[1]
BUPATI PONOROGO
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Ir. MASKUR, MM
Jabatan : Pj. BUPATI PONOROGO
Berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Ponorogo, 29 Januari 2016 Pj. BUPATI PONOROGO
[2]
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN PONOROGO
No. Sasaran Strategis N Indikator kinerja Target 1 Meningkatnya pemerataan dan
perluasan kesempatan belajar, serta kualitas pendidikan.
1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
84,90 %
2 Angka melek huruf 99,62 %
3 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/ Paket A
97,50 % 4 Angka Partisipasi Murni
(APM) SMP/MTs/ Paket B
82,00 % 5 Angka Partisipasi Murni
(APM) SMA/SMK/ Paket C
78,50 % 6 Angka Putus Sekolah (APS)
SD/MI
0,02 % 7 Angka Putus Sekolah (APS)
SMP/MTs
0,30 % 8 Angka Putus Sekolah (APS)
SMA/SMK
0,70 % 9 Angka Kelulusan (AL)
SD/MI
99,44 % 10 Angka Kelulusan (AL)
SMP/MTs
98,60 % 11 Angka Kelulusan (AL)
SMA/SMK/MA
98,10 % 12 Angka Melanjutkan (AM)
dari SD/MI ke SMP/MTs
106,00 % 14 Angka Melanjutkan (AM)
dari SMP/MTs ke
SMA/SMK/MA
90,49 %
14 Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV
99,03 % 15 Angka Partisipiasi Kasar
(APK) SD/MI/Paket A
110,00 % 16 Angka Partisipiasi Kasar
(APK) SMP/MTs/Paket B
101,01 % 17 Angka Partisipiasi Kasar
(APK) SMA/ SMK/MA/Paket C
84,50 %
18 Rata –rata nilai UN SD/MI 7,45 19 Rata –rata nilai UN
SMP/MTs
7,60 20 Rata –rata nilai UN
SMA/SMK/MA
7,70 21 Rasio pendidik yang
memiliki seritifikat pendidik
50,41 %
22 Indeks Pembangunan
Manusia (IPM)
74,66 2 Meningkatnya cakupan dan
kualitas pelayanan kesehatan, serta derajat kesehatan masyarakat.
1 Cakupan komplikasi
Kebidanan yang ditangani
80,00 %
2 Cakupan pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
95,00 %
[3]
universal child immunization (UCI)
4 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
100,00 % 5 Cakupan penemuan dan
penanganan penderita TBC BTA
100,00 %
6 Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD
100,00 % 7 Cakupan kunjungan bayi 90,00 % 8 Cakupan kunjungan ibu
hamil K4
90,00 % 9 Cakupan pelayanan nifas 92,00 % 10 Cakupan neonatus dengan
komplikasi yang ditangani
80,00 % 11 Cakupan pelayanan anak
balita
89,00 %
12 Cakupan pemberian
makanan pendamping ASI pada usia 6 s/d 24 bln keluarga miskin 100,00 % 13 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD setingkat 100,00 %
14 Cakupan peserta KB aktif 70,00 %
15 Cakupan pelayanan
kesehatan dasar
masyarakat miskin
15,00 %
16 Cakupan pelayanan
kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
1,50 %
17 Cakupan pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan ( RS )
100,00 %
18 Cakupan Desa/Kel. Yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24jam
100,00 %
19 Cakupan desa siaga aktif 80,00 % 20 % Kecukupan ruang inap
sesuai master plan RSUD
100,00 % 21 Bad Occurpancy Rate
(BOR) prosentase
pemakaian tempat tidur
78,37 %
22 Presentase peningkatan jumlah kunjungan
Pasien rawat inap RS Pasien rawat jalan RS
22,00 % 10,00 % 23 % Penurunan jumlah pasien
yang dirujuk ke RS lain
31,58 % 24 Angka kematian ≥48 jam
setelah dirawat
299 25 Indeks Angka Harapan
Hidup
[4]
3 Meningkatnya sarana
infrastruktur daerah.
1 Panjang jalan Kabupaten dalam kondisi baik
51,30 % 2 Luas irigasi Kabupaten
dalam kondisi baik
72,94 % 3 Rumah Tangga Persanitasi 89,29 % 4 Meningkatnya kualitas
Iingkungan pemukiman.
1 Rumah tangga pengguna air bersih
36,34 % 2 Lingkungan pemukiman
kumuh
2,63 %
3 Rumah layak huni 85,00 %
5 Meningkatnya penataan kawasan daerah sesuai RT/RW.
1 % Tersusunnya rencana
detail tata ruang
kecamatan.
53,00 %
2 Ruang terbuka hijau persatuan wilayah ber HPL/HGB
77,00 %
3 Rasio bangunan ber IMB 1 Kec. 6 Meningkatnya mutu pelayanan
transportasi daerah.
1 Angkutan darat 86,69 %
2 Ketaatan kendaraan wajib uji KIR
91,22 % 7 Meningkatnya penanganan
persampahan, pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
1 Penanganan sampah 73,08 % 2 Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL 100,00 % 3 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per-satuan penduduk 0,02 % 4 Penanganan hukum lingkungan 100,00 % 5 Prosentase mata air diluar
hutan lindung yang dilindungi 58,33 % 6 Pelayanan pencegahan pencemaran air 70,00 % 7 Pelayanan pemulihan
pencemaran air pada sumber air
66,67 %
8 % Kendaraan wajib uji yang secara administratif terdaftar di kabupaten
91,22 %
9 % Usaha atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pengendalian pencemaran udara
70,00 %
10 % Kualitas udara yang memenuhi baku mutu air udara ambient sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
70,00 %
11 % Jumlah TPS dan TPA dioperasikan sesuai persyaratan teknis dan lingkungan
[5]
12 Jumlah pelaporan
masyarakat akibat
pencemaran dan atau kerusakan lingkungan yang ditindak lanjuti
100,00 %
8 Meningkatnya mutu tata kelola pertanahan daerah.
1 Luas lahan bersertifikat 0,90 % 2 Penyelesaian kasus tanah
Negara Nihil 9 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan. 1 Kepemilikan KTP 87,62 %
2 Kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk
60,04 % 3 Penerapan KTP nasional
berbasis NIK
Sudah 10 Meningkatnya cakupan dan
kualitas pelayanan Keluarga Berencana.
1 Prevalensi peserta KB aktif 75,62 % 2 Keluarga sejahtera dan
keluarga sejahtera 1
44,45 % 11 Meningkatnya kualitas
pe!ayanan Perpustakaan dan minat baca masyarakat.
1 Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah
55,23 % 2 Pengunjung perpustakaan 70,00 % 12 Meningkatnya kesempatan
kerja dan kulitas calon tenaga kerja.
1 Tingkat partisipasi angkatan kerja
80,64 % 2 Prosentase Pencari kerja
yang ditempatkan
25,10 % 13 Meningkatnya kualitas
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
1 Koperasi aktif 88,00 %
2 Usaha mikro dan kecil 80,00 % 14 Meningkatnya investasi di daerah. 1 Kenaikan/penurunan nilai realisasi PMDN (milyar rupiah) 1.463.909.736.548 15 Meningkatnya ketersediaan pangan utama masyarakat
1 Ketersediaan pangan utama 439.374
2 Regulasi Ketahanan
Pangan
Ada 16 Meningkatnya produksi dan
produktifitas tanaman pangan.
1 Produktifitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar
7,20 kw/ha
2 Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB
27,20 %
17 Meningkatnya tungsi
pelestarian hutan.
1 Rehabilitasi hutan dan lahan kritis
28,82 % 2 Kerusakan kawasan hutan 0,18 % 18 Meningkatnya pengelolaaan
energi dan sumber daya mineral.
1 Pertambangan tanpa ijin 93,17 %
2 Kontribusi sektor
pertambangan terhadap PDRB
2,57 %
19 Meningkatnya produksi perikanan dan konsumsi ikan dimasyarakat.
1 Produksi perikanan 86,28 %
2 Pemenuhan Konsumsi ikan 12,00 %
20 Meningkatnya volume perdagangan. 1 Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB 25,66 %
2 Ekspor bersih perdagangan 0 21 Meningkatnya kualitas dan
kuantitas hasil industri
1 Kontribusi sektor industri terhadap PDRB
[6]
unggulan daerah. 2 Pertumbuhan industri 0,60
22 Meningkatnya pelayanan dan transmigrasi dan kerjasama
antar daerah bidang
transmigrasi.
1 Jumlah transmigrasi yang diberangkatkan. 15 KK 2 Transmigran swakarsa 0,00 23 Meningkatnya efektifitas perencanaan pembangunan 1 Penjabaran program RPJMD kedalam RKPD 100 % 2 Ketepatan waktu Pelaksanaan Musrenbangdes/ Musrenbangcam/
Musrenbangkab tepat waktu
100 %
24 Terwujudnya kelembagaan dan ketatalaksanaan yang efektif dan efisien.
1 Temuan audit yang
ditindaklanjuti. 1.500 temuan 2 % Pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. 100,00 % 3 % Kegiatan pembangunan
yang dilakukan monev
100,00 %
4 % SKPD yang telah
dilakukan Anjab dan ABK
10 SKPD 5 Keberadaan perda SOTK
yang terkait PP 41 tahun 2007.
-
6 % Jabatan struktural yang dilaksanakan dibanding dengan jabatan menurut PP 41 tahun 2007.
100 %
7 Sistem informasi
manajemen Pemda
3 8 Jumlah pelayanan yang
diukur Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat.
64
9 % Pejabat struktural yang telah mengikuti diklat kepemimpinan sesuai jenjangnya. 47% 10 % SKPD yang memiliki jabatan fungsional. 11 SKPD 11 Jumlah kasus pelanggaran
disiplin pegawai.
11 kasus 12 Jumlah pegawai fungsional
yang mengikuti diklat fungsional.
-
13 % Jabatan struktural / eselonering yang terisi.
100 % 14 Laporan keuangan disusun
tepat waktu.
Tepat waktu
15 % Peningkatan PAD 7,24 %
16 Pertumbuhan pajak dan retribusi daerah dengan pertimbangan: - Pajak - Retribusi Pajak 13,00 % 14,00 % 17 % SKPD yang telah terinventarisasi assetnya dalam SIMBADA 100,00 %
[7]
18 % Tanah Pemda yang bersertifikat
0,9 % 19 Penyelesaian kasus hukum 6 kasus 20 Jumlah raperda yang
disusun.
13 25 Tersedianya data statistik
daerah yang akurat dan tepat waktu.
1 Buku “ Kabupaten dalam
angka “. Ada
2 Buku “ PDRB Kabupaten” Ada
26 Meningkatnya pengelolaan arsip pemerintah daerah yang tertib, rapi dan handal yang menggambarkan keberhasilan penyelenggaraan urusan kearsipan.
1 Penerapan pengelolaan Arsip secara baku
100 % 2 Kegiatan Peningkatan SDM
pengelola kearsipan
10 kegiatan
27 Meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan teknologii informasi.
1 Website milik Pemerintah Kabupatan
Ada
2 Pameran/ Expo 2 kegiatan
28 Meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan. 1 % Partisipasi Perempuan di lembaga pemerintah 55,01 %
2 Angka melek huruf
perempuan usia 15 tahun keatas 99,89 % 3 % Partisipasi angkatan kerja perempuan 94,42 % 29 Meningkatnya keberdayaan masyarakat pedesaan. 1 PKK aktif 100,00 % 2 Posyandu 100,00 % 30 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketentraman kehidupan bermasyarakat.
1 Jumlah kegiatan pembinaan politik daerah
4 kegiatan
2 Jumlah pembinaan
terhadap LSM, Ormas dan OKP
22 X
3 Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 1000 penduduk
0,75 % 31 Meningkatnya kualitas dan
jangkauan pelayanan sosial.
1 Jumlah sarana social seperti panti jompo dan panti rehabilitasi. 32 buah 2 Penanganan PMKS 11,65 % 3 PMKS yang memperoleh bantuan social 35,71 % 32 Meningkatnya pelestarian dan
pengembangan budaya
daerah.
1 Penyelenggaraan festival seni dan budaya
25 2 Sarana penyelenggaraan
seni dan budaya
5 3 Benda. Situs dan kawasan
cagar budaya
8,33 % 33 Meningkatnya sarana dan
prasarana olah raga.
1 Gelanggang /Balai Remaja (selain milik swasta)
5
2 Lapangan olah raga 20
34 Meningkatnya nilai strategis tujuan pariwisata.
1 Kunjungan wisata 430.843
2 Kontribusi PDRB dari sektor pariwisata
[8]
Program Anggaran
1. Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp. 45,350,303,982.00 2. Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
Rp. 34,199,574,636.00 3. Peningkatan Disiplin Aparatur Rp. 1,520,449,000.00
4. Peningkatan Kapasitas SDA Rp. 3,711,821,917.00
5. Peningkatan Pengembangan Sistim Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Rp. 5,880,286,765.00 6. Fasilitasi pindah / purn a tugas PNS Rp. 55,000,000.00 7. Peningkatan jalan dan jembatan Rp. 80,643,741,136.00
8. KB Rp. 154,476,200.00
9. Keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan
Rp. 43,400,000.00 10. Obat dan perbekalan kesehatan Rp. 7,859,610,000.00 11. Pemanfaatan potensi sumber daya hutan Rp. 1,563,899,500.00 12. Pembangunan jalan dan jembatan Rp. 42,888,198,000.00 13. Pembangunan prasarana dan fasilitas
perhubungan
Rp. 785,046,850.00 14. Pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat
terpencil (KAT) dan penyandang masalah
Rp. 165,000,000.00
kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya.
15. Penataan administrasi kependudukan Rp. 2,208,575,700.00 16. Penciptaan iklim usaha kecil menengah
yang kondusif
Rp. 650,000,000.00
17. Pendidikan anak usia dini Rp. 473,500,000.00
18. Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan
Rp. 124,112,800.00 19. Pengembangan data / informasi Rp. 3,943,000,000.00 20. Pengembangan data / informasi / statistik
daerah
Rp. 690,000,000.00 21. Pengembangan kinerja pengelolaan
persampahan
Rp. 5,097,899,000.00 22. Pengembangan komunikasi, informasi dan
media massa
Rp. 630,640,000.00
23. Pengembangan nilai budaya Rp. 608,950,000.00
24. Pengembangan pemasaran pariwisata Rp. 666,200,000.00
25. Pengembangan perumahan Rp. 22,563,415,253.00
26. Pengembangan wilayah transmigrasi Rp. 100,000,000.00 27. Peningkatan kapasitas lembaga perwakilan
rakyat daerah
Rp. 13,036,587,000.00 28. Peningkatan keamanan dan kenyamanan
lingkungan
Rp.
479,170,000.00 29. Peningkatan keberdayaan masyarakat
perdesaan
Rp. 1,905,861,000.00
30. Peningkatan kesejahteraan petani Rp. 185,000,000.00 31. Peningkatan kualitas dan produktifitas
tenaga kerja
Rp. 109,000,000.00 32. Peningkatan promosi dan kerjasama
investasi
Rp. 150,000,000.00 33. Perbaikan sistem administrasi kearsipan Rp. 200,005,000.00
34. Perencanaan tata ruang Rp. 98,000,000.00
35. Perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan
Rp. 395,505,700.00
36. Kerjasama pembangunan Rp. 245,000,000.00
37. Kesehatan reproduksi remaja Rp. 84,885,000.00
38. Lingkungan sehat perumahan Rp. 2,867,692,000.00
39. Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteran sosial
[9]
40. Pembangunan saluran drainase / gorong-gorong
Rp. 800,000,000.00 41. Pemeliharaan kantrantibmas dan
pencegahan tindak kriminal
Rp. 26,265,000.00 42. Penataan penguasaan, pemilikan,
penggunaan dan pemanfaatan tanah
Rp. 1,528,066,000.00
43. Pengelolaan kekayaan budaya Rp. 1,973,740,000.00
44. Pengembangan destinasi pariwisata Rp. 7,210,895,000.00 45. Pengembangan industri kecil dan
menengah
Rp. 1,218,827,000.00 46. Pengembangan kewirausahaan dan
keunggulan kompetitif usaha kecil menengah
Rp. 229,820,000.00
47. Pengembangan lembaga ekonomi
pedesaan
Rp. 388,000,000.00 48. Pengendalian pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup
Rp. 2,618,167,288.00
49. Penguatan gender kelembagaan
pangarusutamaan gender dan anak
Rp. 133,902,500.00
50. Peningkatan kesempatan kerja Rp. 162,000,000.00
51. Peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan)
Rp. 9,203,042,560.00 52. Peningkatan pelayanan kedinasan kepala
daerah / wakil kepala daerah
Rp. 1,450,403,500.00 53. Peningkatan peran serta kepemudaan Rp. 290,000,000.00 54. Penyelamatan dan pelestarian
dokumen/arsip daerah
Rp. 50,000,000.00 55. Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana
dan fasilitas LLAJ
Rp. 2,268,035,425.00
56. Rehabilitasi hutan dan lahan Rp. 569,767,800.00
57. Upaya kesehatan masyarakat Rp. 43,538,263,600.00
58. Wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun
Rp. 16,187,852,625.00 59. Perlindungan dan konservasi sumber daya
hutan
Rp. 251,545,200.00
60. Peningkatan pelayanan angkutan Rp. 547,753,000.00
61. Fasilitasi peningkatan SDM bidang komunikasi dan informasi
Rp. 29,515,000.00
62. Pelayanan kontrasepsi Rp. 330,075,000.00
63. Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan
Rp. 1,000,000,000.00
64. Pendidikan menengah Rp. 1,791,000,000.00
65. Pengawasan obat dan makanan Rp. 28,425,000.00
66. Pengelolaan keragaman budaya Rp. 2,067,500,000.00
67. Pengembangan kemitraan Rp. 285,000,000.00
68. Pengembangan sistim pendukung usaha bagi usaha mikro kecil menengah
Rp. 421,000,000.00
69. Pengembangan wawasan kebangsaan Rp. 50,000,000.00
70. Peningkatan dan pengembangan ekspor Rp. 25,580,000.00
71. Peningkatan dan pengembangan
pengelolaan keuangan daerah
Rp. 14,502,381,908.80 72. Peningkatan kemampuan teknologi industri Rp. 556,173,000.00 73. Peningkatan kualitas hidup dan
perlindungan perempuan
Rp. 72,925,000.00 74. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam
membangun desa
Rp. 1,041,080,500.00 75. Peningkatan pemasaran hasil produksi
pertanian/perkebunan
[10]
76. Peningkatan upaya penumbuhan
kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda
Rp. 50,000,000.00
77. Perlindungan dan konservasi sumber daya alam
Rp. 1,386,005,047.00 78. Perlindungan dan pengembangan lembaga
ketenagakerjaan
Rp. 449,000,000.00 79. Kemitraan pengembangan wawasan
kebangsaan
Rp. 150,000,000.00 80. Kerjasama informasi dengan mas media Rp. 31,322,000.00 81. Pembinaan dan fasilitasi pengelolaan
keuangan kabupaten/kota
Rp. 241,827,500.00 82. Pembinaan para penyandang cacat dan
trauma
Rp. 20,000,000.00 83. Pembinaan peran serta masyarakat dalam
pelayanan KB/KR yang mandiri
Rp. 329,771,000.00
84. Penataan struktur industri Rp. 75,000,000.00
85. Pendidikan non formal Rp. 161,000,000.00
86. Pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya
Rp. 100,000,000.00 87. Peningkatan efisiensi perdagangan dalam
negeri
Rp. 3,243,615,000.00 88. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah
desa
Rp. 1,408,282,000.00 89. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi Rp. 551,000,000.00 90. Peningkatan kualitas pelayanan informasi Rp. 245,925,000.00 91. Peningkatan penerapan teknologi
pertanian/perkebunan
Rp. 785,553,920.00 92. Peningkatan perab serta dan kesetaraan
jender dalam pembangunan
Rp. 75,328,750.00 93. Rehabilitasi /pemeliharaan jalan dan
jembatan
Rp. 32,689,211,000.00 94. Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga
ketertiban dn keamanan
Rp. 639,000,000.00 95. Pembinaan dan fasilitasi pengelolaan
keuangan desa
Rp. 1,211,468,000.00 96. Pembinaan panti asuhan / panti jompo Rp. 76,000,000.00 97. Pembinaan pedagang kakilima dan asongan Rp. 59,622,800.00 98. Pengelolaan informasi dan dokumentasi Rp. 9,225,000.00 99. Pengendalian dan pengamanan lalu lintas Rp. 343,580,000.00 100 Peningkatan kesiagaan dan pencegahan
bahaya kebakaran
Rp. 311,850,000.00 101 Peningkatan produksi pertanian/perkebunan Rp. 3,685,000,000.00 102 Promosi kehutanan dan pemberdayaan
masyarakat
Rp. 463,799,700.00 103 Inspeksi kondisi jalan dan jembatan Rp. 100,000,000.00
104 Pemberdayaan penyuluh
pertanian/perkebunan lapangan
Rp. 340,000,000.00 105 Pembinaan dan pemasyarakatan olah raga Rp. 1,100,600,000.00 106 Pembinaan eks penyandang penyakit sosial
(eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya
Rp. 72,000,000.00
107 Pengembangan budidaya perikanan Rp. 2,068,347,500.00 108 Peningkatan kapasitas kelembagaan
perencanaan pembangunan daerah
Rp. 525,000,000.00 109 Peningkatan mutu pendidik dan tenaga
kependidikan
Rp. 737,200,000.00 110 Peningkatan sistem pengawasan internal Rp. 933,596,000.00
[11]
dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH
111 Perbaikan gizi masyarakat Rp. 217,342,000.00
112 Perencanaan dan pengembangan hutan Rp. 230,000,000.00 113 Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan
sosial
Rp. 2,054,530,000.00 114 Pencegahan dan penanggulangan penyakit
ternak
Rp. 2,896,306,800.00
115 Pendidikan politik masyarakat Rp. 260,000,000.00
116 Pengembangan lingkungan sehat Rp. 1,677,383,400.00
117 Pengembangan perikanan tangkap Rp. 15,000,000.00
118 Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan
Rp. 320,560,000.00 119 Peningkatan sarana dan prasarana
olahraga
Rp. 300,000,000.00 120 Perencanaan pembangunan daerah Rp. 3,556,526,500.00
121 Manajemen pelayanan pendidikan Rp. 489,084,500.00
122 Manfaat ADD dan dana desa bagi masyarakat desa
Rp. 150,000,000.00 123 Penataan dan penyempurnaan kebijakan
sistem dan prosedur pengawasan
Rp. 3,258,000.00
124 Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
Rp. 1,182,270,000.00 125 Pencegahan dini dan penanggulangan
korban bencana alam
Rp. 452,594,583.00 126 Pengembangan bahan informasi tentang
pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak
Rp. 178,367,600.00
127 Pengembangan sistem penyuluhan perikanan
Rp. 138,414,000.00 128 Peningkatan produksi hasil peternakan Rp. 100,000,000.00 129 Perencanaan pembangunan ekonomi Rp. 887,500,000.00 130 Optimalisasi pemanfaatan teknologi
informasi
Rp. 2,792,839,000.00 131 Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran
produksi perikanan
Rp. 17,960,000.00 132 Peningkatan sarana dan prasarana
kebinamargaan
Rp. 450,000,000.00 133 Penyiapan tenaga pendamping kelompok
bina keluarga
Rp. 33,225,000.00 134 Perencanaan sosial dan budaya Rp. 1,050,000,000.00 135 Standarisasi pelayanan kesehatan Rp. 2,868,775,000.00 136 Pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) Rp. 7,048,700,000.00 137 Pengembangan dan pengelolaan jaringan
irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya
Rp. 20,795,399,600.00 138 Pengembangan model operasional
BKB-Posyandu-PADU
Rp. 33,800,000.00 139 Pengadaan, peningkatan dan perbaikan
sarana dan prasarana
puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya
Rp. 17,159,223,500.00
140 Penataan peraturan perundang-undangan Rp. 1,281,500,000.00 141 Pengadaan, peningkatan sarana dan
prasarana RS/RSJ/RS paru-paru/RS mata
Rp. 14,764,360,000.00 142 Pembinaan dan peningkatan pemerintah
Kabupaten/Kecamatan/Desa
Rp. 6,865,088,350.00 143 Kemitraan peningkatan pelayanan
kesehatan
[12]
144 Pengendalian banjir Rp. 3,166,600,000.00
145 Pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan
Rp. 606,178,554.00 146 Pembangunan infrastruktur perdesaan Rp. 88,443,407,523.00 147 Pembinaan dan pengembangan aparatur Rp. 1,936,472,000.00 148 Peningkatan pelayanan kesehatan lansia Rp. 22,868,500.00
149 Pendidikan kedinasan Rp. 672,575,000.00
150 Pengaturan jasa konstruksi Rp. 108,000,000.00
151 Pemberdayaan jasa konstruksi Rp. 130,000,000.00
152 Pengawasan jasa konstruksi Rp. 62,000,000.00
153 Pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil menengah
Rp. 110,000,000.00 154 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
pada BLUD RSUD Dr. Harjono
Rp. 105,000,000,000.00 155 Peningkatan mutu dan pelayanan BLUD
AKPER
Rp. 2,912,525,000.00
156 Penataan daerah otonom baru Rp. 307,000,000.00
157 Rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam
Rp. 84,723,000.00 158 Pengembangan ekowisata dan jasa
lingkungan dikawasan-kawasan konservasi laut dan hutan
Rp. 83,356,000.00
159 Mengintensifkan penanganan pengaduan masyarakat Rp. 149,500,000.00 Jumlah Rp. 749,820,570,512.80 Ponorogo, 29 Januari 2016 Pj. BUPATI PONOROGO Ir. MASKUR, MM