• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alam Dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna Pada Kain Batik Katun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alam Dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna Pada Kain Batik Katun"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2 : Hasil Rerata Ketahanan Luntur Warna Kain Katun Dengan Fiksasi Kapur
Tabel 3 : Hasil Rerata Ketahanan Luntur Warna Kain katun Dengan Fiksasi Tunjung
Tabel 4 : Hasil Rerata Ketahanan Luntur Warna Kain katun Dengan Fiksasi Tawas
Gambar 4. Katalog arah warna ekstraksi  kulit buah manggis (a) 1:6, (b) 1:8
+2

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan zat warna alam dari ekstrak kulit akar mengkudu ( Morinda citrifolia Linn) pada kain katun. Hasil ekstrak yang

Dalam hal ketahanan luntur terhadap keringat, zat warna reaktif dan azo jika digunakan pada material katun dan sutera memiliki kualitas perubahan warna yang sama baik

Berdasarkan Tabel IV.2 hasil analisa percobaan ketahanan luntur warna terhadap penodaan dengan Staining Scale, kain yang memiliki tahan luntur warna yang optimal pada zat

konsentrasi larutan zat warna alam daun henna dan memperbesar konsentrasi larutan fiksasi garam scarlet R nilai ketahanan luntur warnanya cenderung tetap,

Pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian adalah pengujian tahan luntur warna bahan tekstil dalam larutan pencuci dengan menggunakan salah satu kondisi

Nilai Grey Scale/perubahan warna yang kurang baik pada hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian pada kain yang difiksasi dengan tawas dan tunjung/ferro

Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan zat warna alam dari ekstrak kulit akar mengkudu (Morinda citrifolia Linn) pada kain katun. Hasil ekstrak yang diperoleh

Dari Tabel 3 terlihat bahwa ketahanan luntur warna kain mori terhadap panas penyetrikaan menunjukkan kain mori dengan fiksatif tawas, kapur, dan tunjung tidak luntur