• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Risiko Kejadian Pre-eklamsia pada Ibu Hamil di Kabupaten Belu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Faktor Risiko Kejadian Pre-eklamsia pada Ibu Hamil di Kabupaten Belu"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 menunjukkan proporsi umur ibu  hamil yang mengalami eklamsia dengan  pre-sentase tertinggi terjadi pada kelompok umur 20– 35 tahun sebesar 28 (63,6%) dan presentase  pa-ling rendah terjadi pada kelompok umur <20->35  tahun sebesar 12 (33,3%)
Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat Faktor Risiko Kejadian Pre-eklamsia

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian terhadap karakteristik responden berdasarkan usia, sesuai dengan tabel 5.3, didapat pada sampel ibu hamil dengan pre-eklamsia pada usia antara 21 hingga 34

Penelitian tentang pengaruh umur ibu, paritas, usia kehamilan, dan berat lahir bayi terhadap asfiksia bayi pada ibu dengan pre eklamsia berat dilakukan dengan

kehamilan dan melakukan tindakan yang diperlukan.. Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah. pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala

Ada faktor risiko usia ibu terhadap kejadian pre-eklamsia di Rumah Sakit Umum.

FAKTOR RISIKO TERJADINYA PRE-EKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT ZAINOEL ABIDIN (RSUZA)..

kelompok kasus lebih besar (82,4%) dibanding dengan proporsi rumah yang volume. udaranya kurang baik pada kelompok

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indek massa tubuh ibu hamil dengan pre eklamsia di ruang Annisa Rsu Pku Muhammadiyah Gubug-Grobogan Tahun 2014.Penelitian

Menurut ibu pemeriksaan kehamilan pada trimester ketiga ( kehamilan usia 28-36 minggu ) dilakukan berapa kali.. Tidak perlu dilakukan