PENGARUH PENGHARGAAN FINANSIAL, PELATIHAN PROFESIONAL, NILAI-NILAI SOSIAL, PERTIMBANGAN PASAR
KERJA, PERSONALITAS, DAN NILAI INTRINSIK TERHADAP PEMILIHAN KARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK
(STUDI EMPIRIS MAHASISWA AKUNTANSI UMRAH PERIODE 2012)
Oleh: ELPIRAWATI 110462201015
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, personalitas, dan nilai intrinsik terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden yang merupakan mahasiswa akuntansi di Universitas Maritim Raja Ali Haji sebanyak 62 responden.
Peneliti menggunakan SPSS 23 untuk menganalisa variabel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik. Adjusted R2 bernilai 38,7%. Artinya bahwa sekitar 38,7% semua variabel independen itu mempengaruhi pemilihan karir menjadi akuntan publik. Secara parsial hanya nilai intrinsik yang berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik. sedangkan penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas tidak berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik.
Kata Kunci: Pengahargaan Finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, personalitas, dan nilai intrinsik
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of financial rewards, professional training, social values, consideration of the labor market, personality, and the intrinsic value of the career choice became public accountant. Data were obtained from questionnaires filled out by respondents who are students of accounting at the University Maritime Raja Ali Haji as many as 62 respondents.
Researcher using SPSS 23 to analyze the variables used in this study using multiple linear regression analysis. The results of this study showed that simultaneous independent variables significantly influence career choice became public accountant. Adjusted R2-value of 38.7%. This means that about 38.7% of all the independent variables that affect career choice became public accountant. Only partially affect the intrinsic value of career choice became public accountant. while the financial rewards, professional training, social values, consideration of the labor market, and the personality does not affect the career choice became public accountant.
Key Word: Financial awards, professional training, social values, consideration of the labor market, personality, and the intrinsic value.
1. PENDAHULUAN
Era globalisasi seperti saat ini secara tidak langsung memberi dampak bagi perkembangan dunia bisnis. Semakin pesatnya dunia bisnis, maka semakin besar peluang lapangan pekerjaan yang beragam, salah satunya adalah peluang bagi sarjana ekonomi khususnya jurusan akuntansi. Jurusan akuntansi merupakan salah satu jurusan yang paling banyak diminati oleh mahasiswa saat ini. Dalam hal ini, fakultas ekonomi baik dari universitas negeri maupun universitas swasta juga turut berperan dalam menghasilkan lulusan sarjana akuntansi yang berkualitas untuk menjadi akuntan publik yang profesional dan siap bersaing dalam dunia kerja. Profesi akuntan memiliki andil yang sangat besar dalam meningkatkan transparansi dan kualitas informasi keuangan demi terwujudnya perekonomian nasional yang sehat dan efisien. Pada dasarnya setiap proses akumulasi dan distribusi sumber daya ekonomi memerlukan campur tangan profesi akuntan.
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti mencoba untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penghargaan Finansial, Pelatihan Profesional,
Nilai-Nilai Sosial,Pertimbangan Pasar Kerja,Personalitas, Dan Nilai Intrinsik Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik ( Studi Empiris Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Maritim Raja Ali Haji)”
Rumusan Masalah
1. Apakah penghargaan finansial berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
2. Apakah pelatihan profesional
berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
3. Apakah nilai–nilai sosial berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
4. Apakah pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
5. Apakah personalitas berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
6. Apakah nilai intrinsik berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik?
7. Apakah penghargaan finansial, pelatihan
profesional, dan nilai-nilai
sosial,pertimbangan pasar kerja, nilai intrinsik berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik? Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui pengaruh penghargaan finansial terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik
2. Untuk mengetahui pengaruh pelatihan profesional terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik
3. Untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai sosial terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik
4. Untuk mengetahui pengaruh
pertimbangan pasar kerja terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik
5. Untuk mengetahui pengaruh personalitas terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik
6. Untuk mengetahui pengaruh nilai intrinsik terhadap pemilihan
karir menjadi akuntan publik 7. Untuk mengetahui pengaruh penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, personalitas, dan nilai intrinsik terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik.
2. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Karir Menjadi Akuntan Publik
Menurut Mathis & Jackson (2011) Karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya. Orang-orang mengejar karir untuk memenuhi kebutuhan individual secara mendalam. Pada suatu saat, banyak dari kebutuhan tersebut dapat dipenuhi hanya dengan mengenal pada pemberi kerja, sekarang, perbedaan antara cara individu dan organisasi memandang karirnya berbeda secara signifikan.
Hampir semua orang bertanya tentang siklus hidup pekerjaan seseorang, dan ternyata jawabannya tidak membantu mengidentifikasi berbagai tindakan yang dibutuhkan untuk pengembangan karir orang tersebut. Karir terdiri
dari semua pekerjaan yang ada selama seseorang bekerja, atau dapat pula dikatakan bahwa karir adalah seluruh jabatan yang diduduki seseorang dalam kehidupan kerjanya. Tujuan karir adalah posisi di masa mendatang yang ingin dicapai oleh individu dalam pekerjaannya. Jadi, keberhasilan karir tidak lagi diartikan sebagai penghargaan institusional dengan meningkatnya kedudukan dalam suatu hierarki formal. Apalagi pada saat ini karir telah mengalami pergeseran menuju karir tanpa batas (the boundaryless career). Kunci keberhasilan karir pada masa datang lebih dicerminkan dari pengalaman hidup seseorang daripada posisi yang dimilikinya Alhadar (2013).
Akuntan publik merupakan profesi yang menjual jasa kepada masyarakat umum terutama dalam bidang pemeriksaan laporan keuangan yang disajikan klien. Pemeriksaan laporan keuangan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari pihak intern perusahaan maupun ekstern perusahaan (kreditor, investor, calon kreditor, calon investor, instansi pemerintah, dan masyarakat). Dalam realitanya akuntan publik melaksanakan empat jenis jasa utama, yaitu atestasi, perpajakan, konsultasi
manajemen, serta jasa akuntansi dan pembukuan Alhadar (2013).
Karir Dikantor Akuntan Publik Jenis pekerjaan ini menggambarkan seorang akuntan yang akan selalu berhubungan dengan klien (perusahaan yang meminta jasa pada Kantor Akuntan Publik) dengan demikian akan memudahkan seorang akuntan publik mendapatkan promosi jabatan. Setelah seorang karyawan mendapatkan promosi jabatan sesuai apa yang diinginkan maka akan timbul kepuasan pribadi atas peningkatan karir, dengan demikian seorang akuntan publik akan mendapatkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat dilingkungannya dan membuat bidang pekerjaan sebagai seorang akuntan publik layak menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang belum memiliki karir, Dengan memilih karir sebagai akuntan publik kesehatan keamanan kerja karyawan pun akan lebih terjamin, Wildiana (2014).
2.2 Penghargaan Finansial Penghargaan finansial atau gaji adalah sebuah penghargaan yang berwujud finansial. Menurut Alhadar (2013) Penghargaan finansial tersebut
dipertimbangkan dalam pemilihan profesi Karena tujuan utama seseorang bekerja adalah memperoleh penghargaan finansial. Penghargaan finansial/gaji dipandang sebagai alat ukur untuk menilai pertimbangan jasa yang telah diberikan karyawan sebagai imbalan yang telah diperolehnya. Seseorang yang bekerja tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan ekonomi saja, akan tetapi alasan kuat yang mendasar sampai sekarang mengapa seseorang bekerja hanya untuk alasan faktor ekonomi.
2.3 Pelatihan Profesional
Stolle (1976) dalam alhadar (2013), mengungkapkan pelatihan profesional dipertimbangkan oleh mahasiswa yang memilih profesi akuntan publik. Hal ini berarti bahwa dalam memilih profesi, tidak hanya bertujuan mencari penghargaan finansial, tetapi juga ada keinginan untuk mengejar prestasi dan mengembangkan diri.
Mahasiswa akuntansi beranggapan bahwa pelatihan profesional ini perlu dilakukan oleh semua profesi akuntansi. Mahasiswa yang memilih profesi akuntan pendidik menganggap tidak perlu pelatihan kerja sebelum memulai pekerjaan. Mahasiswa yang memilih profesi
akuntan publik menganggap pelatihan kerja tidak terlalu diperlukan dalam menjalankan karirnya rahayu(2003) dalam Alhadar (2013).
2.4 Nilai-nilai Sosial
Nilai-nilai sosial merupakan pandangan atau penilaian masyarakat mengenai baik dan buruknya sifat, perilaku, serta pekerjaan yang seseorang lakukan.
Nilai sosial berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap karir yang dipilih mahasiswa, dan karir sebagai akuntan publik lebih mempunyai nilai sosial atau lebih banyak kesempatan untuk melakukan kegiatan sosial dari pada karir sebagai akuntan perusahaan.Hal ini menjelaskan bahwa pada akhirnya orang lain memberikan penilaian atas lingkungan pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki seseorang tersebut, Ardianto (2014).
2.5 Pertimbangan Pasar Kerja Menurut Alhadar (2013) Pertimbangan pasar kerja berhubungan erat dengan pekerjaan yang dapat diakses di masa yang akan datang. Pekerjaan yang memiliki pasar kerja yang lebih luas akan lebih diminati daripada pekerjaan yang pasar kerjanya kecil. Hal ini karena peluang pengembangan
dari pekerjaan dan imbalan yang diperoleh akan lebih banyak. Pertimbangan pasar kerja dapat menjadi alasan atau faktor bagi seseorang dalam menentukan karirnya. Dengan demikian, pertimbangan pasar kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa akuntansi untuk menentukan karirnya baik yang berprofesi sebagai akuntan publik maupun non akuntan publik.
2.6 Personalitas
Menurut Chan (2012) merupakan personalitas berarti karakteristik psikologi dari dalam yang menetukan dan merefleksikanbagaimana
sesesorang merespon lingkungannya.Tak ada dua orang yang memiliki kesamaan personalitas.
Mahasiswa akuntansi yang selalu mengejar kesempurnaan, menuntut loyalitas, mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta menyenangi tantangan dan mau menerima tugas-tugas sulit cenderung memilih karir akuntan publik. Dengan mematuhi kode etik profesi akuntan publik maka prestasi dan loyalitasnya sebagai akuntan publik akan semakin siakui oleh klien maupun masyarakat Aprilyan & Laksito (2011).
2.7 Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik pekerjaan adalah kepuasan yang diterima oleh individu saat atau sesudah ia melakukan pekerjaan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang melayani pekerjaan, kesempatan mendapatkan promosi, tanggung jawab pekerjaan, tantangan intelektual dan pelatihan Andrian ( 2001:34) dalam Astuti (2014).
Aprilyan & Laksito (2011) mengatakan bahwa Untuk menjadi seorang akuntan publik dibutuhkan seseorang yang memiliki ambisi yang kuat untuk berkembang, menyenangi tantangan, mengetahui, memahami dan mengerti secara penuh tentang standar auditing dan standar akuntansi, dan banyak membaca agar dapat mengetahui perkembangan terbaru tentang dunia akuntan publik.
3. Metode Penelitian 3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pengaruh penghargaan finansial, pelatihan profesional, dan nilai-nilai sosial terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa jurusan akuntansi di Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi merupakan sesuatu atau sekelompok yang memiliki karakteristik tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi strata-1 di Universitas Maritim Raja Ali Haji mahasiswa angkatan tahun 2012 sejumlah 166 mahasiswa.
Agar jumlah sampel yang digunakan representatif populasi, maka untuk menetapkan jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin, Rahmawati (2014) sebagai berikut: n = N/N (d)2 + 1 = 166/166(0,10)2 + 1 = 62,4 Keterangan: n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi
d = taraf signifikansi / toleransi (d = 10%)
4.Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Uji T dan Uji F
berdasarkan hasil t-hitung pada tabel di atas, maka dapat dijelaskan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut:
1. Variabel penghargaan finansial (X1) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecildari nilai t-tabel (1,064< 2,004) dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,292 >0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel penghargaan finansial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H1) ditolak.
2. Variabel pelatihan profesional (X2) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (1,172< 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,246 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel pelatihan profesional secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H2) ditolak
3. Variabel nilai-nilai sosial (X3) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (0,342<2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,734> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel nilai-nilai sosial secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H3) ditolak.
4. Variabel pertimbangan pasar kerja (X4) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (0,932 < 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05(0,356> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel pertimbangan pasar kerja secara parsial tidak berpengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H4) ditolak.
5. Variabel Personalitas (X5) memiliki nilai t-hitung yang lebih besar dari nilai t-tabel (1,835 < 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,072 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel personalitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H5) ditolak.
6. Variabel nilai intrinsik (X6) memiliki nilai t-hitung yang lebih besar dari nilai t-tabel (2,265 > 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,028< 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa variabel nilai intrinsik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H6) diterima.
Berdasarkan dari hasil uji simultan (F) pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F-hitung sebesar 7,426 dan nilai signifikan sebesar 0,000 (0,000< 0,05), sedangkan F-tabel pada tingkat kepercayaan 95%(α=0,05) adalah sebesar 2,270. Hal ini menunjukkan bahwa F-hitung >F-tabel (7,426>2,270). Dari hasil uji tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penghargaan finansial, pelatihan professional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, personalitas, dan nilai intrisik setelah diuji bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, dengan kata lain (H7) diterima.
4.2 Pembahasan
1.Pengaruh Penghargaan Finansial Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik Mahasiswa Akuntansi
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penghargaan finansial (X1) memiliki nilai hitung yang lebih kecildari nilai t-tabel (1,064< 2,004) dan taraf signifikansi yang lebih besar dari
0,05 (0,292 >0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel penghargaan finansial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H1) ditolak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Merdekawati dan Sulistyawati (2011) yang berpendapat bahwa penghargaan finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik, namun penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Alhadar (2013) dan Aprilyan (2011) bahwa penghargaan finansial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara parsial, variabel penghargaan finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi. Mahasiswa akuntansi
menganggap bahwa
penghargaan finansial tidak menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa akuntansi dalam memilih karir menjadi akuntan publik. Karena penghasilan seorang anggota akuntan publik sesuai dengan berapa banyak ia menyelesaikan kasus setiap kliennya, Hal ini dikarenakan
berkarir menjadi non akuntan publik lebih menjanjikan penghargaan finansial yang didapatkan.
2.Pengaruh Pelatihan
Profesional Terhadap
Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pelatihan profesional (X2) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (1,172 < 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,246 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel pelatihan profesional secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H2) ditolak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahmawati (2014) bahwa pelatihan profesional tidak berpengaruh terhadap pemilihan karir akuntan publik. Berbeda dengan Penelitian yang dilakukan oleh penelitian Alhadar (2013) dan Suyono (2014) yang mendapatkan hasil sebaliknya. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelatihan professional tidak termasuk salah satu faktor pertimbangan keputusan mahasiswa dalam memilih karir menjadi akuntan publik. Mahasiswa beranggapan bahwa
pelatihan professional yang sebenarmya bukan dari pelatihan sebelum bekerja, banyak mengikuti pelatihan baik diluar maupun di dalam lembaga tetapi untuk menjadi seorang akuntan publik yang profesional diperlukan pengalaman kerja yang bervariasi. Mulai dari menghadapi berbagai macam permasalahan yang harus diselesaikan dari setiap klien yang menyerahkan atau mempercayakan perusahaan mereka kepada seorang akuntan publik.
3.Pengaruh Nilai-nilai Sosial Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis nilai-nilai sosial (X3) memiliki nilai t-hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (0,342 < 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,734 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel nilai-nilai sosial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H3) ditolak.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Wildiana (2014) yang mendapatkan hasil bahwa nilai-nilai sosial tidak berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan
publik.Berbeda dengan Suyono (2014), Aprilyan & Laksito (2011) dan Alhadar (2013). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa nilai-nilai sosial tidak termasuk salah satu faktor pertimbangan mahasiswa dalam memilih karir menjadi akuntan publik. Mahasiswa beranggapan bahwa pandangan maupun pendapat masyarakat tidak menjadi prioritas dalam pemilihan karir, yang terpenting ialah diri kita sendiri yang menjalani karir tersebut, jika berkarir menjadi seorang akuntan publik bisa menyalurkan bakat yang ada, dan membuat mahasiswa tersebut nyaman dalam melakukan suatu pekerjaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun, maka penilaian terhadap profesi akuntan publik akan mulai dipandang sebagai salah satu pilihan dalam memilih pekerjaan.
4.Pengaruh Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertimbangan pasar kerja (X4) memiliki nilai hitung yang lebih kecil dari nilai t-tabel (0,932 < 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,356 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel
pertimbangan pasar kerja secara parsial tidak berpengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H4) ditolak.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wildiana (2014) bahwa hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, dan bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alhadar (2013) bahwa pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan.
Pertimbangan pasar kerja tidak termasuk salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih karir menjadi akuntan publik. Mahasiswa memilih profesi akuntan publik sebagian besar bertujuan hanya karena akuntan publik menjadi salah satu pertimbangan pasar kerja, namun tidak banyak yang memilih berkarir menjadi akuntan publik karena penghargaan finansial yang tidak pasti.
5.Pengaruh Personalitas Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Personalitas (X5) memiliki nilai t-hitung yang lebih besar dari nilai t-tabel (1,835 < 2,004), dan taraf
signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (0,072 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel personalitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H5) ditolak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Merdekawati dan Sulistyawati (2011) bahwa personalitas tidak termasuk sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih karir menjadi akuntan publik, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Alhadar (2013) menjelaskan bahwa personalitas memiliki pengaruh yang signifikan.
Personalitas berhubungan dengan kecocokan pada pekerjaan. Jika mahasiswa pasca sarjana tidak merasakan kesesuaian kepribadian mereka dengan pekerjaan menjadi akuntan publik maka mereka tidak akan memilih menjadi seorang akuntan publik. Karena kebanyakan mahasiswa selalu mengejar yang namanya kesempurnaan, dan jika sesuatu yang dilakukan tidak memiliki ketertarikan atau minat tersendiri, akan sulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
6.Pengaruh Nilai Intrinsik Terhadap Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis nilai intrinsik (X6) memiliki nilai t-hitung yang lebih besar dari nilai t-tabel (2,265 > 2,004), dan taraf signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,028 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel nilai intrinsik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, hipotesis (H6) diterima.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Astuti (2014) bahwa nilai intrinsik memiliki pengaruh yang signifikan dalam pemilihan karir menjadi akuntan publik karena untuk menjadi akuntan publik dibutuhkan seseorang yang memiliki ambisi yang kuat untuk berkembang. Ada semangat yang besar di dalam diri untuk maju dan memiliki karir yang baik sebagai akuntan publik, dengan demikian mahasiswa dapat merasakan kepuasan tersendiri dalam menjalani karir menjadi akuntan publik.
5. Kesimpulan, Keterbatasan, dan Saran
5.1 Kesimpulan
1. Faktor Penghargaan Finansial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas
EkonomiUniversitas Maritim Raja Ali Haji. 2. Faktor Pelatihan
Profesional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas
EkonomiUniversitas Maritim Raja Ali Haji. 3. Faktor Nilai-Nilai Sosial
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas
EkonomiUniversitas Maritim Raja Ali Haji. 4. Faktor Pertimbangan
Pasar Kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji.
5. Faktor Personalitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji.
6. Faktor Nilai Intrinsik memiliki pengaruh
signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji.
7. Secara simultan faktor penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja dan nilai intrinsik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi fakultas ekonomi universitas maritim raja ali haji.
5.2 Keterbatasan
Adapun beberapa keterbatasan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Jumlah sampel yang di gunakan dalam penelitian ini terbatas hanya menganalisis mahasiswa akuntansi semester delapan (8) angkatan 2016 program strata satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dengan jumlah sampel sebanyak 62 mahasiswa.
2. Penelitian ini hanya menggunakankuesioner
sebagai instrumen penelitian, sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan hasil uji dari kuesioner yang telah disebar sesuai dengan jumlah sampel. 3. Penelitian ini hanya
menggunakan variabel penghargaan finansial, pelatihan professional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, personalitas, dan nilai intrinsik serta karir akuntan publik.
5.3 Saran
1. Bagi akademisi diharapkan dapat memberikan mata kuliah sebagai bentuk peningkatan kualitas lulusan sebagai seorang mahasiswa prasarjana yang siap pakai dan menggeluti dunia pekerjaan. Untuk itu perlu diberikan mata kuliah yang berhubungan dengan konsentrasi dan motivasi sejak dini kepada mahasiswa sehingga dari sekarang mereka sudah bias menetukan karir apa yang akan mereka pilih setelah lulus dari universitas nanti.
2. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menambah
variabel-variabel penelitian yang belum diteliti oleh peneliti dan mengambil sampel dengan ruang lingkup yang lebih luas, dan dengan objek penelitian yaitu mahsiswa angkatan sebelum tamat.
DAFTAR PUSTAKA
Alhadar, M. A. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karir sebagai akuntan publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi dan PPAk Universitas Hasanuddin). Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Makassar: Universitas Hasanuddin. Aprilyan, L. A., & Laksito, H.
(2011). faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir menjadi akuntan publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP dan Mahasiswa Akuntansi UNIKA). Skripsi Tidak diterbitkan semarang: Universitas Diponegoro.
Ardianto, N. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruh Minat Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pemilihan Karir Akuntan Atau Non Akuntan. Skripsi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis. Semarang: Universitas Diponegoro.
Astuti, A. (2014). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Karir Sebagai Akuntan Publik Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Kertas Kerja. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Chan, A. S. (2012). Analisis
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik Oleh Mahasiswa Jurusan Akuntansi. jurnal ilmiah mahasiswa akuntansi vol 1, No. 1, JANUARI 2012.
Iswahudin, M. (2015). Pengaruh Penghargaan Finansial dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Pemilihan Profesi Sebagai Akuntan Profesional (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta). Skripsi Fakultas Ekonomi Jurusan Pendidikan Akuntansi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Mathis, R., & Jackson, J. H. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat. Merdekawati, d. p., &Sulistyawati,
a. i. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik. Semarang.
Mulianto, s. F., & Mangoting, Y. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Karir Mahasiswa Akuntansi Sebagai Konsultan Pajak. Jurnal Universitas Kristen Petra. Nadlari, M. J. (2015). Persepsi
Mahasiswa Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor yang Membedakan Pemilihan Karir (Studi Survei pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di kota Singaraja). Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ganesha Singaraja.
Priyatno, Duwi. (2011). Buku Saku Analisis Data dengan SPSS. Jakarta.
MediaKom.
Rahmawati, K. (2014). Pemilihan Karier Akuntan Publik: Pengaruh Penghargaan
Finansial, Orientasi Etika, Pengakuan Profesional, dan Pelatihan Profesional. Naskah Publikasi.
Suyono, N. A. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi UNSIQ). Jurnal PPKM Universitas Sains AL-Qur'an.
Umar, h. (2011). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis . Jakarta: Rajawali Pers.
Wildiana, E. (2014).
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Pemilihan Karir Profesi Akuntan Publik Bagi Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Universitas Riau.
Wursanto, i. (2005). Dasar-dasar Ilmu Organisasi. yogyakarta: ANDI.