• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

vi ABTRAK

IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI SEROTIPE 0157 DENGAN MEDIA SORBITOL MAC CONKEY AGAR (SMAC) PADA JAMU BERAS KENCUR DARI PEDAGANG JAMU GENDONG

DI KOTA DENPASAR

Indonesia merupakan negara berkembang dengan kasus diare yang tinggi. Bakteri E.coli merupakan penyebab diare utama di negara berkembang. Bakteri gram negatif ini mampu mengkontaminasi makanan, dan minuman. Jamu beras kencur saat ini masih sering dikonsumsi sebagai minuman kesehatan, minimnya pengawasan serta kurang higenisnya proses pembuatannya, tidak menutup kemungkinan terjadinya kontaminasi E.coli pada minuman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi dan serotipe E.coli pada jamu beras kencur yang dijual oleh pedagang jamu gendong di kota Denpasar.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan studi eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan metode non-probability sampling yaitu consecutive sampling, dimana sampel jamu beras kencur didapat dari pedagang jamu gendong yang berjualan di empat kecamatan di kota Denpasar dengan jumlah sepuluh buah. Jamu beras kencur yang diperoleh selanjutnya dicampur dengan media pengaya Tryptic Soy Broth (TSB) dan dibiakkan pada media MacConkey dan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil koloni yang didapat kemudian diperiksa dengan pengecatan gram dan identifikasi serotipe dengan menggunakan media Sorbitol-MacConkey agar (SMAC).

Kesepuluh sampel positif menunjukkan adanya bakteri yang tumbuh di TSB. Pada media MacConkey dan setelah disubkultur didapat enam sampel yang kemungkinan positif E.coli, pada pengecatan gram didapat kesepuluh sampel menunjukan bakteri batang gram negatif. Pada media EMBA didapat empat sampel positif E.coli. Sedangkan pada identifikasi serotipe tidak didapatkan sampel menunjukkan hasil positif.

Ditemukan empat dari sepuluh sampel jamu beras kencur (40%) positif terkontaminasi E.coli, sedangkan untuk E.coli serotipe O157 tidak ditemukan di kesepuluh sampel. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai jamu beras kencur dengan sampel yang lebih besar.

(2)

vii ABSTRACT

SEROTYPE IDENTIFICATION OF ESCHERICHIA COLI O157 BACTERIA BY SORBITOL MAC CONKEY AGAR (SMAC) MEDIA WHICH ISOLATED FROM JAMU BERAS KENCUR FROM JAMU

GENDONG SELLER AT DENPASAR

Indonesia is a developing country with high incidence of diarrhea. E.coli is major cause of diarrhea in developing country. This gram-negative bacteria is capable to contaminate food and drinks. Jamu beras kencur is often consumed as a health drink, lack of supervision and hygiene of the manufacturing process, make it possible for E.coli to contaminate that health drink. This study aims to determine the contamination and serotype of the E.coli bacteria in jamu beras kencur sold by jamu gendong seller in Denpasar.

Design of the study is descriptive observational with exploratory design. Sampling process was done by non-probability sampling method, that is consecutive sampling, in which ten of jamu beras kencur samples obtained from jamu gendong seller in four districts in Denpasar. Jamu specimens than mixed with Triptic Soy Broth (TSB) and inoculating on MacConkey media and Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Colonies that obtained then examined with gram staining and serotype identification using Sorbitol-MacConkey Agar (SMAC).

Ten positive samples showed the presence of bacteria growing in TSB. On MacConkey medium and after subculture, six samples suspected E.coli positive. In gram stain process, show that ten samples obtained showed gram-negative bacillus bacteria. In EMBA media show that four samples suspected E.coli positive. The serotype identification show negative result from four samples that obtained before.

The final result, four of ten (40%) samples suspected positive

contaminated with E.coli, whereas O157 serotype of E.coli not found in the ten samples. Further research in needed regarding jamu beras kencur with larger sample.

(3)

viii RINGKASAN

Jamu merupakan minuman tradisional yang masih diminati untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan kegunaannya untuk menjaga kesehatan serta harga dan cara mendapatkan yang praktis yang dijual oleh pedagang jamu gendong. Salah satu jenis jamu yang paling diminati adalah jamu beras kencur. Industri yang masih bersifat rumahan ini memiliki resiko tinggi untuk terkontaminasi E.coli, baik dari proses pembuatan, penyajian, hingga penjualan. E.coli dikatakan merupakan penyebab tingginya angka kejadian diare di negara berkembang seperti Indonesia. Dari data Profil Kesehatan Indonesia pada tahun 2011 diare akibat infeksi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien rawat inap sebanyak 92.278 kasus dengan angka kematian sebesar 1,92%. Selain itu data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 menyatakan bahwa diare merupakan penyebab kematian tertinggi pada balita. E.coli merupakan flora normal yang terdapat di usus manusia, namun akan menimbulkan penyakit jika memakan makanan ataupun minuman yang terkontaminasi bakteri E.coli. Serotipe O157 merupakan jenis bakteri E.coli yang paling sering menyebabkan penyakit. Masih tingginya minat masyarakat pada jamu dengan resiko kontaminasi yang tinggi serta angka penyakit diare infeksi yang masih tinggi yang menunjukkan tingginya tingkat kontaminasi bakteri E.coli, sehingga diperlukan suatu identifikasi untuk mengetahui kontaminasi E.coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri E.coli khusunya serotipe O157 pada jamu beras kencur pada penjual jamu gendong di kota Denpasar.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan studi eksploratif. Metode pengambilan sampel menggunakan salah satu non-probability sampling yaitu consecutive sampling, dimana pengambilan sampel akan dihentikan jika sudah terkumpul jumlah sampel yang diperlukan yakni sepuluh sampel jamu beras kencur. Sampel jamu beras kencur diambil dari pedagang jamu gendong yang berjualan di empat kecamatan di kota Denpasar dengan distribusi berbeda diurut berdasarkan jumlah penduduk. Kesepuluh sampel jamu yang didapat selanjutnya akan dicampur dengan Tryptic Soy Broth (TSB) untuk media pengaya. Setelah itu diinokulasi di media MacConkey serta disubkultur dan dilakukan pengecatan gram. Selanjutnya penanaman bakteri dengan menggunakan media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) bertujuan untuk mengetahui sampel mana saja yang terkontaminasi E.coli. Identifikasi E.coli serotipe O157 dilakukan dengan menggunakan media Sorbitol-MacConkey Agar (SMAC).

Dari sepuluh sampel jamu beras kencur, kesepuluh sampel tersebut menunjukkan warna keruh setelah dicampur dengan TSB dan diinkubasi selama 24 jam, yang mengindikasikan adanya bakteri yang tumbuh pada campuran sampel dan TSB. Selanjutnya dari media TSB diambil sampel untuk diinokulasi pada media MacConkey untuk menentukan sampel merupakan bakteri Escherichia yang memfermentasi laktosa atau tidak. Delapan dari sepuluh sampel menunjukkan adanya koloni merah yang menunjukkan adanya bakteri Escherichia yang mampu memfermentasi laktosa. Beberapa sampel selanjutnya disubkultur untuk mendapatkan bakteri yang murni, subkultur dilakukan pada media MacConkey. Didapatkan enam sampel yang dicurigai terkontaminasi E.coli. Pengecatan gram dilakukan untuk mengetahui bentuk dan warna dari

(4)

ix

koloni bakteri yang tumbuh. Bakteri E.coli merupakan bakteri batang gram negatif yang dilihat dimikroskop menunjukkan warna merah dan berbentuk bacill atau batang. Selanjutnya dilakukan penanaman pada media EMBA. Dicurigai kuat mengandung E.coli apabila didapatkan warna hijau kilap logam pada EMBA. Hasilnya empat sampel menunjukkan warna hijau kilap logam. Identifikasi E.coli serotipe O157 dilakukan dengan menggunakan media SMAC. Dicurigai terdapat E.coli serotipe O157 apabila ditemukan koloni tidak berwarna.

Kontaminasi pada jamu beras kencur dicurigai berasal dari proses pengolahan bahan baku, penyajian, dan penjualan. Bahan baku dengan keadaan yang tidak bersih serta penyimpanan yang tidak baik memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri yang kemungkinan berasal dari serangga yang merupakan vector dari E.coli. akan tetapi kemungkinan untuk terkontaminasi dari proses ini masih kecil dikarenakan dilakukan proses perebusan yang akan mematikan bakteri E.coli di atas suhu 46oC. Kemungkinan kuat sumber kontaminasi berasal dari botol-botol yang digunakan untuk mengemas jamu sebelum dijual. Penggunaan gelas berulang yang tidak dicuci dengan air bersih juga dapat menjadi sumber kontaminasi. Selain itu lingkungan tempat tinggal dan tempat berjualan yang dilakukan berkeliling juga dapat menimbulkan kontaminasi pada jamu beras kencur yang dijual.

Empat dari sepuluh (40%) jamu beras kencur yang dijual oleh pedagang jamu gendong di kota Denpasar dari sampel penelitian dicurigai terkontaminasi E.coli. sedangkan untuk E.coli serotipe O157 tidak ditemukan pada sepuluh sampel penelitian. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak.

(5)

x SUMMARY

Jamu is a traditional drink that still consumed until now. This because the usefulness for maintaining health, low price, and easy way of getting that’s sold by jamu gendong seller. One of the most desirable kinds of jamu is jamu beras kencur. This industry is include home-based industry, that has a high risk of E.coli contamination, from manufacture, packaging, and sales process. E.coli is cause of high incidence of diarrhea in developing countries suach as Indonesia. Health profil data from Indonesia in 2011, infectious diarrhea is the most common disease in 92.278 inpatient case, with mortality rate of 1,92%. In addition, data from Riset Kesehatan Dasar in 2007 stated that diarrhea is the leading cause of death in infants. E.coli is a normal flora found in the human gut, but it will cause disease when consuming food and drink contaminated by E.coli bacteria. Serotype O157 E.coli is a type of bacteria that most common cause disease. High public interest in jamu with a high risk of contamination and the high number of diarrheal disease that show high level of E.coli contamination, so we need to identify E.coli contamination. This study aims to identify serotype O157 E.coli especially on jamu beras kencur sold by jamu gendong seller in Denpasar.

The study design was observational descriptive with exploratory study design. Method of sampling using one kind of non-probability sampling, that is consecutive sampling, that sampling will be stopped if already collected about number of required samples, that is ten samples of jamu beras kencur. Jamu beras kencur samples taken from jamu gendong seller who sell in four districts in Denpasar city with different distributions sorted by number of inhabitants. Ten jamu samples that collected before, then will mixed with Tryptic Soy Broth (TSB) as an enrichment media. Afterwards the samples will be inoculated on MacConkey media and subcultured and do a gram stain process. Further planting bacteria using Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) aims to determine whice sample are contaminated E.coli. Identification of E.coli O157 serotype performed using Sorbitol-MacConkey Agar (SMAC).

All of the samples showed muddy color after being mixed with TSB and incubated for 24 hours, which indicate the presence of bacteria that grow on the mixture of samples and TSB. Furthermore, samples taken from TSB to inoculated on MacConkey media to determine the samples is lactose-fermenting Escherichia or not. Eight of ten samples showed the presence of red colonies which indicate that colonies is the Escherichia bacterium able to ferment lactose. Some samples that has an indication then subcultured performed on MacConkey media. Obtained six samples of suspected E.coli contamination. Gram staining was conducted to determine the shape and color of the colonies of bacteria growing. E.coli is a bacillus gram negative bacteria were seen in microscope red and bacill or rod-shape colonies. Inoculation on EMBA then conducted. Highly suspected E.coli contamination will show a metallic green color on the EMBA. The result, four samples showed a metallic green color on EMBA. Identification of E.coli serotype O157 done using SMAC media. E.coli serotype O157 is suspected if found colorless colonies on the media.

Contamination of jamu beras kencur suspected derived from raw material processing, packaging, and selling process. Not well-cleaned raw material and storage allows for the possibility of bacterial contamination originating from pest

(6)

xi

or insect vector E.coli, but the possibility of contamination of that process is still small because the boiling process will be kill the E.coli bacteria at temperatures above 46oC. Strong possibility contamination sources come from bottles used for packaging jamu before being sold. Repeated use of glasses that washed with not well-cleaned water also be a sources of contamination. In addition, the dirty environment where the seller live and places that choose for transaction that also can cause contamination of jamu beras kencur.

Four of ten (40%) of jamu beras kencur that sold by jamu gendong seller in Denpasar of the study sample suspected has E.coli contamination. E.coli serotype O157 while not found in ten samples. Further research is needed with more number of samples.

(7)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

RINGKASAN ... viii

SUMMARY ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 . Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.3.1 Tujuan Umum ... 3 1.3.2 Tujuan Khusus ... 4 1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Bakteri Escherichia coli 2.1.1 Definisi ... 5

2.1.2 Patogenitas ... 8

2.2 Escherichia coli serotipe O157 ... 11

2.3 Jamu Gendong ... 14

2.3.1 Sejarah Jamu Gendong ... 14

2.3.2 Proses Pengolahan Jamu Gendong ... 17

2.4 Jamu Beras Kencur ... 18

2.5 Media Pertumbuhan Bakteri ... 19

2.5.1 Tryptic Soy Broth ... 21

2.5.2 Eosin-methylene Blue Agar ... 21

2.5.3 MacConkey Agar ... 23

2.5.4 Sorbitol-MacConkey Agar ... 24

2.5 Metode Kultur pada Media Agar ... 25

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KERANGKA KONSEP 3.1 . Kerangka Berpikir ... 27

(8)

xiii BAB IV METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian ... 30

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian ... 30

4.2.2 Waktu Penelitian ... 30

4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi ... 31

4.3.2 Kriteria Sampel ... 31

4.3.3 Besaran Sampel ... 31

4.3.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 31

4.4 Variabel ... 31

4.4.1 Definisi Operasional ... 32

4.5 Bahan dan Instrumen Penelitian 4.5.1 Bahan Penelitian ... 32

4.5.2 Instrumen Penelitian ... 33

4.6 Protokol Penelitian 4.6.1 Pengambilan Sampel ... 33

4.6.2 Pembuatan Media ... 33

4.6.3 Kultur dan Identifikasi E.coli ... 34

4.6.4 Pengecatan Gram ... 35

4.6.5 Identifikasi Escherichia coli serotipe O157 ... 36

4.7 Analisis Data ... 36

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ... 37

5.2 Pembahasan ... 44

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan ... 49

6.2 Saran ... 49

DAFTAR PUSTAKA ... 51 LAMPIRAN

(9)

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 4.1 Distribusi pengambilan sampel di empat wilayah kecamatan di Kota

Denpasar ... 30

Tabel 5.1 Kode Sampel dan Lokasi Pengambilan Sampel ... 37

Tabel 5.2 Hasil penumbuhan sampel pada media Tryptic Soy Broth (TSB) ... 38

Tabel 5.3 Hasil penanaman bakteri pada media MacConkey agar ... 39

Tabel 5.4 Hasil subkultur pada media MacConkey ... 41

Tabel 5.5 Hasil pengecatan gram setelah dilihat menggunakan mikroskop ... 42

Tabel 5.6 Hasil subkultur bakteri pada EMBA ... 41

Tabel 5.7 Hasil penanaman sampel pada media SMAC ... 43

(10)

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Morfologi dan koloni E.coli ... 6

Gambar 2.2 Interaksi EHEC dengan sel epitel usus ... 13

Gambar 2.3 Pedagang jamu gendong ... 15

Gambar 2.4 Kemampuan MacConkey untuk mendiferensiasi ... 23

Gambar 2.5 Beberapa metode pengusapan sample pada media agar ... 26

(11)

xvi

DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN SINGKATAN

E.coli : Escherichia coli

TSB : Tryptic Soy Broth

EMBA : Eosin Methylene Blue Agar SMAC : Sorbitol-MacConkey Agar WHO : Word Health Organization RISKESDAS : Riset Kesehatan Dasar

BPOM : Badan Pengawas Obat dan Makanan ETEC : Enterotoxigenic E.coli

EPEC : Enteropatogenic E.coli

A-EPEC : Atypical Enteropatogenic E.coli EHEC : Enterohaemorragic E.coli EIEC : Enteroinvasive E.coli DAEC : Difusely Adherent E.coli EAEC : Enteroaggregative E.coli TNF-α : Tumor Necrosis Factor-alpha Stx : Shiga toxins

LAMBANG

µm mikro meter

% persentase

* sampel yang perlu dilakukan subkultur oC derajat selsius

(12)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto-Foto Dokumentasi Penelitian

(13)

 

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara tujuan wisata dunia yang terkenal akan keberagaman suku, bahasa, budaya, serta sejarahnya. Salah satunya Bali dengan ibu kota Denpasar. Denpasar merupakan pusat kota dan tolak ukur pariwisata Bali. Banyak wisatawan baik asing maupun lokal yang berkunjung ke Denpasar setiap tahunnya, dikarenakan berbagai budaya yang disajikan. Wisatawan asing yang datang umumnya tertarik dengan keindahan alam, akan tetapi ada juga yang tertarik akan keberagaman makanan dan minuman tradisional. Selain makanan dan minuman tradisional Bali, makanan dan minuman tradisional dari daerah lain seperti misalnya Jawa dengan minuman tradisional jamu.

Jamu masih banyak dikonsumsi oleh wisatawan maupun masyarakat Indonesia itu sendiri hingga saat ini. Tercatat pada tahun 2007 angka penggunaan obat tradisional salah satunya jamu meningkat, bukan hanya sekedar tren back to nature, namun juga dikarenakan cara mendapatkan yang mudah dan harganya yang murah (Hermanto dan Subroto, 2007). Jamu yang sering dikonsumsi salah satunya adalah beras kencur. Masyarakat beranggapan bahwa jamu ini baik untuk kesehatan mereka. Selain itu jamu ini juga dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan serta mudah didapat dari pedagang jamu gendong. Jamu gendong sendiri biasanya dikemas dalam botol tanpa penandaan sehingga memungkinkan siapa saja dapat memproduksi jamu ini. Hal ini menyebabkan sulitnya untuk mengontrol kualitas dari proses produksi hingga sampai dinikmati masyarakat. Tidak higienisnya pemilihin bahan, proses

(14)

2

 

   

 

pembuatan, pengemasan, hingga penyajian memungkinkan jamu untuk terkontaminasi bakteri. Air menjadi suatu hal yang penting dalam proses pembuatan jamu, sehingga jika terjadi kontaminasi bakteri patogen maka dapat memberikan resiko signifikan pada kesehatan (Farasat et al, 2012).

Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Oktariani Gulo mengenai pemeriksaan cemaran bakteri E.coli. dari lima sampel jamu yang didapat dari pedagang jamu gendong di Medan, ditemukan bahwa ada satu sampel jamu gendong yang didalamnya terdapat cemaran E.coli (Gulo, 2011). Beberapa penelitian lain mengenai jamu gendong yaitu yang ditemukan oleh Karinda pada tahun 2004 bahwa dari 40 sampel jamu gendong yang didapat di sepuluh pasar di Kota Semarang, 22 terkontaminasi E.coli. Sri Sulistyorini pada tahun 2003 memeriksa mikroba pada sampel jamu di Kota Semarang didapatkan 42,85% jamu tercemar bakteri E.coli (Zulaikhah, 2005).

Infeksi E.coli dikatakan merupakan penyebab utama diare di negara berkembang (Hung, 2006). Penyakit yang masih sering terjadi ini diakibatkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri, sehingga perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2011 diare akibat infeksi menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien rawat inap, yaitu sebanyak 92.278 kasus dengan angka kematian sebesar 1,92 % (Kemenkes RI, 2012). Selain itu berdasarkan data RISKESDAS tahun 2007 penyebab kematian tertinggi pada balita disebabkan oleh diare (LITBANG Kesehatan RI, 2007).

E.coli merupakan bakteri flora normal di salauran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas lainnya. Dianggap sebagai permasalahan kesehatan masyarakat yang serius setelah pada tahun 1982 menyebabkan outbreak atau

(15)

3

 

   

 

wabah di Amerika (WHO, 2014). E.coli serotipe O157 merupakan jenis yang paling sering menyebabkan penyakit yang bersumber dari makanan terkontaminasi, produk olahan daging, dan susu yang yang tidak dipasturisasi (Hendriksen, 2013). Untuk mengidentifikasi jenis bakteri ini dapat digunakan media Sorbitol Mac Conkey Agar (SMAC) (March dan Ratnam, 1989).

Belum adanya data ataupun penelitian mengenai kontaminasi E.coli serotipe O157 pada produk minuman jamu, sehingga membuat peneliti merasa perlu untuk untuk melakukan penelitian mengenai identifikasi E.coli terutama serotipe O157 pada jamu beras kencur yang dijual oleh pedagang jamu gendong di kota Denpasar.

1.2. Rumusan Masalah atau Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas beberapa rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah:

a. Berapa banyak jamu beras kencur pada pedagang jamu gendong di kota Denpasar dari sampel penelitian yang terkontaminasi oleh bakteri E.coli? b. Berapa banyak jamu beras kencur pada pedagang jamu gendong di kota

Denpasar dari sampel penelitian yang terkontaminasi oleh bakteri E.coli serotipe O157?

1.3. Tujuan Penelitian a. Tujuan Umum

Untuk mengidentifikasi bakteri E.coli khusunya serotipe O157 pada jamu beras kencur pada penjual jamu gendong di kota Denpasar.

(16)

4

 

   

 

b. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui jumlah jamu beras kencur pada pedagang jamu gendong di kota Denpasar dari sampel penelitian yang terkontaminasi oleh bakteri E.coli.

b. Untuk mengetahui jumlah jamu beras kencur pada pedagang jamu gendong di kota Denpasar adri sampel penelitian yang terkontaminasi oleh bakteri E.coli serotipe O157.

1.4. Manfaat Penelitian

a. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peneliti tentang teknik isolasi dan identifikasi bakteri Escherichia coli serotipe O157 dari aspek mikrobilogi.

b. Memberikan informasi awal kepada instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kota Denpasar, BPOM, dan pihak terkait lain serta peneliti lain dalam upaya penanggulangan pencemaran makanan dan minuman serta peningkatan mutu termasuk penanggulangan penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi bakteri Escherichia coli serotipe O157 di masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan aplikasi taksasi tebu berbasis website untuk memprediksi hasil panen tebu, yang bisa di manfaatkan oleh

Materijalno-operativno gledište zaštite odnosi se na poznavanje svojstava materijala, prepoznavanje vrste i uzroka/uzročnika oštećenja, primjenu preventivnih i

Terkait dengan konteks lokal Madura, kajian kekuasaan elite ekonomi difokuskan pada para pedagang tembakau yang terdiri dari tauke, juragan dan bandol,

Hal ini dimaksudkan agar benda yang diamati kelihatan sangat besar dan mikroskop dapat dibuat lebih praktis (lebih pendek).. Hal ini menyebabkan bayangan yang terbentuk

Orhan İNCE ile ilgili işlemlerin akabinde, Muammer GÜLER’in yönlendirmesiyle Barış GÜLER’in “iyi haber”i vermek üzere Rıza SARRAF’la 07.09.2013 günü

Bagan pengamatan untuk rancangan acak ke-. lompok dengan penarikan anak

Setelah sembilan faktor risiko diukur, maka Prediktor Karies Anak akan menampilkan angka prediksi karies dalam persentase (Gambar 1). Angka persentase tersebut adalah hasil analisis

siswa pada mata pelajaran Produktif Akuntansi Kelas X Akuntansi SMK Pasundan 1 Kota Bandung. Untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan kesulitan belajar terhadap