ) and taken using the Simple Random Sampling technique. The data collection technique is done by direct communication (interview). While the data analysis technique used is descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: (1) The highest productive role (48.78%) was performed by housewives who worked as factory workers, while the lowest role (21%) was performed by housewives who worked as coconut peeler. Overall, the role played by housewives of fishermen is 33.35% and is in the low category. (2) The reproductive role played by the housewives of fishermen in Kelurahan Sei Merbau, namely having dependents of 1 to 6 children. Most (57.63%) fishermen housewives had 1-2 children and a small proportion (8.47%) had 5-6 children with an average of 2-3 children. (3) In general (81.36%) fishermen housewives participated in the social activities of the unfortunate union and a small proportion (25.42%) participated in arisan activities. In addition, the recitation activity is useful for moral contributions to housewives so that they can motivate husbands to work to increase income and also motivate children to improve education. The highest role of arisan activities was 76.92% while the lowest role was 22.73%. With an average of 43.47%.

Keywords: Role of Fisherman Housewives

How to Cite: Utami, R. & Pinem, M. (2021). Peran Ibu Rumah Tangga Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial, 13 (1): 118-126.

*Corresponding author:

E-mail: [email protected]

ISSN 2549-1660 (Print) ISSN 2550-1305 (Online)

(2)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 95.181 km2 dan luas

laut sekitar 5,8 juta km2. Negara

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah dan hasil laut yang diakui secara internasional. Pada tahun 2019, total produksi perikanan Indonesia mencapai 13,7 juta ton, yang terdiri dari 5,5 juta ton hasil perikanan tangkap dan 8,2 juta ton hasil perikanan budaya (Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, 2019). Pada tahun 2019, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan mengalami kenaikan yaitu dari Rp. 58,97 triliun menjadi Rp. 62,31 triliun (Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, 2019).

Masyarakat pesisir Indonesia sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Adapun jumlah nelayan di Indonesia yaitu, nelayan penangkap ikan berjumlah 2,73 juta jiwa sedangkan nelayan budidaya berjumlah 3,35 juta jiwa. Para nelayan menangkap ikan dengan menggunakan armada kecil yang berjumlah 550.310 unit, sedangkan sisanya kapal > 30 GT. Secara ekonomi, kondisi nelayan Indonesia masih tergolong miskin (Suharyanto et al., 2017), Hal itu bisa dilihat dari banyaknya nelayan yang belum dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Oleh karena itu, istri harus ikut berperan untuk menambah pendapatan rumah tangganya. Adapun peran yang dilakukan ibu rumah tangga dalam menambah pendapatan keluarga yaitu peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial.

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia bagian barat yang terdiri dari 25 Kabupaten dan 8 Kota. Sumatera Utara memiliki nelayan berjumlah 250 ribu jiwa yang tersebar di

beberapa kabupaten/kota, diantaranya Tapanuli Tengah, Labuhan Batu, Asahan, Deli Serdang, Langkat, Tanjungbalai dan lainnya. Kota Tanjungbalai terdiri dari 6 Kecamatan dan 31 Kelurahan Definitif (BPS Kota Tanjungbalai, 2019). Nelayan di kota Tanjungbalai tersebar di beberapa kecamatan, salah satu nya adalah Kecamatan Teluk Nibung yang terdiri dari 5 kelurahan, satu diantaranya ialah Kelurahan Sei Merbau.

Kelurahan Sei Merbau terdiri dari 5 Lingkungan. Adapun luas wilayah Kelurahan Sei Merbau adalah 136,5 Ha. Pada tahun 2019, jumlah penduduk di Kelurahan Sei Merbau sebanyak 1.678 KK. Dari 1.678 KK, penduduk yang bekerja sebagai nelayan sebanyak 592 KK. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Lurah Sei Merbau, pada tahun 2016, nelayan di Kelurahan Sei Merbau berjumlah 456 KK dan saat ini, nelayan berjumlah 592 KK. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan jumlah nelayan dari tahun ke tahun. Namun hingga sekarang, kondisi pendapatan suami sebagai nelayan relatif rendah dan tidak menentu, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Berdasarkan hasil wawancara dengan 3 orang nelayan, pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai nelayan belum dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya, sehingga ibu rumah tangga nelayan melakukan berbagai peranan untuk memenuhi pendapatan keluarga. Peran yang dilakukan ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga yaitu peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial. Ibu rumah tangga melakukan peran produktif dengan cara mencari pekerjaan untuk menambah pendapatan keluarga. Adapun pekerjaan yang dilakukan ibu rumah tangga nelayan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya yaitu berdagang, buruh cuci, buruh

(3)

pabrik, pengolahan ikan, memilih ikan teri, mengupas kerang dan mengupas kelapa.

Pada awalnya, ibu rumah tangga hanya berperan di sektor reproduktif dalam keluarga, seperti mencuci, membersihkan rumah, menyapu, memasak, mengurus anak, dan lain sebagainya. Saat ini, ibu rumah tangga melakukan berbagai peran untuk menambah pendapatan keluarga. Selain peran reproduktif, ibu rumah tangga juga dituntut untuk bisa melakukan peran produktif dan peran sosial. Peran produktif yang dilakukan ibu rumah tangga yaitu mencari nafkah tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sedangkan peran sosial yang dilakukan ibu rumah tangga adalah ikut dalam kegiatan masyarakat sekitar tempat tinggal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Sehubungan dengan itu, perlu dikaji peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Hal ini lah yang menjadi dasar peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul Peran Ibu Rumah Tangga Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai yang terletak di 2°59’22” - 3°00’31” LU dan 99°48’09”- 99°48’20” BT. Secara administratif, Kelurahan Sei Merbau terdiri dari 5 Lingkungan. Adapun alasan pemilihan lokasi ini yaitu kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut ibu rumah tangga melakukan berbagai peranan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga nelayan yang berada di Kelurahan Sei Merbau yang berjumlah 592 jiwa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari total populasi, yaitu 10% X 592 jiwa = 59 jiwa.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling).

Tabel 2. Penyebaran Sampel

No Lingkungan Populasi Sampel (10%)

1 Lingkungan I 95 9 2 Lingkungan II 110 11 3 Lingkungan III 108 11 4 Lingkungan IV 160 16 5 Lingkungan V 119 12 Jumlah 592 59

Sumber : Hasil Pengolahan Sampel, 2019

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peran produktif ibu rumah tangga, peran reproduktif ibu rumah tangga dan peran sosial ibu rumah tangga.

Adapun definisi operasionalnya, Peran Produktif ibu rumah tangga

nelayan adalah peran yang menghasilkan uang atau berkaitan dengan kegiatan ekonomi meliputi jenis pekerjaan dan pendapatan. Jenis Pekerjaan dicermati dari ibu rumah tangga nelayan yang bekerja sebagai pedagang, buruh cuci, buruh pabrik, pengolahan ikan, memilih

(4)

𝑥 100 % ikan teri, mengupas kerang dan

mengupas kelapa. Pendapatan dicermati dari pendapatan yang diperoleh ibu rumah tangga nelayan selama 1 bulan terakhir. Pendekatan yang dilakukan yaitu menghitung seluruh penghasilan dikurangi dengan pengeluaran selama 1 bulan terakhir.

Peran Reproduktif ibu rumah tangga nelayan adalah peran yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia dan dilakukan didalam rumah. Peran ini meliputi pekerjaan di dalam rumah, seperti membimbing dan mendidik anak, mencuci, memasak, mengurus suami dan membersihkan rumah. Peran ini dicermati dari jumlah anak yang masih menjadi tanggungan.

Peran Sosial ibu rumah tangga nelayan adalah peran ibu rumah tangga di lingkungan sekitar tempat tinggal. Peran ini dapat dicermati dari jenis kegiatan sosial yang diikuti ibu rumah tangga nelayan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, seperti pengajian, arisan dan serikat kemalangan. Pengajian adalah suatu proses pembelajaran agama dalam menanamkan norma agama melalui media tertentu dengan tujuan untuk mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia maupun di akhirat. Arisan adalah kegiatan sosial berupa pengumpulan uang dalam satu kelompok pada periode tertentu tergantung dengan kesepakatan. Arisan dicermati dari pengumpulan uang yang dilakukan oleh anggota arisan. Serikat Kemalangan adalah kegiatan sosial yang dilakukan atas dasar adanya keinginan untuk saling tolong menolong dalam suka dan duka. Serikat kemalangan dicermati

dari bantuan yang diberikan oleh anggota lain untuk anggota yang mengalami suka ataupun duka.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik komunikasi langsung (wawancara). Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Singarimbun dan Effendi (dalam Djunaidah, 2018), metode deskriptif adalah penyajian analisis data melalui penafsiran disertai dengan interpretasi rasional terhadap faktor yang ada di lapangan. Sedangkan menurut Sugiyono (2017), metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Menurut Sugiyono (2016), Penelitian kualitatif adalah metode penelitian naturalis karena penelitian dilakukan pada kondisi dan objek yang alamiah. Objek yang alami adalah objek yang berkembang apa adanya dan tidak dimanipulasi oleh peneliti. Dalam penelitian kualitatif, instrumennya adalah orang atau human instrument.

Untuk mengetahui besarnya peranan produktif ibu rumah tangga nelayan digunakan rumus (Firdaus, 2015). Selanjutnya peranan produktif ibu rumah tangga nelayan di klasifikasikan berdasarkan kriteria Sumantri (dalam Ferdhi, 2016):

(5)

P Persentase peran produktif ibu rumah tangga nelayan = terhadap pendapatan keluarga (%)

P

w Pendapatan ibu rumah tangga nelayan (Rp) = Pd Pendapatan rumah tangga nelayan (Rp) =

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peran Produktif Ibu Rumah Tangga Nelayan

Peran produktif pada dasarnya hampir sama dengan peran transisi, yaitu peran dari seorang perempuan yang memiliki peran tambahan sebagai pencari nafkah tambahan bagi keluarganya. Dapat diketahui bahwa dalam 1 bulan terakhir kebanyakan kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan berpendapatan rendah (37,29 %) yaitu sebesar Rp. 300.000,- hingga Rp. 1.033.333,-. Sedangkan 33,90 % kepala keluarga mempunyai pendapatan yang tinggi yaitu sebesar Rp. 1.766.667,- hingga Rp. 2.500.000,-.

Berdasarkan hal tersebut, pendapatan kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan belum dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apabila dibandingkan dengan upah minimum regional (UMR) kota Tanjungbalai yaitu sebesar Rp. 2.822.425,-, maka upah yang diperoleh 59 orang kepala keluarga rumah tangga nelayan belum mencapai UMR, bahkan banyak nelayan yang mendapat upah jauh dibawah UMR kota Tanjungbalai.

Jika dikaitkan dengan standar hidup layak yang ada di Kota Tanjungbalai pendapatan yang diperoleh para nelayan belum memenuhi standar hidup layak yang telah ditetapkan oleh BPS Kota Tanjungbalai. Adapun standar hidup layak kota Tanjungbalai pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 11.100.000,- per tahun atau Rp. 925.000,- per bulan Alasan inilah yang menjadi pendorong ibu rumah tangga nelayan bekerja untuk menambah pendapatan suami mereka atau

menopang keuangan keluarga agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

Pekerjaan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga nelayan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga adalah berdagang, buruh cuci, buruh pabrik, pengolah ikan, memilih ikan teri, pengupas kelapa dan pengupas kerang. Keterlibatan ibu rumah tangga dalam kegiatan ekonomi akan mempengaruhi besarnya pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Pada umumnya (88,14 %) ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau berpendapatan rendah yakni sebesar Rp. 200.000,- hingga Rp. 1.300.000,- sedangkan 5,08 % ibu rumah tangga nelayan mempunyai pendapatan yang tinggi yakni sebesar Rp. 2.400.000,- hingga Rp. 3.500.000,-. Rata-rata pendapatan yang diterima ibu rumah tangga nelayan dalam 1 bulan terakhir adalah Rp. 721.390,-

Apabila dibandingkan dengan upah minimum regional (UMR) kota Tanjungbalai sebesar Rp. 2.822.425,-, maka hanya 5,08% ibu rumah tangga yang pendapatannya mencapai UMR, sedangkan 94,92% ibu rumah tangga nelayan belum mencapai UMR. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa masih banyak ibu rumah tangga nelayan di Kelurahan Sei Merbau mempunyai pendapatan di bawah nilai UMR Kota Tanjungbalai.

Peran produktif tertinggi (48,78 %) yang dilakukan oleh ibu rumah tangga nelayan adalah bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan peran produktif terendah (22 %) dilakukan oleh ibu

(6)

rumah tangga nelayan yang bekerja sebagai pengupas kelapa. Apabila peran ibu rumah tangga tersebut di klasifikasikan berdasarkan kriteria Sumantri maka hanya 3 pekerjaan yang termasuk kategori sedang, yaitu buruh pabrik, pengolah ikan dan pemilih ikan teri yang berada pada rentang 40 – 59 %, sedangkan 4 pekerjaan lainnya termasuk dalam kategori rendah yang berada pada rentang 20 – 39 %.

Secara keseluruhan, besarnya peranan 59 ibu rumah tangga nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan adalah 33,35 %. Apabila di klasifikasikan berdasarkan kriteria Sumantri, maka peran produktif yang dilakukan oleh ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau dinyatakan rendah, karena terdapat pada rentang 20 – 39 %. Artinya peran produktif yang dilakukan oleh ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau belum sepenuhnya dapat memenuhi dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi masih bisa berperan membantu perekonomian keluarga.

Peran Reproduktif Ibu Rumah Tangga Nelayan

Seorang ibu rumah tangga bertugas sebagai pemelihara rumah tangga, pengatur dan berusaha dengan sepenuh hati agar keluarga menjadi aman, tentram, nyaman, sejahtera, hidup berdampingan dengan dan di dalam masyarakat ramai. Sebagai ibu, perempuan juga harus menciptakan suasana persahabatan dan kekeluargaan dengan keluarga lainnya di dalam lingkungan tempat tinggalnya. Kegiatan ini seolah-olah tidak mengenal waktu dalam pelaksanaannya.

Seorang ibu rumah tangga sebagai pendamping suami dapat diartikan bahwa keluarga itu akan berdiri kuat apabila antara perempuan sebagai ibu

rumah tangga dan bapak dalam rumah tangga tersebut ada dalam keadaan yang seimbang, selaras dan serasi. Ibu dalam rumah tangga memiliki peranan penting, terutama dalam tugas membimbing dan mendidik anak-anak. Demikian pula dalam urusan ketatalaksanaan rumah tangga, peranan ibu menjadi sangat penting.

Peran istri dalam lingkungan rumah tangga meliputi kegiatan yang dimulai dari mencuci pakaian, menyapu, memasak, membersihkan rumah, mengurus anak- anak dan suaminya, dan juga mengingatkan anggota keluarganya untuk melaksanakan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peran ini tidak dapat dihargai dengan nilai uang, tetapi peran ini besar pengaruhnya terhadap pencapaian kesejahteraan keluarga.

Sebelum melakukan aktivitas dalam bidang ekonomi, ibu rumah tangga telah menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya terlebih dahulu. Setiap hari, ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau memiliki kebiasaan bangun pagi jam 04.30 WIB untuk melaksanakan kewajiban spiritualnya terlebih dahulu, yaitu melaksanakan sholat subuh. Setelah melaksanakan sholat, para ibu biasanya membangunkan anak dan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh kemudian ibu rumah tangga melakukan tugasnya. Tugas yang dilakukan yaitu berkaitan dengan menyiapkan makan dan minum bagi anggota keluarga, mengurus kebutuhan dan keperluan suami, membersihkan dan membereskan rumah termasuk menjaga kebersihan dan kerapian pakaian anggota keluarga.

Selain itu, ibu rumah tangga juga bertugas mengasuh, mendidik, menjaga dan mengarahkan anak-anaknya terutama bagi yang belum dewasa. Setelah selesai dengan pekerjaan rumah tangga, baru lah para ibu pergi bekerja

(7)

untuk mencari nafkah tambahan dan membantu suami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan pada malam hari, ibu rumah tangga nelayan biasanya menemani anaknya yang belum dewasa untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya.

Ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau memiliki tanggungan 1 hingga 6 orang anak. Sebagian besar (57,63 %) ibu rumah tangga nelayan memiliki jumlah tanggungan 1 – 2 anak dan sebagian kecil (8,47 %) memiliki jumlah tanggungan 5 – 6 anak dengan rata-rata jumlah tanggungan 2 – 3 anak.

Peran Sosial Ibu Rumah Tangga Nelayan

Peran sosial merupakan suatu kebutuhan dari ibu rumah tangga untuk mengaktualisasikan atau mengembangkan dirinya dalam masyarakat luas. Peran ini lebih mengarah pada proses sosialisasi ibu rumah tangga. Tingkat peranan ini berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan budaya dan kondisi alam setempat. Peran ini bertujuan untuk menanam dan mengembangkan nilai-nilai sosial atau kebersamaan antar masyarakat sekitar tempat tinggal.

Selain melaksanakan tugas rumah tangga dan membantu mencari pendapatan tambahan bagi kebutuhan hidup keluarganya, istri (ibu rumah tangga) nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau masih aktif dalam kegiatan social masyarakat. Mereka memiliki perkumpulan pengajian yang diadakan setiap hari selasa ataupun hari jumat. Selain perwiritan, kegiatan sosial lain yang diikuti oleh ibu rumah tangga nelayan adalah arisan dan serikat kemalangan. Kegiatan-kegiatan sosial ini adalah bentuk sosialisasi penduduk yang bertujuan membentuk rasa solidaritas

antar warga atau masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sei Merbau.

Secara umum, pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut terkoordinir dengan baik. Antusiasme dari kaum ibu pun cukup baik, ini terlihat dari banyak nya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Pada kegiatan arisan, biasanya hasil yang di dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan yang mendesak ataupun kebutuhan sehari-hari. Sedangkan kegiatan pengajian lebih bersifat spiritual seperti pemenuhan kebutuhan siraman rohani, peningkatan pengetahuan agama dan ketenangan jiwa.

Pengajian juga memberikan sumbangan moral kepada ibu rumah tangga agar bisa memotivasi suami dalam bekerja untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan juga memotivasi anak dalam meningkatkan pendidikan. Ibu-ibu yang ada di Kelurahan Sei Merbau secara bergantian dan bergiliran melaksanakan pengajian dan arisan di rumah para anggota. Kegiatan sosial lainnya yaitu Serikat Kemalangan, biasanya kegiatan ini dilaksanakan di rumah orang yang sedang berduka, seperti membacakan doa-doa kepada orang yang sudah meninggal.

Pada umumnya (81,36 %) ibu rumah tangga nelayan mengikuti kegiatan sosial serikat kemalangan dan sebagian kecil (25,42 %) mengikuti kegiatan arisan. Sementara itu, terdapat ibu rumah tangga nelayan yang tidak mengikuti kegiatan sosial apapun. Adapun alasan yang mendasari ibu rumah tangga nelayan di Kelurahan Sei Merbau tidak ikut kegiatan sosial yang ada di lingkungan masyarakat adalah tidak adanya waktu untuk ikut kegiatan sosial seperti itu dan alasan lainnya yaitu tidak ada orang yang menjaga anak mereka.

Peran kegiatan arisan tertinggi yakni 76,92 % sedangkan peran terendah

(8)

sebesar 22,73 %. Dengan rata-rata sebesar 43,47 %. Artinya kegiatan arisan dapat berperan menambah pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Sei Merbau.

SIMPULAN

Peran produktif tertinggi (48,78 %) dilakukan oleh ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan peranan terendah (21 %) dilakukan oleh ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengupas kelapa. Secara keseluruhan, besarnya peranan yang dilakukan ibu rumah tangga nelayan yakni sebesar 33,35 % dan termasuk dalam kategori rendah.

Peran Reproduktif yang dilakukan ibu rumah tangga nelayan yang ada di Kelurahan Sei Merbau yaitu memiliki tanggungan 1 hingga 6 orang anak. Sebagian besar (57,63 %) ibu rumah tangga nelayan memiliki jumlah tanggungan 1 – 2 anak dan sebagian kecil (8,47 %) memiliki jumlah tanggungan 5 – 6 anak dengan rata-rata jumlah tanggungan 2 – 3 anak.

Pada umumnya (81,36 %) ibu rumah tangga nelayan mengikuti kegiatan sosial serikat kemalangan dan sebagian kecil (25,42 %) mengikuti kegiatan arisan. Selain itu, kegiatan pengajian berguna untuk sumbangan moral kepada ibu rumah tangga agar bisa memotivasi suami dalam bekerja untuk meningkatkan pendapatan dan juga memotivasi anak dalam meningkatkan pendidikan. Peran kegiatan arisan tertinggi yakni 76,92 % sedangkan peran terendah sebesar 22,73 %. Dengan rata-rata sebesar 43,47 %.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Tanjungbalai. (2019). Indeks

Pembangunan Manusia Kota Tanjungbalai 2018. Tanjungbalai: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Tanjungbalai. (2019).

Kecamatan Teluk Nibung Dalam Angka 2019.

Tanjungbalai: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Tanjungbalai. (2019). Kota

Tanjungbalai Dalam Angka 2019.

Tanjungbalai: Badan Pusat Statistik.

Departemen Nasional, Pusat Bahasa. (2016). Kamus

Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai

Pustaka

Derman. (2016). Peran Wanita Nelayan Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga nelayan di Kelurahan Bungkutoko Kabupaten Abeli Kota Kendari. Skripsi. Jurusan Agribisnis. Fakultas Pertanian. Kendari: Universitas Halu Oleo.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). (2018). Sub

Bagian, Akuntabilitas dan Informasi Publik.

Dkp.sumutprov.go.id. di akses pada 18 Oktober 2019.

Djunaidah, I.S., dan Nurmalia, N.. (2018). Peran Produktif Wanita Pesisir dalam Menunjang Usaha Perikanan di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Jurnal Sosial Ekonomi

Kelautan dan Perikanan. 13 (2), 229 – 237.

Ferdhi. (2016). Kontribusi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Langgapulu Kecamatan Kolono Timur Kabupater Konawe Selatan. Skripsi. Jurusan Agribisnis. Fakultas Pertanian. Kendari: Universitas Halu Oleo. Firdaus, M., dan Rahadian, R. (2015). Peran Istri

Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas).

Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 10 (2), 241 – 249.

Harlianingtyas, I., Kusnini, D.N., & Susilaningrum, D. (2013). Pemodelan Partisipasi Wanita dalam Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan di Pesisir Timur (Studi Kasus Kecamatan Kecamatan Bulak, Mulyorejo, dan Kenjeran). Surabaya. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2 (1): 1-3.

Imron, A. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pengembangan Klaster Ikan (Studi pada Masyarakat Pulau Pasaran Kota Bandar Lampung). Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Bandar Lampung : Universitas

Lampung.Kharisun, Muhammad. 2014.

Karakteristik dan Peran Istri Nelayan Dalam Pendapatan Keluarga Nelayan di Kota Pekalongan. Skripsi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Semarang : Universitas Diponegoro. Laila, N.E.N. (2015). Strategi Nafka Perempuan

Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga. Skripsi. Departemen Sains Komunikasi dan Pembangunan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Nirwati. (2018). Kontribusi Perempuan Pesisir

Terhadap Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Studi Kasus Kecamatan

Galesong Kabupaten Takalar. Skripsi.

(9)

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Makassar : Universitas Hasanuddin.

Pranowo, dan A. Nururrochman H. (2015). Perspektif dan Dinamika Nelayan terhadap Usaha Kesejahteraan Sosial. Jurnal PKS. 14 (1), 94 – 106.

Purwanti, R. (2018). Peran Nelayan Perempuan

dalam Meningkatkan Pendapatan

Masyarakat Pesisir di Desa Tompotana Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Info

Teknis Eboni. 15 (2), 79 – 90.

Putri, D.Y., dan Eriyanti, F. (2019). Peran Istri Nelayan Tradisional Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Melalui Kewirausahaan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Journal Of Multidisciplinary Reserch and Development. 1 (3), 473 – 482.

Sadli, S. (2010). Berbeda Tetapi Setara, Pemikiran

tentang Kajian Perempuan. Jakarta: Buku

Kompas

Soekanto, S. (2018). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press

Sugiyono. (2017). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Suharyanto, A. Devi A.S., Juanda, Supriadi P.P., Syafriyeni T., Toho C.M.S., (2017), Persepsi

Masyarakat Nelayan mengenai Pendidikan di Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, Deli serdang, , Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial

dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 3 (1): 11-18

Sumirin., Olii, A.H., dan Baruadi, A.S.R. (2015). Studi Peran Perempuan Pesisir Dalam Menunjang Aktivitas Perikanan di Desa Torosiaje Laut Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato.

Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3 (1),

16 – 19.

Taslim, M. (2018). Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga di Desa Lunjen Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang . Skripsi. Jurusan PMI. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Makassar: UIN Alauddin Makassar.

Undang-undang Nomor 9 tahun 1985 tentang Perikanan

Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan

Wugaje, F.M., Hadayani., dan Baksh, R. (2017). Kontribusi Wanita (Istri Nelayan) Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Nelayan di Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat. Jurnal

Gambar

Tabel 2. Penyebaran Sampel

Referensi

Dokumen terkait

Lalu belakangan muncul gagasan bukan hanya CSR namun wacana good Corporate Citizenship, dalam pengertian menjadi warga negara yang baik, yang berperilaku baik terhadap sesama

membawa pada problem solving terhadap setiap masalah yang dibahas antara lain : diskusi di kelas (In-class discussion) seperti penyampaian oleh dosen dan

Variabel leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel kebijakan dividen pada penelitian yang dilakukan oleh

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian

Dari beberapa transaksi hukum yang menggunakan konsep-konsep nominee di Indonesia, yang paling tegas melarang terdapat di Pasal 33 Ayat (1) Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2007

Dalam Pendidikan dan pembelajaran, ada berbagai metode atau cara yang efektif untuk membantu proses pembelajaran. Salah satunya adalah penggunaan media, media

Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan

Hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 4.8 bahwa olahraga fitnes memiliki OR 13,732 kali lebih besar untuk menurunkan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan makanan