• Tidak ada hasil yang ditemukan

Presentasi Tugas Akhir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Presentasi Tugas Akhir"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Presentasi Tugas Akhir

“Rancang Bangun Aplikasi Sistem Validasi Data Berkas Beasiswa”

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember

2014 Oleh : Artha Pradyta NRP. 5110100109

(2)
(3)

Latar Belakang

Pengunggahan Berkas Persyaratan

Beasiswa

Validasi Berkas Oleh Manusia Proses Seleksi Pemberian Beasiswa next back • Harus menunggu validasi oleh manusia • Jenis berkas yang

divalidasi cukup banyak

Lamanya proses seleksi

pemberian beasiswa

menyebabkan

• Salah mengenali jenis berkas • Salah mengenali pemilik berkas Terjadinya “Human Error” sering memicu

(4)

Tujuan

– Membuat sistem yang dapat melakukan validasi jenis berkas dan pemilik berkas yang diunggah oleh mahasiswa.

– Mengimplementasikan penerapan algoritma Levenshtein Distance, Longest Common Subsequence, dan Soundex untuk membandingkan data nama pemilik berkas.

– Mengimplementasikan penerapan teknologi Optical Character Recognition untuk ekstraksi data dari berkas persyaratan yang diunggah ke dalam sistem.

(5)

Rumusan Permasalahan(1)

▪ Cara memvalidasi data berkas persyaratan beasiswa yang diunggah oleh mahasiswa melalui layanan Web Service.

next back

SI Beasiswa Sistem Validasi Berkas

(6)

Rumusan Permasalahan(2)

▪ Menerapkan metode Optical Character Recognition pada sistem validasi data berkas persyaratan beasiswa untuk mendapatkan kumpulan kata nama beserta kata kunci setiap berkas.

rincian iagihan dapat diakses di unn.b1n.co}id

informasi hubungi call center : 123 atau hub. pln terdekat : 'ii _ ()();;(3451;j7?;;1 ttd-hart pryment 9820456authorized pt.pos indonesia (persero) ktanggal : 2012-12-15 09:25:05 v t no.resi : 9820456-01/2012/003724 petugas : 68204560& I pembayaran pln pznpsr zona-z' ridpel : 1830901149690 t nama : maryono

tarif/daya : r1/2200 vabl/th : des 2012

stand meter : 03868200 * 03896600non subsidi . i rp. t 0rp tag pln : rp. 241.585nurahr ref : l850101850189817720l2l2150925050pln

menyatakan struk ini sebagai bukti pembayaran yang san, admin pos : rp. 1.900total bayar : rp. 243.4851

(7)

Rumusan Permasalahan(3)

▪ Menerapkan algoritma Levenshtein Distance, Longest Common Subsequence, dan Soundex pada sistem validasi data berkas persyaratan beasiswa untuk melakukan pencocokan kumpulan kata nama.

▪ Menentukan hasil validasi jenis dan nama yang tertera di dalam berkas.

Artha Pradyta

Bachruddin

next back

(8)

Batasan Permasalahan

▪ Studi kasus yang dibahas adalah SI Beasiswa di Perguruan Tinggi X. ▪ Data uji yang digunakan adalah data sekunder (dummy).

▪ Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman ASP.NET. ▪ Tingkat keberhasilan validasi tergantung dari kejelasan gambar yang diunggah.

▪ Banyaknya gangguan (noise) pada gambar akan mempengaruhi lamanya proses validasi. ▪ Algoritma pencocokan kumpulan kata yang digunakan adalah algoritma Levenshtein

Distance, Longest Common Subsequence, dan Soundex.

▪ Metode untuk pengurangan gangguan pada gambar berupa penambahan skala (rezise), pengubahan ke dalam bentuk skala abu (gray-scale), dan penambahan kontras (contrast). ▪ Aplikasi validasi berkas ini tidak bisa mendeteksi adanya berkas palsu yang dimanipulasi

(9)
(10)

Optical Character Recognition

▪ Merupakan sebuah teknologi konversi dari gambar ke bentuk teks.

Teknologi ini biasanya digunakan untuk mengambil data dari berkas-berkas

berbentuk gambar seperti dokumen paspor, faktur, laporan bank, kartu

nama, dan sebagainya.

▪ Dalam pemrosesan OCR, gambar dianalisis pada daerah terang dan gelap

dalam rangka mengidentifikasi setiap huruf abjad maupun angka numeric.

Ketika karakter sudah diketahui, maka setiap kata tersebut dirubah ke

dalam bentuk ASCII. Dalam hal ini mesin komputer merubah kode ASCII

tersebut menjadi berupa karakter maupun angka.

▪ Karena kemampuannya dalam hal ekstraksi data dari gambar inilah, maka

teknologi ini digunakan untuk mengambil data-data dari berkas

persyaratan beasiswa yang telah diunggah ke sistem seperti surat

keterangan miskin, rekening listrik, rekening air dan sebagainya

(11)

Algoritma Soundex & Normalisasi

String(1)

▪ Algoritma Soundex mengambil masukan berupa sebuah kumpulan kata yang mengidentifikasi apakah sepasang kata tersebut mirip secara fonetik. Fonetik sendiri merupakan ilmu yang menyelidiki bunyi

bahasa tanpa melihat fungsi bunyi itu sebagai pembeda makna dalam suatu bahasa.

▪ Sebuah kumpulan kata yang berbeda namun mempunyai cara pengucapan yang sama, akan memiliki kode fonetis yang sama. Contohnya adalah “Djono” dan “Jono”. ▪ Algoritma Soundex dibuat berdasarkan

pengucapan dalam bahasa Inggris. Untuk mendukung pencocokan kumpulan kata berdasarkan bahasa Indonesia, sekaligus melakukan optimasi terhadap algoritma

tersebut, diperlukan suatu proses normalisasi. Salah satu cara untuk proses normalisasi

adalah dengan menggunakan aturan translasi

q-gram. next

back

Q-Gram Contoh

Awal Translasi Awal Translasi

KH HH Rakhmat Rahhmat DJ JJ Endjang Enjjang TJ CC Itjang Iccang CQ, CK KK Erick Erikk PH FF Philip Ffilip DZ ZZ Dzikri Zzikri SJ SY Sjahrir Syahrir SY SS Syifa Ssifa BH, DH, GH, JH, SH, TH, ZH BB, DD, GG, JJ, SS, TT, ZZ Ardhi Arddi V F Saviena Safiena KS XX Wicaksono Wicaxxono OE UU Wahyoedi Wahyuudi IE II Arie Arii Y I Donny Donni

(12)

Algoritma Soundex & Normalisasi

String(2)

▪ Berikut ini merupakan langkah-langkah algoritma Soundex dalam menghasilkan kode fonetis dari sebuah kumpulan kata masukan.

– Mengubah semua huruf menjadi huruf kapital, dan hilangkan tanda baca. – Mempertahankan huruf pertama pada

kata tersebut.

– Mengubah huruf lainnya menjadi kode fonetis berdasarkan aturan yang berlaku. – Menghapus semua pasangan dari kode

fonetis yang berurutan.

– Menghapus semua kode fonetis yang bernilai 0.

– Menulis empat posisi pertama yang mengikuti pola: <uppercase

letter><digit><digit><digit>. Ini

merupakan keluaran dari kode fonetis. Jika kode fonetis tidak sampai empat karakter, maka ditambahkan angka 0 sampai menjadi empat karakter.

Huruf Kode Klasifikasi Fonetis

A,E,H,I,O,U,W,Y 0 Diperlukan sebagai bunyi vokal

B,F,P,V 1 Labial dan labio-dental

C,G,J,K,Q,S,X,Z 2 Glottal

D,T 3 Dental-mute

L 4 Palatal fricative

M,N 5 Labio-nasal dan dental

R 6 Dental fricative Jono Djono jono jono J050 J050 String awal Translasi q-gram Kode fonetis

(13)

Algoritma Levenshtein Distance

▪ Levenshtein Distance adalah jumlah minimal operasi yang dibutuhkan untuk mengubah suatu kumpulan kata ke kumpulan kata yang lain. Dengan algoritma ini, dapat diketahui tingkat perbedaan dua buah kumpulan kata dalam representasi angka.

▪ Berikut ini operasi yang dilakukan dalam algoritma Levenshtein Distance.

– Penyisipan (Insertion)

▪ Merupakan proses penyisipan sebuah karakter ke dalam sebuah kumpulan kata tertentu.

– Penghapusan (Deletion)

▪ Merupakan proses penghapusan sebuah karakter dari sebuah kumpulan kata tertentu.

– Penggantian (Substitution)

▪ Merupakan proses penggantian sebuah karakter dari sebuah kumpulan kata dengan karakter lain.

next back

Djono Jono

Jono Jono Penghapusan

Nilai Levenshtein Distance = 1

(14)

Algoritma Longest Common Subsequence

▪ Subsequence adalah sebuah rangkaian yang dapat diperoleh dari rangkaian

lain dengan cara menghapus beberapa elemen tertentu tanpa mengubah

urutan dari elemen lain yang tersisa. Misalkan ada rangkaian X danY,

rangkaian S dikatakan sebuah common subsequence dari X danY apabila S

adalah subsequence dari keduanya. Longest Common Subsequence (LCS)

merupakan common subsequence terpanjang dari seluruh common

subsequence. Contohnya adalah sebagai berikut.

▪ X = {M,A,K,A,N}.

▪ Y = {M,A,L,A,M}.

▪ Contoh common subsequence dari X danY adalah S = {M,A,A} dan T = {M,A}.

Karena S merupakan subsequence yang lebih panjang, maka longest

(15)

Web Service

▪ Web Service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interaksi mesin ke mesin pada suatu jaringan. Sistem lain yang berinteraksi dengan Web Service dilakukan melalui antar muka menggunakan pesan seperti pada SOAP. Pada umumnya pesan ini melalui HTTP dan XML yang merupakan salah satu standar situs web. Perangkat lunak aplikasi yang ditulis

dalam berbagai bahasa pemrograman dan berjalan pada berbagai platform dapat menggunakan Web Service untuk pertukaran data pada jaringan komputer seperti Internet dalam cara yang serupa dengan komunikasi antar proses pada komputer tunggal.

▪ Dalam hal ini Web Service digunakan sebagai perantara pertukaran data berkas antara SI Beasiswa dengan aplikasi validasi berkas beasiswa.

next back

(16)

Precision & Recall

▪ Untuk menghitung tingkat performansi suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk

mendapatkan kembali informasi-informasi tertentu dapat menggunakan perhitungan precision dan recall.

▪ Precision adalah tingkat ketepatan antara informasi yang diminta oleh pengguna dengan jawaban yang diberikan oleh sistem.

▪ Recall adalah tingkat keberhasilan sistem dalam menemukan kembali sebuah informasi.

▪ Secara matematis, rumus untuk menghitung presisi dan recall dapat dilihat pada Persamaan 1 dan Persamaan 2.

𝑝𝑟𝑒𝑐𝑖𝑠𝑖𝑜𝑛 = 𝑟𝑒𝑙𝑒𝑣𝑎𝑛𝑡 𝑖𝑡𝑒𝑚𝑠 𝑟𝑒𝑡𝑟𝑖𝑒𝑣𝑒𝑑 𝑟𝑒𝑡𝑟𝑖𝑒𝑣𝑒𝑑 𝑖𝑡𝑒𝑚𝑠

𝑟𝑒𝑐𝑎𝑙𝑙 = 𝑟𝑒𝑙𝑒𝑣𝑎𝑛𝑡 𝑖𝑡𝑒𝑚𝑠 𝑟𝑒𝑡𝑟𝑖𝑒𝑣𝑒𝑑 𝑟𝑒𝑙𝑒𝑣𝑎𝑛𝑡 𝑖𝑡𝑒𝑚𝑠

(17)
(18)

Deskripsi Umum Sistem(1)

Ekstraksi kumpulan kata Optical Character Recognition (OCR) Aplikasi Validator Pencocokan kumpulan kata nama mahasiswa

SI Beasiswa Aplikasi Validasi Berkas

Mahasiswa Administrator SI Beasiswa Web Service Berkas Persyaratan Beasiswa Pendeteksian kata kunci berkas

(19)

Alur Proses Validasi Berkas

Sistem Validasi Berkas Sistem Beasiswa P h as e Mulai

Mengirim Data Berkas Yang Akan Divalidasi Melalui Web Service Berupa Data

Jenis Berkas, Alamat Url Berkas, Nama Yang

Divalidasi

Menerima Permintaan Validasi Berkas Gambar Dengan Ekstensi JPG, JPEG,

TIF, GIF, PNG

Melakukan Ekstraksi Informasi Dari Gambar

Menggunakan Optical Character Recognition

Melakukan Pencarian Kata Kunci Berkas Terdapat Kata Kunci

Berkas

Melakukan Pencarian Karakter Nama Pemilik

Berkas

Melakukan Pencocokan Karakter Nama Pemilik

Berkas Menggunakan Algoritma Soundex Ya Selesai Tidak Terdapat Karakter Nama Pemilik Berkas

Ya

Melakukan Pencocokan Karakter Nama Pemilik Berkas Menggunakan Algoritma Longest Common

Subsequences

Melakukan Pencocokan Karakter Nama Pemilik

Berkas Menggunakan Algoritma Levenshtein Distance Hasil Validitas Berkas Dalam Bentuk XML Informasi Kegagalan Proses Validasi Berkas next back

(20)

Langkah Proses Validasi Berkas

Proses Ekstraksi Berkas Gambar Menggunakan

Optical Character Recognition

Proses Pengenalan Jenis Berkas

Proses Pencarian Nama Pemilik Berkas Proses Pencocokan Proses Pencocokan Kumpulan Kata Menggunakan Algoritma Levenshtein Distance Proses Pencocokan Kumpulan Kata Menggunakan Algoritma Longest Common Subsequence

(21)

Proses Ekstraksi Berkas Gambar Menggunakan

Optical Character Recognition

▪ Proses ekstraksi berkas berupa berkas gambar merupakan

tahap awal yang harus dilakukan untuk mendapatkan semua

informasi data yang terdapat pada berkas gambar.

▪ Diperlukan teknologi Optical Character Recognition untuk melakukan ekstraksi informasi pada sebuah gambar.

▪ Proses ekstraksi dengan

menggunakan Optical Character Recognition ini menghasilkan sekumpulan kumpulan kata.

next back Mulai Berkas gambar Pengurangan noise dengan teknik resize, gray-scale dan contrast Berkas gambar dengan noise yang diminim alisir Proses ekstraksi berkas gambar Kumpul an kata

Pencarian baris kumpulan kata yang mengandung

nama mahasiswa Baris string ada yang mengandung nama mahasiswa? Simpan dalam variabel nama mahasiswa Selesai Ya Tidak

(22)

Proses Pengenalan Jenis Berkas

▪ Proses ini berfungsi untuk mengenali jenis berkas yang diunggah oleh pengguna. ▪ Proses utama yang dilakukan

yaitu mencari kumpulan kata kunci berkas dari basis data, lalu membandingkannya dengan kumpulan kata yang didapat dari hasil ekstraksi.

▪ Proses pencarian kata kunci berkas ini dilakukan pada setiap baris kumpulan kata yang

didapatkan dari ekstraksi

Optical Character Recognition.

Mulai

Data kumpulan kata

hasil ekstraksi

Proses pencarian kata kunci pada kumpulan

kata Terdapat kata kunci pada kumpulan data Simpan dalam variabel Selesai Ya Tidak Proses pengambilan kata kunci dari basis

data

Terdapat data ekstraksi dan

kata kunci Ya

(23)

Proses Pencarian Nama Pemilik Berkas

next back

▪ Proses ini berfungsi untuk

mengenali nama pemilik berkas yang diunggah oleh pengguna. ▪ Proses utama yang dilakukan

yaitu mencari kumpulan kata yang mengandung kata

“Nama”, “Nama Lengkap”, dan lain sebagainya dari kumpulan kata yang didapat dari hasil ekstraksi.

▪ Proses pencarian nama pemilik berkas ini dilakukan pada setiap baris kumpulan kata yang

didapatkan dari ekstraksi

Optical Character Recognition.

Mulai

Data kumpulan kata

hasil ekstraksi

Proses pemisahan data nama dengan

data lain Proses pemisahan berhasil Simpan dalam variabel Selesai Ya Tidak

Proses pencarian baris kumpulan kata yang

mengandung Nama Terdapat nama dalam sebuah baris kumpulan kata Ya Tidak

(24)

Proses Pencocokan Kumpulan Kata

Menggunakan Algoritma Soundex

▪ Proses ini mempunyai tugas untuk membandingkan kumpulan kata nama yang didapat dari proses ekstraksi dengan kumpulan kata nama yang ingin dibandingkan berdasarkan nada pengucapan

(fonetis) yang dimiliki oleh manusia. ▪ Misalkan terdapat dua buah

kumpulan kata nama yang

dibandingkan yaitu “Bachruddin” dengan “Bahrudin”. Kedua

kumpulan kata nama tersebut dianggap mempunyai kode pengucapan yang sama oleh algoritma Soundex.Algoritma ini bisa menjadi solusi dari

kemungkinan kesalahan pengejaan

Mulai Variabel nama mahasiswa yang dibandingkan Proses pengkodean string nama mahasiswa menggunakan algoritma Soundex Kode fonetis nama yang dibandingkan Proses perbandingan kode fonetis nama yang dibandingkan Kode fonetis mempunyai kemiripan?

Simpan dalam variabel

nama mahasiswa Selesai

Ya

(25)

Proses Pencocokan Kumpulan Kata Menggunakan

Algoritma Levenshtein Distance

next back

▪ Proses pencocokan kumpulan kata dengan menggunakan algoritma Levenshtein Distance ini mempunyai tugas untuk membandingkan kumpulan kata nama yang didapat dari proses ekstraksi dengan kumpulan kata nama yang ingin dibandingkan berdasarkan perbedaan karakter di antara keduanya. ▪ Algoritma Levenshtein Distance sendiri

bisa menjadi solusi dari kekurangan algoritma Soundex dimana algoritma ini mempunyai kemampuan untuk mencari jumlah perbedaan karakter antara dua buah kumpulan kata yang dibandingkan. ▪ Semakin banyak jumlah karakter yang

berbeda, maka bisa diasumsikan jika kedua nama yang dibandingkan

memang benar-benar orang berbeda.

Mulai

Variabel nama mahasiswa

yang dibandingkan Proses pencarian perbedaan

karakter string nama mahasiswa menggunakan algoritma Levenshtein Distance Jumlah perbedaan karakter yang dibandingkan sangat rendah? Simpan dalam variabel nama mahasiswa Selesai Ya Tidak

(26)

Proses Pencocokan Kumpulan Kata Menggunakan

Algoritma Longest Common Subsequence

▪ Proses pencocokan kumpulan kata dengan menggunakan algoritma Longest Common Subsequence ini mempunyai tugas untuk membandingkan kumpulan kata nama yang didapat dari proses ekstraksi dengan kumpulan kata nama yang ingin dibandingkan

berdasarkan jumlah rangkaian karakter terpanjang.

▪ Semakin panjang rangkaian karakter yang didapat dari

kedua perbandingan, maka bisa diasumsikan jika kedua nama yang dibandingkan memang benar-benar orang yang sama.

Mulai

Variabel nama mahasiswa

yang dibandingkan Proses pencarian rangkaian karakter

terpanjang dari string nama mahasiswa menggunakan algoritma

Longest Common Subsequences

Rangkaian karakter yang didapat sangat

sedikit

Simpan dalam

variabel nama Selesai Tidak

(27)

Contoh Proses Validasi

next back

(28)

Contoh Pemakaian Layanan Web Service

Validasi Berkas

http://localhost/TA_FileValidation/WebServiceFileValidation.asmx/FileValidation?filetype=Rekening%20List rik&urlimagefile=http://www.alhiraindonesia.com/userfiles/ImageBulan1(1).jpg&nametovalidate=maryono

(29)
(30)

Lingkungan Pengujian

▪ Prosesor

: Intel Core i5-M430 @ 2,27 GHz (4CPU)

▪ Memori

: 4.00 GB

▪ Jenis Device

: Laptop

▪ Sistem Operasi

: Microsoft Windows 8.1 Enterprise 64 bit

▪ Visual Studio

: Visual Studio 2012

(31)

Data Uji Coba Pengujian

▪ Persentase kualitas berkas yang terdapat pada tabel merupakan tingkat kejelasan data pada berkas gambar saat dilakukan pembesaran gambar pada komputer

dilihat dari sudut pandang mata manusia. Sedangkan kata kunci berkas dan nama dari berkas yang terdapat pada tabel merupakan data kata kunci dan nama pemilik berkas yang didapatkan dari berkas gambar yang divalidasi dengan menggunakan mata manusia. Nama Berkas Gambar Persentase Kualitas Berkas Kata Kunci Berkas Nama Dari Berkas Nama Yang Dibandingkan Validitas Berkas

Berkas1 > 80% Ditemukan Slamet

Syamsudiman

Slamet

Syamsudiman

Valid

Berkas2 < 60% Ditemukan Nengah Widiada Nengah

Widiada

Valid

Berkas3 > 80% Ditemukan Maryono Maryono Valid

Berkas4 < 40% Ditemukan Nengah Widiada Nengah

Widiada

Valid

Berkas5 > 70% Ditemukan Machmud Machmud Valid next

(32)

Validitas Berkas(1)

▪ Terdapat 3 level keketatan (strictness) dalam proses validasi yaitu:

– Rendah (Low)

▪ Terdeteksi kata kunci berkas >= 1

▪ Tingkat kemiripan kode Soundex >= 75%.

▪ Nilai Levenshtein Distance < 40% dari jumlah kata yang dibandingkan

(33)

Validitas Berkas(2)

– Sedang (Intermediate)

▪ Terdeteksi kata kunci berkas >= 1

▪ Tingkat kemiripan kode Soundex = 100%.

▪ Nilai Levenshtein Distance < 30% dari jumlah kata yang dibandingkan

▪ Nilai Longest Common Subsequence > 30% dari jumlah kata yang dibandingkan

– Tinggi (High)

▪ Terdeteksi kata kunci berkas >= 1

▪ Tingkat kemiripan kode Soundex = 100%.

▪ Nilai Levenshtein Distance < 20% dari jumlah kata yang dibandingkan

▪ Nilai Longest Common Subsequence > 40% dari jumlah kata yang dibandingkan

next back

(34)
(35)

Uji Coba Skenario 2

next back

Sistem tidak bisa menemukan kata kunci berkas maupun nama pemilik berkas

(36)
(37)

Uji Coba Skenario 4

next back

Sistem tidak bisa menemukan kata kunci

berkas maupun nama pemilik berkas

(38)
(39)

Daftar Precision dan Recall dari Hasil Pengujian

Pencarian Kata Kunci Berkas

Data Uji Retrieve Relevant Relevant

Retrieve Precision Recall Berkas1 1 1 1 1 1 Berkas2 0 2 0 1 0 Berkas3 4 5 4 1 0.8 Berkas4 0 6 0 1 0 Berkas5 2 3 2 1 0.67 Average 1 0.494 next back

(40)

Daftar Precision dan Recall dari Hasil Pengujian

Pencarian Karakter Nama Pemilik Berkas

Data Uji Retrieve Relevant Relevant

Retrieve Precision Recall Berkas1 18 18 18 1 1 Berkas2 17 20 17 1 0.85 Berkas3 7 7 7 1 1 Berkas4 0 14 0 1 0 Berkas5 7 7 7 1 1 Average 1 0.77

(41)

Evaluasi Hasil Validasi

Berkas1

ditemukanKata kunci

Karakter nama ditemukan

Berkas2

Kata kuncitidak

ditemukan

Karakter nama ditemukan

Berkas3

ditemukanKata kunci

Karakter nama ditemukan

Berkas4

Kata kuncitidak

ditemukan

Karakter nama tidak

ditemukan

Berkas5

ditemukanKata kunci

Karakter nama ditemukan

Kualitas buruk gambar disebabkan noise

berlebihan

disebabkan

next back

(42)
(43)

Kesimpulan

▪ Sistem dapat melakukan validasi berkas persyaratan beasiswa dengan cara

mendeteksi kata kunci berkas dan nama pemilik berkas memanfaatkan

teknologi Optical Character Recognition.

▪ Hasil validasi berkas tergantung dengan kualitas gambar yang divalidasi.

Semakin rendah kualitas gambar, maka kumpulan kata yang didapat dari

hasil ekstraksi akan tidak utuh sehingga data kata kunci berkas dan nama

pemilik berkas tidak dapat ditemukan. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata

nilai recall dari sistem sebesar 0.494 pada pendeteksian kata kunci berkas

dan 0.77 pada pendeteksian karakter nama pemilik berkas.

▪ Sistem dapat mendeteksi dengan benar data kata kunci berkas maupun

karakter nama pemilik berkas dari berkas yang divalidasi. Hal ini

ditunjukkan dengan rata-rata nilai precision sebesar 1.

▪ Sistem dapat digunakan oleh sistem lain dengan menggunakan layanan

Web Service validasi berkas.

next back

(44)

Saran

▪ Mengembangkan proses pengurangan gangguan pada berkas

gambar yang divalidasi guna menambah tingkat keutuhan data yang

diperoleh dari hasil ekstraksi Optical Character Recognition.

▪ Menambahkan proses optimasi validasi berkas guna menambah

tingkat kecepatan dan ketepatan validasi.

▪ Menambahkan proses pendeteksian berkas gambar palsu yang

dimanipulasi datanya.

(45)

Sekian & Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasi algoritma Levenshtein distance pada aplikasi yang dapat menghitung kemiripan isi teks antar dokumen

lunak yang dapat menghasilkan obyek 3D yang berasal dari kumpulan gambar 2D dengan menggunakan algoritma.. Generalized

Hasil implementasi algoritma pencarian jalur sederhana terpendek yang dijelaskan pada tugas akhir ini dapat menghasilkan keluaran yang benar. Algoritma pada tugas akhir ini

Program Latte v1.2 yang menerapkan algoritma binary search dari metode barvinok rational function mempunyai waktu eksekusi program yang lebih cepat dibandingkan dengan waktu

Acceptance Officer. Pensiunan diharuskan untuk melengkapi berkas-berkas persyaratan yang diminta oleh Credit Acceptance Officerberdasarkan kode produk kredit yang ada di PT.

• Algoritma ini dapat mendeteksi titik potong pembuluh dengan baik pada citra fundus mata berwarna sehingga didapatkan hasil deteksi titik potong pembuluh darah pada citra

(2006) mengembangkan metoda algoritma genetika untuk penjadwalan job shop yang bersifat berbaur dan multi produk dalam industri pakaian.... Tujuan tugas akhir