• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH JENIS ZAT FIKSASI TERHADAP KETAHANAN LUNTUR WARNA PADA KAIN KATUN, SUTERA DAN SATIN MENGGUNAKAN ZAT WARNA DARI KULIT UBI UNGU (Ipomoea Batatas L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH JENIS ZAT FIKSASI TERHADAP KETAHANAN LUNTUR WARNA PADA KAIN KATUN, SUTERA DAN SATIN MENGGUNAKAN ZAT WARNA DARI KULIT UBI UNGU (Ipomoea Batatas L.)"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Penggolongan serat tekstil berdasarkan asalnya
Tabel 1. Penggolongan Zat Warna
Gambar 2. Struktur kimia zat warna alam
Gambar 4. Merek ubi yang digunakan  (Sumber : Dokumentasi pribadi)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering pada kain hasil pencapan yang ditunjukkan pada tabel no 4.3 hal. 58, diketahui

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata daya tahan luntur pada propagul tergolong baik (4) dan akar udara tergolong cukup baik (3,9), rata – rata nilai beda warna kain

konsentrasi larutan zat warna alam daun henna dan memperbesar konsentrasi larutan fiksasi garam scarlet R nilai ketahanan luntur warnanya cenderung tetap,

konsentrasi larutan zat warna alam daun henna dan memperbesar konsentrasi larutan fiksasi garam scarlet R nilai ketahanan luntur warnanya cenderung tetap,

harus membuat produk-produk dengan bahan pewarna alam yang baik dan tidak diracuni dengan pewarna kimia terus-menerus dan perlu pengeksploran pada zat pewarna alam. Ada

Hasil ini memperlihatkan bahwa ketahanan luntur warna terhadap gosokan dari pewarnaan dengan limbah cair gambir pada kain batik memberikan hasil yang lebih baik. Ketahanan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi dan bahan fiksasi terhadap intensitas dan ketahanan luntur warna kain mori batik

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi dan bahan fiksasi terhadap intensitas dan ketahanan luntur warna kain mori batik