Perekonomian Riau yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2015 mencapai Rp 167,42 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 114,23 triliun.
Ekonomi Riau triwulan III-2015 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,68 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini disebabkan Lapangan Usaha Jasa Pendidikan yang tumbuh 6,95 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan pertumbuhan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 8,80 persen.
Ekonomi Riau triwulan III-2015 terhadap triwulan III-2014 mengalami kontraksi 1,87 persen (y-on-y) melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 2,67 persen. Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar minus 9,37 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan pertumbuhan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 7,82 persen.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan III tahun 2015 (q to q) Pulau Sumatera dicapai Provinsi Riau sebesar 4,68 persen.Grafik 1. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan III-2015
No.58/11/14/Th.XVI, 5 November 2015
P
ERTUMBUHAN
E
KONOMI
R
IAU
T
RIWULAN
III-2015
EKONOMI
RIAU
TRIWULAN
III-2015
MENGALAMI
PERTUMBUHAN
4,68 PERSEN
DIBANDING
TRIWULAN
II-2015
A. PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2015 Terhadap Triwulan III-2014 (y-on-y)
Ekonomi Riau triwulan 2015 dibanding triwulan III-2014 (y-on-y) mengalami kontraksi 1,87 persen. Kontraksi terjadi di 4 Lapangan Usaha, sedangkan Lapangan Usaha lainnya tetap tumbuh positif. Kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar minus 9,37 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar minus 5,94 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar minus 0,97 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar minus 0,03 persen.
-9.37 -5.94 -0.03 -0.97 22.28 30.45 0.51 0.86 -20 -10 0 10 20 30 40 Pertumbuhan Distribusi
Grafik 2. Pertumbuhan PDRB q to q Menurut Lapangan Usaha
Struktur PDRB Riau menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2015 masih didominasi Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 30,45 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 24,16 persen dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,28 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2015 Terhadap Triwulan II-2015 (q-to-q)
Pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III-2015 terhadap triwulan II-2015 (q to q) sebesar 4,68 persen disebabkan oleh Lapangan Usaha Jasa Pendidikan sebesar 6,95 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 6,93 persen, Jasa Lainnya 6,13 persen, dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6,13 persen. Dari 17 sektor Lapangan Usaha semua sektor mengalami pertumbuhan positif.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Riau
triwulan III-2015 (q-to-q), Industri
Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 1,94 persen (laju pertumbuhan 6,93 persen), diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,28 persen (laju pertumbuhan 5,33 persen); dan Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil sebesar 0,40 persen (laju pertumbuhan 4,66).-15 -10 -5 0 5 10 15
IV-13 I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15
Industri Pengolahan
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa lainnya -3.68 1.46 4.68 -6 -4 -2 0 2 4 6
Triw I-2015 Triw II-2015 Triw III-2015
Industri Pertanian
Perdagangan Lainnya
Laju Pertumbuhan
Grafik 3. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran
Grafik 4. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan III-2015
A. PDRB MENURUT PENGELUARAN
Pertumbuhan Ekonomi Riau Triwulan III-2015 Terhadap Triwulan III-2014 (y-on-y)
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2015 terhadap triwulan III-2014 yang mengalami pertumbuhan positif terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT);
Pengeluaran Konsumsi LNPRT; Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PKP); dan PMTB.
Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 8,80 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,92 persen; Komponen PMTB sebesar 4,19 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 0,70 persen.
Struktur PDRB Riau menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan III-2015 tidak menunjukkan perubahan pada semua komponen. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup lebih dari sepertiga PDRB Riau (35,21 persen). Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB Riau secara berturut-turut adalah Ekspor (32,22 persen) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB (30,26 persen). Sedangkan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP), Pengeluaran Konsumsi LNPRT dan Impor memiliki peranan yang relatif kecil dibawah 4 persen.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III-2015 (y-on-y), maka Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga merupakan
komponen dengan sumber pertumbuhan
tertinggi, yakni sebesar 1,81 persen, diikuti komponen PMTB sebesar 1,17 persen.
2.67 -2.54 -1.87 -3 -1.5 0 1.5 3 -6 -4 -2 0 2 4
Triw III-2014 Triw II-2015 Triw III-2015
PKRT PMTB
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2015 Terhadap Triwulan II-2014 (q-to-q)
Ekonomi Riau triwulan III-2015
terhadap triwulan II-2015 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 4,68 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan yang terjadi hampir di seluruh komponen pengeluaran terutama
Komponen Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah (PKP) sebesar 7,82 persen.
Pertumbuhan juga terjadi pada
Komponen PMTB sebesar 3,08 persen,
Komponen Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga sebesar 2,41 persen dan Komponen Konsumsi LNPRT sebesar 2,26 persen. Sedangkan kontraksi terjadi pada Komponen Ekspor sebesar 1,25 persen, dan Impor sebesar 0,53 persen.
Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III-2015 (q-to-q), Komponen PMTB merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan paling tinggi, sebesar 0,93 persen, kemudian Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,81 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 0,31 persen.
B. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) Se SUMATERA
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera pada triwulan III tahun 2015 (qto q) sangat variatif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Provinsi Riau sebesar 4,68 persen, sedangkan terendah pada Provinsi Jambi yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,47 persen.
Grafik 7. Laju Pertumbuhan PDRB menurut Propinsi di Pulau Sumatera Triwulan III 2015
4 .6 8 0 .4 7 0 1 2 3 4 5
Riau Sumsel Lampung Sumut Sumbar Aceh Bengkulu Kepri Kep. Babel Jambi Sumatera: 3,25 Grafik 6. Pertumbuhan PDRB q to q Menurut Pengeluaran -31.84 7.13 4.23 25.55 -27.29 10.55 7.82 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30
I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15
Tabel 1
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Triliun rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw
III-2014 Triw II-2015
Triw
III-2015 Triw III-2014 Triw II-2015
Triw III-2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian. Kehutanan. dan Perikanan 37.63 35.24 37.31 30.55 26.29 27.69
B Pertambangan dan Penggalian 69.23 49.15 50.99 28.97 26.82 27.25
C Industri Pengolahan 35.91 37.83 40.45 31.43 30.61 32.73
D Pengadaan Listrik dan Gas 0.05 0.10 0.10 0.05 0.05 0.05
E Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02
F Konstruksi 11.55 12.36 13.18 8.07 8.36 8.72
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 13.88 13.92 14.83 9.84 9.43 9.87
H Transportasi dan Pergudangan 1.18 1.25 1.34 0.92 0.92 0.96
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0.88 0.80 0.85 0.52 0.49 0.52
J Informasi dan Komunikasi 0.90 1.00 1.03 0.88 0.92 0.93
K Jasa Keuangan dan Asuransi 1.38 1.36 1.44 1.07 1.01 1.06
L Real Estat 1.18 1.31 1.38 0.94 1.00 1.03
M.N Jasa Perusahaan 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
O Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib
2.48 2.42 2.59 1.99 1.99 2.11
P Jasa Pendidikan 0.72 0.78 0.85 0.51 0.52 0.56
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0.25 0.28 0.31 0.19 0.20 0.21
R.S.T.U Jasa Lainnya 0.59 0.68 0.74 0.47 0.49 0.52
Tabel 2
Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen) Lapangan Usaha Triw III- 2015 terhadap Triw II-2015 Triw III-2015 terhadap Triw III-2014 Sumber Pertumbuhan (q to q) Triw III-2015 Sumber Pertumbuhan (y on y) Triw III-2015 (1) (2) (3) (4) (4)
A Pertanian. Kehutanan. dan Perikanan 5.33 -9.37 1.28 -2.46
B Pertambangan dan Penggalian 1.61 -5.94 0.39 -1.48
C Industri Pengolahan 6.93 4.15 1.94 1.12
D Pengadaan Listrik dan Gas 2.29 6.04 0.00 0.00
E Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang 0.91 2.55 0.00 0.00
F Konstruksi 4.36 8.06 0.33 0.56
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 4.66 0.38 0.40 0.03
H Transportasi dan Pergudangan 4.37 4.60 0.04 0.04
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5.02 -0.03 0.02 0.00
J Informasi dan Komunikasi 1.29 5.26 0.01 0.04
K Jasa Keuangan dan Asuransi 4.49 -0.97 0.04 -0.01
L Real Estat 3.01 9.45 0.03 0.08
M.N Jasa Perusahaan 3.27 8.31 0.00 0.00
O Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6.13 5.92 0.11 0.10
P Jasa Pendidikan 6.95 9.98 0.03 0.04
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 5.75 11.59 0.01 0.02
R.S.T.U Jasa Lainnya 6.13 11.84 0.03 0.05
Tabel 3
Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014. Triwulan III-2014, Triwulan II-2015 dan Triwulan III-2015
(persen)
Lapangan Usaha 2014 Triw III 2014 2015
Triw II Triw III
(1) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian. Kehutanan. dan Perikanan 19.68 21.16 22.23 22.28
B Pertambangan dan Penggalian 39.51 38.93 31.01 30.45
C Industri Pengolahan 20.87 20.19 23.86 24.16
D Pengadaan Listrik dan Gas 0.04 0.03 0.06 0.06
E Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang 0.01 0.01 0.01 0.01
F Konstruksi 6.69 6.50 7.80 7.87
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 7.81 7.81 8.78 8.86
H Transportasi dan Pergudangan 0.66 0.66 0.79 0.80
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0.48 0.50 0.50 0.51
J Informasi dan Komunikasi 0.52 0.51 0.63 0.62
K Jasa Keuangan dan Asuransi 0.80 0.78 0.86 0.86
L Real Estat 0.69 0.66 0.83 0.83
M.N Jasa Perusahaan 0.00 0.00 0.00 0.00
O Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1.36 1.40 1.52 1.55
P Jasa Pendidikan 0.41 0.41 0.50 0.51
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0.14 0.14 0.18 0.18
R.S.T.U Jasa Lainnya 0.34 0.33 0.43 0.44
Tabel 4
PDRB Menurut Pengeluaran
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Triliun rupiah)
Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2010
Triw III-2014 Triw II-2015 Triw III-2015 Triw III-2014 Triw II-2015 Triw III-2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 51,73 56,57 58,95 35,59 36,81 37,70
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,70 0,71 0,74 0,51 0,50 0,51 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,73 5,28 6,16 4,29 4,33 4,66 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 43,58 48,27 50,66 32,49 32,84 33,85 5. Perubahan Inventori 10,78 1,92 1,88 1,37 1,04 0,84 6. Ekspor Barang dan Jasa 59,03 50,89 53,94 47,08 43,13 42,59
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 7,13 5,85 6,63 5,36 4,45 4,43 8. Net Ekspor Antar Daerah 13,43 0,73 1,72 0,44 -5,07 -1,49
Produk Domestik Bruto (PDRB) 177,84 158,52 167,42 116,41 109,12 114,23
Tabel 5
Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen)
Komponen Triw III- 2015 Terhadap
Triw II-2015 Sumber Pertumbuhan ( q to q ) Triw III-2015 terhadap Triw III-2014 Sumber Pertumbuhan ( y on y ) (1) (2) (3) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2,41 0,81 5,92 1,81
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 2,26 0,01 0,70 0,00
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 7,82 0,31 8,80 0,32
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 3,08 0,93 4,19 1,17
5. Ekspor Barang dan Jasa -1,25 -0,49 -9,55 -3,86
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa -0,53 -0,02 -17,42 -0,80
Tabel 6
Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Tahun 2014, Triwulan III-2014, Triwulan II-2015, dan Triwulan III-2015
(persen)
Lapangan Usaha 2014 Triw III 2014 2015
Triw II Triw III
(1) (3) (4) (5) (6)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 29,48 29,09 35,69 35,21
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,40 0,39 0,45 0,44
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,12 3,22 3,33 3,68
4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 25,02 24,50 30,45 30,26
5. Perubahan Inventori 4,43 6,06 1,21 1,12
6. Ekspor Barang dan Jasa 38,65 33,19 32,10 32,22
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 3,90 4,01 3,69 3,96
8. Net Ekspor Antar Daerah 2,80 7,55 0,46 1,03