7 2.1. Konsep Dasar Sistem
Pemahaman tentang sistem harus diketahui sebelumnya, karena mempunyai peranan penting dalam melakukan penelitian terhadap sistem yang akan diteliti serta untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
2.1.1. Pengertian Sistem
Menurut (Al-Bahra bin Ladjamudin, 2013:2), dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedur dan yang lebih menekankan pada komponen atau elemennya. Sistem menurut pendekatan prosedur adalah suatu urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan sistem menurut pendekatan komponen atau elemennya adalah kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem. Subsistem-subsistem tersebut dapat pula terdiri dari beberapa subsistem yang lebih kecil.
2.1.2. Karakteristik Sistem
Menurut (Al-Bahra bin Ladjamudin, 2013:3), suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu sebagai berikut:
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2. Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus dijaga dan dipelihara. Sedangkan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4. Penghubung Sistem
Penghubung sistem merupakan media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan bagi susbsistem lainnya melalui penghubung sistem ini. 5. Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perwatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukan agar sistem tersebut dapat berjalan. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.
6. Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem
Setiap sistem mempunyai tujuan atau sasaran. Suatu sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasarannya. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran yang dihasilkan sistem.
2.1.3. Klasifikasi Sistem
Menurut (Al-Bahra bin Ladjamudin, 2013:6), sistem dapat diklasifikasikan kedalam beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut:
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu.
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tertentu relatif stabil dalam jangka waktu yang lama. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan terbuka.
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lain.
2.1.4. Pengertian Informasi
Menurut (Krismaji, 2015:14), Informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi.
2.1.5. Pengertian Sistem Informasi
Menurut (Krismaji, 2015:15), Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukan, dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara yang di organisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapat tujuan yang telah ditetapkkan.
2.1.6. Pengertian Sasaran Kinerja Pegawai
Sasaran kinerja pegawai (SKP) merupakan salah satu unsur di dalam Penilaian Prestasi Kerja PNS yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. Atau SKP adalah Rencana dan target kinerja yang harus dicapai oleh pegawai dalam kurun waktu penilaian yang bersifat nyata dan dapat diukur serta disepakati pegawai dan atasannya. (Irwan Karim, Fajar Hermawanto, “Rancang Bangun Sistem Informasi Sasaran Kinerja Pegawai”, 2016)
2.2. Teori Pendukung
2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut (Rosa dan Shalahudin, 2013:52), Entity Relationship Diagram
(ERD) merupakan bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional. ERD biasanya memiliki hubungan binary (satu relasi menghubungkan dua buah entitas). Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan relasi ternary (satu relasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas), tapi banyak metode perancangan ERD yang tidak mengizinkan ternary atau N-ary.
Tabel II.1. Simbol Entity Relationship Diagram (ERD)
No Simbol Keterangan
1. Entitas, adalah data inti yang akan disimpan, benda yang memili data yang harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penamaan entitas biasanya lebih ke benda dan belum merupakan nama tabel
2.
Atribut, adalah field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas
3.
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.
4.
Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja
5. Assosiasi/Association, adalah penghubung
antara relasi dan entitas dimana kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian, kemungkinan jumlah maksimum keterhubungna antara entitas satu dengan yang lainnya disebut dengan kardinalitas.
Sumber: Sukamto RA, Shalahuddin M (2013:50) 2.2.2. Logical Record Structure (LRS)
Menurut (Lestari, 2013) , “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”.
Perbedaan LRS dengan ERD dan tipe record berada diluar field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya.Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record.
Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS.Metode yang lain dimulai dengan Entity Relationship Diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.
Berikut tahapan transformasi ERD ke LRS menurut Wulandari (2013:15-16): 1. Konversi ERD ke LRS,Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk
LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel.
2. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu.
2.2.3. Unified Modeling Language (UML)
Menurut (Rosa A.S dan M. Shalahudin, 2014:133), Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung. UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak. UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi objek
2.2.4. Use Case Diagram
(Rosa dan M. Shalahudin, 2014:155), use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case:
Tabel II.2. Simbol use case Diagram
No Simbol Deskripsi
1. Use case Fungsionalitas yang disediakan sistem
sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja diawal frase nama use case.
2 Aktor Orang, proses atau sistem lain yang
berinteraksidengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.
3. Assosiasi/ Association Komunikasi antara aktor dan use
case yang berpartisilpasi pada use
case atau use case memiliki interaksi
dengan aktor.
4. Extensi/extend
-- -- -- <<extend >> -- --
Relasi use case tambahan kesebuah
use case dimana use case yang
ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu, mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek, biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan, misal:
Arah panah mengarah pada use case yang ditambahkan, biasanya use case yang menjadi extend-nya merupakan jenis yang sama dengan use case yang menjadi induknya.
5. Generalisasi/generalization Hubungan generalisasi dan spesialisasi
(umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya
Validasi username
<<extend >>
Validasi user
Validasi sidik jari
16
Sumber: Rosa A.S dan M.Shalahudin (2014:156)
6. Menggunakan / include / uses Relasi use case tambahan ke sebuah use
case dimana use case yang ditambahkan
memerlukan use case ini untuk
menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini Ada dua sudut pandang yang cukup besar mengenai
include di use case:
- Include berarti use case yang
ditambahkan akan selalu di panggil saat
use case tambahan dijalankan, misal pada
kasus berikut :
- Include berarti use case yang
tambahan akan selalu melakukan
pengecekan apakah use case yang
di tambahkan telah dijalankan
sebelum use case tambahan di
jalankan, misal pada kasus berikut :
<<include>> Validasi username <<include>> login login Validasi username
2.2.5. Activity Diagram
(Rosa dan M. Shalahudin, 2014:161), diagram aktivitas atau activity diagram
menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram aktivitas: Tabel II.3. Simbol activity Diagram
No Simbol Deskripsi
1. Status Awal
Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.
2. Aktivitas
Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.
3. Percabangan/decision Assosiasi percabangan dimana jika ada
pilihan aktivitas lebih dari satu.
4. Penggabungan/Join Assosiasi penggabungan dimana lebih dari
satu aktivitas digabungkan menjadi satu.
5. Status Akhir Status akhir yang dilakukan oleh sistem,
sebuah diagram aktivitas memiliki status akhir
6. Swimlane Memisahkan orgranisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi
Sumber: Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:162) Aktivitas
2.2.6. Class Diagram
(Rosa dan M. Shalahudin, 2014:141), diagram kelas atau class diagram
menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan
method atau operasi. Berikut penjelasan atribut dan method :
1. Atribut merupakan variabel-variabek yang dimiliki oleh suatu kelas. 2. Operasi atau method adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram kelas: Tabel II.4. Simbol Class Diagram
No Simbol Deskripsi
1. Kelas Kelas pada struktur sistem
2. Antarmuka/interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek
3. Assosiasi/association Relasi antar kelas dengan makna umum, assosiasi biasanya juga disertai
multiplicity
4. Assosiasi berarah/directed assosiation
Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai
multiplicity
5. Generalisasi Relasi antar jekas dengan makna generalisasi-spesialisasi (umum-khusus) Class Name
-memberName -memberName
6. Kebergantungan/dependensi Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas
7. Aggregation Relasi antar kelas dengan makna
semua-bagian (whole-part)
Sumber: Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:146)
2.2.7. Sequence Diagram
(Rosa dan M. Shalahudin, 2014:165), diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dengan
message yangdikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case berserta metode-metode yang dimilliki kelas yang diintansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram sekuen : Tabel II.5. Simbol Sequence Diagram
No Simbol Deskripsi
1. Aktor
Atau
Tanpa waktu aktif
Orang, proses, atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem informasi
yang akan dibuat diluar sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu
merupakan orang, biasanya dinyatakan
dalam menggunakan kata benda
diawal frase nama aktor.
2. Garis hidup/lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek
3. Objek Menyatakan objek yang berinteraksi
pesan
4. Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan
aktif dan berinteraksi, semuanya yang
terhubungdengan waktu aktif ini
adalah sebuah tahapan yang dilakukan di dalamnya,
5. Pesan tipe create Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat
6. Pesan Tipe call Menyatakan suatu objek memanggil operasi/metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri,
7. Pesan tipe send Menyatakan bahwa suatu objek
mengirimkan data/masukkan/informasi
ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirim
8. Pesan tipe return Menyatakan bahwa suatu objek yang
telah menjalankan suatu operasi atau
metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian
9. Pesan tipe destroy Menyatakan suatu objek mengakhiri
hidup objek yang lain, arah panah
mengarah pada objek yang diakhiri,
sebaliknya jika ada create maka ada
destroy
Sumber: Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:165)
Nama Objek : nama kelas
<< create>>
1: nama_metode()
1: masukan
1: keluaran
2.2.8. Pengertian Website (Web)
Menurut Hidayat, (2010:2), Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringanjaringan halaman.
2.2.9. Pengertian MySQL
Menurut Haris Saputro, (2003:35), MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client-server melibatkan server daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program serta library yang berjalan di sisi client.
2.2.10.Tinjauan Studi
Penelitan terdahulu yang membahas tentang sasaran kinerja pegawai (SKP) yang menjadi acuan dalam penelitan ini dibahas pada tabel berikut:
Tabel II.6. Tinjauan Studi
No Peneliti, Judul, Tahun Pembahasan
1. Reizha Yordhianswi, Wiyli
Yustanti, “SISTEM INFORMASI SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA” Jurnal Manajemen Informatika, 2017
Dalam Penilaian SKP pada Universitas Negeri Surabaya menggunakan microsoft excel dalam perhitungan nilai prestasi pegawai, dan setiap akhir tahun laporan yang berbentuk hardcopy yang harus dilaporkan pada sekertaris dinas. Karena terlalu banyak dokumen hardcopy terkadang pihak penilai kehilangan dokumen SKP salah satu pegawai, sehingga harus meminta lagi pada bagian terkait. Hasil dari penelitian ini berupa sistem informasi sasaran kerja
pegawai yang dapat memudahkan proses penilaian berdasarkan sasaran kerja individu pegawai dan perilaku pegawai berdasarkan PP nomor 46 tahun 2011
2. Karyo Budi Utomo, Tien
Rahayu Tulili, “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA PEGAWAI BERDASARKAN SASARAN KERJA INDIVIDU DI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA” Jurnal Informatika, 2014
Sistem Penilaian kinerja pegawai di lingkungan Politeknik Negeri Samarinda saat ini masih dilakukan secara manual. Hal tersebut dikarenakan belum adanya suatu sistem informasi yang dapat mendukung proses penilaian.
Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sistem informasi penilaian kinerja pegawai yang proses penilaiannya berdasarkan sasaran kerja individu pegawai dan perilaku pegawai. Rancangan yang dihasilkan selain disesuaikan dengan kebutuhan Politeknik Negeri Samarinda juga berdasarkan Peraturan kepala BKN tentang petunjuk pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2011
3. Andrella Silvana Hutabarat, Tri Suratno, dan Mauladi,
“ANALISIS DAN
PERANCANGAN SISTEM
INFORMASI PENILAIAN
PRESTASI KERJA PEGAWAI
PADA UNIVERSITAS
JAMBI”, Jurnal Sains dan Sistem Informasi, 2018
Universitas Jambi dalam penilaian kinerja pegawai menggunakan penilaian prestasi kerja sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011. Penilaian prestasi kerja di Universitas Jambi masih bersifat manual dengan menggunakan Microsoft Office Excell sebagai media penilaian. sering terjadi kesalahan dalam penulisan (human error) padahal jumlah pegawai yang dinilai bukan hanya satu atau dua orang saja. Dalam menilai satu orang pegawai, pejabat penilai menghabiskan waktu sekitar 1 jam, sehingga kurang efektif dan efisien.
Di sisi lain, penyebaran pengumuman mengenai halhal yang berhubungan dengan penilaian yang kurang merata sehingga tidak semua unit kerja mendapat informasi dari Kepegawaian UNJA mengakibatkan seringnya laporan penilaian terlambat
disampaikan ke pihak Kepegawaian UNJA
4. Destiyana Ekawati,
“PENILAIAN PRESTASI KERJA MELALUI SASARAN KERJA PEGAWAI PADA
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH KOTA
YOGYAKARTA”, Jurnal Informatika, 2016
Pelaksanaan penilaian prestasi kerja dengan SKP di BKD kota Yogyakarta dapat dikatakan masih belum optimal sebab masih ada masalah dalam implementasinya. Hal tersebut dikarenakan peraturan tersebut mulai diimplementasikan pada bulan Januari 2014 sehingga relatif tergolong peraturan yang baru. Sehingga masih ada pegawai yang belum paham dalam mengisi SKP.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penilaian prestasi kerja melalui Sasaran kerja Pegawai (SKP) di BKD Kota Yogyakarta sudah memenuhi kriteria untuk mengukur prestasi kerja PNS. Hal tersebut dikarenakan penilaian prestasi kerja yang dilakukan sudah sesuai dengan indikator penilaian prestasi kerja. Selain itu penilaian yang dilakukan sudah sesuai dengan prinsip PP No 46 Tahun 2011 yaitu objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. 5. Pugut Herlambang Satriojati,
“ANALISIS DAN
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PENILAIAN KINERJA PADA BALAI METROLOGI
WILAYAH
SEMARANG”, 2015
Pada Balai Metrologi Wilayah Semarang, dalam proses penilaian kinerja pegawai terkadang cukup rumit karena dilakukan dengan penilaian yang berbasis kompetensi yang terdiri dari Penilaian Kinerja (Kredit Poin) dan tes tertulis. Dalam beberapa aspek proses penilaiannya berbeda–beda dengan skala dan bobot nilai yang berlainan. Penilaian kriteria ini dilakukan secara individu dan disimpan dalam file yang terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah program aplikasi Sistem Informasi Penilaian Kinerja Pegawai. dengan informasi ini dapat memberikan hasil yang akurat dan objektif mengenai penilaian kinerja tersebut.