• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Malang, 28 April Penulis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Malang, 28 April Penulis"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT karena atas kemurahan-Nya penyusun dapat menyelesaikan perangkat pembelajaran ini. Perangkat ini dibuat dengan maksud memenuhi tugas matakuliah Pengembangan Media Pengajaran ADP berbasis TIK.

Perangkat pembelajaran ini terdiri dari: Silabus, RPP, LKS dan Kunci LKS, LP-1: Penilaian Produk, Kunci LP-2 Penilaian Proses, LP-3 Penilaian Psikomotor, LP-4: Pengamatan Perilaku Berkarakter, LP-5 Pengamatan Keterampilan Sosial, serta Modul Siswa. Mata pelajaran yang disjikan adalah Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup dengan Standar Kompetensi menerapkan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup serta Kompetensi Dasar menerapkan konsep lingkungan hidup.

Dalam proses pembuatan perangkat pembelajaran ini, penyusun mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih penyusun sampaikan kepada Bapak Mohammad Arief selaku guru pembimbing yang telah memberi banyak pengetahuan dan pengarahan dalam pembuatan perangkat ini.

Penyusun menyadari bahwa pembuatan perangkat ini masih perlu disempurnakan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dalam menyempurnakan perangkat ini. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih. Semoga perangkat ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

Malang, 28 April 2014

(3)

ii DAFTAR ISI halaman Kata Pengantar ... i Daftar Isi ... ii Silabus ... 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 3

LK-1: Konsep Lingkungan Hidup ... 8

LK-2: Penerapan Konsep Lingkungan Hidup ... 12

LP-1: Produk ... 15

LP-2: Proses ... 18

LP-3: Psikomotor ... 19

LP-4: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter ... 20

LP-5: Format Pengamatan Keterampilan Sosial ... 21

(4)

1

SILABUS

Nama Sekolah : SMK Negeri 101 Malang

Mata Pelajaran : Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup Bidang keahlian : Bisnis dan Manajemen

Program K eahlian : Administrasi Perkantoran Kls/ Semester : X / I

Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

Standar kompetensi : Menerapkan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup

Materi Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Konsep lingkungan hidup 1. Pemahaman konsep lingkungan hidup 2. Penerapan konsep lingkungan hidup Produk 1. Memahami konsep lingkungan hidup 2. Memahami penerapan konsep lingkungan hidup Proses 1. Mendiskusikan konsep lingkungan hidup 2. Mendiskusikan penerapan konsep lingkungan hidup Tes Tes Tes Tulis Asesmen Kinerja Proses LP-1: Produk LP-2: Proses 3 x 45’ 1. LK 1: Konsep lingkungan hidup 2. LK 2: Penerapan konsep lingkungan hidup 3. Kunci LK 1, 2 LP 1: Produk 4. LP 2: Proses 5. LP 3: Psikomotor 6. LP 4: Pengamatan

(5)

2 Psikomotor

Melaksanakan observasi mengenai penerapan konsep lingkungan hidup di lingkugan sekolah. Afektif: Karakter 1. Jujur 2. Disiplin 3. Tanggung jawab 4. Peduli lingkungan Keterampilan Sosial Bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, berkomunikasi, bekerjasama, serta menjadi pendengar yang baik Tes Pengamatan Pengamatan Assesmen Kinerja Psikomotor Pengamatan perilaku berkarakter Pengamatan Keterampilan Sosial LP-3: Psikomotor LP-4: Pengamatan perilaku berkarakter peduli lingkungan LP-5: Pengamatan Keterampilan Sosial Perilaku Berkarakter 7. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial 8. Silabus 9. Modul

(6)

3

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 101 Malang

Mata Pelajaran : Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup

Kelas/Semester : Kelas X / Semester I

Materi Pembelajaran : Konsep Lingkungan Hidup Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

I. Standar Kompetensi : Menerapkan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup II. Kompetensi Dasar : Menerapkan konsep lingkungan hidup

III. Indikator: A. Kognitif

1. Produk:

a. Memahami konsep lingkungan hidup

b. Memahami penerapan konsep lingkungan hidup 2. Proses:

a. Mendiskusikan konsep lingkungan hidup

b. Mendiskusikan penerapan konsep lingkungan hidup B. Psikomotor

Melaksanakan observasi mengenai penerapan konsep lingkungan hidup di lingkugan sekolah.

C. Afektif

1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi: a. Jujur b. Disiplin c. Tanggung jawab d. Peduli lingkungan 2. Keterampilan sosial: a. Bertanya b. Berpendapat c. Berkomunikasi d. Bekerjasama

(7)

4 e. Menjadi pendengar yang baik

IV. Tujuan Pembelajaran: A. Kognitif

1. Produk:

a. Siswa dapat menjelaskan konsep lingkungan hidup dengan mengerjakan soal sebagaimana soal pada LP 1: Produk sesuai dengan kunci jawaban.

b. Siswa dapat menjelaskan penerapan konsep lingkungan hidup dengan

mengerjakan soal sebagaimana soal pada LP 1: Produk sesuai kunci jawaban 2. Proses:

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Siswa diberi tugas untuk berdiskusi mengenai konsep lingkungan hidup dan penerapan konsep lingkungan hidup. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara

bergantian sesuai dengan rincian tugas kinerja yang ditentukan di LP 2: proses.

B. Psikomotor

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Siswa diberi tugas untuk melaksanakan observasi mengenai penerapan konsep lingkungan hidup di lingkugan sekolah. Siswa diberi tugas untuk membuat laporan mengenai hasil observasinya sesuai dengan tugas kinerja yang ditentukan pada LP3: Psikomotor.

C. Afektif 1. Karakter:

Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa. Siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli lingkungan, sesuai dengan LP 4: Pengamatan Perilaku berkarakter. 2. Keterampilan sosial:

Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa. Siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku keterampilan sosial bertanya, berpendapat, berkomunikasi, bekerjasama, menjadi pendengar yang baik sesuai dengan LP 5: Keterampilan sosial.

V. Model dan Metode Pembelajaran:

(8)

5

Metode Pembelajaran: tugas diskusi, presentasi, dan observasi

VI. Bahan

Lembar Kerja 1, 2

VII. Alat dan Media: 1. Alat terdiri dari:

 Alat Tulis Kantor (ATK),  LCD

2. Media terdiri dari Slide tentang:  konsep lingkungan hidup

 penerapan konsep lingkungan hidup

VIII. Proses Belajar Mengajar A. Pendahuluan

Kegiatan

Penilaian oleh Pengamat 1 2 3 4 1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses,

psikomotor, keterampilan sosial, dan karakter. Siswa dapat mengemukakan konsep lingkungan hidup dan penerapan konsep lingkungan hidup.

Guru meminta siswa mengemukakan pendapatnya, apa yang dirasakan siswa ketika bekerja di lingkungan yang kotor atau lingkungan yang tidak sehat. (Fase 1 MPK)

2. Guru memberi penjelasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup. Kondisi lingkungan di tempat kerja mempengaruhi kesehatan serta mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan. (Fase 1 MPK)

(9)

6 B. Inti Kegiatan Penilaian oleh Pengamat 1 2 3 4 Penggalan 1

a. Siswa mendiskusikan pengertian, komponen, dan manfaat

lingkungan hidup dan mempresentasikannya secara bergantian di depan kelas. (Fase 2 MPK)

b. Guru memberikan informasi tentang pengertian, komponen, dan manfaat lingkungan hidup. Guru membagikan LKS satu LKS tiap Kelompok . (Fase 3 MPK)

Penggalan 2

a. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3–5 siswa, untuk mencari informasi dari internet tentang penerapan konsep lingkungan hidup. Catatlah keterangan yang anda peroleh.

b. Membimbing siswa mengerjakan LKS 2 tentang penerapan konsep lingkungan hidup. (Fase 4 MPK)

Penggalan 3

a. Memberi tugas kelompok kepada siswa untuk melakukan observasi mengenai penerapan konsep lingkungan hidup di lingkugan sekolah. b. Meminta siswa untuk membuat laporan mengenai hasil observasinya.

(Fase 5 MPK)

c. Melakukan evaluasi formatif dengan asesmen kinerja psikomotor dengan cara meminta siswa menunjukkan laporan hasil observasi.

C. Penutup

Kegiatan

Penilaian oleh Pengamat 1 2 3 4 Menutup pelajaran dengan membimbing siswa membuat rangkuman

dan memberi Pekerjaan Rumah.

IX. Sumber Pembelajaran

(10)

7 2. LK 2 : Penerapan konsep lingkungan hidup 3. Kunci LK 1, 2

4. LP 1: Produk 5. LP 2: Proses 6. LP 3: Psikomotor

7. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter 8. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial 9. Tabel Spesifikasi Penilaian

10. Silabus 11. Modul

12. Media Slide Power Point

Daftar Pustaka

(11)

8

Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 1: Konsep Lingkungan Hidup

Tujuan:

1. Dapat mengetahui pengertian lingkungan hidup. 2. Dapat mengetahui komponen lingkungan hidup. 3. Dapat mengetahui manfaat lingkungan hidup. Alat:

1. Alat tulis 2. Buku catatan

Rumusan Masalah: Bagaimanakah konsep lingkungan hidup? Langkah-langkah:

1. Siswa berdiskusi mengenai pengertian lingkungan hidup. 2. Siswa berdiskusi mengenai komponen lingkungan hidup. 3. Siswa berdiskusi mengenai manfaat lingkungan hidup.

4. Guru memberikan kesimpulan hasil diskusi. Siswa mencatat kesimpulan mengenai pengertian, komponen, dan manfaat lingkungan hidup di buku catatannya msing-masing.

(12)

9

Perhatikan Gambar 1. Dalam lingkungan terjadi interaksi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Interaksi tersebut berbeda-beda karakteristiknya. Hasil dari proses interaksi dapat dilihat dari lingkungan yang dibentuk yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Analisis:

1. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup?

... ... ... ... ... ... ... ... ...

2. Apa sajakah komponen-komponen yang ada dalam lingkungan hidup?

... ... ... ... ... ... ... ... ...

3. Apakah manfaat lingkungan hidup bagi manusia?

... ... ... ... ... ... ... ... ...

(13)

10

Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Kunci Lembar Kerja 1: Konsep Lingkungan Hidup

1. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup?

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain.

2. Apa sajakah komponen-komponen yang ada dalam lingkungan hidup?

Lingkungan hidup dapat dibagi menjadi lingkungan alam (abiotik dan biotik), lingkungan binaan, dan lingkungan sosial budaya.

a. Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa memperoleh gangguan atau dimodifikasi oleh manusia. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, udara, angin, curah hujan, cahaya matahari dan lain–lain.

b. Lingkungan Binaan

Lingkungan binaan merupakan lingkungan fisik hasil karya manusia. Usaha manusia untuk memperpanjang usia lingkungan hidup dikenal dengan penciptaan lingkungan hidup binaan yaitu berusaha membentuk, memodifikasi, atau mengelola lingkungan hidup. Tujuan agar lingkungan hidup dapat normal kembali seperti semula yaitu memiliki keseimbangan ekologi. Prinsip penciptaan lingkungan hidup binaan misalnya melakukan reboisasi hutan, pengelolaan air limbah agar bersih kembali dan aman jika dibuang ke sungai.

c. Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan sosial budya merupakan lingkungan hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya. Lingkungan sosial budaya tidak terlepas dengan lingkungan alam. Banyak kerusakan lingkungan alam akibat interaksi antara manusia yang negatif , contohnya peperangan yang mengakibatkan kerusakan alam

(14)

11

secara langsung dan kerusakan alam yang lainnya seperti longgarnya aturan penegakan hukum bagi perambah hutan dan penjaraah hutan.

3. Apakah manfaat lingkungan hidup bagi manusia?

Beberapa manfaat lingkungan hidup bagi manusia dapat adalah sebgai berikut.

 Udara untuk keperluan pernapasan

 Air untuk keperluan minum, mandi, serta keperluan kolektif seperti pengairan

sawah dan pembangkit tenaga listrik.

 Hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, serta dapat juga dijadikan sumber

tenaga dan kesenangan.

 Lahan untuk keperluan mendirikan sarana pribadi maupun sosial.

(15)

12

Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 2

Penerapan Konsep Lingkungan Hidup

Tujuan:

1. Dapat mengetahui upaya pelestarian lingkungan hidup.

2. Dapat mengetahui penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja.

Alat:

1. Alat tulis 2. Buku catatan

Rumusan Masalah: Bagaimanakah penerapan konsep lingkungan hidup?

Langkah-langkah:

1. Siswa berdiskusi mengenai upaya pelestarian lingkungan hidup.

2. Siswa berdiskusi mengenai kondisi penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja.

3. Guru memberikan kesimpulan. Siswa menuliskan hasil diskusi di buku catatannya masing-masing.

Pengamatan

Gambar 1. Ruang kerja di suatu perusahaan

Perhatikan Gambar 1. Bagaimanakah menurut Anda mengenai lingkungan di perusahaan tersebut, apakah konsep lingkungan hidup sudah diterapkan.

(16)

13 Analisis:

1. Bagaimanakah upaya pelestarian lingkungan hidup?

... ... ... ... ... ... ... ... ...

2. Menurut Anda, bagaimanakah penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja? ... ... ... ... ... ... ... ... ...

(17)

14

Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Kunci Lembar Kerja 2

Penerapan Konsep Lingkungan Hidup

1. Bagaimanakah upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat?

Melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua orang. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup adalah sebagai berikut.

 Melakukan reboisasi hutan.

 Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.  Pengelolaan limbah agar bersih dan aman jika dibuang.

 Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran.  Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak

lapisan ozon di atmosfer.

2. Menurut Anda, bagaimanakah penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja?

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan konsep lingkungan hidup di tempat kerja adalah sebagai berikut.

a. Menjaga kebersihan tempat kerja

 Selalu tersedia tempat sampah

 Tidak membuang sampah sembarangan  Merapikan ruang kerja setelah selesai bekerja  Melakukan kerja bakti secara rutin di tempat kerja

 Berhati-hati ketika membawa makanan atau minuman ke ruang kerja

b. Mencegah pengotoran udara

 Pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran

 Pemakaian pelindung pernapasan yang bersifat mekanis untuk karyawan tertentu

sehubungan dengan pekerjaannya

 Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak

lapisan ozon di atmosfer

(18)

15

LEMBAR PENILAIAN (LP) 1: PRODUK

1. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup?

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup alami!

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup binaan!

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup sosial budaya!

5. Apakah manfaat lingkungan hidup bagi manusia?

6. Bagaimanakah upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat?

7. Bagaimanakah penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja?

Daftar Pustaka

(19)

16

Kunci LP 1: Produk

1. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup?

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup alami!

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa memperoleh gangguan atau dimodifikasi oleh manusia. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup binaan!

Lingkungan binaan merupakan lingkungan fisik hasil karya manusia, yaitu dengan membentuk, memodifikasi, atau mengelola lingkungan hidup. Tujuannya adalah agar lingkungan hidup dapat normal kembali seperti semula yaitu memiliki keseimbangan ekologi.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan hidup sosial budaya!

Lingkungan sosial budya merupakan lingkungan hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya.

5. Apakah manfaat lingkungan hidup bagi manusia?  Udara untuk keperluan pernapasan

 Air untuk keperluan minum, mandi, serta keperluan kolektif seperti pengairan

sawah dan pembangkit tenaga listrik.

 Hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, serta dapat juga dijadikan sumber

tenaga dan kesenangan.

 Lahan untuk keperluan mendirikan sarana pribadi maupun sosial.

 Hutan berfungsi menjaga pasokan air di musim kemarau dan mencegah banjir

6. Bagaimanakah upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan masyarakat?

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup adalah sebagai berikut.

(20)

17  Melakukan reboisasi hutan.

 Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.  Pengelolaan limbah agar bersih dan aman jika dibuang.

 Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran.  Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak

lapisan ozon di atmosfer.

7. Bagaimanakah penerapan konsep lingkungan hidup di tempat kerja?

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan konsep lingkungan hidup di tempat kerja adalah sebagai berikut.

c. Menjaga kebersihan tempat kerja

 Selalu tersedia tempat sampah

 Tidak membuang sampah sembarangan  Merapikan ruang kerja setelah selesai bekerja  Melakukan kerja bakti secara rutin di tempat kerja

 Berhati-hati ketika membawa makanan atau minuman ke ruang kerja

d. Mencegah pengotoran udara

 Pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran

 Pemakaian pelindung pernapasan yang bersifat mekanis untuk karyawan tertentu

sehubungan dengan pekerjaannya

 Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak

lapisan ozon di atmosfer

(21)

18

LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES

Prosedur:

1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok (1 kelompok 3-5 orang)

2. Siswa diberi tugas untuk berdiskusi mengenai konsep lingkungan hidup dan penerapan konsep lingkungan hidup.

3. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian, kemudian guru memberi kesimpulan mengenai hasil diskusi.

4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format Asesmen kinerja dibawah ini 5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan

6. Siswa diijinkan mangases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.

Format Asesmen Kinerja Proses

No Rincian Tugas Kinerja Skor

Maksimum

Skor Asesmen Oleh siswa

sendiri Oleh guru

1. Diskusi

Kelengkapan isi materi 30

2 Presentasi

Materi disampaikan dengan jelas Keaktifan Siswa

Ketepatan dalam menjawab pertanyaan kelompok lain 30 15 25 Jumlah 100 Malang, 28 Maret 2014 Siswa Guru (………) (...)

(22)

19

LEMBAR PENILAIAN 3: PSIKOMOTOR

Prosedur:

1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok (1 kelompok 3-5 orang)

2. Siswa diberi tugas untuk melakukan observasi observasi mengenai penerapan konsep lingkungan hidup di lingkugan sekolah.

3. Masing-masing kelompok membuat laporan mengenai hasil observasinya. 4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format Asesmen kinerja dibawah ini 5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan

6. Siswa diijinkan mangases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.

Format Asesmen Kinerja Psikomotor

No Rincian Tugas Kinerja Skor

Maksimum

Skor Asesmen Oleh siswa

sendiri Oleh guru 1. Laporan disusun secara sistematis dan

rapi

15

2 Isi laporan sesuai fakta 75

3 Pengumpulan tepat waktu 10

Jumlah 100

Malang, 28 Maret 2014

Siswa Guru

(23)

20

LP 4: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:

Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini:

D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat

perbaikan kemajuan baik

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

No Rincian Tugas Kinerja (RTK) Memerlukan perbaikan (D) Menunjukkan kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat baik (A) 1 Jujur 2 Disiplin 3 Tanggung jawab 4 Peduli lingkungan Malang, 28 Maret 2014 Pengamat (...)

(24)

21

LP 5 : Format Pengamatan Keterampilan Sosial

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:

Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini:

D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat

perbaikan kemajuan baik

Format Pengamatan Keterampilan Sosial

No Rincian Tugas Kinerja (RTK) Memerlukan perbaikan (D) Menunjukkan kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat baik (A) 1 Bertanya

2 Menyumbang ide atau pendapat 3 Berkomunikasi 4 Menjadi pendengar yang baik Malang, 28 Maret 2014 Pengamat (...)

(25)

22 MODUL SISWA

A. KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

Di sekitar kita terdapat berbagai komponen lingkungan, baik benda-benda mati seperti ta-nah, batuan, air maupun makhluk hidup dengan berbagai jenis dan karakteristiknya. Di sekitar kita juga terdapat manusia lainnya dengan ber-bagai karakterisk dan perilakunya. Selain itu, terdapat pula daya dan keadaan yang

mempe-KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

Menerapkan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup Standar Kompetensi

Menerapkan Konsep Lingkungan Hidup Kompetensi Dasar

Memahami dan melaksanakan konsep lingkungan hidup Indikator

Konsep lingkungan hidup

Penerapan konsep lingkungan hidup Materi Pokok

Rangkuman Materi

(26)

23

ngaruhi persepsi, sikap dan perilaku kita. Semua komponen tersebut merupakan lingkungan hidup manusia.

1. Pengertian Lingkungan Hidup

Definisi lingkungan menurut Undang–Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 1997 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahte-raan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dalam lingkungan terjadi interaksi yang dinamis antara manusia dengan manusia lainnya dan antara manusia dengan komponen biogeofisik-kimia. Interaksi tersebut tidaklah selalu sederhana tetapi sangat kompleks. Dalam interaksi tersebut manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya.

Manusia mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan dan mengambil sumber daya yang ada di lingkungan. Manusia membangun jembatan, jalan, sawah, permu-kiman dan lain–lain. Manusia juga membangun nilai dan norma dalam kaitannya dengan lingkungan. Sebaliknya lingkungan juga mempengaruhi perilaku manusia.

Ruang lingkup lingkungan bias dibagi menjadi dua, yaitu sempit dan luas. Rumah dan pekarangan merupakan sebuah lingkungan bagi penghuninya yang relatif sempit. Sedangkan Pulau Jawa atau bahkan lapisan bumi dan makhluk hidup diatasnya yang disebut Biosfer merupakan lingkungan hidup dalam ruang lingkup yang luas.

2. Komponen Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup dapat dibagi menjadi lingkungan alam (abiotik dan biotik), lingkungan binaan, dan lingkungan sosial budaya.

a. Lingkungan hidup alami

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa memperoleh gangguan atau dimodifikasi oleh manusia. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, udara, angin, curah hujan, cahaya matahari dan lain–lain. Lingkungan biotik sering pula dinamakan lingkungan organik, sedangkan lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.

Di dalam lingkungan hidup alami terdapat hubungan saling mempengaruhi antara komponen abiotik dengan biotik. Komponen abiotik berupa batuan, tanah, air, udara (cuaca dan iklim) mempengaruhi keberadaan organisme di suatu wilayah. Keberadaan tumbuhan

(27)

24

dan pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, cuaca dan iklim. Komponen biotik juga mempengaruhi abiotik. Sebagai contoh, suhu udara dipengaruhi oleh keberadaan tumbuhan. Jika kita berada di daerah yang banyak tumbuhannya, maka udara akan terasa lebih nyaman.

Antarkomponen biotik maupun antarkomponen abiotik juga saling mempengaruhi. Keberadaan tumbuhan mempengaruhi keberadaan hewan di suatu wilayah. Di daerah dengan tumbuhan yang beragam memungkinkan hewannya juga beragam. Seperti halnya dalam lingkungan biotik, dalam lingkungan abiotik juga terjadi proses saling mempengaruhi. Tanah dipengaruhi oleh iklim, dan batuan atau bahan induk. Demikian halnya dengan air yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi curah hujan , tanah dan batuan.

b. Lingkungan binaan

Manusia menyadari bahwa lingkungan mempunyai interaksi antar komponen dan juga keterbatasan kemampuan (daya lenting) lingkungan. Usaha manusia untuk memperpanjang usia lingkungan hidup dikenal dengan penciptaan lingkungan hidup binaan, yaitu berusaha membentuk, memodifikasi, atau mengelola lingkungan hidup. Tujuannya adalah agar lingkungan hidup dapat normal kembali seperti semula yaitu memiliki keseimbangan ekologi. Prinsip penciptaan lingkungan hidup binaan misalnya melakukanreboisasi hutan, pengelolaan air limbah agar bersih kembali dan aman jika dibuang ke sungai.

c. Lingkungan sosial budaya

Lingkungan sosial budya merupakan lingkungan hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya. Lingkungan sosial budaya tidak terlepas dengan lingkungan alam. Banyak kerusakan lingkungan alam akibat interaksi antara manusia yang negatif, contohnya peperangan yang mengakibatkan kerusakan alam secara langsung. kerusakan alam yang lainnya seperti longgarnya aturan penegakan hukum bagi perambah hutan dan penjaraah hutan.

Bentuk interaksi sosial yang dapat disaksikan dalam kehidupan sehari-hari dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu bentuk interaksi yang bersifat asosiasif dan yang bersifat disosiasif. Bentuk asosiasif adalah interaksi sosial yang cenderung menimbulkan dampak untuk saling bekerjasama, saling meenghargai, serta saling memberi dan menerima. Bentuk disosiasif merupakan interaksi sosial yang cenderung menimbulkan persaingan, pertentangan dan pertikaian. Bentuk pertentangan bermacam-macam mulai dari pertentangan pribadi, pertentangan rasial, pertentangan antar kelas-kelas sosial, pertentangan politik, dan

(28)

25

pertentangan yang bersifat internasional. Semua pertentangan menimbulkan keadaan lingkungan sosial yang tidak nyaman.

3. Manfaat Lingkungan Hidup

Pada dasarnya manusia dapat bertahan hidup karena kebutuhanya dipenuhi oleh komponen-komponen lingkungan hidup. Manfaat lingkungan hidup bagi manusia antara lain adalah sebagai berikut.

 Udara untuk keperluan pernapasan.

 Air untuk keperluan minum, mandi serta keperluan kolektif, seperti pengairan sawah dan pembangkit tenaga listrik. Bahkan saat ini air sudah merupakan benda ekonomi.  Tumbuhan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati serta

sebagai sumber tenaga dan kesenangan.

 Lahan untuk keperluan mendirikan sarana pribadi maupun sosial.

B. PENERAPAN KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

1. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab setiap insan di bumi. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamat-kan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Upaya pe-merintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbul-kan kerusamenimbul-kan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan.

a. Upaya yang dilakukan pemerintah

Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:

 Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.

(29)

26

 Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

 Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan.  Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

b. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah

Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain sebagai berikut.

 Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

 Pelestarian udara

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain adalah dengan menggalakkan penanaman pohon atau tanaman hias, mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, serta mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer.

 Pelestarian hutan

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan antara lain dengan reboisasi, melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang, menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon, menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan, menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

 Pelestarian laut dan pantai

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai, melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar

(30)

27

laut, melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan, serta melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

 Pelestarian flora dan fauna

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa, melarang kegiatan perburuan liar, menggalakkan kegiatan penghijauan.

2. Penerapan Konsep Lingkungan Hidup

Hal-hal yang bias dilakukan untuk menjaga lingkungan hidup di tempat kerja adalah sebagai berikut.

e. Menjaga kebersihan tempat kerja  Selalu tersedia tempat sampah

Ketersediaan tempat sampah yang memadahi diperlukan agar lingkungan menjadi bersih. Untuk kemudahan daur ulang, sampah sebaiknya di bedakan atas sampah organik & sampah non-organik.

 Tidak membuang sampah sembarangan  Merapikan ruang kerja setelah selesai bekerja  Melakukan kerja bakti secara rutin di tempat kerja

 Berhati-hati ketika membawa makanan atau minuman ke ruang kerja

Makanan dan minuman akan mengundang datangnya hewan, seperti semut, tikus, dan kecoa. Kehadiran hewan ini akan mengganggu kenyamanan serta dapat mengganggu kesehatan pekerja.

f. Mencegah pengotoran udara

 Pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran

 Pemakaian pelindung pernapasan yang bersifat mekanis untuk karyawan tertentu sehubungan dengan pekerjaannya

 Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer

 Pembuatan ventilasi secara tepat

Pembuatan ventilasi yang dibantu dengan kipas angin ditempatkan di tempat yang strategis dapat menyedot debu udara luar yang lebih bersih serta meniupkan udara tercemar kea rah yang tidak ada karyawan.

Gambar

Gambar 1. Berbagai macam lingkungan hidup
Gambar 1. Ruang kerja di suatu perusahaan
Gambar 1. Lingkungan Hidup
Gambar 2.Kegiatan Menanam Pohon oleh Siswa SD

Referensi

Dokumen terkait

20 Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian. Organisasi

Oleh karena itulah terdapat kriteria dalam menjaring keluarga atau rumah tangga miskin, yaitu yang pertama pencacah meminta daftar keluarga atau rumah tangga miskin kepada ketua

Meskipun dalam penelitian tersebut dijumpai bahwa daging ayam broiler yang berasal dari ternak yang disuplementasi dengan vitamin E menghasilkan derajat ketengikan yang lebih

Kuesioner disampaikan kepada 40 responden, sebanyak 40 kuesioner kembali dan 30 kuesioner (75 %) diisi dengan lengkap dan dapat diolah. Data yang dikumpulkan diolah dengan

Keluaran dari penelitian ini adalah (1) model pola curah hujan; (2) model kecenderungan dan prediksi curah hujan; (3) model perubahan ketersediaan air tanah, lama masa tanam,

Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara membuang sampah yang ada di lingkungan sekolah kita ke tempat sampah, melaksanakan kegiatan piket kelas setiap

Oleh hal yang demikian, kajian ini adalah bertujuan untuk mengkaji cara bagi mengurangkan kos perbelanjaan penghasilan kesan khas dengan mencari altematif

Topik atau masalah Tugas Akhir pada sebuah instansi/ perusahaan dan atau cabang yang pernah dibuat dengan metodologi yang sama, tidak boleh dibuat atau diriset lagi.. Mahasiswa