PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN, LINGKUNGAN KELUARGA, MOTIVASI DAN KREATIVITAS TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (STUDI TERHADAP MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK)
Wan Ihza Pahlawan. 17216601 Lisna Kustamtinah, SE., MM
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma [email protected]
ABSTRAK
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan Kewirausahaan tidak berpengaruh secara parsial terhadap Minat Berwirausaha. Sedangkan variabel Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas berpengaruh secara parsial terhadap Minat Berwirausaha. Dan variabel Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas berpengaruh secara simultan terhadap Minat Berwirausaha
ABSTRAK
The results of this study indicate that the Entrepreneurship Knowledge variable does not partially affect Entrepreneurial Interest. While the variables of Family Environment, Motivation and Creativity partially influence Entrepreneurial Interest. And the variables of entrepreneurial knowledge, family environment, motivation and creativity have a simultaneous effect on entrepreneurial interest
PENDAHULUAN
Persaingan dunia tenaga kerja yang semakin pesat, berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, membuat tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi. Penganggur adala h orang yang tergolong angkatan kerja tetapi tidak bekerja dan orang yang ingin bekerja tetapi tidak mendapat pekerjaan. Pengangguran di Indonesia sekarang ini terus bertambah. Dalam hubungannya
dengan kualitas sumber daya manusia, pendidikan dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Pendidikan yang baik diharapkan mampu memberikan sumber daya manusia yang baik pula. Namun dalam kenyataannya sekarang ini, pendidikan juga dianggap berkaitan erat dengan pengangguran, khususnya pengangguran tenaga kerja terdidik.
Salah satu cara yang dapat mengurangi pengangguran yaitu berwirausaha. Menurut Hendro (2011: 29) kewirausahaan merupakan suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada dalam diri untuk ditingkatkan agar lebih optimal sehingga bisa meningkatkan taraf hidup di masa mendatang.Menurut Saiman (2009: 43) kewirausahaan adalah suatu upaya dalam penciptaan kegiatan bisnis atas dasar kemauan dan keinginan dari diri sendiri. Dengan kewirausahaan, maka dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, tidak bergantung kepada orang lain dalam mendapatkan pekerjaan dan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dengan cara membuka lapangan pekerjaan.
Selain pendidikan di lingkungan perguruan tinggi dan lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga terutama orang tua juga berperan penting dalam mempengaruhi minat terhadap pekerjaan bagi anak di masa yang akan datang, termasuk dalam hal berwirausaha. Menurut Soemanto (2008: 101) lingkungan keluarga sangat baik untuk mendidik seorang anak untuk mulai berwirausaha, melatih mental serta membangun keluarga menjadi suatu perusahaan kecil untuk dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha pada anak.
Motivasi merupakan salah satu faktor penting bagi para wirausahaan dalam melakukan kegiatan berwirausaha. Menurut Suryana & Bayu (2010: 98) motivasi merupakan proses psikologis yang mendasar dan dapat menjelaskan perilaku seseorang. Dengan adanya motivasi berwirausaha yang kuat dari mahasiswa tentunya dapat menambah jumlah wirausahawan muda di Indonesia.
Berwirausaha tidak lepas dari pengaruh kreativitas itu sendiri, dalam berwirausaha terdapat persaingan yang ketat. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan
gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar
Dengan memiliki jiwa kewirausahaan, diharapkan mahasiswa dapat menciptakan lapangan pekerjaaan. Untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru, diperlukan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengaruh pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa dan perilaku berwirausaha di kalangan generasi muda. Pihak perguruan tinggi perlu menerapkan pola pembelajaran kewirausahaan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang dapat mendorong semangat mahasiswa untuk berwirausaha.
KERANGKA TEORI
Pengetahuan KewirausanhaanMenurut Notoatmodjo dalam Yuliana (2017), pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Kewirausahaan merupakan petualang, pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang yang mengusahakan sesuatu pekerjaan tertentu, dan pencipta yang menjual hasil hasil ciptaannya (Hendro, 2011: 29).
Lingkungan Keluarga
Menurut Yusuf (2012: 23) dalam Setiawan (2016) lingkungan adalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik/alam atau sosial yang mempengaruhi perkembangan individu. Kemudian keluarga merupakan tempat aktivitas utama kehidupan seorang individu berlangsung, sehingga keluarga menjadi institusi pertama dan utama pembangunan sumber daya manusia (Soerjono, 2004).
Menurut Buchari (2011: 8) indikator yang digunakan untuk mengukur lingkungan keluarga antara lain:
1. Dukungan keluarga Dalam hal memilih pekerjaan biasanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.
2. Pekerjaan orang tua Pekerjaan orang tua juga dapat mempengaruhi pemilihan pekerjaan pada anak dikemudian hari.
Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan (Handoko, 2003).
Teori motivasi juga dikembangkan oleh David McClelland. Dalam teori ini, banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui motivasi memenuhi kebutuhan manusia dalam berprestasi. Kebutuhan untuk berprestasi ini ada karena orang-orang memiliki dorongan kuat untuk berhasil. Mereka lebih mengejar prestasi pribadi ketimbang imbalan terhadap keberhasilannya. Mereka bergairah untuk melakukan sesuatu lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya.
Kebutuhan untuk berkuasa juga merupakan kebutuhan dari teori Mc Clelland, kebutuhan berkuasa adalah adanya keinginan yang kuat untuk mengendalikan orang lain, untuk mempengaruhi orang lain, dan untuk memiliki dampak terhadap orang lain. Orang yang ingin kekuasaannya besar adalah mereka yang suka untuk menjadi pemimpin.
Kreativitas
Suryana (2003) menyatakan bahwa kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”.“Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”. Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya.
Minat Berwirausaha
Minat berwirausaha terdiri dari 2 kata, minat dan berwirausaha.. Menurut Slameto (2003: 180) dalam Winarsih (2014: 4) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
Kemudian menurut Hendro (2011: 30), kewirausahaan adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang agar bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga bisa meningkatkan taraf hidup.
2.6 Kajian Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
NO. Judul Penelitian Variabel Metode Penelitian Hasil Penelitian 1. “Pengaruh Motivasi Berwirausaha dan Pengetahuan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Bantul. Oleh Fanny Paramitasari (2016) Variabel Independen : Motivasi kewirausahaan dan pengetahuan kewirausahaan. Variabel Dependen : Minat berwirausaha Metode penelitian yang digunakan adalah uji hipotesis dan Analisis Deskriptif (a) Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha. (b) Pengetahuan kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha. (c) Pengaruh positif dan signifikan motivasi berwirausaha dan pengetahuan
kewirausahaan secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha. 2. “Hubungan Kemandirian dan Motivasi Berwirausaha dengan Minat Berwirausaha Siswa Kelas SMK N 1 Seyegan.” oleh Sakti Fajar Wanto (2014) Variabel Independen : Motivasi kewirausahaan Variabel Dependen : Minat berwirausaha Metode penelitian yang digunakan adalah uji hipotesis (a) Terdapat hubungan positif dan signifikan kemandirian dengan minat berwirausaha pada siswa SMKN 1 Seyegan, (b) Terdapat hubungan positif dan signifikan motivasi berwirausaha dengan minat berwirausaha pada siswa SMKN 1 Seyegan, (c) Terdapat hubungan positif dan
signifikan kemandirian dan motivasi berwirausaha secara bersama-sama dengan minat berwirausaha pada siswa SMKN 1 Seyegan. 2.7 Hipotesis
Atas dasar tinjauan landasan teori dan penelitian terdahulu, maka dapat disusun kerangka pemikiran teoritis dalam penelitian ini, seperti tersaji dalam gambar berikut :
Hipotesis
H1: Terdapat pengaruh positif Pengetahuan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma H2: Terdapat pengaruh positif Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha
pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
H3:Terdapat pengaruh positif Motivasi terhadap Minat Berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
H4:Terdapat pengaruh positif Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
H5: Terdapat pengaruh positif Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
3METODE PENELITIAN
Lokasi, Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi dan objek dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor seperti ; pengetahuan kewirausahaan, lingkungan keluarga, motivasi dan kreativitas yang mempengaruhi minat kewirausahaan.
Populasi dan Sampel Populasi
Sampel
Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Gundarma Fakultas Ekonomi yang telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan.
Metode Menentukan Jumlah Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling purposive yang termasuk kedalam non probability sampling, karena peneliti akan memilih sampel yang sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.
Metode pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini, adalah dengan menggunakan data primer.
Kuesioner merupakan suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga. Disini peneliti mengharapkan responden menjawab dengan Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Umar (2003), skala Likert berhubungan dengan pertanyaan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu.
Skala pengukuran yang digunakan adalah ordinal. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menunjang panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2004). Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala
1-5 untuk mendapatkan data yang bersifat interval. Dengan menggunakan skala ini, peneliti dapat mengukur sikap, pendapat, dan persepsi responden. Skala ini juga memudahkan peneliti untuk mempelajari bagaimana respon dari tiap-tiap responden.
Tabel 3.1 Skala Likert
Penilaian Bobot Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Ragu-Ragu 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Sumber : Sugiyono (2015:168) 3.4 Data dan Variabel Penelitian 3.4.1 Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari kuesioner, berupa data identitas responden (nama, jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendapatan) yang disebarkan kepada mahasiswa universitas gunadarma fakultas ekonomi, responden yang mengisi ini adalah responden yang telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner terbuka dan tertutup, kuesioner terbuka untuk memudahkan responden mengisi jawaban yang belum disediakan seperti nama, dan kuesioner tertutup responden diminta untuk mengisi jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.
3.4.2 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah minat kewirausahaan (Y) sebagai variabel dependen, pengetahuan kewirausahaan (X1), lingkungan keluarga (X2), motivasi (X3) dan kreativitas (X4) sebagai variabel independen.
3.4.2.1 Opersional Variabel
Operasional variable penelitian ini penjelasan dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian terhadap indikator-indikator yang membentuknya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.
3.4.2.1.1 Variabel Bebas (Independent) 1. Pengetahuan Kewirausahaan (X1)
Menurut Mustofa (2014) Ada beberapa indikator yang digunakan untuk pengukuran kengetahuan kewirausahaan sebagai berikut :
a. Mengambil resiko usaha b. Menganalisis peluang usaha c. Merumuskan solusi masalah 2. Lingkungan Keluarga (X2)
Menurut Deden Setiawan (2016) ada beberapa indikator yang digunakan untuk pengukuran variabel lingkungan keluarga sebagai berikut :
a. Dukungan keluarga b. Pekerjaan orangtua 3. Motivasi (X3)
Menurut Sakti Fajar W (2014) ada beberapa indikator yang digunakan untuk pengukuran variabel kepercayaan sebagai berikut :
a. Kebutuhan akan prestasi b. Kepercayaan diri
c. Keinginan yang kuat 4. Kreativitas (X4)
Menurut Suryana (2003:23) ada beberapa indikator yang digunakan untuk pengukuran Kreativitas sebagai berikut :
a. Keahlian b. Kemampuan c. Pribadi d. Produk
e. Dorongan
3.4.2.1.2 Variabel Terikat (Dependent) 1. Minat Kewirausahaan
Menurut Deden Setiawan (2016) ada beberapa indikator yang digunakan untuk pengukuran minat kewirausahaan sebagai berikut.
a. Tidak ketergantungan pada orang lain b. Dapat membantu lingkungan sosial c. Senang menjadi seorang wirasusahaan
3.5 Alat Analisis
3.5.1 Uji Validitas dan Relibilitas 3.5.1.1 Uji Validitas
Menurut Ghozali (2013:52) menyatakan bahwa, Uji validitas di gunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner di katakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel untuk degree of freedom d(f) = n –k dengan alpha 0,1. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka butir atau pertanyaan tersebut dikatakan valid. Untuk hasil analisis dapat dilihat pada output uji reliabilitas pada bagian correted item total correlation.
Dalam pengambilan keputusan untuk menguji validitas indikatornya adalah: 1. Jika r hitung positif serta r hitung > r tabel maka butir atau variabel tersebut valid. 2. Jika r hitung tidak positif dan r hitung < r tabel maka butir atau variable tidak valid.
Peneliti ini menggunakan aplikasi SPSS.
3.5.1.2 Uji Reliabilitas
Menurut Sekaran dalam Sarjono dan Julianita (2011:35) menyatakan bahwa, Keandalan (reliability) suatu pengukuran menunjukan sejauh mana pengukuran tersebut dilakukan tanpa bias ( bebas kesalahan- error free). Oleh
karena itu, menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument perlu dilakukan Uji Reliabilitas. Untuk mengetahui apakah suatu variabel reliabel atau tidak, digunakan uji Alpha Cronbach.
Kriteria pada pengujian reliabilitas :
Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 maka data reliabel.
3.5.2 Uji Asumsi Klasik
Uji ini digunakan sebagai alat untuk menjaga akurasi model hasil regresi yang diperoleh. Uji asumsi klasik berguna untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu model regresi yang akan dipakai sebagai model penjelas bagi pengaruh antar variabel. Berikut merupakan bagian – bagian dari Uji Asumsi Klasik:
3.5.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas pada linier regresi digunakan charts. Dasar pengambilan keputusannya yaitu apabila data tersebar disekitar garis diagonal serta mengikuti arah garis histograf menuju pola distribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
3.5.2.2 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinieritas yaitu apakah terjadi hubungan yang sempurna atau hampir sempurna antar variabel secara individu terhadap variabel dependen (Gujarati,1998). Untuk melihat ada atau tidaknya gejala multikolinieritas dapat diidentifikasi dengan melihat nilai VIF (Variance Inflating Factor). Apabila nilai VIF lebih kecil dari 10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas.
3.5.2.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Priyatno (2008), Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual ntuk semua pengamatan pada model regresi.
3.5.3 Uji Regresi Berganda
Menurut Sugiyono (2014:277) bahwa: “Analisis regresi linier berganda bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediator dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal dua”. Dalam penelitian ini alat untuk menganalisis regresi berganda menggunakan SPPS 23. Teknik ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha. Sehingga dalam hasil analisis akan diketahui apakah setiap variabel independen berhubungan positif atau negative untuk memprediksi nilai dari variabel dependen.
3.5.4 Uji Hipotesis 3.5.4.1 Uji t (Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2, X3 dan X4 (Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (Minat Berwirausaha) secara terpisah atau parsial.
Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis jika : a. Jika F hitung > F tabel, maka Ha diterima, Ho ditolak. b. Jika F hitung < F tabel, maka Ha ditolak, Ho diterima. 3.5.4.2 Uji F (Uji Simultan)
Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikansi pengaruh variabel-variabel independen (Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Minat Berwirausha).
a. t hitung ˃ t tabel, atau signifikansi ≤0.05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.
hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
4. ANALISIS & PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Responden4.1.1 Gambaran Umum Responden
Analisis deskriptif terhadap karakteristik responden yang digunakan pada penelitian ini yaitu mahasiswa universitas gunadarma depok fakultas ekonomi jurusan manajemen angkatan 2016 yang sudah mengukuti mata kuliah kewirausahaan, yang meliputi jenis kelamin dan uang saku perbulan sebagai berikut :
4.1.2 Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 86 orang responden, diperoleh karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut:
Tabel 4.1
Pengelompokkan Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase
1. Laki-laki 49 57%
2. Perempuan 37 43%
Total 86 100%
JENIS KELAMIN
PEREMPUAN 43% LAKI-LAKI 57% Gambar 4.1Diagram Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber : Data Hasil Olah Kuesioner
Berdasarkan hasil kuesioner dapat diketahui bahwa dari 86 responden, bahwa jumlah laki-laki adalah 49 orang atau 57% dan jumlah perempuan 37 orang atau 43%. Ini menunjukkan bahwa yang menjadi responden pada penelitian ini yang paling banyak adalah laki-laki.
4.1.2 Uang saku Perbulan
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 86 orang responden,diperoleh karakteristik responden berdasarkan uang saku perbulan sebagai berikut:
Tabel 4.2
Pengelompokkan Responden Berdasarkan Uang saku Perbulan No. Usia Responden Jumlah Responden Persentase
Tabel 4.2
Pengelompokkan Responden Berdasarkan Uang saku Perbulan ( Lanjutan )
No. Usia Responden Jumlah Responden Persentase 2. Rp 1.000.000 - Rp.1.500.000 22 26% 3. Rp 1.500.000 - Rp.3.000.000 39 45% 4. ≥ Rp 3.000.000 13 15% Total 86 100%
Sumber : Data Hasil Olah Kuesioner
UANG SAKU PERBULAN
≥ Rp 3.000.00 0 15% Rp 1.500.000 -Rp 3.000.000 45% ≤ Rp 1000.000 14% Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000 26% Gambar 4.4
Diagram Responden Berdasarkan Uang Saku Perbulan Sumber : Data Hasil Olah Kuesioner
Berdasarkan hasil kuesioner dapat diketahui bahwa dari 86 responden, persentase jumlah responden yang uang pendapatan perbulannhya ≤ Rp 1.000.000
sebesar 14% atau 12 orang, persentase jumlah responden yang uang pendapatan perbulannya Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000 sebesar 26% atau 22 orang, persentase jumlah responden yang uang pendapatan perbulannya Rp 1.500.000 – Rp
3.000.000 sebesar 45% atau 39 orang, presentase jumlah responden yang uang pendapatan perbulannya ≥ Rp 3.000.000 sebesar 15% atau 13 orang.
4.2 Hasil Analisis Data 4.2.1 Uji Validitas
Uji validitas ini menggunakan data yang diperoleh dari kuisioner yang telah diisi oleh 86 responden, yang selanjutnya diuji untuk mengetahui kevalidannya dengan melihat r-tabel. Dengan taraf signifikan 5% dan nilai tabel yang didapat dari n-2 maka nilai r-tabel sebesar 0.2120. Apabila Corrected Item Total Correlation lebih besar dari nilai tabel maka variabel tersebut valid dan begitu juga sebaliknya.
Tabel 4.3
Keterangan Hasil Uji Validitas
Variabel/Dimensi Butir Pernyataan Corrected Item-Total Correlation R-Tabel Keterangan Pengetahuan Kewirausahaan (X1) 1 2 3 4 5 0.721 0.729 0.723 0.754 0.734 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 Valid Valid Valid Valid Valid
Tabel 4.3
Keterangan Hasil Uji Validitas (Lanjutan) Variabel/Dimensi Butir Pernyataan Corrected Item-Total Correlation R-Tabel Keterangan Lingkungan Keluarga (X2) 1 2 3 4 5 0.772 0.663 0.728 0.702 0.817 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 Valid Valid Valid Valid Valid Motivasi (X3) 1 2 3 4 5 6 0.560 0.720 0.754 0.745 0.668 0.712 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kreativitas (X4) 1 2 3 4 5 6 0.749 0.748 0.737 0.683 0.766 0.724 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Minat Berwirausaha (Y) 1 2 3 4 5 6 0.637 0.711 0.745 0.741 0.727 0.782 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 0.2120 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Berdasarkan uji validitas yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuisioner mempunyai item-total correlation
> r tabel (0.2120) sehingga semua variabel dinyatakan valid , yang dikatakan valid yaitu suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti dan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuisioner sudah dapat mewakili data tentang Pengetahuan Kewirausahaan (X1), Lingkungan Keluarga (X2), Motivasi (X3), Kreativitas (X4) dan Minat Berwirausaha (Y) sesuai dengan data yang diinginkan oleh peneliti.
4.2.2 Uji Reabilitas
Pengujian reabilitas dilakukan dengan teknik Cronbach’s alpha, dengan jumlah sampel 86 responden . Penelitian dinyatakan reliable apabila nilai alpha > 0,60.
Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Koefisien Alpha Keterangan
Pengetahuan
Kewirausahaan (X1)
0.782 Reliabel
Lingkungan Keluarga (X2) 0.785 Reliabel
Motivasi (X3) 0.779 Reliabel
Kreativitas (X4) 0.829 Reliabel
Minat Berwirausaha (Y) 0.812 Reliabel Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian reliabilitas instrument penelitian, karena diperoleh nilai koefisien reliabilitas > 0,60 maka alat ukur masing-masing variabel dari kuesioner pada penelitian ini reliabel, yang dikatakan
reliabel yaitu konsistensi dari serangkaian pengukuran dari alat ukur yang sama atau dilakukan secara berulang kali akan menghasilkan hasil yang sama. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian tersebut konsisten, dapat memberikan informasi data yang kurang lebih sama jika dilakukan oleh peneliti lain.
4.3 Uji Asumsi Klasik
Setelah melakukan Uji Regresi Linier Berganda, maka dilakukan Uji Asumsi Klasik dengan tujuan agar model regresi bebas dari masalah penyimpangan terhadap asumsi klasik. Berikut ini adalah pengujian terhadap asumsi klasik dalam model regresi.
4.3.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas pada linier regresi digunakan charts. Dasar pengambilan keputusannya yaitu apabila data tersebar disekitar garis diagonal serta mengikuti arah garis histograf menuju pola distribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas
Hasil pengujian menunjukkan titik menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal dapat di simpulkan maka model penelitian dalam penelitian ini sudah memenuhi asumsi normalitas.
4.3.2 Uji Multikolinearitas
Setelah melakukan Uji Normalitas, selanjutnya dilakukan Uji Multikolinearitas. Pada penelitian ini uji multikolinearitas dengan nilai inflation factor (VIF) pada model regresi. Jika VIF < 10 berarti tidak terjadi multikolinearitas begitupun jika tolerance > 10 berarti tidak terjadi multikolinearti, dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.5
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF Keterangan
Pengetahuan Kewirausahaan
0.274 3.644 Bebas
Multikolinier
Lingkungan Keluarga 0.230 4.344 Bebas
Multikolinier
Motivasi 0.164 6.079 Bebas
Multikolinier
Kreativitas 0.212 4.710 Bebas
Multikolinier Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan menunjukkan nilai VIF yang cukup kecil, dimana semuanya berada dibawah 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1 . hal ini berarti bahwa variabel – variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan adanya gejala
multikolinearitas, yang berarti bahwa semua variabel tersebut dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.
4.3.3 Uji Heteroskedastisitas
Setelah melakukan Uji Multikolinearitas, dilajutkan dengan melakukan Uji Heteroskedastisitas. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser adalah sebagai berikut:
a) Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka kesimpulannya adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.
b) Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka kesimpulannya adalah terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.
Tabel 4.6
Hasil Uji glejser Heteroskedastisitas
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.969 1.072 3.703 .000 Pengetahuan Kewirausahaan -.079 .088 -.180 -.899 .372 Lingkungan Keluarga .043 .098 .095 .434 .665 Motivasi -.172 .099 -.448 -1.733 .087 Kreativitas .092 .089 .235 1.033 .305
a. Dependent Variable: Abs_RES
Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Dari tabel diatas terlihat hasil pengujian Heteroskedastisitas menunjukan hasil signifikansi untuk variabel Pengetahuan Kewirausahaan adalah 0.372, Lingkungan Keluarga adalah 0.665, Motivasi adalah 0.087 dan Kreativitas 0.305. Keseluruhan variabel X memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka kesimpulannya adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas di dalam model regresi.
4.4 Analisis Regresi Berganda
Setelah melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas, maka data akan diuji dengan menggunakan Uji Regresi linear berganda, namun karena syarat uji regresi linier berganda datanya harus berupa interval atau rasio, sedangkan data penulis masih ordinal, maka dalam uji ini penulis mengkonversi data ordinal menjadi data interval menggunakan add-on MSI STAT97, dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.7
Hasil Uji Regeresi Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta (Constant) 3.251 1.418 2.292 .024 Pengetahuan Kewirausahaan .009 .204 .009 .046 .963 1 Lingkungan Keluarga .263 .117 .230 2.252 .027 Motivasi .090 .174 .087 .518 .606 Kreativitas .530 .132 .534 4.022 .000
a. Dependent Variable: Minat Berwirausaha
Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Berdasarkan Tabel 4.7 maka model persamaan regresi yang terbentuk pada analisis regresi berganda dapat dituliskan dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut: Y = 3.251+ 0.009X1 + 0.263X2 + 0.090X3 + 0.530X4 + e Dimana: Y = Minat Berwirausaha X1 = Pengetahuan Kewirausahaan X2 = Lingkungan Keluarga X3 = Motivasi
X4 = Kreativitas e = Error
Berdasarkan persamaan regresi berganda dari Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa:
a. Konstanta sebesar 3.251 artinya apabila Pengetahuan Kewirausahaan (X1), Lingkungan Keluarga (X2), Motivasi (X3) dan Kreativitas (X4) bernilai 0 maka Minat Berwirausaha (Y) akan bernilai sebesar 3.251 b. Koefisien regresi Pengetahuan Kewirausahaan (X1) sebesar 0.009 artinya
jika nilai independen lainnya tetap dan nilai Pengetahuan Kewirausahaan mengalami kenaikan 1 maka Minat Berwirausaha akan mengalami kenaikan sebesar 0.009. Koefisien bernilai positif antara Pengetahuan Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha, semakin naik Pengetahuan Kewiarausahaan maka semakin meningkat Minat Berwirausaha.
c. Koefisien regresi Lingkungan Keluarga (X2) sebesar 0.263 artinya jika nilai independen lainnya tetap dan nilai Lingkungan Keluarga mengalami kenaikan 1 maka Minat Berwirausaha akan mengalami kenaikan sebesar 0.263. Koefisien bernilai positif antara Lingkungan Keluarga dengan Minat Berwirausaha, semakin naik Lingkungan Keluarga maka semakin meningkat Minat Berwirausaha.
d. Koefisien regresi Motivasi (X3) sebesar 0.090 artinya jika nilai independen lainnya tetap dan nilai Motivasi mengalami kenaikan 1 maka Minat Berwirausaha akan mengalami kenaikan sebesar 0.090. Koefisien bernilai positif antara Motivasi dengan Minat Berwirausaha, semakin naik Motivasi maka semakin meningkat Minat Berwirausaha.
e. Koefisien regresi Kreativitas (X4) sebesar 0.530 artinya jika nilai independen lainnya tetap dan nilai Kreativitas mengalami kenaikan 1 maka Minat Berwirausaha akan mengalami kenaikan sebesar 0.530. Koefisien bernilai positif antara Kreativitas dengan Minat Berwirausaha, semakin naik Kreativitas maka semakin meningkat Minat Berwirausaha.
4.6 Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh antara Pengetahuan Kewirausahaan (X1), Lingkungan Keluarga (X2), Motivasi (X3) dan Kreativitas (X4) sebagai variabel bebas (X) terhadap Minat Berwirausaha sebagai variabel terikat (Y). Berikut ini adalah hasil pengujian hipotesis:
4.6.1 Pengujian Secara Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah secara individu variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen.
Tabel 4.8
Hasil Uji Regresi Secara Parsial (Uji t)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.324 1.510 .877 .383 Pengetahuan Kewirausahaan -.112 .065 -.121 -1.728 .087 Lingkungan Keluarga .217 .086 .196 2.507 .014 Motivasi .260 .114 .239 2.285 .025 Kreativitas .559 .092 .584 6.048 .000
a. Dependent Variable: Minat Berwirausaha
Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dengan regresi linier berganda (uji t) adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung
Pengetahuan Kewirausahaan (-1.728 ) < nilai t tabel (1.987) atau nilai signifikasinya (0.087) > (0,05) sehingga secara parsial (berhubungan) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yaitu Pengaruh
Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh negatif terhadap Minat Berwirausaha.
2. Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t Lingkungan Keluarga (2.507) > nilai t tabel (1.987) atau nilai signifikasinya (0.014) < (0,05) sehingga secara parsial (berhubungan) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yaitu Lingkungan Keluarga berpengaruh postif terhadap Minat Berwirausaha.
3. Pengaruh Motivasi terhadap Minat Berwirausaha
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung Motivasi (2.285) > nilai t tabel (1.987) atau nilai signifikasinya (0.025) < (0,05) sehingga secara parsial (berhubungan) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yaitu Motivasi berpengaruh postif terhadap Berwirausaha.
4. Pengaruh Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung Kreativitas (6.048) > nilai t tabel (1.987) atau nilai signifikasinya (0.000) < (0,05) sehingga secara parsial (berhubungan) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yaitu Kreativitas berpengaruh postif terhadap Minat Berwirausaha.
4.6.2 Pengujian Secara Simultan (Uji F)
Setelah melakukan uji t maka selannjutnya melakukan Uji ANOVA (Analysis of Variance) atau Uji F digunakan untuk mengetahui secara bersama- sama variabel independen berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen.
Tabel 4.9
Hasil Uji Regrasi Secara Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 1498.224 4 374.556 71.953 .000b
Residual 494.526 95 5.206
Total 1992.750 99
a. Dependent Variable: Minat Berwirausaha
b. Predictors: (Constant), Kreativitas, Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, Motivasi
Sumber: data primer yang diolah Software SPSS 22.0
Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan dengan regresi linier berganda (uji F) adalah sebagai berikut:
1. Jika F Hitung > F Tabel, maka Ha diterima Ho ditolak, atau jika nilai sig < 0,05, maka Ha diterima Ho ditolak
2. Jika F Hitung < F Tabel, maka Ha ditolak Ho diterima, atau jika nilai sig > 0,05, maka Ha ditolak Ho diterima
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai hitung (71.953) > nilai F tabel (3,11) dan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 , sehingga secara simultan (bersama – sama) dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari Pengetahuan Kewirausahaan (X1), Lingkungan Keluarga (X2), Motivasi (X3) dan Kreativitas (X4) terhadap Minat Berwirausaha (Y).
5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkugan Keluarga, Motivasi dan Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengetahuan Kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha, artinya bahwa dengan ada atau tidaknya pengetahuan kewirausahaan minat berwirausaha pada mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas ekonomi jurusan manajemen angkatan 2016 akan tetap ada.
2. Lingkungan Keluarga berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha, artinya bahwa dengan adanya pengaruh lingkungan keluarga dapat menambah minat berwirausaha pada mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas ekonomi jurusan manajemen angkatan 2016.
3. Motivasi berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha artinya bahwa dengan adanya pengaruh Motivasi dapat menambah Minat Berwirausaha pada mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas ekonomi jurusan manajemen angkatan 2016.
4. Kreativitas berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha, artinya bahwa dengan adanya pengaruh Kreativitas dapat menambah minat berwirausaha pada mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas ekonomi jurusan manajemen angkatan 2016.
5. Pengetahuan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga , Motivasi dan Kreativitas bersama sama berpengaruh secara simultan terhadap Minat Berwirausaha sehingga keempat variabel dapat diterima sebagai variabel yang membangun Minat Kewirausahaan karena memiliki kontribusi bersama-sama.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Sutoyo. 2000. Kia Sukses Prof. Hembing, Jakarta: Prestasi Insan Indonesia, hal. 65 Alma, Buchari. 2011. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
Badan Pusat Statistik. “Tingkat Pengangguran Terbuka Di Indonesia Tahun 2015 - 2019. Badan Pusat Statistik Indonesia
Buchari Alma. 2008. Kewirausahaan. Bandung: CV. Alfabeta Djaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Doriza, S. 2015. Ekonomi Keluarga. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Eko Budi Cahyono dan Muh. Khotibul Umam. 2017. “Kreatif Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Teknik Pemesinan”, Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Volume 5, Nomer 4
Hendro. 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hisrich R.D., Peters M.P. & Shepherd D.A. 2008. Entrepreneurship. Jakarta: Salemba Empat.
Larisa Yohana dan Harsoyo Dwijo Wijono, Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kreativitas Dan Kecerdasan Emosional, Jurnal SOSIO-E-KONS, Volume 8, Nomer 1, April 2016.
Rita Kusuma Ananta. 2014. Minat Wirausaha, Konsep Diri Dan Kreativitas, Jurnal Psikologi Tabularasa, Volume 9, Nomer 1.
Saiman, L. 2009. Kewirausahaan, Teori, Praktik, dan Kasus-kasus. Jakarta: Salemba Empat.
Setiawan, D. 2016. Pengaruh Ekspektasi Pendapatan, Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha. Skripsi. Yogyakarta: UNY.
Suharti, Lieli, dan Hani, Sirine. 2011.”Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Niat Kewirausahaan,”Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 13. No. 2.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sifa, Nurkhin. 2016. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, dan
Self Efficacy Terhadap Minat Berwirausaha Siswa siswa kelas XI Program Keahlian Akutansi SMK Negeri 9 Semarang.Universitas Negeri Semarang, Indonesia.Economic Education Analysis Journal.. Diakses 19 Oktober 2016. Wahyono, B. 2014. “Pengertian Minat Berwirausaha”. Di ambil dari
a.html pada tanggal 21 april 2015.
Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.
Yuliana, Erlin. Skripsi. 2017. Analisis Pengetahuan Siswa Tentang Makanan Yang Sehat Dan Bergizi Terhadap Pemilihan Jajanan Di Sekolah.
Yusuf, S. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Zimmener, Thomas W. 2008 . Essentials of Entrepeneurs and small business Management. New Jersey:Pearson Education,Inc