• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1 Universitas Kristen Petra 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

“Never leave your partner behind, especially on fire!”

Begitulah motto yang selalu dipegang oleh Caleb Holt yang bekerja sebagai seorang pemadam kebakaran. Dalam film “Fireproof” ini digambarkan perjuangan Caleb di antara kobaran api dan instingnya sebagai pemadam kebakaran bergerak cepat. Namun berbeda dengan kehidupan rumah tangganya dengan Catherine, yang menunjukkan ketidakmampuan Caleb untuk memadamkan bara api di dalam rumahnya sendiri.

Film “Fireproof” mengisahkan tentang kehidupan seorang petugas pemadam kebakaran bernama Caleb Holt dan istrinya Catherine, yang telah dinikahinya selama tujuh tahun. Sebagai keluarga yang tidak memiliki anak, mereka sangat sibuk dengan pekerjaan dan karir masing-masing. Pernikahan yang sebelumnya tampak baik-baik saja kemudian mulai timbul beberapa konflik-konflik kecil. Seperti pada konflik-konflik yang ditunjukkan pada awal film, Catherine dan Caleb berseteru dikarenakan istrinya tidak menyediakan sarapan dan tidak mau tahu urusan pekerjaan di dalam rumah Sedangkan Catherine merasa suaminya itu kurang perhatian dan menyimpan sepertiga gajinya hanya untuk membeli kapal yang sangat tidak penting. Semakin seringnya mereka berbeda pendapat dan tidak ada pihak yang berpikiran positif, membuat emosi keduanya semakin memuncak dan pernikahan mereka berada di ujung tanduk perpisahan.

Orang tua Caleb, John Holt, memberikan nasihat kepada Caleb untuk percaya kepada Tuhan dan memberikan buku “The Love Dare”, setiap harinya Caleb harus melakukan satu tindakan yang ditulis di dalam buku itu. Mulai dari membuatkan sebuah kopi, memberikan kado, dan bahkan mempersiapkan makan malam, sudah dilakukan Caleb. Namun, Catherine tak mempedulikan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Catherine juga menaruh hati pada Dokter Gavin yang merupakan seorang dokter di rumah sakit tempat Catherine bekerja. Sampai akhirnya Catherine memberikan surat cerai yang tinggal menunggu tanggal proses pengadilannya. Hal ini membuat Caleb frustasi.

(2)

2 Universitas Kristen Petra Berkat nasihat ayahnya, Caleb terus bertahan bahkan kemudian berkembang menjadi sosok manusia yang semula tak percaya pada kehadiran Tuhan, pada akhirnya percaya setelah kejadian demi kejadian yang telah menimpanya. Caleb mulai menyadari tentang arti cinta yang sesungguhnya, dan apa arti kasih Tuhan yang sebenarnya. Perubahan yang signifikan itu membuat Catherine akhirnya menyadari bahwa suaminya telah berubah. Akhir cerita, mereka ditunjukkan dengan menikah kembali secara Kristiani karena sebelumnya Catherine sudah memberikan surat cerai kepada Caleb.

Film ini menggambarkan tentang kehidupan dalam rumah tangga yang menampilkan bagaimana konflik interpersonal kerap terjadi pada antar pasangan suami istri hanya karena berbeda pendapat atau kurangnya komunikasi. Topik mengenai permasalahan rumah tangga yang sudah dekat dengan kehidupan masyarakat membuat film ini meraih sukses besar. Film karya sutradara Alex Kendrick ini berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya The Best Feature Film dan Runner up for Best of Festival dalam San Antonio Independent Christian Film Festival 2009, The Best Soundtrack at the 41st GMA Dove Awards 2010, Runner Up Most Inspiring Movie Award 2009. Selain penghargaan yang sudah didapat tersebut, film ini juga melibatkan semua pemain yang merupakan jemaat dari Sherwood Baptist Church di Albania, Georgia, Amerika Serikat. Semua yang terlibat dengan sukarela mau menjadi pemeran dalam film “Fireproof” yang memang film ini dibuat dengan budget rendah berjumlah $500,000 namun mendapat keuntungan sebesar $33,415,129 (http://en.wikipedia.org/wiki/Fireproof_%28film%29#Awards_2). Film yang tayang di bioskop pada tanggal 26 September 2008 ini berbeda dengan film lainnya. Selain beberapa penghargaan yang telah didapat, dalam situs resmi “Fireproof” juga dikatakan bahwa film “Fireproof” dibuat berdasarkan nilai-nilai Kristiani dan membawa dampak positif bagi jutaan pernikahan dari penonton film ini (http://www.fireproofthemovie.com/dvd_events.php).

Dalam film “Fireproof”, selain isi ceritanya mengenai konflik-konflik yang terjadi antara suami istri, film ini juga memberikan pesan rohani, khususnya mengenai pernikahan dalam ajaran Kristiani. Pada isi cerita ada beberapa dialog dan adegan yang menunjukkan bahwa Tuhan juga turut berperan dalam sebuah

(3)

3 Universitas Kristen Petra pernikahan. Menurut pernikahan Kristen, secara simbolis orang yang menikah mengucapkan janji nikah di gereja. Janji artinya persetujuan antara dua atau lebih individu untuk mengasihi dan dikasihi (to love and to be love). Pernikahan pada hakekatnya adalah suatu panggilan dan satu perjanjian (covenant) antara calon suami dan calon istri dengan Allah sendiri. John Stott juga berkata, ”Perkawinan bukanlah temuan manusia. Ajaran Kristen tentang topik ini diawali dengan penegasan bahwa perkawinan adalah gagasan Allah, bukan manusia” (Simanjuntak dan Ndraha, 2010, p. 118-119). Pasangan yang sudah menikah berarti sudah siap untuk membina sebuah keluarga sendiri dan seharusnya bisa saling menjaga satu sama lain karena hubungan yang begitu intens di antara mereka. Selain itu, menurut prinsip pernikahan Kristiani dikatakan bahwa perkawinan tidak dapat diceraikan atau diakhiri oleh apapun yang dilakukan manusia – hanya oleh kematian. Perkawinan tak dapat diceraikan dan tak dapat dibatalkan (Hadi, 2010, p. 63).

Menurut H. Norman Wright, seorang konselor Christian marriage di Amerika, dalam bukunya yang berjudul Communication Key to Your Marriage dikatakan untuk menjadi istri yang baik maka dia harus tunduk, tidak egois, dan bisa menghormati suaminya. Istri yang hormat adalah orang yang mencoba untuk tidak mengatakan atau melakukan sesuatu yang memalukan suaminya. Sementara itu suami juga harus pengertian kepada istrinya. Suami bersedia mendengarkan pendapat istri dan berpikir bersama, serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan istrinya dan melakukan apa yang terbaik. Suami juga tidak boleh berlaku kasar kepada istrinya (1974, p. 38). Hal ini juga didukung melalui Alkitab dalam ayat Efesus 5:22-28 mengenai dasar hidup suami istri dijelaskan bahwa istri harus tunduk kepada suami dan menghormatinya seperti kepada Tuhan. Dan juga suami harus mengasihi istri sama seperti tubuhnya sendiri. Dua orang yang sudah berkomitmen untuk membentuk sebuah keluarga, pastinya menginginkan suasana keluarga yang harmonis dan terasa nyaman. Tetapi dalam dunia nyata, harapan tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus karena dalam berumah tangga sangat rawan dengan munculnya konflik. Alasan tersebut yang kemudian menginspirasi sutradara kondang kakak beradik, Alex dan Stephen Kendrick, untuk membuat

(4)

4 Universitas Kristen Petra film “Fireproof”. Film yang ditayangkan pada tahun 2008 ini termasuk dalam kategori drama keluarga.

Salah satu yang perlu dipersiapkan dan dipelajari sebelum memasuki pernikahan adalah memahami peran sebagai suami dan istri (Simanjuntak dan Ndraha, 2010, p. 79). Dalam membina hubungan rumah tangga, setiap pasangan pasti tidak akan lepas dari konflik. Konflik interpersonal adalah situasi yang terjadi ketika kebutuhan atau ide dari seseorang yang dianggap berbeda atau bertentangan dengan kebutuhan atau ide dari lainnya (Verdeber & Fink, 2007, p. 286). Jadi konflik interpersonal dalam perkawinan adalah keadaan suami istri yang sedang menghadapi masalah dalam perkawinannya dikarenakan perbedaan kebutuhan, keinginan dan latar belakang mereka; dan hal tersebut nampak dalam perilaku mereka yang cenderung kurang harmonis ketika sedang menghadapi konflik (Basti, 2008, p. 47). Terlambatnya mengatasi konflik antara pasangan suami istri, maka potensi konflik akan berkembang menjadi besar sehingga mengganggu stabilitas rumah tangga. Beberapa penyebab konflik dalam perkawinan dikarenakan masalah pekerjaan, uang, campur tangan orang tua, tidak sependapat tentang pengasuhan anak, sikap istri atau suami yang dianggap tak bisa menempatkan diri, suami atau istri dianggap malas dan tidak bisa melakukan kewajibannya, perbedaan latar belakang dan sikap yang keras tak berusaha untuk menyesuaikan diri dengan pasangan, menganggap pasangan menjemukan, perasaan sedih, cemas, gelisah dengan berbagai tekanan yang dihadapi oleh keluarga, kebiasaan suami atau istri yang perfeksionis dan menuntut pasangannya memenuhi kriterianya.

Melihat realitas kehidupan berumah tangga dalam film “Fireproof” dapat menjadi referensi bagi pasangan suami istri mengenai konflik-konflik interpersonal antara suami istri. Jika sebelum menikah kita hanya mengetahui hal-hal baik yang dilakukan oleh pasangan, belum tentu hal-hal itu tetap berlanjut saat sudah membina rumah tangga. Jika mereka tidak tahu bagaimana seharusnya cara mengatasi konflik tersebut, bukan tidak mungkin hubungan yang sudah dibangun itu akan berakhir dengan perceraian. Selain itu, dipandang dari sisi Kristiani, pasangan yang sudah menikah tidak bisa diceraikan oleh siapapun, kecuali dipisahkan oleh kematian. Film selalu mempengaruhi dan membentuk masyarakat

(5)

5 Universitas Kristen Petra berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya (Sobur, 2004, p.127). Tanpa disadari atau tidak, penonton akan mendapat pengaruh dari apa yang ditontonnya. Sebab itu, peneliti mengadakan penelitian ini untuk melihat secara mendalam bagaimana pasangan suami istri menerima pesan yang ingin disampaikan dalam film “Fireproof”.

Faktor lain yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti film ini karena disutradarai Alex Kendrick bersaudara. Alex dan adiknya, Stephen Kendrick, sudah sangat terkenal dengan film-filmnya yang berjudul “Flywheel” (2003), “Facing The Giants” (2006), “Fireproof” (2008), dan yang terakhir “Courageous” (2011). Dari keempat film tersebut, dapat dilihat bahwa Alex dan Stephen Kendrick yang menjadi sutradaranya selalu mengusung tema kerohanian yang sejenis mengenai keteguhan iman dengan menampilkan kehidupan sebuah keluarga dimana sudah berada dalam suatu masalah, namun pada akhirnya mereka mengalami pertobatan dan percaya akan Tuhan. Film yang mengandung nilai Kristiani menjadi andalan sutradara kondang itu karena Alex Kendrick sendiri merupakan pendeta dari Sherwood Baptist Church di Albania, Georgia, Amerika Serikat. Gereja ini memiliki pelayanan di bidang pembuatan film dan Alex yang menjadi kepala bagian media di gerejanya.

Dari keempat film karya Kendrick bersaudara, peneliti memilih film “Fireproof”. Ide cerita dalam film “Fireproof” selaras dengan fenomena yang terjadi pada rumah tangga pasangan suami istri. Setiap pasangan suami istri pasti mengalami konflik interpersonal dalam pernikahnnya. Konflik akan senantiasa terjadi dalam kehidupan perkawinan. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitiannya dimana 45% orang yang sudah menikah mengatakan bahwa dalam kehidupan bersama akan selalu muncul berbagai masalah, dan 32% pasangan yang menilai pernikahan mereka sangat membahagiakan melaporkan bahwa mereka juga pernah mengalami pertentangan (Basti, 2008, p. 42). Hal itu juga diungkapkan oleh Dalam pernikahan, tentu akan ada beragam masalah. Dalam menjalani pernikahan, tiap pasangan suami istri akan menjalani petualangan bersama yang berisi beragam hal. Banyak hal baru yang harus dihadapi. Ada kebahagiaan yang bisa dinikmati. Dan tentunya ada masalah-masalah yang perlu diselesaikan bersama. Kehidupan di awal pernikahan pasti menyenangkan, namun

(6)

6 Universitas Kristen Petra bukan berarti tidak memiliki masalah. Bersatunya dua orang yang memiliki kehidupan dan cara pikir berbeda tentu bisa menimbulkan konflik (Kiki Octaviani, di wolipop.detik.com). Konflik nyatanya juga terjadi pasangan W & L ketika peneliti melakukan wawancara singkat. Pasutri tersebut mengatakan bahwa rumah tangganya juga mengalami konflik dan pernah mengalami konflik yang hampir sama dengan di film, seperti masalah keuangan ataupun berbicara dengan nada yang tinggi. Namun seberapa besar tingkatan konflik yang dihadapi, suami istri yang menganut prinsip Kristiani akan berusaha untuk tetap mempertahankan pernikahannya seperti yang terdapat dalam film “Fireproof”.

Menurut prinsip pernikahan Kristiani dikatakan bahwa perkawinan tidak dapat diceraikan atau diakhiri oleh apapun yang dilakukan manusia – hanya oleh kematian. Perkawinan tak dapat diceraikan dan tak dapat dibatalkan (Hadi, 2010, p. 63). Selain itu peneliti memilih film “Fireproof” karena yang menjadi fokus utama dalam cerita ini adalah konflik antara suami istri. Dari awal sampai akhir cerita yang ditunjukkan dalam film “Fireproof” semuanya mengenai bagaimana kehidupan pasangan suami istri Caleb dan Catherine. Sedangkan pesan yang disampaikan pada ketiga film Kendrick yang lain, seperti “Flywheel”, “Facing The Giants”, dan “Courageous” fokus cerita bukan mengenai permasalahan yang terjadi antara suami istri. Cerita ketiga film tersebut juga ada yang menampilkan konflik suami istri namun konflik tersebut bukanlah pesan utama yang disampaikan oleh sutradara. Dibandingkan juga dengan film-film religius lainnya seperti “Faith Like Potatoes”, “Letter to God”, “Evan Almighty”, tidak banyak dari film religius yang mengangkat masalah antara pasangan suami istri sebagai konsep film mereka. Peneliti memilih konflik interpersonal karena film “Fireproof” berfokus utama pada masalah hubungan berumah tangga mengenai bagaimana konflik-konflik interpersonal antara Caleb dan Catherine digambarkan. Dari awal cerita sampai akhir cerita yang menjadi topik utama film ini adalah konflik suami istri.

Dari poster film “Fireproof” juga ada gambar cincin pernikahan yang membuat film ini juga ingin memberitahukan bahwa film ini menceritakan tentang kehidupan pernikahan.

(7)

7 Universitas Kristen Petra

Gambar 1.1 Poster Film “Fireproof” Sumber: www.google.com

Film Kristiani ini menjadi salah satu keunikan tersendiri dimana film ini ingin menyampaikan sebuah pesan kepada penonton mengenai arti pernikahan secara Kristiani dan bagaimana pasangan suami istri Kristen mengalami dan mengatasi konflik-konflik interpersonal yang terjadi dalam rumah tangganya, khususnya bagi para penonton Kristiani. Pada film “Fireproof” beberapa konflik yang ditampilkan karena permasalahan pengaturan keuangan atau prioritas penggunaan uang, masalah komunikasi, masalah urusan dapur atau rumah, masalah kebiasaan, masalah iman, dan penyelewengan. Dari gambaran konflik-konflik interpersonal yang terjadi antara suami istri, peneliti menggunakan teori konflik untuk menggolongkan konflik-konflik yang ada di film “Fireproof”. Jenis-jenis konflik yaitu pseudo conflict, fact conflict, value conflict, policy conflict, ego

conflict (Verdever & Fink, 2007, p. 287-291). Untuk menelitinya, peneliti

menggunakan teori Reception Analysis menurut Klaus Bruhn Jensen, dibantu dengan teori Stuart Hall mengenai decoding-encoding karena peneliti ingin mengetahui bagaimana audience memaknai film “Fireproof” berdasarkan pemikiran pribadi informan dan sesuai dengan pemahamannya.

Berkaitan dengan hal di atas, peneliti akan mewawancarai informan yang dapat memberikan informasi terkait dengan topik penelitian. Peneliti menggunakan sudut pandang khalayak atau audience yang aktif (interpretive

community) untuk melihat bagaimana penerimaan penonton terhadap konflik

interpersonal dalam pernikahan Kristiani dalam film “Fireproof”. Yang menjadi informan adalah pasangan suami dengan usia pernikahan satu sampai lima tahun

(8)

8 Universitas Kristen Petra sehingga pasangan suami istri yang akan menjadi informan nantinya dapat memberikan pemaknaan dalam film “Fireproof” karena mereka sudah pasti pernah mengalami konflik interpersonal. Menurut Dra. Lisa Narwastu Kristuana, M. PSDM, dosen mata kuliah Etika Keluarga Kristen di Universitas Kristen Petra, pada masa awal pernikahan pasangan suami istri akan banyak menemukan ketidakcocokan. Biasanya pada usia pernikahan satu sampai lima tahun yang masih rentan. Mereka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan pasangannya, mertua, teman, atau pekerjaan. Banyak suami atau istri mengeluh mengenai sifat pasangan yang berubah setelah menikah, tidak sama seperti saat berpacaran. Pada usia satu sampai lima tahun inilah mereka harus berhasil dalam menyesuaikan diri sehingga setiap masalah yang timbul tidak semakin buruk dan bisa diselesaikan. Setelah pada tahun keenam atau lebih, pasangan bisa lebih stabil dan menemukan bagaimana cara mengkomunikasikan satu dengan lain (wawancara singkat, 20 April 2013, pukul 15.10).

Informan juga dibedakan berdasarkan perbedaan status pekerjaan suami dan istri, informan pertama adalah pasangan suami istri yang suami bekerja dan yang istri tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga), informan kedua adalah pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja di tempat atau usaha yang sama, dan informan ketiga adalah pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja di tempat yang berbeda. Peneliti mengambil kriteria tersebut dikarenakan kecenderungan pasangan suami istri yang berada di kota-kota besar adalah keduanya bekerja (dual career). Ini dilakukan tidak hanya karena tuntutan kebutuhan ekonomi rumah tangga semata, namun juga karena suami maupun istri memiliki keinginan untuk aktualisasi diri di masyarakat sejalan dengan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh. Pola keluarga seperti ini mengakibatkan sulitnya pembagian waktu antara tuntutan pekerjaan dan keluarga. Sulitnya menyeimbangkan urusan pekerjaan dan keluarga dapat menimbulkan konflik pekerjaan-keluarga (work-family conflict), dimana urusan pekerjaan dan atau urusan keluarga mengganggu kehidupan pekerjaan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja suami ataupun istri yang bekerja (Christine, 2010, p. 121). Selain itu dalam film “Fireproof” juga menampilkan pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja, sehingga peneliti membedakan informan

(9)

9 Universitas Kristen Petra berdasarkan status pekerjaan suami dan istri. Dari kriteria informan tersebut, peneliti akan melihat bagaimana penerimaan mereka terkait bentuk-bentuk konflik interpersonal dan bagaimana cara penyelesaian konflik di film “Fireproof” berdasarkan pengalaman dari masing-masing informan.

Dalam situs resmi http://www.fireproofthemovie.com, banyak terdapat komentar positif mengenai film “Fireproof, salah satunya seperti yang diposting oleh Amber and Eddie, 05 November 2009, “My husband and I watched the

movie, and cried. Our marriage wasn’t bad, but it needed help. When God opened our eyes to His love, we began to see that our marriage was in need of His help. You see, we got married young. I was 12 and he was 19. But thank the Lord above, we have been married 6 ½ years and have two handsome boys ages 6 and 5 months. I think this movie was a great for couples. We love it, and watch it over and over, I still cry. It has a great message behind it, and we love it. God can really help marriages today. All we have to do is stop rejecting Him” (Amber dan

Eddie, 2009, p. 6). Yang intinya bahwa Amber dan suaminya sudah menonton film Fireproof, dan membuat mereka menangis. Mereka juga menikah muda dan usia pernikahannya enam setengah tahun yang saat ini memiliki dua anak laki-laki Meskipun menonton berulang-ulang ia selalu menangis. Menurut Amber, film ini sangat bagus untuk para pasangan dan mempunyai pesan yang baik di dalamnya. Dan Tuhan benar-benar ikut membantu dalam hubungan pernikahan.

Pada akun facebook “Fireproof the Movie” juga banyak komentar-komentar positif mengenai film ini. Salah satunya seperti yang diposting dari Jennifer:

Fireproof saved our marriage. I was about to sign divorce papers. A friend suggested we watch the movie, so my husband bought it. It has almost been 3 years since we watched Fireproof and the Love Dare was completed and each day is better than the rest. Thanks be to God for blessing me with such an amazing

marriage. (“Fireproof” menyelamatkan pernikahan kami. Aku akan

menandatangani surat cerai. Seorang teman menyarankan kita menonton film, jadi suami saya membelinya. Sudah hampir 3 tahun sejak kami menyaksikan Fireproof dan the Love Dare selesai dan setiap hari lebih baik daripada yang lain. Syukur kepada Tuhan untuk memberkati saya dengan pernikahan menakjubkan”.)

(10)

10 Universitas Kristen Petra Peneliti juga menemukan satu pasangan suami istri yang sudah menikah selama hampir empat tahun yang pernah menonton film “Fireproof”. Dalam wawancara singkat dengan peneliti, pasangan suami istri, W dan L (inisial nama pasangan), mengatakan film tersebut sangat bagus dilihat dari aspek pesan moral maupun rohaninya. Menurut mereka pertengkaran yang ada di film pasti pernah dialami oleh pasangan lain, termasuk mereka sendiri. Keterlambatan penyelesaian konflik seperti di film akan membuat hubungan semakin parah bahkan bisa menjadi perceraian. Oleh karena itu dengan film ini bisa menjadikan instropeksi bagi W dan L karena mereka mendapat gambaran bagaimana harus bersikap terutama saat menghadapi suatu konflik tertentu dan sangat diperlukan untuk mengontrol emosi (wawancara singkat, 12 Maret 2013, pukul 18.40).

Berangkat dari fenomena yang peneliti temukan, maka timbul keinginan untuk mengetahui bagaimana konflik interpersonal yang terjadi antara pasangan suami istri terutama dalam konsep pernikahan Kristiani, serta tahu apa saja yang menjadi penyebab konflik dan bagaimana mengatasinya. Peneliti berharap penelitian ini bisa menjadi sumbangan bagi semua pembaca, terutama yang bersangkutan langsung, seperti pasangan suami istri, atau bagi para calon suami istri yang akan melanjutkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan.

Dalam penelitian terdahulu, Shanti Magdalena (2007) juga melakukan penelitian mengenai konflik pasangan suami istri dengan judul penelitian komunikasi interpersonal dalam penyelesaian konflik antara suami istri yang baru menikah. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal yang sehat dan berkala dapat menjaga keutuhan dan keterbukaan rumah tangga yang dibangun oleh pasangan suami istri. Analisis data terhadap suami istri yang baru menikah diketahui dengan pengelompokan pasutri dengan berbagai perbedaan status, usia, agama, etnis, pendidikan, pekerjaan, lama menikah, jenis konflik, beserta cara penyelesaian konflik tersebut. Berbeda dengan peneliti yang melakukan penelitian analisis penerimaan pasangan suami istri mengenai konflik interpersonal menurut pernikahan Kristiani dalam film “Fireproof”.

(11)

11 Universitas Kristen Petra 1.2 Rumusan Masalah

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut “Bagaimana penerimaan pasangan suami istri terhadap konflik interpersonal dalam film “Fireproof”?”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui bagaimana penerimaan pasangan suami istri terhadap konflik interpersonal dalam film “Fireproof”.

1.4 Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini ada beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain: 1.4.1 Manfaat akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi, khususnya mengenai studi hubungan teks media dengan khalayak melalui studi reception. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah kontribusi ilmiah penelitian kualitatif mengenai opini masyarakat terhadap konflik interpersonal dalam film-film keluarga lainnya .

1.4.2 Manfaat praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi pembaca dan peneliti. Selain itu juga diharapkan bermanfaat untuk memberikan pandangan kepada para pasangan baik yang sudah menikah ataupun yang belum dan akan menikah, bahwa komunikasi yang baik menjadi salah satu hal penting untuk menjalin suatu hubungan. Memberi masukan bagi para pembuat film agar membuat lebih banyak lagi film yang menginspirasi dan menjadikan renungan untuk selalu menjaga komitmen pernikahan mereka agar berjalan harmonis. Menurut prinsip pernikahan Kristiani dikatakan bahwa perkawinan tidak dapat diceraikan atau diakhiri oleh apapun yang dilakukan manusia – hanya oleh kematian. Perkawinan tak dapat diceraikan dan tak dapat dibatalkan (Hadi, 2010, p. 63).

(12)

12 Universitas Kristen Petra 1.5 Batasan Penelitian

Penelitian ini memfokuskan pada ruang lingkup konflik interpersonal dalam film “Fireproof”. Peneliti memilih menggunakan film “Fireproof” sebagai film yang diteliti karena film ini merupakan film religius yang memberikan gambaran bagaimana pasangan suami istri masuk ke dalam konflik-konflik interpersonal yang membuat pernikahan mereka hampir terjadi perceraian. Dari awal sampai akhir cerita yang menjadi fokus utama dalam film ini adalah tentang pasangan suami istri yang berkonflik. Selain itu film ini juga secara khusus membahas bagaimana keluarga Kristen yang sedang mengalami suatu masalah, berbeda dengan film Hollywood lainnya yang membahas secara umum sehingga tidak ada pesan yang khusus kepada penonton. Sedangkan dalam film “Fireproof” ada pesan khusus mengenai menjaga keharmonisan suami istri yang ditujukan khususnya bagi penonton Kristiani karena film ini adalah film rohani. Selain itu film ini memang fokus pada konflik interpersonal antara suami istrinya dari awal sampai akhir cerita. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode reception

analysis.

Peneliti akan menganalisis bagaimana penerimaan suami istri terhadap konflik interpersonal dalam film “Fireproof”. Pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria pasangan suami istri Kristiani dalam masa pernikahan lima tahun (satu sampai lima tahun). Pasangan yang sudah menikah akan mampu menjelaskan mengenai konflik interpersonal dalam film “Fireproof” karena mereka sudah mempunyai pengalaman masing-masing yang pasti pernah mengalami konflik interpersonal

Selain itu, informan akan dibedakan berdasarkan status pekerjaan suami dan istri. Informan pertama adalah pasangan suami istri yang suami bekerja dan yang istri tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga), informan kedua adalah pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja di tempat atau usaha yang sama, dan informan ketiga adalah pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja di tempat yang berbeda. Dengan kriteria informan di atas, maka dapat diketahui bagaimana penerimaan yang ia peroleh ketika menonton mengenai konflik interpersonal dalam film “Fireproof”.

(13)

13 Universitas Kristen Petra 1.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini tentunya terdapat beberapa bab yang saling berkaitan dan tidak bisa berdiri sendiri, sistematikanya adalah sebagai berikut:

1. Pendahuluan

Pada bab ini, berisi tentang latar belakang masalah yang berkaitan dengan pemilihan topik, rumusan masalah sebagai arah penelitian, tujuan penelitian, manfaat akademis dan praktis, batasan penelitian, dan sistematika penulisan. 2. Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi teori-teori yang relevan berkaitan dengan pembahasan judul penerimaan pasangan suami istri terhadap konflik interpersonal dalam film “Fireproof”, serta nisbah antar konsep dan kerangka pemikiran.

3. Metode Penelitian

Bab ini berisi mengenai cara dan metode penelitian yang akan digunakan untuk memperoleh data, yaitu definisi konseptual, jenis penelitian, metode penelitian, sasaran penelitian, unit analisis, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan uji keabsahan data (triangulasi).

4. Analisis Data

Bab ini berisi gambaran umum objek penelitian yaitu sinopsis dari film “Fireproof”, profil informan, setting penelitian, temuan data, analisis data, serta interpretasi data.

5. Kesimpulan dan Saran

Gambar

Gambar 1.1 Poster Film “Fireproof”

Referensi

Dokumen terkait

Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Suami Dan Istri Yang Terlibat Dalam Dual Career Family (Studi Kasus Pada Tiga Pasangan Suami Istri Di Kota Bandung).. Universitas Pendidikan

Keterbukaan Komunikasi Interpersonal Antar Pasangan Suami Istri Yang Tinggal Berjauhan (Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri di Yogyakarta).. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah

Selain itu ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental pasangan suami istri dengan pola penyesuaian pernikahan pasangan suami istri tersebut, kesehatan mental

Deskripsi Data Tentang Proses Komunikasi Interpersonal yang dilakukan Pasangan Suami Istri Warga Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan dalam Penyelesaian Konflik ………...

Dari uraian para ahli dan konselor pernikahan serta keluarga Kristen ini didapatkan beragam keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh pasangan suami istri dalam

pasangan mengetahui tentang apa itu keharmonisan keluarga itu, menurut ketiga pasangan suami istri yang menjalani pernikahan jarak jauh ini keluarga harmonis adalah

Hubungan antara resolusi konflik dan kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri bekerja pada masa awal pernikahan.. The Relationship between Religious Attitudes and

Hal tersebut dapat dikatakan bahwa pasangan suami istri melakukan minding dengan melakukan usaha dekat sehingga kehidupan pernikahan mereka menjadi lebih baik dan konflik yang mereka