Jurnal Studia
Akuntansi dan Bisnis
ISSN: 2337-6112
Vol. 3 No.2
PENGARUH
DANA
ALOKASI
UMUM
TERHADAP
PERTUMBUHAN
EKONOMI KABUPATEN LEBAK
Pindontal Nalhal* Erpin Wasiat **
* STIE La Tansa Mashiro, Rangkasbitung ** STIE La Tansa Mashiro, Rangkasbitung
Article Info
Abstract
Keywords:
DAU, Economic
Growth
Corresponding Author: [email protected] [email protected]This research was conducted at the Department of
Revenue Management and Asset Finance in Lebak. The aim of
this study was to determine the influence of the General
Allocation Fund for Economic Growth in Lebak. The method
used in this research is descriptive analysis method with
quantitative approach.
The hypothesis of this study is the relationship between the
General Allocation Fund (DAU) to the Economic Growth in
the period 2004-2014. The method used is descriptive
quantitative research methods. Pupulasi used in this research
is the realization of the budget of the Year 2004-2014.
The result of the correlation coefficient to determine how
strong the relationship between the General Allocation Fund
with Economic Growth. The results obtained in the amount of
0.952 which is included in the category, which means very
strong.
The conclusion is evident that there is a strong
relationship between the General Allocation Fund (DAU) to
the Economic Growth. It can be said that the DAU contributes
to the economic growth of 90.6% and the remainder by the
cause - other reasons.
Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah di Kabupaten Lebak. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh
Dana Alokasi Umum terhadap Pertumbuhan Ekonomi di
Kabupaten Lebak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode analisis dekriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Dana Alokasi Umum (DAU) dengan Pertumbuhan Ekonomi pada Periode 2004-2014. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pupulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu realisasi anggaran dari Tahun 2004-2014.Hasil uji koefisien korelasi guna mengetahui seberapa kuat hubungan antara Dana Alokasi Umum dengan Pertumbuhan Ekonomi. Hasil yang didapat yaitu sebesar 0,952 yang termasuk dalam katagori yang artinya sangat kuat.
86
©2015 JSAB. All rights reserved.
Kesimpulannya adalah terbukti bahwa ada hubungan yang kuat antara Dana Alokasi Umum (DAU) dengan Pertumbuhan Ekonomi. Dapat dikatakan bahwa DAU memberikan kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 90.6% dan sisanya oleh sebab – sebab lain.
Pendahuluan
Pertumbuhan ekonomi daerah adalah proses dimana terjadi kenaikan produk daerah bruto riil. Perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Karena itu, pertumbuhan ekonomi terjadi bila keanaikan output riil total lebih besar daripada tingkat pertambahan penduduk. Ada beberapa sumber strategis dan dominan yang menentukan pertumbuhan ekonomi tergantung pada bagaimana kita mengklasifikasikan. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan meningkat apabila ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memberikan kontribusi yang besar dalam melakukan pembangunan.
Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Dimana pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dapat tepat sasaran maka, pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan. Bila pertumbuhan ekonomi daerah meningkat maka tingkat kesejahteraan masyarakat dan juga produktifitasnya pun semakin tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Lebak tiap tahunnya tidak begitu stabil.
Sumber : BPS, RPJMD Kabupaten Lebak tahun 2009-2019, http://krisbandi.blogspot.com(http://bps.go.id)
Gambar Perkembangan LPE Kabupaten Lebak ( % ) Tahun 2009 - 2013
Pada Gambar menunjukan Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) Kabupaten lebak Atas Dasar Harga Konstan berlaku 2000 selama periode 2008-2013. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lebak mengalami kenaikan namun kenaikan yang terjadi tingkat pencapaiannya masih rendah. Jika dibaningkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Nasioanal.
4,22 7,68 5,57 5,04 5,73 4,63 6,22 6,49 6,26 5,78 0 1 2 3 4 5 6 7 8 2009 2010 2011 2012 2013 Kab.Lebak Indonesia
Salah satunya yaitu rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (Human Index) di Kabupaten Lebak mengakibatkan kualitas produktivitas perekonomian yang rendah dan menjadikan multi-persoalan yang berkepanjangan. Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Lebak tetap berupaya melakukan pembenahan terhadap pembangunan perekonomian, kesehatan dan pendidikan melalui program jangka pendek dan jangka panjang yang terukur.
Pemerintah Daerah menyediakan sarana dan prasarana bagi kepentingan masyarakat karena tersedianya sarana dan prasarana dasar akan sangat menentukan perkembangan suatu daerah. Untuk itu jumlah dan kualitas prasarana yang tersedia harus mampu memberikan kontribusi terhadap upaya pelayanan kepada masyarakat serta dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. Sarana dan prasarana dasar yang menjadi prioritas dalam hal ini adalah sarana dan prasarana Transportasi, Irigasi, Pendidikan, Kesehatan, Permukiman, dan Perdagangan.
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pendanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan telah diatur sesuai dengan urusan dan kewenangan yang diserahkan kepada pamerintah daerah. Sumber-sumber pendanaan daerah meliputi dana desentralisasi. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan akan terlaksana apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan adanya sumber-sumber pendanaan yang cukup. Salah satu sumber pendanaan daerah yang diperoleh dari Pendapatan Daerah ialah Dana Perimbangan. Dana Perimbangan terdiri dari Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum ( DAU ), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dana Alokasi Umum merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. DAU dan PAD komponen Pendapatan Daerah yang memegang peranan penting dalam pembangunan. DAU merupakan besarnya Dana Perimbangan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah.
0 500,000,000,000 1,000,000,000,000 1,500,000,000,000
2009 2010 2011 2012 2013 2014
Dana Alokasi Umum Tahun 2009-2014 Kab. Lebak
*Ket :
2009 = Rp. 576,191,190,000 2012 = Rp. 804,122,393,000 2010 = Rp. 655,633,732,600 2013 = Rp. 901,740,477,000
2011 = Rp. 737,431,808,720
Sumber:Ringkasan APBD Pemerintahan Kabupaten Lebak ( DPPKD Tahun 2014)
88
Berdasarkan Gambar dapat diketahui perkembangan dana alokasi umum ( DAU ) di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namum peningkatan yang terjadi tidaklah begitu signifikan atau dengan kata lain tingkatan yang dicapai masih rendah.
Apabila pemerintah daerah mengelola dana dengan baik serta mengalokasikannya dengan tepat sesuai sasaran maka akan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi daerah.
Kajian Pustaka
Teori - teori Pertumbuhan Ekonomi
Ada beberapa teori mengenai pertumbuhan ekonomi :
1.
Teori klasik : dasar dari teori klasik adalah pembangunan ekonomi dilandasi oleh sistem liberal, yang mana pertumbuhan ekonomi dipacu oleh semangat untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Jika keuntungan meningkat, tabungan akan meningkat, dan investasi juga akan bertambah. Hal ini akan meningkatkan stok modal yang ada. Skala produksi meningkat dan meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja sehingga tingkat upah juga meningkat.2.
Teori Modern : dalam kelompok teori modern, kualitas tenaga kerja lebih penting dari pada kuantitasnya. Kualitas tenaga kerja tidak hanya dilihat dari tingkat pendidikan, tetapi juga kondisi kesehatan. Sekarang ini tingkat pendidikan dan kondisi kesehatan menjadi dua variable bebas yang penting dalam analisis empiris dengan pendekatan ekonometris mengenai pertumbuhan ekonomi. Tingkat pendidikan biasanya diukur dengan persentase tenaga kerja yang berpendidikan tinggi terhadap jumlah tenaga kerja atau penduduk yang terdaftar dalam suatu tingkat pendidikan tertentu, misalnya pendidikan dasar. Sedangkan tingkat kesehatan umumnya diukur dengan tingkat harapan hidup.3.
Teori Harrod-Domar ( Teori Neo-Keynes ): menekankan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.4.
Teori neo klasik : melalui kajian empirikal teori ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.Ilmu ekonomi biasanya didefinisikan sebagai studi tentang alokasi sumber daya yang terbatas ( I Gusti Ngurah Agung dkk 2008:1 ).
Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, (2008:5) mengatakan bahwa:
Ekonomi yang bertumbuh adalah ekonomi yang titik keseimbangan antara permintaan agregat ( jumlah permintaan total terhadap barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama periode tertentu ) dan penawaran agregatnya ( jumlah produksi total barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama periode tertentu ) makin baik dibanding periode sebelumnya.
Sadono Sukirno, (2007: 9) mengartikan pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pengertian lain pertumbuhan ekonomi adalah
proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu ( Wikipedia// pertumbuhan_ ekonomi ).
Simon Kuznets dalam kuliahnya pada peringatan nobel, pengertian pertumbuhan ekonomi adalah sebagai "kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya”. (zakapedia.
http://www.zakapedia.com)
Pertumbuhan ekonomi adalah penambahan Produk Domestik Bruto (PDB), yang berarti peningkatan Pendapatan Nasional (Tulus T.H Tambunan 2014: 40 ). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu sumber keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.
Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang digunakan adalah PDB berdasarkan harga konstan. Dengan menggunakan harga konstan pengaruh perubahan harga telah dihilangkan, sehingga sekalipun angka yang muncul adalah nilai uang dari total output barang dan jasa, perubahan nilai PDB sekaligus menunjukan perubahan jumlah kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan.
Teori Dana Alokasi Umum ( DAU ) Pemerintah
Menurut UU No.33 tahun 2004 pasal 1ayat 21 Dana Alokasi Umum “adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi”.
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sejumlah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia setiap tahunnya sebagai dana pembangunan ( wikipedia bahasa Indonesia). DAU bersifat “Block Grant” yang berarti penggunaannya diserahkan kepada daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah (www.djpk.depkeu.go.id).
Dana Alokasi Umum terdiri dari:
1. Dana Alokasi Umum untuk Daerah Provinsi
2. Dana Alokasi Umum untuk Daerah Kabupaten/Kota
Dana Alokasi Umum merupakan salah satu komponen belanja pada APBN dan menjadi salah satu komponen pendapatan dalam APBD. Tujuan Dana Alokasi Umum adalah sebagai pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah otonom dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana Alokasi Umum tersebut dilaksanakan untuk provinsi dan kabupaten / kota. Jumlah keseluruhan DAU ditetapkan dalam APBN, dengan ketentuan sebagai berikut :
90
1. Jumlah keseluruhan DAU ditetapkan sekurang-kurangnya 26 % dari Pendapatan Dalam Negeri Neto.
2. Proporsi DAU antara provinsi dan kabupaten / kota dihitung dari perbandingan antara bobot. 3. Jika penentuan proporsi tersebut belum dapat dihitung secara kuantitatif, proporsi DAU antara
provinsi dan kabupaten/kota ditetapkan denga imbangan 10 % dan 90 %.
Dalam www.djpk.depkeu.go.id ada beberapa tahapan perhitungan Dana Alokasi Umum : 1. Tahapan Akademis
Konsep awal penyusunan kebijakan atas implementasi formula DAU dilakukan oleh Tim Independen dari berbagai universitas dengan tujuan untuk memperoleh kebijakan penghitungan DAU yang sesuai dengan ketentuan UU dan karakteristik Otonomi Daerah di Indonesia.
2. Tahapan Administratif
Dalam tahapan ini Depkeu c.q. DJPK melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penyiapan data dasar penghitungan DAU termasuk didalamnya kegiatan konsolidasi dan verifikasi data untuk mendapatkan validitas dan kemutakhiran data yang akan digunakan.
1. Tahapan Teknis
Merupakan tahap pembuatan simulasi penghitungan Dana Alokasi Umum ( DAU ) yang akan dikonsultasikan Pemerintah kepada DPR RI dan dilakukan berdasarkan formula Dana Alokasi Umum ( DAU ) sebagaimana diamanatkan Undang-Undang dengan menggunakan data yang tersedia serta memperhatikan hasil rekomendasi pihak akademis.
2. Tahapan Politis
Merupakan tahap akhir, pembahasan penghitungan dan alokasi DAU antara Pemerintah dengan Panja Belanja Daerah Panitia Anggaran DPR RI untuk konsultasi dan mendapatkan persetujuan hasil penghitungan Dana Alokasi Umum ( DAU ).
Adapun Formula Dana Alokasi Umum ( DAU ) :
Dana Alokasi Umum untuk suatu daerah dialokasikan berdasrkan formula yang terdiri atas celah fiskal dan alokasi dasar. Celah fiskal adalah selisih antara kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal sedangkan alokasi dasar dihitung berdasarkan jumlah gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah.
Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, yaitu dengan melakukan verifikasi laporan keuangan pada Dinas Pendapatan dan Pengolahan Keuangan Daerah ( DPPKD ) Kabupaten Lebak dengan menggunakan sumber data primer.
Populasi dan sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono, 2013:90). Adapun populasinya yaitu laporan keuangan APBD Kabupaten Lebak periode 2007-2014.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya entah karena keterbatasan waktu, dana, tenaga, maka peneliti dapat meggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut ( Sugiono, 2013:91). Adapun Sampelnya yaitu dana alokasi umum dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lebak periode 2007-2014.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan penulis dengan cara mengutip dari buku, mencatat, mengambil data dari situs-situs yang berhubungan dengan pembahasan, hasil penelitian terdahulu serta data dari DPPKD Kabupaten Lebak. Dalam penggumpulan data yang didapat dari kantor DPPKD Kab. Lebak dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Wawancara
Responden berhadapan langsung untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan dalam penelitian.
2. Teknik pengumpulan data dengan dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlaku. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.
Disini penulis akan mencari dokumen-dokumen mengenai dana alokasi umum dan pertumbuhan ekonomi pada periode 2007-2014 di Kabupaten Lebak melalui laporan keuangan Dana alokasi Umum dll.
3. Observasi
Observasi merupakan proses pencatatan data responden atau objek penelitian secara sitematis tanpa pertanyaan atau wawancara dengan objek penelitian atau responden yang diteliti. Dalam hal ini penulis mengadakan observasi secara langsung di Dinas Pendapatan dan Pengolahan Keuangan Daerah ( DPPKD ).
Teknik Analisa Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi dan uji korelasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Persamaan Regresi
Sugiono (2013:237), berpendapat bahwa “ regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen”.
Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi (R²) bertujuan untuk mngukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Koefisien determinasi ini digunakankarena dapat menjelaskan kebaikan dari model egresi dalam memprediksi variabel dependen.
92
Hasil Penelitian Dan Pembahasan Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data pada penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov Smirnov, dengan taraf signifikansi yang digunakan sebagai aturan untuk menerima atau menolak pengujian normalitas atau tidaknya suatu distribusi data yaitu α = 0,05
Tabel Hasil Uji Kolmogorof-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
DAU PE
N 11 11
Normal Parametersa,b
Mean 597501556818.1 818 4002410843636. 3640 Std. Deviation 265662759604.7 1160 674549250500.9 3870 Most Extreme Differences Absolu te .118 .134 Positiv e .077 .134 Negati ve -.118 -.109 Kolmogorov-Smirnov Z .391 .444
Asymp. Sig. (2-tailed) .998 .989
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Berdasarkan perhitungan normalitas pada tabel normalitas pada tabel 4.4 bahwa untuk variabel Dana Alokasi Umum ( DAU ) 0.998, Pertumbuhan Ekonomi 0.989 . Memiliki nilai diatas α = 0.005 yang artinya bahwa variabel – variabel terdistribusi dengan normal
Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan untuk memastikan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat bersifat linier, kuadratik atau dalam derajat yang lebih tinggi lagi. Pedoman untuk melihat kelinieritasan ini adalah dengan menggunakan scatterplot. Jika data tersebar dari arah kiri bawah ke kanan atas membentuk garis lurus berarti regresinya linier.
Sumber : Output SPSS V. 20.0
Sumber : SPSS V. 20.0
Gambar Grafik Normal Probability-Plot DAU
Analisis Koefisien Korelasi
Tabel Hasil Coefficients Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 25581571042 25.475 1681 89910022.52 7 15.210 .000 DAU 2.417 .259 .952 9.327 .000 a. Dependent Variable: PE Sumber : output SPSS V.20.0
Hasil dari uji Coefficient pada tabel diatas, dikemukakan nilai (constant) = 2558157104225.475 dan B = 2.417serta thitung dan tingkat signifikansi = 000. Dari tabel Coefficient diperoleh persamaan perhitungan regresi sederhana adalah : Y = a + bX = 2558157104225.475+ 2.417X.
Tabel Coefficient diperoleh thitung = 9.327. Tingkat signifikan α = 0,05 dk (derajat kebebasan) = N – 2 atau 11 – 2 = 9. Sehingga didapat ttabel = 2,262. Ternyata nilai thitung > ttabel, atau 9.327 > 2,262 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Tabel Coefficient diperoleh variabel PAD dan Belanja Modal nilai Sig. sebesar 0.000 kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0,05, ternyata nilai probabilitas 0,05 lebih besar dari sig atau (0,05 > 0,000), maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya signifikan. Terbukti bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
94
Analisis Koefisien Determinasi
Tabel Hasil Uji Regresi
Model Summaryb Model R R Square A djusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change d f1 d f2 Sig. F Change 1 . 952a . 906 . 896 2 1772211 7136.683 14 .9 06 86 .989 1 9 .000
a. Predictors: (Constant), DAU b. Dependent Variable: PE
Pada tabel Model Summary di atas, pada bagian ini ditampilkan nilai R = 0,952 dan Koefisien Determinasi (Rsquare) sebesar 0,906 adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi, atau (0,952 x 0,952 = 0,906). Hasil ini menunjukan pengertian bahwa Prumbuhan Ekonomi (Y) dipengaruhi sebesar 90,6 % oleh DAU (X), sedangkan sisanya (100% - 90,6% = 9,6%) dijelaskan oleh sebab sebab lain.
Uji Pengaruh X terhadap Y Uji t
Pengujian hipotesis secara parsial dengan uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. pengujian dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel perhitungan nilai thitung dilakukan dengan menggunakan Software SPSS Versi 20.0 for Windows.
Tabel Uji t
Sumber : Output SPSS V.20.0
Sebagaimana terlihat pada tabel diperoleh thitung variabel Dana Alokasi Umum ( DAU ) sebesar 9,327 dengan nilai sig. 0,000. Nilai thitung 9,327 lebih besar dari ttabel 2,262 maka pada tingkat kesalahan 5% diputuskan un\tuk menolak H0 sehingga H1 diterima. Artinya pada tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan bahwa DAU memiliki pengaruh yang signifikan terhadapa Pertumbuhan Ekonomi pada pemerintahan Kabupaten Lebak.
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2558157104225. 475 1681899 10022.527 15.210 .000 DAU 2.417 .259 .952 9.327 .000 a. Dependent Variable: PE
Pembahasan
Variabel Y (Pertumbuhan Ekonomi)
Tabel Statistic Descriptive Belanja Modal Statistics PE N Valid 11 Missing 0 Mean 4002410843636.3640 Std. Error of Mean 203384251502.46072 Median 3852322000000.0000 Mode 3170531000000.00a Std. Deviation 674549250500.93870 Variance 455016691351378250000000.000 Range 2014007650000.00 Minimum 3170531000000.00 Maximum 5184538650000.00 Sum 44026519280000.00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Tabel diatas menunjukan analisa statistik deskriptif variable Y (Pertumbuhan Ekonomi ) dengan jumlah sampel sebanyak 11, kemudian data tersebut diolah dan telah di uji menggunakan program SPSS mendapatkan hasil data yang dinyatakan valid. Dengan keterangan sebagai berikut : Maximum adalah Nilai terbesar dari suatu data. Nilai terbesar dari variabel Y adalah
5184538650000.00
Minimum adalah nilai terkecil dari suatu data. Pada variabel Y nilai terkecil adalah 5184538650000.00
Mean (rata-rata) yaitu nilai tengah yang diperoleh dari jumlah seluruh nilai kumpulan data dibagi dengan banyaknya data tersebut, jadi pada variable Y didapat nilai tengah sebesar 4002410843636.3640
Std. Error of Mean yaitu mencerminkan keakuratan sampel yang diambil dari populasi. Std. Error of Mean pada variabel Y sebesar 203384251502.46072
Median yaitu nilai tengah dari kumpulan data yang diurutkan dari terkecil sampai yang terbesar, jadi pada variable Y didapat nilai tengah 3852322000000.0000
Mode (Modus) yaitu nilai yang paling banyak muncul pada data yang telah diolah, jadi pada variabel Y didapat nilai yang paling banyak muncul yaitu 3170531000000.00a
Std. Deviation (standar deviasi) yaitu akar kuadrat dari varians, jadi pada variabel Y didapat nilai standar deviasi sebesar 674549250500.93870
Range (Rentang) adalah nilai yang diperoleh dari nilai data terbesar dikurangi nilai data terkecil. Range pada variabel Y adalah 2014007650000.00.
96
Variabel X Dana Alokasi Umum (DAU)
Tabel Statistic Descriptive DAU Statistics DAU Valid 11 Missing 0 Mean 597501556818.1818 Std. Error of Mean 80100335852.65579 Median 576180524000.0000 Mode 88134251000.00a Std. Deviation 265662759604.71160 Variance 70576701840790796000000.000 Range 912744254000.00 Minimum 88134251000.00 Maximum 1000878505000.00 Sum 6572517125000.00 Sumber : Output SPSS V. 20.0
Tabel diatas menunjukan analisa statistik deskriptif variable X (DAU) dengan jumlah sampel sebanyak 11, kemudian data tersebut diolah dan telah di uji menggunakan program SPSS mendapatkan hasil data yang dinyatakan valid. Dengan keterangan sebagai berikut :
1. Maximum adalah Nilai terbesar dari suatu data. Nilai terbesar dari variabel X adalah 1000878505000.00
2. Minimum adalah nilai terkecil dari suatu data. Pada variabel X nilai terkecil adalah 88134251000.00
3. Mean (rata-rata) yaitu nilai tengah yang diperoleh dari jumlah seluruh nilai kumpulan data dibagi dengan banyaknya data tersebut, jadi pada variable X didapat nilai tengah sebesar 597501556818.1818
4. Std. Error of Mean yaitu mencerminkan keakuratan sampel yang diambil dari populasi. Std. Error of Mean pada variabel X sebesar 80100335852.65579
5. Median yaitu nilai tengah dari kumpulan data yang diurutkan dari terkecil sampai yang terbesar, jadi pada variable X didapat nilai tengah 576180524000.0000
6. Mode (Modus) yaitu nilai yang paling banyak muncul pada data yang telah diolah, jadi pada Variabel X didapat nilai yang paling banyak muncul yaitu 88134251000.00a
7. Std. Deviation (standar deviasi) yaitu akar kuadrat dari varians, jadi pada Variabel X didapat nilai standar deviasi sebesar 265662759604.71160.
8. Range (Rentang) adalah nilai yang diperoleh dari nilai data terbesar dikurangi nilai data terkecil. Range pada variabel X adalah 912744254000.00.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisi Dana Alokasi Umum terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Pemerintahan Kabupaten Lebak maka penulis mengambil kesimpulan:
1. Dana Alokasi Umum yang dialokasikan kepada Kabupaten Lebak tiap tahunya mengalami peningkatan.
2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lebak selama tahun 2004-2014 berdasarkan harga konstan mengalami keadaan yang fluktuatif. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lebak dari tahun 2004-2014 rata-rata di atas 4 % sekitar 5.11% .
3. Adapun hasil analisis data dalam pengujian hipotesis mengenai Pengaruh Dana Alokasi Umum ( DAU ) terhadap Pertumbuhan Ekonomi dapat disimpulkan Nilai R = 0,952 dan Koefisien Determinasi (Rsquare) sebesar 0,896adalah pengkuadratan dari koefesien korelasi, 0,952 x 0,952 = 0,906. Hal ini menunjukan bahwa Dana Alokasi Umum memberikan kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi sebesar 90,6% dan sisanya oleh sebab – sebab lain. Oleh karena t-hitung = 9,327> T- tabel = 2,262, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dinyatakan terdapat pengaruh positif antara Dana Alokasi Umum Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
Daftar Pustaka
BAPPEDA.Rencana Kerja Pemerintahan Kabupaten Lebak Tahun 2011 http://bappeda.lebakkab.go.id/web/.pdf ( Diakses Tanggal 15 Mei 2015 )
Departemen Keuangan Republic Indonesia. Dana Alokasi Umum. http://www.djpk.depkeu.go.id/attachments/article/190/Leaflet_Dana_Alokasi_Umum.pdf. ( Diakses tanggal 25 Mei 2015.
http://bantenprov.go.id/upload/rkpd/RKPD%20PROVINSI%20BANTEN%22013.
http: //www.itjen.depkes.go.id/public/upload/unit/pusat/files/Undang-undang/uu2004_33%28imbangkeuPusDa%29.pdf. ( Diakses 25 Mei 2015 )
http://www.academia.edu/5079529/II_-1_BAB_II_GAMBARAN_UMUM_KONDISI_DAERAH ( diakses 08 September 2015 )
Kuznets, Simon. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi. ( zakapedia. http://www.zakapedia.com/2014/. ( Diakses 25 Mei 2015 ).
Meilen Greri Paseki, Amran Naukoko, Patrick Wauran. Pengaruh Dana Alokasi Umum Dan Belanja Langsung Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Dampaknya Terhadap Kemiskinan Di Kota Manado Tahun 2004-2012. Manado. Universitas Sam Ratulangi. 2014
Ngurah Agung, I Gusti., Teori Ekonomi Mikro. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 2008.
Nordiawan, Deddi., Iswahyudi Sondi R., dan Maulidah R. Akuntansi Pemerintahan. Jakarta : Salemba Empat. 2007
Pemerintahan Kabupaten Lebak BAPPEDA.RPJMD Kabupaten Lebak 2014- 2019.Lebak
Putu Candra Gunantara, A.A.N.B. Dwirandra. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Alokasi Umum Pada Pertumbuhan Ekonomi Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Pemoderasi Di Bali. Bali. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud). 2014 .
98
Rahardja, Pratama dan Mandala Manurung. Teori Ekonomi Makro;Suatu Pengantar. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2008.
Sugiono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Afabeta. 2013.
Sukirno, Sadono. Ekonomi Pembangunan. Jakarta : Prenada Media Group. 2007. Tulus T.H . Perekonomian Indonesia. Bogor : Ghalia Indonesia. 2009.
Umar, Husein. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. 2011.