ANALISIS KUALITAS DAN KETAHANAN LUNTUR WARNA BATIK HASIL PROSES REUSE SISA LARUTAN CELUP ZAT WARNA SINTETIS GOLONGAN BEJANA MENUJU GREEN INDUSTRY
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Ekstrak biji kelor dengan kulit ari yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai koagulan untuk mengurangi kadar zat warna reaktif dalam larutan model limbah cair industri
Dalam hal ketahanan luntur terhadap keringat, zat warna reaktif dan azo jika digunakan pada material katun dan sutera memiliki kualitas perubahan warna yang sama baik
Berdasarkan Tabel IV.2 hasil analisa percobaan ketahanan luntur warna terhadap penodaan dengan Staining Scale, kain yang memiliki tahan luntur warna yang optimal pada zat
konsentrasi larutan zat warna alam daun henna dan memperbesar konsentrasi larutan fiksasi garam scarlet R nilai ketahanan luntur warnanya cenderung tetap,
konsentrasi larutan zat warna alam daun henna dan memperbesar konsentrasi larutan fiksasi garam scarlet R nilai ketahanan luntur warnanya cenderung tetap,
Grafik nilai Tahan Luntur Warna kain batik menggunakan zat warna alam kulit manggis dengan pelarut etanol konsentrasi 70%. Gambar
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi dan bahan fiksasi terhadap intensitas dan ketahanan luntur warna kain mori batik
Hasil pewarnaan kain jumputan menggunakan zat warna indigosol dengan tambahan larutan asam kuat memperoleh nilai rata-rata 94,4 dengan kriteria sangat baik, pada indikator value