• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKONOMI POLITIK DAN DAYA SAING NASIONAL. Didik J. Rachbini & Tim INDEF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EKONOMI POLITIK DAN DAYA SAING NASIONAL. Didik J. Rachbini & Tim INDEF"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI POLITIK DAN DAYA SAING

NASIONAL

(2)
(3)

Deindustrialisasi Dini

Sumber: BPS, 2016

Kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB terus menurun, tinggal 19,6%.

Perlu mempercepat hilirisasi industri untuk mengoptimalkan nilai tambah SDA. Perlu

(4)

Masalah

• Setelah reformasi tidak ada strategi kebijakan

industri yang kuat dan konsisten

• Terjadi Deindustrialisasi

• Kebijakan Hilirisasi Industri tidak serius (contoh

hilirisasi industri mineral tidak dijalankan)

• Masalah SDM

(5)

Perbandingan Indeks Produktivitas Tenaga

Kerja

Sumber: Asian Productivity Organization

2.1069

2.2891

2.4847

2.7029

2.8967

3.111

3.3112

1.5159

1.6224

1.7845

1.8132

1.8888

2.0158

2.1364

1.2529

1.273

1.3465

1.4323

1.5009

1.5583

1.6227

1.3982

1.3633

1.4577

1.4459

1.5771

1.654

1.7302

1.4675

1.447

1.5781

1.6024

1.6791

1.7779

1.9682

1.00

1.75

2.50

3.25

4.00

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

China

India

Indonesia

Thailand

Vietnam

(6)

Postur Anggaran Riset di Beberapa negara

(% PDB)

Negara

2011

2012

2013

2014

2015

Indonesia

0,1

0,1

0,2

0,2

0.3

Korea Selatan

3.0

3.6

3.6

3.6

4.04

Cina

1,5

1,8

1,9

2

2

Singapura

2,6

2,6

2,6

2,7

2.6

Malaysia

0,7

0,8

0,8

0,8

1.1

Amerika Serikat

2,8

2,8

2,8

2,8

2,8

Jepang

3,4

3,4

3,4

3,4

3.4

(7)

Tren Ekspor yang Menurun

No

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

Jan-Oct*

Pert(%)

2016/

2015

2015

2016

I

Ekspor

203.5

190.0

182.5

176.0

150.4

127.3

117.1

-8.04

Nonmigas

162.0

153.0

149.9

145.9

131.8

111.5

106.4

-4.65

Pertanian

5.2

5.6

5.7

5.8

5.6

3.1

2.7

-13.81

Pertambangan

34.7

31.3

31.2

22.9

19.5

16.5

14.2

-14.30

Industri

122.2

116.1

113.0

117.3

106.7

91.9

89.5

-2.59

Migas

41.5

37.0

32.6

30.0

18.6

15.8

10.7

-32.01

II

Impor

177.4

191.7

186.6

178.2

142.7

119.1

110.2

-7.50

Barang Konsumsi

13.4

13.4

13.1

12.7

10.9

8.8

10.0

13.75

Bahan Baku &

Penolong

130.9

140.1

142.0

136.2

107.1

89.8

82.1

-8.6

Barang Modal

33.1

38.2

31.5

29.3

24.7

20.5

18.0

-11.8

III

Neraca

Perdagangan

26.0

-1.7

-4.1

-2.2

7.7

8.2

6.9

-15.81

(8)
(9)

....

Komposisi partai koalisi pemerintah menjadi mayoritas

setelah PAN, Golkar dan PPP masuk ke dalamnya

Dukungan di DPR sudah sangat kuat. Andaikan PDI-P

menarik dukungannya, masih tersisa 49,5 persen. PD dan

atau PKS “siap” menambal.

Elemen-elemen civil societies yang selama ini kritis sudah

merapat ke pemerintah

(10)

Implikasi

Masalah governance and performance

pragmatisme melemahkan fondasi

high cost economy

(11)

Constraint: Logistic Performance and Logistic Cost

Country

LPI 2014-2016

1

2

3

4

5

6

rank

rank

rank

rank

rank

rank

Singapore

5-5

3-2

2-1

6-8

8-1

11-3

9-2

Malaysia

25-32

27-40

26-32

10-32

32-35

23-36

31-47

Thailand

35-45

36-46

30-46

39-38

38-49

33-50

29-52

Vietnam

48-64

61-64

44-70

42-50

49-62

48-75

56-56

Indonesia

53-63

55-69

56-73

74-71

41-55

58-51

50-62

Philippines

57-71

47-78

75-82

35-60

61-77

64-73

90-70

1= Custom, 2= Infrastructure, 3=International Shipment, 4= Logistics Quality and Competence, 5=Tracking dan Tracing, 6 = Time lines

..

Logistic Cost/GDP Ratio

10

8

13

20

25

27

0

7

14

21

28

35

(12)
(13)

PAKET III,

7 Oct ’15

PERLUASAN AKSES PEMBIAYAAN DAN PENGURANGAN BIAYA PRODUKSI: Perluasan cakupan KUR, Fasilitasi jasa keuangan, pembiayaan ekspor, fasilitas pertanahan, dan insentif listrik, BBM, Gas bagi industri

PAKET IV,

15 Oct ‘15

JAMINAN SISTIM PENGUPAHAN DAN PENGAMANAN PHK: sistem pengupahan yang adil, sederhana dan terproyeksi serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih murah dan luas.

PAKET V,

22 Oct ‘15

REVALUASI ASET DAN AKSES PEMBIAYAAN SYARIAH: insentif pajak bagi perusahaan yang merevaluasi aset, dan insentif dana investasi real estate, serta kemudahan pembiayaan syariah

PAKET VI,

6 Nov ‘15

MENGGERAKKAN EKONOMI DI WILAYAH PINGGIRAN DAN KELANCARAN BAHAN BAKU OBAT: insentif KEK, pengairan, dan sistim eletronik (INSW) pengadaan bahan baku obat

PAKET VII,

7 Dec ‘15

INSENTIF PAJAK INDUSTRI PADAT KARYA DAN SERTIFIKASI TANAH: Mendorong daya saing industri padat karya melalui insentif PPh Pasal 21 dan kemudahan sertifikasi tanah

PAKET VIII,

21 Dec ‘15

KEPASTIAN USAHA DAN INVESTASI JASA PEMELIHARAAN PESAWAT TERBANG (MRO) DAN MINYAK: one map policy yang mempermudah penyelesaian konflik lahan, upaya meningkatkan produksi minyak nasional, dan mendorong jasa MRO

PAKET IX,

27 Jan ‘16

INFRASTRUKTUR LISTRIK DAN LOGISTIK: Pemenuhan listrik rakyat, stabilisasi pasokan daging, dan agregator ekspor UKM untuk pengembangan logistik desa ke pasar global

PAKET X,

11 Feb ‘16

KETERBUKAAN INVESTASI: perubahan kebijakan daftar negatif investasi yang

menjamin efektivitas pelaksanaan investasi, meningkatkan perlindungan dan pengembangan UMKM dan koperasi, serta mendorong investasi teknologi tinggi, padat modal, dan wisata

PAKET I,

9 Sept ‘15

MENDORONG DAYA SAING INDUSTRI: mengurangi dan menyederhanakan regulasi serta mempermudah birokrasi

PAKET II,

29 Sept ‘15

PROMOSI INVESTASI DAN DEVISA: Kemudahan perizinan investasi (izin 3 jam), dan insentif devisa hasil ekspor

PAKET XI,

29 Mar ‘16

AKSES PEMBIAYAAN, DWELLING TIME, DAN INDUSTRI FARMASI/ALKES: Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor, insentif BPHTB bagi DIRE, manajemen resiko untuk kelancaran arus barang (INSW), dan pengembangan industri farmasi/alkes

PAKET XII,

28 Apr ‘16

PENINGKATAN PERINGKAT EASE of DOING BUSINESS (EoDB): Memangkas Izin,

Prosedur, Waktu, dan Biaya untuk Kemudahan Berusaha di Indonesia

HARMONIZING REGULATIONS

SIMPLIFYING BUREAUCRATIC

PROCESS

ENSURING LAW ENFORCEABILITY

Recent Development: Economic Policy Packages

PAKET XIII,

28 Apr ‘16

PENINGKATAN PERINGKAT EASE of DOING BUSINESS (EoDB): Memangkas Izin,

(14)

Central Java

KI Kendal

KI Bukit Semarang Baru

KI Wijayakusuma

East Java

Java Integrated Industrial

& Port Estate

South Sulawesi

KI Bantaeng

Banten

Modern Cikande Industrial Estate

KI Terpadu Wilmar

Krakatau Industrial Estate Cilegon

West Java

Bekasi Fajar Industrial Estate

KI Delta Silicon 8

Karawang Internasional

Industrial City

Suryacipta City of Industry

GT Tech Park

North Sumatra

KI Medan

Java, Sumatra,

Sulawesi are

Indonesia’s most

populous islands

WHERE

ON EARTH

Prospect for Public and Private

Investment:

14 Industrial Estates for

(15)
(16)

....

• Indonesia mengalami perbaikan peringkat ease of doing business

(EODB) menjadi peringkat 91.

• Namun Daya saing Indonesia justru semakin tidak kompetitif.

Menurut laporan World Economic Forum (WEF) peringkat daya

saing Indonesia mengalami penurunan selama 2 (dua) tahun

berturut-turut.

• Peringkat daya saing menurun dari 34 (2014), turun ke 37 (2015)

dan pada 2016 kembali turun ke 41.

• Peringkat daya saing Indonesia tertinggal dibandingkan Thailand

(34), Malaysia (25), apalagi Singapura (2). Indonesia hanya unggul

dari Filipina (57).

• Akibatnya, terjadi Trend Penurunan Ekspor secara persisten,

sementara pengendalian impor konsusmsi sangat rapuh.

(17)

Daya Saing Indonesia Menurun

Global Competitiveness Index

2016/2017

Peringkat

2015/2016

Perbandingan

2016/2017 terhadap

2015/2016

Peringkat

Skor

Subindex A : Basic requirement

52

4.5

49

1st pillar : Institutions

56

4.1

55

2nd pillar : Infrastructure

60

4.2

62

3rd pillar : Macroeconomic environment

30

5.5

33

4th pillar : Health and primary education

100

5.3

80

Subindex B : Efficiency enhancers

49

4.4

46

5th pillar : Higher education and training

63

4.5

65

6th pillar : Goods market efficiency

58

4.4

55

7th pillar : labor market efficiency

108

3.8

115

8th pillar : Financial market development

42

4.3

49

9th pillar : Technological readiness

91

3.5

85

10th pillar : Market size

10

5.7

10

Tetap

Subindex C : Innovation and sophistication factors

32

4.2

33

11th pillar : Business sophistication

39

4.3

36

12th pillar : Innovation

31

4.0

30

Referensi

Dokumen terkait

Ipak ono što mu je zadavalo velikih briga tijekom mletačko-osmanlijskog rata 1463.- 1479., nije uspio poraziti albanskog vođu Skenderbega za njegova života, već je nekoliko puta teško

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kerapatan mangrove dengan kelimpahan kepiting biola (Uca sp.) memiliki hubungan

Demam Berdarah Dengue Pada minggu pertama penyakit ini biasanya tidak ditemukan gejala umum yang khas, hanya terdapat demam antara 2 hingga 7 hari adanya

Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, bimbingan, pengendalian, pengembangan teknis

According to Munajat (2004) pro- duction of copal per tree was influenced very much by various factors such as: quality of growth site, tree age, stand density, genetic properties,

Dari selisih data (point) yang telah didapat maka dapat diambil kesimpulan untuk short circuit turn 1 pada fasa R- Ground pada gambar 12 perubahan selisih beda fasa

Asap cair Grade III merupakan asap cair yang dihasilkan dari pemurnian dengan metode destilasi. Proses destilasi merupakan pemisahan campuran dalam fasa cair berdasarkan

Membaca al-Qur’an mempunyai kaidah tertentu agar ketika membacanya tidak mengalami kekeliruan dan kesalahan makna yang akan berakibat dosa bagi pembacanya. Untuk itu agar bacaan