• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh panas terhadap aliran konveksi bebas yang melalui sebuah bola berpori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh panas terhadap aliran konveksi bebas yang melalui sebuah bola berpori"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

JURUSAN MATEMATIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA

2015

PENGARUH PANAS TERHADAP ALIRAN KONVEKSI

BEBAS YANG MELALUI SEBUAH BOLA BERPORI

Oleh

Mohamad Tafrikan (1213201051)

Dosen Pembimbing : 1. Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc. 2. Dr. Chairul Imron, MI.Komp.

(2)

PENDAHULUAN

Gambar 1. Model fisik aliran konveksi bebas yang melalui sebuah bola berpori

𝑞𝑤

(3)

Metodologi Penelitian

Persamaan Pembangun dimensional Persamaan Similar Persamaan Pembangun non-dimensional Proses Diskritisasi Simulasi

(4)

Persamaan Pembangun dimensional

Hukum Konservasi Massa Hukum Ke-dua Newton Hukum Termodinamika I

Persamaan kontinuitas Persamaan Momentum Persamaan Energi

(5)

Persamaan Pembangun dimensional Persamaan kontinuitas Persamaan Momentum Persamaan Energi 𝜕 𝜕𝑥

𝑟 𝑢 +

𝜕 𝜕𝑦

𝑟 𝑣 = 0

(1) 𝑢 𝜕𝑢 𝜕𝑥 + 𝑣 𝜕𝑢 𝜕𝑦 = 𝜈 𝜕 2𝑢 𝜕𝑥 2 − 𝑘0 𝜌 𝑢 𝜕3𝑢 𝜕𝑥 3𝑦 2 + 𝑣 𝜕3𝑢 𝜕𝑦 3 − 𝜕𝑢 𝜕𝑦 𝜕2𝑢 𝜕𝑦 𝜕𝑥 + 𝜕𝑢 𝜕𝑥 𝜕2𝑢 𝜕𝑦 2 + 𝑔𝛽 𝑇 − 𝑇 sin 𝑥 𝑎 − 𝜈 𝐾∗𝑢 2 𝑢 𝜕𝑇 𝜕𝑥 + 𝑣 𝜕𝑇 𝜕𝑦 = 𝛼 𝜕𝑦 𝜕2𝑇 2 + 𝑄0 𝑇 − 𝑇 (3) 𝑢 = 𝑣 = 0,𝜕𝑇 𝜕𝑦 = − 𝑞𝑤 𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑦 = 0 𝑢 = 0,𝜕𝑢 𝜕𝑦 = 0, 𝑇 = 𝑇 ∞ 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑦 → ∞

(6)

Persamaan Non-dimensional Parameter non-dimensi

𝑣 =

𝑎𝑣

𝐺𝑟

−14

𝑣

𝜃 =

𝑇 −𝑇∞ 𝑞𝑤𝑎 𝑘

𝑥 =

𝑎𝑥

𝑦 = 𝐺𝑟

14 𝑦 𝑎

𝑢 =

𝑎𝑣

𝐺𝑟

−12

𝑢

𝑟 =

𝑎𝑟 (4)

(7)

Persamaan Non-dimensional Persamaan Momentum Persamaan Energi 𝜕𝑢 𝜕𝑥 + 𝑣 𝜕𝑢 𝜕𝑦 = 𝜕2𝑢 𝜕𝑦2 + 𝜃 sin 𝑥 − 𝐾 𝑢 𝜕3𝑢 𝜕𝑥𝜕𝑦2 + 𝑣 𝜕3𝑢 𝜕𝑦3 − 𝜕𝑢 𝜕𝑦 𝜕2𝑢 𝜕𝑥𝜕𝑦 + 𝜕𝑢 𝜕𝑥 𝜕2𝑢 𝜕𝑦2 − 𝑃𝑢 5 𝑢𝜕𝜃 𝜕𝑥 + 𝑣 𝜕𝜃 𝜕𝑦 = 1 𝑃𝑟 𝜕2𝜃 𝜕𝑦2 + 𝛾𝜃 6 dengan 𝑃𝑟 = 𝛼𝜈 dan 𝛾 = 𝑎2𝑄0

𝜐𝜌𝐶𝑝𝐺𝑟12 berturut-turut adalah bilangan Prandtl dan heat generation.

Dengan kondisi batas :

𝑢 = 𝑣 = 0, 𝜕𝜃𝜕𝑦 = −1 untuk 𝑦 = 0 𝑢 = 0, 𝜕𝑢𝜕𝑦 = 0, 𝜃 = 0 untuk 𝑦 → ∞ 7 Dengan

K =

𝑘𝜌0 𝐺𝑟 1/2 𝑎2

𝑑𝑎𝑛 𝑃 =

𝑎2 𝐺𝑟1/2𝐾∗

(8)

Persamaan Similar

Untuk mentransformasi persamaan non-dimensi ke persamaan no-singular , maka digunakan stream function yang didefiniskan sebagai berikut.

𝜓 = 𝑥𝑟 𝑥 𝑓 𝑥, 𝑦 , 𝜃 = 𝜃 𝑥, 𝑦 𝑢 = 1 𝑟 𝜕𝜓 𝜕𝑦 , 𝑣 = − 1 𝑟 𝜕𝜓 𝜕𝑥

Dengan 𝑟 𝑥 = sin 𝑥, sehingga didapatkan :

𝑢 = 𝑥𝜕𝑓 𝜕𝑦,

𝑣 = −𝑓𝑟 𝑟 + 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑥 − 𝑥 𝜕𝑓𝜕𝑥

Sehingga didapat persamaan non-singular sebagai berikut :

𝑓′2 − 2𝑓𝑓′′ = 𝑓′′′ + 𝜃 − 𝐾 2𝑓′𝑓′′′ − 2𝑓𝑓′′′′ − (𝑓′′)2 − 𝑃𝑓′ 8 dan

−2𝑓𝜃′ = 𝑃𝑟1 𝜃′′ + 𝛾𝜃 9 Dengan kondisi batas :

𝑓 0 = 𝑓′(0) = 0, 𝜃′(0) = −1 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑦 = 0

(9)

Diskritisasi

Dengan menggunakan metode beda hingga pusat, maka didapat hasil diskritasi dari Persamaan (8), (9), dan (10) sebagai berikut:

𝑡1𝑓𝑖+2𝑓𝑖+1 − 4𝑡1𝑓𝑖𝑓𝑖+2 − 𝑡1𝑓𝑖+2𝑓𝑖−1 + 𝑡2𝑓𝑖+12 + 𝑡3𝑓𝑖𝑓𝑖+1 − 𝐵2 𝑓𝑖−1𝑓𝑖+1 − 𝑡1𝑓𝑖−2𝑓𝑖+1 + 𝑡4𝑓𝑖2 + 𝑡3𝑓𝑖𝑓𝑖−1 − 4𝑡1𝑓𝑖𝑓𝑖−2 + 𝑡2𝑓𝑖−12 + 𝑡1𝑓𝑖−2𝑓𝑖−1+ 𝑡5𝑓𝑖+1

𝑡5𝑓𝑖−1 + 𝐶2 𝑓𝑖−2 − 𝜃𝑖 = 0 (11) Dan

𝐴𝑓𝑖 − 𝐵1 𝜃𝑖−1 − 𝐴𝑓𝑖 + 𝐵1 𝜃𝑖+1 + 2𝐵1 − 𝛾 𝜃𝑖 = 0 12

Dengan kondisi batas :

𝑓𝑖 = 0, 𝑓𝑖+1 = 𝑓𝑖−1, 𝜃𝑖+1 = −2∆𝑦 + 𝜃𝑖−1 𝑓𝑖+1= 𝑓𝑖−1, 𝑓𝑖+1= 2𝑓𝑖 − 𝑓𝑖−1, 𝜃𝑖 = 𝜃𝑖−1 − ∆𝑦, 𝜃𝑖 = 0 (13) Dengan 𝐴 = ∆𝑦1 , 𝐵 = ∆𝑦12, 𝐶 = ∆𝑦13, 𝐷 = ∆𝑦14, 𝑡1 = 𝐷𝐾2 , 𝑡2 = 𝐵−8𝐷𝐾4 , 𝑡3 = 12𝐷𝐾 − 2𝐵, 𝑡4 = 4𝐵 − 16𝐷𝐾, dan 𝑡5 = 2𝐶+𝐴𝑃2 .

(10)

Linierisasi

menurut Berlin Chen, Persamaan (11) dan (12) dapat dilinierisasi dengan metode Gauss-Seidel. Adapun formula dari metode Gauss-Seidel sebagai berikut:

𝑥𝑖𝑘 = 𝑎1 𝑖𝑖 −𝑎𝑖𝑗 𝑘−1 + 𝑏 𝑖 𝑚 𝑗=1,𝑗≠𝑖 , 𝑖 = 1,2,3, … , 𝑚. (14) dengan 𝑎𝑖𝑖 sebuah konstanta dan 𝑥𝑖𝑘−1 nilai awal.

Dengan Persamaan (14), maka dapat dicari nilai 𝑓 1 , 𝑓 2 , … , 𝑓(𝑀 − 1), 𝑓(𝑀) dan 𝜃 1 , 𝜃 2 , … , 𝜃 𝑀 − 1 , 𝜃 𝑀 .

Untuk iterasi ke-1 didapat :

𝑓1 = 𝑠𝑞𝑟𝑡 (−1)( 𝑡1𝑓3𝑓2 − 4𝑡1𝑓1𝑓3 − 𝑡1𝑓3𝑓0 + 𝑡2𝑓22 + 𝑡3𝑓1𝑓2 − 𝐵 2 𝑓0𝑓2 − 𝑡1𝑓1𝑓2 + 𝑡3𝑓1𝑓0 − 4𝑡1𝑓1𝑓0 + 𝑡2𝑓02 + 𝑡1𝑓0𝑓0 + 𝑡5𝑓2 − 𝑡5𝑓0 + 𝐶 2 𝑓1 − 𝜃1 )/𝑡4 𝜃1 = 𝐵1 − 𝐴𝑓0 𝜃2 + 2∆𝑦 + 𝐴𝑓0 + 𝐵1 𝜃2 2𝐵1 − 𝛾

(11)

Linierisasi • Iterasi ke-2 𝑓2 = 𝑠𝑞𝑟𝑡 (−1)( 𝑡1𝑓4𝑓3 − 4𝑡1𝑓2𝑓4 − 𝑡1𝑓4𝑓1 + 𝑡2𝑓32 + 𝑡3𝑓2𝑓3 − 𝐵 2 𝑓1𝑓3 − 𝑡1𝑓0𝑓3 + 𝑡4𝑓𝑖2 + 𝑡3𝑓2𝑓1 − 4𝑡1𝑓2𝑓0 + 𝑡2𝑓12 + 𝑡1𝑓0𝑓1 + 𝑡5𝑓3 − 𝑡5𝑓1 + 𝐶 2 𝑓0 − 𝜃2 )/𝑡4 𝜃2 = 𝐵1 − 𝐴𝑓0 𝜃1 + 2∆𝑦 + 𝐴𝑓0 + 𝐵1 𝜃3 2𝐵1 − 𝛾 ⋮ • Iterasi ke-(M) 𝑓𝑀 = 𝑠𝑞𝑟𝑡 (−1)( 𝑡1𝑓𝑀−1𝑓𝑀−1 − 4𝑡1𝑓𝑀𝑓𝑀 − 𝑡1𝑓𝑀𝑓𝑖−1 + 𝑡2𝑓𝑀−12 + 𝑡3𝑓𝑀𝑓𝑀−1 − 𝐵 2 𝑓𝑀−1𝑓𝑀−1 − 𝑡1𝑓𝑀−2𝑓𝑀−1 + 𝑡3𝑓𝑀𝑓𝑀−1 − 4𝑡1𝑓𝑀𝑓𝑀−2 + 𝑡2𝑓𝑀−12 + 𝑡1𝑓𝑀−2𝑓𝑀−1 + 𝑡5𝑓𝑀−1 − 𝑡5𝑓𝑀−1 + 𝐶 2 𝑓𝑀−2 − 𝜃𝑀 )/𝑡4 𝜃𝑀 = 𝐵1 𝜃𝑀−1 2𝐵1 − 𝛾 Dengan 𝐵1 = 𝑃𝑟𝐵

(12)

Hasil Simulasi

1. Grafik profil kecepatan fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝛾 = 0.5, 𝑃𝑟 = 1, 𝑃 = 10 dan viskoselastik (K) yang divariasi.

K = 𝑘0 𝜌

𝐺𝑟1/2 𝑎2

(13)

Hasil Simulasi(lanj)

2. Grafik profil temperatur fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝛾 = 0.5, 𝑃𝑟 = 1, 𝑃 = 10 dan viskoselastik (K) divariasi.

K = 𝑘0 𝜌

𝐺𝑟1/2 𝑎2

(14)

Hasil Simulasi(lanj)

3. Grafik profil kecepatan fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝑃𝑟 = 1, 𝑃 = 0.1, dan parameter heat generation (𝛾) yang divariasi.

𝛾 = 𝑎 2𝑄

0 𝜐𝜌𝐶𝑝𝐺𝑟12

(15)

Hasil Simulasi(lanj)

4. Grafik profil temperatur fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝑃𝑟 = 10, 𝑃 = 1 dan parameter heat generation (𝛾) yang divariasi.

𝛾 = 𝑎 2𝑄

0 𝜐𝜌𝐶𝑝𝐺𝑟12

(16)

Hasil Simulasi(lanj)

5. Grafik profil kecepatan fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝜸 = 0.5, 𝑃 = 0.1 dan parameter bilangan Prandtl (Pr) yang divariasi.

𝑃𝑟 = 𝜈 𝛼

(17)

Hasil Simulasi(lanj)

6. Grafik profil temperatur fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝜸 = 0.5, 𝑃 = 0.1 dan parameter bilangan Prandtl (Pr) yang divariasi.

𝑃𝑟 = 𝜈 𝛼

(18)

Hasil Simulasi(lanj)

7. Grafik profil kecepatan fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝛾 = 0.2, 𝑃𝑟 = 1 dan parameter porositas (P) yang divariasi.

𝑃 = 𝑎

2 𝐺𝑟1/2𝐾

(19)

Hasil Simulasi(lanj)

8. Grafik profil temperatur fluida dengan pengaruh nilai parameter 𝐾 = 0.01, 𝛾 = 0.2, 𝑃𝑟 = 1 dan parameter porositas (P) yang divariasi.

𝑃 = 𝑎2 𝐺𝑟1/2𝐾

(20)

Kesimpulan

Pengaruh dari parameter viskoelastik (𝐾), bilangan Prandtl (𝑃𝑟), pembangkit panas (𝛾), dan porositas (𝑃) terhadap profil kecepatan (𝑓′) dan profil temperatur (𝜃) dari aliran konveksi bebas yang melalui permukaan sebuah bola berpori didapat hasil sebagai berikut :

• Pengaruh nilai parameter pembangkit panas (𝛾 = 0.5), bilangan Prandtl ( 𝑃𝑟 = 1), porositas 𝑃 = 10 , dan viskoselastik yang divariasi (K= 0.01, 0.2, 0.5, 1) terhadap kecepatan aliran berbanding terbalik. Sedangkan pengaruh nilai parameter pembangkit panas (𝛾 = 0.5), bilangan Prandtl( 𝑃𝑟 = 1), porositas 𝑃 = 0.1 , dan viskoselastik yang divariasi (K= 0.01, 0.2, 0.5, 1) terhadap temperatur aliran berbanding lurus.

• Pengaruh nilai parameter viskositas (𝐾 = 0.01) , bilangan Prandtl ( 𝑃𝑟 = 10), porositas

𝑃 = 1 , dan pembangkit panas (heat generation) yang divariasi (𝛾 = 0.1, 0.2, 0.3, 0.4)

terhadap kecepatan aliran dan temperatur berbanding lurus.

• Pengaruh nilai parameter viskositas (𝐾 = 0.01) , porositas 𝑃 = 0.1 , pembangkit panas

(𝛾 = 0.5), dan bilangan Prandtl ( 𝑃𝑟 = 1, 5, 7, 10) yang divariasi terhadap kecepatan

aliran dan temperatur berbanding terbalik.

• Pengaruh nilai parameter viskositas (𝐾 = 0.01) , pembangkit panas (𝛾 = 0.5), bilangan Prandtl ( 𝑃𝑟 = 1), dan porositas yang divariasi 𝑃 = 1, 4, 7, 10 terhadap kecepatan aliran berbanding terbalik. Sedangkan pengaruh nilai viskositas (𝐾 = 0.01) , pembangkit

panas ( 𝛾 = 0.5 ), bilangan Prandtl ( 𝑃𝑟 = 1) , dan porositas yang divariasi

(21)

Saran

Adapun saran-saran untuk penelitian berikutnya adalah sebagai berikut :

1. Sebaiknya aliran lapisan batas konveksi bebas yang dikaji bersifat tak tunak (unsteady).

(22)

Daftar Pustaka

[1] Amin, N., Nazar, R., dan Pop, I, (2002), “On The Mixed Convection Boundary-Layer Flow About A Solid Sphere With Constant Surface Temperature”, The Arabian Journal for Science and Engineering, Volume 27, Number 2C. This article from : upm.edu.sa/articles/272c_05p.pdf. [2] Kasim, A.R.M, (2014), Convective Boundary Flow of Viscoelastic Fluid, Universitas Teknologi

Malaysia, Malaysia.

[3] Munson, Bruce, (2003), Mekanika Fluida, Edisi 4, Erlangga. Jakarta.

[4] Nazar, R., Pop, I., Salleh., M.Z, (2010), “Mixed Convection Boundary Layer Flow about A Solid Sphere with Newtonian Heating”, Arch. Mech, 62, 4, pp. 283-303, Warszawa. This article from: http://am.ippt.pan.pl/am/ article/viewFile/v62p283/pdf.

[5] Sleigh, Andrew, (2001), An Introduction to Fluid Mechanics, University of Leeds. England. [6] Widodo, B., Fatahillah, A., Rahayuningsih, T, ( 2011), “Mathematical Modelling and Numerical

Solution of Iron Corrosion Problem Based on Condensation Chemical Properties”, Australian Journal of Basic and Applied Sciences,5(1), pp. 79-86.

Gambar

Gambar 1. Model fisik aliran konveksi bebas yang melalui sebuah bola  berpori

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan untuk pengukuran produktivitas pada penelitian ini yaitu metode produktivitas parsial POSPAC, keuntungan model tersebut menyajikan secara

Penelitian dilakukan pada laboratorium pemanfaatan dan pengolahan hutan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, hasil yang diperoleh yaitu sifat makanis dari

Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama pada ganggang Oscillatoria. Pada filamen yang panjang,

Dari data SNI tersebut dapat diketahui bahwa sirup temulawak, madu dan ekstrak ikan gabus yang disimpan pada suhu 5 o C hingga penyimpanan 4 minggu apabila dilihat dari

Dengan demikian, penggunaan limbah media jamur merang dan pupuk kandang sapi sebagai salah satu komponen campuran pada perlakuan media tanam dapat memberikan pengaruh yang baik

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Fiqh Ibadah kelas VII di MTs Negeri 2 Surakarta sudah berjalan dengan baik,

Molase mengandung glukosa, fruktosa, nitrogen, kalsium, magnesium, potasium dan besi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada jamur tiram