PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PEMANFAATAN POTENSI DESA DAN KEARIFAN LOKAL MELALUI SENTUHAN
MAHASISWA KKN PPM UNIVERSITAS UDAYANA
KONTRIBUTOR: Ni Made Dwidiani, dkk
Ni Luh Putu Vidya Paramita dkk I Wayan Nico Fajar Gunawan, dkk Ni Nyoman Werdi Susari, dkk. I Putu Yudhi Arjentinia, dkk Lie Jasa, dkk.
I Nyoman Budiastra, dkk I Wayan Widhiada, dkk. Ketut Astawa, dkk
Ni Ketut Agusintadewi, dkk
Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, dkk I Ketut Suarsana, dkk.
Ida Bagus Gde Primayatna, dkk Nyoman Ari Mayadewi, dkk
Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati, dkk Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, dkk. I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan, dkk. Ketut Anom Dada, dkk.
I Gusti Ngurah Sudisma, dkk. I Nyoman Suartha, dkk
EDITOR: I Nyoman Suartha I Nyoman Suarsana I Gede Rai Maya Temaja
LAY OUT ISI: Chonti DESAIN SAMPUL: Gde Ngurah Aryawan
PENERBIT: Swasta Nulus
Jl. Dewi Supraba 17 Denpasar [email protected]
CETAKAN:
Pertama: 2018. 513 hlm, 21x29 cm Font: Times New Roman 11
ISBN: 978-602-5742-49-1
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS UDAYANA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widi Wasa, atas limpahan rahmatnya sehingga pelaksanaan KKN PPM Periode
XVIL
Tahun 2018 dapat dilaksanakan dengan lancar, amano sukses dan tepatwaktu. KKN
PPMXVII th
2018, mengambil tema: Pemberdayaan potensi masyarakat desa dalam pengelolaaan sumberdaya alam. Sedangkan MOTTO KKN PPM XVII adalah Sewaka Guna Pariposana (Mengabdikan Ilmu Memberi Solusi), yang secara arfiah bennakna KKN menyatu di dalam hati dan pikiran masyarakat untuk mengabdikan ilmu guna memberi dan mencari solusi penyelesaian masalah yang terbaik.Universitas Udayana pada tahun 2018 melaksanakan KKN PPM di 170 desa lokasi dan tersebar di 8 kabupaten di Provinsi Bali dengan jumlah mahasiswa 3424 oratg mahasiswa. Kabupaten Badung ada 20 desa
KKN
RM,di
Kabupaten Gianyar ada 20 desa,di
Kabupaten Bangli ada 30 desa, di Kabupaten Tabanan ada20 desa, di Kabupaten Klungkung ada20 desa, di Kabupaten Jembrana ada20 desa, di Kabupaten Karangasem ada 20 desa, dan di Kabupaten Buleleng ada20 desa. Pelaksanaan KKN PPM berlangsung selamaI
bulan dan I minggu (mulai2l
Jruli-Z7 Agustus 2018).Selama
KKN
mahasiswa mendapat kesempatan yang lebih luas untuk belajar menerapkan IPTEKS yang diporoleh di kampus, dan belajar lebih luas tentang masyarakat, belajar bermasyarakat dan belajar membagun desa. Mahasiswa juga telah melaksanakan dan membantu masyarakat melalui KK dampingan bagi masayarakat yarg tergolong warga prasejahteta dan memecahkan masalah-masaiah keluarga, memberi informasi, dan memberi motivasi. Hal yang juga penting adalah mahasiswa dapat belajar meningkatkan soft skill.Secara umum pelaksanaan KKN PPM XIV Th. 2018, berjalan dengan baik hal ini karena telah dipersiapkan dengan perencanaan yang lama. Namun demikian masih terdapat beberapa hambatanyang diluar kemampuan panitia untuk memprediksinya. Kekurangan-kekurangan
ini
akan menjadi bahan intropeksi bagi pantia KKN sehingga pelaksanaan KKN dimasa mendatang menjadi lebih baik.Pada kesempatan yang bait ini, kami ingin menyampaikan terimakasih banyak kepada Bapak Rektor dan Ketua LPPM Unud yang telah memfasilitasi kegiatan KKN PPM periode XVII, Dekan di lingkungan Unud, panitia pelaksana KKN PPM peride XVII, Koordinator kabupaten (Korkab), Dosen pembimbing lapangat (DPL), Seluruh perbekel dan desa yang menjadi lokasi KKN PPM periode
X\TI,
yang telah berkerja keras, menerima dan membimbing mahasiswa sehingga pelaksanaat' XXNppU
periode XVtr berjalan dengan baik. Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan KKN ada hal-hal yang kurang berkenaan.
Sekian dan terimakasih
, Desember 2018
PM Unud Periode
XVII
PRAKATA
Dalarn rangka pelaksanaan Tri Dhanna Perguruan Tinggi, terutama bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, kegiatan KKN di Unud adalah salah satu prograrn wajib dalam setiap tahun akademik bagi para mahasiswa dan merupakan kegiatan intrakulikuler u,ajib yang memadukan pelaksanaan TRI
DHARMA Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian serta wajib diikuti oleh
seluruh Mahasiswa Unud, sebagai suatu syarat kelulusan mahasiswa sebelurn mengakhiri studinya di
Unud.
Kegiatan KKN PPM di Universitas Udayana dilaksanakan di desa selama 1 bulan dan
I
rningguatau dengan bobot 3 satuan kredit semester (SKS). Selama proses pelaksanakan KKN PPM, mahasiswa
dalam satu kelompok desa KKN dibirnbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). DPL bertugas
untuk memberi bimbingan rnulai
dari
orientasi dan observasike
lokasi lapangan. membantu melancarkan proses pendekatan sosial mahasiswa dengan masyarakat. Berfungsi mernberi bimbingan selamadi
lapangan, tnenumbuhkan disipilin dan rnotivasi, serta mendampingi mahasiswa dalam tnelaksanakan program kerjaKKN RM
dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi agarprogram-program KKN terlaksana dengan baik.
Berkaitan dengan
KKN
PPM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Udayana akan terus berkontribusi dalam memberi pendampingan dan pemberdayaan kepaclamasyarakat di lokasi KKN unfuk dapat meningkatkan daya dan potensi rnasyarakat perdesaan sehingga mampu mernanthatkan sumber daya alam untuk kesejahterailr.
Kami rnenyambut dengan baik dan senang hati atas telah terbitnya buku ini dan ini menunjukkan
Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat telah ikut berperan aktif di dalam membangun masyarakat dari pinggiran, metnberdayakan masyarakat sehingga apayarrgtelah dilakukan Universitas Udayana dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Semoga buku tentang pembedayaan dan pendarnpingan masyarakat oleh mahasiswa KKN
Univeristas Udayana ini dapat dirnanfaatkan sebesar-besar dan seluas-seluasnya untuk kepentingan desa,
institusi dan pemerintah daerah maupun pusat.
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ii
PRAKATA iii
DAFTAR ISI iv
BAGIAN 1 Meningkatkan Keharmonisan Kehidupan antara Manusia dengan Lingkungan sekitar di Desa Petang
Ni Made Dwidiani, dkk
1-18
BAGIAN 2 Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Alam sebagai Daya Tarik Wisata Desa Belok/Sidan,
Ni Luh Putu Vidya Paramita dkk.
19 – 37
BAGIAN 3 Mengembangkan Potensi Wisata Desa Carangsari Berlandaskan Pembangunan Berkelanjutan
I Wayan Nico Fajar Gunawan, dkk.
38 – 54
BAGIAN 4 Keselarasan Pemanfaatan Potensi Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pangsan, Ni Nyoman Werdi Susari, dkk.
55 - 80
BAGIAN 5 Pengembangan Potensi Lokal Serta Peningkatan Kesehatan Lingkungan Desa Getasan, Oleh I Putu Yudi Arjentinia, dkk.
81 – 101
BAGIAN 6 Pengembangan Potensi Desa dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan Dalam Mewujudkan Desa Ayunan Sebagai Desa Wisata yang Bersih dan Lestari
Lie Jasa, dkk.
102 - 117
BAGIAN 7 Optimalisasi Pelaksanaan serta Pengembangan Program Kerja Demi Terwujudnya Desa Blahkiuh yang ASIK
I Nyoman Budiastra, dkk.
118 - 139
BAGIAN 8 Pemberdayakan Masyarakat Untuk Desa Punggul Yang Ceria (Cerdas, Indah, Sehat)
I Wayan Widhiada, dkk.
140 -167
BAGIAN 9 Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Usia Dini Demi Kemajuan Desa Sangeh di Masa Depan
Ketut Astawa, dkk.
168-195
BAGIAN 10 Kesehatan Masyarakat dan Kebersihan Lingkungan dalam Pengembangan Potensi Desa Abiansemal
Ni Ketut Agusintadewi, dkk.
BAGIAN 11 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan, Kita Wujudkan Desa Mambal Yang Bersih, Sehat, Dan Mandiri.
Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, dkk.
222 - 240
BAGIAN 12 Pemberdayaan Siswa Sekolah Dalam Upaya Pelestarian Budaya Bali Di Desa Gulingan.
I Ketut Suarsana, dkk.
241 - 257
BAGIAN 13 Peningkatan Kualitas Multisektor dalam rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tumbak Bayuh.
Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, dkk.
258 - 295
BAGIAN 14 Pengembangan kualitas sumber daya manusia di Desa Baha. Ida Bagus Gde Primayatna, dkk
296 - 336
BAGIAN 15 Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Potensi Desa Cemagi menjadi Desa BERSERI (Bersih, Sehat, dan Lestari).
Nyoman Ari Mayadewi, dkk
337 - 361
BAGIAN 16 Pengembangan Potensi Lokal dalam Upaya Mewujudkan Desa Munggu yang Inovatif.
Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati, dkk.
362 - 400
BAGIAN 17 Terwujudnya Sikap Melayani, Kehidupan yang Tertib, Lingkungan yang Bersih, Desa yang Mandiri dan Warga yang Bersatu di Desa Bongkasa.
I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan, dkk.
401-443
BAGIAN 18 Terwujudnya Pelayanan Publik yang Baik di Lingkup Desa Selat, Oleh Ketut Anom Dada, dkk.
444 - 457
BAGIAN 19 Revolusi Mental Untuk Mewujudkan Desa Penarungan Yang Bermartabat.
I Gusti Ngurah Sudisma, dkk.
456-480
BAGIAN 20 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dan Potensi Desa Berbasis Revolusi Mental Menuju Desa Mengwitani BISA.
I Nyoman Suartha, dkk
BAGIAN
1
Meningkatkan Keharmonisan Kehidupan antara
Manusia dengan Lingkungan sekitar
di Desa Petang
MENINGKATKAN KEHARMONISAN KEHIDUPAN ANTARA
MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR
DI DESA PETANG
Oleh:
Ni Made Dwidiani
Kadek Adiyaksa Pramana Olivia Triska Wulandari Ni Putu Rizkyta Putri Kusuma Nyoman Adi Candra N. Putu Dian Restiana Dewi Maria Veronica Pandang Pricillia Derisna Candra Ni Luh Darmiadi
Ni Kadek Rosa Luh Gede Dian Ekayanti
A.A.Istri Dewi Yustikasari I Gst Bagus Tisnu Abdi N. Putu Valentine Putri Sukma I Putu Krisnantara Putra Kadek Meidy Sentyanni Ni Komang Triza Mahita D. Gusti Putu Larasani Retta Patricia Kahanjak M. Putu Findi Desi Wibiani Cokorda Istri Diah Oktavia D. Putu Bella Sintya Maharani I Gede Oka Wiryawan Giri Ni Komang Sintia Dewi I Made Wismadi
Gusti Putu Kirana Dewi Arya Sukma Krisnayoga Pius Yulianto Daton Kedang Putu Gede Surya Ramachandra
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS UDAYANA
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1Analisis Situasi : Identifikasi Potensi Unggulan dan Masalah
Desa Petang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Secara Topografis Desa Petang berada di ketinggian 800 meter dari atas permukaan laut dan terletak 32 km atau 60 menit perjalanan dari pusat kota Denpasar. Wilayah Desa Petang terdiri dari 7 banjar dinas di antaranya Banjar Dinas Petang Dalem, Banjar Dinas Petang Tengah, Banjar Dinas Petang Suci, Banjar Dinas Kerta, Banjar Dinas Muncuk Damping, Banjar Dinas Lipah, dan Banjar Dinas Angantiga. Secara geografis batas-batas wilayah Desa Petang adalah sebagai berikut. Di sebelah utara Desa Sulangai; Di sebelah selatan Desa Pangsan; Di sebelah barat Sungai Penet; Di sebelah timur Sungai Yeh Aya.
Mengingat letak topografi tersebut, Desa Petang merupakan daerah yang subur. Mayoritas penduduk Desa Petang bermatapencaharian sebagai petani dan peternak. Hasil pertanian yang banyak dijumpai di Desa Petang antara lain cokelat (kakao), kopi, dan pisang. Sedangkan dalam bidang peternakan, hewan ternak yang sering kali dipelihara oleh masyarakat adalah sapi, babi, dan ayam. Selain bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, beberapa masyarakat di Desa Petang yang bekerja di sektor perdagangan dan pegawai negeri maupun swasta.
Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali menjadi salah satu tempat KKN PPM UNUD periode XVII 2018. Dengan masuknya Desa Petang ini, diindikasikan bahwa masih terdapat berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Masalah-masalah tersebut menyangkut berbagai bidang seperti bidang prasarana fisik, dan sosial budaya, maka setiap permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisipliner. Semuanya secara perlahan harus diselesaikan secara interdisipliner.
KKN PPM periode XVII tahun 2018, untuk program interdisipliner tim KKN-PPM mengangkat permasalahan mengenai sosial budaya dan prasarana fisik (Tabel 1). Masalah prasarana fisik terdapat beberapa permasalahan dengan mengangkat judul yaitu “Perancangan fisik (Pengadaan alat-alat kebersihan) yang dipusatkan di Pura Desa dan Pura Puncak Manik Petang ”, “Pembuatan penunjuk jalan di Desa Petang”, Perancangan denah dan layout tempat suci di Desa Petang (Pura Dangkhayangan Puncak Tedung”, , serta masalah non fisik “Mempromosikan desa lewat artikel”
Masalah sosial budaya terdapat beberapa permasalahan dengan mengangkat judul yaitu “Pemberian pembelajaran tambahan Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar”, “Kegiatan gotong-royong & bersih-bersihtempat-tempat ibadah”, “Kegiatan senam pagi di Lapangan Umum Desa Petang”, “Mengikuti kegiatan HUT RI yang ke-73”, dan “Penanaman bibit pohon di area Pura Dalem Banjar Angantiga dan Pura Dangkhayangan Puncak Tedung”.
Organisasi kemasyarakatan di Desa Petang sangat teratur dan cukup aktif. Perangkat pemerintah desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Berbagai kegiatan di Desa Petang terorganisir dengan sangat baik, kepala desa berkoordinasi dengan kelihan dinas di Desa Petang. Disamping itu, terdapat juga berbagai organisasi yang menunjang kinerja Desa Petang seperti Karang Lansia, Sekeha Truna Truni, LPD, Koperasi, Gerakan Posyandu dan lain sebagainya yang turut menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Petang.
Pendidikan di Perguruan Tinggi dilaksanakan dengan cara membekali dan mengembangkan religiusitas, kecakapan, keterampilan, kepekaan, dan kecintaan mahasiswa terhadap pemuliaan kehidupan umat manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Pembekalan dan pengembangan hal-hal tersebut terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut dilaksanakan dengan proporsi yang seimbang, harmonis, dan terpadu dengan harapan agar kelak para lulusan perguruan tinggi dapat menjadi manusia berilmu pengetahuan, memadai dalam bidang masing-masing, mampu melakukan penelitian, dan bersedia mengabdikan diri demi umat manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya.
KKN PPM adalah suatu kegiatan intrakulikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegitan pemberdayaan masyarakat. KKN PPM juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu. Oleh karena itu, KKN PPM diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik – teoritik dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian akan terjadilah interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, asih, dan asuh antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana merupakan salah satu kegiatan pendidikan diharapkan dapat membantu memberikan solusi bagi masyarakat desa sasaran dalam menyelesaikan permasalahan desanya. KKN ini merupakan bentuk kegiatan dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari penelitian, pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat
Tabel 1. Identitas Permasalahan yang dihadapi Masyarakat Desa Petang
No. PERMASALAHAN LOKASI
SUMBER (P/M/D) 1 Minimnya pembelajaran bahasa asing (Inggris) yang
hanya di dapatkan pada saat jam sekolah, mengingat Desa Petang di promosikan menjadi desa wisata di kabupaten Badung.
2 Minimnya ketersediaan alat-alat kebersihan dan media informasi di fasilitas umum dan pemanfaatan
limbah yang terdapat di kawasan Desa Petang Desa Petang M
3 Kurangnya denah dan layout tata ruang di desa dan
tempat-tempat suci di Desa Petang Desa Petang M
4 Perlu adanya petunjuk jalan pada objek wisata
petang Desa Petang D
5 Perlu adanya pemerhatian khususnya pemuda dalam
bidang Olahraga Desa Petang D
6 Mendatangi rumah-rumah warga untuk mengecek adanya jentik nyamuk dan memberikan obat serbuk
untuk pencegahan adanya jentik-jentik nyamuk Desa Petang D 7 Kondisi sungai yang ada di desa petang kurang
mendapat perhatian sehingga perlu dibersihkan dan
diberikan ikan agar terlihat lebih segar Desa Petang P 8 Pentingnya penanaman bibit pohon di area pura
Desa Petang M
9 Kurangnya promosi pada objek wisata di Petang
Desa Petang D
10 Kurangnya perhatian masyarakat dalam membantu
pembinaan kegiatan tabuh dan tari Desa Petang M
11 Pentingnya iptek di dalam masyarakat guna
menyongsong era globalisasi saat ini Desa Petang P
1.2 Usulan Penyelesaian Masalah 1.2.1 Tema
Tema dalam pelaksanaan program KKN PPM Periode XVII 2018 adalah: “Tri Hita Karana”. Judul dalam pelaksanaan program KKN PPM Periode XVII 2018 adalah: “Meningkatkan keharmonisan antara Manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia, Manusia dengan Lingkungan sekitar di Desa Petang”.
1.2.2 Program
No Program Sifat Program
2. Pemberian Pelajaran Tambahan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar.
Multidisipliner 3. Pengadaan dan pemasangan petunjuk jalan pada objek wisata Monodisipliner 4. Perancangan Denah dan layout tempat suci di desa Petang “Pura
Dangkhayangan Pucak Tedung.”
Monodisipliner 5. Kegiatan gotong royong dan bersih-bersih di tempat tempat suci. Multidisipliner
6. Mengikuti Kegiatan HUT RI yang ke – 73. Monodisipliner
7. Kegiatan Senam Pagi di SD. Monodisipliner
8. Penanaman bibit di area Pura Dalem Banjar Angantiga dan Pura Dangkhayangan Pucak Tedung.
Monodisipliner 9. Membuat artikel tentang konsep mengajar di sd petang dan artikel
Pura Pucak Tedung.
Monodisipliner
1.3 Metode/Teknologi/kebijakan/konsep untuk mengatasi masalah
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di desa yaitu melalui demontrasi, penyuluhan, bimbingan langsung pada kelompok sasaran.
1.4 Tujuan Dan Manfaat
Adapun tujuan umum dari diadakannya KKN-PPM Universitas Udayana yang berlokasi di Desa Petang adalah untuk mensejahterakan masyarakat dalam bidang pendidikan dan pariwisata serta melestarikan budaya Bali.
Adapun manfaat dari pelaksanaan PPM Unud ini yaitu: Melalui pelaksanaan KKN-PPM di Desa Petang diharapkan masyarakat desa Petang memiliki kesadaran yang lebih akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi dengan keyakinan masyarakat yang berlandaskan pada Tri Hita Karana yaitu adanya keselarasan antara Tuhan, manusia, dan alam. Selain itu, dengan adanya kesadaran yang dimiliki masyarakat, akan bermanfaat pada meningkatkan potensi dan kualitas desa Petang. Manfaat yang diharapkan akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat desa, ekonomi masyarakat desa, dan pendidikan masyarakat desa.
BAB 2.
TARGET DAN LUARAN 2.1 Sasaran Kegiatan
Sasaran dari kegiatan KKN PPM periode XVII di Desa petang adalah :
1. Secara umum adalah masyarakat Desa Petang dan Mahsiswa KKN-PPM Desa Petang Universitas Udayana
2. Para pemangku (peminpin agama) dan pendatang dari luar Selain Penduduk di Desa Petang dan Pemedek Pura Pucak tedung
3. Untuk sasaran dari program Pemberian Pelajaran Tambahan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar adalah Siswa-Siswi, guru bahasa inggris dan kepala sekolah SDN 2 Petang 4. ProgramPemeriksaan Jentik-Jentik Nyamuk kali ini memilih sasaran beberapa rumah warga
yang terdapat di lingkungan Desa Petang, dan Pihak Jumantik Puskesmas Pembantu Desa Petang.
5. Untuk sasaran dari program pembuatan artikel yaitu masyarakat petang, wsatawan dan penggun media online lainnya,
6. Program kerja pennaan pohon ini melibatkan stt Tri Cakti Banjar Angantiga, Kelian Banjar Angantiga, Karang Taruna Desa Petang, Perbekel Desa Petang serta Perangkat Desa Petang. 1.2 Target Luaran
Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan KKN PPM periode XVII di Desa Ptang adalah: 1. Adanya alat kebersihan yang memadai, sehingga kebersihan di areal tempat suci menjadi
terjaga.
2. Tersedianya informasi kepada pengunjung diluar selain di Desa Petang, untuk menunjukan arah menuju lapangan umum Desa Petang dan Pemedek Pura Puncak Manik 3. Tersedianya Denah dan layout tempat Suci terkait dengan keberdaan tempat pelinggih
atau letak pura dan nama-nama peliggih di Pura Dang Kayangan Puncak Tedung.
4. Peningkatan pengetahuan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar tarutama siswa-siswi di SD 2 Petang.
5. Menjaga kebersihan lingkungan, terbebas dari sarang nyamuk agar tercipta kehidupan yang bersih, aman dan sejahtera.
BAB 3
METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan program yang dilakukan dalam rangka mensukseskan kegiatan adalah ceramah, workshop dan pratek langsung, seperti tercantum pada daftar berikut:
No Program Metode
1. Pengadaan alat- alat kebersihan di tempat persembahyangan Demontrasi dan praktek langsung 2. Pemberian Pelajaran Tambahan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah
Dasar.
Ceramah 3. Pengadaan dan pemasangan petunjuk jalan pada objek wisata Pratek langsung 4. Perancangan Denah dan layout tempat suci di desa Petang “Pura
Dangkhayangan Pucak Tedung.”
Diskusi dan workshop
5. Kegiatan gotong royong dan bersih-bersih di tempat tempat suci. Praktek langsung 6. Mengikuti Kegiatan HUT RI yang ke – 73. Praktek langsung
7. Kegiatan Senam Pagi di SD. Praktek langsung
8. Penanaman bibit di area Pura Dalem Banjar Angantiga dan Pura Dangkhayangan Pucak Tedung.
Diskusi dan praktek langsung 9. Membuat artikel tentang konsep mengajar di sd petang dan artikel
Pura Pucak Tedung.
Workshop
BAB 4.
HASIL LUARAN YANG DICAPAI 4.1 Program Pokok Sarana dan Prasarana Fisik
4.1.1 Pengadaan Alat-Alat Kebersihan di Tempat Suci
Program Pokok Sarana dan Prasarana Fisik yang dilaksanakan adalah Program Pengadaan Alat-Alat Kebersihan di Tempat Suci. Pelaksanaan program dilaksanakan di Pura Dugul, Pura Desa Petang dan Pura Puncak Manik. Program ini mencapai luaran dengan tersedianya wadah tempat membuang sampah bekas alat persembahyangan kepada warga setelah melakukan persembahyangan, sehingga sampah tidak berserakan disekitar pura dan lingkungan pura menjadi lebih asri.
4.1.2 Pengadaan Dan Pemasangan Petunjuk Jalan Pada Objek Wisata Gambar 4.1. Pengadaan Alat-Alat Kebersihan di Tempat Suci
Program Pengadaan dan Pemasangan Petunjuk Jalan Pada Objek wisata adalah program pokok dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Desa Petang Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 bertjuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung diluar selain di Desa Petang, untuk menunjukan arah menuju lapangan umum Desa Petang dan Pemedek Pura Puncak Manik . Hasil luaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah terpasangnya plang/tanda petunjuk arah, sehingga masyarakat Desa Petang atau Pengunjung diluar dari Desa Petang lebih mudah untuk menemukan lokasi lapangan umum Desa Petang dan Pura Pucak Manik Desa Petang.
Gambar 4.2 Pemasangan Plang/Tanda petunjuk Jalan menuju Pura Puncak manic dan Lapangan Umum Desa Petang
4.1.3 Perancangan Denah dan Layout Tempat Suci Di Desa Petang
Program Perancangan Denah dan layout tempat Suci di Desa Petang adalah program pokok dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait dengan keberdaan tempat pelinggih atau letak pura dan nama-nama dari pura atau peliggih di Pura Puncak Tedung Dang
Khayangan. Pembuatan layout ini dilakukan untuk memberikan informsi kepada pemedek atau pendatang yng ingin melakukan persembahyangan di Pura Puncak tedung Dangkhyangan Desa Petang– Badung, Bali. Hasil luaran dari program ini adalah adanya gambaran terkait dengan keberdaan tempat pelinggih atau letak pura dan nama-nama dari pura atau peliggih di Pura Puncak Tedung Dang Khayangan. Sehingga tersedia informsi kepada pemedek atau pendatang yang melakukan persembahyangan di Pura Puncak tedung Dang khyangan Desa Petang– Badung, Bali, mengenai nama pelinggih yang ada .
Gambar 4.4 Layout Pura Puncak Tedung Dang khayngan
4.2 Program Pokok Sosial dan Budaya
4.2.1 Pemberian Pelajaran Tambahan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar
Program Pemberian Pelajaran Tambahan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar adalah program pokok dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Desa Petang Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 yang bertujuan Memberikan pembelajaran kepada anak-anak bahwa pentingnya bahasa inggris untuk kehidupan berkelanjutan apalagi desa petang akan di jadikan salah satu tempat wisata di daerah badung, khususnya murid sekolah dasar 2 Petang agar bisa mengenal dasar-dasar bahasa inggris seperti mengenl huruf atau angka dan mampu memperkenalkan diri menggunakan bahasa inggris. Hasil luaran yang dicapai adanya peningkatan pengetahuan bahasa inggris siswa-siswi SD 2 Petang.
4.3 Program Pokok Kesehatan Masyarakat 4.3.1 Pemeriksaan Jentik-Jentik Nyamuk
Program pemeriksaan jentik-jentik nyamuk adalah program pokok dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari adanya jentik-jentik nyamuk demam berdarah. Adapun pihak yang kami libatkan dalam program ini yaitu Jumantik Puskesmas Pembantu Desa Petang. Hasil luaran yang didapat dari program ini adalah peningkatan pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam memberantas sarang nyamuk agar tercipta kehidupan yang bersih, aman dan sejahtera.
Gambar 4.6 Berkoordinasi Dengan Pihak Jumatik Terkait Dengan Pemeriksaan Jentik Nyamuk
Gambar 4.7 Pemeriksaan Jentik Nyamuk Di Rumah Warga
4.4.1 Pembuatan Artikel
Program Pembutan Artikel adalah program pokok kegiatan dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Desa Petang Univertas Udayana Periode XVII tahun 2018 adalah pembuatan artikel mengenai objek wisata di Desa Petang. Program ini bertujuan untuk Membantu mempromosikan Desa Petang Dengan membuatkan artikel yang nantinya dapat di akses oleh masyarakat luas. Hasil luaran dari program pembuatan artikel Desa Petang adalah adanya artikel untuk mempromosikan Desa Petang kepada pengguna media online atau masyarakat dapet mengakses
artikel tersebut. Artikel tersebut bisa di akses di :
https://articlekknpetangunud2018.wordpress.com/2018/09/20/update-site-plan-pura-pucak-tedung-tahun-2018-oleh-kkn-ppm-unud-periode-xvii/
Gambar 4.8 Kegiatan Membuat Artikel
Gambar 4.9 Salah Satu Artikel Yang di Buat KKN PPM Desa Petang 4.4.2 Penanaman Pohon
Program kerja Penanaman Pohon merupakan Salah satu kegiatan program dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Desa Petang Universitas Udayana Periode
XVII tahun 2018. Program ini bertujuan untuk membuat Desa Petang banjar angantiga khususnya menjadi lebih bersih dan secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mampu membantu kegiatan upcara agama dengan memanfatkan buungan yang di tanam di area Pura dalam Angantiga, Pura Pucak Tedung Dang khyangan. Hasil luaran yang di dapat berupa Tertanamnya pohon upakara dan produksi di lokasi Pura Dalem Banjar Angantiga dan Pura Puncak tedung Desa petang.
Gambar 4.10 Program Kerja Penanaman Bibit
4.5. Program Bantu
4.5.1 Program Kerja Gotong Royong/ Kerja Bakti
Salah satu kegiatan dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XVI tahun 2018 adalah Bersih-Bersih (Gotongroyong) Program ini bertujuan untuk membuat Desa Petang menjadi lebih bersih dan secara tidak langsung mengajak masyarakat menjaga kebersihan. Adapun pihak yang kami libatkan dalam program ini adalah warga Desa Petang - Badung. Hasil luaran dari kegiatan ini adalah terciptanya suasana lingkungan yang bersih di desa Petang.
Gambar 4.11 Bersih-Bersih Di Pura Dugul yang Dijadikan Posko KKN Unud Desa Petang
Gambar 4.13 Kegiatan Gotong Royong Di Pura Dalem Banjar Petang tengah
4.5.2 Mengikuti kegiatan HUT RI ke - 73
Salah satu kegiatan dari Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 adalah Mengikuti kegitan HUT RI ke 73. Program ini bertujuan untuk berpartisipsi dalam memperingti hari kemerdekaan Indonesia, dengan cara mengikuti upacara bendera dan mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh Karang Taruna. Hasil luaran yang didapat adalah peningkatan semangat Nasionalisme dan kesetiaan terhadap NKR bagi masyarakat desa Petang.
Gambar 4.15 Mengikuti dan Meriahkan HUT RI-73
4.5.3 Kegiatan Senam Pagi di SDN 2Petang
Salah satu kegiatan program bantu yaitu Kegiatan senam Pagi di SDN 2 Petang. Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2018 yang diikuti oleh anak SDN 1 Petang dan SDN 2 Petang. Hasil luaran dari kegiatan ini adalah membantu anak anak agar lebih rajin olahraga untuk menjaga kesehatan jasmani.
Gambar 4.16 Mengikutii Kegiatan Senam Pagi Di SD 2 Petang
BAB 5
SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. SIMPULAN
Berdasarkan program KKN PPM periode XVII Universitas Udayana di Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung ada beberapa kegiatan dan program yang telah dilaksanakan guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Desa Petang. Ada 2 bidang pokok yang dikerjakan yaitu bidang fisik dan bidang social budaya. Tema pokok yang dikerjakan adalah Tri Hita Karana dimana program – program pokok tema yaitu pengadaan tempat sampah, pengadaan plang penunjut tempat, belajar mengajar di sd, dan pengadaan layout Pura Puncak Tedung. Program pokok non tema yaitu kegiatan pembuatan artikel, penanaman bibit pohon gotong royong dan kegiatan HUT RI ke-73. Melalui kegiatan ini masyarakat juga diharapkan mengalami peningkatan kesejahteraan kehidupan, baik dari segi ekonomi, lingkungan, kesehatan dan lainnya. Sehingga kegiatan KKN PPM dapat mencapai tujuannya di Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
B. REKOMENDASI
Perlunya tempat sampah yang memadai seluruh tempat-tempat umum contohnya tempat suci. Hal yang dapat menjadi solusi yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan dalam beribadah di tempat suci. Selain itu belajar mengajar bahasa Inggris tetap dilanjutkan karena desa Petang termasuk desa dengan banyak objek wisata yang dikunjungi wisatawan asing. Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan seperti halnya gotong royong yang tetap dilaksanakan setiap Minggu. Pembuatan artikel diharapkan dilanjutkan untuk mempromosikan tempat-tempat wisata dan kegiatan desa petang. Hal ini perlu dilakukan untuk menarik minat wisatawan datang ke desa petang.
DAFTAR PUSTAKA
Budaarsa, Komang dkk.2018.Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat.Jimbaran:Swasta Nulus
Bagian
20
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dan Potensi Desa Berbasis
Revolusi Mental Menuju Desa Mengwitani BISA (Bersih, Inovatif,
Sehat dan Aktif)
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN POTENSI DESA BERBASIS
REVOLUSI MENTAL MENUJU DESA MENGWITANI BISA
(BERSIH, INOVATIF, SEHAT, DAN AKTIF)
Oleh :
I Nyoman Suartha
Made Yoga Anandana
I Gusti Ngurah Bagus Surya S
I Putu Satrya Indrawangsa
AA Bagus Bramardipa
Putu Ayu Krisna Cahyaning P
Daniel Setiawan Lay
Ni Kadek Mira Wirayani
Moh Aziz Fikri Arridlwani
I Gede Pertama Mahapinitra
I Kadek Teo Prayoga K
I Made Aris Satya Widiatmika
I Made Dedek Permana P
Putu Rian Mahendra
I Dewa Gede Praditya C
I Putu Agus Andre Pratama
I Nyoman Fery Adnyana
Stefanie Nadya Stellanora S
I Putu Willigis Benito K
Ni Luh Nanik Marni W
I Putu Surya Permana
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK REVOLUSI MENTAL
KERJASAMA
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS UDAYANA
DENGAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR
BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
2018
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi : Identifikasi Potensi Unggulan dan Masalah
Revolusi Mental merupakan suatu gerakan sosial yang secara masif dapat didorong melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. KKN PPM merupakan salah satu kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Kegiatan KKN PPM memiliki value added yang strategis, hal tersebut dikarenakan mahasiswa dapat dinilai sebagai suatu kelompok intelektual yang masih didengar dan dipercaya oleh masyarakat.Melalui kegiatan KKN PPM Tematik Revolusi Mental ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change dengan mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam revolusi mental. Kegiatan KKN PPM Tematik Revolusi Mental ini diharapkan dapat mewujudkan sikap melayani, lingkungan yang bersih, kehidupan yang tertib, kemandirian ekonomi kreatif, dan persatuan bangsa.
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Tematik Revolusi Mental telah dirancang oleh Universitas Udayana dalam upaya perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sarana peningkatkan kepekaan sosial, sehingga mahasiswa dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan daerahnya. Dengan dilaksanakannya KKN PPM Tematik Revolusi Mental, mahasiswa akan melatih diri dalam proses belajar secara sistematis agar dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di lokasi KKN serta mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh setiap desa untuk dikembangkan dalam bentuk program kerja strategis guna meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. Salah satu daerah yang menjadi tujuan KKN PPM Revolusi Mental Periode XVII 2018 adalah Desa Mengwitani.
Desa Mengwitani merupakan “Gerbang” dari Kabupaten Badung. Istilah tersebut mampu mencerminkan desa Mengwitani, dikarenakan banyaknya para pendatang yang akan tiba di Bali. Desa Mengwitani berada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dengan luas wilayah sekitar 4,39 Km2. Secara administratif, desa Mengwitani terdiri dari 2 Desa Adat, 19 Banjar Adat dan 11 Banjar Dinas. Adapun 11 Banjar Dinas yang ada di Desa Mengwitani antara lain: Banjar Panca Warga, Banjar Pupuan, Banjar Pengadangan, Banjar Bringkit dangin pura, Banjar Bringkit dauh pura, Banjar Dajan Peken, Banjar Mengwitani, Banjar Lebah Gunung, Banjar Jumpayah, Banjar Sila Dharma, Banjar Nyuh Gading. Desa Mengwitani berada pada lokasi yang sangat strategis yaitu di pusat Kota Mangupura dan jalur utama Denpasar – Gilimanuk - Singaraja serta berjarak tidak lebih
dari 7 Km menuju pusat pemerintahan Kabupaten Badung. Adapun batas-batas wilayah Desa Mengwitani yaitu:
a) Sebelah utara : Desa Mengwi dan Desa Gulingan b) Sebelah timur : Kelurahan Kapal
c) Sebelah selatan : Desa Kekeran
d) Sebelah barat : Desa Dadakan, Tabanan.
Desa Mengwitani merupakan perangkat dari pemerintah kecamatan Mengwi dengan kondisi wilayah yang berada pada ketinggian 350 m di atas permukaan laut dan curah hujan mencapai 1571 mm per tahun, sehingga Desa Mengwitani bukan merupakan wilayah yang rawan bencana. Kehidupan masyarakat Desa Mengwitani didukung oleh sektor pertanian dan industri. Disamping sektor pertanian dan industri, sektor peternakan juga merupakan mata pencaharian tambahan bagi sebagian besar masyarakat Desa Mengwitani seperti ternak ayam, sapi, dan babi.
Terdapat berbagai fasilitas yang terdapat di Desa Mengwitani dan mampu menunjang kehidupan masyarakat, seperti fasilitas perekonomian. Untuk fasilitas pendidikan, Desa Mengwitani memiliki tiga taman kanak-kanak, lima Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekoah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, berbagai perlengkapan pendukung pelayanan dan kemasyarakatan sudah memadai dan tersedia di Desa Mengwitani seperti gedung pelayanan atau pusat pemerintahan Desa Mengwitani yang beralamat di Jalan Pratu Rai Madra No 10 Br. Jumpayah Mengwitani. Desa Mengwitani juga memiliki fasilitas kesehatan berupa Puskesmas Mengwi I.
Potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Mengwitani sejauh ini berkembang cukup baik, namun perkembangan tersebut perlu didukung oleh aspek pelayanan, kebersihan, ketertiban, kemandirian ekonomi kreatif dan persatuan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan potensi yang dimiliki Desa Mengwitani. Ditinjau dari aspek melayani, adanya peningkatan pelayanan dan pemahaman seluruh staf pegawai desa akan surat menyurat sangatlah perlu, maka program kerja penyuluhan Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat diperlukan. Disisi lain, peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemberian vaksin dan tata cara memperoleh vaksin juga diperlukan untuk menunjang kesehatan bayi bawah lima tahun di Desa Mengwitani.
Selain itu, program yang dibuat guna membentuk sikap dan karakter sadar akan pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan ialahmelalui sosialisasi kepada siswa siswi seluruh SD yang ada di Mengwitani mengenai tata cara dan manfaat dari mencuci tangan serta menggosok gigi yang baik dan benar. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan diaplikasikan melalui program pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengolahannya menjadi barang yang lebih bermanfaat. Penyuluhan mengenai penyalahgunaan narkoba juga diperlukan mengingat dampak yang ditimbulkan dapat merusak generasi bangsa. Selain itu, melihat banyaknya siswa yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah tanpa mematuhi aturan keselamatan berkendara, maka perlu mendapat
perhatian khusus untuk dilakukan sosialisasi mengenai tertib berlalu lintas yang harus dipatuhi selama berkendara demi keselamatan bersama.
Dalam meningkatkan kemandirian masyarakat desa, diwujudkan dengan adanya pelatihan pengolahan buah naga menjadi produk lebih ekonomis serta sosialisasi IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) kepada pelaku usaha kecil Desa Mengwitaniserta pemasarannya melalui media sosial, sehingga diharapkan potensi lingkungan yang ada mampu meningkatkan perekonomian warga desa. Untuk dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa maka, diadakan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 73 di Desa Mengwitani serta melaksanakan royong bersama masyarakat desa.
Identifikasi Permasalahan dan Analisis Potensi Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka identifikasi masalah dalam kegiatan ini adalah: Tabel 1.1 Identifikasi Masalah
No Permasalahan Lokasi Sumber
(P/M/D) 1 Kurangnya pemahaman tentang tata cara surat
menyurat di kantor Desa Mengwitani.
Desa Mengwitani
M/D/P 2 Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya
pemberian vaksin dan tata cara mendapat vaksin pada BALITA.
Desa Mengwitani
M/D
3 Kurangnya pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Desa Mengwitani
M 4 Kurangnya edukasi dalam pemilahan sampah
organik dan non organik di tingkat sekolah dasar Desa Mengwitani.
Desa Mengwitani
M
5 Kurangnya pemahaman mengenai cara pengolahan barang bekas menjadi keterampilan yang bernilai jual.
Desa Mengwitani
M
6 Rentannya lingkungan masyarakat Desa Mengwitani akan bahaya narkoba.
Desa Mengwitani
M/D 7 Banyaknya siswa yang menggunakan
kendaraan bermotor ke sekolah tanpa mematuhi aturan keselamatan berkendara, maka perlu mendapat perhatian khusus untuk mengurangi angka kecelakaan berlalu lintas.
Desa Mengwitani
M/D
8 Kurangnya pengetahuan masyarakat (Kelompok Wnita Tani) tentang pemanfaatan sumber daya alam untuk meningkatkan kualitas produk pertaninan.
Desa Mengwitani
M
9 Rendahnya pengetahuan pelaku usaha mikro kecil akan pentingnya memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) serta pemasaran produk melalui sosial media.
Desa Mengwitani
M
10 Kurangnya rasa persatuan, kesatuan serta kecintaan terhadap tanah air.
Desa Mengwitani
M/D
Mengwitani untuk membersihkan dan menjaga lingkungan.
Mengwitani
Keterangan: P= Perangkat Desa, M = Mahasiswa, D = Dinas Instansi Vertikal/ Stakeholder
Analisis Potensi
Berdasarkan uraian identifikasi masalah pada tabel diatas, maka kelompok KKN Tematik Revolusi Mental Desa Mengwitani memilih potensi yang dapat dilakukan analisis KUWAT (Kesempatan, Uang, Waktu, Alat, dan Tenaga), disertai dengan uraian alasan pemilahan yang akan dijelaskan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 1.2 Analisis Potensi Permasalahan
No Permasalahan Alasan Pemilihan Permasalahan 1 Kurangnya pemahaman
tentang tata cara surat menyurat di kantor Desa Mengwitani
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena kurangnya pemahaman tentang tata cara surat menyurat (administrasi desa) sehingga perlu dilakukan sosialisasi mengenai hal tersebut. Sehingga nantinya diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan administrasi desa.
2 Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pemberian vaksin dan tata cara mendapat vaksin pada BALITA
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya pemberian vaksin lengkap pada BALITA serta rendahya tingkat pengetahuan orangtua mengenai alur memperoleh vaksin untuk bayi mereka.
3 Kurangnya pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT,
memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya peningkatan kesadaran akan pola hidup bersih dan menjaga kesehatan gigi sehingga dapat meningkatkan sanitasi siswa SD Desa Mengwitani.
4 Kurangnya edukasi dalam pemilahan sampah organik dan non organik di tingkat sekolah dasar Desa Mengwitani.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya pemberian edukasi dini mengenai pemilahan sampah organik dan non organik bagi siswa SD Desa Mengwitani sehingga diharapkan mampu siswa mampu untuk memilah sampah organik dan anorganik.
5 Kurangnya pemahaman mengenai cara pengolahan barang bekas menjadi keterampilan yang bernilai jual.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya edukasi sejak dini mengenai cara pengolahan barang bekas yang ada untuk dijadikan suatu barang yang lebih bermanfaat, sehingga diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah yang ada.
6 Rentannya lingkungan masyarakat Desa Mengwitani akan bahaya narkoba.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT yang telah dilakukan, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena tingginya angka pengguna narkoba di kalangan remaja yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Dengan diadakannya sosialisasi mengenai bahaya narkoba, diharapkan para remaja mengerti akan bahaya narkoba dan dapat terhindar dari narkoba.
7 Banyaknya siswa yang menggunakan kendaraan
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena
bermotor ke sekolah tanpa
mematuhi aturan
keselamatan berkendara, maka perlu mendapat perhatian khusus untuk
mengurangi angka
kecelakaan berlalu lintas.
tingginya angka kecelakaan berlalu lintas sehingga penting bagi siswa untuk mendapat arahan mengenai aturan keselamatan berkendara.
8 Kurangnya pengetahuan masyarakat (Kelompok Wnita Tani) tentang pemanfaatan sumber daya alam untuk meningkatkan kualitas produk pertaninan.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena perekonomian di Desa Mengwitani didukung oleh sektor pertanian, maka penting bagi masyarakat Mengwitani untuk mendapat sosialisasi mengenai pengolahan sumber daya alam yang ada untuk dijadikan produk olahan dengan harga ekonomis. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomian dari warga desa Mengwitani. 9 Rendahnya pengetahuan
pelaku usaha mikro kecil akan pentingnya memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) serta pemasaran produk melalui sosial media.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena penting bagi para pelaku usaha mikro kecil untuk memiliki Izin usaha, sehingga nantinya pendataan mengenai pelaku usaha dapat tercatat dengan baik. Serta pentingnya pemasaran produk hasil olahan melalui sosial media yang diharapkan mampu diketahui oleh masyarakat luas.
10 Kurangnya rasa persatuan, kesatuan serta kecintaan terhadap tanah air.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT,
memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya memupuk rasa persatuan dan kebersamaan antar masyarakat di Desa Mengwitani melalui kegiatan hut 17 Agustus yang dilaksanakan di Lapangan Pratu Rai Mandra Mengwitani.
11 Kurangnya minat masyarakat Desa Mengwitani untuk membersihkan dan menjaga lingkungan.
Pemilihan ini berdasarkan analisis KUWAT, memungkinkan dijadikan program KKN PPM karena pentingnya mengubah perilaku masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan serta menjalin nilai gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
1.2 Usulan Penyelesaian Masalah Tema Program dan Program Kegiatan
Adapun tema umum kegiatan dari program Revolusi Mental adalah Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu. Berdasarkan tema tersebut, maka tema KKN Desa Mengwitaniadalah “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Potensi Desa Mengwitani Berbasis Revolusi Mental melalui Program Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri dan Bersatu menuju Desa Mengwitani BISA (Bersih, Inovatif, Sehat, dan Aktif)”.
Program Pokok
1) Indonesia Melayani
a) Sosialisasi Penyuluhan Vaksin MR dan Pemaparan Jenis – Jenis Vaksin Balita serta Pemberian Makanan Bayi Gratis
Salah satu program kerja dari Bidang Indonesia Melayani KKN PPMT ematik Revolusi Mental Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 di Desa Mengwitani adalah Penyuluhan Vaksin Measles Rubella (MR) dan Jenis-Jenis Vaksin Balita serta Pembagian Makanan Bayi Gratis. Dasar pemikiran dari program kerja ini adalah adanya pencanangan dari pemerintah mengenai vaksinasi MR (Measles dan Rubella) kepada anak-anak SD. Disisi lain, adanya kontra terhadap program vaksinasi ini masih banyak orang yang termakan hoax anti-vaksin, padahal vaksinasi merupakan suatu hal yang sangat penting karena dapat melindungi seseorang dari berbagai penyakit.
Realisasi penyelesaian dilakukannya program kerja ini adalah untuk memberikan wawasan terhadap masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi kepada anak, khususnya Measles dan Rubella yang di berikan oleh Puskesmas di setiap SD Mengwitani. Selain itu juga disisipkan materi mengenai jenis, waktu vaksinasi balita dan alur untuk vaksin tersebut.
Program ini bekerjasama dengan Puskesmas Mengwi 1 yang telah terlaksana kegiatan Posyandu di salah satu banjar di desa Mengwitani, dengan pembicara dokter Surya Dewa Mahardika dan sasaran pemberian materi adalah masyarakat di banjar Desa Mengwitani.
b) Penyuluhan Standard Operational Procedure (SOP) Pengurusan Surat Menyurat di Kantor Desa Mengwitani
Surat Menyurat merupakan suatu hal yang sangat penting dan sering terjadi di kantor desa. Dimana setiap kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan administrasi di desa pasti memerlukan pengiriman surat ke kantor Desa. Berangkat dari pola pikir ini, melakukan Penyuluhan Standard Operational Procedure (SOP) mengenai pengurusan surat menyurat merupakan hal yang bermanfaat, karena dengan memberikan materi ini kepada seluruh staf dan pegawai, akan tercapai suatu pemikiran yang sama dengan pegawai kantor desa sehingga akan meningkatkan kualitas kinerja pegawai kantor desa dalam melayani masyarakat. Selain itu dengan pembuatan SOP ini dan di pajang di kantor desa, maka akan memudahkan masyarakat dalam mengetahui alur pengurusan surat sehingga dapat memudahkan masyarakat.
Program ini terlaksana di kantor desa Mengwitani, dengan sasaran para pegawai staf kantor Desa Mengwitani dan beberapa warga. Materi mengenai SOP ini telah diberikan oleh salah satu pengurus kantor desa yang berpengalaman dan telah dibuatkan flow chart untuk dipajang. 2) Indonesia Bersih
a) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SD Mengwitani
Salah satu program dari Bidang Bersih KKN PPM Tematik Revolusi Mental Universitas Udayana Periode XVII tahun 2018 di Desa Mengwitani adalah Penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat. Dasar pemikiran dari program ini adalah masih rendahnya tingkat kesadaran dari warga mengenai kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari hal-hal kecil
seperti contohnya mencuci tangan dan sikat gigi. Kami membuat program ini dengan target sasaran yaitu anak Sekolah Dasar, karena berdasarkan informasi dilihat masih banyak anak-anak SD yang belum mengetahui bagaimana cara cuci tangan dan cara sikat gigi yang masih seadanya. Mencuci tangan dan sikat gigi merupakan 2 hal penting yang termasuk dalam kebersihan diri, dimana kebersihan diri menjadi tolak ukur juga terhadap mutu kesehatan seseorang. Maka dari itu kami berusaha melakukan revolusi mental terhadap pola pikir seseorang mulai dari sejak din yaitu usia anak-anak Sekolah Dasar. Solusi dari program kerja ini adalah untuk menambah wawasan serta melakukan penanaman karakter tentang perilaku hidup bersih kepada anak-anak sekolah dasar di Desa Mengwitani sehingga dapat dipraktikan di lapangan. Harapan kedepannya anak-anak yang diberikan penyuluhan mampu untuk mempraktikan materi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menyebarluaskan informasi yang diberikan kepada orang-orang di sekitar mereka.
b) Penyuluhan Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di SD Mengwitani
Program lain dari bidang bersih adalah Penyuluhan mengenai Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik. Dasar pemikiran dari program ini adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat desa mengenai kebersihan lingkungan terutama mengenai praktek membuang sampah pada tempatnya serta melakukan pemilahan terhadap sampah organik dan anorganik. Kami mahasiswa KKN memilih anak-anak sekolah dasar di Desa Mengwitani untuk dijadikan sasaran program kegiatan karena kami berpikir penting untuk menanamkan pola pikir tersebut mulai sejak kecil yakni pada usia sekolah dasar. Realisasi penyelesaian dari program kerja ini adalah agar anak-anak sekolah dasar di Desa Mengwitani bertambah wawasannya mengenai sampah organik dan anorganik, mampu mempraktikannya di lapangan dan mampu untuk menyebarluaskan informasi tersebut ke orang-orang di sekitarnya. Harapannya kedepannya agar anak-anak tersebut mampu untuk mengerti materi yang diberikan mampu merealisasikannya seperti dapat membuang sampah pada tempatnya, mampu memilah sampah organik dan anorganik, mampu mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos dan mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang-barang yang lebih berguna dalam kehidupan.
c) Penyuluhan Pembuatan Keterampilan dari Sampah Organik dan Anorganik
Program dari bidang bersih yang lain yakni Penyuluhan Pembuatan Keterampilan dari Sampah Organik dan Anorganik. Masih kurangnya informasi untuk anak-anak sekolah dasar dalam memanfaatkan sampah yang mereka buang selama ini sebagai benda yang lebih berguna menjadikan dasar kami untuk melaksanakan program kerja ini. Selain penyuluhan tentang pemilahan jenis sampah ada pentingnya juga kami untuk memberikan informasi ini dalam menyukseskan program kerja bersih kami. Realisasi penyelesaian dari program ini adalah anak-anak mampu berinovasi dan punya pemikiran dasar bahwa sampah tidak selamanya tidak
berguna, tetapi apabila diolah, sampah mampu menjadi barang yang berguna juga bagi kehidupan. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang selama ini di Desa sehingga tidak hanya memberikan dampak positif untuk anak-anak tetapi juga untuk Desa secara keseluruhan.
3) Indonesia Tertib
a) Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja
Salah satu program kerja dari Bidang Indonesia Tertib KKN Revolusi Mental KKN-PPM Universitas Udayanan tahun 2018 di Desa Mengwitani adalah Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Maraknya penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi hal yang menakutkan di berbagai kalangan, baik dari kalangan dewasa, remaja maupun anak-anak. Remaja sangatlah rentan dengan isu tersebut karena pada masa inilah pencarian jati diri dilakukan.
Oleh karena itu, realisasi persiapan program kerja ini adalah untuk memberikan wawasan terhadap remaja bahwa penggunaan narkoba sangat berbahaya. Program ini juga menekankan para remaja untuk tidak pernah menyentuh barang terlarang tersebut karena dapat berdampak buruk bagi kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitarnya.
Program ini dilaksanakan dengan sasaran siswa-siswi di SMK TI dan Pariwisata Mengwitani pada hari Kamis, 9 Agustus 2018. Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung dengan pembicara langsung dari Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.
b) Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas juga merupakan program kerja dari Bidang Indonesia Tertib. Kecelakaan dalam berkendara sangat sering terjadi karena kurang tertibnya pengendara dalam berlalu lintas. Seperti tidak menggunakan helm saat berkendara, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan mungkin yang terparah adalah tidak pahamnya aturan tertib berlalu lintas karena belum memiliki SIM yang rata-rata masih belum mencukupi umur.
Hasil realisasi dari program sosialisasi ini menekankan kepada para remaja khususnya, agar selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Program ini dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Agustus 2018 dengan sasaran siswa-siswi SMK TI dan Pariwisata Mengwitani dengan mengundang pembicara dari Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Badung.
4) Indonesia Mandiri
a) Pelatihan Pengolahan Buah Naga Menjadi Produk Lebih Ekonomis
Program kerja mandiri KKN Revolusi Mental KKN PPM Universitas Udayana tahun 2018 di Desa Mengwitani yang pertama adalah Pelatihan Pengolahan Buah Naga Menjadi Produk
Lebih Ekonomis. Dasar pemikiran program kerja ini adalah adanya kebun buah naga seluas 86 are terletak di Banjar Batur Sari, Desa Mengwitani, yang masa panennya bisa menghasilkan sampai dengan 70 ton per tahun, hanya dijual dalam bentuk buah segar saja. Ketika musim panen tiba, harga buah naga akan jatuh karena adanya kiriman dari luar Bali seperti pulau Jawa. Harga buah naga segar yang biasanya dijual berkisar Rp 15.000 per 2 ½ kg bisa turun menjadi berkisar Rp 5.000 per 1 kg. Hal ini tentu akan merugikan pelaku usaha. Di sisi lain, rata-rata di setiap rumah di Desa Mengwitani juga memiliki tumbuhan buah naga yang dapat dimanfaaatkan buahnya selain hanya dengan dikonsumsi langsung. Pelatihan ini bertujuan untuk membuat produk olahan buah naga menjadi sirop dan selai untuk menambah daya jual dan dapat dijual dalam jangka waktu yang lebih lama sehinga pelaku usaha mendapatkan nilai tambah dari usaha ini. Program kerja ini mempunyai sasaran untuk kelompok wanita tani (KWT) Putri Sukma dan pengusaha buah naga Desa Mengwitani.
Program kerja ini diharapkan dapat menjadi potensi bagi desa Mengwitani dan menciptakan usaha baru untuk KWT Putri Sukma pengusaha buah naga Desa Mengwitani. Setelah terealisasi pelatihan ini juga akan menambah wawasan bagi peserta pelatihan karena akan dijelaskan mengenai pelabelan produk, apa saja yang harus terdaftar dalam label produk; nama produk, nama produsen, komposisi, waktu kadaluarsa, kode produksi, berat bersih, dan petunjuk penyimpanan. Selain itu, peserta juga akan dijelaskan mengenai teknik pengemasan yaitu teknik pengemasan primer; dikemas hanya dalam botol produk dan sekunder; dikemas lagi dalam tas kemasan khusus setelah dikemas dalam botol produk untuk menambah daya tarik produk. Kemudian akan dijelaskan juga mengenai izin PIRT (produk industri rumah tangga) secara umum dan juga rumah produksi sehingga terdapat gambaran umum kepada peserta ketika akan membuat produk tersebut. Narasumber sekaligus praktisi dari pelatihan ini adalah dari dosen Fakultas Teknologi Pangan UNUD, A.A.Istri Sri Wiadnyani, S.TP.,M.Sc. Pelatihan ini dilaksanakan pada Senin , 13 Agustus 2018 pada pukul 09.00 WITA sampai pukul 12.00 WITA di Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani.
b) Sosialisasi IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) Kepada Pelaku Usaha Kecil Desa Mengwitani dan Pemasaran Produk Melalui Media Sosial
Program kerja mandiri KKN Revolusi Mental KKN PPM Universitas Udayana tahun 2018 di Desa Mengwitani yang kedua adalah Sosialisasi IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) Kepada Pelaku Usaha Kecil Desa Mengwitani dan Pemasaran Produk Lewat Media Sosial. Program kerja ini dilakukan karena Desa Mengwitani adalah desa yang letaknya sangat strategis dimana berada di pusat Kota Mangupura dan jalur utama Denpasar-Gilimanuk-Singaraja. Jarak menuju pusat pemerintahan kecamatan hanya berjarak tidak lebih dari 3 km dan 7 km ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Kemudian Berdasarkan data industri kecil dan menengah tahun 2017 yang didapat dari kantor kepala Desa Mengwitani, secara keseluruhan terdapat 187 industri kecil dan
menengah yang terdaftar sampai tahun 2017. Dengan banyaknya industri yang telah terdaftar sampai tahun 2017, diperlukan izin usaha mikro dan kecil (IUMK) untuk membuktikan legatitas dari usaha yang dijalankan, khususnya di bidang makanan dan minuman. Realisasi penyelesaian dari pelaksanaan IUMK adalah untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dalam mengembangkan usahanya. Adapun manfaat dari IUMK adalah:
a. Mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha dilokasi yang telah ditetapkan; b. Mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha;
c. Mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga keuangan bank dan non-bank; d. Mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan
atau lembaga lainnya.
Pemasaran ini dapat dapat dilakukan melalui media sosial diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan bagi pelaku usaha mikro kecil (PUMK) karena pemasaran yang dilakukan lebih mudah, praktis dan juga gratis. Program kerja ini dilaksanakan Pada tanggal 14 Agustus 2018 diadakan kegiatan sosialisasi IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) kepada pelaku usaha kecil Desa Mengwitani dan pemasaran produk lewat media sosial. Kegiatan ini dilakukan secara door to door (dari warung ke warung pelaku usaha kecil Desa Mengwitani) oleh mahasiswa KKN RM PPM UNUD Desa Mengwitani. Kemudian SOP IUMK yang telah dibuat oleh mahasiswa di pasang di Kantor Perbekel Desa Mengwitani untuk membantu PUMK ketika ingin mengurus IUMK.
5) Indonesia Bersatu
a) Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke – 73
Salah satu program dari program bidang Indonesia bersatu adalah Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke – 73, bentuk dari kegiatan ini adalah mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73 di desa Mengwitani, dan membantu dalam persiapan kegiatan Penutupan Porseni Desa Mengwitani berupa kegiatan Parade Baleganjur yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018. Program ini dilatarbelakangi olehadanya rasa cinta tanah air dan kesatuan serta persatuan bangsa, sehingga diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan dan juga rasa cinta akan kebudayaan lokal. Bentuk persiapan dari kegiatan ini adalah dengan berkordinasi dengan panitia penutupan dan Parade Baleganjur, Kegiatan persiapan Penutupan porseni desa dilakukan pada pukul 13:00 WITA hingga pukul 16:00 WITA kegiatan ini berupa mempersiapkan properti panggung dan menata piala pemenang kegiatan Porseni Desa. Kegiatan yang selanjutnya adalah ikut serta dalam memeriahkan Parade Baleganjur desa Mengwitani yang dilaksanakan dilapangan Pratu Rai Madra Mengwitani pada pukul 17:00 WITA hingga pukul 22:30 WITA.
b) Kegiatan Gotong - Royong bersama Warga
Salah satu program dari program bidang Indonesia bersatu adalah gotong-royong di banjar Sila Dharma desa Mengwitani. Program ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan untuk meningkatkan kebersihan di banjar Sila Dharma,sehingga dapat meciptakan lingkungan banjar Sila Dharma lebih bersih dan sehat. Bentuk persiapan dari kegiatan ini adalah melakukan kordinasi dengan Kelian Adat banjar Sila Dahma mengenai waktu pelaksanaan kegiatan gotong royong banjar Sila Dharma pada tanggal 2 Agustus 2018, setelah itu Kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk hari H adalah mempersiapkan perlatan gotong royong, Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah gotong royong banjar Sila Dharma yang dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2018 pada pukul 06:30 WITA sampai pukul 10:00 WITA.
Program Bantu
1) Berpartisipasi dalam Kegiatan Musyawarah Desa
Menurut pengertiannya, musyawarah desa merupakan proses musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh BPD untuk menyepakati hal yang bersifat strategis. Musyawarah desa juga merupakan ajang warga desa untuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintah desa. Kegiatan rutin ini berlangsung secara rutin khususnya di Desa Mengwitani.
Adapun realisasi penyelesaian dari program ini adalah Mahasiswa KKN UNUD Desa Mengwitani berpartisipasi dalam kegiatan musyawarah desa dengan tujuan mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di Desa Mengwitani. Sehingga, mahasiswa KKN UNUD dapat membuat dan menjalankan program kerja sesuai dengan permasalahan yang terjadi di Desa Mengwitani.
2) Ngayah Pura Pesiraman Mengwitani
Pura Pesiraman Mengwitani merupakan salah satu tempat persembahyangan untuk umat Hindu di Desa Mengwitani. Sebagai tempat suci, sudah seharusnya dijaga kebersihan dan keindahannya. Pura Pesiraman perlu dijaga untuk menjaga rasa nyaman dan tenang dalam bersembahyang. Dengan dasar pemikiran ini, mahasiswa KKN UNUD Desa Mengwitani melaksanakan program pembersihan di Pura Pesiraman Mengwitani. Adapun realisasi penyelesaian dari program ini adalah untuk menjaga kebersihan dan keindahan pura yang ada di Desa Mengwitani.
3) Ngayahdan Sembahyang Bersama di SD No.3 Mengwitani dalam Rangka Hari Raya Purnama
Hari Raya Purnama merupakan hari raya yang dilaksanakan setiap sebulan sekali ketika bulan purnama tiba. Pada hari tersebut, warga Desa Mengwitani melakukan persembahyangan rutin di pura sekitar. Sebagai bentuk pendekatan dan perkenalan dengan warga Desa Mengwitani, mahasiswa KKN UNUD mengikuti sembahyang bersama dan ngayah di SD No.3
Mengwitani. Adapun realisasi penyelesaian dari program ini adalah adanya kerukunan dan persatuan antar umat beragama di Desa Mengwitani dapat terjalin dari masa ke masa.
4) Pemberian Bimbingan Belajar di Banjar Jumpayah dan Posko KKN Mengwitani (Mengwitani Learning Center) bagi Siswa-Siswi SD dan SMP
Kegiatan belajar di Desa Mengwitani sering dilakukan di sekolah. Namun, belajar di sekolah saja tidak cukup. Masih ada siswa-siswi mengaku kurang mengerti dengan pembelajaran di sekolah. Dengan dasar itu, program bimbingan belajar untuk siswa-siswi SD dan SMP Desa Mengwitani diadakan. Program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi SD dan SMP Desa Mengwitani selain pembelajaran yang didapatkan di sekolah. Sehingga, semangat belajar siswa tinggi dan membangun insan cerdas untuk pembangunan Desa Mengwitani di masa depan.
5) Sosialisasi Rabies di Kalangan Remaja
Salah Satu program bantu KKN PPM Tematik RM Universitas Udayana adalah Penyuluhan dan Sosialisasi Rabies di Kalangan Remaja. Dasar pemikiran program ini adalah banyaknya hewan-hewan yang berpotensi menularkan rabies yang sering kita jumpai di jalanan. Terlebih lagi bahwa Bali termasuk provinsi yang tidak bebas rabies. Sehingga di lakukannya kegiatan sosialisasi rabies ini diharapkan mampu menambah wawasan dari sasaran kegiatan ini mengenai penyakit Rabies. Adapun keuntungan dari kegiatan ini adalah: menambah pemahaman remaja akan penyakit Rabies dan meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap anjing liar yang ada. Terlebih lagi mengingat sikap remaja yang terkadang jahil jika melihat anjing liar yang berkeliaran di jalan. Harapann sosialisasi ini untuk ke depannya yaitu dapat meningkatkan pemahaman, wawasan dan kewaspadaan remaja akan penyakit rabies, sehingga diharapkan kasus rabies dapat berkurang di Desa Mengwitani.
6) Partisipasi Memanen Bunga Gemitir Desa Mengwitani yang akan Dijual ke Pasar Mengwi Pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian di Desa Mengwitani. Luasnya lahan pertanian di Desa Mengwitani, dimanfaatkan warga Desa Mengwitani untuk bercocok tanam. Salah satunya adalah bunga gemitir. Bunga gemitir merupakan bunga yang digunakan untuk persembahyangan dan kesenian. Seperti perkebunan bunga gemitir milik Ibu Dek Parwati. Setiap musim panen, Ibu Dek Parwati menjualkan bunga gemitir ke pasar-pasar sekitar Desa Mengwitani. Adapun realisasi dari program ini adalah mahasiswa KKN UNUD dapat meringankan pekerjaan Ibu Dek Parwati dengan ikut membantu Ibu Dek Parwati memanen bunga gemitir untuk dijual ke pasar. Kegiatan ini sebagai bentuk program bantu mahasiswa KKN UNUD untuk Desa Mengwitani.